
Jubir Kemenlu Tiongkok Wang Wenbin dalam jumpa pers hari Senin kemarin (21/3) memperkenalkan isi pembicaraan antara Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi dengan Menlu Zambia, Menlu Aljazair dan Menlu Tanzania.
Dinyatakan, Menlu Tiongkok dan ketiga menlu tersebut semua berpendapat bahwa dampak krisis Ukraina kepada situasi Eropa sedang meluas ke seluruh dunia, tapi dunia ini sangat besar, masalah yang ada juga sangat banyak, apalagi Benua Afrika tidak seharusnya dilupakan, tidak seharusnya disisihkan, juga tidak seharusnya menjadi korban.

Wang Wenbin mengatakan, Tiongkok dan ketiga negara ini telah mencapai banyak kesepakatan mengenai peningkatan penanggulangan wabah virus Corona dan kerja sama pengobatan, pembangunan bersama Satu Sabuk Satu Jalan, bantuan terhadap revitalisasi Afrika, pendorongan proses demokrasi hubungan internasional, serta peningkatan koordinasi dan kerja sama dalam menangani urusan internasional dan regional, kedua pihak telah memperdalam persahabatan tradisional dan kerja sama pragmatis.

Wang Wenbin juga memperkenalkan pendirian Menlu Wang Yi dalam jumpa pers dengan Menlu Aljazair mengenai situasi Ukraina, ia menunjukkan bahwa berkembangnya masalah Ukraina menjadi seperti situasi seperti saat ini diakibatkan oleh berbagai faktor dan ledakan konflik yang telah tertimbun selama bertahun-tahun, sumbernya adalah masalah keamanan Eropa, tindakan ekspansi tanpa batas yang diambil NATO perlu diintrospeksi kembali.
Dilihat dari jangka panjang, berdasarkan prinsip keamanan tak
terpisahkan, saling menghormati keprihatinan rasional satu sama lain, serta
melalui dialog dan negosiasi, berbagai pihak Eropa harus membangun kerangka
keamanan regional yang seimbang, efektif dan berkelanjutan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Wang Wenbin memberikan tanggapan atas perkataan Perdana Menteri Inggris yang mendesak Tiongkok untuk bersama negara lainnya mengecam aksi militer Rusia terhadap Ukraina.
Di depan jumpa pers rutin hari Senin kemarin (21/3), Wang
Wenbin menekankan, Tiongkok selalu berpendirian objektif dan adil dalam masalah
Ukraina. Tiongkok selalu berupaya demi perdamaian, dan akan terus memainkan
peranan yang konstruktif.
Wang Wenbin mengatakan, ketika mengadakan pertemuan virtual dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden, Presiden Tiongkok Xi Jinping menunjukkan, Tiongkok tidak ingin melihat situasi Ukraina berkembang sampai tahap ini. Tiongkok senantiasa mendukung perdamaian dan menentang peperangan. Tiongkok senantiasa bertolak dari fakta dan kenyataan, mengeluarkan keputusan secara mandiri, menganjurkan untuk memelihara hukum internasional dan prinsip hubungan internasional yang diakui secara umum, bertindak berdasarkan Piagam PBB, menjunjung konsep keamanan bersama, komprehensif, kooperatif, dan berkelanjutan. Prinsip-prinsip tersebut merupakan dasar bagi Tiongkok menangani krisis Ukraina.
“Presiden Xi menekankan, semakin situasi rumit, semakin kita perlu tetap tenang dan bijaksana. Dalam keadaan apapun, kita harus menunjukkan keberanian politik, menciptakan ruangan bagi perdamaian dan memberikan kesempatan bagi penyelesaian masalah secara politik. Kuncinya ialah, pihak terkait harus menunjukkan keinginan politik, berdasarkan situasi sekarang, berorientasi pada masa depan, mencari cara penyelesaian yang baik, pihak lainnya juga dapat dan wajib menciptakan kondisi untuk hal ini.
Hal paling urgen dewasa ini ialah, meneruskan dialog dan perundingan, menghindari korban sipil, mencegah terjadinya krisis kemanusiaan, dan selekasnya mewujudkan gencatan senjata. Hubungan jangka panjang antar berbagai negara dapat terwujud jika negara-negara besar saling menghormati, mengesampingkan mentalitas perang dingin, tidak melakukan konfrontasi antar kubu yang berbeda, serta membentuk kerangka keamanan global dan kawasan yang seimbang, efektif dan berkelanjutan secara bertahap. ”
Wang Wenbin menyatakan, Tiongkok sudah mengajukan 6 butir usulan terkait situasi kemanusiaan Ukraina, dan menyediakan bantuan kemanusiaan kepada Ukraina dan negara lain yang terdampak. Berbagai pihak hendaknya bersama-sama mendukung dialog dan perundingan Rusia-Ukraina agar mencapai hasil dan mewujudkan perundingan. AS dan NATO juga harus berdialog dengan Rusia, menyelesaikan masalah krusial krisis Ukraina serta menyelesaikan masalah keamanan Rusia dan Ukraina.