JAKARTA - Sejumlah orang turut diamankan dalam penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo semalam. Penangkapan berlangsung hingga Rabu (25/11/2020) dini hari tadi.
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango pagi ini mengatakan, Menteri Edhy Prabowo ditangkap semalam.
Ia menjelaskan, dalam penangkapan itu KPK juga mengamankan sejumlah orang. Ketika ditanya lebih jauh, Nawawi Pomolango mengaku sedang dalam perjalanan menuju kantor.
Hingga kini belum diketahui kasus dugaan korupsi yang menjerat Menteri Edhy. Namun diduga terkait dengan tugas-tugasnya sebagai Menteri KKP.
Sumber cnnindonesia.com menyebut, Menteri Edhy Prabowo ditangkap dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT).(*)
--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/68B0D55A7E004908AD36DC5277350ECD%40A10Live.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAG8taviFcWci4ejvJxVda2SFCqA1Eg%3DqnputmQhP38ju%3DsxUsg%40mail.gmail.com.
On Wed., Nov. 25, 2020 at 5:02 a.m., BILLY GUNADIE<billyg...@rogers.com> wrote:

KONFRONTASI- Polemik antara Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) dan mantan Menko Maritim Rizal Ramli kembali memanas. Bahkan, hari ini saling memberikan informasi terkait penjegalan yang dilakukan JK terhadap Rizal Ramli.
Saat kepemimpinan Abdurrahman Wahid atau Gusdur, konstelasi politik cukup keras. Dimana kabinet tidak hanya bertanggung jawab kepada presiden, tunduk kepada partai politik. Hal inilah yang menjadi polemik, sehingga Gusdur cukup menjalankan agenda reformasi.
Karena tak mau repot, Gusdur akhirnya memecat dua menterinya, yakni Laksamana Sukardi, Menteri BUMN (PDI-Perjuangan) dan Jusuf Kalla, Menteri Perdagangan dan Perindustrian (Partai Golkar).
Namun, masalah akhirnya semakin rumit, dimana seharusnya dalam hukum tata negara, pemberhentian atau pergantian menteri merupakan hak prerogatif presiden. Akan tetapi, situasi menjadi runyam, karena Gus Dur penyebab penyebab kedua penyebabnya itu karena kasus kasus Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
Meski tidak menjelaskan, apa yang melatar belakangi dugaan kasus korupsi yang dilakukan JK, namun Gusdur akhirnya memberikan kumpulan sejumlah fotokopi dukumen penting dugaan KKN yang dilakukan JK, kurang lebih sekitar 400 halaman dan diserahkan kepada Ketua Umum Partai Golkar, Akbar Tanjung.
Di mana beberapa laporan di antaranya adalah penyimpangan kasus proyek listrik, impor beras oleh Badan Urusan Logistik (Bulog), dan kebijakan pajak mobil.
Informasi mengenai sepak terjang JK ini memang seperti senyap-senyap diberitakan media. Namun, tahukah Anda, bahwa pada Juli 2005 Globe Asia memberitakannya pada Agustus 2007, grup milik Aksa Mahmud (saudara ipar JK) mendapat saham senilai 90 persen dari BNI atau senilai Rp280 miliar untuk operator jalan tol BSD.
Dimana jumlah lisensi pembangunan jalan tol senilai Rp440 miliar di Sulawesi bersama PT Jasa Marga juga diperoleh grup ini. Selain itu, grup Aksa Mahmud juga mendapat berbagai izin untuk membangun pembangkit listrik di Sulawesi Selatan (Sulsel) berkapasitas hingga 2x100MW senilai Rp2,2 triliun.
Tak heran, sosok yang merupakan ipar JK ini dengan kekayaan yang kian bertambah dari 2006 sebesar $ 145 juta, melonjak menjadi $ 599 juta pada 2007 dan $ 580 juta pada 2008.
Berhenti..berhenti…? ternyata tidak. Bahkan harta Aksa Mahmud kembali merangkak naik ke $ 619 pada 2009 dan terus bertambah ke $ 750 di 2010. Jadi sejak 2006 kekayaan ipar Jusuf Kalla itu telah naik lebih dari 5 kali lipat! Dari peringkat yang eksklusif Aksa Mahmud di nomor 75 orang terkaya, langsung melonjak naik ke peringkat nomor 19 orang terkaya di Indonesia (berdasarkan Globe Asia).
Adapun saat ini, sejumlah media juga memberitakan bahwa Grup Aksa Mahmud sedang mengalami masalah, salah satunya adalah kasus Rush Bank Bukopin. Bahkan, beberapa informasi yang menyebut menyebut Aksa Mahmud dan Jusuf Kalla adalah dua sosok di belakang kesuksesan Anies Baswedan mengambil posisi gubernur DKI.
PT Bosowa Corporindo disebut-sebut memiliki kredit macet di PT bank Rakyat Indonesia (Persero) TBK sebesar Rp4 triliun. Hal ini diketahui, berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan No. 64 / KDK.02 / 2020 tentang Hasil Penilaian Kembali PT Bosowa Corporindo Selaku Pemegang Saham Pengendali PT Bukopin Tbk pada 24 Agustus 2020.
Kredit macet ini menjadi salah satu alasan di balik surat keputusan OJK mengenai status perseroan sebagai pemegang saham Bank Bukopin.
Di mana surat tersebut, hasilnya kembali kepada Bosowa karena regulator menemukan dari Bosowa yang melaksanakan tidak melaksanakan perintah OJK. Perintah yang tidak dilakukan yaitu memberikan surat kuasa khusus kepada tim bantuan teknis.
Selain itu, Bosowa juga melakukan tindakan, baik secara langsung maupun tidak langsung, yang bertujuan menghalangi masuknya investor lain dalam rangka peningkatan modal dan penyelesaian masalah masalah Bank Bukopin.
Kemudian, Bosowa juga mengikuti langkah-langkah untuk menggagalkan proses penyelamatan Bukopin, antara lain dengan memberikan surat kuasa yang tidak sah kepada OJK, serta memiliki kredit macet yang tidak dapat didasarkan pada data dan surat dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Diketahui, data nilai kredit macet yang dimiliki Bosowa di Bank BRI yakni sekitar Rp4 triliun per 28 Juni 2020 dari salah satu sumber. Kredit tersebut diberikan kepada PT Semen Bosowa Maros dan PT Bosowa Duta Energasindo. (nusantaratv.com)
JK minta Jokowi suntik dana ke bukopin itu isu atau beneran?
Emangnya Jokowi punya duit kasih2 duit begitu? Enak bener?
JK ini dari dulu juga main2 agama. Sejak JK pegang dewan masjid Indonesia/dmi ya dipakai terus sama dia sampai skrg. Banyak yg sdh protes spy dmi ini gak main politik.
Yg saya denger adalah waktu dulu JK wapresnya Jokowi, Jokowi ksh tahu JK bahwa JK akan jadi wapres kalau melepaskan diri dari main2 duit/proyek selama jadi wapres. JK setuju. Makanya selama jadi wapres, dia gak terlalu berkolusi/main2 duit. Dia mainnya ya pakai2 orang2 spt Sudirman said bekas menteri energi esdm. SS ini ribut terus sama RR yg menko maritime saat itu. Dua2nya dipecat Jokowi akhirnya.
Akibat janjinya kpd Jokowi itu, perusahaan2nya yg memang adalah perusahaan karbitan (untung kalau dapet proyek) dan tidak dikelola dgn professional akhirnya kesandung. Ini sgt logis. Perusahaan itu hrs dimanaged dgn baik krn hrs berkompetisi. Yg pegang kendali perusahaan2 JK itu adalah adik iparnya Erwin aksa. Anak2nya JK gak ada yg becus.
Pemilik terbesar Bukopin dipegang oleh Kookmin Bank, kedua baru bosowo group, baru terus pemerintah Indonesia. Mereka pinjam duit bank Qatar QNB. Ya normal saja ini masalah utang piutang. Kreditur akan menagih kalau tidak bayar pinjaman.
Bank2 indonesia sudah banyak yg dicaplok oleh asing. Bank2 korea sgt agresif. Dulu 5 thn yl shinhan bank yg terbesar di korea selatan sdh ambil alih bank metro ekspress.
Nesare
Gigi ompong... Pilih pilih...
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+unsubscribe@googlegroupscom.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/68B0D55A7E004908AD36DC5277350ECD%40A10Live.
--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+unsubscribe@googlegroupscom.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAG8taviFcWci4ejvJxVda2SFCqA1Eg%3DqnputmQhP38ju%3DsxUsg%40mail.gmail.com.
--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/785084592.863428.1606298770283%40mail.yahoo.com.