Warisan generasi aktual China kepada generasi yang akan datang

20 views
Skip to first unread message

Tatiana Lukman

unread,
Feb 7, 2022, 1:25:10 PM2/7/22
to 'Jonathan Goeij' via GELORA45

 

https://youtu.be/JM6JCXcmVNo

 


[China-WTO Part 2] Foretelling China’s legacy in the future, the price of economic growth

 

Anjing jaga remo STT sering menantang kita bahwa sejarah akan membuktikan “kejayaan” China yang dibangun oleh reform kapitalis kakek Deng Xiaoping. Saya masih hidup dan sudah menyaksikan dampak dari integrasi ekonomi Tiongkok ke dalam sistim kapitalis dunia yang membuatnya tidak terlindungi dari krisis finans dan ekonomi dunia. Lain dengan sosialisme zaman Mao yang dibangun dengan berdikari, tanpa satu senpun dari IMF, Bank Dunia atau korporasi multinasional, yang mana melindunginya dari segala macam goncangan dan krisis dunia.

 

Anjing bulldog remo serta konco2nya, penganut ideologi neoliberal melihat perkembangan atau pertumbuhan ekonomi hanya dari per-tumbuhan GDP, eksport, surplus dalam perdagangan dan besarnya reserve devisa. Reform kapitalis kakek Deng Xiaoping telah mengu-bah Tiongkok menjadi pabrik dunia.

 

Mereka bangga dengan produk made in china, walaupun tetap menyandang nama Dell, Apple, etc. Penderitaan kaum buruh migran, penyusutan tanah pertanian karena dialihfungsikan menjadi infrastruktur raksasa, pusat-pusat perdagangan dan perumahan mewah, polusi udara, tanah dan air sebagai akibat dari pembangunan infrastruktur dan pabrik-pabrik padat karya yang sama sekali tidak mengindahkan masalah lingkungan telah menimbulkan berbagai penyakit bagi pekerja dan penduduk. Tapi sudah tentu bagi anjing budukan remo, semua itu diremehkan, sama dengan semua kaum kapitalis monopoli /imperialis dalam memandang climat change.

 

Pembungkaman pendapat, penindasan terhadap mereka yang berani bicara sudah menjadi pengetahuan umum dan ini membuat orang takut akan konsekwensinya kalau mau dengan jujur mengemukakan keadaan yang sebenarnya atau pendapatnya yang bertentangan dengan versi resmi. Persis seperti zaman ORBA Suharto. Tapi ada juga orang-orang yang berani mengambil resiko. Anjing remo STT sangat meremehkan orang-orang seperti itu, karena jumlahnya masih sedikit, maka dengan menghina dia bisa bilang “segelintir” orang. Dia lupa PKT didirikan oleh segelintir orang, hanya 12 orang.

 

Di antara mereka yang berani mengemukakan pendapatnya  adalah prof. Sun Liping yang mengajar sosiologi di Universitas Peking dan Tsinghua. Pastilah, anjing remo ini akan melihat prof. Sun sebagai orang yang liberal dan pro AS. Seperti biasa, anjing remo STT tidak pernah mau membicarakan “apa yang dikemukakan”oleh seseorang, yang dia persoalkan hanya “siapa yang mengemukakan pendapat itu”. Dengan memberi cap kepada “pembawa berita”, selesailah soalnya. Seperti B(urhanudin) H(arahap) Jo yang dengan sewenang-wenang menuduh orang “agen CIA”, etc. Begitu picik dan kerdilnya cara berpikir para pendukung rezim kapitalis-imperialis China.

 

Yang menarik perhatian, peran prof. Sun dalam pemberian PHD kepada sang kaisar Xi!!! Silahkan nonton video di mana prof. Sun bicara tentang warisan generasi sekarang kepada generasi 30 sampai 75 tahun yang akan datang! Bertolak belakang dengan impian anjing remo STT yang masih terus ngeloni bangkai PKT!

 

Sent from Mail for Windows

 

Chan CT

unread,
Feb 7, 2022, 7:29:21 PM2/7/22
to Tatiana Lukman, GELORA45_In
Apa yang hendak dikatakan nenek Tatiana ini, ...??? Dari apa yang dinyatakan Prof. Sun ini sudah bisa membuat kesimpulan RRT PASTI BANKRUT? Begitulah mimpi INDAH nenek dalam tempurung selama puluhan tahun ini, menjadi makin berang setelah harapannya berulang kali GAGAL, di Tahun Macan ini, begitu mendengar pernyataan Prof. Sun yang mengungkap sisi negatif yang terjadi di Tiongkok, segera saja disamber mimpi selama ini segera akan terwujudkan menjadi kenyataan! RRT bankrut! Hehehee, ...
 
Iyaaa, ... kalau saja pemerintah Tiongkok TIDAK BERHASIL menangani dan mengatasi masalah-masalah konkrit yang diterjadi sebagaimana diajukan Prof. Sun itu, dan kalau saja PKT betul-betul meninggalkan 4 Prinsip Jalan Sosialisme, sepenuhnya MENGABDI RAKYAT, menjadikan KEPENTINGAN RAKYAT yang diutamakan, ... Tentu mimpi nenek satu ini akan menjadi kenyataan. RRT akan roboh sebagaimana PKUS roboh dengan sendirinya ditahun 1991, ... Itulah perjuangan BENAR dan SALAH yang selalu dan setiap saat terjadi didalam PKT! Disetiap langkah kemajuan selalu terjadi perjuangan antara pendapat yang BENAR dan SALAH, dan adalah juga kenyataan dalam setiap proses kemajuan akan terjadi segi positif dan segi negatif! Yang menjadi masalah, bagaimana PKT bisa memanangkan pendapat/pemikiran yang BENAR dan mendorong maju segi POSITIF untuk TERUUUS MAJUUU lebih baik dan lebih cepat!
 
