Mengapa IPO Semut Dilarang!

45 views
Skip to first unread message

Chan CT

unread,
Nov 18, 2020, 11:22:16 PM11/18/20
to GELORA45_In

Mengapa IPO Semut Dilarang!

ChanCT – HK, 19-11-2020

Semut

Sekalipun saya tidak paham ekonomi, finansial, cukup menarik apa yang terjadi dengan pembatalan IPO Grup Semut Finansial, apa sesungguhnya yang terjadi? Ada baiknya saya coba merangkup beberapa tulisan dan video yang mengulas masalah GSF di meksos yang saya ikuti terakhir ini. Sekadar bahan pertimbangan saja. Mudah2an bermanfaat, …

Biro Pengawas Regulasi Teknologi Finansial Tiongkok, tgl. 3 Nopember mengumumkan keputusan “Sementara Menghentikan rencana IPO Grup Semut Finansial”, sesaat setelah melangsungkan pertemuan dengan pimpinan GSF, yang dinyatakan tidak memenuhi persyaratan IPO dan telah terjadi pelanggaran Ketentuan No.26 dan No.60 Ketentuan Biro Pengawas Regulasi Teknologi Finansial Shanghai-Tiongkok.

Patut diperhatikan, regulator Tiongkok saat menghentikan rencana IPO Grup Semut senilai $ 35 miliar. Namun transaksi IPO yang begitu besar antusias “MEMBELI” saham Grup Semut betul-betul menjebol rekor dunia saham yang BELUM pernah terjadi selama ratusan tahun pasar saham didunia! Menurut pencatatan biro saham Hongkong dan Shanghai mencapai sekitar AS$3Triliun, … melebihi ketentuan 76 miliar atau lebih dari 284 kali batas penertiban awal IPO dan, berdasarkan pencatatan perusahaan teknologi keuangan ini akan membawa nilai pasarnya menjadi sekitar US$315 miliar, melebihi JPMorgan Chase dan empat kali lebih besar dari Goldman Sachs.! Rekor tertinggi! Betul-betul sudah GILAAA, … kata banyak orang.

Pembatalan IPO Grup Semut Finansial yang semula akan diresmikan tgl. 5 Nopember dengan kode: 688688, dengan sendirinya cukup menggemparkan. Tiba-tiba saja Grup Alibaba di pasar saham AS dalam semalam kehilangan nilai lebih dari $68 miliar.

Seorang netizen mengomentari, sekalipun kerugian yang menimpa Grup Semut Financial di Tiongkok demikian cukup berat, tapi, pembatalan IPO GSF harus dikatakan TIDAK menyeret Tiongkok kejeblols dalam “jebakan” yang mematikan, dengan demikian juga membuyarkan mimpi-indah Amerika Serikat mendapat kesempatan menggempur finansial Tiongkok!

Coba perhatikan, pada saat pemerintah AS kewalahan mengatasi pandemi Corona yang merebak dan mengakibatkan Trump harus mencetak dollar lebih banyak lagi, ... Justru disaat AS menjalankan suku bunga 0%, nampak arus dollar mengalir cukup deras membeli saham Grup Semut Finansial! Dengan harapan begitu nilai saham Grup Semut naik bisa dilepas dan meraih keuntungan, … lumayan!

Sementara berita memperkirakan lebih 30% saham Grup Semut Finansial itu menjadi modal Amerika, hampir 20% modal Jepang! Sedang modal Alibaba dan Tiongkok sendiri hanya sekitar 30% saja. Tentu sampai dimana keakuratan berita tsb. tidak jelas! Tidak ada pemberitaan resmi.

Tapi, bisa diperkirakan, begitu FED mengumumkan akan menaikan suku bungan dollar AS, terjadilah dampak serius bagi GSF, bagaikan TSUNAMI menerjang, akan terjadi secara besar-besaran menarik keluar saham Grup Semut itu kembali ke AS dan mungkin juga Jepang! Bukankah dengan demikian Balon-sabun Grup Semut Finansial yang sudah menggelembung lebih ratusan kali-lipat itu akan pecah, MELEDAK! Dan, tentunya daya ledak ratusan kali lebih dahsyat dibanding ledakan krismon yang dihadapi Amerika ditahun 2008! Itulah dampak parah, sangat PARAH bagi finansial Tiongkok, kalau membiarkan IPO GSF, tidak beda dengan membiarkan “SEMUT di Hot Pot!”

Masalahnya mengapa pasar saham bisa gila seperti kehilangan nalar sehat membeli saham Grup Semut sampai begitu dahsyat, …? Itukah kecerdasan Jack Ma dengan Alibaba nya dalam “penemuan” dan pengembangan dengan digital transaksi finansial yang terjadi dijaman modern ini?

Jack Ma dan CEO GSF, Jin Xian Dong dengan bangga dan sesumbar menyatakan mereka sedang menjalankan “Revolusi Finansial Masa Depan” untuk mendorong maju usaha nasional Tiongkok dan dunia dengan kecepatan tinggi, … Yaitu, dengan menggunakan teknologi Big Data bisa memperlancar pemberian kredit pada UKM. Tanpa harus ada pemeriksaan konsumen berkemampuan membayar kredit yang diberikan, bahkan tanpa harus ada agunan yang memadai! Jadi, meninggalkan tradisi lama yang menempatkan Bank tidak beda dengan sistem Penggadaian yang sudah kuna dan terbelakang itu.

Mereka pun menyatakan dengan bangga, bahwa penemuan yang dijalankan itu sesuai dengan prinsip Jalan Sosialisme, secara berangsur akan terjadi penghilangan peran “kapital” perseorangan, karena “kapital” berubah menjadi milik bersama, milik kolektif didalam Big Data itu, …

Namun mereka lupa, ditengah masyarakat masih ada sementara orang nakal yang memang bermaksud jahat, setiap saat bisa menggondol kredit yang didapatkan dan menghilang tak berbekas, … seandainya kredit yang dikucurkan itu tidak melebihi jumlah saham GSF atau hanya lebih 10 Kali lipat. Tapi, persoalan menjadi lebih serius karena nilai saham GSF sesungguhnya sudah menggelembung lebih 10 Kali lipat saat IPO, sedang jumlah kredit yang dikucurkan itu bisaa 100 kali lipat melebihi kemampuan GSF sesungguhnya! Siapa yang harus menanggung?

Melihat perkembangan Grup Semut Finansial yang hanya mendapatkan ijin operasi di Chong Qing, ternyata telah menyebar luas dibanyak kota besar diseluruh negeri. Makin besar dan makin banyak kredit yang dikucurkan tentu makin besar resiko yang dihadapi! Jangan lupa kredit sebegitu banyak yang dikucurkan itu tidak ada agunan, artinya semua hutang itu hanya berdasarkan “kepercayaan”, "reputasi" saja! Entah kapan gelembung balon sabun itu meledak saja dan orang banyak pemilik saham Grup Semut Finansial itu jadi KORBAN, …!

Kalau saja di Amerika ketika itu konsumen dikibuli dengan bermacam taktik yang sengaja memberikan jumlah pinjaman tinggi dengan suku bunga tinggi dan jelas tidak mampu membayar kredit. Dengan harapan jika terjadi gagal bayar kredit, masih ada bangkai didapat dengan menyita agunan rumah mereka. Sedang Grup Semut menjadi lebih celaka, karena tidak ada agunan yang disita untuk membayar gagal kredit mereka, …

Keuntungan Grup Semut terutama berasal dari pinjaman konsumen di Tiongkok-utara, serta pinjaman komersial yang dipinjamkan ke pedagang WeChat, sehingga populer di kalangan konsumen. Kenyataan dimasyarakat Tiongkok, tidak mudah mendapatkan pinjaman dari bank, terutama untuk pedagang kecil. Celah inilah yang digunakan baik-baik dan dikembangkan Grup Semut.

Dari beberapa sumber di medsos juga bisa diketahui, cukup banyak orang, pengusaha kecil-menengah diuntungkan dengan kemudahan mendapatkan kredit dari Grup Semut, bayangkan TANPA HARUS ada agunan yang memadai bisa mendapatkan “pinjaman” dari puluhan ribu sampai ratusan ribu Yuan! Bahkan ada konsumen yang sudah berulangkali membayar kredit tepat waktu, akhirnya berhasil mendapat kridit tambahan sampai jutaan Yuan!

Kemudahan kredit dari GSF dalam kenyataan cukup mempercepat perkembangan UKM di Tiongkok, mendapatkan sambutan sekalipun harus membayar administrasi dan suku bunga sedikit lebih mahal dari kredit yang didapatkan dari bank resmi!

Lalu, bagaimanakah regulasi Grup Semut bisa memberi kredit jauh lebih besar dari keuangan yang ada sesungguhnya? Sementara medsos mengungkap, Jack Ma menggunakan cara pengulangan kredit diatas kredit, GSF membuat peringkat kredit cukup tinggi dengan penggunaan surat berharga komersial sebagai sumber pembiayaan, karena lebih murah daripada menggunakan sumber pembiayaan dari pinjaman bank. Sehingga surat berharga inilah yang dianggap alternatif sumber pembiayaan, ... untuk mengucurkan kredit berikut.

Disamping itu dengan dikuasainya teknologi internet dan teknologi Digital “Big Data”, Jack Ma dengan Alibaba nya berhasil menguasai ePasar, eBuy, eMoney, ePay tidak hanya di Tiongkok daratan, tapi juga merambah kedunia internasional. Akibatnya, praktis dunia medsos juga dikuasai Alibaba dengan baik, maka dengan terjadi monopoli dunia internet, orang sulit mendengarkan cacad atau kesalahan dan kebusukan yang terjadi di Grup Alibaba dan Grup Semut, yang terdengar hanyalah berita yang baik-baik dan keunggulan dan manfaatnya saja! Termakanlah rakyat Tiongkok bahkan rakyat didunia akan keheibatan dan kebaikan Grup Alibaba dan Grup Semut itu. Termasuk sementara pejabat pun memberikan pujian tinggi pada Jack Ma sudah terjadi. Diskusi dan perdebatan “Revolusi Finansial Masa Depan” cukup sengitpun tidak terhindarkan. Tidak sedikit orang tergiur dengan kecepatan membumbung tingginya NILAI saham Grup Semut dan pihak lain yang jernih melihat resiko dan bahaya mengancam setiap saat akan meledak, …

Yang dikejar pemerintah Tiongkok bukanlah kapitalisme liberal, tetapi kapitalisme negara! Dimana pemerintah tetap pegang kendali ekonomi nasional! Pemerintah tetap berkemampuan mengendalikan dan mendisiplin kapitalis-kapitalis TUNDUK mentaati UU dan ketentuan yang ditetapkan!

Dalam menjalankan ekonomi pasar, juga tetap berprinsip pada ekonomi nyata, mengutamakan ekonomi produktif bagi kepentingan rakyat banyak, bukan ekonomi-semu didunia saham! Tidak akan membiarkan keuntungan bagi segelintir kapitalis dengan menerjang resiko merugikan rakyat banyak! Kepentingan RAKYAT harus diutamakan dan dilindungi, … Inilah sebab utama mengapa IPO Grup Semut Finansial di BATALKAN!

 

Semut[1].png
ChanCT_IPOSemutDilarang.pdf

nesare

unread,
Nov 19, 2020, 10:39:50 AM11/19/20
to Chan CT, GELORA45_In

Chan: Dalam menjalankan ekonomi pasar, juga tetap berprinsip pada ekonomi nyata, mengutamakan ekonomi produktif bagi kepentingan rakyat banyak, bukan ekonomi-semu didunia saham! Tidak akan membiarkan keuntungan bagi segelintir kapitalis dengan menerjang resiko merugikan rakyat banyak! Kepentingan RAKYAT harus diutamakan dan dilindungi, … Inilah sebab utama mengapa IPO Grup Semut Finansial di BATALKAN!

 

Nesare: saya mencoba mengerti kesimpulan bung ini. Bung berpendapat pemerintah RRT membatalkan/memperlambat IPO Semut karena pemerintah RRT tidak mau menerapkan ekonomi liberal. Jack Ma ngomongnya lain. Dia bilang regulator/pemerintah itu lelet/lamban:

Chinese-run banking industry had a "pawn shop mentality", implying that the government is too risk averse and slow to innovate. Memang presiden Xi yg ksh perintah utk menuda IPO Semut ini.

 

Mari kita simak. IPO itu membuka perusahaan swasta menjadi perusahaan public/umum. Artinya ini ada aliran dana, ada perantara IB/investment banking, PE/private equity, hedge fund dan semua ini adalah pelaku di dunia finance. RRT sdh dari dulu berkeinginan menaikkan shanghai sbg pusat keuangan menggantikan hong kong. Finance ini kapitalisme krn arus dana/duit dalam investasi itu tdk bisa diganggu oleh pemerintah. Pemerintah hanya sbg regulator. Kalau Xi mau memasukkan unsur sosialisme didalam finance ini bagaimana caranya? Misalnya RRT bilang kalau mau IPO harus kasih sekian persen sahamnya ke RRT (utk didistribusikan ke rakyat banyak) sbg bentuk sosialisme nya. Pertanyaannya siapa/investor mana yg mau kasih duitnya kepemerintah RRT ini? Perusahaan IPO itu krn mau cari dana, malah disuruh ngasih dana ke pemerintah/rakyat? Tidak ada logikanya jalannya finance itu.

 

Disini cobaan utk negara 2 sistem ini, bagaimana menggabungkan sosialisme dan kapitalisme.

Dengan menunda IPO Semut ini dunia ketar ketir melihat tindak tanduk RRT dalam dunia finance ini.

 

Mari kita lihat apa yg akan dilakukan oleh Xi.

Terus terang saya skeptikal dari tindakan Xi menunda IPO Semut ini. Takutnya akan menjadi boomerang pasar keuangan shanghai yg sdh dari dulu setengah mati diberdayakan oleh pemerintah RRT. Ingat juga bahwa IPO terbesar didunia itu ada di RRT: Alibaba, agbank, ICBC. Yg lain yg gede itu diusa: GM, visa, facebook dll. Di jepang ada Docomo.

 

Kenapa Alibaba, agbank, ICBC diperbolehkan dulunya, dan sekarang Ant tdk boleh? Ini yg harus dipikirkan Xi.

 

Nesare

Disamping itu dengan dikuasainya teknologi internet dan teknologi Digital “Big Data”, Jack Ma dengan Alibaba nya berhasil menguasai ePasar, eBuy, eMoney, ePay tidak hanya di Tiongkok daratan, tapi juga merambah kedunia internasional. Akibatnya, praktis dunia medsos juga dikuasai Alibaba dengan baik, maka dengan terjadi monopoli dunia internet, orang sulit mendengarkan cacad atau kesalahan dan kebusukan yang terjadi di Grup Alibaba dan Grup Semut, yang terdengar hanyalah berita yang baik-baik dan keunggulan dan manfaatnya saja! Termakanlah rakyat Tiongkok bahkan rakyat didunia akan keheibatan dan kebaikan Grup Alibaba dan Grup Semut itu Termasuk sementara pejabat pun memberikan pujian tinggi pada Jack Ma sudah terjadi. Diskusi dan perdebatan “Revolusi Finansial Masa Depan” cukup sengitpun tidak terhindarkan. Tidak sedikit orang tergiur dengan kecepatan membumbung tingginya NILAI saham Grup Semut dan pihak lain yang jernih melihat resiko dan bahaya mengancam setiap saat akan meledak, …

Yang dikejar pemerintah Tiongkok bukanlah kapitalisme liberal, tetapi kapitalisme negara! Dimana pemerintah tetap pegang kendali ekonomi nasional! Pemerintah tetap berkemampuan mengendalikan dan mendisiplin kapitalis-kapitalis TUNDUK mentaati UU dan ketentuan yang ditetapkan!

Dalam menjalankan ekonomi pasar, juga tetap berprinsip pada ekonomi nyata, mengutamakan ekonomi produktif bagi kepentingan rakyat banyak, bukan ekonomi-semu didunia saham! Tidak akan membiarkan keuntungan bagi segelintir kapitalis dengan menerjang resiko merugikan rakyat banyak! Kepentingan RAKYAT harus diutamakan dan dilindungi, … Inilah sebab utama mengapa IPO Grup Semut Finansial di BATALKAN!

 

--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/66B09D0E26A142828A7BDFC3D6102934%40A10Live.

image001.png

nesare

unread,
Nov 19, 2020, 11:01:11 AM11/19/20
to GELORA45_In

Chan: Dalam menjalankan ekonomi pasar, juga tetap berprinsip pada ekonomi nyata, mengutamakan ekonomi produktif bagi kepentingan rakyat banyak, bukan ekonomi-semu didunia saham! Tidak akan membiarkan keuntungan bagi segelintir kapitalis dengan menerjang resiko merugikan rakyat banyak! Kepentingan RAKYAT harus diutamakan dan dilindungi, … Inilah sebab utama mengapa IPO Grup Semut Finansial di BATALKAN!

 

Nesare: saya mencoba mengerti kesimpulan bung ini. Bung berpendapat pemerintah RRT membatalkan/memperlambat IPO Semut karena pemerintah RRT tidak mau menerapkan ekonomi liberal. Jack Ma ngomongnya lain. Dia bilang regulator/pemerintah itu lelet/lamban:

Chinese-run banking industry had a "pawn shop mentality", implying that the government is too risk averse and slow to innovate. Memang presiden Xi yg ksh perintah utk menuda IPO Semut ini.

 

Mari kita simak. IPO itu membuka perusahaan swasta menjadi perusahaan public/umum. Artinya ini ada aliran dana, ada perantara IB/investment banking, PE/private equity, hedge fund dan semua ini adalah pelaku di dunia finance. RRT sdh dari dulu berkeinginan menaikkan shanghai sbg pusat keuangan menggantikan hong kong. Finance ini kapitalisme krn arus dana/duit dalam investasi itu tdk bisa diganggu oleh pemerintah. Pemerintah hanya sbg regulator. Kalau Xi mau memasukkan unsur sosialisme didalam finance ini bagaimana caranya? Misalnya RRT bilang kalau mau IPO harus kasih sekian persen sahamnya ke RRT (utk didistribusikan ke rakyat banyak) sbg bentuk sosialisme nya. Pertanyaannya siapa/investor mana yg mau kasih duitnya kepemerintah RRT ini? Perusahaan IPO itu krn mau cari dana, malah disuruh ngasih dana ke pemerintah/rakyat? Tidak ada logikanya jalannya finance itu.

 

Disini cobaan utk negara 2 sistem ini, bagaimana menggabungkan sosialisme dan kapitalisme.

Dengan menunda IPO Semut ini dunia ketar ketir melihat tindak tanduk RRT dalam dunia finance ini.

 

Mari kita lihat apa yg akan dilakukan oleh Xi.

Terus terang saya skeptikal dari tindakan Xi menunda IPO Semut ini. Takutnya akan menjadi boomerang pasar keuangan shanghai yg sdh dari dulu setengah mati diberdayakan oleh pemerintah RRT. Ingat juga bahwa IPO terbesar didunia itu ada di RRT: Alibaba, agbank, ICBC. Yg lain yg gede itu diusa: GM, visa, facebook dll. Di jepang ada Docomo.

 

Kenapa Alibaba, agbank, ICBC diperbolehkan dulunya, dan sekarang Ant tdk boleh? Ini yg harus dipikirkan Xi.

 

Nesare

 

From: gelor...@googlegroups.com <gelor...@googlegroups.com> On Behalf Of Chan CT
Sent: Wednesday, November 18, 2020 11:22 PM
To: GELORA45_In <Gelor...@googlegroups.com>
Subject: [GELORA45] Mengapa IPO Semut Dilarang!

 

Mengapa IPO Semut Dilarang!

ChanCT – HK, 19-11-2020

Semut

Sekalipun saya tidak paham ekonomi, finansial, cukup menarik apa yang terjadi dengan pembatalan IPO Grup Semut Finansial, apa sesungguhnya yang terjadi? Ada baiknya saya coba merangkup beberapa tulisan dan video yang mengulas masalah GSF di meksos yang saya ikuti terakhir ini. Sekadar bahan pertimbangan saja. Mudah2an bermanfaat, …

Biro Pengawas Regulasi Teknologi Finansial Tiongkok, tgl. 3 Nopember mengumumkan keputusan “Sementara Menghentikan rencana IPO Grup Semut Finansial”, sesaat setelah melangsungkan pertemuan dengan pimpinan GSF, yang dinyatakan tidak memenuhi persyaratan IPO dan telah terjadi pelanggaran Ketentuan No.26 dan No.60 Ketentuan Biro Pengawas Regulasi Teknologi Finansial Shanghai-Tiongkok.

Patut diperhatikan, regulator Tiongkok saat menghentikan rencana IPO Grup Semut senilai $ 35 miliar. Namun transaksi IPO yang begitu besar antusias “MEMBELI” saham Grup Semut betul-betul menjebol rekor dunia saham yang BELUM pernah terjadi selama ratusan tahun pasar saham didunia! Menurut pencatatan biro saham Hongkong dan Shanghai mencapai sekitar AS$3Triliun, … melebihi ketentuan 76 miliar atau lebih dari 284 kali batas penertiban awal IPO dan, berdasarkan pencatatan perusahaan teknologi keuangan ini akan membawa nilai pasarnya menjadi sekitar US$315 miliar, melebihi JPMorgan Chase dan empat kali lebih besar dari Goldman Sachs.! Rekor tertinggi! Betul-betul sudah GILAAA, … kata banyak orang.

Pembatalan IPO Grup Semut Finansial yang semula akan diresmikan tgl. 5 Nopember dengan kode: 688688, dengan sendirinya cukup menggemparkan. Tiba-tiba saja Grup Alibaba di pasar saham AS dalam semalam kehilangan nilai lebih dari $68 miliar.

Seorang netizen mengomentari, sekalipun kerugian yang menimpa Grup Semut Financial di Tiongkok demikian cukup berat, tapi, pembatalan IPO GSF harus dikatakan TIDAK menyeret Tiongkok kejeblols dalam “jebakan” yang mematikan, dengan demikian juga membuyarkan mimpi-indah Amerika Serikat mendapat kesempatan menggempur finansial Tiongkok!

Coba perhatikan, pada saat pemerintah AS kewalahan mengatasi pandemi Corona yang merebak dan mengakibatkan Trump harus mencetak dollar lebih banyak lagi, ... Justru disaat AS menjalankan suku bunga 0%, nampak arus dollar mengalir cukup deras membeli saham Grup Semut Finansial! Dengan harapan begitu nilai saham Grup Semut naik bisa dilepas dan meraih keuntungan, … lumayan!

Sementara berita memperkirakan lebih 30% saham Grup Semut Finansial itu menjadi modal Amerika, hampir 20% modal Jepang! Sedang modal Alibaba dan Tiongkok sendiri hanya sekitar 30% saja. Tentu sampai dimana keakuratan berita tsb. tidak jelas! Tidak ada pemberitaan resmi.

Tapi, bisa diperkirakan, begitu FED mengumumkan akan menaikan suku bungan dollar AS, terjadilah dampak serius bagi GSF, bagaikan TSUNAMI menerjang, akan terjadi secara besar-besaran menarik keluar saham Grup Semut itu kembali ke AS dan mungkin juga Jepang! Bukankah dengan demikian Balon-sabun Grup Semut Finansial yang sudah menggelembung lebih ratusan kali-lipat itu akan pecah, MELEDAK! Dan, tentunya daya ledak ratusan kali lebih dahsyat dibanding ledakan krismon yang dihadapi Amerika ditahun 2008! Itulah dampak parah, sangat PARAH bagi finansial Tiongkok, kalau membiarkan IPO GSF, tidak beda dengan membiarkan “SEMUT di Hot Pot!”

Masalahnya mengapa pasar saham bisa gila seperti kehilangan nalar sehat membeli saham Grup Semut sampai begitu dahsyat, …? Itukah kecerdasan Jack Ma dengan Alibaba nya dalam “penemuan” dan pengembangan dengan digital transaksi finansial yang terjadi dijaman modern ini?

Jack Ma dan CEO GSF, Jin Xian Dong dengan bangga dan sesumbar menyatakan mereka sedang menjalankan “Revolusi Finansial Masa Depan” untuk mendorong maju usaha nasional Tiongkok dan dunia dengan kecepatan tinggi, … Yaitu, dengan menggunakan teknologi Big Data bisa memperlancar pemberian kredit pada UKM. Tanpa harus ada pemeriksaan konsumen berkemampuan membayar kredit yang diberikan, bahkan tanpa harus ada agunan yang memadai! Jadi, meninggalkan tradisi lama yang menempatkan Bank tidak beda dengan sistem Penggadaian yang sudah kuna dan terbelakang itu.

Mereka pun menyatakan dengan bangga, bahwa penemuan yang dijalankan itu sesuai dengan prinsip Jalan Sosialisme, secara berangsur akan terjadi penghilangan peran “kapital” perseorangan, karena “kapital” berubah menjadi milik bersama, milik kolektif didalam Big Data itu, …

Namun mereka lupa, ditengah masyarakat masih ada sementara orang nakal yang memang bermaksud jahat, setiap saat bisa menggondol kredit yang didapatkan dan menghilang tak berbekas, … seandainya kredit yang dikucurkan itu tidak melebihi jumlah saham GSF atau hanya lebih 10 Kali lipat. Tapi, persoalan menjadi lebih serius karena nilai saham GSF sesungguhnya sudah menggelembung lebih 10 Kali lipat saat IPO, sedang jumlah kredit yang dikucurkan itu bisaa 100 kali lipat melebihi kemampuan GSF sesungguhnya! Siapa yang harus menanggung?

Melihat perkembangan Grup Semut Finansial yang hanya mendapatkan ijin operasi di Chong Qing, ternyata telah menyebar luas dibanyak kota besar diseluruh negeri. Makin besar dan makin banyak kredit yang dikucurkan tentu makin besar resiko yang dihadapi! Jangan lupa kredit sebegitu banyak yang dikucurkan itu tidak ada agunan, artinya semua hutang itu hanya berdasarkan “kepercayaan”, "reputasi" saja! Entah kapan gelembung balon sabun itu meledak saja dan orang banyak pemilik saham Grup Semut Finansial itu jadi KORBAN, …!

Kalau saja di Amerika ketika itu konsumen dikibuli dengan bermacam taktik yang sengaja memberikan jumlah pinjaman tinggi dengan suku bunga tinggi dan jelas tidak mampu membayar kredit. Dengan harapan jika terjadi gagal bayar kredit, masih ada bangkai didapat dengan menyita agunan rumah mereka. Sedang Grup Semut menjadi lebih celaka, karena tidak ada agunan yang disita untuk membayar gagal kredit mereka, …

Keuntungan Grup Semut terutama berasal dari pinjaman konsumen di Tiongkok-utara, serta pinjaman komersial yang dipinjamkan ke pedagang WeChat, sehingga populer di kalangan konsumen. Kenyataan dimasyarakat Tiongkok, tidak mudah mendapatkan pinjaman dari bank, terutama untuk pedagang kecil. Celah inilah yang digunakan baik-baik dan dikembangkan Grup Semut.

Dari beberapa sumber di medsos juga bisa diketahui, cukup banyak orang, pengusaha kecil-menengah diuntungkan dengan kemudahan mendapatkan kredit dari Grup Semut, bayangkan TANPA HARUS ada agunan yang memadai bisa mendapatkan “pinjaman” dari puluhan ribu sampai ratusan ribu Yuan! Bahkan ada konsumen yang sudah berulangkali membayar kredit tepat waktu, akhirnya berhasil mendapat kridit tambahan sampai jutaan Yuan!

Kemudahan kredit dari GSF dalam kenyataan cukup mempercepat perkembangan UKM di Tiongkok, mendapatkan sambutan sekalipun harus membayar administrasi dan suku bunga sedikit lebih mahal dari kredit yang didapatkan dari bank resmi!

Lalu, bagaimanakah regulasi Grup Semut bisa memberi kredit jauh lebih besar dari keuangan yang ada sesungguhnya? Sementara medsos mengungkap, Jack Ma menggunakan cara pengulangan kredit diatas kredit, GSF membuat peringkat kredit cukup tinggi dengan penggunaan surat berharga komersial sebagai sumber pembiayaan, karena lebih murah daripada menggunakan sumber pembiayaan dari pinjaman bank. Sehingga surat berharga inilah yang dianggap alternatif sumber pembiayaan, ... untuk mengucurkan kredit berikut.

Disamping itu dengan dikuasainya teknologi internet dan teknologi Digital “Big Data”, Jack Ma dengan Alibaba nya berhasil menguasai ePasar, eBuy, eMoney, ePay tidak hanya di Tiongkok daratan, tapi juga merambah kedunia internasional. Akibatnya, praktis dunia medsos juga dikuasai Alibaba dengan baik, maka dengan terjadi monopoli dunia internet, orang sulit mendengarkan cacad atau kesalahan dan kebusukan yang terjadi di Grup Alibaba dan Grup Semut, yang terdengar hanyalah berita yang baik-baik dan keunggulan dan manfaatnya saja! Termakanlah rakyat Tiongkok bahkan rakyat didunia akan keheibatan dan kebaikan Grup Alibaba dan Grup Semut itu Termasuk sementara pejabat pun memberikan pujian tinggi pada Jack Ma sudah terjadi. Diskusi dan perdebatan “Revolusi Finansial Masa Depan” cukup sengitpun tidak terhindarkan. Tidak sedikit orang tergiur dengan kecepatan membumbung tingginya NILAI saham Grup Semut dan pihak lain yang jernih melihat resiko dan bahaya mengancam setiap saat akan meledak, …

Yang dikejar pemerintah Tiongkok bukanlah kapitalisme liberal, tetapi kapitalisme negara! Dimana pemerintah tetap pegang kendali ekonomi nasional! Pemerintah tetap berkemampuan mengendalikan dan mendisiplin kapitalis-kapitalis TUNDUK mentaati UU dan ketentuan yang ditetapkan!

Dalam menjalankan ekonomi pasar, juga tetap berprinsip pada ekonomi nyata, mengutamakan ekonomi produktif bagi kepentingan rakyat banyak, bukan ekonomi-semu didunia saham! Tidak akan membiarkan keuntungan bagi segelintir kapitalis dengan menerjang resiko merugikan rakyat banyak! Kepentingan RAKYAT harus diutamakan dan dilindungi, … Inilah sebab utama mengapa IPO Grup Semut Finansial di BATALKAN!

 

--

image001.png

Chan CT

unread,
Nov 20, 2020, 8:16:52 AM11/20/20
to nesare, GELORA45_In
Terimakasih tanggapan yang diberikan, bung Nesare, ...
 
Iyaa, ... pemerintah Tiongkok jelas tidak menentang regulasi IPO didunia saham, dianggap dengan pemusatan modal dipasar saham bisa digunakan mengembangkan produksi lebih baik dan cepat, ... dan, dengan demikian merubah hak-milik kapitalis menjadi milik-publik, sejalan dengan sosialisme!
Namun dalam kenyataan juga tidak dapat disangkal, ada segelintir kapitalis yang bermain untuk merebut KEUNTUNGAN lebih bvesar dan cepat didunia saham ini. Jadi, pemerintah bagaimanapun juga harus melakukan pengawasan bahkan turun tangan pegang tali kendali, ... Begitulah sudah beberapa kali pemerintah Tiongkok tidak membiarkan nilai saham naik-turun drastis secara liberal yang jelas mengancam bisa terjadi KERUGIAN besar bagi banyak orang. Kalau tidak salah ingat, misalnya, saat ditahun 1998 krismon melanda HK yang baru saja kembali kepangkuan Ibupertiwi, untuk mempertahankan nilai mata uang HK dan menggagalkan permainan George Soros, pemerintah pusat membeli HK$118 milyar! Saat itulah Soros untuk pertama kali gagal didunia saham dan rugi besar, ...
 
Rupanya beberapa bulan terakhir ini, di Tiongkok terjadi perdebatan atau diskusi cukup sengit antara Jack Mao dan beberapa pejabat bank, pengurus finansial Tiongkok. Bisa atau bolehkah kredit dikucurkan TANPA AGUNAN? Jack Ma menganggap jangan takut resiko, sedang pejabat perbankan tetap berpegang teguh prinsip pinjmanan mutlak harus ada agunan yang memadai. Begitulah keluar tuduhan Jack Ma, bank tidak beda dengan penggadai, ... Ini pertama.
Kedua, nilai saham Grup Semut tidak lebih 600juta, saat IPO dibandrol 6,8milyar, sudah lebih 10X lipat, masalah menerjang resiko menjadi lebih parah, ternyata seluruh jumlah kredit yang telah dikucurkan GSF sudah 100X lipat nilai GSF sendiri!
 
Yang menjadi pertanyaan saya, apakah didunia barat sana, bisa membenarkan cara berpikir Jck Ma, mengucurkan kredit yang mereka bilang untuk mempermudah UKM mendapat dana berusaha TANPA AGUNAN begitu bisa dibenarkan?
Dan kedua, bisakah dunia barat memnyetujui penggelembungan nilai saham GSF 10X lipat dari nilai saham sesungguhnya? Lalu, berpatpatgulipat jumlah nilai kredit yang telah dikucurkan bisa melebihi 100X lipat kemampuan GSF membayar hutang itu kalau terjadi gagal Kredit?
Bukankah AS saat menghadapi krismon 2008 itu terjadi Kredit tumpang tindih yang mengakibatkan banyak bank rugi, lalu sengaja membiarkan Lehman Brothers bankrut, karena pembeli sahamnya lebih banyak dari luar AS, khususnya warga HK, ... Itulah kebijakan AS yang mendhulukan kepentingan AS, tanpa peduli warga negara lain dirugikan! Sungguh saya ikut sedih melihat begitu banyak orang-tua pensiunan nangis ramai-ramai demo di depan Bank HSBC dan BOC, ... menuntut uang pensiun mereka bisa kembali! Karena mereka merasa TERTIPU oleh iming-iming baroker bank untuk membeli saham LB itu!
 
