
Menteri Luar Negeri AS Blinken dalam pidato mengenai kebijakan
terhadap Tiongkok baru-baru ini mengatakan, terdapat perselisihan mendalam anara
AS dengan PKT dan pemerintah Tiongkok, namun perselisihan tersebut hanya ada
antar pemerintah dan sistem kedua negara, bukanlah antar rakyat. Dia
berpura-pura mengatakan bahwa dirinya menghormati prestasi, sejarah dan budaya
rakyat Tiongkok.
Opini Blinken ini sungguh membuat dunia lebih mengenal kemunafikan. Tentu saja, ini adalah yang pandai dilakukan oleh politikus AS. Tipu muslihat ini mudah dikenali dan sulit menyembunyikan kniat jahatnya dengan sengaja memfitnah PKT dan memprovokasi hubungan erat PKT dan rakyat Tiongkok. Apa yang disebut AS menghormati rakyat Tiongkok tidak akan dipercaya rakyat Tiongkok, komunitas internasional tidak akan percaya, bahkan Blinken sendiri pun tidak percaya, itulah omong kosong belaka.

Suatu logika yang jelas adalah, politikus AS selalu
mengklaim menghormati rakyat Tiongkok, maka seharusnya menghormati
jalan pembangunan dan sistem politik yang dipilih rakyat Tiongkok, menghormati
PKT yang mewakili kepentingan fundamental rakyat Tiongkok yang luas, bukanlah
sedapat mungkin melakukan pencorengan dan provokasi.
Pidato Blinken dengan kemasan bagaimanapun sulit menyembunyikan niat sejati menkan dan mencegat pembangunan Tiongkok dan merintangi kebangkitan kembali Bangsa Tionghoa.
Mengenal hal tersebut, rakyat Tiongkok sangat jelas dan komunitas internasional pun jelas. Upaya politikus AS melakukan provokasi sia-sia belaka, tidak ada pasarnya, dan mereka hendaknya lebih banyak memikirkan bagaimana menyelesaikan masalah di dalam negerinya sendiri dan memperoleh kepercayaan rakyat AS.