Lalu,
Mahfud pun memberikan tanggapan. Mahfud membantah bahwa dirinya tidak pernah
bilang 'beruntung' atas peristiwa tersebut.
"Soal
tewasnya 3 orang TNI di Papua tak pernah saya bilang 'Beruntung yang mati bukan
warga sipil'. Yang saya bilang: 'KKB membunuh TNI dengan brutal, untungnya tidak
ada korban warga sipil'," tulis Mahfud.
Mahfud
menyebut, di media sosial Said Didu membuat narasi yang terkesan sengaja
membelokkan. Atas hal itu, Mahfud bakal 'menjewer' langsung Said Didu lewat
WhatsApp.
"Di
medsos @msaid_didu membuat narasi yang sepertinya sengaja ingin membuat kesan
yang dibelokkan. Nanti saya jewer dia, langsung ke WA-nya agar jeweran saya tak
tersebar. Dia itu suka bercanda tapi terkadang off side," ucapnya.
Baca
juga:
Mahfud
Md 'Jewer' Said Didu, Tegaskan Tak Bilang 'Beruntung' soal
Papua
Simak
selengkapnya di halaman selanjutnya:
Penjelasan
Said Didu
Said
Didu yang 'dijewer' Mahfud Md gara-gara cuitan 'beruntung' kembali merespons
Mahfud. Said Didu memberi penjelasan terhadap Mahfud.
"Prof
@mohmahfudmd yth, izin saya jelaskan. Dalam mention saya hanya bertanya 'kok ada
kata beruntung?' karena saya tidak tahu dari siapa kata tersebut. Jadi tidak
sama sekali menunjuk bahwa kata-kata tersebut dari Bapak," kata Said Didu dalam
cuitan di Twitter pribadinya, Minggu (30/1).
Mahfud
diketahui telah memberikan klarifikasi atas tuduhan Said Didu soal kata
'beruntung' dalam peristiwa gugurnya 3 prajurit TNI di Papua itu. Mahfud
membantah bahwa dirinya tidak pernah bilang 'beruntung' atas peristiwa
tersebut.
Dengan
klarifikasi Mahfud itu, Said Didu menyebut permasalahan soal 'beruntung' sudah
klir. Lalu, dia pun mengucapkan terima kasih atas teguran lewat 'jeweran' dari
Mahfud Md.
Baca
juga:
'Dijewer'
Mahfud Md soal Kata 'Beruntung', Said Didu Beri Penjelasan
Ini
Komentar
Mahfud soal 3 Prajurit TNI Gugur
Mahfud
Md berkomentar soal tiga prajurit TNI yang tewas ditembak oleh KKB di Papua.
Mahfud mengatakan saat ini TNI bersifat defensif di Papua.
Hal
itu dikatakan Mahfud usai memimpin rapat koordinasi bersama Panglima TNI
Jenderal Andika Perkasa, Dirjen Polpum Kemendagri, Deputi II BIN, Kabaintelkam
Polri, Pangdam XVII Cendrawasih, XVI Pattimura, dan Pangdam XVIII Kasuari, serta
Kapolda Maluku, Kapolda Maluku Utara, Kapolda Papua, dan Kapolda Papua Barat.
Rapat di gelar secara virtual hari ini di kantor Kemenko Polhukam, Jumat
(28/1).
"Kemudian
di Papua memang ada penembakan. Beberapa waktu terakhir ini memang ada beberapa
warga TNI meninggal, tetapi memang itu merupakan ya perubahan situasi baru di
dalam pendekatan baru. Sekarang TNI itu bersifat defensif, tidak ofensif," kata
Mahfud.
Mahfud
mengatakan, sejak pendekatan itu diberlakukan, tidak ada lagi korban warga sipil
di Papua. Sasarannya kini mengarah ke anggota TNI atau Polri.
"Tapi
satu kemajuan yang harus kita pelihara, tidak ada korban masyarakat atau warga
sipil sejak ada pendekatan baru itu. Sasarannya memang, kalau nggak ke TNI, ya
ke Polri," ujar Mahfud.
"Nah,
ini dulu, masyarakat sipil harus dijaga dulu keselamatannya. Sekarang bagaimana
cara defensif dengan pendekatan baru itulah yang menurut Pak Panglima tadi akan
segera dievaluasi dan disempurnakan," tambahnya.
Selanjutnya,
Mahfud mengatakan pihaknya akan membentuk tim untuk menyelesaikan masalah yang
belakangan ini terjadi di wilayah timur Indonesia itu. Menurutnya, kejadian ini
berulang dan segera harus diselesaikan.
(fas/aud)
Baca
artikel detiknews, "Saat Mahfud Md 'Jewer' Said Didu Via WA Gegara Twit
'Beruntung' soal Papua" selengkapnya