Salam,
ChanCT
image001.png

kh djie

unread,
Nov 20, 2020, 10:14:38 AM11/20/20
to Chan CT, GELORA45_In
Dulu, tidak tahu peraturannya sekarang, kalau mau
minta hypotheek untuk beli rumah dari bank, jumlah 
maximum hypotheek adalah 6 kali gaji suami-istri per 
tahun. Dulu kalau orang kerja di pemerintah, kalau
ada garansi bahwa dia dapat kerjaan terus, hypotheeknya
bisa dapat extra 10 %. Kekurangan untuk beli rumah
harus dari uang simpanan sendiri.

Op vr 20 nov. 2020 om 14:16 schreef Chan CT <sa...@netvigator.com>:

kh djie

unread,
Nov 20, 2020, 10:51:55 AM11/20/20
to Chan CT, GELORA45_In
Eh, lupa sebutkan. Itu peraturan di negeri Belanda kira2 35
tahun yang lalu ttg. max.pinjaman hypotheek 6 X gaji. Lain
negeri, lain aturannya. 
Saya pernah menghadiri penjualan rumah di Pudong Shanghai.
Dalam sehari laku 39 rumah dari 42 rumah yang ada. Tahun
depannya saya ketemu teman lagi, dia cerita wah, kalau
waktu itu jual rumah real estatenya terlambat 3 bulan saja,
dia bisa rugi banyak, karena tiba2 pemerintah Tiongkok
bikin peraturan baru, Yang mau beli rumah harus punya
uang sendiri 50%. Yang 50% boleh ambil dari hypotheek.
Dengan peraturan yang baru waktu itu, hanya akan sedikit
saja orang yang mampu beli waktu itu. Jadi ya kebijaksanaan 
bank/pemerintah besar sekali effeknya.

Op vr 20 nov. 2020 om 16:14 schreef kh djie <dji...@gmail.com>:

BILLY GUNADIE

unread,
Nov 20, 2020, 11:08:37 AM11/20/20
to kh djie, Chan CT, GELORA45_In
Rasanya di Indonesia belum. Pernah denger.. Ada undang undang bahwa tiap warga mempunyai hak Dan di anjurkan memiliki rumah... Principal residential... 
Seperti do US... Sampai ada subprime mortgage....? 




On Fri., Nov. 20, 2020 at 10:51 a.m., kh djie

Chan CT

unread,
Nov 20, 2020, 7:01:34 PM11/20/20
to kh djie, GELORA45_In
Iyaaa, ... banyak orang bilang HUKUM di Tiongkok belum mantap benar, khususnya ditahun-tahun 1980-1990an, setiap saat bisa berubah bahkan disana-sini ada pejabat nakal yang main! HUKUM masih dalam proses penegakkan dan pejabat-pejabat juga masih dalam proses pemantapan, sedang ditengah masyarakat juga merupakan proses revolusi MENTAL! Satu perubahan radikal dari kehidupan segalanya diatur dan ditentukan pemerintah, dirubah menjadi kebebasan perseorangan. Tidak terhindarkan orang mengejar “keuntungan”, terjadi akal-akalan, tipu-menipu, pembajakan karya orang lain, pemalsuan, pelacuran dan dekadensi kehidupan borjuis lainnya, bermunculan ego berlebih tanpa peduli orang lain dirugikan dan jadi buntung, ...
 
Beruntung ketika itu, Deng tetap pertahankan 4 prinsip dalam menempuh “Jalan Sosialisme Berkarakter Tiongkok” itu, khususnya tetap mempertahankan teguh kepemimpinan PKT dengan prinsip Diktatur Proletariat! Menjamin PKT sebagai partai tunggal di Tiongkok yang berkemampuan memimpin dan membawa 1,4 Milyar rakyat Tiongkok membangun masyarakat adil dan makmur, ... Dalam perjalanan berhasil meluruskan kembali kesalahan-kesalahan yang terjadi, meluruskan kembali demokrasi yang kebablasan menjurus Sosial Demokrat itu. Bahkan bisa dikatakan, nyaris RRT roboh digempur demo Tian An Men ditahun 1989, ...!
 
Saya yakin didunia ini tidak akan ada pemerintah yang membiarkan pengucuran kredit tanpa ada jaminan pembayaran kredit yang diberikan, setidaknya ada agunan yang harus menjamin tidak dirugikan kalau terjadi gagal-kredit! Jadi memang seperti yang dituduhkan Jack Ma itu, bank jadi lelet, lambat dan menjadi penghalang pengucuran dana karena sistem kerjanya tetap tidak beda dengan Penggadai! Yang membuat krismon di AS, tahun 2008 juga akibat kredit melembung tinggi, setelah agunan kredit rumah yang dibeli itu boleh dijadikan agunan berikut utk dapatkan kredit lagi, ... terjadi pertumbuhan ekonomi semu berlebih dan meledak akibat terlalu banyak orang hidup dari hutang diluar batas kemampuannya sendiri! Akhirnya yang terjadi, keuntungan diperebutkan segelintir kapitalis besar, kerugian harus ditanggung pemerintah atau rakyat banyak yang BUNTUNG, ... dirugikan! Pilih yang mana saja!
 
Tentu masalah IPO Grup Semut Finansial dibatalkan masih akan berbuntut panjang, ... kabarnya Jack Ma dalam pemeriksaan! Harus diungkap bagaimana GSF bersekongkol dengan sementara pejabat, ijin operasi hanya didapatkan di Chong Qing, tapi mereka bisa merambah ke banyak kota-besar lainnya, ... dan bagaimana mereka menggelembungkan pemb erian kredit sampai 100X lipat kemampuan aset GSF itu???
 
Salam,
ChanCT
image001.png

nesare

unread,
Nov 21, 2020, 9:47:29 AM11/21/20
to Chan CT, GELORA45_In

Chan: ada segelintir kapitalis yang bermain untuk merebut KEUNTUNGAN lebih bvesar dan cepat didunia saham ini. Jadi, pemerintah bagaimanapun juga harus melakukan pengawasan bahkan turun tangan pegang tali kendali,

 

Nesare: pertanyaan nya bagaimana mengawas dan turun tangan pegang kendali ini?

 

Chan: Begitulah sudah beberapa kali pemerintah Tiongkok tidak membiarkan nilai saham naik-turun drastis secara liberal yang jelas mengancam bisa terjadi KERUGIAN besar bagi banyak orang

 

Nesare: coba dibagi bagaimana caranya RRT tidak membiarkan nilai saham naik turun drastic ini secara liberal? RRT intervensi HK$118 milyar itu utk menstabilkan Yuan, bukan ngurusin harga saham.

 

Coba saya mulai dari Alipay yg adalah spun off dari Alibaba yg mrpkan cikal bakal Ant Financial. Alipay ini bkn sekedar alat pembayaran/payment saja. Alipay juga bertindak sbg lender utk small loan dan beli asuransi dan produk2 investasi lainnya. Ini berdampak ke bumn RRT dalam bidang ini terutama bank2 dan perusahaan2 keuangan lainnya yg disponsori oleh pemerintah RRT.

 

Yg bung khawatirkan dari pinjaman tanpa agunan itu adalah micro financingnya Alipay yg sdh jalan dan suku bunga yg diterapkan oleh Alipay jauh lebih rendah drpd bank2 dan Lembaga keuangan RRT. Micro financing ini sgt bermanfaat utk usaha kecil makanya Muhammad yunus dari gremeen bank di Bangladesh menang noble prize.

 

Pemerintah RRT suspend Ant IPO itu dgn alasan: “major issues”. Apakah tdk terlambat? Sudah di setujui utk diperdagangkan lalu di suspended baik di hongkong maupun shanghai. Lalu nongol kritik dari pemerintah takut konsumen anak2 muda terlalu terpaku konsumerisme dalam arti spending. Too big to be failure ini juga dipakai oleh pemerintah RRT utk suspense Ant IPO ini. Terus anti trust regulation dipakai oleh pemrintah RRT dimana mereka mulai kotak katik anti trustnya ttg goggle, facebook, amazon dll di usa.

 

Diluar micro financing ini, Ant financial juga ada wealth management, insurance dan credit scoring. Wealth management dan insurance ini mungkin semua orang sdh tahu kegunaannya, makanya saya tdk bahas disini. Ttp credit reporting itu penting sekali. Credit report ini dinegara2 maju adalah standard/patokan dalam pemberian kredit. Sdh ada system credit reporting ini saja, masalah ekonomi masih bisa terjadi, apalagi kalau tidak ada. Indonesia belum ada ini. Ini penting skl. Kalau ada system ini orang tdk akan seenak udelnya kabur bawa duit orang lain krn kalau  kabur ya credit score nya akan jatuh dan akan ketahuan nantinya shg dia akan kesulitan dalam hidupnya dari pinjam duit/ambil kredit, cari pekerjaan dlsbg. Jadi credit score ini adalah system utk mengetahui kredibilitas seseorang. Dengan kata lain credit score system ini sgt penting dalam mengurangi korupsi.

 

Hanya saja lucu koq lambat sekali baru setelah Ant financial mlkkan IPO, lalu perdagangan sahamnya di suspend. Lalu alasan2 tsb diatas baru nongol.

 

Saya lihat suspend Ant financial ini adalah alarm buat bisnis di RRT yaitu: jangan main2 sama kami yg dipolitbiro. Lucunya sebenarnya jack ma sudah masuk ke politburo. Tadinya jack ma ini dikenal sbg wiraswastawan sejati yg tdk suka berdekatan dgn birokrat. Ttp bbrp tahun yl jack ma sdh masuk ke CCP. Semua perusahaan2 gede RRT sdh masuk CCP spt: baidu, sina, tencent dll. Banyak orang2 gede politburo sdh masuk ke perusahaan2 jack ma spt cucunya jiang zemin.

 

Lalu coba kita lihat keluar dari RRT dimana usa sdh kutak katik

Harus diingat yg di hongkong itu underwriternya ada perusahaan2 usa Citibank, goldman sachs, morgan Stanley dan dari RRT ada china’s CICC. Dalam proses underwriting ini lucu sekali proses nya malahan dipercepat, biasanya 4 bulan jadi hanya 2 bulan sdh selesai. Ini kan jelas kelihatan pemerintah RRT mau cepat2.

 

Sebenarnya bisnis Ant financial ini didalam negeri RRT saja jadi tdk terlalu berkaitan dgn luar negeri, dgn kata lain tdk mengganggu ekonomi RRT. Hanya saja menurut financial times ant financial mau menggunakan 10% dari hasil pengumpulan dana IPO ini keluar negeri utk ekspansi. Ini relevansinya ada 2: RRT gak suka Ant financial bawa duitnya keluar negeri, kedua: luar negeri gak suka terutama usa.

 

Pompei yg orangnya trump sdh keluar mau jegal RRT sdh mengincar Alibaba dari dulu dgn mendengung2kan perusahaan RRT terutama teknologi IT yg tdk bisa dipercaya, maksudnya data2 orang amerika bisa dicuri dari perusahaan2 digital spt Alibaba, Ant financial. Rubio sdh mengincar Ant financial bilang koq wall street mau bantu ant financial di hongkong sedangkan RRT melanggar HAM protes2 dihongkong tempo hari. Juga state dept/dalam negeri mau memasukkan Ant financial ke dalam black list. Ini jadi gak heran krn dulu Huawei saja sdh dihajar bkn oleh usa saja ttp juga oleh temen2 usa spt Australia, new Zealand.

 

Ini kira2 yg saya lihat. Jadi kita jangan terburu2 ambil kesimpulan bahwa RRT takut Ant Financial terlalu gede nanti kalau bangkrut akan mengganggu ekonomi RRT krn too big to be failure. Mari kita lihat nantinya gimana sikap pemerintah RRT dalam menangani Ant Group IPO ini.

 

Nesare

Coba perhatikan, pada saat pemerintah AS kewalahan mengatasi pandemi Corona yang merebak dan mengakibatkan Trump harus mencetak dollar lebih banyak lagi, .. Justru disaat AS menjalankan suku bunga 0%, nampak arus dollar mengalir cukup deras membeli saham Grup Semut Finansial! Dengan harapan begitu nilai saham Grup Semut naik bisa dilepas dan meraih keuntungan, … lumayan!

Sementara berita memperkirakan lebih 30% saham Grup Semut Finansial itu menjadi modal Amerika, hampir 20% modal Jepang! Sedang modal Alibaba dan Tiongkok sendiri hanya sekitar 30% saja. Tentu sampai dimana keakuratan berita tsb. tidak jelas! Tidak ada pemberitaan resmi.

Tapi, bisa diperkirakan, begitu FED mengumumkan akan menaikan suku bungan dollar AS, terjadilah dampak serius bagi GSF, bagaikan TSUNAMI menerjang, akan terjadi secara besar-besaran menarik keluar saham Grup Semut itu kembali ke AS dan mungkin juga Jepang! Bukankah dengan demikian Balon-sabun Grup Semut Finansial yang sudah menggelembung lebih ratusan kali-lipat itu akan pecah, MELEDAK! Dan, tentunya daya ledak ratusan kali lebih dahsyat dibanding ledakan krismon yang dihadapi Amerika ditahun 2008! Itulah dampak parah, sangat PARAH bagi finansial Tiongkok, kalau membiarkan IPO GSF, tidak beda dengan membiarkan “SEMUT di Hot Pot!”

Masalahnya mengapa pasar saham bisa gila seperti kehilangan nalar sehat membeli saham Grup Semut sampai begitu dahsyat, …? Itukah kecerdasan Jack Ma dengan Alibaba nya dalam “penemuan” dan pengembangan dengan digital transaksi finansial yang terjadi dijaman modern ini?

Jack Ma dan CEO GSF, Jin Xian Dong dengan bangga dan sesumbar menyatakan mereka sedang menjalankan “Revolusi Finansial Masa Depan” untuk mendorong maju usaha nasional Tiongkok dan dunia dengan kecepatan tinggi, … Yaitu, dengan menggunakan teknologi Big Data bisa memperlancar pemberian kredit pada UKM. Tanpa harus ada pemeriksaan konsumen berkemampuan membayar kredit yang diberikan, bahkan tanpa harus ada agunan yang memadai! Jadi, meninggalkan tradisi lama yang menempatkan Bank tidak beda dengan sistem Penggadaian yang sudah kuna dan terbelakang itu.

Mereka pun menyatakan dengan bangga, bahwa penemuan yang dijalankan itu sesuai dengan prinsip Jalan Sosialisme, secara berangsur akan terjadi penghilangan peran “kapital” perseorangan, karena “kapital” berubah menjadi milik bersama, milik kolektif didalam Big Data itu, …

Namun mereka lupa, ditengah masyarakat masih ada sementara orang nakal yang memang bermaksud jahat, setiap saat bisa menggondol kredit yang didapatkan dan menghilang tak berbekas, … seandainya kredit yang dikucurkan itu tidak melebihi jumlah saham GSF atau hanya lebih 10 Kali lipat. Tapi, persoalan menjadi lebih serius karena nilai saham GSF sesungguhnya sudah menggelembung lebih 10 Kali lipat saat IPO, sedang jumlah kredit yang dikucurkan itu bisaa 100 kali lipat melebihi kemampuan GSF sesungguhnya! Siapa yang harus menanggung?

Melihat perkembangan Grup Semut Finansial yang hanya mendapatkan ijin operasi di Chong Qing, ternyata telah menyebar luas dibanyak kota besar diseluruh negeri. Makin besar dan makin banyak kredit yang dikucurkan tentu makin besar resiko yang dihadapi! Jangan lupa kredit sebegitu banyak yang dikucurkan itu tidak ada agunan, artinya semua hutang itu hanya berdasarkan “kepercayaan”, "reputasi" saja! Entah kapan gelembung balon sabun itu meledak saja dan orang banyak pemilik saham Grup Semut Finansial itu jadi KORBAN, …!

Kalau saja di Amerika ketika itu konsumen dikibuli dengan bermacam taktik yang sengaja memberikan jumlah pinjaman tinggi dengan suku bunga tinggi dan jelas tidak mampu membayar kredit. Dengan harapan jika terjadi gagal bayar kredit, masih ada bangkai didapat dengan menyita agunan rumah mereka. Sedang Grup Semut menjadi lebih celaka, karena tidak ada agunan yang disita untuk membayar gagal kredit mereka, …

Keuntungan Grup Semut terutama berasal dari pinjaman konsumen di Tiongkok-utara, serta pinjaman komersial yang dipinjamkan ke pedagang WeChat, sehingga populer di kalangan konsumen. Kenyataan dimasyarakat Tiongkok, tidak mudah mendapatkan pinjaman dari bank, terutama untuk pedagang kecil. Celah inilah yang digunakan baik-baik dan dikembangkan Grup Semut.

Dari beberapa sumber di medsos juga bisa diketahui, cukup banyak orang, pengusaha kecil-menengah diuntungkan dengan kemudahan mendapatkan kredit dari Grup Semut, bayangkan TANPA HARUS ada agunan yang memadai bisa mendapatkan “pinjaman” dari puluhan ribu sampai ratusan ribu Yuan! Bahkan ada konsumen yang sudah berulangkali membayar kredit tepat waktu, akhirnya berhasil mendapat kridit tambahan sampai jutaan Yuan!

Kemudahan kredit dari GSF dalam kenyataan cukup mempercepat perkembangan UKM di Tiongkok, mendapatkan sambutan sekalipun harus membayar administrasi dan suku bunga sedikit lebih mahal dari kredit yang didapatkan dari bank resmi!

Lalu, bagaimanakah regulasi Grup Semut bisa memberi kredit jauh lebih besar dari keuangan yang ada sesungguhnya? Sementara medsos mengungkap, Jack Ma menggunakan cara pengulangan kredit diatas kredit, GSF membuat peringkat kredit cukup tinggi dengan penggunaan surat berharga komersial sebagai sumber pembiayaan, karena lebih murah daripada menggunakan sumber pembiayaan dari pinjaman bank. Sehingga surat berharga inilah yang dianggap alternatif sumber pembiayaan, ... untuk mengucurkan kredit berikut.

Disamping itu dengan dikuasainya teknologi internet dan teknologi Digital “Big Data”, Jack Ma dengan Alibaba nya berhasil menguasai ePasar, eBuy, eMoney, ePay tidak hanya di Tiongkok daratan, tapi juga merambah kedunia internasional. Akibatnya, praktis dunia medsos juga dikuasai Alibaba dengan baik, maka dengan terjadi monopoli dunia internet, orang sulit mendengarkan cacad atau kesalahan dan kebusukan yang terjadi di Grup Alibaba dan Grup Semut, yang terdengar hanyalah berita yang baik-baik dan keunggulan dan manfaatnya saja! Termakanlah rakyat Tiongkok bahkan rakyat didunia akan keheibatan dan kebaikan Grup Alibaba dan Grup Semut itu Termasuk sementara pejabat pun memberikan pujian tinggi pada Jack Ma sudah terjadi. Diskusi dan perdebatan “Revolusi Finansial Masa Depan” cukup sengitpun tidak terhindarkan. Tidak sedikit orang tergiur dengan kecepatan membumbung tingginya NILAI saham Grup Semut dan pihak lain yang jernih melihat resiko dan bahaya mengancam setiap saat akan meledak, …

Yang dikejar pemerintah Tiongkok bukanlah kapitalisme liberal, tetapi kapitalisme negara! Dimana pemerintah tetap pegang kendali ekonomi nasional! Pemerintah tetap berkemampuan mengendalikan dan mendisiplin kapitalis-kapitalis TUNDUK mentaati UU dan ketentuan yang ditetapkan!

Dalam menjalankan ekonomi pasar, juga tetap berprinsip pada ekonomi nyata, mengutamakan ekonomi produktif bagi kepentingan rakyat banyak, bukan ekonomi-semu didunia saham! Tidak akan membiarkan keuntungan bagi segelintir kapitalis dengan menerjang resiko merugikan rakyat banyak! Kepentingan RAKYAT harus diutamakan dan dilindungi, … Inilah sebab utama mengapa IPO Grup Semut Finansial di BATALKAN!

 

image001.png

Chan CT

unread,
Nov 21, 2020, 11:16:46 PM11/21/20
to nesare, GELORA45_In
Nesare: pertanyaan nya bagaimana mengawas dan turun tangan pegang kendali ini?
 
Chan: yang jelas pemerintah Tiongkok akan TETAP pegang kendali ekonomi nasional termasuk regulasi dunia saham yang digeluti juga, ... yang jadi masalah dalam praktek menentukan saat/kapan yang tepat turun tangan dilakukan?
 
Saya SETUJUUU, dikatakan keputusan PEMBATALAN IPO Grup Semut Finansial kali ini harus dikatakan TERLAMBAT, akan jauh lebih baik GSF sudah dilarang saat ajukan IPO didunia Saham HK yang terbuka didunia - Internasional itu! Bukan setelah ijin IPO sudah resmi berlangsung diakhir 2 hari sebelum peresmian IPO GSF baru dibatalkan!
 
Artinya, Biro pengawas Finansial Tiongkok dan HK kebobolan, ... TIDAK menganggap gerak usaha GSF beberapa tahun terakhir ini melanggar ketentuan dan sedang menerjang RESIKO yang mematikan! Bisa dikatakan satu kesalahan serius telah terjadi, dan sekarang Jack Ma dan beberapa pejabat dalam pengusutan, ... Mengapa itu bisa terjadi? Padahal sudah ada diskusi sengit pemikian Jack Ma yang dibilang penemuan dan pengembangan genial itu dengan Wang Qishan dan tokoh Bankir di Tiongkok yang menyangkal. Khususnya tuduhan Jack Ma, cara kerja Bank yang lelet, lambat dan masih saja gunakan cara kerja Penggadian yang konserfatif itu, mengakibatkan banyak UKM kesulitan mendapatkan kredit.
 
Saya tidak jelas bagaimana jalan pemikiran Jack Ma berani mengucurkan kredit tanpa agunan itu sesungguhnya, tapi dari beberapa tulisan yang bisa saya ikuti, yang dijadikan sandaran adalah perkembangan teknologi dunia digital yang mencapai “Big Data” yang sangat luar biasa berkemampuan, menyatukan dan memusatkan data setiap warga dengan tepat itu. Bukan hanya siapa tapi bagaimana gerak-gerik seseorang bisa dengan cepat diikuti, ... dengan baik. Termasuk pembayaran hutang/kredit yang pernah dikerjakan. Jadi, kalau saja seseorang tidak masuk black-list sehubungan kredit, tentunya dia bisa dengan mudah mendapatkan kredit yang diperlukan sekalipun tidak memberikan agunan yang memadai.
 
