Dedi prima
npm 1010038205012
kls A4b
Latar Belakang Praktik Keperawatan
Persatuan
perawatan Indonesia (PPNI) sebagai organisasi profesi suara perawat
nasional. Mempunyai tanggung jawab utama yaitu melindungi masyarakat
atau public, prifesi keperawatan dari praktisi perawat.
Praktek
keperawtan ditentukan dalam standart organisasi dan system pengaturan
serta pengendalian melalui perundang-undangan keperawatan (Nursing Act),
dimanapun perawat itu bekerja (PPNI,2000)
Keperawatan
hubungannya sangat banyak keterlibatan dengan segmen manusia dan
kemanusiaan, oleh karena berbagai masalah kesehatan actual dan
potensial.
Keperawatan memandang manusia secara utuh dan unik sehingga praktik
kepewatan membutuhkan penerapan ilmu pengetahuan dan keterampilan
komplek sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan obyek pasien atau klien.
Keunikan hubungan ners dan klien harus dipelihara interaksi dinamikanya
dan kontunitasnya.
Penerimaan
dan pengakuan keperawatan sebagai pelayanan
profesional diberikan oleh perawat professional sejak tahun 1983, maka
upaya perwujudannya bukanlah hal yang mudah di Indonesia. Disisi lain
keperawatan di Indonesia menghadapi tuntutan dan kebutuhan eksternal dan
internal yang kesemuanya membutuhkan upaya yang sungguh-sungguh dan
nyata keterlibatan berbagai pihak yang mterkait dan berkepentingan.
Dalam
kaitannya dengan tanggung jawab utama dan komitmen tersebut diatas maka
PPNI harus memberikan respon, sensitive serta peduli untuk
mengembangkab praktek keperawatan. Diharapkan dengan pemberlakuan
standart praktek keperawatan di Indonesia akan menjadi titik inovasi
baru yang dapat di gunakan sebagai : Pertama, falsafah dasar
pengembangan aspek-aspek keperawatan di Indonesia, Kedua, salah satu tolak ukur efektifitas dan efesiensi pelayanan keperawatan dan Ketiga, Perwujudan diri keperawatan professional.
PROFESI
KEPERAWATAN
Sebagai
profesi, keperawatan sama tuanya dengan profesi kedokteran. Dalam
sejarah keperawatan dan kedokteran biasaanya interdependen. Walaupun
demikian pernah kepewatan dan kedokteran jalan sendiri-sendiri (Donahue,
1995 ; Deloughery, 1995)
Pada
hakikatnya keperawatan adalah suatu profesi yang mengabdi kepada
manusia dan kemanusiaan. Artinya, prifesi keperawatan lebih mendahulukan
kepentingan kesehatan masyarakiat diatas kiepentingan sendiri.
Pelayanan keperawatan merupakan bentuk pelayanan yang bersifat humanistic dengan menggunankan pendekatan holistic, berdasarkan ilmu
dan kiat keperawatan yang mengacu pada standar pelayanan keperawatan
serta menggunakan kode etik keperawatan sebagai tuntutan utama dalam
melaksanakan pelayanan atau asuhan keperawatan.
Abdelah (1960
: dalam poter,1997) mendefinisikan keperawatan sebagai pelayanan kepada
individu dan keluarga, yang berate pelayanan kepada masyarakat.
Pelayanan keperawatan yang diberikan berdasarkan pada ilmu dan kiat
keperawatan yang terintegrasikan sikap, kemampuan
intelektual, serta keterampilan teknikal dari perawat menjadi keinginan
dan kemampuan untuk menolong sesame baik sakit maupun sehat agar mampu
memenuhi kebutuhan kesehatannya.
Selanjutnya
Virgina Henderson (2960) menguraikan mengenal fungsi unik keperawatan
bahwa :
Keperawatan utamanya adalah membantu individu sehat atau sakit, didalam
melaksanakan aktifitass yang menunjang kesehatan atau penyembuhan (dan
atau meningal dengan tenang) yang akan dilakukan tanpa bantuan bila ia
memiliki kekuatan, kemauan atau pengetahuan yang diperlukan. Kontribusi
keperawatan yang unik membantu individu agar tidak bergantung pada
bantuan.
LINGKUP PRAKTEK KEPERAWATAN SECARA
GLOBAL
Inti atau esensi
praktek keperawatan adalah pengkajian mendasar tentang penyimpangan
atau tidak terpenuhnya kebutuhan dasar manusia dan hal-hal yang melatar
belakanginya, yang menyebabkan manusia tidak dapat berfungsi secara
sempurna dalam kaitan dengan kondisi kesehatan dan proses pemyambuhan,
serta melakukan upaya dengan memanfaatkan berbagai sumber dalam rangka
mempertahankan, menopang, memelihara dan meningkatkan integritas seluruh
kebutuhan dasar manusia.
Berbagai kegiatan yang merupakan tanggungn jawab dari peran perawat mencakup empat bidang utama :
· Membantu klien memperoleh kembali
kesehatannya
· Membantu klien yang sehat untuk memlihara kesehatanya
· Membantu yang tidak dapat disembuhkan untuk menyadari potensinya
· Membantu yang menghadapi ajal untuk diperlakukan sebagai manusia sampai meninggal.
2. Lingkup praktek keperawatan dapat di tinjau :
Lingkup praktek keperawatan prifesional papa kondisi sehat dan sakit, sepanjang daur kehidupan (dari konsepsi sampai meninggal).
1. Asuahan keperawatan pada klien anak dari usia 28 hari sampai usia 18 tahun, usia bayi baru lahir sampai usia 12 tahun.
2. Asuhan keperawatan meternitas, yaitu asuhan keperawtan klien wanita, sepanjang usia subur yang berkaitan dengan reproduksi tanpa
kehamilan, wanita hamil, wanita melahirkan, wanita nifas, wanita
diantara dua persalinan baik kondisi normal maupun kondisi beresiko dan
bayi baru lahir sampai dengan usia 40 hari yang sehat.
3. Asuhan
keperawatan medical bedah yaitu asuahan pada klien usia diatas 18 tahun
sampai 60 tahun dengan gangguan fungsi tubuh baik oleh karena trauma
atau kelainan fungsi tubuh.
4. Asuhan keperawatan jiwa yaitu asuahan keperawatan klien
pada semua usia, yang mengalami berbagai masalah kesehatan jiwa.
5. Asuahan
keperawatan keluarga yaitu asuhan keperawatan pada klien keluarga unit
terkecil dalam masyarakan sebagai akibat pola penyesuaian keluarga yang
yang tidak sehat, sehingga terpenuhi kebutuhan keluarga.
6. Asuahan
keperawatan komunitas yaitu asuhan keperawatan pada klien masyarakat
pada kelompok di wilayah tertentu pada semua usia sebagai akibat tidak
terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat.
7. Asuhan keperawatan
gerontik yaitu asuhan keperawatan pada klien pada usia 60 tahun ke atas, yang mengalami proses penuaan dan permasalahan.
1. Tindakan keperawatan yang bersifat bantuan
2. Tindakan keperawatan yang bersifat hygienis
3. Tindakan keperawatan yang bersifat rehabilitas
4. Tindakan keperawtan yang bersifat supportif
5. Tindakan keperawatan yang bersifat preventif
6. Tindakan keperawatan yang bersifat observatif
7. Tindakan keperawatan dengan memberikan informasi yang akurat dan memuaskan tentang pengobatan.
Sifat dan ketelibata perawat
1. Asuhan keperawatan langsung
2. Asuhan kepoerawatan tidak langsung
Lingkup tindakan keperawatan yang dikembangkan bertujuan memenuhi kebutuhan dasar manusia.
TUJUAN DAN KEGUNAAN STANDAR
Pengertian dan sumber-sumber standar keperawatan
Standar
merupakan uraian pernyataan tingkat kinerja yang diinginkan sehingga
kualitas struktur, proses dan hasil dapat dinilai. Standar asuahan
keperawatan berati pernyataan kualitas yang diiinginkan dan dapat
dinilai pemberian asuhan keperawatan pada klien atau pasien. Hubungan
antara kualitas dan standar menjadi dua hal yang saling terkait erat, karena melalui standar dapat
dikuantifikasi sebagai bukti pelayanan meningkat atau memburuk.
Terjadi
kesepakatan antara praktisi terhadap tingakat kinerja dan menawarkan
ukuran penilaian agar praktik keperawatan terbaru dapat dibandingkan.
Penilaian esensial asuhan keperawatan melalui penataan standar sebagai
dasar kesepakatan untuk mencapai asuhan keperawatan optimal. Standar
keperawatan dalam prakteknya harus dapat diterima, dimana setiap kliern
berhak mendapatkan asuhan berkualitas, tanpa membedakan usia dan
diagnosa. Dengan mdemikian standar dapat diharapkan memberikan fondasi
dasar dalam mengukur asuhan keperawatan.
Setiap
hari perawat bekerja sesuai standar yang ada seperti sstandar merancang
kebutuhan dan jumlah tenaga berdasarkan volume kerja, standar
pemerataan dan distribusi pasien dalam unit khusus, standar pendidikan
bagi
perawat professional sebagai persyaratan agar dapat masuk dan praktek
dalam tatanan pelayanan keperawan profesional.
Bertolak pada uraian sepintas diatas tentang pengertian standar maka secara singkat stadar dapat diartikan sebagai :
Pediman.
Ukuran, criteria, peraturan, keperingkatan, undang-undang, indicator,
pengukuran atau penafsiran, etik dan prinsip, prototype atau model,
norma dann kegiatan, ada kekhasan, persyaratan kompetensi serta
persyaratan akreditasi.
Persyaratan
operational : pedoman (persyaratan kebijakan umum), dan mengukur
perbedaan (kriteria) dan tingkat keunggulan yang di inginkan(tujuan
akhir).
komentar :
menut
saya sebagai seorang perawat harus lah memiliki jiwa, ketegasan dan
kedisiplinan yang tinggi yaitu sebagai perawat yang professional baik
dalam bidang teoritis maupun dalam hal keterampilan. saya suka dengan
makalah ini, karna profesi
perawat ini sama sederajad dengan kedokteran, semakin tahun, ilmu
keperawatan semakin berkembang.