Fw: Partai Komunis di Jazirah Arab

8 views
Skip to first unread message

Chan CT

unread,
Dec 2, 2021, 7:08:35 AM12/2/21
to GELORA45_In
ilustrasi
  • Whatsapp

Prof. Sumanto Al Qurtubi, profesor asal Indonesia, yang mengajar di King Fahd University of Petroleum and Minerals (Universitas Raja Fahd untuk Perminyakan dan Mineral) menyatakan, paham Komunisme sempat tumbuh di Kerajaan Arab Saudi, meskipun tidak sesukses kawasan Arab lain seperti Yaman, Palestina, Irak, Mesir, Suriah, Libanon, Yordania, Bahrain, Tunisia, Sudan, atau Aljazair, dimana Partai Komunis dan ideologi komunisme sempat tumbuh subur dan berjaya.

Sejumlah sarjana dan sejarawan seperti Toby Matthiesen dan Kamel al-Khatti menduga perkembangan awal komunisme di Arab Saudi diperkenalkan oleh para pekerja migran dari kawasan Arab Timur Tengah yang dulu direkrut oleh para pejabat ARAMCO (perusahaan minyak terbesar di Saudi dan dunia) demi membela kaum pekerja yang mendapat perlakuan yang timpang.

 

Tetapi sejak pertengahan 1960an, pemerintah Kerajaan Saudi Arabia berhasil mengatasi berbagai gerakan oposisi, baik yang berhaluan kiri maupun bukan, dengan baik.

Menariknya, tidak seperti Jendral Suharto di Indonesia – yang membantai habis kelompok komunis maupun yang “setengah komunis” atau bahkan mereka yang hanya sekedar “berbau komunis”, Raja Faisal hanya menangkap para gembong dan menghukum orang-orang yang terlibat gerakan makar, kekerasan, pengeboman, dan terorisme saja. Selebihnya tidak dihukum apalagi diuber-uber dan dicap bersih lingkungan dan KTPnya dicap ‘ET’ alias eks Tapol.

Lebih lanjut Sumanto Al Qurtuby, Associate Professor of Anthropology in the Department of Global & Social Studies, King Fahd University menyatakan, di kawasan Tanah Arab dan Timur Tengah, pendukung komunisme adalah kaum agama. Komunisme dianggap sebagai alat perjuangan dan dipisahkan fungsinya dengan lembaga agama. Tak seperti di sini, komunis jadi najis karena dianggap (otomatis) atheis

Komunisme bertujuan menciptakan sebuah masyarakat yang berbasis pada sistem, struktur dan tatanan sosial-politik-ekonomi yang egaliter dan tanpa kelas.

Dalam perkembangannya, ada berbagai mazhab komunisme seperti Marxisme, Leninisme, Anarkhisme, dan lain sebagainya.

Dari berbagai sumber, berikut profil singkat beberapa partai komunis di jazirah Arabia :

1. Popular Front for Liberation of Palestine.

Palestina memiliki sebuah partai politik bernama Popular Front for Liberation of Palestine (PFLP) yang berasaskan komunisme. Partai ini memegang teguh ajaran Marxisme dan Leninisme, meski berkembang di negara Islam. Satu hal yang cukup mengusik akal pikiran kita di Indonesia kini.

PFLP adalah partai kedua terbesar di Palestina. Bahkan partai ini bergabung dengan PLO – Organisasi Pembebasan Palestina. Semua anggota partai komunis ini berada di garda depan dalam memerangi Israel.

Ketika George Habash, pendiri PFLP yang berhaluan Marxis-Leninis, meninggal pada 2008, seluruh faksi politik di Palestina berkabung. Kematian Habash, sang komunis yang konsisten, dianggap sebagai duka bagi seluruh anak bangsa Palestina.

Sosok George Habash sekilas mengingatkan saya pada Tan Malaka (1897-1949), “Orang Kiri” Indonesia yang hadir di Sidang Komunis Internasional dan menulis risalah “Merdeka 100% “(1946). Tapi bedanya, Tan Malaka pejuang yang dilupakan.