Perubahan kondisi pandemi yang melanda dunia, termasuk di Tiongkok sendiri, berdampak cukup serius! Sementara pengusaha UMKM, bahkan konglomerat macam Grup Evergrande menghadapi krisis keuangan terancam bankrut dan mengakibatkan belasan juta penganggur adalah kenyataan yang harus dihadapi dan diatasi pemerintah, ... Dari pengalaman menghadapi krisis ekonomi yang juga menerjang Tiongkok diakhir tahun 1997, 2008, ... cara RRT menangani dengan memilah pantas dan perlu tidak perusahaan bankrut itu diselamatkan demi kepentingan rakyat banyak! Tentu saja diselamatkan menjadi BUMN! Yang terjadi puluhan tahun itu, BUMN jadi makin besar dan kuat, ... Mendorong maju ekonomi nasional! Banyak pakar ekonomi menyatakan, RRT akhirnya akan menelan semua kapitalis perseorangan menjadi BUMN, ... Benar begitu?
 
Tidak juga, kenyataan tetap saja kapitalis perseorangan bahkan modal asing masuk menanamkan modalnya di Tiongkok, ... Tiongkok tetap saja merupakan pasar terbesar didunia dan usaha AS, khususnya Trump mencabut pengusaha AS dari RRT juga nampak tidak berhasil! RRT TETAP menjadi pabrik dunia, belum ada negara lain yang berhasil menggantikan posisi rantai produksi yang cukup menyeluruh, ... Menjadi DASAR landasan RRT yang kuat untuk teruuus MAAAJUUUUUU!!!
--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/1267680413.646840.1644258308283%40yahoo.com.
EF3BBDD0FE3F49E28F86FFE19AB5B4DB.png

Jaya Suprana

unread,
Feb 7, 2022, 7:35:08 PM2/7/22
to Chan CT, GELORA45_In, Tatiana Lukman
Saya mengagumi debat antara kakek Chan dan nenek Tiana yang dengan penuh semangat kearifan membela keyakinan masing-masing dengan penuh humor tanpa horror kebencian. 

Tatiana Lukman

unread,
Feb 8, 2022, 1:45:42 PM2/8/22
to Jaya Suprana, Chan CT, GELORA45_In

Pepesan kosong anjing budukan ini memang mengandung kearifan ya… Masalahnya kearifan nya anjing budukan ini bertentangan bahkan dengan kenyataan kongkrit yang sudah ada didepan matanya. Otak anjingnya yang penuh dengan loyalitas absolut membuatnya tak mampu berpikir dengan logika normal. Selama bertahun-tahun, mampunya hanya menampilkan pepesan kosong bertolak dari impian dan subjektifnya sendiri. Sementara itu video, tulisan yang mencerminkan bagaimana china imperialis menguras kekayaan alam negeri dunia Ketiga, bagaimana kaum kapitalis china yang tidak bias berkompetisi lagi di engeri leluhurnya, berduyun-duyun masuk ke Laos, Cambodia, Afrika, membuka bisnisnya dan menyaingi penduduk local..

 

Tonton sendiri dampak Sosialismenya anjing bulukan remo!! 

 

Laos, Cambodia, Filipina, sudah menjadi pengetahun umum, casino dibangun dengan modal china dan pelanggannyapun orang china. Itulah china-china hasil Pendidikan sosialismenya Deng Xiaoping !!!

 

https://youtu.be/gKOFfAO8hU0

 

 

 

h

 

1:14 / 2:29

Lao farmers refuse to give their land to Chinese banana farm

Merampas tanah milik penduduk lokal juga merupakan profesi orang-orang china hasil pendidikan sosialismeny Deng Xiaoping… Si anjing masih ngoceh tentang mengabdi rakyat!!! Memenjara, menculik orang-orang yang menyebarkan fikiran Mao adalah bentuk kongkrit dari “pengabdian rakyat” kakek Deng Xiaoping…

 

 

https://youtu.be/p9E0NVroum0

 

China datang membawa casino dan juga prostitusi ke negeri tetanggnya. Itulah pencerminan kongkrit dari sosialisme dan pengabdian rakyat kakek Deng Xiaoping. Orang-orang china di negeri tetangga itu sangat bahagia. Dengarkan sendiri bagaimana bangganya orang-orang china dengan keluarga yang hidup dengan nyaman dan mapan di engeri roang, sementara penduduk local makin terpuruk!! Persis seperti orang-orang Belanda dulu di Indonesia dengan jongos dan babu dan kulinya orang inlander…Orang china sekarang bertingkah persis seperti roang Belanda dulu di Indonesia…. Tonton sendiri, dengarkan sendiri, bukan nenek dalam tempurung yang bilang!!

Semua ini tidak lahir dari pikiran saya. Semua ada bukti nyata dan bias ditonton.

Coba bantah ini!!!

 

Belum lagi jaringan kejahatan china yang menyebar bahkan sampai ke Indonesia….

 

Sampai sekrang anjing bulukan remo tak perrnah bias menampilkan ajaran Mao yang dapat diterapkan untuk menjustifikasi situasi aktuil di China ..tapi ngakunya marxis, maois., sedangkan aktivis yang ditangkap, dibungkam, dipenjara, dia sebut Maois gadungan…

Ya kalua kepalanya sudah dibawah, dan kakinya di atas, mana bias berpikir logis!!!

 

 

Sent from Mail for Windows

 

EF3BBDD0FE3F49E28F86FFE19AB5B4DB.png

Tatiana Lukman

unread,
Feb 8, 2022, 2:18:38 PM2/8/22
to Jaya Suprana, Chan CT, GELORA45_In

OOOOh, betapa mulianya kaum kapitalis china yang menggelontorkan modalnya di Afrika!! Betapa besar kecintaan Nigeria pada Kaisar Xi Jinping yan dating menyebar sosialisme kakek deng Xiaoping melalui produknya termasuk yang palsu!! Ha…ha.. Oh, terima kasih, China yang sudah mengalahkan dan “mematikan”para saingan lokalnya. Penduduk yang berdemo menentang China yang menghilangkan pekerjaan mereka itu SALAH BESAR! Wong anjing budukannya sudah menjunjung tinggi sosialismenya kakek Deng, ah tidak betul itu menyalahkan china.. chinanya Xi Jinping itu selalu benar, mendatangkan perkembangan bagi penduduk Afrika.. ha…ha.. pepesan kosongnya anjing budukan!

Sudah tentu Kaisar Xi harus berusaha keras melawan kritik-kritik yang tak menguntungkannya,  termasuk para anjing-anjingnya yang juga selalu membela, walaupun dengan pepesan kosong !!

Menjiplak seni orang Afrika, membawanya ke tanah airnya dan memproduksi untuk kemudian dijual balik ke Afrika.. Nah, itulah keahlian orang china didikan kakek Deng Xiaoping dalam cari duit untuk memperkaya diri..Kan menjadi kaya adalah MULIA.. Itulah mengabdi rakyatnya kakek Deng Xiaoping!!

Sudah tentu anjing budukan STT tak akan eprnah emngakui bahwa China memerlukan Afrika sebagai PASARNYA, DISEBABKAN OLEH EKONOMI CHINA SENDIRI YANG SEDANG MELAMBAT!! Salah satu issue yang menjadi rebutan kaum imperialis dunia adalah PASAR bagi produknya yang sudah kelebihan!!

Inilah penerapan Sosialisme dan solidaritasnya kakek Deng di Afrika!!!

In Nigeria, Chinese Investment Comes With a Downside

A Friendship That Comes With a Toll

9 Photos

 

Tyler Hicks/The New York Times

By Keith Bradsher and Adam Nossiter

·         Dec. 5, 2015

·          

o     

Emeka Ezelugha was excited to open a computer training center. He could teach his countrymen some skills and earn a living.

But soon after the center opened in a rough, two-story concrete building in Lagos, a blaze broke out in the main classroom. The flames incinerated 30 desktop computers, as well as televisions and air-conditioners.

The culprit was unmistakable: one of two dozen power strips in the classroom. The faulty equipment was made in China, even though the salesman said it was British.

“The guy tried to convince me it was from the U.K. — I was surprised when it happened,” Mr. Ezelugha said.

 

Across this populous African nation, low-cost Chinese goods are everywhere, evidence of Beijing’s growing dominance in global trade. The trade flow has helped keep life affordable for millions of Nigerian families, at a time when the country is struggling with economic stagnation and plunging prices, as well as the deadly costs of the Boko Haram insurgency.

But shoddy or counterfeit products are a national problem in Nigeria, Africa’s largest economy, where impoverished consumers have few alternatives. Some shoddy goods are benign, like the Chinese-made shirts, trousers and dresses with uneven stitching and stray threads that fill street markets. But electrical wiring, outlets and power strips from China, ubiquitous in new homes and offices, are connected to dozens of fires a year in Lagos alone.

The relationship between China and Nigeria is a complex web of dependency, one replicated in dozens of developing countries around the world, like Chile, Ethiopia and Indonesia. Such ties are integral to China’s global ambitions. President Xi Jinping of China, who was in Africa this week emphasizing economic diplomacy, just committed $60 billion in development assistance to the Continent.

But such efforts also pose new and unpredictable challenges for Beijing. China has lent heavily to commodity-exporting countries, which are now struggling with low commodity prices. At the same time, China’s highly competitive manufacturing sector has devastated many smaller-scale rivals across Africa, Asia and Latin America.

 

Mr. Xi’s pledge in Africa, in part, seemed aimed at quelling criticism over what some see as a lopsided relationship that largely benefits China.

To support its swelling trade in Nigeria, China is funneling billions of dollars to build roads, rail lines, airport terminals, power plants and other desperately needed infrastructure. China is the top lender to Nigeria, where political instability and violence have made Western interests skittish.

 

Nigeria, in turn, has become the biggest overseas customer of Chinese construction companies. It is an important market for Beijing, at a time when China’s own growth is slowing.

But China’s extensive reach is now meeting resistance in Nigeria, part of the broader risks for Beijing’s global strategy.

 

In Abuja, the capital, the new government is conducting anticorruption investigations into large Chinese construction contracts signed by the previous leadership. Nigerian state governments are struggling to pay for many of those projects, exposing China to potentially heavy losses.

 

In Kano, angry protesters in the streets blame widespread joblessness on China, which is manufacturing African fabric designs in shimmering hues more cheaply than Nigeria. Employment in Nigeria’s textile and apparel sector has plummeted to 20,000 people, from 600,000 two decades ago.

 

In Lagos, authorities are trying to stamp out subpar Chinese electric goods. Imported power strips and wiring have inadequate copper to handle Nigeria’s 240-volt system, said Wanza Kussiy, the chief safety officer of the Nigerian government’s Standards Organization.

Zhang Sen, the vice secretary general of China’s government-controlled Electronic Product Association, said that the group was reviewing Nigeria’s fires. “We still need to do some research before we can say the quality of the Chinese products is to blame,” he said.

 

Nigerian authorities are stymied. Corruption is endemic, making it more difficult to enforce safety standards. And Chinese goods are so dominant that consumer have few other choices.

 

In Lagos, Mr. Ezelugha borrowed heavily to reopen his computer training center after the fire. But the power strips are still made in China. He couldn’t find anything else.

Idle Factories, Idle Hands

Kano’s cloth industry started in the walled ancient city, a labyrinth of mud brick houses and dirt roads.

The city’s blue dye has long been made from the leaves of local indigo plants, which are crushed and mixed with cooking ashes and potassium. Swaths of white cotton fabric are dunked in the dye, which fills six-foot-deep pits lined with animal skins.

 

But employment at the centuries-old dye pits has dropped to 250 people, from nearly 1,500 a decade ago. Chinese companies produce virtually identical patterns of fabrics using synthetic dyes, and their sales now dominate in Kano’s open-air market.

 

“They are learning our arts and taking them to their country and doing them similarly to us, and bringing the goods back to Nigeria and selling them to our people,” said Bala Ibrahim, 45, who has labored in the pits since his early teens. Now he spends whole days idle.

 

Such stories are common across Nigeria’s garment industry. The city’s tanneries, which made Moroccan leather from goatskins for centuries, have laid off most of their staffs. Dozens of modern fabric factories on the outskirts of Kano have closed.

 

In theory, Nigeria should have a manufacturing edge, at least in labor-intensive industries like sewing.

With high unemployment in Nigeria, factory owners can easily find workers willing to accept the minimum wage, just $80 a month. By comparison, garment factories in coastal China now pay around $550 a month and still can’t find enough workers.

Despite the high cost of labor, it remains cheaper and easier to mass-produce garments in China.

