Xinjiang gunakan tenaga surya untuk sistem irigasi "shelterbelt" gurun
2 views
Skip to first unread message
Chan CT
unread,
Jan 14, 2022, 1:38:26 AM1/14/22
Reply to author
Sign in to reply to author
Forward
Sign in to forward
Delete
You do not have permission to delete messages in this group
Copy link
Report message
Show original message
Either email addresses are anonymous for this group or you need the view member email addresses permission to view the original message
to GELORA45_In
Xinjiang gunakan tenaga surya
untuk sistem irigasi "shelterbelt" gurun
Jumat, 14 Januari 2022 10:08
WIB
Pemandangan kawasan
industri di wilayah Shache di Kashgar, Daerah Otonom Uighur Xinjiang, China
barat laut, pada 12 Desember 2021. Terletak di tepi barat daya Gurun Taklimakan,
wilayah Shache membangun kawasan industri pertanian dengan memanfaatkan sumber
daya matahari di tanah tandus yang luas tersebut pada 2021. (Xinhua/Ding
Lei)
Setelah
pembangkit listrik itu terpasang, diperkirakan akan tercatat penurunan sebesar
lebih dari 1.000 ton konsumsi solar dan sekitar 3.410 ton emisi karbon dioksida
(CO2) setiap tahunnya
Jakarta (ANTARA) -Shelterbeltberupa hutan
penahan angin tepi jalan di Taklimakan, gurun terbesar di China yang terletak di
Daerah Otonom Uighur Xinjiang, segera diairi dari sistem irigasi yang
menggunakan tenaga surya murni, seperti disampaikan pihak berwenang setempat.
Seperti
dilansir Xinhua, Kamis (13/1), pada Maret tahun ini sebanyak 86 pembangkit
listrik fotovoltaik baru akan rampung dibangun di jalan sepanjang 566 kilometer
(km) di wilayah China barat laut tersebut, menggantikan mesin diesel sebagai
sumber energi untuk memompa air irigasi.
Penambahan itu akan memperbanyak jumlah sumur
irigasi bertenaga surya di sepanjang jalan gurun tersebut menjadi 98 buah.
Setelah
pembangkit listrik itu terpasang, diperkirakan akan tercatat penurunan sebesar
lebih dari 1.000 ton konsumsi solar dan sekitar 3.410 ton emisi karbon dioksida
(CO2) setiap tahunnya.
Jalan yang dibuka untuk lalu lintas pada 1995
silam memperpendek jarak perjalanan antara ibu kota Daerah Otonom Uighur
Xinjiang Urumqi dan Prefektur Hotan hingga 500 km.
Barisan pohon
penahan angin ataushelterbeltsepanjang 436
km di sepanjang jalan itu ditanam lebih dari satu dasawarsa lalu guna mencegah
erosi jalan.