NAMA
: Fitria
NPM
: 1010038105026
Kualitas Pelayanan Keperawatan.
Untuk dapat menyelenggarakan suatu pelayanan kesehatan yang
berkualitas, banyak hal yang perlu dipahami, salah satu diantaranya yang
dinilai mempunyai peranan yang amat penting adalah tentang apa yang dimaksud
dengan kualitas pelayanan. Kualitas
pelayanan kesehatan yang diselenggarakan oleh banyak institusi kesehatan
hampir selalu dapat memuaskan pasien, maka dari itu sering disebut sebagai
pelayanan kesehatan yang berkualitas. Salah satu definisi menyatakan bahwa
kualitas pelayanan kesehatan biasanya mengacu pada kemampuan rumah sakit,
memberi pelayanan yang sesuai dengan standar profesi kesehatan dan dapat
diterima oleh pasiennya. Salah satu dari pengertian pelayanan kesehatan.
Kualitas pelayanan kesehatan adalah yang menunjukkan tingkat kesempurnaan
pelayanan kesehatan dalam menimbulkan rasa puas pada diri setiap pasien. Makin
sempurna kepuasan tersebut, makin baik pula kualitas pelayanan kesehatan.
Demikian yang dimaksud dengan pengertian pelayanan kesehatan. Itu adalah
pengertian kualitas pelayanan kesehatan menurut Azwar (1996). Dalam
menyelenggarakan upaya menjaga kualitas pelayanan kesehatan rumah sakit
tidak terlepas dari profesi keperawatan yang berperan penting.
Berdasarkan standar tentang evaluasi dan pengendalian kualitas dijelaskan bahwa
pelayanan keperawatan menjamin adanya asuhan keperawatan yang
berkualitas tinggi dengan terus menerus melibatkan diri dalam program
pengendalian kualitas di rumah sakit.
pengertian kualitas pelayanan keperawatan adalah sikap profesional
perawat yang memberikan perasaan nyaman, terlindungi pada diri setiap pasien
yang sedang menjalani proses penyembuhan dimana sikap ini merupakan kompensasi
sebagai pemberi layanan dan diharapkan menimbulkan perasaan puas pada diri
pasien.
Aspek-aspek kualitas pelayanan keperawatan.
Menurut Parasuraman (dalam Tjiptono, 1997) aspek-aspek mutu atau kualitas
pelayanan adalah :
- Keandalan
(reliability. Yaitu kemampuan memberikan pelayanan yang dijanjikan dengan
segera, akurat dan memuaskan, jujur, aman, tepat waktu, ketersediaan. Keseluruhan
ini berhubungan dengan kepercayaan terhadap pelayanan dalam kaitannya
dengan waktu.
- Ketanggapan
(responsiveness). Yaitu keinginan para pegawai atau karyawan membantu
konsumen dan memberikan pelayanan itu dengan tanggap terhadap kebutuhan
konsumen, cepat memperhatikan dan mengatasi kebutuhan-kebutuhan.
- Jaminan (assurance).
Mencangkup kemampuan, pengetahuan, kesopanan dan sifat dapat dipercaya
yang dimiliki pada karyawan, bebas dari bahaya, resiko, keragu-raguan,
memiliki kompetensi, percaya diri dan menimbulkan keyakinan kebenaran
(obyektif).
- Empati atau kepedulian
(emphaty). Meliputi kemudahan dalam melakukan hubungan komunikasi yang
baik dan memahami kebutuhan konsumen yang terwujud dalam penuh perhatian
terhadap setiap konsumen, melayani konsumen dengan ramah dan menarik,
memahami aspirasi konsumen, berkomunikasi yang baik dan benar serta
bersikap dengan penuh simpati.
- Bukti langsung atau
berujud (tangibles). Meliputi fasilitas fisik, peralatan pegawai,
kebersihan (kesehatan), ruangan baik teratur rapi, berpakaian rapi dan
harmonis, penampilan karyawan atau peralatannya dan alat komunikasi.
Sedangkan menurut Depkes RI
(dalam Onny, 1985) telah menetapkan bahwa pelayanan perawatan dikatakan
berkualitas baik apabila perawat dalam memberikan pelayanan kepada pasien
sesuai dengan aspek-aspek dasar perawatan.
KOMENTAR :
Menurut
saya kualiatas pelayanan kesehatan sangat penting dalam memberikan asuhan
keperawatan, jika sebuah rumah sakit atau klinik dikatakan berkualitas bukan
dari alat-alat yang bagus dan canggih, bukan gedung yang mewah saja tetapi pelayanan
dari semua tenaga kesehatan, terutama perawat juga sangat menentukan kualitas
pelayanan kesehatan .
Kualitas
pelayanan kesehatan dindonesia menurut saya belum semua rumah sakit diindonesia
memiliki kualitas pelayanan kesehatan yang memuaskan, dimana kita sering
melihat diberita televisi bahkan di internet tentang keluhan pasien seperti
kasus yan baru-baru ini bahwa sebuah rumah sakit menolak pasien dengan alasan
yang tidak tepat (rumah sakit penuh, karena orang miskin), dan masih kita
dengar sebutan perawat judes.
Oleh sebab itu kita sebagai calon perawat atau generasi
penerus harus merubah image perawat untuk yang lebih baik lagi dengan memberikan
pelayanan yang baik sehingga memuaskan bagi pasien. Dan menciptakan pelayanan
kesehatan yang memuaskan.