One obstacle to setting up a large-scale sewing industry like Bangladesh’s is that Nigeria imposes significant tariffs on imported fabric, a legacy of its past as a big producer of hand-woven fabric and as a large grower of cotton. Another challenge is that electricity from Nigeria’s national grid is unreliable. So operations must rely on diesel generators, buying fuel at a cost per kilowatt-hour generated that is six times what garment makers in China pay.

 

The Nigerian government wants to revive manufacturing, particularly given low prices now for its oil exports. Abdulkadir Musa, the recently retired permanent secretary of Nigeria’s ministry of industry, trade and investment, said the government was mulling reductions in tariffs on garment materials that are not produced in Nigeria, possibly including buttons. “We want to start that all over now that oil is no longer at a high price,” Mr. Musa said, adding that overreliance on oil exports “has been more of a problem for us than a solution.”

For now, Nigerians just can’t compete.

Chimezie Cyril Okwuosa scrimped for years to set up his own small garment factory near Lagos in 2005. He had 25 sewing machines, 30 workers and a noisy diesel generator. The factory failed within five years.

“I was spending so much on diesel that at the end of the day, I had no profit — and some days, there was no diesel at all, and I could not operate,” Mr. Okwuosa said.

Mr. Okwuosa now runs Greentomato Apparels, a small-scale importer of children’s trousers. He pays $2.50 a pair to a factory in Guangzhou, China, and then only 10 or 12 cents a pair for shipping. He sells the pants for about $3.25 a pair, leaving him a small profit margin.

The collapse of manufacturing is more than just a financial issue.

It has also fanned worries about the possible spread of Boko Haram, an insurgency condemned for its large-scale abductions and sexual enslavement of women and girls. Boko Haram has drawn young men to its ranks in destitute northeastern Nigeria, the country’s poorest region.

Emir Muhammadu Sanusi II, the traditional ruler of Kano in northern Nigeria, has seen the devastation up close. Outside his palace, a low maroon building with battlements, is a large burn mark. Late last year, a group linked by the government to Boko Haram set off three bombs in a large crowd and then used automatic weapons to spray bullets at the survivors. As many as 500 people were killed.

 

“The Chinese basically copy every textile product in Nigeria,” Emir Sanusi said. “I worry about what could happen to Kano when we have a large number of youths and large numbers of industries are down.”

A Flood of Chinese Steel

At a Lagos steelyard of Dorman-Long Engineering, the only activity on a recent afternoon was the welding of an oil storage tank. With the steep drop in world oil prices, longtime customers like Exxon Mobil and Royal Dutch Shell are no longer commissioning as many helipads and footbridges for their offshore drilling platforms.

The locally owned engineering firm had expected Chinese construction companies operating in Nigeria to help offset the slump. But Chinese construction companies, mostly state-owned, have largely imported their steel girders, reinforcing beams and other materials from home.

“I just don’t see a lot of local content in what they do,” said Timi Austen-Peters, the company’s chairman.

Infrastructure financed and built by China was supposed to be the great hope for Nigeria.

Nigeria endured coups and a civil war in the 1960s, then effectively nationalized many foreign-owned companies in the 1970s. Nigeria developed a reputation for breaking or renegotiating contracts, antagonizing many foreign partners.

The risks have prompted Western companies to demand very fat profits before putting money into the country — returns on the order of 25 to 40 percent a year. Their Chinese counterparts have been willing to accept 10 percent or less.

“Unless the West changes its risk assessment, the Chinese will beat them to the African market,” said Osadebe Osakwe, a former Nigerian banker who is now the managing director of North China Construction Nigeria. The company is a subsidiary of a state-owned enterprise in Beijing. “The Chinese are trying to prove that they can do what the Western companies can do and they can do it better.”

 

Chinese companies have piled into the country. Mostly state-owned Chinese construction companies have started $24.6 billion worth of projects since 2005, the highest of anywhere in the world, according to the American Enterprise Institute, a Washington research group.

The World According to China

China’s enormous overseas spending has helped it displace the United States and Europe as the leading financial power in large parts of the developing world.

 

“Africa has a real demand for infrastructure and industrial developments — in those areas, China has strong ability and surplus capacity to invest and build,” China’s prime minister, Li Keqiang, said during a visit to Nigeria last year.

 

But as demand at home falters, Chinese companies have been shipping huge quantities of steel girders, piping and other industrial materials at extremely low prices to emerging markets like Nigeria. So there is little benefit for local players like Dorman-Long Engineering that used to fabricate much of this equipment.

Executives at Chinese construction companies say they do buy some local materials. But they add that China’s exports are often more readily available and better made, so they can be quickly and reliably included in complex projects.

 

The new Nigerian government is starting to question whether all the construction projects are in the country’s best interest. Many projects, like new international or refurbished airport terminals in Lagos, Abuja, Kano and Port Harcourt, help the country’s elite but may do less for the poor.

 

The new government is now searching for signs of fraud, corruption or other misconduct in existing contracts. President Muhammadu Buhari of Nigeria announced on Aug. 10 that his government had already found that hundreds of millions of dollars were mysteriously diverted from one Chinese-backed rail project to other government projects, although it was not immediately clear if corruption was involved.

Bullet Train Boondoggle

The pride of the previous Nigerian administration, which left office in May, was supposed to be a new passenger train line that links Abuja to Kaduna. With trains traveling at nearly 120 miles per hour, the $874 million line is supposed to cut the three-hour highway trip in half.

But the line may not draw many passengers.

A graceful new train station is a 40-minute drive from downtown, surrounded by cornfields and cow pastures. The extension of the line into downtown Abuja has been severely delayed, and money is running short for its completion. And even though Nigeria desperately needs more freight trains, the rail line with its fragile-looking bridges is too lightly built to support heavily laden cargo cars.

 

The fate of the line — like dozens of Chinese projects around Nigeria — is a potential problem for Beijing.

Infrastructure projects in Nigeria have been fueled by the same manic lending that has also created mountains of debt for China’s economy at home. State-controlled Chinese banks have lent money at rock-bottom interest rates in deeply indebted Nigeria.

They have done so based on the assumption that the Chinese government will repay them if Nigeria cannot.

A little-known Chinese government agency, Sinosure, has guaranteed the loans. Sinosure insured $427 billion worth of Chinese exports and overseas construction projects around the world in 2013, the most recent year available. The Export-Import Bank of the United States, by comparison, issued just $5 billion worth of credit in each of the last two years.

Nigeria is a particularly shaky bet for China. The corruption investigations could prompt the government to cancel contracts outright. Government revenue has dropped by more than half since the fall in world oil prices, so the country may not have the money to make good on the Chinese deals.

 

The riskiest projects of all may be those like the high-speed rail line that are widely viewed as the previous administration’s vanity projects.

A Chinese construction manager at the new station on Abuja’s outskirts, who identified himself only as Mr. Zhang, said the project would be finished by next March. It was only behind schedule, he added, because of shipping delays.

“We’re waiting for materials from China,” Mr. Zhang said, “like toilets.”

Owen Guo contributed research from Beijing.

A version of this article appears in print on Dec. 6, 2015, Section BU, Page 1 of the New York edition with the headline: A Friend With DetrimentsOrder Reprints | Today’s Paper | Subscribe

 

 

Sent from Mail for Windows

 


Sent: Tuesday, February 8, 2022 1:35 AM
To: Chan CT
Cc: GELORA45_In; Tatiana Lukman

EF3BBDD0FE3F49E28F86FFE19AB5B4DB.png

BILLY GUNADIE

unread,
Feb 8, 2022, 4:52:06 PM2/8/22
to Tatiana Lukman, 'Tatiana Lukman' via GELORA45, Jaya Suprana, Chan CT, GELORA45_In



On Tue., Feb. 8, 2022 at 2:18 p.m., 'Tatiana Lukman' via GELORA45
VID-20220205-WA0027.mp4

Chan CT

unread,
Feb 8, 2022, 7:45:27 PM2/8/22
to BILLY GUNADIE, Tatiana Lukman, 'Tatiana Lukman' via GELORA45, Jaya Suprana, GELORA45_In
Betuuul, ... inilah manifestasi perang global antara RRT vs AS, ...! Nampak jelas nenek Tatiana berdiri dipihak AS berkoar-koar menghitamkan dan menggempur RRT! Tanpa disadari arah kemajuan didunia dengan munculnya kekuatan RRT yang berkemampuan melawan imperialisme AS, ... adalah manifestasi yang dikatakan ketua Mao: Sudah tiba waktunya “Angin Timur mengatasi angin Barat!” Hahahaa, .... nenek yang masih saja merindukan hegemoni imperialisme AS didunia!
34DAB105C0544BC0833427145B4D8B1B.jpg
73B0D4D6E1964FFAA5EAE080E63D3E79.png

Siti Sukrisno

unread,
Feb 12, 2022, 3:52:00 AM2/12/22
to Tatiana Lukman, Tatiana Lukman' via GELORA45, Jaya Suprana, Chan CT
Mbak, kalo benci kapitalis, kok tinggal di Belanda negara kapitalis ja? Kenapa nggak tinggal terus saja di Cuba atau milih Korea Utara? Uang tunjangan yg. mbak dapat di Belanda itu manis ja, lupa kalo uang tunjangan itu hasil dari sistem demokrasi negara2 dibarat, yg. nggak ditulis dibuku Karl Marx abad ke-19? Dan gimana dengan di Swedia, yg. juga negeri kapitalis tapi sampe sekolahpun digratiskan dan lain2 tunjangan sosial yg. lebih baik dari sistem sosialisnya Mao Tje-dong? Mbak, menurut saya pikiran mbak tsb. sudah kedaluwarsa, alias nggak sesuai dengan zaman sekarang, dan mungkin kalo di Indonesia, dampaknya utk. perjuangan rakyat Indonesia, sangat negatief sekali, karena baik extrem kiri maupun kanan nggak akan berhasil memperjuangkan masyarakat adil dan makmur di Indonesia.
Op 08-02-2022 20:18 schreef 'Tatiana Lukman' via GELORA45 <gelor...@googlegroups.com>:

B.H. Jo

unread,
Feb 12, 2022, 5:20:48 AM2/12/22
to sukr...@planet.nl, Tatiana Lukman, Tatiana Lukman' via GELORA45, Jaya Suprana, Chan CT
Pendapat Mbak Siti "jitu sekali" sesuai dgn pendapat saya dari dulu dimana Tatiana selalu gembar-gembor benci kapitalis tetapi maunya tinggal di negara kapitalis Belanda daripada di Cuba. Tetapi mana ada orang yg tidak mau utk hidup yg lebih enak. Ini yg namanya "munafik". Selain itu selalu gembar-gembor anti Tiongkok (yg telah bisa maju sekali karena sistim pemerintahannya yg sekarang ini). Sifat/tindakan seperti ini yg namanya "obsessi (obsession)" atau delusi (delusion) yg kemungkinan sekali karena sakit hati yg traumatis (traumatic).

BH Jo

Tatiana Lukman

unread,
Feb 12, 2022, 10:27:16 AM2/12/22
to B.H. Jo, sukr...@planet.nl, Tatiana Lukman' via GELORA45, Jaya Suprana, Chan CT

Jawaban buat saudari Siti Sukrisno.

Terima kasih banyak atas reaksinya. Kita tidak saling kenal. Apakah anda tahu tentang kehidupan saya? Apakah anda tahu mengapa saya meninggalkan Kuba dan sekarang tinggal di Belanda? Apakah saya punya kewajiban untuk mengobral masalah personal hanya untuk memuaskan/menjawab tuduhan ngawur yang sudah lama juga dilemparkan oleh orang yang sekarang mendukung reaksi anda? Yang jelas saya datang ke Belanda bukan untuk  hidup enak dari hasil menghisap kaum pekerja Belanda. Saya bekerja dan tunjangan yang saya dapat sekarang adalah hak saya sebagai pekerja. Uang tunjangan yang juga diterima semua orang Belanda BUKANLAH HASIL DARI SISTEM DEMOKRASI NEGARA-NEGARA BARAT.

 

Apakah anda tidak tahu akumulasi kapital yang digunakan untuk membangun industry dan kapitalisme Belanda berasal dari penghisapan dan penindasan kolonial Belanda di Indonesia selama lebih dari tiga abad?  Anda tidak tahu Belanda membunuhi penduduk pulau Banda dan pulau-pulau lain, penghasil pokok rempah-rempah yang ketika itu sedang laris di Eropa untuk mempertahankan monopoli dalam perdagangan rempah-rempah? Anda tidak tahu Cultuurstelsel/sistim tanaman paksa  yang telah menyebabkan kaum tani kelaparan dan mati di Pulau Jawa untuk mengisi kas negara Belanda yang kosong karena perang Diponegoro dan perang Aceh? Anda tidak tahu minyak di perut bumi Indonesia disedot dan diboyong ke Belanda? Anda tidak tahu penderitaan buruh perkebunan gula, tembakau etc. yang hasil kerjanya diboyong ke Belanda? Anda tidak tahu orang-orang Jawa dibawa ke Suriname untuk dipekerjakan sebagai Budak?

 

Bagus sekali anda menyinggung Karl Marx. Anda pasti bias Bahasa Inggris, bukan? Nah, coba simak dan hayati  kata-kata Karl Marx di bawah ini.

Karl Marx had the following to say about the accumulation of capital by the VOC:

“The history of the colonial administration of Holland – and Holland was the head capitalistic nation of the 17th century – ‘is one of the most extraordinary relations of treachery, bribery, massacre, and meanness.’ Nothing is more characteristic than their system of stealing men, to get slaves for Java. The men stealers were trained for this purpose. The thief, the interpreter, and the seller, were the chief agents in this trade, native princes the chief sellers. The young people stolen, were thrown into the secret dungeons of Celebes, until they were ready for sending to the slave-ships. An official report says: ‘This one town of Macassar, e.g., is full of secret prisons, one more horrible than the other, crammed with unfortunates, victims of greed and tyranny fettered in chains, forcibly torn from their families.’ To secure Malacca, the Dutch corrupted the Portuguese governor. He let them into the town in 1641. They hurried at once to his house and assassinated him, to ‘abstain’ from the payment of £21,875, the price of his treason. Wherever they set foot, devastation and depopulation followed. Banjuwangi, a province of Java, in 1750 numbered over 80,000 inhabitants, in 1811 only 18,000. Sweet commerce!” (Capital, chapter 31).

 

Kutipan Karl Marx itu saya tampilkan dalam pidato di Archive and Activism / Panel People Powered Movement vs Shell 

Silahkan kalau mau nonton videonya, saya bukan penipu.

https://youtu.be/Fy5ZDQaRI8Y

 

Di Belanda, saya tidak tahu di mana anda tinggal, banyak orang Belanda yang benci pada kapitalisme, tapi mereka harus hidup dan bekerja dalam sistim itu. Saya bilang begitu karena saya  kenal orang dan organisasi yang terlibat dalam gerakan anti-kapitalis dan anti-imperialis dan berjuang untuk Sosialisme!!Membenci satu sistim ekonomi tertentu, tidak berarti dan tidak mungkin semua orang yang membencinya lantas harus MENINGGALKAN NEGERI ITU!! Hanya orang yang picik dan ignorant yang berpikiran seperti anda dan pendukung anda..

 

Apakah anda tahu kedua kakek saya berjuang untuk mengusir Belanda dalam pemberontakan nasional pertama di Indonesia pada tahun 1926? Karena itu, mereka dan keluarganya dikirim ke kamp konsentrasi Belanda di Boven Digul, di Papua? Tahu nggak berapa tahun mereka disekap di situ kemudian dikirim ke Australia? Mereka baru pulang tahun 1947, setelah proklamasi kemerdekaan 1945!! Tahu nggak berapa tahun orang Belanda ditahan Jepang? Hanya tiga tahun! Dan mereka menuntut Jepang untuk minta maaf dan kompensasi.. Seandainya saya minta kompensasi kepada Belanda karena mereka mengurung lebih dari 20 orang anggota keluarga saya selama 20 tahun, sampai matipun saya tidak perlu bekerja!!!

 

Kuba, negeri miskin yang sejak 1961 diblokade oleh AS, juga memberi Pendidikan dan layanan gratis kepada penduduknya. Lain dengan Belanda, Swedia dan Negera Eropa barat lainnya yang membangun sistim kapitalis industry dengan memiliki koloni di Asia dan Afrika, Kuba sama sekali tidak menjajah negeri dan rakyat lain! Seharusnya anda pelajari sejarah blockade AS terhadap Kuba, supaya paling sedikit bias tahu (saya tidak mengharapkan anda menerimanya) bukan hanya negeri-negeri Eropa barat yang memberi Pendidikan gratis!!

 

Saya mengerti sekali anda menganggap ide-ide yang memperjuangkan masyarakat adil dan makmur sebagai ide yang kedawularasa. Itu disebabkan anda dan saya tidak sama keberpihakannya, dan juga yang anda baca tidak sama dengan apa yang saya baca. Buktinya , anda sudah dengan serampangan dan ngawur menghakimi Karl Marx, seolah-olah dia goblok dan tidak tahu apa yang terjadi di Indonesia pada abad XIX..

 

Mao bilang kalua anda tidak tahu seluk beluk satu hal ihwal, anda tidak punya hak bicara tentang hal itu… apakah tidak betul dan logis kata-kata Mao ini? Apakah sudah kedaluwarsa ajaran itu? Kan sama dengan orang yang suka bilang, “jangan sok tahu!”

 

Anda tahu bagaimana kaum tani sekarang berjuang mempertahankan tanahnya dan menentang pertambangan di desa Wadas, Purwokerto? Jangan hanya mendongak keatas, sekali-sekali lihat juga ke bawah, ke pelosok tanah air dan lihat bagaimana kehidupan rakyat yang terpuruk!!!

 

 

 

 

Sent from Mail for Windows

 

73B0D4D6E1964FFAA5EAE080E63D3E79.png
34DAB105C0544BC0833427145B4D8B1B.jpg

nesare hotmail

unread,
Feb 12, 2022, 10:38:30 AM2/12/22
to GELORA45_In

Orang hidup dimanapun itu urusan pribadi orangnya, gak ada urusan dgn ideologi, agama, ekonomi, budaya dll.

GAK ADA!!!

Koq orang hidup  hrs dihakimi?

 

Nesare

Tatiana Lukman

unread,
Feb 12, 2022, 2:27:52 PM2/12/22
to B.H. Jo, sukr...@planet.nl, Tatiana Lukman' via GELORA45, Jaya Suprana, Chan CT

Jawaban buat B(urhanudin) H(arahap).

 

Sudah lama ngumpet, tak berdaya untuk mengajukan argumentasi yang memperlihatkan otak masih waras.  Sudah dapat bahan-bahan yang membuktikan saya agen CIA?

 

Sekarang muncul karena kebetulan ada orang yang sama bodoh dan ignorant dengan dirinya sendiri. Kenapa anda yang keturunan china dan begitu bangga dengan “per-kembangan neo-liberal” china sekarang tidak pergi tinggal di china, mengabdi kepada Kaisar Xi yang terus anda jilat-jilat terus pantatnya? Mengapa nenek moyang anda meninggalkan tanah china? Uh, banyak sekali pertanyaan untuk menginterogasi anda, seperti juga anda yang ingin sekali mengorek-ngorek urusan pribadi saya. Semua yang anda tuduhkan kepada saya, tak satupun ada buktinya!! Sebaliknya, apa yang anda bilang “gembar gembor” anti-Tiongkok berdasarkan banyak sekali bukti yang TIDAK BERASAL DARI ASUMSI PERSONAL DAN PIKIRAN SUBJEKTIF, MELAINKAN DARI BAHAN-BAHAN KONGRIT BISA DITONTON VIDEONYA, BISA DIBACA BAHANNYA.

 

JUSTRU KETIDAK=MAMPUAN ANDA UNTUK MEMBANTAH BUKTI-BUKTI YANG MENUNJUKKAN KEBUSUKAN, KEBOBROKAN, KEJAHATAN, KORUPSI REZIM KAPITALIS-IMPERIALIS, MAKA ANDA TERPAKSA LARI DAN MENYERANG PRIBADI SAYA. ANDA TIDAK PERNAH MEMBICARAKAN TEMA ATAU ISSU YANG SAYA AJUKAN. KALAUPUN ANDA MENYINGGUNG SATU TEMA ATAU SATU ISSU, BEGITU SAYA BANTAH LAGI, ANDA SUDAH KEOK, TIDAK BISA LAGI MENJAWAB, AKHIRNYA HANYA BISU TAPI DISERTAI FITNAH YANG MENCERMINKAN FRUSTRASI ANDA!!!

 

Lihat jawaban saya kepada Siti yang anda sanjung itu, to the point. Soal yang dia ajukan langsung saya jawab!! Saya tidak lari dari issu atau tema yang dia ajukan.

 

Coba anda jawab postingan saya yang berkaitan dengan kebangkrutan Evergrand, ghost city, korupsi dan kekayaan para kapitalis yang merangkap jadi komunis, seandainya itu hanya gembar gembor kosong ..Ajukan bukti dan contoh bahwa “kaum komunis sejati”yang bersarang di Partai dan negara betul-betul “mengabdi rakyat” seperti yang digembar-gemborkan anjing budukan remo STT..

 

Sent from Mail for Windows

 

73B0D4D6E1964FFAA5EAE080E63D3E79.png
34DAB105C0544BC0833427145B4D8B1B.jpg

Siti Sukrisno

unread,
Feb 12, 2022, 6:05:20 PM2/12/22
to Tatiana Lukman, Tatiana Lukman' via GELORA45, B.H. Jo, Jaya Suprana, Chan CT
Mbak, saya hanya prihatin kalo dampak dari pikiran extrem anda tidak membantu utk. perjuangan rakyat Indonesia utk. memulihkan demokrasi dan menegakkan keadilan sosial dan menghukum rezim Suharto, musuh rakyat Indonesia sesungguhnya yg. belum melek betul karena ber-tahun2 kena brain washing, korban hoax dan kebohongan. Mbak bukan orang sembarangan, dari segi asal usul mbak, walau zaman sekarang pendapat2 mbak yg. etrem, nggak dapat pasaran di Indonesia, menurut saya juga dikalangan teman2 di Belanda dan di Eropa, atau hanya segelintir orang saja yg. sepaham dengan mbak, mungkin di Indonesia juga demikian. 
Op 12-02-2022 16:27 schreef 'Tatiana Lukman' via GELORA45 <gelor...@googlegroups.com>:

Tatiana Lukman

unread,
Feb 13, 2022, 2:59:08 PM2/13/22
to Siti Sukrisno, Tatiana Lukman' via GELORA45, B.H. Jo, Jaya Suprana, Chan CT

Sdri Siti Sutrisno, dengan jujur saya hargai keprihatinan Anda. Tapi dengan jujur pula saya katakan keprihatian itu tidak diperlukan. Yang justru diperlukan adalah kesediaan dan kemauan untuk mempelajari sejarah dan pengalaman masa lalu yang telah mendatangkan mala petaka kepada rakyat dan gerakan progresif Indonesia, menganalisa sebab-sebab subjektif dan objektifnya berdasarkan pada teori revolusioner yang sudah dibuktikan kebenarannya dalam gerakan pembebasan rakyat. Pikiran yang mengakui kebenaran teori revolusioner sama sekali bukan pikiran ekstrim. Kaum imperialisme, kaum reaksioner dan kaum revisionis modern yang sekarang diwakili oleh para penguasa di China dan centeng serta anjing-anjing jaganya di milis ini; mereka lah yang selalu bicara tentang kedaluwarsaan teori-teori revolusioner, memfitnah, memojokkan dan menghitamkan para Guru Besar Marx, Lenin dan Mao Tsedong serta karya-karya teori dan praktek membangun masyarakat adil dan makmur bagi rakyat pekerja.

 

Bung Karno saja mengakui akan ampuhnya Marxisme sebagai pisau untuk menganalisa gejala ekonomi, politik dan sosial.

 

Anda menganggap saya bukan orang sembarangan. Saya sendiri menganggap diri saya orang biasa yang berusaha TIDAK MENGKHIANATI  cita-cita dua-tiga generasi yang lalu yang sudah mengorbankan segalanya termasuk nyawanya sendiri untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Saya terus menerus berusaha melawan brainwashing, hoax, rezim ORBA dengan dan tanpa Soeharto melalui penulisan buku (sudah 4 buku saya tulis: Pelangi, Panta Rhei, Alternatif, Trotskyisme: Revolusi Permanen atau sosialisme di satu negeri ) dan banyak artikel di koran Sulindo. Pernah anda baca tulisan saya? Kalau anda mau menghakimi pikiran saya, sudah seharusnya anda baca dulu buku saya. Kemudian kita bisa mendiskusikan tema-tema yang saya kupas dalam buku saya itu. Adalah normal, kalua anda tidak menyetujui pendapat saya, tapi paling sedikit anda  tahu  apa kongkritnya pikiran saya itu, baru kemudian menghakiminya.

 

Bahwa di Belanda, dan ditempat lain, ada orang yang tidak menerima pikiran saya, saya tahu. Bahkan dikalangan orang-orang yang dulunya “kiri” dan “revolusioner”, seperti si pengelola milis ini, saya kenal dan tahu banyak yang sudah mengkhianati cita-citanya, hanya ingin hidup enak, menikmati hari tua yang aman dan tenteram. Jadi tuduhan anda kepada saya “mau hidup enak di Belanda”seharusnya justru dilemparkan kepada mereka yang sudah jadi revisionis! Di Indonesia, banyak orang mengkhianat karena siksaan, tapi di luar negeri, tanpa siksaan, tak sedikit orang yang mengkhianati cita-cita dan usaha yang dulu mereka dukung! Lantas saya lah yang dituduh “extremis” atau “radikal”. Ya logis, bagi mereka yang sudah mengkhianat, saya dicap “ekstremis” atau “radikal”.

 

Tapi saya punya kawan di seantero dunia!! Anda bilang “segelintir”, karena proses penyadaran di dunia yang sekarang dikuasai oleh propaganda imperialis dan revisionis, membutuhakn waktu Panjang. Marx dan Engels juga hanya berdua, ketika mulai dengan Analisa yang membelejeti penghisapan sistim kapitalis.. Lenin juga mulai dengan segelintir orang… Mao juga mulai hanya dengan 12 orang… Yang menentukan adalah ide/pikiran mereka mewakili mode of production yang paling maju dan sesuai dengan hokum perkembangan masyarakat!! Lima puluh, serratus tahun sungguh lama bagi usia manusia, tapi hanya sebentar saja bagi sejarah umat manusia…Orang-orang revolusioner tidak berjuang untuk generasinya saja, tapi paling penting untuk generasi yang akan datang dan hari depan umat manusia!!!

 

Saya sambut keinginan anda untuk menegakkan keadilan sosial dan menghukum rezim Suharto. Bagaimana caranya? Apakah dengan mendukung rezim Jokowi yang sangat getol membangun megaproyek infrastruktur dan proyek turisme yang merampas tanah kaum tani, pertambangan, perke-bunan yang membabat hutan-hutan dan merusak lingkungan, dan semuanya itu dibiayai oleh modal asing yang diberikan segala fasilitas untuk dapat keuntungan luar biasa. Khusus tentang modal asing, saya membelejeti dengan bukti (bukan asal jeplak) kejahatan penanaman modal China. Tentu anda tahu bahwa dalam proyek-proyek yang dibiayai oleh modal China, terdapat syarat-syarat, misalnya penggunaan tenaga kerja China (dengan alasan tenaga ahli, itu sudah dibuktikan bohong!), penggunaan input (mesin, perlengkapan bangunan etc.) dari China, etc. Oleh karena itu saya membuat anjing-anjing jaga rezim China MARAH BESAR!

 

Saya anggap penting membelejeti kejahatan rezim kapitalis-imperialis china karena di Indonesia mayoritas orang menganggap china itu komunis!!!ITU KESALAHAN BESAR!!

 

Anda bicara tentang Swedia dan negara eropa barat yang menurut anda lebih baik dari pada sosialismenya Mao…

 

Dalam jawaban pertama, saya bicara tentang Kuba yang miskin dan diblokade AS, tapi dapat memberikan Pendidikan dan layanan kesehatan gratis kepada penduduknya. Begitu juga sosialismenya Mao dulu, walaupun masih miskin, tapi bias memberi Pendidikan dan layanan kesehatan gratis. Buruh punya status buruh tetap SEUMUR HIDUP, TAK BISA DIPECAT! Buruh punya hak untuk mogok! Buruh punya hak libur. Dan ingat Kuba dan Tiongkok TIDAK menjajah negeri lain, TIDAK menghisap buruh negeri lain, TIDAK merampas kekayaan alam negeri lain, TIDAK membunuh ekonomi nasional negeri lain, TIDAK merampok ikan di lautan negeri orang lain….

 

Sebaliknya Belanda, Swedia dan engeri-negeri Eropa Barat lainnya, punya koloni bahkan sekarangpun masih meneruskan penjajahannya yang dinamakan NEO-KOLONIALISME! Ya jelas nggak bias dong anda membandingkan Kuba, Tiongkok sosialis dengan negeri-negeri Eropa Barat..

 

Sekarang, china yang gemerlapan dengan bangunan pencakar langitnya dan teknologinya, tidak memberi rakyatnya Pendidikan dan layanan kesehatan gratis!! Buruhnya bekerja 12 jam sehari, enam hari seminggu, dan upah sering tak dibayar atau ditunda pembayarannya, ratusan juta buruh migran yang justru tenaga pokok yang membangun semua pencakar langit, perumahan, mall-mall yang mewah, TIDAK PUNYA HAK TINGGAL DI KOTA YANG TELAH EMREKA BANGUN!!

 

Korupsi di China tidak kalah hebatnya dari pada di Indonesia!

 

Di Indonesia tidak asing lagi roang bicara tentang imperialisme AS, tapi masih sedikit yang tahu bahwa CHINA JUGA IMPERIALISME YANG BERSAING DENGAN AS UNTUK MENDAPATKAN PASAR BAGI PRODUKNYA, MENDAPATKAN BAHAN BAKU UNTUK INDUSTRINYA, MENDAPATKAN RUANG UNTUK MENANAM MODALNYA!!!

 

 

 

Sent from Mail for Windows

 

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages