
Pameran Perdagangan Jasa Internasional Tiongkok (CIFTIS) 2022 akan digelar di Beijing pada tanggal 31 Agustus-5 September mendatang. Selain menambahkan topik jasa lingkungan, memamerkan berbagai teknologi dan aplikasi baru terkait ekosistem, pelestarian lingkungan dan penghematan energi hijau, pameran kali ini juga berfokus pada elemen baru tekonologi digital, serta mendirikan museum Experience Metaverse dalam bidang jasa telekomunikasi, mari kita simak bersama sorotan utama dalam CIFTIS kali ini!

Museum Experience Metaverse meliputi area seluas 10.000 meter persegi, dilengkapi dengan teknologi imersif interaktif yang menampilkan keseluruhan dari industri ekologis metaverse.

Luas pameran dan jumlah perusahaan perserta CIFTIS luring kali ini melampaui CIFTIS sebelumnya. Luas pameran bertambah 26 ribu meter persegi (sama dengan 4 lapangan sepak bola standar internasional), lebih dari 400 perusaahaan 500 besar di dunia berpartisipasi dalam pameran tersebut secara luring, tingkat internasionalisasi secara keseluruhan mencapai 20,8 persen, meningkat 3 persen daripada pameran tahun lalu.

Sebagai negara tamu kehormatan CIFTIS tahun ini, Uni Emirat Arab akan berfokus pada tema ‘ekonomi plural’, memamerkan jasa penerbangan, jasa moneter, manufaktur canggih dan jasa budaya. Selain itu, sekitar 33 negara termasuk Belanda, Austria dan Portugal akan mendirikan ‘Ruang Pameran Online’ agar para pemirsa dapat menyaksikannya kapan pun dan di mana pun.






Kutipan : Pameran Perdagangan Jasa Internasional Tiongkok (CIFTIS) 2022 akan digelar di Beijing pada tanggal 31 Agustus-5 September mendatang. Selain menambahkan topik jasa lingkungan, memamerkan berbagai teknologi dan aplikasi baru terkait ekosistem, pelestarian lingkungan dan penghematan energi hijau, pameran kali ini juga berfokus pada elemen baru tekonologi digital, serta mendirikan museum Experience Metaverse dalam bidang jasa telekomunikasi, mari kita simak bersama sorotan utama dalam CIFTIS kali ini!
Komentar : Sungguh interesan, karena yang dipamerkan di sini adalah topik jasa lingkungan, yang mempamerkan berbagai teknologi dan aplikasi baru terkait dengan ekosistem, pelestarian lingkungan dan penghematan energi hijau, yang berfokus pada teknologi digital. Dalam konteks ini saya akan mencoba untuk mencermatinya dengan cara menggunakan kacamata ekologi sosial, yang merupakan aliran filosofis yang penting mengenai ekologi.
Disamping ekologi-dalam, kita mengenal juga aliran filosofis yang penting mengenai ekologi, yang dalam konteks ini adalah ekologi sosial; karena sejak abad ke 19 yang lalu telah muncul adanya perdebatan kreatif di media masa tentang keunggulan relatif dalam masalah ekologi sosial. Menurut pengamatan saya, dalam konteks ini ada dua aliran ekologi, yaitu ekologi-dalam dan ekologi sosial, dua-duanya memperlihatkan aspek-aspek penting dari Paradigma ekologi. Dalam konteks ini para pendukungnya nampak telah mencoba untuk memadukan pendekatan-pendekatan kedalam visi ekologi yang koheren.
Kesadaran ekologi-dalam tampaknya memberikan cita-cita filosifis dan berbasis spirituil bagi suatu gaya hidup ekolosis dan aktivitas lingkungan. Dalam konteks ini ekologi-dalam tidak memisahkan manusia, atau apapun dari lingkungan alamiah. Ia benar-benar melihat dunia bukan sebagai kumpulan objek-objek yang terpisah, tetapi sebagai suatu jaringan fenomena yang saling berhubungan satu sama lain secara fundamental. Ekologi-dalam mengakui nilai-nilai intrinsik seluruh mahluk hidup, dan memandang manusia tak lebih dari suatu untaian dalam jaringan kehidupan. Jadi pada akhirnya kesadaran ekologi-dalam adalah merupakan kesadaran sperituil atau religius. Akan tetapi ia tidak banyak menceritakan kepada kita tentang ciri-ciri kultural dan pola-pola organisasi yang telah mengakibatkan krisis ekologi dewasa ini; yang merupakan fokus ekologi sosial.
Lain halnya dengan kesadaran ekologi sosial, dasar umum bergagai aliran ekologi sosial ialah : Pengakuan bahwa sifat anti-ekologis yang mendasar dari kebanyakan struktur-struktur sosial dan ekonomis kita, dan teknologi-teknologinya berakar dalam apa yang disebut``sistem dominator``dari organisasi sosial. Seperti misalnya : Patriarki,imperialisme, kapitalisme,neoliberalisme dan rasisme, adalah contoh-contoh dominysi sosial yang bersifat eksploitatif dan anti ekologi. Diantara aliran ekologi sosial yang berbeda-beda, terdapat beberapa kelompok yaitu: Marxis, Anarkis, dan Neolib. Mereka memakai kerangka-kerja masing-masing untuk menganalisis pola-pola dominasi sosial yang berbeda-beda.
Khususnya dalam menyoroti CIFTIS menurut pengamatan saya, ekologi-dalam seperti yang di singgung diatas sangat dibutuhkan sekarang ini, oleh karea itu CIFTIS yang di selenggarakan di Tiongkok harus bisa segera mendorong pelaksanaan etika ekologi-dalam khususnya dalam konteks paradigma ilmu pengetahuan; karena menurut pengamatan saya kebanyakan apa yang dilakukan oleh para ilmuawan bukan meningkatkan kehidupan dan melestarikan kehidupan, melainkan menghancurkan kehidupan, seperti apa yang terjdi sekarangn ini, tercermin dalam dalam perancangan sistim persenjataan nuklir yang mengancam pemusnahan bumi (Kiamat), para ahli kimia meracuni lingkungan global, para biolog melepaskan bergagai tipe organisme baru dan tak dikenal, tanpa mengetahui konsekuensi-konsekuensinya (Virus Corona )dan, para psikolog dan ilmuwan lainnya menyiksa bintang atas nama kemajuan ilmiah; dengan berlangsunnya semua aktivitas ini tampaklah CIFTIS sudah didesak untuk memperkenalkan standard-standard nilai `eko-etis´ atau dasar-dasar nilai ``etis hijau``ke dalam dunia ilmu pengetahuan. Menurut pengamatan saya,pada umumnya nilai-nilai etis itu tidak diakui, dalam ilmu pengetahuan dan tenologi,karena dipandang sebagai sifat pinggiran; Seperti selama revolusi ilmiah pada abad ke-17, nilai-nilai dipisahkan dari fakta-fakta ilmiah, jadi bebas dari apa saja yang kita lakukan dan oleh karenanya bebas dari nilai-nilai kita. Padahal dalam kenyataannya , fakta-fakta ilmiah di hasilkan dari suatu keseluruhan konstelasi persepsi, atau nilai dan tindakan manusia. Dalam konteks ekologi-dalam, pandangan bahwa nilai-nilai itu melekat dalam mahluk hidup didasarkan pada pengalaman ekologi-dalam, atau spiritual bahwa alam dan diri itu satu. Perluasan diri dari awal hingga akhir untuk menyamakan diri dan menyatu dengan semesta merupakan dasar dari ekologi-dalam, segabaimana diakui jelas-jelas oleh Arne Naess,seorang filsuf Norwegia, yang dikenal melalui buku teks logika, metodologi, dan sejarah filsafat.
Maju terus CIFTIS
Roeslan.
--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/31E6E0E7C8EA40F5B0BBA9610E7E24A5%40A10Live.