Tan Malaka adalah mntan Ketua PKI dan wakil Ketua PK Asia Tenggara yang terjun dalam gelanggang pergerakan melawan kolonialisme Belanda. Bahkan, pada 1925, Tan Malaka sudah menggagas ide mengenai “Republik Indonesia” dalam buku berjudul “Naar de Republiek Indonesia”. Buku yang beredar di bawah tanah inilah yang menginspirasi pergerakan dan pemikiran para tokoh bangsa selain “Massa Actie” (1926).

2. Syrian Communist Party.

Ada satu partai komunis yang bergabung dengan koalisi pemerintahan Suriah yang resmi. Nama partai itu adalah ‘Syrian Communist Party’. Meski hanya hanya memiliki 8 dari 250 orang dalam dewan, partai ini cukup diperhitungkan di negara ini. Setidaknya mereka bertahan setelah dibentuk pertama kali di tahun 1986.

3. Communist Party of Afganistan. Partai Kommunis di Afganistan memang bukan partai dominan. Tapi partai pergerakan ini memiliki kontribusi dalam mengusir penjajah AS dari negerinya Mereka terus berjuang dan tidak ingin negerinya terus dihancurkan oleh perang yang digawangi oleh Amerika dan kroni-kroninya.

4. National Liberation Front – Bahrain.

Front Pembebasan Nasional atawa ‘National Liberation Front’ adalah sebuah partai dengan aliran Marxisme dan Leninisme yang berdiri pada tahun 1955 di Bahrain. Sejak saat itu, partai ini berkembang dengan cukup masif meski tidak menjadi partai terbesar di negeri mungil ini.

Saat ini partai ini tidak memiliki anggota pada parlemen. Namun pada tahun 2002 dan 2006, sekitar tiga anggota mereka ikut dalam parlemen dan membangun Bahrain jadi lebih baik.

5. Egyptian Communist Party.

Partai Komunis Mesir atau Egyptian Communist Party (ECP) berdiri pada tahun 1975. Partai ini mendapatkan tentangan yang keras saat Presiden Anwar Sadat dan Hosni Mubarak berkuasa. Mereka dijatuhkan dan dilarang mengikuti pemilihan umum di negerinya.

Meski demikian, ECP terus bergerak mengumpulkan kekuatan untuk bisa lebih diakui di negerinya sendiri.

6. Communist Party of Iran – Iran
Di negeri para Mullah Iran juga ada partai komunis atau ‘Communist Party Iran’. Saat ini CPI di negeri para Mullah ini bergerak di bawah tanah, bersama para milisi lain yang menuntut kebebasan.

Partai ini memperjuangkan agar negara Iran lebih menghargai wanita dengan memberi mereka hak asasi manusia. Selain itu, partai ini juga menuntut adanya hukum tentang buruh serta perlindungannya dalam dunia kerja.

7. Iraqi Communist Party –

Merupakan partai komunis yang cukup berpengaruh di Irak. Partai ini mendominasi golongan kiri di negeri Babilonia ini dan kerap melakukan protes kepada negeri. Saat Saddam Hussein menjadi presiden, partai ini sempat redup. Namun sekarang mulai menunjukkan taringnya dengan mengirim beberapa orang menempati kursi anggota dewan.

8. Partai Ba’ath di Irak.

Partai Ba’ath mulai memegang kuasa di Suriah pada tanggal 8 Maret 1963 dan tetap berpengaruh sampai sekarang; “Ba’athis” memegang kuasa di Irak sejak Februari 1968 sampai 2003.

Setelah penyingkiran de facto pemimpin Baath Saddam Hussein pada perang Irak 2003, pemerintahan yang menduduki Irak melarang Partai Ba’ath pada Juni 2003.

Bahasa Arab kata Ba’ath berarti ‘kelahiran kembali’. Keyakinan Ba’athis yaitu menggabungkan Sosialisme Arab, militerisme, nasionalisme, dan pan-Arab.

Ideologi sekulernya sering kali bertentangan dengan pemerintahan Arab lainnya di Timur Tengah, yang cenderung mendukung Islamisme dan teokrasi.

Motto partai ini adalah Wahdah, Hurriyah, Ishtirrakiyah berarti “Persatuan, Kebebasan, Sosialisme”. ‘Persatuan’ berarti persatuan “Pan-Arab”, ‘Kebebasan’ menekankan kebebasan dari pengaruh Barat, dan ‘Sosialisme’ menspesifikasikan pada Sosialisme Arab.

9. Partai Komunis Yaman. Di negeri nenek moyang Riziek Shihab dan Anies Baswedan ada partai al-Hizb al-Ishtiraki al-Yamani alias Partai Komunis Yaman.

Sebagai penerus dari Front Pembebasan Nasional, partai ini menjadi partai pemerintahan di Yaman Selatan sampai penyatuan Yaman pada 1990.

Awalnya “al-Hizb al-Ishtiraki al-Yamani” beraliran Marxis–Leninis, namun secara bertahap beralih menjadi partai oposisi sosialis demokrat di Yaman saat ini yang telah disatukan.

Sedangkan di Indonesia negeri muslim demokratis terbesar di dunia, pernah memiliki partai komunis yang kuat juga. PKI. Orang orang komunis diketahui ikut berjuang dan memerdekakan negara dan jadi pahlawan nasional.

Di tahun 1960 Aidit mengklaim kadernya 10 juta. Tapi setelah meletus Peristiwa 1965 tamat riwayatnya. Pengikutnya diberangus. Hingga ke akar akarnya.

Meski begitu ‘Hantu Komunis’ masih dijual buat menakut nakuti mereka yang berbeda pendapat dengan Orba dan geng kaum Islam militan. ***

PS :

Buat yang masih penasaran, ada sejumlah buku yang membahas tentang sejarah dan perkembangan komunisme dan Partai Komunis di Timur Tengah ini. Misalnya “The Communist Movement in the Arab World” (karya Tareq Ismael), “Communism in the Arab East” (oleh Suliman Bashear), “The Palestine Communist Party” . Atau “Communist Parties in the Middle East: 100 Years of History”

** Hingga kini para pengagum ajaran Karl Marx masih ada di Timur Tengah hingga penerbit merespons dengan menerjemahkan karya-karya Marx atau Friedrich Engels ke dalam Bahasa Arab. Buku “Manifesto Komunis” (Bahasa Arab: “al-Bayan al-Syuyu’i”) diterjemahkan oleh Al-Afif al-Akhdar. Sedangkan buku babon “Das Kapital” (Bahasa Arab: “Ra’s al-Mal”), diterjemahkan oleh Falah Abdul Jabbar. **

Sumber : Status facebook Supriyanto Martosuwito

 

*Komunis itu bangkit bukan di Indonesia, justru Komunisme itu bangkit di Negara Negara Arab.*
*Tidak ada Partai Komunis itu di Indonesia, tapi banyak sekali Partai KomuKomunisnis di Negara Negara Arab sana!*
 
*Orang komunis dan Partai Komunis itu ternyata banyak sekali di Negara Negara Arab sana dan berkembang dengan pesat bahkan Partai Komunis Palestina itu menjadi salah satu partai besar yang ada di Palestina sana!*
 
*Ini beberapa Partai komunis di Negara Negara jazirah Arabia :*
*Popular Front for Liberation of Palestine (Palestina), Syrian Communist Party (Siria), National Liberation Front (Bahrain), Egyptian Communist Party (Mesir), Communist Party of Iran (Iran), Iraqi Communist Party (Irak) dll*
 
 
 

BILLY GUNADIE

unread,
Dec 2, 2021, 9:59:13 AM12/2/21
to sa...@netvigator.com, GELORA45_In
Rasanya........buku agama juga mempunyai pola komunisme....

Berikanlah sebagian harta mu pada fakir.. berikanlah harta mu pada yang menemukan Dan ikut Aku.......


On Thu., Dec. 2, 2021 at 7:08 a.m., Chan CT
--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/251C7FCC5C514D39932C8359DE1543CB%40A10Live.
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages