
Kantor Penerangan Dewan Negara Tiongkok Kamis hari ini (3/3) mengeluarkan buku putih “Pengembangan Olahraga dan Perlindungan Hak-hak Penyandang Disabilitas Tiongkok”.
Juru bicara Federasi Penyandang Disabilitas Tiongkok dalam jumpa pers tadi pagi membeberkan tiga langkah yang akan diambil pemerintah untuk meningkatkan perlindungan bagi para penyandang disabilitas, termasuk peningkatan pembangunan lingkungan bebas hambatan untuk menyediakan lingkungan yang ramah bagi kaum difabel.
Langkah-langkah tersebut antara lain adalah sebagai berikut:
Pertama, meningkatkan tata hukum terkait pembangunan lingkungan bebas hambatan bagi kaum disabilitas.
Kedua, pembangunan lingkungan bebas hambatan atau aksesibilitas tercakup dalam rencana pembangunan ekonomi dan sosial nasional serta program-program khusus lainnya.
Ketiga, secara menyeluruh mendorong pembangunan lingkungan bebas hambatan bagi para penyandang disabilitas.
Kantor Penerangan Dewan Negara Tiongkok pada Kamis (3/3) hari
ini mengeluarkan buku putih yang bertajuk “Pengembangan Olahraga dan
Perlindungan Hak-hak Penyandang Disabilitas Tiongkok”, dan mengadakan jumpa pers
untuk memperkenalkan keadaan terkait buku putih tersebut. Buku putih tersebut
menunjukkan bahwa taraf olahraga kompetitif kaum penyandang disabilitas Tiongkok
terus meningkat, semakin banyak penyandang disabilitas yang berpartisipasi dalam
pertandingan olahraga. Tiongkok telah memberikan sumbangan kepada olahraga
penyandang disabilitas dunia. Dalam kurun waktu 4 tahun yang lalu, yaitu mulai
tahun 2016 hingga tahun 2020, kontingen olahraga penyandang disabilitas Tiongkok
secara akumulatif berpartisipasi dalam 160 kejuaraan internasional dan meraih
1.114 buah medali emas.

# 3 Atlet Tiongkok Memborong Medali dalam Pertandingan S5 Renang Gaya Bebas 50 meter Putra pada Paralimpiade Tokyo
Buku putih menunjukkan bahwa pada tahun 1984, kontinen olahraga penyandang disabilitas Tiongkok yang terdiri dari 24 atlet telah berpartisipasi dalam pertandingan tiga cabang olahraga yakni atletik, renang dan tenis meja Paralimpiade ke-7 di New York, berhasil meraih 24 medali termasuk 2 medali emas, sehingga di tengah kaum penyandang disabilitas sempat memicu kepopuleran untuk berpartisipasi dalam olahraga. Setelah itu, kontingen Paralimpiade Tiongkok turut berpartisipasi dalam Paralimpiade berikutnya dan mencapai prestasi yang mantap. Pada tahun 2004, dalam Paralimpiade ke-12 Athena, kontingen Tiongkok meraih 141 buah medali termasuk 63 medali emas, masing-masing menduduki peringkat no.1 dalam klasemen perolehan medali dan klasemen perolehan medali emas. Tahun 2021, dalam Paralimpiade ke-16 di Tokyo, kontingen Tiongkok telah meraih 207 medali termasuk 96 medali emas, selama 5 kali beruntun menduduki peringkat pertama klasemen perolehan medali dan klasemen perolehan medali emas Paralimpiade.
Selain itu, sejak tahun 1987, atlet penyandang disabilitas intelektual Tiongkok telah berpartisipasi dalam Olimpiade Spesial Musim Panas ke-9 dan Olimpiade Spesial Musim Dingin ke-7, dan menunjukkan semangat Olimpiade Spesial “Berani Mencoba, Berjuang untuk Menang”. Di tahun 1989, atlet tuna rungu Tiongkok untuk pertama kalinya berpartisipasi dalam Pekan Olahraga Tuna Rungu ke-16 yang diselenggarakan di Christchurch, Selandia Baru. Tahun 2007, kontingen Tiongkok meraih satu medali perunggu pada Olimpiade Tuna Rungu Musim Dingin ke-16 yang diselenggarakan di Salt Lake City Amerika Serikat, untuk pertama kalinya meraih medali pada Olimpiade Tuna Rungu Musim Dingin.
Sejak tahun 2016 hingga tahun 2020, kontingen penyandang disabilitas Tiongkok secara akumulatif telah berpartisipasi dalam 160 event internasional, dan meraih 1.114 buah medali emas.