Kok Mau Jadi Perawat, Apa Enaknya?

161 views
Skip to first unread message

elsa vansel

unread,
Apr 23, 2014, 9:34:27 AM4/23/14
to class...@googlegroups.com
Nama:Elsa Aulia
NPM:1010038105018
Kok Mau Jadi Perawat, Apa Enaknya?
Menurut pendapat pakar keperawatan, seperti Florence Nightingale (1820-1910) mendefinisikan keperawatan sebagai ‘the act of utilizing the environment of the patient to assist him/her in his/her recovery’ artinya bahwa keperawatan itu adalah profesi yang bertindak dengan cara memanfaatkan yang ada di lingkungan sekitar untuk membantu klien/pasien mendapatkan kesembuhan kesehatan.
Sedangkan Virginia Henderson (1897-1996) menyampaikan bahwa definisi keperawatan adalah ‘the unique function of the nurse is to assist the individual, sick or well, in the performance of those activities contributing to health or its recovery (or to peaceful death) that he would perform unaided if he had the necessary strength, will, or knowledge, and to do this in such way as to help him gain independence as rapidly as possible’ artinya adalah bahwa seorang perawat itu memiliki fungsi yang unik, yaitu membantu individu baik yang sehat maupun yang sakit, dimana kinerja perawat adalah berupa aktivitas yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan atau menyembuhkan (atau pasien wafat secara tenang), sehingga individu yang dibantu tersebut dapat menampilkan kemandirian sesuai kemampuan – kemauan, atau pengetahuan – yang dimilikinya, dan semuanya itu dilakukan melalui berbagai cara sehingga individu tersebut dapat mandiri secepat mungkin.
Secara umum pakar keperawatan mendefinisikan keperawatan sebagai ‘caring; an art; a science;client centered; holistic; adaptif; concerned with health promotion, health maintenance, and health restoration; and, a helping profession’. Selain itu perawat dikenal juga memiliki banyak peran dan fungsi diantaranya adalah sebagai berikut: caregiver, communicator, teacher, client advocate, counselor, change agent, leader, manager, case manager, research consumer, dan expanded career roles.
Nah, untuk menjadi seorang perawat juga tidak mudah, karena seorang perawat adalah individu yang memiliki pendidikan minimal diploma keperawatan, yaitu pendidikan dasar hingga sekolah menengah atas, ditambah dengan tiga tahun pendidikan di perguruan tinggi. Selain itu ada pula perawat yang langsung lulus dari pendidikan sarjana keperawatan. Ada yang master keperawatan, doktor keperawatan, bahkan profesor keperawatan. Kondisi tersebut menempatkan para perawat sejajar dan menjadi mitra terhadap profesi yang lain, terutama profesi kesehatan.
Lalu, apa enaknya jadi perawat? Ini yang menarik! Setiap orang pasti memiliki alasan tersendiri yang unik dan mungkin berbeda antara individu yang satu dengan individu yang lain. Namun, kami memiliki alasan tersendiri dan bisa juga merupakan rangkuman dari beberapa tanggapan dari rekan sejawat yang diterima oleh kami. Alasannya adalah sebagai berikut:
Alasan Pertama, tidak berlebihan jika alasan Ekonomi kita jadikan motivasi untuk menjadi seorang perawat. Perlu diketahui, pada masa sekarang ini perawat merupakan salah satu profesi untuk mendapatkan penghasilan secara halal. Jasa dan tenaganya cukup dibutuhkan oleh negara dan masyarakat, juga dibutuhkan oleh user dari luar negeri untuk ditempatkan dalam fasilitas kesehatan maupun pendidikan kesehatan. Gaji yang didapatkan pun lebih dari cukup dan dikategorikan kedalam kelas menengah di Indonesia saat ini. Perawat Indonesia yang bekerja di dalam negeri kini mendapatkan gaji sekurangnya 1 juta rupiah sehingga 5 juta rupiah tergantung dari tingkat pendidikan, lama pengalaman kerja dan kedudukan perawat tersebut di tempat kerja. Sedangkan perawat Indonesia yang bekerja di luar negeri, gajinya sekurangnya adalah 10 juta rupiah. Nah, kita melakukan pekerjaan yang kita sukai dan mendapatkan penghargaan (baca: gaji) yang lumayan besar, apakah tidak tertarik?
Alasan Kedua, boleh jadi alasan Sosial mendasari seseorang menjadi perawat. Mengapa demikian? Karena banyak juga yang menjadi perawat karena didorong oleh keinginan orang tua. Alasan orang tua mendorong anaknya menjadi perawat antara lain bisa meningkatkan derajat keluarga dimata masyarakat, karena di beberapa daerah seorang perawat masih menjadi status yang cukup disegani di masyarakat. Selain itu, alasan orang tua mendorong anaknya untuk menjadi perawat adalah agar semasa ada kerabat atau anggota keluarga yang sakit, anaknya yang menjadi perawat tersebut dapat membantu menolong dengan ilmu serta pengetahuannya untuk mengembalikannya [dengan izin Tuhan Yang Maha Esa, tentunya] ke tahap kesehatan sebelumnya. Nah, betul khan, perawat dianggap penting oleh keluarga dan masyarakat disekitar-nya, apa tidak tertarik juga?
Alasan Ketiga, bisa juga alasan Spiritual dijadikan sebagai faktor pendorong seseorang menjadi perawat. Kok bisa? Ya bisa donk. Seperti definisi keperawatan yang disampaikan oleh Nightingale danHenderson diatas bahwa perawat itu profesi yang tugasnya menolong orang lain, baik yang sehat maupun yang sakit, baik yang dikenal maupun yang tidak dikenal, baik yang seagama maupun tidak seagama, dan lain-lain dan lain-lain. Nah, profesi yang tugasnya menolong orang lain biasanya akan mendapat tempat yang terhormat secara spiritual. Selain itu profesi yang kerap menolong orang lain akan mengasah nurani individu yang menjalankan profesi tersebut untuk terus bersikap empati atau senantiasa merasakan penderitaan orang lain sehingga yang bersangkutan akan lebih bersabar dan bersyukur dalam menjalani hidup. Kesimpulannya, sudah dapat gaji, dibutuhkan keluarga, juga banyak mendapat banyak pahala dari aktivitas menjalankan profesinya lagi. Beneran nich nggak tertarik?
Alasan Keempat, ini mungkin alasan akhir setiap manusia, yaitu Aktualisasi Diri. Senang dihormati oleh orang lain, senang pendapatnya didengarkan oleh orang lain, bisa menjadi diri sendiri tanpa harus diintimidasi oleh orang lain, itulah inti dari aktualisasi diri. Emang apa hubungannya dengan profesi perawat? Hubungannya erat! Seorang perawat itu berpendidikan tinggi, orang yang berpendidikan tinggi biasanya dihormati oleh masyarakat, ini aktualisasi diri. Seorang perawat juga biasanya mendapatkan gaji secara teratur sehingga dapat hidup secara layak di masyarakat, apalagi yang kerja di luar negeri dengan gajinya yang tinggi, masyarakat juga akan respek pada perawat ini, aktualisasi diri juga. Seorang perawat membantu orang lain dengan senang hati tanpa merasa terbebani dan diintimidasi oleh orang lain, ini juga aktualisasi diri. Kalau diceritakan disini tidak akan habis menulisnya tentang aktualisasi diri seorang perawat ini. So, yakin tidak tertarik dengan perawat?
Komentar:Menurut Elsa, menjadi perawat itu enak, asalkan dikerjakan dengan senang hati, merupakan panggilan jiwa untuk menolong orang lain dan beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjadi diri sendiri sesuai dengan minat dan bakat kita yakni menjadi perawat professional, juga sebagai suatu cara untuk mendapatkan penghasilan untuk menghidupi keluarga secara halal.Hal ini dapat dijawab oleh masing-masing kita.
Menjadi perawat akan terasa tidak enak kalau: dipaksa oleh orang tua atau orang lain, bukan panggilan jiwa, tidak menyukai dunia kesehatan, kurang atau tidak mampu untuk bergaul dengan orang lain secara adekuat (terutama klien/pasien), dan lain-lain dan lain-lain. Kalau alasannya seperti itu, dijamin pasti menjadi perawat tidak enak banget. Nah, yang seperti ini harus dihindari, tidak tertarik juga tidak apa-apa.
Demikian menurut pendapat saya tentang enak tidak enaknya menjadi perawat. Apa pendapat anda?

Medi Ardian S

unread,
Apr 23, 2014, 10:09:43 AM4/23/14
to class...@googlegroups.com
NAMA: MEDI ARDIAN SISKA
NPM  : 10 100 38 105 044
Menurut saya, artikel diatas pertentangan antar pendapat ilmuan tentang perawat. Padahal perawat itu bukanlah ingin memanfaatkan situasi lingkungan, karena pekerjaan perawat itu sangatlah berat untuk dijalani tapi perawat begitu ikhlas dan sabar dalam menjalankan peran sebagai perawat. Perawat itu dipandang oleh masyarakat karena suatu pekerjaan yang mulia dilaksanakan itu begitu bermanfaat bagi masyarakat dalam perawatan pasien yang sakit menjadi sehat.
Enaknya menjadi seorang perawat itu kita bisa banyak kenal sama orang yang tidak dapat kita duga baik itu dari kalangan bawah mapun kalangan atas baik yang berpendidikan maupun yang berpendidikan tinggi, dari sanalah seorang perawat bisa mendapatkan lebih banyak saudara karena telah menolong perawatan keluarganya dari segi masalah kesehatan yang dialaminya.


--

---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "class A4b 010 STIKES Indonesia" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke class-b-010...@googlegroups.com.
Untuk mengeposkan ke grup ini, kirim email ke class...@googlegroups.com.
Kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/class-b-010.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/class-b-010/1398260067.4199.YahooMailNeo%40web193106.mail.sg3.yahoo.com.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Siska Amdayani

unread,
Apr 28, 2014, 2:12:08 AM4/28/14
to class...@googlegroups.com, elsa vansel
Menurut saya, jadi seorang perawat itu tidak mudah, kalau tidak benar-benar keinginan diri sendiri.. Meskipun masuk dunia perawat karna berbagai alasan, tapi kalau dorongan/motivasi dari diri sendiri tidak ada, itu sangat beresiko. Jika masih mahasiswa, bawaannya pasti malas, jika sudah bekerja pasti setengah-setengah.. Berapa banyak perawat sekarang yang melayani pasien setengah hati, membentak pasien, dan lain sebagainya. Itu karna kurangnya ketulusan dan tidak ikhlas menjadi perawat..
Disatu sisi, kalau melihat kerja seorang perawat, memang tidak menarik, sangat berbeda dengan profesi lain, sehari-hari berbaur dengan darah, nanah, lendir, kotoran dan sebagainya, yang baunya mintak ampun. Tapi disisi lain, jadi seorang perawat itu bangga, apalagi saat kita mampu membantu meningkatkan harapan hidup seorang pasien.
jadi perawat itu mulia, senyum seorang perawat sangat berpotensi terhadap semangat pasien..
So,, jika memang telah melangkah ke dunia keperawatan, sukailah profesimu, jadikan ini hobby, yang memberi kepuasan tersendiri, tidak menjadi beban..

Irma Eka Fitrianti

unread,
Apr 28, 2014, 10:49:10 AM4/28/14
to class...@googlegroups.com, elsa vansel
menurut saya, apapun profesi seseorang pastinya tidak terlepaskan dari beberapa alasan di atas, yakni tujuan untuk bertahan hidup serta memamfaatkan kehidupan sebaik-baiknya walaupun hal tersebut telah menjadi tuntutan.
 
namun, Hal terpenting dari semua profesi adalah bagaimana kita bisa menikmati atau menjalani profesi tersebut tanpa beban atau dengan hati nurani.
 
begitu pula dengan menjadi seorang perawat, meski banyak hal yang bisa di dapatkan dari profesi ini, tetap juga yang menjadi fokus utama adalah sejauh mana kita mampu menjiwai profesi ini sebagai pengabdian kita sebagai tenaga profesional di samping banyaknya alasan atau mamfaat pribadi yang bisa kita dapakan dari profesi ini.
 
 
 

Leni Mustika

unread,
Apr 29, 2014, 9:54:19 AM4/29/14
to class...@googlegroups.com
siska klw menurut aq sich,,,,kamu gak akan rugi jadi seorang tenaga kesehatan. ! Apapun itu, terutama profesi dokter, perawat, bidan, tanpa mengesampingkan profesi kesehatan lainnya ya. Tiga profesi medis itu yang langsung bertemu dengan pasien, berbagai amal bisa kamu temui, ladang amal bisa kamu garap tiap hari, dalam islam sendiri menjenguk orang sakit luar biasa pahalanya, apalagi kamu datang, mengobati dan merawatnya lalu membantu persalinan manusia baru kedunia,,,jadi saya  seorang perawat juga saya tidak pernah merasa rugi kuliah di keperawatan,,,ok siskaa cemungut ea ckrng dah semester 8,,berhenti mngeluh,,,ok fiks

Pada 29 April 2014 20.51, Leni Mustika <lenimu...@gmail.com> menulis:


--

---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "class A4b 010 STIKES Indonesia" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke class-b-010...@googlegroups.com.
Untuk mengeposkan ke grup ini, kirim email ke class...@googlegroups.com.
Kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/class-b-010.

Leni Mustika

unread,
Apr 29, 2014, 9:51:43 AM4/29/14
to class...@googlegroups.com
Pada 28 April 2014 21.49, Irma Eka Fitrianti <fitri...@gmail.com> menulis:

--

---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "class A4b 010 STIKES Indonesia" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke class-b-010...@googlegroups.com.
Untuk mengeposkan ke grup ini, kirim email ke class...@googlegroups.com.
Kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/class-b-010.
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages