Akhirnya Bisa Kembali ke Bangku Sekolah, 125 Pelajar dari Indonesia Mendarat di Guangzhou

1 view
Skip to first unread message

Chan CT

unread,
Sep 8, 2022, 10:27:31 PM9/8/22
to GELORA45_In

Akhirnya Bisa Kembali ke Bangku Sekolah, 125 Pelajar dari Indonesia Mendarat di Guangzhou

- Kamis, 8 September 2022 | 15:56 WIB
Akhirnya bisa kembali ke bangku sekolah, 125 pelajar dari Indonesia mendarat di Guangzhou (ANTARA/HO-KBRI Beijing)
Akhirnya bisa kembali ke bangku sekolah, 125 pelajar dari Indonesia mendarat di Guangzhou (ANTARA/HO-KBRI Beijing)

SINAR HARAPAN - PESAWAT carter milik maskapai Citilink yang mengangkut 125 pelajar dari Indonesia mendarat di Guangzhou di wilayah selatan China, Rabu 7 September 2022 malam.

Pesawat bernomor penerbangan QG-8824 tersebut mendarat di Bandar Udara Internasional Baiyun, 
Guangzhou, Provinsi Guangdong, pada pukul 22.30 waktu setempat (21.30 WIB) setelah melakukan penerbangan enam jam lebih dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

"Alhamdulillah, akhirnya anak-anak sudah tiba lagi di Beijing," kata Atase Pendidikan dan Kebudaayaan pada Kedutaan Besar di Beijing, Yaya Sutarya.

Ia merasa senang karena perjuangan selama beberapa tahun terakhir untuk bisa mengembalikan para 
pelajar Indonesia ke China membuahkan hasil melalui kerja keras, termasuk melobi otoritas China.

Baca Juga: Sudah Mandek Satu Tahun Lamanya, Repatriasi 190 Pelajar Indonesia Akhirnya Mulai Ada Ujung Pangkalnya

Sampai saat ini otoritas China masih menerapkan kontrol ketat antipandemi COVID-19, sesuai dengan kebijakan nol kasus secara dinamis.

Para 
pelajar
 tersebut sebelum bertolak menuju China, diwajibkan karantina di salah satu hotel di Jakarta Utara selama tiga hari dan dua kali tes PCR.

Semula yang terdaftar dalam penerbangan QG-8824 sebanyak 153 orang. Namun karena hasil tes PCR-nya ada yang positif, maka hanya 125 orang yang dinyatakan layak terbang setelah mengantongi kode kesehatan dari Kedutaan China di Jakarta.

Selebihnya, yang hasil tes positif tersebut, tidak bisa terbang dan diharuskan menunggu kesempatan berikutnya setelah hasil tes negatif dalam tempo tertentu.

Baca Juga: Permudah Pengurusan Beasiswa untuk Pelajar, KBRI Beijing Buka Layanan Kekonsuleran Pendidikan

Setiba di Guangzhou, 125 pelajar tersebut wajib menjalani tes karantina terpusat selama 10 hari dan melaksanakan tes PCR setiap dua hari sekali.

Jika hasil tes negatif selama masa karantina di 
Guangzhou, maka diizinkan untuk melanjutkan perjalanan ke kota-kota lain di China sesuai tempat mereka berasal.

Para 
pelajar tersebut telah mengantongi visa yang dikeluarkan oleh Kedutaan China secara selektif sesuai dengan usulan dari KBRI Beijing, Kementerian Luar Negeri RI, dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Kedatangan 125 
pelajar Indonesia tersebut merupakan gelombang pertama. Semula tujuan penerbangan ke Chengdu di wilayah barat daya China.

Baca Juga: Kemlu Benarkan 2 Pelajar Indonesia Meninggal di AS dan Kanada

Namun karena ibu kota Provinsi Sichuan tersebut dilanda gelombang terbaru COVID-19, maka tujuan pendaratan pesawat Citilink dialihkan ke Guangzhou.

"Mudah-mudahan nanti ada gelombang berikutnya karena banyak sekali 
pelajar Indonesia yang belum bisa kembali ke China," kata Yaya.

Diperkirakan jumlah 
pelajar Indonesia yang studi di China mencapai angka 14.000 orang.

Sebagian besar dari mereka belum bisa kembali ke China sejak pertama kali terjadi pandemi COVID 19 pada liburan semester musim dingin tahun 2020.***

Editor: Rosi Maria

Sumber: Antara

 
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages