Dalam jumpa pers isu Xinjiang ke-65 yang digelar di Beijing kemarin (25/12), terkait AS meneken apa yang disebut sebagai “Undang-undang Pencegahan Kerja Paksa Uighur”, secara terus terang mengintervensi urusan Xinjiang dan bermaksud mengekang Tiongkok melalui isu Xinjiang, juru bicara Pemerintah Daerah Otonom Etnis Uighur Xinjiang Xu Guixiang menyatakan, tindakan AS itu yang sama sekali bersifat bullying adalah perbuatan perampok berdasarkan pikiran perang dingin, adalah salah total dan sangat berbahaya.
Jubir itu mengatakan, apa yang disebut sebagai “Undang-undang Pencegahan Kerja Paksa Uighur” dengan berat memutarbalikkan keadaan nyata kerja di Xinjiang; apa yang disebut sebagai “Undang-undang Pencegahan Kerja Paksa Uighur” dengan berat melanggar patokan mendasar hukum internasional dan hubungan internasional; apa yang disebut sebagai “Undang-undang Pencegahan Kerja Paksa Uighur” dengan berat menginjak-injakkan nilai bersama seluruh manusia.
Xu Guixiang menekankan, sebagai diketahui umum, warga Indian di AS menderita kerja paksa yang mengerikan , perkembangan sejarah AS dari awal disertai usir, bantai dan asimilasi paksa terhadap warga Indian, saat ini etnis Indian sedang menjadi etnis terancam genosida. Maka mendingan pemimpin AS harus mengadakan introspeksi terkait hal tersebut.
Juru bicara Pemerintah Daerah Otonom Etnis Uighur Xinjiang Xu Guixiang menyatakan, Amerika Serikat(AS) lah negara kerja paksa yang sesungguhnya! Hal itu dinyatakan jubir tersebut dalam jumpa pers soal Xinjiang kemarin(25/12), usai pemerintah AS menandatangani “Undang-undang Pencegahan Kerja Paksa Uighur”.
Xu mengatakan, AS pernah menjualbelikan, menganiayai dan mendiskriminasi budak warga kulit hitam. Kerja paksa adalah titik hitam yang tak dapat dihapuskan dalam “sejarah bangkit”AS. Sedang AS, yang bangkit melalui penjualbelian orang hitam, adalah negara sistem perbudakan modern pada saat ini, keadaan kerja paksa tetap sangat serius di AS.
Jubir itu mengatakan, pertama, keadaan kerja paksa pertanian adalah paling berat di AS. Kedua, kerja paksa di penjara swasta AS pun sangat mengerikan . Ketiga, buruh anak sangat serius di AS. Keempat, terdapat diskriminasi jenis kelamin yang luas di lapangan kerja AS. Kelima, diskriminasi dan prasangka terhadap kaum penyandang di lapangan kerja pun sangat berat di AS.
On Sun., Dec. 26, 2021 at 9:10 p.m., Chan CT<sa...@netvigator.com> wrote:
--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/29C96EBACB7649A680977792B6D544FA%40A10Live.