Ko ga beres beres...ijazah PALSU, DIPALSUKAN ATAU ASLI TAPI PALSU, ASPAL?
Proses untuk mendapat ijazah...
Ada pembimbing, selesai matapelajaran tertentu, daerah field study/penelitian-nya. Jangka waktu daerah yang diteliti, lokasi, kumpulan data dari lapangan (dalam hal ExPres Jakowi..hutan? Kehutanan?)..
Tentu ada laporan ke Koramil, Kepala desa, pa Glondong...dokter kalau pernah sakit, warung kalau pernah makan, dsb..dsb..mungkin ngutang rokok di warung dekat hutannya....
Setelah data lengkat, tentu menyusun skripsi/tesis/peta/sample tanah/tanaman/diji/daun/buah....
Skripsi pertama beberapa puluh lembar, dibaca oleh pembantu pembimbing, koreksi tatabahasa, susunan bab, juga ejaan, tanda kutip, bentuk format laporan.
Setelah lengkap mungkin 100-200 lembar, di jilid..foto, peta, sample...lengkap..
Diajukan ke sidang hadapan para dosen team penguji..
Lulus/diterima atau harus mengulang ditentukan..
Kalau tesis diterima, maka akan apa wisuda/pelantikan...pake baju toga....
Skripsi dipustakakan....tentu ada di pustaka fakultas Kehutanan....?.
Juga ijazah ditanda tangani oleh Rektor..Dekan...?
Ada data di kantor tatausaha Univeresitas..dalam hal ini Gajah Mada..UGM...
Apakah semua itu sudah ditelusuri, tidak ada wartawan peneliti..kepolisian..ahli forensik....?
Ataukah dna defective gene flow...penipuan sudah mendarah daging berkolaborasi...ketambah IQ78.....?