Apakah benar pendataan setiap warga di Tiongkok sudah begitu sempurna sehingga menjamin seseorang pasti tidak akan nakal menggondol kredit yang dikucurkan, entahlah? Tapi, sekalipun pendataan dalam Big Data itu benar adanya, bukankah tetap harus memperhitungkan faktor lain yang mungkin mengakibatkan seseorang tidak berhasil membayar kredit yang telah diberikan. Kemarin dan hari ini dia bisa saja baik, ... tapi siapa tahu saat menghadapi kondisi berbeda esok pagi, begitu ada kesempatan mendapat keuntungan lebih besar dia berubah niat! Belum lagi memperhitungkan faktor lain, entah karena ekonomi sedang merosot, faktor gagal produksi, dampak bencana alam dst., dan kalau saja menghadapi jumlah gagal-kredit terjadi dalam jumlah besar, sedang nilai jumlah kredit jauh diatas aset GSF, siapa yang harus menanggung? Jadi, lebih-lebih tidak bisa pemikiran Jack Ma bisa dibenarkan perkembangan ekonomi nasional hendak didorong dengan menerjang RESIKO akibat penggelembungan semu sampai 100X lipat aset GSF, ...
 
Mungkin juga pemikiran bung benar, GSF beroperasi didalam negeri Tiongkok, ... dicegat saja arus devisa yang keluar negeri. Jadi, tidak mesti dibatalkan IPO GSF. Tapi, ... bagaimana kalau dilihat dari sudut lain. Ternyata dari sekian banyak pembeli IPO GSF yang masuk ketika itu lebih 50% dari Amerika, Jepang. Sedang modal GSF sendiri dan pembeli dari dalam negeri hanya sekitar 30% saja? Bukankah membuat sementara orang menjadi lebih kawatir, setiap saat finansial Tiongkok akan terancam krisis kalau terjadi penarikkan modal kembali ke AS?
 
Mengingat, pemerintah AS kewalahan mengatasi pandemi Corona yang merebak dan mengakibatkan Trump harus mencetak dollar lebih banyak lagi, .. lalu disaat AS menjalankan suku bunga 0%, jadi arus dollar mengalir cukup deras membeli saham GSF!
 

Tapi, bisa diperkirakan, begitu FED mengumumkan akan menaikan suku bungan dollar AS, terjadilah dampak serius bagi GSF, bagaikan TSUNAMI menerjang, akan terjadi secara besar-besaran menarik keluar saham Grup Semut itu kembali ke AS dan mungkin juga Jepang! Bukankah dengan demikian Balon-sabun Grup Semut Finansial yang sudah menggelembung lebih ratusan kali-lipat itu akan pecah, MELEDAK! Dan, tentunya daya ledak ratusan kali lebih dahsyat dibanding ledakan krismon yang dihadapi Amerika ditahun 2008! Itulah dampak parah, sangat PARAH bagi finansial Tiongkok, kalau membiarkan IPO GSF, tidak beda dengan membiarkan “SEMUT di Hot Pot!”

 

Salam,

ChanCT

image001.png

nesare

unread,
Nov 22, 2020, 11:10:05 AM11/22/20
to Chan CT, GELORA45_In

Chan: tidak bisa pemikiran Jack Ma bisa dibenarkan perkembangan ekonomi nasional hendak didorong dengan menerjang RESIKO akibat penggelembungan semu sampai 100X lipat aset GSF

Tapi, bisa diperkirakan, begitu FED mengumumkan akan menaikan suku bungan dollar AS, terjadilah dampak serius bagi GSF, bagaikan TSUNAMI menerjang, akan terjadi secara besar-besaran menarik keluar saham Grup Semut itu kembali ke AS dan mungkin juga Jepang! Bukankah dengan demikian Balon-sabun Grup Semut Finansial yang sudah menggelembung lebih ratusan kali-lipat itu akan pecah, MELEDAK! Dan, tentunya daya ledak ratusan kali lebih dahsyat dibanding ledakan krismon yang dihadapi Amerika ditahun 2008! Itulah dampak parah, sangat PARAH bagi finansial Tiongkok, kalau membiarkan IPO GSF, tidak beda dengan membiarkan “SEMUT di Hot Pot!”

 

Nesare: sepengetahuan saya belum ada 1 perusahaan gagal didunia ini menyebabkan runtuhnya ekonomi suatu negara. Belum ada! Yg terjadi di USA spt financial crisis 2008 itu adalah rentetan peristiwa ekonomi bukan perusahaan. Suatu perusahaan IPO (artinya: swasta menjadi publik) itu ada prosesnya yg harus disetujui oleh banyak pihak dari financial intermediaries (baik buy and sell side dari investment banking) maupun regulator. Dalam proses underwriting nya itu jelas sekali cara mainnya. Faktor yg relevan dgn ketakutan bung yg mengatakan “gelembung” itu salah satunya adalah valuation, artinya suatu perusahaan itu ada nilainya. Nilai itu diukur. Ada teori valuation utk mengukur nilai suatu perusahaan. Disini ada proses ekonominya. Gak bisa seenak udelnya menentukan nilai suatu saham.

Koq pemerintah hanya takut sama 1 GSF gelembung? Bung yakin pemerintah Xi takut? Wong sekarang saja sdh trading langsung di suspended. Saya kira bukan itu masalahnya.

 

Yg saya bisa terka dari data2 yg ada (sdh saya beberkan diemail sebelumnya) adalah pemerintah RRT ketakutan kekuatan GSF ini bisa meruntuhkan BUMN nya krn Alipay itu sdh dipakai 1.2 billion orang tahun yl. Belum lagi GSF bisa bikin credit rating system sendiri dan ini tdk bisa dikontrol oleh pemerintah RRT. Masalah GSF itu bangkrut, bung gak usah khawatir krn pasar yg menentukan krn perusahaan itu ada asset, liability dan net worth. Bung jangan beranggapan pelaku pasar itu bodoh shg orang2 beli saham secara membuta. Ada regulasinya. Ada pengawasan. Ada earning release setiap periode quarterly dan annually. Public ngerti bgmn jalannya perusahaan dari data2 earning ini. Jadi sebelum bangkrut atau salah urus, public sdh tahu dulu dan akan kelihatan dari harga sahamnya. Jadi jgn khawatir perusahaan bangkrut bisa bikin runtuh ekonomi suatu negara.

 

Diluar masalah ketakutan akan gedenya GSF ini yg akan menghancurkan BUMN RRT, ada masalah luar negeri. Tekanan usa dan sekutunya terutama perang dagang itu juga harus dilihat oleh RRT bgmn ngatur kapitalisme dgn system sosialisme nya. Ini yg sdh tulis dari dulu wanti2 memperingatkan orang2 yg bilang RRT hebat 20 tahun belakangan ini. Dari dulu yg hebat itu adalah duitnya. RRT banyak duit, bisa mengerjakan banyak hal – gedung2, jalan2 baru semua. Tetapi duit ini BUMN, state yg kaya. Disistem kapitalisme spt usa itu duit di rakyat. Ini bedanya. Ketika 2 sistem itu nyampur, ya pasti akan ada friksi. IPO nya Ant financial ini adalah salah satu friksi itu.

 

Nesare

 

 

 

From: gelor...@googlegroups.com <gelor...@googlegroups.com> On Behalf Of Chan CT
Sent: Saturday, November 21, 2020 11:17 PM
To: nesare <nes...@yahoo.com>; 'GELORA45_In' <Gelor...@googlegroups.com>
Subject: Re: [GELORA45] Mengapa IPO Semut Dilarang!

 

Nesare: pertanyaan nya bagaimana mengawas dan turun tangan pegang kendali ini?

 

Chan: yang jelas pemerintah Tiongkok akan TETAP pegang kendali ekonomi nasional termasuk regulasi dunia saham yang digeluti juga, ... yang jadi masalah dalam praktek menentukan saat/kapan yang tepat turun tangan dilakukan?

 

Saya SETUJUUU, dikatakan keputusan PEMBATALAN IPO Grup Semut Finansial kali ini harus dikatakan TERLAMBAT, akan jauh lebih baik GSF sudah dilarang saat ajukan IPO didunia Saham HK yang terbuka didunia - Internasional itu! Bukan setelah ijin IPO sudah resmi berlangsung diakhir 2 hari sebelum peresmian IPO GSF baru dibatalkan!

 

Artinya, Biro pengawas Finansial Tiongkok dan HK kebobolan, ... TIDAK menganggap gerak usaha GSF beberapa tahun terakhir ini melanggar ketentuan dan sedang menerjang RESIKO yang mematikan! Bisa dikatakan satu kesalahan serius telah terjadi, dan sekarang Jack Ma dan beberapa pejabat dalam pengusutan, ... Mengapa itu bisa terjadi? Padahal sudah ada diskusi sengit pemikian Jack Ma yang dibilang penemuan dan pengembangan genial itu dengan Wang Qishan dan tokoh Bankir di Tiongkok yang menyangkal. Khususnya tuduhan Jack Ma, cara kerja Bank yang lelet, lambat dan masih saja gunakan cara kerja Penggadian yang konserfatif itu, mengakibatkan banyak UKM kesulitan mendapatkan kredit.

 

Saya tidak jelas bagaimana jalan pemikiran Jack Ma berani mengucurkan kredit tanpa agunan itu sesungguhnya, tapi dari beberapa tulisan yang bisa saya ikuti, yang dijadikan sandaran adalah perkembangan teknologi dunia digital yang mencapai “Big Data” yang sangat luar biasa berkemampuan, menyatukan dan memusatkan data setiap warga dengan tepat itu. Bukan hanya siapa tapi bagaimana gerak-gerik seseorang bisa dengan cepat diikuti, ... dengan baik. Termasuk pembayaran hutang/kredit yang pernah dikerjakan. Jadi, kalau saja seseorang tidak masuk black-list sehubungan kredit, tentunya dia bisa dengan mudah mendapatkan kredit yang diperlukan sekalipun tidak memberikan agunan yang memadai.

 

Apakah benar pendataan setiap warga di Tiongkok sudah begitu sempurna sehingga menjamin seseorang pasti tidak akan nakal menggondol kredit yang dikucurkan, entahlah? Tapi, sekalipun pendataan dalam Big Data itu benar adanya, bukankah tetap harus memperhitungkan faktor lain yang mungkin mengakibatkan seseorang tidak berhasil membayar kredit yang telah diberikan. Kemarin dan hari ini dia bisa saja baik, .. tapi siapa tahu saat menghadapi kondisi berbeda esok pagi, begitu ada kesempatan mendapat keuntungan lebih besar dia berubah niat! Belum lagi memperhitungkan faktor lain, entah karena ekonomi sedang merosot, faktor gagal produksi, dampak bencana alam dst., dan kalau saja menghadapi jumlah gagal-kredit terjadi dalam jumlah besar, sedang nilai jumlah kredit jauh diatas aset GSF, siapa yang harus menanggung? Jadi, lebih-lebih tidak bisa pemikiran Jack Ma bisa dibenarkan perkembangan ekonomi nasional hendak didorong dengan menerjang RESIKO akibat penggelembungan semu sampai 100X lipat aset GSF, ..

 

Mungkin juga pemikiran bung benar, GSF beroperasi didalam negeri Tiongkok, ... dicegat saja arus devisa yang keluar negeri. Jadi, tidak mesti dibatalkan IPO GSF. Tapi, ... bagaimana kalau dilihat dari sudut lain. Ternyata dari sekian banyak pembeli IPO GSF yang masuk ketika itu lebih 50% dari Amerika, Jepang. Sedang modal GSF sendiri dan pembeli dari dalam negeri hanya sekitar 30% saja? Bukankah membuat sementara orang menjadi lebih kawatir, setiap saat finansial Tiongkok akan terancam krisis kalau terjadi penarikkan modal kembali ke AS?

 

Mengingat, pemerintah AS kewalahan mengatasi pandemi Corona yang merebak dan mengakibatkan Trump harus mencetak dollar lebih banyak lagi, .. lalu disaat AS menjalankan suku bunga 0%, jadi arus dollar mengalir cukup deras membeli saham GSF!

 

Tapi, bisa diperkirakan, begitu FED mengumumkan akan menaikan suku bungan dollar AS, terjadilah dampak serius bagi GSF, bagaikan TSUNAMI menerjang, akan terjadi secara besar-besaran menarik keluar saham Grup Semut itu kembali ke AS dan mungkin juga Jepang! Bukankah dengan demikian Balon-sabun Grup Semut Finansial yang sudah menggelembung lebih ratusan kali-lipat itu akan pecah, MELEDAK! Dan, tentunya daya ledak ratusan kali lebih dahsyat dibanding ledakan krismon yang dihadapi Amerika ditahun 2008! Itulah dampak parah, sangat PARAH bagi finansial Tiongkok, kalau membiarkan IPO GSF, tidak beda dengan membiarkan “SEMUT di Hot Pot!”

 

Salam,

ChanCT

 

 

From: nesare

Sent: Saturday, November 21, 2020 10:47 PM

To: 'Chan CT' ; 'GELORA45_In'

Subject: RE: [GELORA45] Mengapa IPO Semut Dilarang!

 

Chan: ada segelintir kapitalis yang bermain untuk merebut KEUNTUNGAN lebih bvesar dan cepat didunia saham ini. Jadi, pemerintah bagaimanapun juga harus melakukan pengawasan bahkan turun tangan pegang tali kendali,

 

Nesare: pertanyaan nya bagaimana mengawas dan turun tangan pegang kendali ini?

 

Chan: Begitulah sudah beberapa kali pemerintah Tiongkok tidak membiarkan nilai saham naik-turun drastis secara liberal yang jelas mengancam bisa terjadi KERUGIAN besar bagi banyak orang

 

Nesare: coba dibagi bagaimana caranya RRT tidak membiarkan nilai saham naik turun drastic ini secara liberal? RRT intervensi HK$118 milyar itu utk menstabilkan Yuan, bukan ngurusin harga saham.

 

Coba saya mulai dari Alipay yg adalah spun off dari Alibaba yg mrpkan cikal bakal Ant Financial. Alipay ini bkn sekedar alat pembayaran/payment saja. Alipay juga bertindak sbg lender utk small loan dan beli asuransi dan produk2 investasi lainnya. Ini berdampak ke bumn RRT dalam bidang ini terutama bank2 dan perusahaan2 keuangan lainnya yg disponsori oleh pemerintah RRT.

 

Yg bung khawatirkan dari pinjaman tanpa agunan itu adalah micro financingnya Alipay yg sdh jalan dan suku bunga yg diterapkan oleh Alipay jauh lebih rendah drpd bank2 dan Lembaga keuangan RRT. Micro financing ini sgt bermanfaat utk usaha kecil makanya Muhammad yunus dari gremeen bank di Bangladesh menang noble prize.

 

Pemerintah RRT suspend Ant IPO itu dgn alasan: “major issues”. Apakah tdk terlambat? Sudah di setujui utk diperdagangkan lalu di suspended baik di hongkong maupun shanghai. Lalu nongol kritik dari pemerintah takut konsumen anak2 muda terlalu terpaku konsumerisme dalam arti spending. Too big to be failure ini juga dipakai oleh pemerintah RRT utk suspense Ant IPO ini. Terus anti trust regulation dipakai oleh pemrintah RRT dimana mereka mulai kotak katik anti trustnya ttg goggle, facebook, amazon dll di usa.

 

Diluar micro financing ini, Ant financial juga ada wealth management, insurance dan credit scoring Wealth management dan insurance ini mungkin semua orang sdh tahu kegunaannya, makanya saya tdk bahas disini. Ttp credit reporting itu penting sekali. Credit report ini dinegara2 maju adalah standard/patokan dalam pemberian kredit. Sdh ada system credit reporting ini saja, masalah ekonomi masih bisa terjadi, apalagi kalau tidak ada. Indonesia belum ada ini. Ini penting skl. Kalau ada system ini orang tdk akan seenak udelnya kabur bawa duit orang lain krn kalau  kabur ya credit score nya akan jatuh dan akan ketahuan nantinya shg dia akan kesulitan dalam hidupnya dari pinjam duit/ambil kredit, cari pekerjaan dlsbg. Jadi credit score ini adalah system utk mengetahui kredibilitas seseorang. Dengan kata lain credit score system ini sgt penting dalam mengurangi korupsi.

 

Hanya saja lucu koq lambat sekali baru setelah Ant financial mlkkan IPO, lalu perdagangan sahamnya di suspend. Lalu alasan2 tsb diatas baru nongol.

 

Saya lihat suspend Ant financial ini adalah alarm buat bisnis di RRT yaitu: jangan main2 sama kami yg dipolitbiro. Lucunya sebenarnya jack ma sudah masuk ke politburo. Tadinya jack ma ini dikenal sbg wiraswastawan sejati yg tdk suka berdekatan dgn birokrat Ttp bbrp tahun yl jack ma sdh masuk ke CCP. Semua perusahaan2 gede RRT sdh masuk CCP spt: baidu, sina, tencent dll. Banyak orang2 gede politburo sdh masuk ke perusahaan2 jack ma spt cucunya jiang zemin.

image001.png

Chan CT

unread,
Nov 22, 2020, 10:16:12 PM11/22/20
to nesare, GELORA45_In
Nesare: sepengetahuan saya belum ada 1 perusahaan gagal didunia ini menyebabkan runtuhnya ekonomi suatu negara. Belum ada!
 
ChanCT: Justru dengan pemikiran Jack Ma yang merupakan terobosan dari perkembangan teknlogi digital canggih yang dicapai dijaman modern memungkinkan muncul GSF yang menjadi kontroversial! Tentu saja belum ada keduanya didunia, ...
 
Saya setujuuu, PEMBATALAN IPO GSF yang dilakukan harus dikatakan TERLAMBAT, yang sebetulnya akan lebih baik dan bijaksana kalau BSF sudah dilarang saat ajukan IPO. Bukan dibatalkan 2 hari sebelum peresmian IPO!
 
Namun saya pun berpendapat, sekalipun terlambat lebih baik IPO BSF dibatalkan daripada dibiarkan menerjang RESIKO kamatian yang akan mencelakakan dan merugikan banyak orang! Sekalipun kemungkinan yang terjadi TIDAK sampai mematikan atau membuat negara bankrut, atau bahkan mungkin juga tidak terjadi balon sabun penggelembungan GSF itu MELEDAK! Karena kemungkinan-kemungkinan meledak masih bisa dicegah dan dihindari, ... Siapa tahu? 
 
Lalu, apakah IPO BSF itu bisa dibiarkan lolos setelah diketahui terjadi pelanggaran KETENTUAN No.26 dan No.60 Ketentuan Biro Pengawas Regulasi Teknologi Finansial Shanghai-Tiongkok? Sayapun yakin, di negara2 Barat pun tidak akan membiarkan perusahaan melanggar ketentuan yang ada! Bahkan sanksi HUKUM akan diberlakukan, ... menghukum penanggungjawab atas terjadinya pelanggaran itu. Begitulah ada kabar burung, buntut pembatalan IPO BSF ini akan panjang, Jack Ma dan sementara pejabat sedang diperiksa, ...
 
Melihat berbagai bentuk perkembangan pengusaha perseorangan yang hebat-hebat di Tiongkok, ada model Alibaba, Tencent, ... lalu Grup Semut yang terakhir ini ramai diperbincangkan, adalah bentuk perusahaan perseorangan yang bermain didunia saham. Ada juga perusahaan macam Huawei dengan pendirinya Ren Zhengfei yang TIDAK bermain didunia pasar saham, tapi TETAP menjual saham Huawei pada seluruh karyawan yang berjumlah lebih 120 ribu orang itu, ... bisa dikatakan nyaris semua perusahan di Tiongkok sudah milik publik! Bahkan saham milik perseorangan seperti Jack Ma itu kurang dari 20% saham Alibaba, sedang Ren Zhengfei lebih ekstrim lagi, hanya menguasai 1,8% saham Huawei saja! Entah bagaimana membuat ketentuan dan pengawasan jalannya perusahaan agar jangan sampai bankrut, apalagi akibat permainan nakal boss nya itu. Untuk melindungi kepentingan banyak orang pemilik saham perusahaan itu, ...
 
Lalu, saya perhatikan, ketentuan yang dikeluarkan Biro Pengawas Regulasi Teknologi Finansial, juga membatasi jangan sampai terjadi monopoli yang merugikan persaingan dipasar. Sedang gerak GSF dinyatakan sudah memonopoli dunia internet di Tiongkok. Namun dari sementara tulisan yang pernah saya baca, menyatakan ekonomi nasional Tiongkok masih didominasi BUMN dan Koperasi-desa yang merupakan hak milik kolektif di seluruh desa Tiongkok, lebih dari 60% GDP.
image001.png

Sunny ambon

unread,
Nov 23, 2020, 4:26:24 AM11/23/20
to Chan CT, nesare, GELORA45_In

Krupp Gmbh bankrut meruntuhkan ekonomi Jerman 1920?

nesare

unread,
Nov 25, 2020, 10:30:59 AM11/25/20
to GELORA45_In

Kenapa runtuh, wong sekarang jerman masih ada koq?

Juga ThyssenKrupp sekarang adalah salah satu perusahaan besar di jerman sekitar ranking 16 besar.

 

Bangkrut itu perlu. Begitu juga istilah2 ekonomi yg mengerikan bagi orang awam ini diperlukan: devaluasi, depresi, inflasi, koreksi dll. Istilah2 ini adalah ralat dari sesuatu yg salah. Lah kalau salah kan harus dibalikin kesemula. Inilah namanya titik ekuilibrium/keseimbangan dalam ilmu ekonomi.

 

Kalau ada economic bubble, ya bakal ada downturnnya resesi misalnya dst. Ekonomi itu naik turun. Makanya perlu keahlian berseni utk menanggulangi setiap krisis ekonomi. Gak ada resep cespleng ttp ada seninya.

 

Nesare

 

 

From: gelor...@googlegroups.com <gelor...@googlegroups.com> On Behalf Of Sunny ambon
Sent: Monday, November 23, 2020 4:26 AM
To: Chan CT <sa...@netvigator.com>
Cc: nesare <nes...@yahoo.com>; GELORA45_In <Gelor...@googlegroups.com>
Subject: Re: [GELORA45] Mengapa IPO Semut Dilarang!

 

 

Krupp Gmbh bankrut meruntuhkan ekonomi Jerman 1920?

 

On Mon, Nov 23, 2020 at 4:16 AM Chan CT <sa...@netvigator.com> wrote:

Nesare: sepengetahuan saya belum ada 1 perusahaan gagal didunia ini menyebabkan runtuhnya ekonomi suatu negara. Belum ada!

 

ChanCT: Justru dengan pemikiran Jack Ma yang merupakan terobosan dari perkembangan teknlogi digital canggih yang dicapai dijaman modern memungkinkan muncul GSF yang menjadi kontroversial! Tentu saja belum ada keduanya didunia, ...

 

Saya setujuuu, PEMBATALAN IPO GSF yang dilakukan harus dikatakan TERLAMBAT, yang sebetulnya akan lebih baik dan bijaksana kalau BSF sudah dilarang saat ajukan IPO. Bukan dibatalkan 2 hari sebelum peresmian IPO!

 

Namun saya pun berpendapat, sekalipun terlambat lebih baik IPO BSF dibatalkan daripada dibiarkan menerjang RESIKO kamatian yang akan mencelakakan dan merugikan banyak orang! Sekalipun kemungkinan yang terjadi TIDAK sampai mematikan atau membuat negara bankrut, atau bahkan mungkin juga tidak terjadi balon sabun penggelembungan GSF itu MELEDAK! Karena kemungkinan-kemungkinan meledak masih bisa dicegah dan dihindari, ... Siapa tahu? 

 

Lalu, apakah IPO BSF itu bisa dibiarkan lolos setelah diketahui terjadi pelanggaran KETENTUAN No.26 dan No.60 Ketentuan Biro Pengawas Regulasi Teknologi Finansial Shanghai-Tiongkok? Sayapun yakin, di negara2 Barat pun tidak akan membiarkan perusahaan melanggar ketentuan yang ada! Bahkan sanksi HUKUM akan diberlakukan, ... menghukum penanggungjawab atas terjadinya pelanggaran itu. Begitulah ada kabar burung, buntut pembatalan IPO BSF ini akan panjang, Jack Ma dan sementara pejabat sedang diperiksa, ..

 

Melihat berbagai bentuk perkembangan pengusaha perseorangan yang hebat-hebat di Tiongkok, ada model Alibaba, Tencent, ... lalu Grup Semut yang terakhir ini ramai diperbincangkan, adalah bentuk perusahaan perseorangan yang bermain didunia saham. Ada juga perusahaan macam Huawei dengan pendirinya Ren Zhengfei yang TIDAK bermain didunia pasar saham, tapi TETAP menjual saham Huawei pada seluruh karyawan yang berjumlah lebih 120 ribu orang itu, ... bisa dikatakan nyaris semua perusahan di Tiongkok sudah milik publik! Bahkan saham milik perseorangan seperti Jack Ma itu kurang dari 20% saham Alibaba, sedang Ren Zhengfei lebih ekstrim lagi, hanya menguasai 1,8% saham Huawei saja! Entah bagaimana membuat ketentuan dan pengawasan jalannya perusahaan agar jangan sampai bankrut, apalagi akibat permainan nakal boss nya itu. Untuk melindungi kepentingan banyak orang pemilik saham perusahaan itu, ...

 

Lalu, saya perhatikan, ketentuan yang dikeluarkan Biro Pengawas Regulasi Teknologi Finansial, juga membatasi jangan sampai terjadi monopoli yang merugikan persaingan dipasar. Sedang gerak GSF dinyatakan sudah memonopoli dunia internet di Tiongkok. Namun dari sementara tulisan yang pernah saya baca, menyatakan ekonomi nasional Tiongkok masih didominasi BUMN dan Koperasi-desa yang merupakan hak milik kolektif di seluruh desa Tiongkok, lebih dari 60% GDP.

 

Salam,

ChanCT

 

 

 

 

 

From: nesare

Sent: Monday, November 23, 2020 12:09 AM

To: 'Chan CT' ; 'GELORA45_In'

Subject: RE: [GELORA45] Mengapa IPO Semut Dilarang!

 

Chan: tidak bisa pemikiran Jack Ma bisa dibenarkan perkembangan ekonomi nasional hendak didorong dengan menerjang RESIKO akibat penggelembungan semu sampai 100X lipat aset GSF

Tapi, bisa diperkirakan, begitu FED mengumumkan akan menaikan suku bungan dollar AS, terjadilah dampak serius bagi GSF, bagaikan TSUNAMI menerjang, akan terjadi secara besar-besaran menarik keluar saham Grup Semut itu kembali ke AS dan mungkin juga Jepang! Bukankah dengan demikian Balon-sabun Grup Semut Finansial yang sudah menggelembung lebih ratusan kali-lipat itu akan pecah, MELEDAK! Dan, tentunya daya ledak ratusan kali lebih dahsyat dibanding ledakan krismon yang dihadapi Amerika ditahun 2008! Itulah dampak parah, sangat PARAH bagi finansial Tiongkok, kalau membiarkan IPO GSF, tidak beda dengan membiarkan “SEMUT di Hot Pot!”

 

Nesare: sepengetahuan saya belum ada 1 perusahaan gagal didunia ini menyebabkan runtuhnya ekonomi suatu negara. Belum ada! Yg terjadi di USA spt financial crisis 2008 itu adalah rentetan peristiwa ekonomi bukan perusahaan. Suatu perusahaan IPO (artinya: swasta menjadi publik) itu ada prosesnya yg harus disetujui oleh banyak pihak dari financial intermediaries (baik buy and sell side dari investment banking) maupun regulator. Dalam proses underwriting nya itu jelas sekali cara mainnya. Faktor yg relevan dgn ketakutan bung yg mengatakan “gelembung” itu salah satunya adalah valuation, artinya suatu perusahaan itu ada nilainya. Nilai itu diukur. Ada teori valuation utk mengukur nilai suatu perusahaan. Disini ada proses ekonominya. Gak bisa seenak udelnya menentukan nilai suatu saham.

Koq pemerintah hanya takut sama 1 GSF gelembung? Bung yakin pemerintah Xi takut? Wong sekarang saja sdh trading langsung di suspended. Saya kira bukan itu masalahnya.

 

Yg saya bisa terka dari data2 yg ada (sdh saya beberkan diemail sebelumnya) adalah pemerintah RRT ketakutan kekuatan GSF ini bisa meruntuhkan BUMN nya krn Alipay itu sdh dipakai 1.2 billion orang tahun yl. Belum lagi GSF bisa bikin credit rating system sendiri dan ini tdk bisa dikontrol oleh pemerintah RRT. Masalah GSF itu bangkrut, bung gak usah khawatir krn pasar yg menentukan krn perusahaan itu ada asset, liability dan net worth. Bung jangan beranggapan pelaku pasar itu bodoh shg orang2 beli saham secara membuta. Ada regulasinya. Ada pengawasan. Ada earning release setiap periode quarterly dan annually. Public ngerti bgmn jalannya perusahaan dari data2 earning ini. Jadi sebelum bangkrut atau salah urus, public sdh tahu dulu dan akan kelihatan dari harga sahamnya. Jadi jgn khawatir perusahaan bangkrut bisa bikin runtuh ekonomi suatu negara.

 

Diluar masalah ketakutan akan gedenya GSF ini yg akan menghancurkan BUMN RRT, ada masalah luar negeri. Tekanan usa dan sekutunya terutama perang dagang itu juga harus dilihat oleh RRT bgmn ngatur kapitalisme dgn system sosialisme nya. Ini yg sdh tulis dari dulu wanti2 memperingatkan orang2 yg bilang RRT hebat 20 tahun belakangan ini. Dari dulu yg hebat itu adalah duitnya. RRT banyak duit, bisa mengerjakan banyak hal – gedung2, jalan2 baru semua. Tetapi duit ini BUMN, state yg kaya. Disistem kapitalisme spt usa itu duit di rakyat. Ini bedanya. Ketika 2 sistem itu nyampur, ya pasti akan ada friksi. IPO nya Ant financial ini adalah salah satu friksi itu.

 

Nesare

 

 

 

From: gelor...@googlegroups.com <gelor...@googlegroups.com> On Behalf Of Chan CT
Sent: Saturday, November 21, 2020 11:17 PM
To: nesare <
nes...@yahoo.com>; 'GELORA45_In' <Gelor...@googlegroups.com>
Subject: Re: [GELORA45] Mengapa IPO Semut Dilarang!

 

Nesare: pertanyaan nya bagaimana mengawas dan turun tangan pegang kendali ini?

 

Chan: yang jelas pemerintah Tiongkok akan TETAP pegang kendali ekonomi nasional termasuk regulasi dunia saham yang digeluti juga, ... yang jadi masalah dalam praktek menentukan saat/kapan yang tepat turun tangan dilakukan?

 

Saya SETUJUUU, dikatakan keputusan PEMBATALAN IPO Grup Semut Finansial kali ini harus dikatakan TERLAMBAT, akan jauh lebih baik GSF sudah dilarang saat ajukan IPO didunia Saham HK yang terbuka didunia - Internasional itu! Bukan setelah ijin IPO sudah resmi berlangsung diakhir 2 hari sebelum peresmian IPO GSF baru dibatalkan!

 

Artinya, Biro pengawas Finansial Tiongkok dan HK kebobolan, ... TIDAK menganggap gerak usaha GSF beberapa tahun terakhir ini melanggar ketentuan dan sedang menerjang RESIKO yang mematikan! Bisa dikatakan satu kesalahan serius telah terjadi, dan sekarang Jack Ma dan beberapa pejabat dalam pengusutan, ... Mengapa itu bisa terjadi? Padahal sudah ada diskusi sengit pemikian Jack Ma yang dibilang penemuan dan pengembangan genial itu dengan Wang Qishan dan tokoh Bankir di Tiongkok yang menyangkal. Khususnya tuduhan Jack Ma, cara kerja Bank yang lelet, lambat dan masih saja gunakan cara kerja Penggadian yang konserfatif itu, mengakibatkan banyak UKM kesulitan mendapatkan kredit.

 

Saya tidak jelas bagaimana jalan pemikiran Jack Ma berani mengucurkan kredit tanpa agunan itu sesungguhnya, tapi dari beberapa tulisan yang bisa saya ikuti, yang dijadikan sandaran adalah perkembangan teknologi dunia digital yang mencapai “Big Data” yang sangat luar biasa berkemampuan, menyatukan dan memusatkan data setiap warga dengan tepat itu. Bukan hanya siapa tapi bagaimana gerak-gerik seseorang bisa dengan cepat diikuti, ... dengan baik. Termasuk pembayaran hutang/kredit yang pernah dikerjakan. Jadi, kalau saja seseorang tidak masuk black-list sehubungan kredit, tentunya dia bisa dengan mudah mendapatkan kredit yang diperlukan sekalipun tidak memberikan agunan yang memadai.

 

Apakah benar pendataan setiap warga di Tiongkok sudah begitu sempurna sehingga menjamin seseorang pasti tidak akan nakal menggondol kredit yang dikucurkan, entahlah? Tapi, sekalipun pendataan dalam Big Data itu benar adanya, bukankah tetap harus memperhitungkan faktor lain yang mungkin mengakibatkan seseorang tidak berhasil membayar kredit yang telah diberikan. Kemarin dan hari ini dia bisa saja baik, . tapi siapa tahu saat menghadapi kondisi berbeda esok pagi, begitu ada kesempatan mendapat keuntungan lebih besar dia berubah niat! Belum lagi memperhitungkan faktor lain, entah karena ekonomi sedang merosot, faktor gagal produksi, dampak bencana alam dst., dan kalau saja menghadapi jumlah gagal-kredit terjadi dalam jumlah besar, sedang nilai jumlah kredit jauh diatas aset GSF, siapa yang harus menanggung? Jadi, lebih-lebih tidak bisa pemikiran Jack Ma bisa dibenarkan perkembangan ekonomi nasional hendak didorong dengan menerjang RESIKO akibat penggelembungan semu sampai 100X lipat aset GSF, .

 

Mungkin juga pemikiran bung benar, GSF beroperasi didalam negeri Tiongkok, ... dicegat saja arus devisa yang keluar negeri. Jadi, tidak mesti dibatalkan IPO GSF. Tapi, .. bagaimana kalau dilihat dari sudut lain. Ternyata dari sekian banyak pembeli IPO GSF yang masuk ketika itu lebih 50% dari Amerika, Jepang. Sedang modal GSF sendiri dan pembeli dari dalam negeri hanya sekitar 30% saja? Bukankah membuat sementara orang menjadi lebih kawatir, setiap saat finansial Tiongkok akan terancam krisis kalau terjadi penarikkan modal kembali ke AS?

--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.

image001.png
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages