Nama:Elsa Aulia
NPM:1010038105018
Kok Mau Jadi Perawat, Apa Enaknya?
Menurut
pendapat pakar keperawatan, seperti Florence Nightingale (1820-1910)
mendefinisikan keperawatan sebagai ‘the act of utilizing the
environment of the patient to assist him/her in his/her recovery’ artinya
bahwa keperawatan itu adalah profesi yang bertindak dengan cara memanfaatkan
yang ada di lingkungan sekitar untuk membantu klien/pasien mendapatkan
kesembuhan kesehatan.
Sedangkan
Virginia Henderson (1897-1996) menyampaikan bahwa definisi keperawatan
adalah ‘the unique function of the nurse is to assist the individual,
sick or well, in the performance of those activities contributing to health or
its recovery (or to peaceful death) that he would perform unaided if he had the
necessary strength, will, or knowledge, and to do this in such way as to help
him gain independence as rapidly as possible’ artinya adalah bahwa
seorang perawat itu memiliki fungsi yang unik, yaitu membantu individu baik
yang sehat maupun yang sakit, dimana kinerja perawat adalah berupa aktivitas
yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan atau menyembuhkan (atau
pasien wafat secara tenang), sehingga individu yang dibantu tersebut dapat
menampilkan kemandirian sesuai kemampuan – kemauan, atau pengetahuan – yang
dimilikinya, dan semuanya itu dilakukan melalui berbagai cara sehingga individu
tersebut dapat mandiri secepat mungkin.
Secara umum
pakar keperawatan mendefinisikan keperawatan sebagai ‘caring; an art; a
science;client centered; holistic; adaptif; concerned with health promotion, health
maintenance, and health restoration; and, a helping profession’. Selain
itu perawat dikenal juga memiliki banyak peran dan fungsi diantaranya adalah
sebagai berikut: caregiver, communicator, teacher, client advocate,
counselor, change agent, leader, manager, case manager, research consumer, dan
expanded career roles.
Nah, untuk
menjadi seorang perawat juga tidak mudah, karena seorang perawat adalah
individu yang memiliki pendidikan minimal diploma keperawatan, yaitu pendidikan
dasar hingga sekolah menengah atas, ditambah dengan tiga tahun pendidikan di
perguruan tinggi. Selain itu ada pula perawat yang langsung lulus dari
pendidikan sarjana keperawatan. Ada yang master keperawatan, doktor
keperawatan, bahkan profesor keperawatan. Kondisi tersebut menempatkan para
perawat sejajar dan menjadi mitra terhadap profesi yang lain, terutama profesi
kesehatan.
Lalu, apa
enaknya jadi perawat? Ini yang menarik! Setiap orang pasti memiliki alasan
tersendiri yang unik dan mungkin berbeda antara individu yang satu dengan
individu yang lain. Namun, kami memiliki alasan tersendiri dan bisa juga
merupakan rangkuman dari beberapa tanggapan dari rekan sejawat yang diterima
oleh kami. Alasannya adalah sebagai berikut:
Alasan
Pertama, tidak
berlebihan jika alasan Ekonomi kita jadikan motivasi untuk
menjadi seorang perawat. Perlu diketahui, pada masa sekarang ini perawat
merupakan salah satu profesi untuk mendapatkan penghasilan secara halal. Jasa
dan tenaganya cukup dibutuhkan oleh negara dan masyarakat, juga dibutuhkan oleh
user dari luar negeri untuk ditempatkan dalam fasilitas kesehatan maupun
pendidikan kesehatan. Gaji yang didapatkan pun lebih dari cukup dan
dikategorikan kedalam kelas menengah di Indonesia saat ini. Perawat Indonesia
yang bekerja di dalam negeri kini mendapatkan gaji sekurangnya 1 juta rupiah
sehingga 5 juta rupiah tergantung dari tingkat pendidikan, lama pengalaman
kerja dan kedudukan perawat tersebut di tempat kerja. Sedangkan perawat
Indonesia yang bekerja di luar negeri, gajinya sekurangnya adalah 10 juta
rupiah. Nah, kita melakukan pekerjaan yang kita sukai dan mendapatkan
penghargaan (baca: gaji) yang lumayan besar, apakah tidak tertarik?
Alasan
Kedua, boleh jadi
alasan Sosial mendasari seseorang menjadi perawat. Mengapa
demikian? Karena banyak juga yang menjadi perawat karena didorong oleh
keinginan orang tua. Alasan orang tua mendorong anaknya menjadi perawat antara
lain bisa meningkatkan derajat keluarga dimata masyarakat, karena di beberapa
daerah seorang perawat masih menjadi status yang cukup disegani di masyarakat.
Selain itu, alasan orang tua mendorong anaknya untuk menjadi perawat adalah
agar semasa ada kerabat atau anggota keluarga yang sakit, anaknya yang menjadi
perawat tersebut dapat membantu menolong dengan ilmu serta pengetahuannya untuk
mengembalikannya [dengan izin Tuhan Yang Maha Esa, tentunya] ke tahap kesehatan
sebelumnya. Nah, betul khan, perawat dianggap penting oleh keluarga dan
masyarakat disekitar-nya, apa tidak tertarik juga?
Alasan
Ketiga, bisa juga
alasan Spiritual dijadikan sebagai faktor pendorong seseorang
menjadi perawat. Kok bisa? Ya bisa donk. Seperti definisi keperawatan yang
disampaikan oleh Nightingale danHenderson diatas bahwa
perawat itu profesi yang tugasnya menolong orang lain, baik yang sehat maupun
yang sakit, baik yang dikenal maupun yang tidak dikenal, baik yang seagama
maupun tidak seagama, dan lain-lain dan lain-lain. Nah, profesi yang tugasnya
menolong orang lain biasanya akan mendapat tempat yang terhormat secara
spiritual. Selain itu profesi yang kerap menolong orang lain akan mengasah
nurani individu yang menjalankan profesi tersebut untuk terus bersikap empati
atau senantiasa merasakan penderitaan orang lain sehingga yang bersangkutan
akan lebih bersabar dan bersyukur dalam menjalani hidup. Kesimpulannya, sudah
dapat gaji, dibutuhkan keluarga, juga banyak mendapat banyak pahala dari
aktivitas menjalankan profesinya lagi. Beneran nich nggak tertarik?
Alasan
Keempat, ini mungkin
alasan akhir setiap manusia, yaitu Aktualisasi Diri. Senang
dihormati oleh orang lain, senang pendapatnya didengarkan oleh orang lain, bisa
menjadi diri sendiri tanpa harus diintimidasi oleh orang lain, itulah inti dari
aktualisasi diri. Emang apa hubungannya dengan profesi perawat? Hubungannya
erat! Seorang perawat itu berpendidikan tinggi, orang yang berpendidikan tinggi
biasanya dihormati oleh masyarakat, ini aktualisasi diri. Seorang perawat juga
biasanya mendapatkan gaji secara teratur sehingga dapat hidup secara layak di
masyarakat, apalagi yang kerja di luar negeri dengan gajinya yang tinggi,
masyarakat juga akan respek pada perawat ini, aktualisasi diri juga. Seorang
perawat membantu orang lain dengan senang hati tanpa merasa terbebani dan
diintimidasi oleh orang lain, ini juga aktualisasi diri. Kalau diceritakan
disini tidak akan habis menulisnya tentang aktualisasi diri seorang perawat
ini. So, yakin tidak tertarik dengan perawat?
Komentar:Menurut
Elsa, menjadi perawat itu enak, asalkan dikerjakan dengan senang hati,
merupakan panggilan jiwa untuk menolong orang lain dan beribadah kepada Tuhan
Yang Maha Esa, menjadi diri sendiri sesuai dengan minat dan bakat kita yakni menjadi perawat professional, juga
sebagai suatu cara untuk mendapatkan penghasilan untuk menghidupi keluarga
secara halal.Hal ini dapat dijawab oleh masing-masing kita.
Menjadi
perawat akan terasa tidak enak kalau: dipaksa oleh orang tua atau orang lain,
bukan panggilan jiwa, tidak menyukai dunia kesehatan, kurang atau tidak mampu
untuk bergaul dengan orang lain secara adekuat (terutama klien/pasien), dan
lain-lain dan lain-lain. Kalau alasannya seperti itu, dijamin pasti menjadi
perawat tidak enak banget. Nah, yang seperti ini harus dihindari, tidak
tertarik juga tidak apa-apa.
Demikian
menurut pendapat saya tentang enak tidak enaknya menjadi perawat. Apa
pendapat anda?