Donbas
Kini Jadi Target Invasi Rusia, Apa Pentingnya Wilayah Itu?
BBC
Indonesia - detikNews
Sabtu,
28 Mei 2022 08:48 WIB

Jakarta
- Pasukan Rusia membombardir kota-kota di Ukraina timur dengan tujuan, kata
mereka, "membebaskan" pusat industri bernama Donbas.
Setelah
tidak lagi berupaya menguasai Ibu Kota Kyiv dan kota terbesar kedua Kharkiv,
Vladimir Putin sekarang mengusahakan kemenangan di wilayah timur Ukraina, yang
sebagian besar penduduknya berbahasa Rusia dan diklaim Moskow jadi sasaran
genosida Ukraina.
Kini
memenuhi target operasi di Ukraina timur adalah hal minimum yang ia butuhkan
sebelum dapat mengakhiri operasi militer dan mengklaimnya sebagai kemenangan
sukses Rusia.
Pasukan
Rusia kini telah menguasai sebagian besar wilayah selatan Ukraina.
Baca
juga:
Rusia
targetkan wilayah timur Ukraina, sebut fase pertama 'operasi militer' telah
usai
Seberapa
mahal perang Ukraina bagi Rusia?
Putin
bertekad lanjutkan invasi di Ukraina sampai 'tujuan mulia'
tercapai
Ukraina
mengatakan pertempuran di Donbas kini merupakan yang terbesar di tanah Eropa
sejak Perang Dunia Kedua; namun Presiden Volodymyr Zelensky telah bersumpah
bahwa pasukannya "akan berjuang untuk setiap jengkal tanah kami".
Pengalihan
pasukan ke daerah timur yang dikenal sebagai Donbas ini berpotensi membuat
pertempuran kedua negara jadi berlarut-larut.
"Saya
khawatir Putin, dengan biaya besar untuk dirinya sendiri dan militer Rusia,
terus menggerogoti Donbas," kata PM Inggris, Boris Johnson, kepada
Bloomberg.
Dia
terus membuat kemajuan secara bertahap, walau lambat tapi jelas dan itu yang
saya khawatirkan. Maka, sangat penting bagi kami untuk terus mendukung militer
Ukraina."
Pertanyaannya,
apa yang dibutuhkan Putin untuk bisa membuat klaim bahwa dia hendak
"membebaskan" wilayah bekas jantung industri Ukraina itu? Dan mungkinkah klaim
itu terlaksana?
Ribuan
warga sipil tetap tinggal di kota Severodonetsk setelah Rusia hampir menguasai
salah satu kota besar di kawasan Donbas itu. (Getty Images)
Donbas,
penghasil batu bara dan baja
Ketika
Putin berbicara tentang Donbas, dia merujuk pada daerah yang sejak lama menjadi
penghasil batu bara dan baja di Ukraina.
Yang
Putin maksud sebenarnya adalah dua wilayah besar di timur Ukraina, yaitu Luhansk
dan Donetsk. Dua daerah ini membentang dari pinggiran Mariupol di selatan sampai
ke perbatasan utara.
NATO
juga menduga bahwa pasukan Rusia berusaha membuat jembatan darat yang membentang
di sepanjang garis pantai di barat daya Donetsk yang menuju ke Krimea.
"Daerah
itu diidentifikasi pemerintahan Rusia sebagai bagian Ukraina yang penduduknya
berbahasa Rusia dan lebih memiliki kedekatan dengan Moskow ketimbang Kyiv," kata
Sam Cranny-Evans dari Royal United Services Institute.
Banyak
orang yang tinggal di daerah ini berbahasa Rusia, tapi mereka tidak lagi
pro-Rusia.
"Mariupol
padahal dulu dikenal salah satu kota paling pro-Rusia di Ukraina dan kini
menghancurkannya sungguh di luar pemahaman saya," kata spesialis pertahanan
sekaligus pimpinan Rochan Consulting, Konrad Muzyka.
Satu
jajak pendapat Ukraina pada Mei 2022 menunjukkan 82% warga Ukraina di wilayah
yang direbut Rusia sejak invasi 24 Februari memendam sikap negatif terhadap
Moskow.
BBC
Setelah
perang selama satu bulan terakhir, Rusia mengklaim telah menguasai 93% wilayah
Luhansk dan 54% Donetsk. Rusia masih jauh dari target mereka untuk menaklukkan
seluruh wilayah Ukraina, tapi kalaupun mereka mengklaim kemenangan, wilayah ini
sangat besar untuk dikendalikan.
Mengapa
Putin ingin mengontrol Donbas?
Putin
berulang kali membuat tuduhan tidak berdasar bahwa Ukraina telah melakukan
genosida di kawasan timur ini.Ketika
perang dimulai, dua pertiga wilayah tersebut dikuasai Ukraina. Sisanya dikontrol
kelompok-kelompok yang ingin membuat negara baru, yang didukung Rusia selama
delapan tahun terakhir.Tepat
sebelum perang, Putin menyebut setiap jengkal dua wilayah timur itu sebagai
wilayah yang merdeka dari Ukraina.Jika
dapat menaklukkan kedua wilayah besar tersebut, Putin akan mendapat semacam
pencapaian dalam perang ini. Langkah selanjutnya adalah mencaplok Donbas,
seperti yang dilakukan Rusia terhadap Krimea usai referendum tahun
2014.Baca
juga:
'Tentara
Rusia memperkosaku dan membunuh suamiku'
Apakah
Rusia sengaja mengincar warga sipil Ukraina?
Dan
jika penaklukan itu terjadi sebelum 9 Mei mendatang, Rusia dapat merayakannya
bersamaan dengan Hari Kemenangan--yaitu perayaan kemenangan atas Nazi pada tahun
1945.
Pemimpin
dukungan Rusia di Luhansk telah berbicara soal rencana referendum dalam "waktu
dekat", meski rencana yang tidak konstitusional di zona perang itu tampaknya
tidak masuk akal.
Apa
strategi Putin?
Pasukan
Rusia berusaha mengepung tentara Ukraina di timur, bergerak dari utara, timur
dan selatan.
"Ini
adalah wilayah besar untuk dikendalikan. Menurut saya, kita tidak boleh
meremehkan kompleksitas geografis ini," kata Tracey German, profesor bidang
konflik dan keamanan di King's College London.
Setelah
pertempuran selama berminggu-minggu, Rusia gagal merebut kota terbesar kedua
Ukraina, Kharkiv, di selatan perbatasan Rusia. Namun mereka akhirnya menguasai
Izyum, sebuah kota strategis di ujung akses utama menuju kawasan timur yang
dikuasai separatis.
"Jika
Anda melihat apa yang Rusia lakukan di sekitar Izyum, itu mengikuti jalur utama
jalan raya dan cara itu masuk akal, mengingat mereka memindahkan sebagian besar
peralatan militer melalui jalan darat dan kereta api," kata German.
Kota-kota
yang sekarang menjadi perhatian Rusia itu telah dilanda perang selama
bertahun-tahun sejak kelompok pro-Rusia pertama kali merebut sebagian besar
Donbas.
Target
besar Rusia berikutnya di jalan M03 adalah Slovyansk, sebuah kota berpenduduk
125.000 orang. Kota ini direbut pasukan pro-Rusia pada tahun 2014 sebelum
akhirnya kembali dikuasai Ukraina.
Institut
Studi Perang (ISW) yang berbasis di Amerika Serikat menilai, jika Ukraina
mempertahankan Slovyansk, rencana Rusia merebut kedua wilayah di timur itu
kemungkinan akan gagal.
Pasukan
Rusia membombardir kota-kota yang lebih jauh ke timur di daerah Luhansk yang
masih di bawah kendali Ukraina, termasuk Rubizhne, Lysychansk, Popasna, dan
Severodonetsk. Banyak rumah susun telah mereka hancurkan. Banyak warga sipil
yang terbunuh di kediaman mereka.
Menguasai
kota-kota ini jadi penting karena bisa membuat pasukan Rusia untuk bergerak ke
barat Ukraina dan terhubung dengan pasukan yang berencana untuk bergerak ke
tenggara Izyum, demikian menurut ISW.
Ratusan
penduduk diungsikan dari Luhansk menuju sejumlah kota, antara lain
Severodonetsk. (Serhiy Haidai/Luhansk OVA)
Rusia
tidak hanya mencoba mengendalikan jalur pasukan melalui jalan darat, tapi juga
memblokir akses Ukraina ke rute kereta api dari barat. Kereta api adalah
transportasi paling efektif untuk mobilisasi pasukan Ukraina dan persenjataan
berat. Ini juga rute tercepat bagi warga sipil untuk menyelamatkan
diri.
Mengontrol
bagian dari jaringan kereta api itu juga akan memungkinkan pasukan Rusia untuk
memindahkan pasukan dan perbekalan mereka.
Warga
sipil di daerah itu kini tengah dievakuasi sebelum kedatangan pasukan
Rusia.
"Selamatkan
diri Anda dan keluarga Anda selagi masih bisa," kata pemimpin lokal, Serhiy
Haidai, kepada penduduk saat bus dan kereta api menuju ke barat.
Haidai
berkata, warga semakin sulit mendapatkan bus untuk mengevakuasi diri ke Rubizhne
dan Popasna.
Kereta
masih berjalan dari Slovyansk pada hari Kamis, tapi jalur telah dipotong ke
Izyum di utara dan ke Mariupol dan Melitopol di selatan.
Stasiun
kereta di Kramatorsk berjarak paling jauh dari wilayah timur Ukraina, tapi
menjadi satu-satunya yang masih beroperasi. (Getty Images)
Maryna
Agafonova (27 tahun) telah melarikan diri dari rumah keluarganya di Lysychansk.
Dia meninggalkan orang tuanya saat peluru artileri Rusia terus berjatuhan di
wilayahnya.
"Mereka
menyerang rumah sakit dan bangunan tempat tinggal. Tidak ada pemanas dan
listrik," ujarnya.
Pasukan
Ukraina masih bertahan di sana, kata Maryna kepada BBC. "Mereka tidak membiarkan
Rusia mendudukinya."
Bertahan
di bawah kendali kelompok pro-Rusia di Luhansk
Kehidupan
di bawah kendali kelompok pro-Rusia relatif lebih tenang, meskipun mereka
menuduh pasukan Ukraina menembaki bangunan tempat tinggal dan membunuh warga
sipil. Para pejabat di negara bagian Donetsk mengatakan, 72 warga sipil tewas
sejak pertengahan Februari lalu.
Seorang
perempuan di Luhansk mengatakan kepada BBC bahwa dia telah melihat banyak
kekuatan militer Rusia di kotanya. Warga kota sekarang ketakutan dan penuh
kehati-hatian.
"Saya
takut. Memang menakutkan," kata perempuan yang enggan namanya disebutkan
ini.
Laki-laki
yang cukup umur diharuskan bergabung dengan milisi lokal. Dia berkata, siapa pun
yang menghindari wajib militer pasti bersembunyi.
"Mereka
memobilisasi laki-laki di jalanan, menangkap mereka. Tidak ada laki-laki di
toko-toko, di kota, di jalanan," tuturnya. Akibat dari situasi ini, semua bisnis
yang dikendalikan para laki-laki tutup.
"Kami
sudah menjadi Rusia, meskipun hanya secara informal. Setiap orang memiliki
paspor Rusia," ucapnya.
Akankah
pasukan Ukraina bertahan?
Pada
awal perang Rusia-Ukraina ini, 10 brigade yang membentuk Operasi Pasukan
Gabungan (JFO) di timur dianggap sebagai tentara paling lengkap dan paling
terlatih yang dimiliki Ukraina."Kami
tidak benar-benar tahu kekuatan pasukan Ukraina sekarang," kata Sam
Cranny-Evans, peneliti Rusi. Dia yang yakin jumlah pasukan itu meningkat seiring
bergabungnya sukarelawan dalam beberapa pekan terakhir.Sementara
itu, pasukan Rusia mengalami kerugian besar setelah menjalani perang lebih dari
lima minggu. Moral mereka diyakini terus anjlok.Pasukan
Rusia ini terdiri dari orang-orang yang terdaftar dari daerah separatis lokal
serta tentara Rusia dari wilayah-wilayah lain."Tujuan
utama Ukraina adalah untuk menimbulkan kerugian sebesar mungkin di pihak Rusia
dan Ukraina menggunakan taktik asimetris untuk menghindari pertempuran besar,"
kata Konrad Muzyka.Seorang
pria bernama Mykyta yang berhasil melarikan diri dari pemboman Rusia di Mariupol
mengatakan dia yakin tentara Ukraina akan berhasil melawan."Suatu
hari mereka akan mengembalikan kota kami, batalyon Azov tidak akan menyerahkan
Mariupol," katanya kepada BBC."Tentara
Ukraina sangat licik, saya tidak melihat mereka di kota saya, tapi saya
mendengar mereka, mereka sangat pandai menyamar," ucapnya.(ita/ita)Baca
artikel detiknews, "Donbas Kini Jadi Target Invasi Rusia, Apa Pentingnya Wilayah
Itu?" selengkapnya https://news.detik.com/bbc-world/d-6099088/donbas-kini-jadi-target-invasi-rusia-apa-pentingnya-wilayah-itu.
Download
Apps Detikcom Sekarang
https://apps.detik.com/detik/