Kemenlu Tiongkok Bantah Kecaman AS Terkait Situasi Selat Taiwan ; NATO Tak Boleh Kacaukan Dunia

2 views
Skip to first unread message

Chan CT

unread,
Sep 1, 2022, 9:01:55 PM9/1/22
to GELORA45_In

Kemenlu Tiongkok Bantah Kecaman AS Terkait Situasi Selat Taiwan

 
 

Mengenai ujaran pejabat AS yang mengecam bahwa reaksi Tiongkok terhadap situasi di Selat Taiwan berlebihan, jubir Kemenlu Tiongkok Zhao Lijian dalam jumpa pers hari Rabu kemarin (31/8) menyatakan, sumber ketegangan situasi di Selat Taiwan sangat jelas dan nyata.

Dikabarkan, dalam jumpa pers, wakil jubir Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa reaksi Tiongkok berlebihan dan merupakan sebuah provokasi, sedangkan reaksi AS sendiri bertanggung jawab dan wajar.

    

Terkait hal tersebut, Zhao Lijian menunjukkan, “AS-lah yang terlebih dahulu melakukan provokasi, sehingga mengakibatkan munculnya balasan Tiongkok yang sah, adil, wajar dan sesuai. AS telah melanggar komitmen Satu Tiongkok, merusak kedaulatan negara dan keutuhan wilayah Tiongkok, tapi malah mengecam Tiongkok memberikan reaksi berlebihan. Kapal perang AS berkali-kali unjuk kekuatannya dengan berdalih menjunjung ‘kebebasan pelayaran’, tapi malah mengecam Tiongkok melakukan provokasi. Terhadap tindakan yang memutarbalikkan fakta tersebut, Tiongkok tidak akan menerimanya, dan komunitas internasional pun tidak akan menerimanya”.

Zhao Lijian menekankan, hal yang seharusnya dilakukan oleh AS adalah berhenti mengaburkan, melubangi dan mendistorsi prinsip Satu Tiongkok, menaati patokan dasar hukum internasional yang menghormati kedaulatan dan keutuhan wilayah negara lain, tidak mengintervensi urusan intern negara lain, dan kembali ke jalur tiga komunike bersama Tiongkok-AS dan prinsip Satu Tiongkok, bukannya selalu menimpakan kesalahan dan menyalahkan orang lain, bahkan mencoba menciptakan krisis yang lebih besar.

 

Kemenlu Tiongkok: NATO Tak Boleh Kacaukan Dunia

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Zhao Lijian di depan jumpa pers rutin yang diadakan hari Rabu kemarin (31/08) menunjukkan bahwa NATO menyebut bahwa kerja sama Tiongkok-Rusia telah memberikan tantangan bagi nilai dan kepentingan NATO, hal ini kembali mengungkapkan upaya NATO yang ingin menyebarluaskan pikiran Perang Dingin.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg baru-baru ini dalam kunjungannya di Kanada menyebutkan bahwa kerja sama Rusia dan Tiongkok di kawasan Arktik tidak sesuai dengan kepentingan negara-negara NATO, maka NATO akan memperkuat kehadirannya di kawasan tersebut. Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Kepresidenan Rusia Dmitry Peskov menyatakan, Rusia menganggap pernyataan Jens Stoltenberg terkait perluasan NATO di Arktik tersebut sebagai perlawanan terhadap Rusia di kawasan tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Zhao Lijian mengatakan, “Apa yang dikatakan oleh Dmitry Peskov sangat tepat! NATO yang kembali menggembar-gemborkan kerja sama Tiongkok-Rusia telah memberikan tantangan bagi nilai dan kepentingan NATO, mengungkapkan kembali niat NATO untuk menyebarluaskan pikiran Perang Dingin dan konfrontasi antar kubu. NATO seharusnya segera melepaskan pemikiran dan tindakan berbahayanya yang mengacaukan dunia. Keadaan alam dan perubahan Arktik mempunyai pengaruh langsung terhadap lingkungan alam dan kehidupan Tiongkok. Masalah regional dan global seperti pelestarian lingkungan hidup, perubahan iklim serta pembangunan berkelanjutan di Arktik berhubungan erat dengan Tiongkok, ini adalah kenyataan geografis, alam dan sosial yang tak terbantahkan.”

Zhao Lijian menekankan, Tiongkok menghormati hak berdaulat dan yurisdiksi negara-negara Arktik, selalu aktif mengadakan kerja sama internasional Arktik dengan berbagai pihak berdasarkan prinsip saling menghormati, bekerja sama, menang bersama, untuk mendorong pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan di Arktik.

 


Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages