Fw: Dahlan Iskan: Komunis Kucing

151 views
Skip to first unread message

Chan CT

unread,
Jul 1, 2021, 8:00:44 AM7/1/21
to GELORA45_In
https://www.jpnn.com/news/komunis-kucing
 
Komunis Kucing
30 June 2021
Oleh : Dahlan Iskan
Growing 20 Percent – Dahlan Iskan JPNN.com – Netral.NewsDahlan Iskan di Xinjiang
 
NEGARA yang tergolong paling gagal di dunia adalah negara komunis: Kuba, Venezuela, Korea Utara. Negara yang paling berhasil di dunia sekarang ini adalah negara komunis: Tiongkok. Negara yang majunya biasa-biasa saja juga negara komunis: Vietnam dan Kamboja.
 
Di luar komunis banyak juga negara yang berhasil, yang biasa-biasa saja, dan yang tidak berhasil. Keberhasilan Tiongkok itulah yang dirayakan besar-besaran tanggal 1 Juli besok –tepat 100 tahun Partai Komunis Tiongkok.
 
Perayaannya sudah dilakukan sejak seminggu lalu. Di semua kota, di malam hari, mirip kota borjuis: gemerlap diguyur cahaya. Itulah komunisme Tiongkok: musuh ideologinya justru menjadi salah satu pilar ideologinya.
 
Bisnis –musuh utama komunisme di masa silam– telah menjadi salah satu dari empat sokoguru komunisme Tiongkok. Buruh –satu-satunya sokoguru di masa awal komunisme– tetap menjadi salah satu sokoguru. Tapi sudah ditambah sokoguru baru: petani. Belakangan ditambah pengusaha. Terakhir, 10 tahun lalu, ditambah ilmu pengetahuan.
 
Saya sendiri bingung: kalau sokogurunya buruh, tani, pengusaha, dan ilmu pengetahuan, mengapa masih disebut komunis.
 
"Tidak peduli kucing itu hitam atau putih. Yang penting bisa menangkap tikus."
 
"Menjadi kaya itu mulia."
 
Dua prinsip Deng Xiaoping itulah yang pada dasarnya ideologi baru Komunis Tiongkok. Pendiri komunis, Karl Mark, bisa bangun dari kuburnya kalau ada yang yang bisa mengunggah dua kalimat itu ke Twitter di alam kubur.
 
Kucing tidak peduli warna itulah yang bisa membuat Tiongkok seperti sekarang. Mereka pun bisa merayakan 100 tahun Partai Komunis Tiongkok dengan raihan prestasi besar. Itu inspirasi yang baik untuk panitia 100 Tahun Kemerdekaan Indonesia, 2045.
 
Memang, apa pun yang ''ter'' kini ada di Tiongkok: Yang tercepat memberantas kemiskinan, tercepat pertumbuhan ekonomi, terbanyak jalan tol, terbanyak kereta cepat, terbanyak bandara baru, dan apa saja. Sampai ke kemampuannya mendarat di bulan dan bahkan di planet Mars.
 
 
Semua itu sudah banyak diceritakan. Saya hanya akan memaparkan satu ini:  Bagaimana di Tiongkok satu sungai saja –hanya satu sungai– bisa menghasilkan listrik 47.000 MW. Itu sudah sama dengan jumlah seluruh listrik di seluruh negara Republik Indonesia.
 
Di sungai itu, di sungai yang sama, masih akan dibangun lagi banyak bendungan. Yang masih akan menghasilkan listrik 25.000 MW. Tambahannya itu saja cukup untuk melistriki seluruh pulau Jawa.
 
Memang di sepanjang sungai itu akan ada 25 bendungan. Separonya sudah selesai dikerjakan. Tidak ada bendungan yang tidak menghasilkan listrik. Ada yang menghasilkan 16.000 MW ada yang hanya 500 MW.
 
Nama sungai itu: Jinsha. Artinya pasir emas. Lokasinya: Provinsi Sichuan bagian selatan. Dekat perbatasan dengan provinsi Yunnan. Tentu saya pernah melewati sungai ini: saat jalan darat membelah pegunungan dari Chengdu ke Kunming. Jauh sekali. Harus bermalam di kota kecil di atas pegunungan. Hulu paling jauh sungai Jinsha ada di Provinsi Qinghai. Dekat Tibet.
 
 
Muaranya: di sungai Changjiang (d/h Yangtze). Dengan demikian sungai Jinsha itu pada dasarnya masih tergolong anak sungai Changjiang. Di Changjiang sendiri, dekat Chongqing, dibangun satu dam raksasa. Lebih dekat ke kota Xichang. Terbesar di dunia. Kelihatan dari bulan. Itulah Dam Tiga Ngarai. Yang satu dam ini saja bisa menghasilkan listrik 28.000 MW. Sama dengan listrik se pulau Jawa.
 
Bandingkan dengan dam terbesar di Amerika Serikat, Grand Coulee, yang menghasilkan listrik 6.800 MW. Itulah Dam di sungai Kolumbia di negara bagian Washington. Produksi listriknya hanya seperempat Tiga Ngarai.
 
Peringatan 100 tahun Komunis Tiongkok tahun ini ditandai –salah satunya– dengan peresmian dam terbaru di sungai Jinsha itu. Kapasitasnya terbesar kedua setelah Tiga Ngarai. Tapi ada unsur yang dam ini mengalahkan Tiga Ngarai: ukuran turbinnya. Bikin rekor tersendiri: tiap satu turbin bisa menghasilkan 1.000 MW.
 
Belum ada di dunia ini ukuran turbin air segajah itu. Berarti ada 16 turbin sebesar itu di satu bendungan ini. Hayo, siapa yang akan bisa mengalahkannya. Pun Amerika. Saya pernah ke bendungan Tiga Ngarai. Dua kali. Saat lagi dikerjakan dan saat sudah selesai. Saya juga sudah ke beberapa bendungan lainnya. Tapi belum ke yang terbaru di sungai Jinsha itu.
 
Membayangkannya saja sudah seperti kena Covid: bagaimana satu turbin air menghasilkan 1000 MW listrik. Untung Kuba masih miskin sekali. Dan Venezuela masih kacau sekali. Kalau tidak, orang yang anti komunis seperti saya, bisa kehabisan bahan untuk menjelekkan komunis. (Dahlan Iskan)

Tatiana Lukman

unread,
Jul 3, 2021, 3:55:25 AM7/3/21
to Chan CT, GELORA45_In

Orang seperti inilah yang jadi sahabat setia Tiongkok kapitalis/imperialis. Sombong banget tapi otaknya kosong!! Sok tahu tentang sosialisme, berani menghakimi Korut dan Kuba…justru dua negeri yang diblokade imperialis AS selama puluhan tahun!!! Bagi dia Kuba gagal, lantas bagaimana negeri yang gagal, tapi mampu bikin berbagai macam vaksin, mampu mendidik bukan saja warganya tapi juga warga asing, tanpa bayar satu senpun!! Sahabat macam beginilah yang disebar luaskan oleh antek remo!! Tidak mengherankan!!

 

Sent from Mail for Windows 10

--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/7CFBF45AAD6F43D699240A17F74B7797%40A10Live.

 

Sunny ambon

unread,
Jul 4, 2021, 5:27:29 PM7/4/21
to Tatiana Lukman, Chan CT, GELORA45_In
Dahlan lupa atau tidak tahu bahwa Veneuela diboikota oleh tetangganya di utara., uangnya dibank disita, emas di bank Inggris disita. Tentangga yang kuat mengangkat presidennya.Beberapa waktu lalu dikirim saboteur yang ditangkap oleh tentara Venezuela (https://www.youtube.com/results?search_query=mercenaries+arrested+in+venezuela )

BILLY GUNADIE

unread,
Jul 4, 2021, 5:31:47 PM7/4/21
to ilmes...@gmail.com, Tatiana Lukman, Chan CT, GELORA45_In
Hugo Chavez di racun.....cancerous hip... beli 2 juta AK47...

Juga Yasser Arafat.....



On Sun., Jul. 4, 2021 at 5:27 p.m., Sunny ambon

kh djie

unread,
Jul 4, 2021, 5:43:44 PM7/4/21
to Sunny ambon, GELORA45_In
Kalau kumis kucing herba mujarab hancurkan batu ginjal.

Op zo 4 jul. 2021 om 23:27 schreef Sunny ambon <ilmes...@gmail.com>:

Tjoangie

unread,
Jul 4, 2021, 6:04:32 PM7/4/21
to kh djie, Sunny ambon, GELORA45_In
Kucing tidak bisa diatur atau diperintah seperti anjing atau
anjing pangkuan (lap-dog)! Kucing hanya punja kemauan sendiri !

Von meinem iPad gesendet

BILLY GUNADIE

unread,
Jul 4, 2021, 6:06:28 PM7/4/21
to dji...@gmail.com, Sunny ambon, GELORA45_In
Ada lagi untuk batu empedu....
Menurut pengalaman seorang kenalan.
..belakangan ternyata cukup di kenal..
Kenalan itu menderita gal blader stone..
Bertertangga dengan seorang dokter keluarkan German, yang belum dapet Izin praktek.. ..pendapat dokter lokal, musti di operasi (sekitar 40 tahun lalu, belum ada sonic)..
Hasil XRay dibawa Ke Unlicensed dokter German ..menurut dia hasil x ray bukan bangsa calcium...berupa fat...?
Dia ajukan pendapat pada dokter lokal..yang terus menyangkal akan pendapat unlicensed dokter..
Kenalan itu lebih condong Ke Unlicensed...karena menurut dia tanpa operasi...
Mulailah theraphy...olive oil...apple cider vinegar ..salt Peter ...
Dan hot compress sekitar gal bladder..
Berapa saat...ke luar semua?.

Belakangan ..ada juga namanya Pek Bho Nie....Ramuan TCM...?

Ada juga Ini yang lain..


.*BAN HENG TONG*
MALAKA - INDONESIA

INDONESIAN AGENT : 
*FELIZ* - *087881889272*

*100% OBAT HERBAL*

Dikirim dari Central Park Jakarta
Menyediakan :
1. OBAT JANTUNG *godok*
2. OBAT JANTUNG *seduh*
3. OBAT JANTUNG *botol* - pelengkap
4. VITAMIN CIAK PO *penambah nafsu makan anak & dewasa* / *kapsul*
5. Lain2 by Order

Melayani pesanan melalui : 

*Obat Jantung Godok*
* 1 bungkus digodok selama kurang lebih 3 jam dengan api paling kecil. Dari 6 mangkok air menjadi 2 mangkok air. 
1 mangkok diminum pagi hari
1 mangkok diminum malam hari

*Obat Jantung Seduh*
1 hari = 3 sachet (pagi/siang/malam)
Cukup diseduh dengan air panas

*Obat Jantung Botol* (pelengkap)
Bagi yang sudah HARUS OPERASI.
Obat ini mempercepat pemulihan.
Dimakan berbarengan dengan obat Godok / Seduh. 
Hanya seujung kuku, ditaro dilidah lalu diteguk dengan obat Godok / Seduh.
1 botol bisa untuk 1.5 Bulan.

*SAKIT/TIDAK SAKIT HARUS MINUM 3 BULAN*

*OBAT GODOK = OBAT SEDUH yang membedakan hanya cara penyajiannya saja*

*JIKA ADA OBAT DOKTER. BERI JARAK 4 JAM*

*JIKA ADA MAAG, WAJIB MAKAN SEBELUM MINUM OBAT*

*INGAT PANTANG MAKANAN yg sudah di infokan*

*Anak Muda / Orang Tua boleh minum tidak harus tunggu sakit baru minum*

*JANGAN LUPA BAHAGIA, karena HATI GEMBIRA adalah OBAT YG MANJUR* 😊
On Sun., Jul. 4, 2021 at 5:43 p.m., kh djie

Chan CT

unread,
Jul 4, 2021, 8:20:04 PM7/4/21
to Tatiana Lukman, GELORA45_In
Dahlan Iskan yang mengomnentari komunis Kucing ini jelas dari sudut pandang anti-komunis, tapi, ... ada satu LOGIKA kebenaran yang diajukan, dan jelas BUKAN keluar dari kesombongan apalagi kebodohan yang dibilang nenek ini otaknya kosong! Sebaliknya, hanya menunjukkan nenenk yang satu inilah seorang yang PALINGA SOMBONG, dan merasa diri paling pintar dan paling benar didunia! Membuktikan dirinya sendiri otaknya kosong melompong, ... kecuali dalil-dalil teori yang dianggap revolusioner itu dengan pengertiannya sendiri saja!
 
Komunis kucing disini jelas, menyatakan satu teori revolusioner, kaidah “SOSIALISME” yang muncul didunia ini harus berani melawan dan mampu membuktikan dirinya jauh lebih baik, sejahtera, adil dan makmur ketimbang “KAPITALISME”! Itulah yang dibilang Deng, sosialisme itu bukan meratakan kemiskinan, tapi meratakan kemakmuran! Kemiskinan bukanlah sosialisme! Dan itulah logika tak peduli kucing hitam atau putih, kalau bisa tangkap tikur adcalah kucing yang baik!
 
Dan, 100 tahun PKT justru partai komunis didunia ini yang membuktikan dirinya mampu menandingi dunia kapitalis! Dalam perjalanan memperingati hari jadinya yang ke 100 tahun, berhasil membebaskan 1,4 milyar rakyat Tiongkok dari kemiskinan absolut, lebih 400 juta warganya masuk dalam kategori menengah! Keberhasilan pembangunan RRT tidak bisa tidak diakui oleh Dahlan Iskan yang jelas anti-komunis! Khususnya pembangunan Pembangkit Listrik Tegana-Air disungai Jinsha itu! Yang selama ini TIDAK PERNAH bisa dilihat nenek yang satu ini! Otaknya masih saja tenggelam dalam-dalam akan keberhasilan Lenin mendirikan negara sosialisme pertama didunia dan tidak pula mengakui kesaalahan yang mengakibatkan roboh dengan sendirinya, ...! Ambruk dengan sendirinya, akibat PKUS dicampakkan oleh rakyat Soviet!
 
Sedang PKT yang dituduh remo, bukan saja ambruk ditentang rakyat Tiongkok, justru sebaliknya makin JAYA dan di peringatan 100 tahun kemarin mendemonstrasikan keheibatan dan kekuatannya menantang dunia imperialisme, “Kekuatan asing manapun yang berani menindas dan memperbudak rakyat Tiongkok, pasti kepalanya hancur-lebur terbentur TEMBOK BESAR yang terbangun dari darah-daging 1,4 milyar rakyaTiongkok!” Inilah jawaban tegas rakyat Tiongkok dibawah pimpinan PKT menghadapi serangan bertubi-tubi diberbagai bidang yang sedang dilancarkan persekutuan negara impierialisme didunia yang dikepalai AS itu! Itulah bukti nyata keberhasilan RRT dalam 70tahun terakhir yang telah tumbuh besar dan tampil menjadi saingan berat AS, yang sedang digempur habis-habisan, ...
 
Ayooo, ... gunakanlah LOGIKA dengan nalar otak sehat!

BILLY GUNADIE

unread,
Jul 4, 2021, 8:59:15 PM7/4/21
to sa...@netvigator.com, Tatiana Lukman, GELORA45_In
Kemungkinan Besar....theory Karl Marx membagi sociaty menjadi 3 kelompok Besar betul Hanya terbatas .. model tiongkok adalah kekaisaran..
On Sun., Jul. 4, 2021 at 8:20 p.m., Chan CT

Tatiana Lukman

unread,
Jul 5, 2021, 5:26:09 AM7/5/21
to Chan CT, GELORA45_In

https://youtu.be/tp31kQiBrgc

Modern Wars : Sihanoukville, a Chinese or Cambodian city?

 

Silahkan pakai LOGIKA!!!  Di China “sosialis” dan “komunisnya kucing”, kompetisi terlalu keras, maka datanglah mereka ke Afrika dan Laos, Cambodia, untuk membangun bisnis dimana mereka bisa memenangkan kompetisi dengan penduduk local!! Di negerinya sendiri, diakui tidak ada kebebasan, di negeri orang lain, orang Tiongkok merasa lebih bebas!! Di negerinya sendiri, tidak ada casino, maka dibangunlah casino di negeri orang lain!! Tempatkan dirimu seperti penduduk lokal, yang tanahnya dirampas negara untuk kemudian dijual kepada pebisnis Tiongkok untuk bikin perumahan mewah!! Di negeri orang lain, dengan senang dan mudah mereka menebangi pohon-pohon untuk membangun infrastruktur, bangunan mewah, untuk siapa? Apakah untuk rakyat jelata lokal???  Teruslah pakai LOGIKA!! Soalnya LOGIKA juga ditentukan kepada siapa kita berpihak?? Kepada kaum penguasa, kaum kapitalis besar, kaum pemodal besar, kaum kapitalis komprador penjilat pantat kaum pemodal besar alias imperialis atau kepada kaum buruh, kaum tani, kaum miskin kota, dan rakyat jelata!!!

Tatiana Lukman

unread,
Jul 5, 2021, 5:50:06 AM7/5/21
to Chan CT, GELORA45_In

Zambia: Under Chinese influence

 

Tonton video ini sampai habis, kalau mau menambah pengetahuan tentang sepak terjang pemodal Tiongkok dan mengerti hakekat kolonial dari penanaman modal Tiongkok!!!

 

https://youtu.be/Co0RGa99W0M

 

Begitu bangga sudah membangun kantor polisi, satu sekolah dan satu rumah sakit. Tapi mereka lupa keuntungan yang mereka dapat dari modal yang ditanam di situ. Dengan sadar atau tidak, mereka sudah bilang “ our zambian people”, “ our mine”; we sell to… Mereka mengakui kompetisi di Tkk sangat tinggi sekali. Itulah yang membuat mereka mencari tempat di luar tiongkok untuk menanam modalnya.. Salahkah mereka?? Dari perspektif pemilik modal, sudah tentu mereka merasa punya hak untuk berbisnis di Zambia. Sekarang coba lihat dari perspektif rakyat Zambia sendiri.. apakah praktik pebisnis Tkk ini tidak seperti pebisnis kolonial Belanda dan eropa lainnya pada zaman kolonial??

 

Di pihak lain, coba lihat hubungan antara pebisnis Tkk dengan pejabat pemerintah…Manis sekali!! mengingatkan kita pada komprador Tkk di Indonesia, bukan? Ingat Luhut yang mengingatkan supaya tidak  meyentuh TKA China!!! Jangan lupa uang para pebisnis Tkk itu juga mengalir kepada para pejabat-pejabat yang begitu memuji “ kebaikan dan keuntungan” proyek-proyek Tkk. Sama-sama jilat pantat pemodal Tkk !! Ah, sudah tentu ini akan membuat agen remo dan pendukungnya kebakaran jenggot!! Kontan saya juga akan dituduh agen CIA, pro-imperialis AS!! Tidak apa-apa! Hanya penjilat imperialis Tkk yang akan percaya tuduhan itu!! Yang jelas orang yang pakai akal sehat dan LOGIKA,  dan ingat pada perjuangan rakyat untuk kebebasan dan kedaulatan, tidak ingin negerinya dieksploitasi oleh kekuatan imperialis, tak perduli warna kulit dan kebangsaannya..

 

Perhatikan bagaimana rumah-rumah kaum kapitalis dan pegawai Tiongkok… Jangan lupa bagaimana dulu kaum kapitalis Belanda tinggal di Nusantara, ya!! Dan siapa yang bekerja buat mereka… babu-babu dan kuli-kuli!! Kaum kapitalis Tkk juga punya babu-babu dan kuli-kuli Zambia!!

 

Ingat begaimana orang pribumi Indonesia yang kerja dan mengabdi kepada kaum pemodal dan kolonial Belanda?? Tentu saja mereka hidupnya lebih baik dari pada pribumi lainnya.  Perhatikan

 

OO, coba lihat kamera di mana-mana??!!

 

Itulah “komunisme kucingnya Deng” !! Hanya agen remo dan orang-orang yang buta politik dan tak tahu praktek-praktek kolonial, dan juga mereka yang tidak punya rasa nasionalisme yang akan terus membela dan menutupi watak imperialisme Tiongkok!!!

 

 

 

Sent from Mail for Windows 10

 

From: Chan CT
Sent: Monday, July 5, 2021 2:20 AM
To: Tatiana Lukman; GELORA45_In

Tatiana Lukman

unread,
Jul 5, 2021, 7:49:24 AM7/5/21
to Chan CT, GELORA45_In

Agen remo yang sejak lama tidak mampu menggunakan LOGIKA, di satu pihak mengakui komentar Dahlan Iskan anti-komunis, tapi dipihak lain membela komentar itu BUKAN keluar dari kesombongan, apalagi kebodohan!! Malah saya yang dituduh paling sombong dan  merasa paling pintar sendiri!! Ha…ha dari dulu tuduhan yang sama, karena dirinya dan para pengikutnya tidak pernah bisa membantah argumentasi dan fakta yang saya ajukan!!! (Sampai sekarang tidak ada jawaban kepada tulisan saya yang terakhir yang menjawab komentar agen remo serta pengikut lainnya!)  Maka diseranglah pribadi saya untuk menutupi kebodohan dan kesombongannya sendiri!!!

 

Jelas agen remo memperlihatkan sekali lagi kebodohannya sendiri… Kalau orang mau dikatakan tidak sombong dan tidak bodoh, harusnya tahu dan mengerti dalam mengevaluasi prestasi Kuba dan Korut dalam mempertahankan negerinya di bawah blockade dan ancaman perang terus menerus dari imperialis AS!! Dan juga tahu bahwa karakter/sifat negara dan masyarakat di Venezuela sama sekali tidak sama dengan Kuba dan Korut. KUba dan Korut pun tidak sama!  Jadi tidak bisa tiga negeri itu dimasukkan dalam satu kantong yang sama!!

 

Agen remo menyombongkan PKT (Partai Kapitalis Tiongkok!) yang masih tegak…Tapi ia melupakan “ketegakannya”itu dibayar dengan pembunuhan, penculikan, pemenjaraan, penghilangan secara paksa dari mereka yang melawan dan mengkritiknya, bukan saja kaum Maois, tapi juga kaum kapitalis sendiri yang sudah begitu besar kekayaan dan kekuatannya sehingga PKT merasa perlu menyingkirkannya!!!

 

Menjelang Ultah 100 tahun PKT, juga terjadi penindasan!! Sayang berita di bawah ini dalam Bahasa Spanyol.  Pada pokoknya, isinya memberitakan penangkapan orang-orang komunis sejati yang membela karya revolusioner Mao. Di antara mereka yang ditangkap, terdapat prof. Ma Houzhi, 77 tahun yang baru saja dibebaskan dari penjara setelah dijatuhi hukuman 10 tahun karena dituduh membangun Partai Komunis Maois. Orang-orang kiri lainnya yang ditangkap adalah Liu Qingfeng, Fu Mingxiang, Hu Jiahong, Nie Jubao y Wu Ronghua.

 

Konferensi kaum Maois yang direncanakan pada tanggal 16 Mei juga dibatalkan oleh pemerintah. Lha katanya “komunis”, masih mengakui “Mao”, tapi tidak boleh orang menyelenggarakan konferensi yang berhubungan dengan karyanya Mao!! Di mana itu LOGIKANYA???  Coba jawab!! Kemudian grup-grup Maois dan situs kiri juga diberangus!! Kenapa takut sama orang-orang Maois dan kiri??? Kok persis seperti para jenderal anti komunis pengikutnya Suharto dan ORBA???!!

correovermello-noticias

Beijing, 09.06.21

Según agencias noticiosas internacionales las autoridades revisionistas, que usurparon el poder en octubre del 1976, estan llevando a cabo numerosas detenciones de autenticos comunistas que defienden la obra revolucionaria del Presidente Mao.

Según las fuentes, esta ola de represión se relaciona con el Centeario de la fundación del Partido el proximo 1 de julio.

Entre ellos se encuentra el disidente maoísta Ma Houzhi, de 77 años, que fue liberado de una pena de 10 años de cárcel en 2019.

Ma, profesor retirado de la Universidad Normal de Qufu, fue encarcelado por establecer un Partido Comunista Maoísta Chino, desafiando la prohibición del registro de nuevos partidos políticos bajo el PCCh.

Otros destacados izquierdistas, incluidos Liu Qingfeng, Fu Mingxiang, Hu Jiahong, Nie Jubao y Wu Ronghua, han sido detenidos. La mayoría de ellos tiene menos de 30 años, dijo CNA.

Las detenciones reportadas se producen después de que el PCCh cancelara una conferencia de prominentes ideólogos maoístas programada para el 16 de mayo, aniversario del inicio de la Revolución Cultural (1966-1976), lo que sugiere que el líder del PCCh, Xi Jinping, no está dispuesto a permitir que la facción aumente su poder. base en un posible desafío a su liderazgo “central”.

Grupos y sitios web maoístas, izquierdistas como Hongzhan, Practical Communism, Utopia, Mao Zedong Thought Banner, Mao Zedong Research Institute, The Protagonist, The Red Song Society habían dicho que participarían en la conferencia cancelada.

La base maoísta según algunos observadores es mas amplia de lo que desearia el régimen revisionista, por lo cual han atenuado sus ataques a la Revolución Cultural o al Pdte. Mao.

----------------

Nah, sekarang nonton sendiri bagaimana milyarder China anti Tiongkok kapitalis , yang lari ke AS dan sudah memprediksi nasib Jack Ma…

Sayang bahasa Inggris sang billuner ini belepotan….

https://youtu.be/4cwXifDaCjE

PKT revisionis yang dibanggakan agen remo ini , sebetulnya takut banget sama orang-orang Maois dan juga sama kaum kapitalis yang diciptakan oleh mereka sendiri melalui reform kapitalisnya. Kasihan banget PKT yang kerdil itu!! Dia lihat musuh dimana-mana, dari kiri dan juga dari kanan!!!

 

 

Sent from Mail for Windows 10

 

From: Chan CT
Sent: Monday, July 5, 2021 2:20 AM
To: Tatiana Lukman; GELORA45_In

Chan CT

unread,
Jul 5, 2021, 8:23:48 PM7/5/21
to Tatiana Lukman, GELORA45_In
Itu logika sibuta meraba gajah! Yang teraba belalai dibilang itulah gajah, yang meraba kuping gajah bilang itulah gajah, ...! Tapi, kenyataan yang dibilang GAJAH adalah keseluruhan gajah, bukan hanya belalaui, kuping nya saja!
 
Dalam perkembangan masyarakat juga begitu, jangan hanya melihat positif disatu sisi tanpa melihat negatif disisi lain dan, ... bagaimana melihat masyarakat itu secara menyeluruh, berapa % positif, berapa % negatif nya! Begitu seharusnya melihat perkembangan Tiongkok, begitu juga melihat negara lain, Kuba, Korut, Venezuela dll., ...
 
Saat Dhalan bicara keberhasilan RRT membangun PLTA yang luar biasa itu, dia melihat itulah keheibatan PKT walaupun komunis! Bahwa Dahlan anti komunis, bukan logika saya! Tapi itulah pengakuan dia sendiri yang tidak perlu kita sangkal. Sedang siapapun yang menilai RRT itu sudah menjadi kapitalis bahkan imperialisme, hendaknya bisa mengajukan bukti nyata, bukan asal tuduh apalagi gunakan fitnah yang diuar-uarkan AS! Gunakanlah logika akal sehat, ... yang baik.
 
Katakanlah berita penangkapan terhadap mereka yang mengaku dirinya Maois, termasuk Prof. Ma Mouzhi itu betul adanya. Lalu, kenapa dituduh PKT masih lakukan “penindasan”? Padahal saat memperingati 100 Tahun PKT itu, jutaan warga Beijing numplek di lapangan Tian An Men, ... Lebih ratusan juta rakyat Tiongkok diseluruh daratan Tiongkok, termasuk Hongkong dan Macao, bergembira ria, merayakan dan memperingati PKT, dan meyakini lebih teguh TANPA PKT tiada Tiongkok Baru! Tidak ada kebahagiaan hidup yang mereka nikmati sekarang ini, ...! Itulah kenyataan objektif yang tidak bisa disangkal oleh siapapun, ...! Dimana logika nya penangkapan terhadap segelintir orang itu merupakan penindasan???
 
Kenapa pula TIDAK BERANI melihat bahwa yang ditangkap itulah yang melakukan KESALAHAN, PELANGGARAN HUKUM! Adalah BUTA atau membutakan diri kalau tidak berhasil melihat orang yang mengaku Maois itu justru menjadi separatis yang telah melanggar UU Keamanan Negara! Mengapa? Kalau saja mereka itu benar-benar Maois, kenapa TIDAK BELAJAR baik-baik bagaimana Mao memperjuangan dan akhirnya berhasil memenangkan KEBENARAN didalam PKT! Tidak tahukah mereka, kalau Mao saat naik Gunung Jing Gang melancarkan perlawanan yang bertentanganan dengan keputusan PKT, bukan hanya dipecat dari kepemimpinan di Komite Sentral PKT, tapi dikecam Stalin hanyalah “Bandit Komunis”!
 
Namun demikian, saat KS tidak bisa bertahan di Shanghai dan harus menyingkir kedaerah basis Gunung Jing Gang, Mao tetap TUNDUK pada kepemimpinan PKT yang berakibat harus melepaskan dan kehilangan daerah basis Gunung Jing Gang yang dibangun susah payah itu! Dan memulai perjalanan Long March, diakhir tahun 1934. Baru di awal tahun 1935 ditengah perjalanan Sidang Zhun Yi, garis militer Mao diterima! Menjadi titik balik pertama PKT selamat dari kehancuran total, ... dibasmi Kuomintang!
 
Lha, jelas Keputusan “516” konkritnya “16 May” 1966 itulah KESALAHAN RBKP yang telah membuat kerusuhan, kekacauan dan kerusakan berat organisasi PKT dan birokrasi pemerintah RRT, ... begitu buuuaaaanyak kader, pejabat pemerintah diganyang, begitu banyak intelektual juga jatuh korban, ...! Dan, “516” itu sudah divonis, dalam Kongres-11 PKT, 1978, merupakan KESALAHAN RBKP yang tidak boleh terulang kembali di Tiongkok!
 
Jadi, bagi mereka yang mengaku Maois dan tetap menganggap “516” itu sebagai kebenaran, yaaa perjuangkanlah dalam koridor ketentuan organisasi sebagaimana dilakukan oleh Mao! Atau memang Maois GADUNGAN SAJA,  yang sedang menempuh jalan Zhang Guotao, berkeras hendak memisahkan diri mendirikan PKT Baru! Beruntung ketika itu Komintern tidak hendak mengakui dan usaha Zhang mendirikan PKT tandingan gagal dan berakhir dengan Zhang takluk menyerah pada Ciang Kaisek, ....!
 
Atau nenek yang satu ini sudah tidak berhasil melihat LOGIKA yang sesederhana itu???

Tatiana Lukman

unread,
Jul 7, 2021, 3:09:54 AM7/7/21
to Chan CT, GELORA45_In

Jelas LOGIKA antek remo yang berpihak kepada kelas birokrat dan komprador alias komunis palsu dan berkuasa serta menindas kelas pekerja bertolak belakang dengan LOGIKA orang yang berpihak kepada kelas pekerja. Antek revisionis pengikut garis Liu-Deng jelas mendukung PKT yang remo yang mengutuk RBKP dan menyatakannya sebagai kesalahan Mao.  Ini sdh menjadi perdebatan bertahun-tahun. Hanya agen remo dan pro kapitalis yang ternganga-nganga melihat “prestasi dan hasil”pembangunan kapitalisme tiongkok yang didukung para pemodal asing dan menghisap kelas buruh Tiongkok yang didjadikan tenaga kerja murah!! Sudah terlalu banyak bukiti-bukti bagaimana kelas buruh Tiongkok diengkuk-engkuk kelas borjuasi Tiongkok dan asing untuk menghasilkan pembangunan kapitalisme yang dibanggakan para pendukung remo dan kapitalis!!!

 

Ha…ha hanya antek remo yang buta dan menganggap pembangunan kapitalisme adalah hasil dari PKT… sepenuhnya membutakan dirinya pada mengalirnya modal asing ke daerah-daerah ekonomi khusus dan dihapusnya hak-hak demokratis buruh yang dijadikan “barisan tenaga kerja yang dibeli oleh para kaum kapitalis”.

 

Mao dikutip kalau menguntungkan, tapi sebenarnya sdh dikhianati sepenuhnya. Di mana logikanya konferensi tentang karya Mao dilarang? Sudah nonton semua video yang saya postingkan??? Jawab arguemntasi di video itu!!!

Tatiana Lukman

unread,
Jul 7, 2021, 6:09:14 AM7/7/21
to Chan CT, GELORA45_In

Mau ngomong soal berapa persen negative dan berapa persen positifnya?? Jelas keliahtan “positifnya”bagi kaum penguasa ang dibikin sangat tebal pundi-pundinya dan lebih dari 600 miliarder dan beberapa ribu milyuner. Negatifnya jutaan buruh dari tani dan kelas pekerja  yang terus diperas seperti sapi perahan. Apa yang dikatakan upah tinggi, ingat harga yang harus dibayar oleh buruh untuk mendapatkan upah “tinggi”itu, seperti sdh saya singgung dalam tulisan di koran sulindo. Pernahkan antek remo bicara tentang penghisapan brutal terhadap kaum buruh tiongkok?? Pernahkah dia bereaksi terhadap puluhan buruh yang bunuh diri karena tidak tahan penghisapan? Pernahkah dia berreaksi terhadap keadaan buruh delivery yang kerja montang manting untuk sampai ke tempat tujuan hanya dalam waktu yang sdh ditentukan oleh bosnya tanpa menghiraukan lalu lintas dahn keselematan jiwanya? Pernahkah agen remo bicara tentang jutaan buruh yang menderita penyakit yang ditimbulkan oleh pembangunan brutal kapitalisme??? Akhir-akhirnya, hanya satu kalimat yang keluar dari mulutnya: kalua penghisapan belum bias dihilangkan, ya harus diterima… Seperti juga dedengkot remo Suar Suroso yang pernah mengatakan penghisapan diperlukan untuk membangun sosialisme!!! Ya betul sosialismenya Deng Xiaoping yang menghalalkan penghisapan dan penindasan. Lantas apa bedanya dengan Soeharto yang juga membangun dengan tumbalnya jutaan mayat komunis dan kaum progresif!! Bayangkan argumentasi yang ngawur dan reaksioner dan mengkhianati kaum buruh, toh diterima dengan tersenyum dan kedua belah tangan dan oleh otaknya yang memang sudah mengkhianati kelas buruh!! Apapun argumentasi yang saya ajukan, akhirnya kembali ke titik pokok. Kaum revisionis telah membangun kapitalisme dan itu sdh diprediksi oleh Mao yang ingin dicegah dengan RBKP. Celakanya RBKP dikalahkan kaum remo!! Seperti juga Bung Karno dikalahkan soeharto dan imperialisme… Maka fitnah terhadap Mao dan the gang of four yang dilakukan kaum remo dan penguasa aktuil sama dengan fitnah kaum ORBA dan pendukungnya terhadap PKI dan pengikut bung Karno sampai hari ini!!!

Tatiana Lukman

unread,
Jul 7, 2021, 7:47:58 AM7/7/21
to Chan CT, GELORA45_In

Mau ngomong soal GAJAH? Membutakan diri bahwa GAJAH tiongkok DIBESARKAN DAN DISUSUI OLEH KAUM KAPITALIS DUNIA DAN DENGAN MERAMPAS NILAI LEBIH YANG DICIPTAKAN KAUM BURUH TIONGKOK… Minta bukti Tiongkok itu kapitalis?? Apa namanya itu merampas nilai lebih yang diciptakan kaum buruh? Kalau di Indonesia,  itu dinamakan penghisapan kapitalis!! Kalau di tiongkok , ooo bukan, itu bukan kapitalisme… Si Tatiana ini goblok banget: perampasan nilai lebih di Tkk punya nama lain!! Sosialisme dengan ciri Tkk.. Itulah namany, ciptaan Deng xiao-ping yang genius!!. Dari mana asal uang yang dikantongi para miliarder Tiongkok, ya?? Ooo, bukan dari penghisapan dan kapitalisme dan korupsi, itu dari sifat genius miliarder  yang menyulap keringat buruh jadi uang… Salahnya buruh sendiri yang mau dihisap…begitulah pikiran si remo…

Minta dibuktikan sifat imperial Tiongkok!!! Export modal yang dilakukan imperialis AS, Perancis dan eropa lainnya, menjadi salah satu sifat imperialis yang didefinisi Lenin… ah si Tatiana ini goblok lagi!! Export kapitalnya tiongkok itu lain!! Kapital tiongkok itu berwarna lain dan berkebangsaan Tingkok, makanya tidak sama dengan capital AS, makanya harus diterima, makanya tidak “JAHAT”. Tiongkoknya Deng sudah melakukan agresi militer pada Vietnam… ah goblok amat di Tatiana ini, itu bukan agresi imperialis Tkk, itu tindakan untuk mengajar Vietnam supaya berkelakuan baik..

Tiongkok punya basis militer di Djibouti.. ah itu bukan bukti imperialis, Tkk sangat menyayangi dan ingin melindungi rakyat Djibuti.

Tiongkok mengklaim Laut Tkk Selatan sebagai miliknya… ah itu bukan bukti agresivitas Imperialis.. si Tatiana nggak tahu bahwa CHINA sudah direstui oleh YANG DIATAS sejak BERABAD-ABAD YANG LALU untuk menguasai laut itu. THE NINE DASH LINE ITU MEMANG SDH DICIPTAKAN OLEH YANG DIATAS UNTUK KAISAR XI!!  KOK ZAMAN MAO, TKK TIDAK MENGKLAIM.. OOO, LAIN MAO LAIN KAISAR XI !! Jadi pergilah Filipina, Vietnam, Indonesia…. Tiongkok the number ONE!!! Persis seperti ISRAEL YANG DISAYANG SEKALI OLEH YANG DIATAS, UNTUK MENDUDUKI PALESTINA… TANAH YANG SDH DISEDIAKAN YANG DIATAS UNTUK ZIONISME ISRAEL…

Chan CT

unread,
Jul 7, 2021, 8:18:26 PM7/7/21
to GELORA45_In, Tatiana Lukman
Nenek sudah lupa, Lenin dan juga Mao bukan hanya pernah bicara KAPITALIS Negara, tapi juga melaksanakannya! Dan Deng lebih berani melangkah dengan prinsip kapitalis-negara mensejahterakan 1,4 milyar RAKYAT Tiongkok, bahkan BERHASIL memperkuat RRT menjadi saingan BERAT negara terkuat didunia, membuat kewalahan imperialisme AS! Kalau saja berani mengaku negara Sosialis tegak didunia ini, tentu harus berani dan mampu mengalahkan negara-negara imperialisme didunia! Atau berakhir roboh dengan sendiri seperti PKUS, ...
 
Kalah dengan pakar Taiwan melihat PKT, Tang Xiang Long yang berani mengakui KEBERHASILAN PKT membangun Tiongkok, dan dengan jeli menyatakan justru PKT lah yang berhasil mewujudkan tritunggal, Kuo = Negara, Min = Rakyat, Tang = Partai! Sedang Kuomintang tidak berhasil. Perpaduan tritunggal KuoMinTang itulah yang menjadi kekuatan dahsyat dan berkemampuan mengatasi segala kesulitan yang dihadapi masyarakat. Itulah sebab mengapa Tiongkok dalam waktu sekitar 70 hari berhasil mengendalaikan dan mengatasi pandemi Covid-19 yang melanda sedang negara-negara maju didunia termasuk AS sampai sekarang setelah lebih setahun masih saja kewalahan, ...!
 
Bicara penghisapan, ... dalam kenyataan hasil kerja buruh selama ini tidak sepenuhnya, 100% bisa diberikan pada buruh, sebagian jatuh kekantong majikan dan negara. Yang lebih PENTING, kehidupan buruh bisa terus maju lebih baik dan lebih bahagia saja! Tidak lagi menderita kemiskinan, serba kekurangan dan kelaparan, ...! Kehidupan rakyat di Tiongkok yang berjumlah 1,4 milyar sekarang ini, sejak tahun 2020 sudah dinyatakan bebas dari kemiskinan-absolut, dan ini merupakan keberhasilan luar-biasa yang dicapai PKT dalam perjuangan 100 tahun!
 
Ayooo, coba saja disurvei berapa % rakyat Tiongkok yang merasa hidup bahagia dengan berbagai kriterianya, misalnya dari kecukupan bahan pokok kehidupan, rumah tinggal, pengobatan, sekolah anak2, pensiun hari-tua, waktu kehidupan bersama keluarga, sampai kesempatan bertamasya baik keluar-negeri maupun dalam negeri, ...! Boleh diteliti kehidupan di kota-kota besar sampai desa-desa dipedalaman, ...!
 
Hanya orang-orang yang membutakan diri TIDAK hendak mengakui keberhasilan RRT/PKT, tapi selalu meneriakkan kisah, cerita segelintir oknum sparatis yang menjadi anjing gongong imperialisme utk menjelek-jelekan dan meenghitamkan RRT saja, dan itulah yang dipegang dan diyakini “kebenaran” dan dianggap senjata ampuh ikutan menggempur Tiongkok!
 
 
Sent: Wednesday, July 7, 2021 7:47 PM
Subject: RE: [GELORA45] Fw: Dahlan Iskan: Komunis Kucing
 

Mau ngomong soal GAJAH? Membutakan diri bahwa GAJAH tiongkok DIBESARKAN DAN DISUSUI OLEH KAUM KAPITALIS DUNIA DAN DENGAN MERAMPAS NILAI LEBIH YANG DICIPTAKAN KAUM BURUH TIONGKOK… Minta bukti Tiongkok itu kapitalis?? Apa namanya itu merampas nilai lebih yang diciptakan kaum buruh? Kalau di Indonesia,  itu dinamakan penghisapan kapitalis!! Kalau di tiongkok , ooo bukan, itu bukan kapitalisme… Si Tatiana ini goblok banget: perampasan nilai lebih di Tkk punya nama lain!! Sosialisme dengan ciri Tkk.. Itulah namany, ciptaan Deng xiao-ping yang genius!!. Dari mana asal uang yang dikantongi para miliarder Tiongkok, ya?? Ooo, bukan dari penghisapan dan kapitalisme dan korupsi, itu dari sifat genius miliarder  yang menyulap keringat buruh jadi uang… Salahnya buruh sendiri yang mau dihisap…begitulah pikiran si remo…

Minta dibuktikan sifat imperial Tiongkok!!! Export modal yang dilakukan imperialis AS, Perancis dan eropa lainnya, menjadi salah satu sifat imperialis yang didefinisi Lenin… ah si Tatiana ini goblok lagi!! Export kapitalnya tiongkok itu lain!! Kapital tiongkok itu berwarna lain dan berkebangsaan Tingkok, makanya tidak sama dengan capital AS, makanya harus diterima, makanya tidak “JAHAT”. Tiongkoknya Deng sudah melakukan agresi militer pada Vietnam… ah goblok amat di Tatiana ini, itu bukan agresi imperialis Tkk, itu tindakan untuk mengajar Vietnam supaya berkelakuan baik..

Tiongkok punya basis militer di Djibouti.. ah itu bukan bukti imperialis, Tkk sangat menyayangi dan ingin melindungi rakyat Djibuti.

Tiongkok mengklaim Laut Tkk Selatan sebagai miliknya… ah itu bukan bukti agresivitas Imperialis.. si Tatiana nggak tahu bahwa CHINA sudah direstui oleh YANG DIATAS sejak BERABAD-ABAD YANG LALU untuk menguasai laut itu. THE NINE DASH LINE ITU MEMANG SDH DICIPTAKAN OLEH YANG DIATAS UNTUK KAISAR XI!!  KOK ZAMAN MAO, TKK TIDAK MENGKLAIM.. OOO, LAIN MAO LAIN KAISAR XI !! Jadi pergilah Filipina, Vietnam, Indonesia…. Tiongkok the number ONE!!! Persis seperti ISRAEL YANG DISAYANG SEKALI OLEH YANG DIATAS, UNTUK MENDUDUKI PALESTINA… TANAH YANG SDH DISEDIAKAN YANG DIATAS UNTUK ZIONISME ISRAEL…

 

 

Sent from Mail for Windows 10

Tatiana Lukman

unread,
Jul 8, 2021, 9:41:14 AM7/8/21
to Chan CT, GELORA45_In

Wow, propaganda Kaisar Xi dalam mengentaskan kemiskinan memang sangat mengagumkan!! Patut dicontoh untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia.. Salah satu caranya adalah dengan lebih menghisap kaum pekerja untuk mendapatkan upah yang layak dan cukup untuk hidup…Silahkan baca sendiri bagaimana buruh delivery harus bekerja untuk mencapai kemakmurannya, supaya masuk dalam data “tidak lagi miskin”!!!

 

Dan sudah tentu bagi agen remo, 6 juta delivery riders ini termasuk mereka yang hura-hura memperingati 100 tahun PKT karena mereka BAHAGIA sekali dengan pekerjaan dan kemakmurannya, ya??? Seperti biasa, pepesan kosong terus dijajakan agen remo!!!

 

 

Delivery Riders, Trapped in the System (part 1)

 

 

Behind a recent series of data briefs produced by the traffic police bureau is a broader discussion of how delivery work has become a dangerous profession.

 

Why has the platform delivery industry produced tremendous value in one area while driving social problems in another? To answer this question, our team at Renwu magazine undertook a half-year investigation involving food delivery workers from across the country, participants at all points on the delivery chain, as well as social scientists. In the course of this investigation, the answer gradually emerged. 

In this long-form report, we attempt to provide an in-depth look at the detailed workings of the delivery system, encouraging readers to contemplate this question: Exactly what form should algorithms take in the era of the data-driven economy?

(At their request, all riders’ names have been replaced with pseudonyms.)

 

Order Received

 

Once again, two minutes disappeared into the system. Ele.me rider Zhu Dahe distinctly remembers the day in October 2019 when, gripping the handlebars of his scooter with sweaty hands, he saw the delivery time set by the system: “Two kilometers, delivery within 30 minutes.” He had been working delivery in Beijing for two years, and before that day, the shortest time he had ever been given for that distance was 32 minutes. From that day forward, he never saw those extra two minutes again.

At around the same time, Meituan riders also experienced a similar disappearance of time. One long-distance Meituan rider in Chongqing discovered that the delivery time for orders of similar distances dropped from 50 minutes to 35 minutes. His co-worker and roommate started to see a 30 minute maximum delivery time for anything within 3 kilometers.

 

This was not the first time that time “disappeared” from the system. Jin Zhuangzhuang was a Meituan delivery station manager for three years, and he distinctly remembers how from 2016 to 2019 he received “speed up” notifications from the Meituan platform on three separate occasions. In 2016, the longest time limit for delivering food 3 kilometers was one hour. In 2017, it was reduced to 45 minutes. In 2018, it dropped by 7 minutes, with a new maximum delivery time of 38 minutes. According to available data, the average delivery time across the industry went down by 10 minutes from 2016 to 2019.

The system that governs delivery services has the power to continuously consume delivery time. For the system’s creators, this is a praiseworthy advancement, a real-world embodiment of the deep-learning capacity of AI. At Meituan, the real-time smart delivery management system is called “SuperBrain,” while Ele.me calls their system “The Ark.” In a November 2016 interview, Meituan founder Wang Xing stated, “Our slogan is ‘Meituan: Send anything fast.’ Usually our deliveries will arrive within 28 minutes.” He went on to state that this is a good application of technology.

But, for the delivery riders tasked with realizing this technological advancement, this can be a nerve-wracking and even deadly experience. Among the variables evaluated by the system, delivery time is the most important metric, and missing delivery targets is strictly forbidden. Exceeding the delivery time limit results in bad reviews, pay cuts, and even dismissal from the job. In a message board for delivery riders, one wrote that delivery is a race with Death, a competition with traffic cops, and a friendship with red lights.

 

In order to keep himself always alert, one Jiangsu-based rider changed his social media username to “Being late is for losers.” One rider living in the suburban Songjiang district of Shanghai said he drives against traffic flow on almost every order, which he estimates saves him five minutes per delivery. Another Ele.me rider in Shanghai roughly calculates that if he followed all the traffic laws, the number of orders he could deliver in a day would be cut in half.

“Riders can never rely on their individual power to fight back against the times assigned by the system. All we can do is exceed the speed limit in order to make up for lost time,” a Meituan rider told Renwu. His most ridiculous experience was a one-kilometer delivery, to be completed in 20 minutes. Even though the destination was not far away, he had only 20 minutes to wait for the order to be prepared, pick it up, and deliver it to the customer. That day, he drove so fast that he was bounced out of the seat of his scooter several times.

 

Speeding, running lights, and violating traffic laws––according to Sun Ping, assistant researcher at the Chinese Academy of Social Sciences, the delivery riders’ disobedience of traffic rules is a kind of “inverse algorithm.” Riders who have long been under the control and management of the algorithm have no choice but to use this labor practice. The direct result of this “inverse algorithm” is a sharp rise in the number of traffic accidents involving delivery riders.

 

In 2017, Sun Ping began researching the labor relations between delivery control systems and riders. While discussing the relationship between shrinking time margins for delivery and the growing number of traffic accidents with Renwu, she said it must be the most important cause. Real-world data strongly supports this assessment. In the first half of 2017, there was a delivery rider casualty roughly every two days, according to data from the Shanghai Public Security Bureau’s Traffic Police. In the same year, 12 delivery riders were a casualty of traffic accidents every quarter in Shenzhen. In 2018, Chengdu’s Traffic Police reported less than 10,000 traffic violations by delivery riders, 196 traffic accidents, and 155 casualties. Roughly one delivery rider violated traffic laws or was involved in an accident every day. In September 2018, Guangzhou Traffic Police reported 2,000 traffic violations by delivery riders, with half committed by Meituan riders and Ele.me taking second place.

A rear-end collision with a truck in Xi’an on July 28th led to the death of a delivery rider.

#Delivery has become one of the most dangerous professions# — This hashtag has already been a trending topic on Weibo several times. In publicly available news reports, individual cases are more moving than data—in February 2018, in order to make up time, an Ele.me rider was speeding in a road prohibited to scooters and ran over Li Mouqiu, the Dean of Shanghai Emergency Medicine and one of the founders of the emergency departments at Ruijin and Huashan hospitals. Li passed away after one month in ICU. In May 2019, a Jiangxi-based rider hurrying to complete a delivery ran over a pedestrian, who ended up in a coma. One month later, a rider in Chengdu ran a red light and collided with a Porsche, losing his right leg.

Zhu Dahe, the rider whose hands were sweating because of his anxiety over the delivery time, also experienced an accident. In order to avoid a bicycle, he swerved and spun out on an off-limits sideroad, and the mala xiangguo he was delivering also went flying. At the time, the first thought that entered his head, even before the pain hit him, was “Oh no, I’m going to be late!”

In order to avoid criticism for a late delivery, he called the customer and asked them to cancel the order. He used his own personal money to buy the spilled order of mala xiangguo. At 80 yuan, he said it was expensive but tasted good, so he ate it. He remembers it to this day, because at that time he had just started the job and lacked experience. The more reasonable way to resolve the problem would have been to return the money for the spilled mala xiangguo to the customer and let them order it again. “That way, I still could have kept the delivery fee for one trip,” he said, “6.5 yuan, I remember it very well.”

Scooter wrecks happen far too often, but the main question is whether or not the food spills, and not the injuries to the rider. Zhu Dahe told us that when he was delivering orders, he saw countless roadway accidents. Usually, though, he would not stop because his own deliveries could not wait. Meituan rider Wei Lai’s experience is similar to that of Zhu Dahe. One afternoon this spring, Wei Lai and another rider wearing the same color clothing as him were stopped at an intersection waiting for the light to change. There were only a few seconds before the light turned green, but the other rider darted into the intersection. At the same time, a fast-moving bus sped through and the rider and his scooter went flying. He died on the spot. Wei Lai said he saw the badly mangled body in the middle of the road, but he did not stop at all. His own order was late. At that time, another order came in and the familiar female voice of the app’s delivery assistant chimed in: “Order! From ‘Point A’ to ‘Point B,’ please respond after the beep to accept.”

 

 

 

Tatiana Lukman

unread,
Jul 8, 2021, 9:48:18 AM7/8/21
to Chan CT, GELORA45_In

WOW, 6 JUTA PENDERITA PENYAKIT PNEUMOCONIOSIS INI JUGA IKUT HURA-HURA DI TIAN AN MEN BERSAMA KAISARNYA ????

 

 

Sent from Mail for Windows 10

 

From: Chan CT
Sent: Thursday, July 8, 2021 2:18 AM
To: GELORA45_In; Tatiana Lukman

Tatiana Lukman

unread,
Jul 8, 2021, 10:27:02 AM7/8/21
to Chan CT, GELORA45_In

KOREKSI: MENURUT BERITA DIBAWAH INI, 1 MEI 2021, DELIVERY BURUH BERJUMLAH KIRA-KIRA 10 JUTA.

 

Di mata agen remo, tentu buruh-buruh ini turut hura-hura Bersama Kaisar Xi, karena kehidupannya yang sungguh BAHAGIA!!! Preeet!! Pepesan kosong!!!

 

The detained delivery worker exposing the plight of China’s couriers

  • Chen Guojiang has spoken publicly about impossible targets set by e-commerce platforms
  • He is behind bars and expected to face formal fraud charges

Guo Rui

Guo Rui in Guangzhou

+ FOLLOW

Published: 5:00pm, 1 May, 2021

1

About 10 million people are thought to work as couriers in China. Photo: EPA-EFEAbout 10 million people are thought to work as couriers in China. Photo: EPA-EFE

About 10 million people are thought to work as couriers in China. Photo: EPA-EFE

Chen Guojiang started his online network two years ago, speaking out about the precarious position of delivery workers in China.

 is one of the fastest growing in the country and Chen soon amassed more than 10,000 followers to his WeChat social media account.

Now the 31-year-old activist and motorbike delivery worker is under arrest and expected to soon face court, accused of credit card fraud, provoking trouble and obstructing enforcement of pandemic control measures, according to his lawyer. If convicted, he could face up to five years in jail.

  •  

 

 

 

 

Sent from Mail for Windows 10

 

From: Chan CT
Sent: Thursday, July 8, 2021 2:18 AM
To: GELORA45_In; Tatiana Lukman

Chan CT

unread,
Jul 8, 2021, 9:50:11 PM7/8/21
to GELORA45_In, Tatiana Lukman
Entah bagaimana cara nenek yang satu ini membaca berita??? Dalam berita yang di Fw. dibawah, menyatakan 10 ribu akun weChat, berubah menjadi jumlah 10 JUTA BURUH Delevery!
 
Lalu, apa masalah yang hendak diangkat disini???  Diberita ini menyangkut kasus penipuan kartu kredit, provokasi dan prokes menghadapi pandemi, ... masih sedang diusut aparat HUKUM, ...! Lalu dimana salahnya, bisa menjadi pepesan kosong? Bukankah mengekspose otaknya sedang tenggelam dan hanyut menghitamkan dan menegasi keberhasilan RRT! TIDAK BEDA dengan corong imperialisme AS, ...!
 
 
 
Sent: Thursday, July 8, 2021 10:26 PM
Subject: RE: [GELORA45] Fw: Dahlan Iskan: Komunis Kucing
 

KOREKSI: MENURUT BERITA DIBAWAH INI, 1 MEI 2021, DELIVERY BURUH BERJUMLAH KIRA-KIRA 10 JUTA.

 

Di mata agen remo, tentu buruh-buruh ini turut hura-hura Bersama Kaisar Xi, karena kehidupannya yang sungguh BAHAGIA!!! Preeet!! Pepesan kosong!!!

 

The detained delivery worker exposing the plight of China’s couriers

  • Chen Guojiang has spoken publicly about impossible targets set by e-commerce platforms
  • He is behind bars and expected to face formal fraud charges

Guo Rui

Guo Rui in Guangzhou

+ FOLLOW

Published: 5:00pm, 1 May, 2021

1

About 10 million people are thought to work as couriers in China. Photo: EPA-EFEAbout 10 million people are thought to work as couriers in China. Photo: EPA-EFE

About 10 million people are thought to work as couriers in China. Photo: EPA-EFE

Chen Guojiang started his online network two years ago, speaking out about the precarious position of delivery workers in China.

is one of the fastest growing in the country and Chen soon amassed more than 10,000 followers to his WeChat social media account.

Now the 31-year-old activist and motorbike delivery worker is under arrest and expected to soon face court, accused of credit card fraud, provoking trouble and obstructing enforcement of pandemic control measures, according to his lawyer. If convicted, he could face up to five years in jail.

 

 

 

 

Sent from Mail for Windows 10

 

From: Chan CT
Sent: Thursday, July 8, 2021 2:18 AM
To: GELORA45_In; Tatiana Lukman

E93905BDEE0E4F259FA178D1C9FEFAB1.jpg
D586E5262D3647AFB467759F771A53CB.jpg
2AAD9032E5CB4D19A9F617849BD1EC13.jpg
32BAAEC03C6B4674B1CA27EB4D9AC5CD.gif

Chan CT

unread,
Jul 8, 2021, 10:25:29 PM7/8/21
to GELORA45_In, Tatiana Lukman
Ooouh, rupanya nenek yang satu ini hendak mengungkap masalah pekerja delivery yang merupakan “PENGHISAPAN” tenega kerja berlebih! Dengan serampangan gebuk sistem delivery yang sedang marak tumbuh begitu cepat sesuai perkeembangan teknologi! Tanpa mampu melihat, perubahan teknologi demikian cepat dan mendorong maju kehidupan manusia bahkan budaya hidup dari jaman dulu orang pergi ketoko, kepasar belanja, sekarang cukup gunakan Hp. segala pesanan dikirim sampai kerumah! Itulah kenikmatan hidup sesuai perkembangan teknologi. Dahulu hanya bermimpi, sekarang menjadi kenyataan, ...!
 
Tentu seiring dengan kemajuan, akan terjadi masalah negatif yang harus diatasi dan dibenahi! PASTI, ... harus dibuatkan ketentuan, aturan dan HUKUM yang baik untuk mengatasi dan melestarikan perkembvangan lebih baik! BUKAN menegasi setiap efek negatif dengan gebuk kemajuan teknologi yang dicapai begitu saja, ... Harus pandai-pandai menemukan jalan pemecahan yang lebih baik, lebih manusiawi dan untuk kemajuan semua pihak yang berkepentingan!
 
Bagaimana nenek ini bisa menggeneralisasi begitulah penderitaan 6 juta delivery sebagaimana dialami pemuda yang menceritakan kisah kerja nya itu? Bukankah perusahaan delivery itu juga merupakan pengusaha perseorangan yang tumbuh menjamur sesuai tuntutan pasar ditengah masyarakat, ... Begitukah sikap semua majikan dan begitu pulakah perasaan setiap pekerja delivery? PASTI tidak, ...! Coba sajalah melihat dan menilai kasus perkasus, ...! Kalau semua sama begitu, saya YAKIN pertumbuhan perusahaan delivery tidak akan tumbuh begitu cepat! Siapa mau bekerja lebih keras dengan hidup lebih menderita kekurangan, ...!
 
Karena kenyataan juga kehidupan mereka terangkat cukup baik! Kehidupan masyarakat di Tiongkok bisa dikatakan segalanya sudah berkecukupan, begitu banyak ragam barang ditoko dan pasar bisa didapatkan, tanpa harus gunakan kupon pembatasan pembelian barang seperti tahun-tahun 50-60-an! Begitu juga masalah perumahan, bisa dikatakan poerumahan mereka cukup layak dihuni sebagai manusia normal. Tidak lagi harus tinggal dirumah kumuh bahkan digolong jembatan, ...
 
Tapi, ingat, ... setiap orang ada masalah sendiri-sendiri yang dihadapi dalam hidupnya. Jangan dan tidak mungkin bisa digeneralisasi harus sama begitu! Sekalipun juga harus ada ketegasan, pemerintah yang berkuasa membuatkan ketentuan dan HUKUM yang baik juga mengawasi pelaksanaan dan pelanggaran HUKUM yang terjadi, menjaga sebaik-baiknya keamanan dan ketertiban kehidupan masyarakat lebih baik! Adalah kenyataan, kemajuan teknologi begitu cepat, sedang pekerjaan penertiban jadi berjalan terbelakang, ... entah bagaimana caranya bisa mempercepat perbaikan HUKUM?
 
Bagaimanapun juga, menurut saya, kita semua harus berpikir positif untuk melihat harapan kehidupan lebih baik dengan perkembangan teknologi yang terjadi! Bukan dan tidak serampangan main gebuk yang akan menghalangi kemajuan dan perkeembangan kehidupan manusia!
 
 
 
Sent: Thursday, July 8, 2021 9:41 PM
Subject: RE: [GELORA45] Fw: Dahlan Iskan: Komunis Kucing
 

Wow, propaganda Kaisar Xi dalam mengentaskan kemiskinan memang sangat mengagumkan!! Patut dicontoh untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia.. Salah satu caranya adalah dengan lebih menghisap kaum pekerja untuk mendapatkan upah yang layak dan cukup untuk hidup…Silahkan baca sendiri bagaimana buruh delivery harus bekerja untuk mencapai kemakmurannya, supaya masuk dalam data “tidak lagi miskin”!!!

 

Dan sudah tentu bagi agen remo, 6 juta delivery riders ini termasuk mereka yang hura-hura memperingati 100 tahun PKT karena mereka BAHAGIA sekali dengan pekerjaan dan kemakmurannya, ya??? Seperti biasa, pepesan kosong terus dijajakan agen remo!!!

 

 

Delivery Riders, Trapped in the System (part 1)

 

 

Behind a recent series of data briefs produced by the traffic police bureau is a broader discussion of how delivery work has become a dangerous profession.

 

Why has the platform delivery industry produced tremendous value in one area while driving social problems in another? To answer this question, our team at Renwu magazine undertook a half-year investigation involving food delivery workers from across the country, participants at all points on the delivery chain, as well as social scientists. In the course of this investigation, the answer gradually emerged.

In this long-form report, we attempt to provide an in-depth look at the detailed workings of the delivery system, encouraging readers to contemplate this question: Exactly what form should algorithms take in the era of the data-driven economy?

(At their request, all riders’ names have been replaced with pseudonyms.)

 

Order Received

 

Once again, two minutes disappeared into the system. Ele.me rider Zhu Dahe distinctly remembers the day in October 2019 when, gripping the handlebars of his scooter with sweaty hands, he saw the delivery time set by the system: “Two kilometers, delivery within 30 minutes.” He had been working delivery in Beijing for two years, and before that day, the shortest time he had ever been given for that distance was 32 minutes. From that day forward, he never saw those extra two minutes again.

At around the same time, Meituan riders also experienced a similar disappearance of time. One long-distance Meituan rider in Chongqing discovered that the delivery time for orders of similar distances dropped from 50 minutes to 35 minutes. His co-worker and roommate started to see a 30 minute maximum delivery time for anything within 3 kilometers.

 

This was not the first time that time “disappeared” from the system. Jin Zhuangzhuang was a Meituan delivery station manager for three years, and he distinctly remembers how from 2016 to 2019 he received “speed up” notifications from the Meituan platform on three separate occasions. In 2016, the longest time limit for delivering food 3 kilometers was one hour. In 2017, it was reduced to 45 minutes. In 2018, it dropped by 7 minutes, with a new maximum delivery time of 38 minutes. According to available data, the average delivery time across the industry went down by 10 minutes from 2016 to 2019.

The system that governs delivery services has the power to continuously consume delivery time. For the system’s creators, this is a praiseworthy advancement, a real-world embodiment of the deep-learning capacity of AI. At Meituan, the real-time smart delivery management system is called “SuperBrain,” while Ele.me calls their system “The Ark.” In a November 2016 interview, Meituan founder Wang Xing stated, “Our slogan is ‘Meituan: Send anything fast.’ Usually our deliveries will arrive within 28 minutes.” He went on to state that this is a good application of technology.

But, for the delivery riders tasked with realizing this technological advancement, this can be a nerve-wracking and even deadly experience. Among the variables evaluated by the system, delivery time is the most important metric, and missing delivery targets is strictly forbidden. Exceeding the delivery time limit results in bad reviews, pay cuts, and even dismissal from the job. In a message board for delivery riders, one wrote that delivery is a race with Death, a competition with traffic cops, and a friendship with red lights.

 

In order to keep himself always alert, one Jiangsu-based rider changed his social media username to “Being late is for losers.” One rider living in the suburban Songjiang district of Shanghai said he drives against traffic flow on almost every order, which he estimates saves him five minutes per delivery. Another Ele.me rider in Shanghai roughly calculates that if he followed all the traffic laws, the number of orders he could deliver in a day would be cut in half.

“Riders can never rely on their individual power to fight back against the times assigned by the system. All we can do is exceed the speed limit in order to make up for lost time,” a Meituan rider told Renwu. His most ridiculous experience was a one-kilometer delivery, to be completed in 20 minutes. Even though the destination was not far away, he had only 20 minutes to wait for the order to be prepared, pick it up, and deliver it to the customer. That day, he drove so fast that he was bounced out of the seat of his scooter several times.

 

Speeding, running lights, and violating traffic laws––according to Sun Ping, assistant researcher at the Chinese Academy of Social Sciences, the delivery riders’ disobedience of traffic rules is a kind of “inverse algorithm.” Riders who have long been under the control and management of the algorithm have no choice but to use this labor practice. The direct result of this “inverse algorithm” is a sharp rise in the number of traffic accidents involving delivery riders.

 

In 2017, Sun Ping began researching the labor relations between delivery control systems and riders. While discussing the relationship between shrinking time margins for delivery and the growing number of traffic accidents with Renwu, she said it must be the most important cause. Real-world data strongly supports this assessment. In the first half of 2017, there was a delivery rider casualty roughly every two days, according to data from the Shanghai Public Security Bureau’s Traffic Police. In the same year, 12 delivery riders were a casualty of traffic accidents every quarter in Shenzhen. In 2018, Chengdu’s Traffic Police reported less than 10,000 traffic violations by delivery riders, 196 traffic accidents, and 155 casualties. Roughly one delivery rider violated traffic laws or was involved in an accident every day. In September 2018, Guangzhou Traffic Police reported 2,000 traffic violations by delivery riders, with half committed by Meituan riders and Ele.me taking second place.

A rear-end collision with a truck in Xi’an on July 28th led to the death of a delivery rider.

#Delivery has become one of the most dangerous professions# — This hashtag has already been a trending topic on Weibo several times. In publicly available news reports, individual cases are more moving than data—in February 2018, in order to make up time, an Ele.me rider was speeding in a road prohibited to scooters and ran over Li Mouqiu, the Dean of Shanghai Emergency Medicine and one of the founders of the emergency departments at Ruijin and Huashan hospitals. Li passed away after one month in ICU. In May 2019, a Jiangxi-based rider hurrying to complete a delivery ran over a pedestrian, who ended up in a coma. One month later, a rider in Chengdu ran a red light and collided with a Porsche, losing his right leg.

Zhu Dahe, the rider whose hands were sweating because of his anxiety over the delivery time, also experienced an accident. In order to avoid a bicycle, he swerved and spun out on an off-limits sideroad, and the mala xiangguo he was delivering also went flying. At the time, the first thought that entered his head, even before the pain hit him, was “Oh no, I’m going to be late!”

In order to avoid criticism for a late delivery, he called the customer and asked them to cancel the order. He used his own personal money to buy the spilled order of mala xiangguo. At 80 yuan, he said it was expensive but tasted good, so he ate it. He remembers it to this day, because at that time he had just started the job and lacked experience. The more reasonable way to resolve the problem would have been to return the money for the spilled mala xiangguo to the customer and let them order it again. “That way, I still could have kept the delivery fee for one trip,” he said, “6.5 yuan, I remember it very well.”

Scooter wrecks happen far too often, but the main question is whether or not the food spills, and not the injuries to the rider. Zhu Dahe told us that when he was delivering orders, he saw countless roadway accidents. Usually, though, he would not stop because his own deliveries could not wait. Meituan rider Wei Lai’s experience is similar to that of Zhu Dahe. One afternoon this spring, Wei Lai and another rider wearing the same color clothing as him were stopped at an intersection waiting for the light to change. There were only a few seconds before the light turned green, but the other rider darted into the intersection. At the same time, a fast-moving bus sped through and the rider and his scooter went flying. He died on the spot. Wei Lai said he saw the badly mangled body in the middle of the road, but he did not stop at all. His own order was late. At that time, another order came in and the familiar female voice of the app’s delivery assistant chimed in: “Order! From ‘Point A’ to ‘Point B,’ please respond after the beep to accept.”

 

 

 

 

 

Sent from Mail for Windows 10

 

From: Chan CT
Sent: Thursday, July 8, 2021 2:18 AM
To: GELORA45_In; Tatiana Lukman

1DEFB9691F7546E99A70FFEF86E33804.png
1E755257832548EBADC953BD9280A715.png

Chan CT

unread,
Jul 8, 2021, 11:02:58 PM7/8/21
to Tatiana Lukman, GELORA45_In
Nampaknya nenek dalam tempurung yang satu ini jalan pikiran sudah mulai ngacooo, ... menghitung saja salah! Dari tahun 1976 sampai sekarang , ... 54 TAHUN!!!! Ooouh, kasihaaan, ... sudah mulai pikun dini???
 
Periode kapitalis negara tidak seharusnya dihitung dalam tahunan, bahkan puluhan tahun! Yang jauh lebih penting adalah tingkat kemakmuran masyarakat! Sosialisme itu BUKAN meratakan kemiskinan, ... tapi, meratakan kemakmuran! Kemiskinan bukan sosialisme! Sosialisme adalah perkembangan masyarakat kapitalisme tingkat tinggi. Jadi, kalau kapitalis baru saja tumbuh berkembang dan masih ditingkat rendah, TIDAK MUNGKIN memasuki sosialisme, ... kembangkan dan doronglah masyarakat itu sampai makmur lebih dahulu baru meratakan kemakmuran yang sudah dicapai!
 
Nampaknya periode perjuangan PKT sekarang ini, sejak tahun 2008 menetapkan TUGAS UTAMA didesa terbelakang, konkritnya tahun 2012 , Kongres-18 menyelesaikan tugas membebaskan lebih 99 juta warga dari kemiskinan-absolut sudah mulai memasuki periode KEADILAN, dengan menyelesaikan tugas mengentaskan kemiskinan absolut didesa-desa terbelakang. Dan dengan target 100 tahun berikut, ditegakkan RRT 2049, mencapai Tiongkok yang makmur dan kuat!
 
Jelas kapitalis yang tumbuh berkembang dsibawah kendali pemerintah yang berkuasa, ... BUKAN sebaliknya! Pemerintah Tiongkok telah membuktikan kemampuan untuk lebih memprioritaskan kepentingan dan keselamatan RAKYAT BANYAK! Bukan lebih utamakan kepentingan segelintir kapitalis, sebaliknya berhasil memobilisasi dan melibatkan tidak sedikit kapitalis dalam usaha membebaskan kemiskinan didesa-desa terbelakang, ...
 
Mengurangi kesenjangan sosial, tidak mesti membasmi kapitalis yang sudah kaya, dengan kata lain melorot yang sudah kaya menjadi miskin! Tapi, menggunakan yang sudah kaya untuk menarik kesejahateraan rakyat yang miskin, lebih dahulu membebaskan seluruh rakyat dari kemiskinan-absolut. Berusaha menarik yang miskin sedikit sejahtera dan nanti sampai tingkat makmur juga, ... Jadi, terbalik dengan pemikiran semula, mencabut hak-milik kapitalis-kapitalis dan membuat mereka juga menjadi proletariat yang tidak punya apa-apa. Menjadi sama-sama MISKIN! Sedang yang dijalankan Tiongkok sekarang, menjadikan seluruh rakyat pemilik saham, menjadikan rakyat bukan lagi proletariat yang tidak punya apa-apa kecuali tenaga kerja, tapi menjadi rakyat kapitalis yang punya segalanya! Hilanglah penghisapan manusia atas manusia, ... tanpa harus pertumpahan darah lagi! Hehehee, ...
 
 
 
Sent: Thursday, July 8, 2021 9:04 PM
To: Chan CT
Subject: RE: [GELORA45] Fw: Dahlan Iskan: Komunis Kucing
 

Agen remo yang reaksioner ini dengan sengaja menghilangkan fakta bahwa  LENIN DAN MAO MENGAMBIL kapitalisme negara HANYA SEBAGAI TINDAKAN UNTUK MENGHIDUPKAN EKONOMI UNTUK SEMENTARA DAN PERIODE PENDEK, yaitu dalam periode segera setelah pembebasan di mana ekonomi perlu digerakan dan dihidupkan kembali. Lain lagi dengan reform kapitalisnya Deng Xiaoping …ketika itu tiongkok sudah masuk transisi sosialis, tapi deng xioping dengan sengaja menghapus undang-undang yang melindungi kaum buruh dan hak-hak demokratisnya sehingga melemparkannya menjadi tenaga produksi yang bias dibeli oleh kaum kapitalis.

 

Bayangkan sdh berapa lama kapitalisme negaranya kaisan Xi jinping?? Dari 1976 sampai sekarang….  54 TAHUN!!! WOW, HEIBAAAT!! SUDAH LEBIH DARI SETENGAH ABAD!!! Gajahnya sdh luar biasa gendutnya dan sekarang bahkan sudah menginjak-injak negeri-negeri dunia ketiga yang penggede pemerintahnya mau dijadikan antek dan anjing penjilat pantatnya, karena besarnya komisi yang mengalir ke pundi-pundinya….

 

Kapitalisme negara nya Mao dan Lenin tidak melahirkan ratusan milyarden dan ribuan milyuner dan kesenjangan yang terus menganga antara miskin dan kaya. Tidak membuat kaum buruh dan kaum tani sebagai tumbal pembangunan…

 

 

Persis seperti dilukiskan dalam poster diatas . Jangan lupa Mao sdh mengingatkan, kalua kaum revisionis yang menang, PKT bahkan bias menjadi fasis… Dan inilah yang terjadi… Sdh tentu buat kaum remo, Mao salah, RBKP salah, kaum Maois yang ditangkapin sekarang juga beersalah… Pokoknya semua yang melawan penindasan PKT remo dan China imperialis SALAH!!! YANG BETUL ADALAH KAUM KAPITALIS BIROKRAT  YANG BERKUASA!!! BAHASA PENINDASAN CHINA JUGA SAMA DENGAN AS… SEMUA DITAHAN DI HK DENGAN MENGGUNAKAN UU KEAMANAN NASIONAL!! NATIONAL SECURITY LAW… ITULAH BAHASANYA KAUM IMPERIALIS UNTUK MENINDAS WARGANYA!!! DAN JUGA TUDUHAN KOLABORASI DENGAN KEKUATAN ASING!!! KALAU DI SINJIANG, TUDUHANNYA TERORIS!!! APA BEDANYA DENGAN IMPERIALIS AS??? DISITULAH KELIHATAN FASISNYA CHINA!! BAHKAN DEMOKRASI BORJUIS DI HONGKONG PUN SDH TIDAK BISA IA HORMATI LAGI!!! SEMUA HARUS TUNDUK KEPADA BEIJING!! FASISME SUDAH MERAJA LELA DI CHINA!!!!

 

Sent from Mail for Windows 10

 

From: Chan CT
Sent: Thursday, July 8, 2021 2:18 AM
To: GELORA45_In; Tatiana Lukman

71388329722F48A59B726423C1ABF276.jpg

Tatiana Lukman

unread,
Jul 9, 2021, 4:22:37 AM7/9/21
to Chan CT, GELORA45_In

Lha salah ngitung  dijadikan soal untuk menyerang pribadi… 54 tahun atau 45 tahun, toh buat agen remo tidak penting  dan tidak ada beda soal lamanya… Yang diukur soal kemakmuran.. Kenapa agen remo tidak jawab soal kesenjangan, soal 600 ratus lebih multibilyuner dan beberapa ribu milyuner!!!! Jawab 10 juta buruh Delivery yang hidup montang manting.. Jawab ini!! Jawab lagi 6 juta penderita penyakit yang ditimbulkan pembangunan!! Kemakmuran dibayar dengan penyakit??? Makmur, neneklu!!!

Siapa yang pikun dan munafik di sini..Kalau perlu Mao dan Lenin ditunjuk sebagai contoh.. Tapi kalua tak menguntungkan, dilupakan atau dihujat. Otaknya nggak jalan, menyamakan kapitalisme negara yang bersifat sementara dengan kapitalisme monopoli Xi Jinping!!! Kalau mau konsekwen mengutip Lenin dan Mao, jangan lupa ajaran Lenin tentang imperialisme!!! Export capital: ciri pertama sdh dipenuhi oleh Cina…Imperialisme adalah kapitalisme monopoli…coba lihat PKT dan negara menguasai capital finansial (capital industry dan capital bank)…Kenapa banyak kapitalis besar “hilang” di China??? Karena mereka sudah membahayakan monopoli PKT dan Negara.. Jack Ma korban yang diketahui banyak orang… Agresi militer juga sdh dipenuhi oleh imperialisme cina: Vietnam, basis militer Jibouti, perampasan Laut Cina Selatan, merampok ikan di daerah lautan negeri orang lain sampai ke lautan yang menjadi daerah dilindungi di Ecuador!! Koloni Cina tumbuh subur di mana-mana… di Laos, Cambodia, negeri-negeri Afrika…

Menjarah sumber kekayaan alam negeri orang lain, jelas di mana-mana!!! Menuntut ruang pengaruh di dunia karena sdh merasa kuat dan besar, sudah menjadi GAJAH, MAKANYA MERASA PUNYA HAK UNTUK MENGUASAI DAERAH DI BAWAH PENGARUHNYA MELALUI OBOR!!! MAU BUKTI APA LAGI SEBAGAI NEGARA KAPTALIS MONOPOLI DAN IMPERIALIS?????

71388329722F48A59B726423C1ABF276.jpg

Chan CT

unread,
Jul 9, 2021, 7:42:36 PM7/9/21
to Tatiana Lukman, GELORA45_In
Sadarlah dijaman masyarakat kapitalisme yang harus kita lalui sekarang ini, hanya “kapitalisme Negara” lah yang bisa dan mampu mengalahkan kapitalisme! Begitulah imperialisme AS selalu mengutuk RRT yang telah menjadi kapitalis negara, yang terlalu kuat dan tidak bisa dilawan kapitalis-kapitalis perseorangan itu!
 
Bukankah pemerintrah Tiongkok selama ini juga telah membuktikan kemampuan mengendalikan kapitalis-kapitalis besar yang sudah menjurus monopoli dan mengancam merugikan kepentingan rakyat banyak, seperti Jack Ma dengan Alibaba dan Semut nya itu! Artinya Xi Jinping yang tetap pegang kendali ekonomi nasional, dan TIDAK melupakan ajaran Lenin, Mao menjalankan kapitalisme Negara untuk melawan imperialisme!
 
Dan saya yakin masalah-masalah pemerasan berlebih pada buruh, seperti pekerja delivery, pertambangan juga akan teratasi dengan baik sesuai ketentuan yang berlaku! Dalam usaha menciptakan masyarakat adil dan makmur!

Tatiana Lukman

unread,
Jul 12, 2021, 1:20:13 PM7/12/21
to Chan CT, GELORA45_In

Lagi-lagi menunjukkan kegoblokan dan kemunafikannya sendiri. Bukan kapitalisme negara yang diterapkan Xi jin Ping, tapi KAPITALISME MONOPOLI!! BUKAN MENGENDALIKAN PARA KAPITALIS, YANG DILAKUKAN KAISAR XI ADALAH MENINDAS/MENGHILANGKAN SECARA PAKSA LKAUM KAPITALIS YANG DIANGGAP  SUDAH TERLALU BESAR DAN MEMBAHAYAKAN MONOPOLINYA DAN KARENA BERANI MENGKRITIK KEBIJAKAN PEMERINTAH DAN KAISARNYA !!!!

Chan CT

unread,
Jul 12, 2021, 7:46:20 PM7/12/21
to GELORA45_In, Tatiana Lukman
Hehehee, ... ini nenek sudah ngamuk belingsatan entah apa yang dihajar dan digempur lagi! Kalau saja RRT bukan kapitralisme negara, dimana kendali ekonomi masih dipegang kuat-kuat oleh Negara/PKT, bagaimana mungkin masih berkemampuan menggerakkan, memobilisasi tiga puluhan kapitalis-kapitalis terlibat dalam usaha mengentaskan lebih 99 juta dalam waktu hampir 9 tahun terakhir ini? Bagaimana pula mungkin masih membatalkan IPO Semut/Alibaba dan kemarin membatalkan IPO DiDi di AS, ...!
 
Kapitalis-kapitalis besar yang menjurus MONOPOLY dan membahayakan Pemerintah? Tentu tidak sepenuhnya benar, artinya bukan hanya karena besarnya saja. Bagaimanapun juga monopoli usaha harus dihindari, yang harus diutamakan adalah kebersamaan, maju dan untung bersama, itulah prinsip yang nampak dipegang RRT! Disamping itu, nampak yang lebih UTAMA dikehendaki pemerintah Tiongkok, melembung besarnya satu usaha kalau meledak, jangan sampai merugikan banyak rakyat, ...! Itulah permainan Jacak Ma menggunakan celah-celah kemajuan teknologi meraih keuntungan sebesar-besarnya tanpa pedulikan apa yang terjadi kalau saham berbalik arus dicabut, sedang kredit yang dikucurkan macet, ...! Begitulah IPO Semut dihentikan sementara, dan Jack Ma dituntut memasukkan modal lebih besar untuk tanggungan kredit yang telah dikucurkan dan usaha pengucuran kredit tanpa agunan harus masuk menjadi tanggungan bank.
 
IPO DiDi di AS lain lagi. Dan aneh kalau diperhatikan, AS yang mengambil kebijakan memblokade usaha Tiongkok, justru kali ini yang gencar dan aktif menghendaki DiDi masuk pasar saham AS, kenapa? Rupanya pihak pemerintah Tiongkok sebelum DiDi mengajukan permohonan IPO di AS, sudah menuntut DiDi lebih dahulu menyelesaikan masalah data privasi demi keamanan negara! Ternyata tidak bisa dikerjakan, sedang AS menghendaki data itu, ...!
 
Ayooo, ... cobalah bilang kalau Tiongkok tidak menggunakan kapitalisme negara dengan apa menghadapi negara-negara kapitalis yang masih begitu kuat didunia ini? Bisa dilawan dengan BUMN-BUMN saja? Bukankah PKUS akhirnya terbukti GAGAL dan dikalahkan dalam bersaing dengan negara-negara kapitalis? Tanpa satu peluru diletuppkan sudah ambruk dengan sendirinya, ....! Dicampakkan oleh rakyatnya sendiri dan sekarang PKUS belum juga bisa bangun lagi! Tunggu Lenin bangun dan hidup kembali dari liang kubur??? Dunia sudah berubah, apa yang diagung-agung kan dari Partai tipe Lenin bahkan jalan Lenin itu sudah tidak akan balik dan terjadi lagi,...! Sebaliknya PKT yang sudah menunjukkan keberhasilan maju menjadi pesaing berat AS, masih juga dihitamkan dengan segala makian!
 
Ooouh, hidup bermimpi indah dalam tempurung saja!
 
 
 
Sent: Tuesday, July 13, 2021 1:20 AM
Subject: RE: [GELORA45] Fw: Dahlan Iskan: Komunis Kucing
 

Lagi-lagi menunjukkan kegoblokan dan kemunafikannya sendiri. Bukan kapitalisme negara yang diterapkan Xi jin Ping, tapi KAPITALISME MONOPOLI!! BUKAN MENGENDALIKAN PARA KAPITALIS, YANG DILAKUKAN KAISAR XI ADALAH MENINDAS/MENGHILANGKAN SECARA PAKSA LKAUM KAPITALIS YANG DIANGGAP  SUDAH TERLALU BESAR DAN MEMBAHAYAKAN MONOPOLINYA DAN KARENA BERANI MENGKRITIK KEBIJAKAN PEMERINTAH DAN KAISARNYA !!!!

 

Sent from Mail for Windows 10

BILLY GUNADIE

unread,
Jul 12, 2021, 8:41:07 PM7/12/21
to sa...@netvigator.com, GELORA45_In, Tatiana Lukman
Xi menjadi model lebih dari Markel..
Sadari kekurangan dan kemunafikan bangsa para pemimpin Indonesia....kerjanya cuma nipu... Bantuan vaccine Di jual....jaman USAID...terigu .Gula..terjual Di Pasar umum..
“Ucapan Selamat Tinggal Rakyat Jerman Untuk Sosok Angela Merkel”. http://share.babe.news/s/ZcFZpYFMvR

🟩🟩🟩🟩🟩🟩🟩🟩

"Ucapan Selamat Tinggal Rakyat Jerman Untuk Sosok Angela Merkel”.

Dengan tepuk tangan hangat selama 6 menit, di jalan, di balkon, di jendela, seluruh negara bertepuk tangan selama 6 menit – contoh luarbiasa dari kepemimpinan dan perlindungan atas kemanusiaan!

Rakyat Jerman memilihnya untuk memimpin mereka, dan dia memimpin 80 Juta rakyat Jerman selama 18 tahun dengan kecakapan, kemampuan, dedikasi dan kejujuran! Dia tidak pernah asal bicara. Dia tidak muncul di Berlin untuk difoto. Dia disebut “Wanita Dunia” dan dirinya seorang dianggap setara dengan 6 Juta orang lelaki.

Selama 18 tahun kepemimpinannya di Jerman, Ia tidak terekam melakukan kesalahan apa pun. Ia tidak memasukkan satu pun kerabatnya ke dalam pemerintahan. Dia tidak pernah menyatakan ia yang membuat kemajuan bangsa. Dia tak mendapat gaji jutaan, dan tak seorang pun menyemangatinya untuk performanya, dia tidak mendapatkan piagam apa pun, dia tidak melawan para pendahulunya.

Kemarin, Angela Merkel meninggalkan posisi kepemimpinan partai dan menyerahkannya pada penerus-penerusnya, dan Jerman serta rakyatnya berada dalam posisi terbaiknya.

Terjadi reaksi yang belum pernah terjadi dalam sejarah Jerman sebelumnya. Seluruh rakyat Jerman keluar ke balkon rumah mereka dan bertepuk tangan untuk Merkel selama 6 menit tanpa henti. 
*_Standing ovation_* *_satu negara!_*

Rakyat Jerman mengucapkan selamat tinggal pada pemimpin mereka, seorang fisikawan yang tidak tergoda gemerlap gaya hidup, tidak punya rumah megah, mobil mewah, kapal pesiar dan jet pribadi, untuk mengingat bahwa ia dulu berasal dari Jerman Timur.

Dia meninggalkan jabatan di saat Jerman sedang hebat-hebatnya. Dia pergi dan kerabatnya tidak mengambil kesempatan. 18 tahun dia tak pernah mengganti model pakaian. Semoga Tuhan memberkati sang pemimpin pendiam ini.

Dalam sebuah wawancara, seorang Jurnalis wanita bertanya pada Merkel: *Kami lihat anda selalu memakai model pakaian yang sama, tidakkah anda memiliki yang lain? Merkel menjawab: “Saya ini petugas pemerintahan, bukan model”*

Dalam wawancara lain, mereka bertanya pada Merkel: *Apakah kau memiliki pembantu rumah tangga untuk membersihkan rumahmu, menyiapkan makananmu dan seterusnya? Merkel menjawab: “Tidak, aku tak punya dan tak perlu pembantu. Suamiku dan aku yang mengerjakan semua pekerjaan rumah tiap hari.*

Jurnalis lain bertanya: Siapa yang mencuci pakaian, kamu atau suamimu? Ia menjawab: “Aku menyusun pakaiannya, kemudian suamiku yang memasukkannya ke mesin cuci. Biasanya kami kerjakan di malam hari, saat listrik sedang tersedia, dan kami sama sekali tidak keberatan mengerjakannya, dan yang terpenting ialah tidak mengganggu tetangga. Syukurlah, dinding apartemen cukup tebal untuk memisahkan kami dari tetangga apartemen kami. Merkel lalu bertanya pada para Jurnalis, “Bukannya kalian ingin menanyai saya tentang pemerintahan??

Angela Merkel tinggal di apartemen biasa, layaknya rakyat biasa.Dia hidup di apartemen ini sejak sebelum dilantik menjadi Kanselir Jerman.

Dia tak pindah dari apartemen itu, dan tak memiliki villa apapun, pembantu rumah tangga, kolam renang mau pun taman.

Angela Merkel , Kanselir Negara Jerman, Ekonomi terbesar di Eropa!!.


On Mon., Jul. 12, 2021 at 7:46 p.m., Chan CT

Tatiana Lukman

unread,
Jul 13, 2021, 7:35:29 AM7/13/21
to Chan CT, GELORA45_In

Lenin Bersama Kita (Bagian 1)

Salah satu masalah penting yang dibahas Lenin dalam Negara dan Revolusi adalah negara. Untuk mengerti negara, pertama-tama orang harus memahami kelas dan kontradiksi antara kelas-kelas dalam masyarakat yang menimbulkan perjuangan kelas

29 April 2020

 

Vladimir Ilyich Lenin/Radio Free Europe

Koran Sulindo – Pada 22 April 1870 – sekitar 150 tahun lalu – lahir Vladimir Ilyich Lenin. Lalu, 47 tahun kemudian, dengan sukses, Lenin memimpin revolusi kaum buruh (dikenal sebagai Revolusi Oktober) yang pertama di dunia dengan menerapkan marxisme sesuai dengan kondisi ekonomi dan masyarakat konkret di Rusia. Pandangan dan pengalaman dalam mempersiapkan revolusi, mempertahankan kekuasaan kelas proletar dan membangun sosialisme tercurah dalam karya-karyanya yang akan terus menjadi panduan kaum revolusioner dan rakyat yang terhina dan tertindas di dunia.

Kalau orang ingin dengan jujur memahami kebesaran dan otoritas Lenin yang diakui oleh kaum revolusioner, mau tak mau orang harus mempelajari karya-karya besarnya, antara lain, Apa Yang Harus Dikerjakan, Negara dan Revolusi dan Imperialisme, Tingkat Tertinggi Kapitalisme.

Lebih dari satu abad telah berlalu, konkretnya 113 tahun, namun keadaan dan perkembangan ekonomi dunia di abad 21 membenarkan dan mengkonfirmasi analisa Lenin tentang Imperialisme, Tingkat Tertinggi Kapitalisme. Artinya kapitalisme persaingan bebas sudah mencapai puncak perkembangannya menjadi kapitalisme monopoli. Peralihan itu disebabkan antara lain, karena produksi semakin terkonsentrasi dan modal semakin terpusat di tangan sejumlah kecil kapitalis monopoli. Investasi besar dan efisiensi korporasi multinasional yang menguasai sumber daya alam, produksi, distribusi dan pasar membuat persaingan dari perusahaan kecil hampir tidak mungkin.

Kita lihat kenyataannya sekarang. Produksi makanan dan minuman dimonopoli oleh 10 korporasi berikut: Unilever, Danone, Coca Cola, Nestle, Kellogg’s, Mars, Pepsico, General Mills, Associated British Foods, Mondelez International. Sementara 6 korporasi multinasional menguasai 75% pasar global agrokimia. Mereka adalah Dow, DuPont, BASF, Syngenta, Bayer dan Monsanto. Tahun 2016, Monsanto berfusi dengan Bayer.

Fusi dan akuisisi di kalangan korporasi multinasional membuat modal semakin terkonsentrasi lagi; dengan demikian profit semakin besar mengalir ke pundi-pundi kaum kapitalis monopoli dan semakin besar juga kekuasaannya dalam ekonomi dunia. Tak heranlah kalau di situs Global Justice Now kita menemukan pernyataan bahwa pendapatan 10 korporasi terbesar di dunia lebih besar dari pendapatan 180 negeri ‘miskin’. Negeri yang disebut ‘miskin’ di sini dapat dipastikan negeri yang kaya dalam sumber daya alam tapi rakyatnya miskin karena kekuasaan negara di tangan kelas yang tidak mewakili kepentingan rakyat, kekayaan diboyong ke luar negeri dan hanya dinikmati oleh kaum elite penguasa.

Bank juga mengalami proses menuju monopoli. Bank adalah perantara dalam pembayaran. Dengan begitu, bank mengubah uang yang tidak aktif menjadi aktif ketika diserahkan kepada kapitalis yang kemudian menggunakannya untuk menghasilkan profit. Perkembangan kapitalisme telah mengubah fungsi bank yang tadinya hanya sebagai perantara. Sekarang bank tidak saja menguasai uang/modal kaum kapitalis, pengusaha industri, pengusaha kecil dan menengah, tapi juga alat produksi dan sumber daya alam di berbagai negeri. Dalam proses ini bank-bank kecil “dimakan” oleh bank yang lebih besar. Fusi dan akuisisi juga mempercepat proses konsentrasi bank. Kapital yang dikuasai para bankir itulah yang dinamakan kapital finansial. Kapital finansial ini digunakan dalam industri, maka bankir sekaligus merangkap menjadi kapitalis industri.

Dari situ datangnya salah satu ciri imperialis yang diungkapkan Lenin. Modal industri bergabung dengan modal bank dan melahirkan modal finansial dan oligarki finansial. Artinya sekelompok kecil kapitalis memusatkan kapital finansial di tangannya melalui kepemilikan atas bank dan lembaga keuangan terbesar dan korporasi industri terbesar di dunia!

Menurut Pao Yu Ching (profesor emeritus bidang ekonomi dari Marygrove College, Amerika Serikat), globalisasi neoliberal di mana terjadi liberalisasi dan deregulasi dalam lembaga-lembaga dan transaksi keuangan, telah membebaskan kapital finansial dari regulasi pemerintah. Manipulasi melalui teknologi canggih dalam komunikasi dan kekuasaan negara-negara imperialis membuat kapital finansial menjadi lebih mampu untuk memindahkan krisis dari satu bagian dunia ke bagian lain seperti yang terjadi sejak krisis 1980-an sampai krisis di abad 21 yang semakin serius.

Tiongkok juga tidak lepas dari kapitalisme monopoli. Fred Engst (profesor ekonomi dari University of International Business and Economics, Beijing) menjelaskan bahwa perusahaan negara dimiliki oleh birokrasi pemerintah atau konglomerat modal negara Tiongkok. Konglomerat modal negara adalah pemilik modal terbesar dengan kekuasaan monopoli juga terbesar di Tiongkok. Gabungan kapital finansial dan kapital industri yang dimiliki konglomerat modal negara Tiongkok bahkan lebih besar dari satu korporasi, atau satu konglomerat atau kartel atau konsorsium atau multinasional di AS, Eropa, atau Jepang!

Konglomerat modal negara ini memiliki kontrol absolut atas partai, seluruh mesin negara dan kekuatan militer. Dengan begitu, konglomerat modal negara dapat langsung memobilisasi kapital industri dan kapital finansialnya di atas kekuasaan negara guna mengabdi kepada kepentingan ekspansi modalnya.

Kapitalisme monopoli di Tiongkok juga tidak bisa menghindari krisis kelebihan produksi sehingga mengharuskannya untuk mengekspor modalnya ke negeri-negeri Asia, Afrika dan Amerika Latin. Bertemulah kita dengan ciri lain dari imperialisme yang sudah diungkapkan Lenin lebih dari satu abad yang lalu, yaitu ekspor kapital!

Sudah tentu kaum revisionis modern terus menjajakan pepesan kosong “sosialisme dengan ciri Tiongkok”. Bukan kebetulan dan sia-sia nama revisionis yang disandangnya. Mereka merevisi dan mencampakkan inti sari dari Marxisme-Leninisme dan menggantikannya dengan teori revisionis, seperti misalnya, peralihan secara damai ke sosialisme dan sosialisme pasar. Karena menganggap ajaran Lenin sudah usang, maka mereka berkeras menolak kenyataan bahwa kapitalisme sudah membawa Tiongkok menjadi kekuatan imperialis yang sedang berkembang. Padahal perkembangan kapitalisme tak terhindarkan akan berakhir pada imperialisme.

Sifat agresif imperialis Tiongkok terlihat jelas dalam usahanya untuk menciptakan orde baru global guna menggantikan lembaga-lembaga internasional yang dikuasai kekuatan Barat-AS dengan berbagai lembaga di bawah dominasinya. Misalnya, New Development Bank, Asian Infrastructure Investment Bank dan New Silk Road Fund dengan tujuan memobilisasi dukungan dan mendorong maju proyek One Belt One Road (OBOR).

Tiongkok memperkuat aliansi dengan Rusia. Melalui Shanghai Cooperation Organization, Tiongkok berusaha memperluas pengaruhnya di Eurasia. Ia juga tak ragu-ragu mengklaim Lautan Tiongkok Selatan serta pulau-pulaunya sebagai miliknya. Dengan cepat ia membangun di situ infrastruktur militer. Bahkan krisis virus corona tidak menghentikan Tiongkok untuk terus mengkonsolidasi kekuasaannya di pulau-pulau yang masih disengketakan dengan negeri-negeri tetangganya. South China Morning Post memberitakan bahwa Dewan Negara Tiongkok baru-baru ini telah menyetujui pembentukan dua distrik baru, Distrik Xisha dan Distrik Nansha di bawah kota Sansha.

Tak heranlah kita melihat AS kebakaran jenggot. Kedudukannya sebagai satu-satunya kekuasaan adikuasa terancam oleh Tiongkok yang merasa sudah tiba waktunya untuk membagi kembali dunia dengan memberinya daerah di bawah dominasi dan pengaruhnya. Pembagian dunia di bawah kekuasaan negara-negara besar juga tercakup dalam karya Lenin Imperialisme, Tingkat Tertinggi Kapitalisme.

Kehadiran Tiongkok imperialis yang memperebutkan sumber bahan baku bagi industrinya, pasar bagi modal dan produknya yang berlebihan, dan daerah di bawah pengaruhnya, tak pelak telah menajamkan kontradiksinya dengan AS.

Tatiana Lukman

unread,
Jul 13, 2021, 7:57:54 AM7/13/21
to Chan CT, GELORA45_In

Sudah tentu, cari hidup memang susah. Kalau mau makmur ya harus kerja susah payah, begitulah kata orang. Tapi orang itu lupa rakyat Tiongkok pernah mengenal sosialisme di bawah Mao di mana kedudukan buruh bukan jadi keset masyarakat diinjak-injak, tapi menduduki tempat kehormatan. Dan ketika itu terus diperjuangkan untuk menghilangkan penghisapan. Sebakul propaganda kaisar Xi tidak akan menghilangkan penghisapan di Tkk kapitalis. Hanya orang buta yang tidak mau melihat kesenjangan dan lahirnya terus kelas multibilyuner.. Lha wong Jack Ma juga berpropaganda tentang kebaikan dan keharusan kerja lembur!!!!

 

Delivery Riders….. (part 2)

 

 

Heavy Rain

 

According to the algorithm’s parameters, after a rider has accepted an order, the system will begin looking for another order for the rider to complete. In 2019, at the global ArchSummit, Wang Shengyao, the senior algorithm expert on the team that developed Meituan’s delivery management algorithm, introduced the AI’s basic operations––the moment a customer places an order, the system immediately begins looking for the closest rider with the most direct route. After determining which rider to assign the individual order, the system will usually assign that rider a batch of three to five orders. Each order involves two tasks: picking up the food and delivering the food. If a rider is responsible for five orders, that entails ten tasks, and the system will consider 11,000 possible routes. It is possible for the system to simultaneously assign 10,000 orders to 10,000 people in one second, with each rider receiving the optimum route for delivery.

 

In the real world, however, it only takes a heavy rain to shatter this ideal. Delivery riders like rain, because there are more orders to run on rainy days. But if the rain is too heavy, the system can easily become overwhelmed with orders and the riders themselves are more likely run into problems.

 

Geng Zi, a Meituan rider in Hunan, experienced a particularly horrible rainy night. It was storming all day and orders were coming in like crazy, overwhelming the system. At every station, each rider had more than ten orders at a time. Their delivery bags were full, so they put the rest of the orders anywhere on their scooters that they would fit. Geng Zi remembers that he had to carefully rest his feet on the edges of the scooter’s footboard, balancing a stack of food orders where he would normally rest his feet. As he ran orders from one place to the next, he would constantly look down at the boxes stacked between his legs to make sure that they had not spilled. The roads were so slippery that he slid many times, but each time, he would immediately get up and continue on his delivery. He worked without stopping until two in the morning, and only then could he finish all of his deliveries.

 

A few days later, he received his pay for the month. Shockingly, his pay was lower than usual. There was a simple explanation: on the stormy day, many of his orders were delivered late, causing his pay to be docked. Gengzi was not the only one to have his wages cut––his station supervisor was also penalized.

 

Eating data: That’s how Meituan delivery supervisor Jin Zhuangzhuang describes his position.4 For a station, the most important numbers include the orders accepted, the rate of late orders, the rate of bad reviews, and the rate of complaints. Of these, the rate of late orders is the most important because many complaints and bad reviews stem from delayed deliveries.

Usually, delivery riders’ rate of late orders does not exceed three percent. If a rider does not meet this standard, the station’s rating can decrease, reducing the whole station’s cut of the delivery fee for delivery, including the cut for the station supervisor, quality control, and other personnel responsible for internal management. Even the salaries of the district manager and the regional manager could be affected.

 

At the end of every year, stations must face assessments by the Meituan and Ele.me platforms. The stations ranked in the bottom ten percent of every region face the risk of being eliminated. 

 

Under the system’s metrics, late deliveries not only result in reduced wages, but can also have an impact on riders’ mental health. It can make a rider feel like a team’s weak link. According to Sun Ping, late deliveries are very serious. Not only do they impact your paycheck, but also what’s left in your bank account, and they even have the possibility to call the honor of delivery teams into question. When a rider lets everyone down by running behind, the station supervisor talks to him first. After the station supervisor is finished, the neighborhood supervisor will come looking for him, and after the neighborhood supervisor has spoken with him, the district supervisor will get involved––supervisors at all levels will get in touch with the problem rider. In the end, nobody will like him anymore.

 

This can put incredible mental pressure on riders. Zhu Dahe, the rider who crashed along with an order of mala xiangguo, told Renwu he has dealt with depression every day of the past few months that he has been working as a rider. Zhu came from a rural area and was not familiar with roads in Beijing, let alone the massive flows of cars and people. He anxiously obeyed each and every traffic rule, and every day his pay would be docked because his deliveries were late. This made him feel incompetent––isn’t it true that every deliver rider makes more than 10,000 yuan a month? Isn’t anyone able to be a delivery rider? Why couldn’t he do it well? He said it seemed like he wasn’t delivery rider material.

 

Later, he became more comfortable riding the scooter and the roads became more familiar. As he transformed from a new rider to an expert navigator, that feeling of incompetency slowly went away, his late delivery rate went down, and driving against the flow of traffic no longer bothered him so much. He said that when he and his fellow riders are all going the wrong way at once, he is even able to feel at ease. Nowadays, Zhu Dahe rarely makes a late delivery, but extreme weather is a curse he cannot escape. At those times, the out-of-control system will wrap him up alongside everyone else––under the weight of the heavy order volume, he completely loses the ability to control his delivery times and still faces the penalty for late deliveries, without the option of taking a break to catch up or asking for the day off.

A rider running deliveries in the heavy rain.

 

When Typhoon Lekima hit Shanghai in August 2019, an Ele.me rider was accidentally electrocuted in the heavy rain. Soon after, screenshots from a delivery station’s WeChat group chat were trending on social media. In the screenshots, the station supervisor told everyone, no one is allowed to take leave for the next three days… anyone who doesn’t show up for work will receive a double penalty for absenteeism.  Under the message sent by the station supervisor was a long string of replies from riders, who indicated they had received the message by sending “1”.

This screenshot stirred up a huge controversy. Some netizens asked why Hema (a grocery delivery company), KFC, McDonalds, and other restaurants with their own delivery services were all able to stop deliveries during a typhoon, but the delivery platforms could not?

 

Meituan station supervisor Jin Zhuangzhuang was helpless to respond. Every time the weather turns bad, riders will ask him for leave, claiming that they have a flat tire, or that they fell, or they have a family problem––all kinds of reasons. But in order to preserve the station’s numbers in the face of a huge influx of orders, he must rigorously uphold regulations. Except for birth, death, illness, or death, riders cannot ask leave on bad weather days, and taking leave will directly result in a fine.

 

Stormy days are also the most tiring days for Jin Zhuangzhuang. He must stay in front of the station’s computer, constantly monitoring every rider’s position, taking responsibility for every order and the timing of every delivery. In his delivery station, Meituan’s regulations dictate that every rider can take 12 orders at a time at most. If a rider has more than 12 orders, the system will stop dispatching new orders. However, during bad weather or important holidays, when there is no chance of handling the sheer number of orders coming in, the system is most prone to collapse: there are some riders with multiple orders, some with almost none; there are some riders who receive orders at the same time going in opposite directions; the delivery time for nearby orders is longer than the orders that are far away…

 

Under these conditions, Jin Zhuangzhunag must play another role: manual scheduling.5 In this role, he can enter the system directly and transfer orders from Rider A to Rider B in order to balance the capacity. Even though the system cuts off at 12 orders per rider, manual scheduling does not have these limits: as long as a person assigns the orders, the number of orders that a rider is responsible for can reach an overwhelming number. Each rider can handle 26 orders at most; one station can have a maximum of 30 riders, meaning that in three hours a single station can handle 1,000 orders. One rider responsible for running orders in a smaller city of 500,000 people reported being assigned 16 orders at a time during peak hours.

 

As an Ele.me station supervisor told Renwu, this kind of manual intervention is not done on behalf of the workers, but rather in order to force every rider to operate at the limits of their speed and ability. If pushing his riders to their limits is still not sufficient to handle the orders, Jin Zhuangzhuang can deliver orders himself. The most he can handle at one time is 15 orders (a full complement). First he will let the riders handle the wave of orders by themselves, but if they still cannot handle it, his only option is to ask Meituan to limit the orders. “After 2018, our station was not allowed to ask for a limit on orders. Even if the order numbers were overwhelming, we still had to deliver them,” he said, “When there was an overwhelming number of orders, after finishing delivery everyone was numb. Everyone was running on instinct, without a human emotional response.”

 

Last year, Jin Zhuangzhuang left the industry because of a family illness. He said that personally he cannot go back. Recently he had some friends that wanted to run a delivery station, and he also persuaded them that this industry suppresses any human sense of time, and stresses data over people to a level you can’t believe without experiencing. During this summer’s heavy rains across south China, Jin Zhuangzhuang was glad that he had gotten away, but at the same time he couldn’t fully rest easy. He did not know how many stations were yet again overwhelmed with orders, or how many riders were working desperately to get their delivery numbers back up to standards.

 

 

Navigation

In her academic research, Sun Ping has contacted nearly one hundred delivery riders in the past four years. Many of these riders complained about the routes that the system gave them for delivering orders.

In order to allow riders to more efficiently deliver food, this intelligent system will replace the human brain to the greatest extent possible––by helping riders determine the best sequence for delivering food and giving directions for each delivery route, the riders do not need to use their own brains, they just have to completely follow the system’s directions. But at the same time, the riders run the risk of being led astray.

 

At times, the navigation system will show a direct route, [without regard for actual roads or traffic conditions]. A rider angrily told Sun Ping: “It (the algorithm) gives it predictions for time and distance as the crow flies. But when we try to deliver food, we cannot follow that route, we have to make detours and wait for red lights… Yesterday, when I was delivering an order, the system said the dropoff was five kilometers away, but in the end I drove seven kilometers. The system thinks we are helicopters, but we are not.” At times, the navigation will instruct the riders to go against traffic.

 

In October 2019, Xiao Dao, a delivery rider in Guizhou, posted on Zhihu about an experience with Meituan guiding riders against traffic. In conversation with Renwu he said, “I had been a rider for about half a year and had already been told by the navigation system to go against traffic many times. One time when I was delivering food to a hospital, I had to make a U-turn, but the route on Meituan navigation told me to drive against traffic once I crossed the road.” According to the screenshot he provided, the system told him to drive against traffic for nearly two kilometers.

“Even more impressive,” Xiao Dao said, “There are some places where there is no shoulder or sidewalk where I can drive against traffic. If there is an overpass, the navigation system will direct me to go over the overpass, even if it is an overpass that does not allow electric scooters. If there is a wall, it will tell you to go directly through the wall.” 

 

In Beijing, the popular video blogger Caodao also experienced the same thing. In order to experience the industry from the inside, she worked as a Meituan rider for less than a week. What surprised her was that after she delivered an order, the directions from Meituan’s navigation were actually walking directions––walking directions do not distinguish the flow of traffic. Furthermore, the estimated time given by the system was calculated based on the shortest route, even if the majority of the route went in the opposite direction of traffic.

 

As Xiao Dao sees it, it does not matter if it is a route “as the crow flies” or against the flow of traffic – ultimately, the system has still achieved its objective, calculating the shortest and quickest route for the smallest delivery fee. If the route is short and the delivery time is fast, the system will have not only retained more customers on its platform, but also reduced the overall cost of delivery.

 

At the end of 2017, in an article introducing optimizations and upgrades to the platform’s intelligent delivery system, Meituan’s technology team also mentioned cost. The article explains that algorithm optimization reduces the platform’s capacity loss by 19 percent: Delivery volumes that previously needed five riders can now use only four. Finally, cost appears in the conclusion of the article: efficiency, experience, and cost are the platform’s three indices for optimization. Meituan gets significant real-world benefits from this approach.

According to public company data, the number of Meituan delivery orders reached 2.5 billion in the third quarter of 2019. The revenue for every order increased by 0.04 yuan year-on-year, and at the same time the cost for every order went down by 0.12 yuan from the third quarter of 2018––this also helped Meituan’s third quarter earnings in 2019, which in total were 400 million yuan. 

 

Behind the substantial increase in the platform’s profits is a decrease in riders’ salaries. Xiao Dao said every time that the system’s navigation told him to go against the flow of traffic, he faces a dilemma from which there is no escape. If he rejects the navigation’s instructions to go against the flow of traffic, he has to take a longer route and runs the risk of a late delivery. If he follows the navigation, he puts himself at risk. No matter what choice he makes, the money he makes will decrease. 

 

Every rider must balance the trade-offs between safety and pay. As a temporary participant observer, Caodao pinpointed the plight of riders: all delivery platforms strive to maximize profits, and in the end they will shift the risk to those with the least ability to negotiate: the delivery riders.

 

 

1DEFB9691F7546E99A70FFEF86E33804.png
1E755257832548EBADC953BD9280A715.png

Tatiana Lukman

unread,
Jul 13, 2021, 8:05:07 AM7/13/21
to Chan CT, GELORA45_In

About 10 million people are thought to work as couriers in China. Photo: EPA-EFE

 

About 10 million people are thought to work as couriers in China. Photo: EPA-EFE

 

Sent from Mail for Windows 10

2AAD9032E5CB4D19A9F617849BD1EC13.jpg
E93905BDEE0E4F259FA178D1C9FEFAB1.jpg
D586E5262D3647AFB467759F771A53CB.jpg
32BAAEC03C6B4674B1CA27EB4D9AC5CD.gif

Chan CT

unread,
Jul 13, 2021, 11:24:50 PM7/13/21
to Tatiana Lukman, GELORA45_In
Hehehee, ... nenek ini masih saja lebih suka berbincang soal “teori” yang dibilang revolusioner itu. Memegang kuat-kuat dogma-dogma yang dianggap tidak boleh berubah dan keharusan disesuaikan dengan KONDISI konkrit masyarakat yang dihadapi. Tanpa memadukan ML-FMTT dengan kondisi konkrit, perjuangan yang diklancarkan dengan gagah-perkasa itu akan menemui kekandasan bahkan GAGAL!
 
Disinilah kebesaran Mao yang BERANI menempuh JALAN yang ditetapkan sendiri! Sejak sidang Zun Yi, 1935, Mao berhasil melangkah menetapkan NASIB Rakyat Tiongkok ditangan sendiri, berani menentang imperialisme, juga berani melawan perintah Komintern, Stalin, ...! Tentu Mao bisa berhasil menangkan pemikiran yang BENAR dengan perjuangan yang BENAR pula! Sedang prinsip PKT yang sampai sekarang dipegang teguh tak tergoyahkan oleh Xi Jinping itu adalah: “Hak hidup dan keadilan Rakyat di tangan rakyat Tiongkok sendiri!” Itupula yang merupakan kedaulatan rakyat yang selama 100 tahun diperjuangkan dan ditegakkan dengan teguh oleh PKT. Tak ada satu kekuatan dari mana pun yang bisa melawan. Sebagaimana diserukan Xi Jinping diatas Tian An Men saat mengucapkan pidato sambutan memperingati 100 Tahun berdirinya PKT: “Rakyat Tiongkok tidak akan membiarkan kekuatan asing manapun menggertak, menindas, bahkan memperbudak kita lagi. Siapa pun yang bermimpi melakukan ini pasti kepalanya hancur-lebur terbenetur Tembok Besar Baja terbangun dari darah-daging 1,4 miliar rakyat Tiongkok!”
 
Itulah kenyataan jejak-langkah perjalanan 100 tahun PKT dalam usaha menegakkan kedaulatan rakyat, menentukan nasib rakyat ditangan rakyat Tiongkok sendiri, ...! Coba saja lihat, bagaimana Mao meneruskan perjuangan bersenjata naik Gunung Jing Gang membangun daerah basis-revolusioner, yang bertentangan dengan garis Komintern Stalin, ketika itu. Sampai-sampai harus disingkirkan dari posisi anggota politbiro KS PKT, bahkan sempat dimaki Stalin “Bandit Komunis!” Karena Komintern ketika berpandangan daerah basis-Merah tidak mungkin ditegakkan di Tiongkok, ...!
 
Selanjutnya, Mao juga BERANI menentang perintah Stalin, PKT bisa menghentikan serangan menyeberang Sungai Yang Tse, ... Dimana kehendak Stalin sangat kuatir akan meletus Perfang Dunia ke-III kalau tidak berhasil mempertahankan perjanjian Yalta (Feb. 1945, PKUS-AS) untuk mempertahankan kedamaian dan persatuan PKT-KMT. Tapi Mao, tetap teguh mempertahankan kedualatan rakyat ditangan rakyat Tiongkok sendiri! Setelah deadline perundingan dengan KMT ditetapkan 20 April 1949 berakhir dengan kegagalan, rencana 21 April ratusan ribu TPRT menyerbu menyeberangi sungai Yang Tse TETAP dijalankan, setelah pasukan TPRT berhasil menembak kapal-perang Ingrris yang gegabah masih berlayar menjelajahi Sungai Yang Tse melewati deadline (ditetapkan 20 April 1949) ancaman PKT, tidak lagi memperkenankan kapal-asing melewati kota Nanking! Sedang peringatan TPRT agar kapal-perang Inggris tidak melanjutkan perlayaran ke utara dan bisa mundur kembali ke Nanking, tidak dipedulikan. Oleh TPRT akhirnya benar-benar ditembak dengan meriam hasil rampasan dari KMT, ... dengan peluru yang sangat terbatas berhasil juga memaksa kapal-perang Inggris mengibarkan bendera-PUTIH, menyerah!
 
Yang hendak saya tegaskan disini, PKT berhak menentukan jalannya sendiri yang berbeda dengan Soviet! Revolusi sosialisme PKUS menempuh pemberontakan di Kotas dan bisa menang, sedang di Tiongkok sesuai dengan kondisi yang berbeda, Mao menentapkan harus melalui 2 tahap, lebih dahulu menempuh Revolusi Demokrasi Baru, setelah menangkan revolusi DB itu baru melancarkan Rev. Sosialisme.
 
Kemudian terjadi perbedaan pendapat, Mao dan Liu-Deng saat menetapkan revolusi Sosialisme dimulai. Bagaimana dan kapan Revolusi Sosialisme itu dilancarkan? Ternyata dimana masyarakat masih sangat MISKIN, industri baru mulai tumbuh belum kuat bernar, dan barisan proletariat masih kecil, dengan buru-buru membasmi kapitalis perseorangan, yang terjadi meratakan kemiskinan! Dan kesulitan meningkatkan kesejahteraan rakyat banyak, ...
 
Deng dengan berani mengoreksi kesalahan, dan menempuh jalan sosialisme Berkarakter Tiongkok, menggunakan cara kapitalisme negara yang juga pernah dijalankan Lenin dan Mao, lebih lanjut mendorong kemajuan ekonomi nasional dan meningkatkan kesejahteraan rakyat Tiongkok lebih dahulu. BERHASIL, ...! Lalu, bagaimana selanjutnya?
 
Yaaa, marilah kita biarkanlah rakyat Tiongkok menentukan jalan dan nasibnya ditangan sendiri, syukurlah kalau masih bisa ikut menyaksikan sendiri, bagaimana PKT mewujudkan langkah 100 tahun berikut, tegak berdirinya Republik Rakyat Tiongkok, 1 Oktober 2049,  menjadi Tiongkok yang MAKMUR dan KUAT!
 
Lha, jelas didepan mata kita ada 2 jalan yang berbeda, Jalan Soviet dan jalan Tiongkok. Lalu, setelah lewat 70-an tahun jaman terus berkembangan dengan makin majunya demokrasi dan kesadaran masyarakat juga meningkat, pasti akan muncul cara dan jalan yang berbeda pula dalam mewujudkan revolusi sosialisme, ... Yang pasti tidak lagi serupa dan sejalan dengan revolusi Soviet maupun Tiongkok lebih 70-an yl. itu, ... Cobalah nenek Tatiana ini mentrapkan teori-teori yang selama ini digetoli itu dalam kondisi Indonesia sekarang ini masih saja begitu keras dan kuatnya anti-Komunis. Apa dan bagaimana memperjuangkan toeri-teori yang dipelajari itu saja??? Lha, menegakkan partai dan mempersatukan rakyat banyak saja BELUM berhasil!
9D41707E0E564829ABF82AC6DE6B4568.jpg

Tatiana Lukman

unread,
Jul 14, 2021, 6:02:44 AM7/14/21
to Chan CT, GELORA45_In

Seperti biasa, munafik!! Bukannya menjawab soal Kapitalisme monopoli yang diterapkan oleh kaum remo yang berkuasa di Tiongkok , sekarang ngomong soal Mao, yang sudah dihujat RBKPnya dan dikhianati.. Bla—bla pepesan kosong!!! Dengan alsan “dogma”, mengkhianati ajran dan praktek Mao…Agen remo mengutip “dogma” Mao yang  dia butuhkan tapi “”dogma”yang menghantam kaum revisionis dianggap kesalahan Mao!!!Kenapa tidak ingat Mao yang berkata “..Masih ada sisa-sisa dari tuan tanah dan klas komprador yang su-dah digulingkan, masih ada borjuasi dan pengubahan terhadap borjuis kecil baru saja dimulai. Perjuangan klas antara proletariat dan borjuasi, perjuangan klas antara berbagai kekuatan politik dan perjuangan klas antara proletariat dan borjuasi di bidang ideologi akan makan waktu panjang, berliku-liku dan kadang-kadang bahkan sangat tajam. Kaum proletariat berusaha merubah du-nia menurut pandangan dunianya sendiri dan begitu juga kaum borjuasi. Dalam hal ini, masalah siapa yang akan menang, sosialisme atau kapitalisme masih be-lum sungguh-sungguh dipecahkan”. 

 

” Revisionisme atau oportunisme kanan adalah satu aliran pikiran borjuis yang bahkan lebih berbahaya  dari pada dogmatisme. Kaum revisionis atau kaum o-portunis kanan memakai Marxisme hanya sebagai polesan di bibir dan mereka juga menyerang dogmatisme. Tetapi apa yang mereka serang sebenarnya ada-lah sari pati dari Marxisme. Mereka menentang atau memutar balik materia-lisme atau dialektika, mereka menentang atau mencoba melemahkan kedik-tatoran demokrasi rakyat dan peranan memimpin  dari Partai Komunis, dan menentang atau mencoba melemahkan transformasi sosialis dan pembangunan sosialis. Bahkan setelah kemenangan pokok dari revolusi sosialis tercapai, masih akan  ada sejumlah orang dalam masyarakat kita yang berharap dengan sia-sia untuk merestorasi kapitalisme dan pasti berjuang melawan klas buruh di segala front termasuk front ideologi. Dan tangan kanan mereka dalam per-juangan itu adalah kaum revisionis”.

 

Orang yang berakal sehat pasti mampu melihat bagaimana kata-kata Mao tentang revisionisme cocok dengan praktek kaum penguasa remo China sekarang :”memakai Marxisme hanya sebagai polesan di bibir dan mereka menyerang dogmatism. Tapi yang mereka serang adalah sari pati Marxisme (misalnya, membantah perjuangan kelas seperti yang diajarkan Deng Xiaoping). Ajaran Marxisme yang tidak menguntungkan, disebut “dogma”, etc, persis seperti yang dilakukan agen remo dalam semua perdebatan di milis ini sejak bertahun-tahun…

 

Ingat bagaimana Mao menyindir kaum remo yang teriak-teriak “kalian jalan terlalu cepat”bagaikan perempuan yang terseok-seok jalannya karena kakinya diikat!!!?? Itulah juga yang dikora-koarkan agen remo: Mao terlalu cepat membabat kaum kapitalis…Ha…ha.. kalua tidak dibabat, lantas apa bedanya revolusi sosialis tiongkok dengan revolusi borjuis perancis!!!

 

Lihat tuh jalan yang ditunjuk Liu: kapitalisme!! Sekarang sudah berkembang menjadi kapitalisme monopoli alias imperialisme!!!

Dalam dokumen ”Keputusan CCPKT tentang RBKP” yang diambil bulan Agustus 1966, jelas dinyatakan tujuan dari RBKP : ”Dewasa ini, tujuan kita adalah ber-juang melawan dan menggulingkan orang-orang berkuasa yang mengambil jalan kapitalis, mengkritik dan menolak ”otoritas” kaum akademis borjuis reaksio-ner dan ideologi dari klas borjuasi dan semua klas penghisap lainnya, dan me-ngubah pendidikan, sastra dan seni dan semua bagian lain dari bangunan atas yang tidak sesuai dengan dasar ekonomi sosialis, sehingga memudahkan kon-solidasi dan perkembangan dari sistim sosialis

 

Sudah tentu kaum remo yang menang dan berkuasa menyalahkan RBKP, karerna RBKP memang menyasar mereka sebagai musuhnya... Logis, kan!! Agen remo berpihak kepada kaum remo/kapitalis yang mengalahkan RBKP!!! Tapi kemunafikannya itu yang tak dapat dia bantah.. Mengutip Mao, kalau perlu, tapi menghilangkan Mao kalau tdk menguntungkan!!! Dan ingat kaum remo tidak hanya menentang RBKPnya Mao, mereka menentang sejak dijalankannya reform agraria, karena memang menginginkan kapitalisme!! Hanya otak remo yang sudah karatan bisa menerima kepalsuan dan kebusukan...

9D41707E0E564829ABF82AC6DE6B4568.jpg

Tatiana Lukman

unread,
Jul 14, 2021, 6:53:35 AM7/14/21
to Chan CT, GELORA45_In

Muji-muji Mao hanya untuk polesan bibir saja!! Nggak perlu  puji-puji Mao didepan orang yang ingin dengan konsekwen belajar fikiran Mao..Dikiranya orang seperti saya nggak tahu tentang keberanian dan keberhasilan Mao dalam memimpin revolusi Tiongkok dan pembangunan sosialisme!! Mao bukan saja berhasil memenangkan revolusi Demokrasi Baru, tapi juga berhasil dalam pembangunan sosialisme yang kaum remo Deng serta antek-anteknya dicemooh sebagai perataan kemiskinan!! Siapa yang tidak tahu ML dan Fik Mao harus diterapkan sesuai dengan kondisi kongkrit, TAPI MAO JUGA MENGINGATKAN AKAN BAHAYANYA REVISIONISME YANG MENYERANG SARI PATI MARXISME!! APA SALAH SATU SARI PATI MARXISME: PERJUANGAN KELAS!!!

 

Coba bandingkan dengan generasi muda Maois yang belajar fikiran Mao seperti yang diceritakan Li Yuan!! Yang mereka ajukan justru , PERJUANGAN KELAS, ANALISA KELAS SIAPA MUSUH KITA DAN SIAPA KAWAN KITA…TAPI JUSTRU INILAH YANG DITINGGALKAN OLEH KAUM REVISIONIS SERTA PARA ANTEK-ANTEKNYA!!

 

Oh, jangan heran, kalua agen remo akan berkelit dengan emngatakan mereka itu Maois palsu, dogmatis, pengacau, etc……Silahkan menggonggong terus mereka yang bersedia jadi the chinese monopoly capitalist dogs!!!

 

Dan nggak perlu mengkontradiksikan Mao dan Stalin!!! Apa hubungannya dengan tema yang sedang dibicarakan!!! Biasalah,, debat kusir…mengalihkan perhatian…

9D41707E0E564829ABF82AC6DE6B4568.jpg

Chan CT

unread,
Jul 14, 2021, 9:17:46 PM7/14/21
to GELORA45_In, Tatiana Lukman
Bagaimana bisa dibilang muji-muji Mao hanya dibibir, kalau kenyataan gambar Mao masih terpajang di Tian An Men, dari patung Mao yang beraneka ragam dan begitu buuuaaanyaknya di setiap propinsi dibangun dimasa RBKP itu, tidak satupun patung Mao roboh, ... setiap tahun 2X diperingati (Hari lahir dan hari meninggal) dengan berbagai acara yang diikuti rakyat banyak diseluruh Tiongkok! Dari Deng sampai Xi, selalu menyerukan tetap menjadikan FMTT ideologi pembimbing PKT dan rakyat Tiongkok, ...! Hanya segelintir “Maois” gadungan itulah yang terpeental keluar dari PKT bahkan keluar dari wilayah Tiongkok berkoar-koar yang tidak-tidak, ... dan diyakini kebenarannya oleh nenek yang satu ini!
 
Ini nenek tidak bedanya dengan nenek pemakan sirih, setiap hari kerjanya duduk merenung didepan pintu sambil mengunyah-ngunyah sirihnya sampai mulut berbusa merah, ... menyemburkan ludah berwarna merah itu! Tapi yang jelas giginya sudah jadi HITAM! Hehehee, ... Mari, kita lihat kali ini masalah apa yang diangkat:
 
Perjuangan klas adalah kenyataan yang tidak bisa disangkal adanya oleh siapapun! Yang jadi masalah, perjuangan klas, yang merupakan kesatuan dari segi-segi yang bertentangan, kapitalis dan buruh itu, TIDAK mesti dibenturkan dan diantagoniskan tak terdamaikan, atau dengan kata lain salah satu harus mati, kalau tidak buruh nya mati, katilis nya mati! TIDAK BEGITU kenyataan yang terjadi didalam masyarakat dimana kita hidup! Justru sebaliknya, dijaman kapitalisme dimana HARUS kita lalui sekarang ini, setelah klas BURUH dibawah pimpinan PKT berhasil merebut kekuasan, justru harus berusaha keras menemukan kebijakan untuk mendamaikan, dengan kebijakan disatu pihak tetap memperkenankan kapitalis tumbuh berkembang dengan baik, dipihak lain meningkatkan kesejahteraan buruh/karyawan juga lebih baik, ... mendorong maju perkembangan ekonomi nasional lebih cepat dan lebih baik! Ini pertama.
 
Kedua, bagaimanapun juga kapitalis-kapitalis itu manusia normal juga, yang kenyataan ada yang baik-baik, sebagaimana mayoritas umat manusia umumnya, tentu juga ada kapitalis serakah dan jahat! Yaaa, ... kapitalis-kapitalis nakal yang serakah dan kejam itu saja ditindak tegas dan dijatuhi sanksi saja sesuai HUKUM yang berlaku! Karena dalam kenyataan ditengah masyarakat nyata, dimana saja! Baik di Indonesia maupun di Tiongkok, kita bisa menemukan kapitalis-kapitalis yang berjiwa sosial, berjiwa nasionalis dan, ... cukup manusiawi! Baik ketika masa revolusi maupun dimana damai sekarang ini. Bahkan Mao tidak segan-segan menyatakan, tanpa bantuan kapitalis yang nasionalis itu, perjuangan rakyat Tiongkok akan kesulitan bisa mencapai kemenangan! Deng setelah jalankan “Reformasi dan Keterbukaan” juga bilang begitu, tanpa bantuan kapitalis-kapitalis ekonomi nasional sulit mencapai kemajuan pesat, ...!
 
Perhatikan saja, dimasa Soekarno kita kenal ada kapitalis asal Aceh bernama Teuku Markam, penyumbang emas Tugu Monas, dimasa G30S ditangkap hanya karena Soekarnois, setelah keluar penjara TETAP menjalankan usaha menampung buuuaaanyak eks. TAPOL! Kenapa kapitalis macam begini harus dihajar dan dibasmi? Di Tiongkok dimasa revolusi juga ada kapitalis bernama Rong Yi Ren, yang kemudian menjadi wk. Presiden RRT. Banyak membantu perjuangan revolusi Tiongkok, kenapa mesti dihajar dan dibasmi kapitalis macam begini? Kenapa tidak perhatikan, kenyataan boss pendiri Huawei, Ren Zhengfei yang asal keluarga miskin itu, BERHASIL membangun perusahaan begitu besar dengan karyawan 180 ribu dan berani menantang embargo im perialisme AS, tetap bertahan untuk meneruskan usaha dengan semangat berdikari, kenapa harus dihajar dan dibasmi? Apa salahnya pemerintah Tiongkok ikut mendukung dan membantu usaha mereka melawan imperialisme AS??? Jadi bersekongkol dengan kapitalis-monopoli??? Tentu saja TIDAK!
 
Ketiga, TETAP HARUS ingat, yang lebih berbahaya dan tetap harus waspada menghadapi negara kapitalis dan imperialisme didunia yang PASTI melancarkan subversif, berusaha keras menggulingkan kekuasaan Rakyat yang sudah tegak berdiri itu! Untuk menghadapi negara-negara kapitalis itu hanya kapitalisme Negara itulah yang bisa dan berkemampuan melawan! Inilah kenyataan yang terjadi dan bisa kitga saksikan bersama RRT makin jaya dan perkasa diusia 100 tahun dan akan berlanjut memasuki 100 tahun ke-2, tahun 2049, Tiongkok menjadi satu negara SOSIALISME yang makmur dan kuat, ...!
 
 
 
Sent: Wednesday, July 14, 2021 6:53 PM
Subject: RE: [GELORA45] Fw: Dahlan Iskan: Komunis Kucing
 

Muji-muji Mao hanya untuk polesan bibir saja!! Nggak perlu  puji-puji Mao didepan orang yang ingin dengan konsekwen belajar fikiran Mao..Dikiranya orang seperti saya nggak tahu tentang keberanian dan keberhasilan Mao dalam memimpin revolusi Tiongkok dan pembangunan sosialisme!! Mao bukan saja berhasil memenangkan revolusi Demokrasi Baru, tapi juga berhasil dalam pembangunan sosialisme yang kaum remo Deng serta antek-anteknya dicemooh sebagai perataan kemiskinan!! Siapa yang tidak tahu ML dan Fik Mao harus diterapkan sesuai dengan kondisi kongkrit, TAPI MAO JUGA MENGINGATKAN AKAN BAHAYANYA REVISIONISME YANG MENYERANG SARI PATI MARXISME!! APA SALAH SATU SARI PATI MARXISME: PERJUANGAN KELAS!!!

 

Coba bandingkan dengan generasi muda Maois yang belajar fikiran Mao seperti yang diceritakan Li Yuan!! Yang mereka ajukan justru , PERJUANGAN KELAS, ANALISA KELAS SIAPA MUSUH KITA DAN SIAPA KAWAN KITA…TAPI JUSTRU INILAH YANG DITINGGALKAN OLEH KAUM REVISIONIS SERTA PARA ANTEK-ANTEKNYA!!

 

Oh, jangan heran, kalua agen remo akan berkelit dengan emngatakan mereka itu Maois palsu, dogmatis, pengacau, etc……Silahkan menggonggong terus mereka yang bersedia jadi the chinese monopoly capitalist dogs!!!

 

Dan nggak perlu mengkontradiksikan Mao dan Stalin!!! Apa hubungannya dengan tema yang sedang dibicarakan!!! Biasalah,, debat kusir…mengalihkan perhatian…

 

Sent from Mail for Windows 10

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages