Pertempuran MUI dan SHIA

115 views
Skip to first unread message

Mezlul Arfie

unread,
Mar 19, 2014, 1:13:45 AM3/19/14
to Muslim-KL
Salam?

Sy dapat forwadan whatsapp dr pimpinan OASE/IJABI. Orang2 yg dia sebutkan dibawah ini siapa dan apa ya backroundnya?

Quote sbb:
Ada sekelompok orang di Majelis Ulama Indonesia bekerja keras untuk meneliti dan menetapkan kriteria aliran sesat. Mereka adalah ulama-ulama muda yang lebih menaruh perhatian untuk mengeluarkan orang dari Islam dari pada memasukkan orang ke dalamnya; mereka yang lebih tertarik untuk mengkafirkan orang Islam daripada mengislamkan orang kafir .
Dari hasil kerja keras mereka, lahirlah Sepuluh Kriteria Aliran Sesat yang disebarkan dalam berbagai bentuknya di media massa, media sosial, seminar, pengajian, khotbah dan sebagainya. Dengan sangat menyedihkan, kriteria tersebut telah dan sedang digunakan untuk menyebarkan kebencian dan permusuhan bukan saja di antara umat Islam, tetapi juga perpecahan di antara sesama warga negara. Telah terjadi korban penghakiman di luar pengadilan, baik individu –seperti para ulama, institusi- seperti lembaga ilmiah, maupun komunitas- seperti Ahmadiyah dan Syiah. MUI, yang seharusnya menjadi “wadah silaturahim yang menggalang ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah insaniyah”, kini menjadi lembaga inkuisisi untuk menjatuhkan hukuman pada sesama umat Islam; bahkan sesama bangsa.
Dalam waktu tiga minggu, melalui penelitian intensif dengan menggunakan buku-buku rujukan yang mereka pergunakan, penulis sangat terkejut menemukan kenyataan bahwa Tim Penulis MUI Pusat ...memenuhi kriteria tersebut!

Bedah buku
Emilia Renita Az

"Inilah JalanKu yang lurus"
a.k.a
Menanggapi Buku Panduan
Majelis Ulama Indonesia.
"Apakah MUI Sesat? Berdasarkan 10 Kriteria Aliran Sesat"

Jum'at, 21 Maret 2014
Pk. 19.00-21.00
Di Yayasan Kharisma Usada Mustika,
Jl.Kembangan Baru No.21-22, kel.Kembangn Utara, kec.Kembangan

Pembahas:
Dr.Muhammad Zain(Departemen Agama)
Dr. Amirsyah*( Majelis Ulama Indonesia)
Kiyai Alawi Al-Bantani(NU)
Zuhayri Misrawi (Pemikir Muda Islam PDIP)
Dr. Zuhdi (Muhammadiyah)
Dr. Jalaluddin Rakhmat (IJABI/OASE)

👤
Regards,
Mezlul Arfie
🌏🌎🌍🌏

machmud123

unread,
Mar 19, 2014, 1:29:49 AM3/19/14
to Muslim-KL
Salah satu tugas MUI adalah melindungi aqidah umat Islam‎ yg benar menurut Allah dan Rasulnya dari pengaruh2 aliran sesat. Untuk itu hrs. Di ketahui dan difatwakan kelompok2 mana saja yg sesat aqidahnya sdh barang tentu sesuai kreteria2 kekafiran yg terdapat dalam Al Qur an dan Hadits2 Shohih. 

  Original Message  
From: Mezlul Arfie
Sent: Wednesday, March 19, 2014 08:14
To: Muslim-KL
Reply To: musl...@googlegroups.com
Subject: [Muslim-KL] Pertempuran MUI dan SHIA
--
--
Mohon menggunakan mailist sesuai dengan peruntukannya.
IATMI-KL : IATM...@googlegroups.com
Cerita santai : Guyon...@googlegroups.com
Keagamaan : Musl...@googlegroups.com
---
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Muslim-KL" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to muslim-kl+...@googlegroups.com.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.

ayah...@gmail.com

unread,
Mar 19, 2014, 1:42:36 AM3/19/14
to Muslim-kl@googlegroups Com
Nama2 tersebut dibawah itu adalah pendukung Liberalisme, juga aliran2 sesat menurut MUI, parahnya lagi Syiah juga aliran2 sesat lainya ingin menyesatkan kaum sunni dengan menyebarkan Syiah dengan mengaku2 Islam. Ini sangat bahaya apabila terjadi perkawinan campuran antara Sunni dng ahmadiyah contohnya..

Itulah mengapa MUI keluarkan buku panduan sesat, belum fatwa lagi, krn didalam MUI orang syiah dan liberal sudah kuat lobby didalamnya.

Dan benar pak Mahmoud, MUI punya amanah berat menjaga Aqidah Ummat Islam Indonesia.

Salam,

Smoga Allah Beri Kesempatan Sholat berjamaah di Masjid Al Aqsha dengan kepala Tegak, InshaAllah

Edison Sirodj

unread,
Mar 19, 2014, 1:51:54 AM3/19/14
to musl...@googlegroups.com
Terimakasih sharing infonya.
Mudah2an bisa dapat bukunya.
Sangat memperhatikan.
 
H.edisonsirodj

From: Mezlul Arfie <mezlul...@gmail.com>
To: Muslim-KL <musl...@googlegroups.com>
Sent: Wednesday, 19 March 2014 1:13 PM
Subject: [Muslim-KL] Pertempuran MUI dan SHIA
--
--
Mohon menggunakan mailist sesuai dengan peruntukannya.
IATMI-KL : IATM...@googlegroups.com
Cerita santai : Guyon...@googlegroups.com
Keagamaan : Musl...@googlegroups.com
---
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Muslim-KL" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to muslim-kl+unsub...@googlegroups.com.

Morry Infra

unread,
Mar 19, 2014, 2:02:58 AM3/19/14
to musl...@googlegroups.com
Penulis-nya itu istrinya Jalaludin Rahmat...
 
Salam,
Morry Infra

--
--
Mohon menggunakan mailist sesuai dengan peruntukannya.
IATMI-KL : IATM...@googlegroups.com
Cerita santai : Guyon...@googlegroups.com
Keagamaan : Musl...@googlegroups.com
---
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Muslim-KL" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to muslim-kl+...@googlegroups.com.

nyoto - ke-el

unread,
Mar 19, 2014, 3:45:38 AM3/19/14
to muslimkl
Semoga Allah SWT Berkenan Senantiasa Memberikan kemudahan2 serta kelancaran kpd MUI dalam usahanya memerangi & menyingkirkan aliran2 sesat di bumi Negara kita RI Yg berdaulat ...Allahuma Aameeen...YRA...
 
Wass,
nyoto
 
 
--

ayah...@gmail.com

unread,
Mar 19, 2014, 3:53:18 AM3/19/14
to Muslim-kl@googlegroups Com
Lagi Istri Jalaludin rahmat buat heboh,

JAKARTA (KompasIslam.Com) – Pernyataan heboh kembali dilontarkan oleh Emilia Renita Az, istri Ketua Dewan Pembina Ikatan Jama’ah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) Jalaluddin Rakhmat. Istri pentolan Syi’ah Indonesia itu menyampaikan statemen bombastis dengan mengklaim jika Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi adalah penganut kelompok sesat Syi’ah.

Selain itu, wanita yang punya nama lengkap Emilia Renita Azzahro ini menyatakan jika Jokowi merupakan penganut kelompok sesat Syi’ah yang akan memuluskan langkah Jalal yang merupakan rekan satu partai Jokowi di PDIP untuk men-Syi’ahkan umat Islam Ahlu Sunnah atau Sunni di Indonesia.

“Itu lho pak Jokowi, yang saya bilang orang Syi’ah yang akhlaknya baik banget difitnah macam-macam. Untung dia Syiah, jadi orang intoleransinya pada gonggong, Pak Jalal-nya jalan terus. Kalo baca fitnah-fitnahnya, lucu-lucu.. tenan, pak.. hehehee..,” tulis Emilia dalam akun Facebook-nya pada Ahad (16/3/2014), seperti diberitakan Seputar Dunia Islam.

Hingga berita ini dimuat, belum ada kepastian tentang pernyataan Emilia yang juga sering melontarkan cacian terhadap ‘Aisyah istri Rasulullah SAW tersebut, apakah fakta atau hanya sekedar upaya untuk menggertak umat Islam di Indonesia. Juga apakah benar akun Facebook tersebut merupakan miliknya atau bukan.

…Itu lho pak Jokowi, yang saya bilang orang Syi’ah yang akhlaknya baik banget difitnah macam-macam. Untung dia Syiah, jadi orang intoleransinya pada gonggong…

Sebelumnya, Emilia juga telah melakukan tindakan provokatif terhadap kaum Muslim di Indonesia dengan meluncurkan buku berjudul “Menanggapi Buku Panduan Majelis Ulama Indonesia – Apakah MUI Sesat Berdasarkan 10 Kriteria Aliran Sesat?”, yang menurut Emilia merupakan jawaban dari buku yang telah dikeluarkan Tim MUI Pusat yang berjudul “Mengenal & Mewaspadai Penyimpangan Syi’ah di Indonesia”.

Sementara itu, menurut penelusuran AntiLiberalNews pada salah satu blog Syi’ah terdapat sebuah artikel yang berjudul “Jokowi Presiden, Syi’ah Untung Besar”, ditemukan adanya sebuah kalimat seperti berikut ini:

”Keberpihakkan PDIP pada minoritas sudah tidak diragukan lagi. Misalnya, jika kelompok Islam radikal  menghajar Syi’ah, eh… PDIP malah pasang tokoh Syi’ah terkemuka–Kang Jalal—sebagai Calegnya. Aksi bar bar primitif ala Sampang tidak mungkin terulang jika Jokowi jadi Presiden. Masa Sulit bagi Mazhab Syi’ah Indonesia Teratasi 9 April 2014. .. seperti angin… tak terlihat bukan berarti tak ada…. Kebangkitan Syi’ah di ambang pintu…”. [Khalid]

http://www.kompasislam.com/2014/03/18/heboh-istri-jalaluddin-rakhmat-sebut-jokowi-penganut-kelompok-sesat-syiah


Salam,

Smoga Allah Beri Kesempatan Sholat berjamaah di Masjid Al Aqsha dengan kepala Tegak, InshaAllah

From: Morry Infra <morry...@gmail.com>
Date: Wed, 19 Mar 2014 13:02:58 +0700
Subject: Re: [Muslim-KL] Pertempuran MUI dan SHIA

mufarazi1

unread,
Mar 19, 2014, 8:24:15 AM3/19/14
to musl...@googlegroups.com
Pak Ditto, terima kasih postingannya, kalo benar jokowi syiah artinya cukup alasan utk tidak pilih dia. (bagi yg mau ikut pemilu …….    )

sebelumnya ditegaskan dulu saya bukan pendukung jokowi lho, 
tapi ada satu hal yg menarik setelah diskusi di grup tetangga, kalau pernyataan itu di betulkan "tanda baca"nya kira-kira beda arti gak, coba cek lagi kalimatnya setelah saya pindah satu “tanda koma” dikalimat depan: 

quote:
“Itu lho pak Jokowi yang saya bilang  ,  orang Syi’ah yang akhlaknya baik banget difitnah macam-macam. Untung dia Syiah, jadi orang intoleransinya pada gonggong, Pak Jalal-nya jalan terus. Kalo baca fitnah-fitnahnya, lucu-lucu.. tenan, pak.. hehehee..,” tulis Emilia dalam akun Facebook-nya pada Ahad (16/3/2014), seperti diberitakan Seputar Dunia Islam.
end-quote

artinya jadi sangat berbeda, karena sebenarnya emilia ini sedang bercerita ttg kondisi suaminya pada Jokowi, bukan bercerita ttg pribadi jokowi.

tafsiran mana yang benar, silakan di klarifikasi lagi saja sebelum kita terlanjur memfitnah orang lain. 

dan ada satu hal lagi yg menarik …..

quote
orang Syi’ah yang akhlaknya baik banget difitnah macam-macam. Untung dia Syiah, jadi orang intoleransinya pada gonggong, Pak Jalal-nya jalan terus
end-quote

Jadi emilia ini menganggap siapa yang memprotes Jalal sama seperti anjing (“gonggong”) ….. padahal dikalimat depan dia bilang org syiah itu akhlaknya baik……, itulah syiah, para sahabat radhiallahuanhum saja tidak luput dari celaan mereka, apalagi yang bukan golongan sahabat   :(

salam
Razi

ayah...@gmail.com

unread,
Mar 19, 2014, 8:29:48 AM3/19/14
to Muslim-kl@googlegroups Com
Syukur kalo Jokowi Syiah..atau diaku aku saja oleh Istrinya Jalal..


Salam,
Smoga Allah Beri Kesempatan Sholat berjamaah di Masjid Al Aqsha dengan kepala Tegak, InshaAllah

From: mufarazi1 <mufa...@gmail.com>
Date: Wed, 19 Mar 2014 20:24:15 +0800
Subject: Re: [Muslim-KL] Pertempuran MUI dan Syiah

Morry Infra

unread,
Mar 19, 2014, 8:38:54 AM3/19/14
to muslim-kl
Syukur?
Dendam dan jahat amat Pak Ditto sama Jokowi....
He...he.e.e..

Harusnya sedih kalau dia Syiah... karena dia tersesat....

Wassalam,
Morry Infra

ayah...@gmail.com

unread,
Mar 19, 2014, 8:46:08 AM3/19/14
to Muslim-kl@googlegroups Com
Syukur berarti terang bagi kami siapa saja pencaci sahabat baginda Nabi Sholalallahu Alaihi Wassalam, dan meski bukan Syiah saya tidak akan Pilih Jokowi kok..sante saja..Pak..

Salam

Smoga Allah Beri Kesempatan Sholat berjamaah di Masjid Al Aqsha dengan kepala Tegak, InshaAllah

From: Morry Infra <morry...@gmail.com>
Date: Wed, 19 Mar 2014 19:38:54 +0700

Morry Infra

unread,
Mar 19, 2014, 9:39:29 AM3/19/14
to muslim-kl
'Nggak ada yang nanya Pak Dito ko soal milih Jokowi ... dan gak pernah ada yang maksa kok... GR nih... he.e.e..

Kalau Jokowi bukan Syiah disyukuri 'nggak Pak?

Wassalam,
Morry Infra

نوفان عارِفْ هدايات

unread,
Mar 19, 2014, 9:41:13 AM3/19/14
to musl...@googlegroups.com
Mas Ditto,

Email saya ini tidak sedang mbelain Jokowi dan tidak dalam rangka dukung mendukung nya... tapi untuk tahu kebenaran berita dari sumber yang valid. Kalau tentang Pak Jalal dan istrinya, kita sudah pada tahu, tidak perlu diselidiki lagi.

Tadi pagi kita sudah belajar bagaimana perlunya "sanad" sebelum njurus ke "matan".

Mungkin coba njenengan check ke laman Facebook nya istri Jalaluddin Rahmat, apakah ada tanda "koma" seperti yang ditulis oleh pak Razi atau tidak. Sebab akan sangat berbeda jauh pengertiannya jika hilang tanda koma-nya seperti yang ditulis pak Razi tadi.

Selidik menyelidik berita semacam ini saya kira pas sama bidang njenengan yang bergerak dibidang berita. Kuatir jurnalis yang di sebelah sono salah kutip.

Salam,
Novan Arif Hidayat

ayah...@gmail.com

unread,
Mar 19, 2014, 9:44:27 AM3/19/14
to Muslim-kl@googlegroups Com
Baik kebenaran saya pulang ke Jakarta, nti saya cek ke sahabat2 jurnalis yang menulis berita itu di jakarta Inshaallah.

Salam,


Smoga Allah Beri Kesempatan Sholat berjamaah di Masjid Al Aqsha dengan kepala Tegak, InshaAllah

From: نوفان عارِفْ هدايات <novan.ari...@gmail.com>
Date: Wed, 19 Mar 2014 06:41:13 -0700 (PDT)

Morry Infra

unread,
Mar 19, 2014, 9:47:25 AM3/19/14
to muslim-kl
Waduh.... mesti pulang dulu nich?

Check dengan kirim email, fb, WA, sms,twitt, Line, Wechat gak bisa ya? he..e...he.e.e.e.

Bukannya jurnalist justru lebih cepat dapat info... baik valid maupun gak valid?

Wassalam,
Morry Infra


ayah...@gmail.com

unread,
Mar 19, 2014, 9:52:22 AM3/19/14
to Muslim-kl@googlegroups Com
Berjabat tangan kemudian Bertatap muka lebih afdol drpd sekedar kirim tulisan :D


Salam
Smoga Allah Beri Kesempatan Sholat berjamaah di Masjid Al Aqsha dengan kepala Tegak, InshaAllah

From: Morry Infra <morry...@gmail.com>
Date: Wed, 19 Mar 2014 20:47:25 +0700

mufarazi1

unread,
Mar 19, 2014, 9:52:22 AM3/19/14
to musl...@googlegroups.com
Mau tanya sekalian pak Ditto, KompasIslam.com itu siapa penggeraknya? Minggu lalu buat berita menarik juga, ttg quraish shihab pendukung syiah. Kemudian dibantah quraish di republika. 
Penasaran ingin tahu siapa dibelakang web ini. 

Salam
Razi





Sent from my Mobile



-------- Original message --------
From: ayah...@gmail.com
Date: 19/03/2014 8:46 PM (GMT+08:00)
To: "Muslim-kl@googlegroups Com" <musl...@googlegroups.com>
Subject: Re: [Muslim-KL] Pertempuran MUI dan Syiah


Syukur berarti terang bagi kami siapa saja pencaci sahabat baginda Nabi Sholalallahu Alaihi Wassalam, dan meski bukan Syiah saya tidak akan Pilih Jokowi kok..sante saja..Pak..

Salam
Smoga Allah Beri Kesempatan Sholat berjamaah di Masjid Al Aqsha dengan kepala Tegak, InshaAllah

From: Morry Infra <morry...@gmail.com>
Date: Wed, 19 Mar 2014 19:38:54 +0700
Subject: Re: [Muslim-KL] Pertempuran MUI dan Syiah

Syukur?
Dendam dan jahat amat Pak Ditto sama Jokowi....
He...he.e.e..

Harusnya sedih kalau dia Syiah... karena dia tersesat....

Wassalam,
Morry Infra

2014-03-19 19:29 GMT+07:00 <ayah...@gmail.com>:
Syukur kalo Jokowi Syiah..atau diaku aku saja oleh Istrinya Jalal..
Salam,
Smoga Allah Beri Kesempatan Sholat berjamaah di Masjid Al Aqsha dengan kepala Tegak, InshaAllah

From: mufarazi1 <mufa...@gmail.com>
Date: Wed, 19 Mar 2014 20:24:15 +0800
Subject: Re: [Muslim-KL] Pertempuran MUI dan Syiah
Salam,

Smoga Allah Beri Kesempatan Sholat berjamaah di Masjid Al Aqsha dengan kepala Tegak, InshaAllah

From: Morry Infra <morry...@gmail.com>
Date: Wed, 19 Mar 2014 13:02:58 +0700

Joko Sosiawan Trikukuh

unread,
Mar 19, 2014, 9:54:13 AM3/19/14
to musl...@googlegroups.com
kok saya jadi takut ya..sedikit2 berbeda pandangan...langsung di tuduh syiah...gawat...

Wassalam
Joko
-----------------
Regards
Joko Sosiawan Trikukuh



Joko Sosiawan Trikukuh

unread,
Mar 19, 2014, 3:40:13 PM3/19/14
to musl...@googlegroups.com

Kalau yang di link ini benar..berarti caleg syiah ada dimana2...termasuk pks.. Eh...

http://www.nahimunkar.com/caleg-caleg-syiah/

ganis supriadi

unread,
Mar 19, 2014, 6:41:31 PM3/19/14
to Muslim-KL
Kang Budi (BAM) bagaimana nih ada tokoh Syiah jadi caleg PKS?
Ada penjelasannya?

Salam
Ganis

Budi Abdul Muiz

unread,
Mar 19, 2014, 11:05:00 PM3/19/14
to Muslim-KL
Pak Ganis, 
untuk  yang ini sebenarnya sudah diinvestigasi....
dari pengakuannya ybs mengaku bukan Syiah 
namun ybs sering berinteraksi dengan orang orang syiah .....

mungkin saja pengakuan dia bukan syiah nya merupakan bentuk taqiyah ....who knows ?  itu urusannya dia dgn Allah SWT. 
yang jelas memang waspada merupakan keharusan ....

terus kenapa dia masih juga tetap di calegkan ? 
penetapan caleg dari KPU sudah final, tidak ada perubahan lagi. 
yang bisa kita lakukan ya cari info, identifikasi mana caleg yang bermasalah dan mana caleg yang ok
dan pilih caleg yang baik supaya parlemen kita bisa lebih baik

wah partainya sudah di susupi dong ?
ini partai bukan kumpulan malaikat, namun ia adalah kumpulan manusia, sangat mungkin untuk berbuat salah ....
kalau ada kesalahan yg terjadi ya dilakukan perbaikan 




muh...@yahoo.co.id

unread,
Mar 20, 2014, 1:23:12 AM3/20/14
to Muslim KL

Sebenarnya hal ini sudah muncul kepermukaan sekitar sebulan yg lalu...
Memang tidak mudah untuk menentukan apakah seseorang itu penganut syiah atau tidak. Namun kita bisa mendapatkan gambaran dari ungkapan2 seseorang, sikap, dan perbuatannya. Coba perhatikan ungkapan2nya yg dimuat dalam islampos berikut:

“I don’t care about Sunni-Syiah, saya lebih peduli pada amaliah saya,” tutupnya.

Rabu 25 Rabiulakhir 1435 / 26 Februari 2014 15:20Foto: FB Asri Rasjid

AKHIR-akhir ini caleg Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari Dapil Sulut II, Asri Rasjid marak dibicarakan di dunia maya karena diduga kuat menganut Syiah. Dugaan itu berdasarkan komentar, dokumen foto, dan pernyataan-pernyataan di laman facebooknya.

Dalam wawancara dengan Islampos, Asri Rasjid mengaku tidak terlibat dalam keanggotaan kelompok Syiah. Saat ditanya bukti foto kehadirannya dalam Rapimnas Ahlul Bait Indonesia (ABI) pada September 2013, Asri mengaku kapasitasnya hanya sebatas kunjungan.“Itu sebatas kunjungan kepada teman bernama Raflin Yusuf yang sebagai peserta Rapimnas dan kebetulan saya sedang berada di Jakarta,” jawab Caleg Dapil Sulut II ini kepada Islampos Rabu, (26/2/2014).

Terkait Syiah, ia menjelaskan bahwa Syiah adalah bagian dari Islam karena Tuhan mereka Allah, Nabi mereka Muhammad, dan beberapa ulama juga mengakui Syiah itu Islam seperti tertuang dalam risalah Amman.“Walaupun banyak perbedaan antara Sunni dan Syiah, tidak mesti saling membenci, yang berbeda antara Sunni dan Syiah hanya persoalan fiqh/furu’iyah,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki hujjah dan kapabilitas untuk menjustifikasi Syiah bukan Islam.“Saya tidak kompeten membahas itu, perlu pembahasan lebih panjang lagi tentang kesesatan Syiah,” jawabnya ketika ditanya Islampos mengenai terkait penyimpangan ajaran Syiah.
“I don’t care about Sunni-Syiah, saya lebih peduli pada amaliah saya,” tutupnya.

Sebelumnya, Ketua DPW PKS Sulawesi Utara Syarifuddin Syafa mengklarifikasi tuduhan banyak pihak bahwa Arsi memeluk ajaran Syiah. Berdasarkan hasil pertemuan dengan caleg DPRD nomor urut 4 ini, DPW mengatakan Arsi Rasjid bukan Syiah dan tidak pernah dilantik menjadi pengurus ABI. [andi/Islampos]

http://www.islampos.com/caleg-pks-asri-rasjid-syiah-bagian-dari-islam-99463/

-------
Satu lagi Pak Budi, ttg statemen: "ini partai bukan kumpulan malaikat".

Tentu terlalu jauh kalau mau coba membandingkan PKS dengan malaikat... lho wong "kumpulan orang2 islam*" saja juga bukan kok...

*) maksudnya tdk semuanya islam

Wassalam,
Diri

Sent from Yahoo Mail on Android



From: Budi Abdul Muiz <bab...@gmail.com>;
To: Muslim-KL <musl...@googlegroups.com>;
Subject: Re: [Muslim-KL] Pertempuran MUI dan Syiah
Sent: Thu, Mar 20, 2014 3:05:00 AM

Agus Setiawan

unread,
Mar 20, 2014, 6:34:51 AM3/20/14
to musl...@googlegroups.com, Muslim KL
Dan komitmen Pks...sekira nya yg bersangkutan terpilih dan dan sikap, pemikiran ada kecenderungan Syiah maka yg bersangkutan akan di PAW

Wallahu A'lam

Sent from my iPhone

ssoenarwi

unread,
Mar 20, 2014, 7:12:50 AM3/20/14
to musl...@googlegroups.com
PAW apa pak Agus ?




Sent from Samsung Mobile

ganis supriadi

unread,
Mar 20, 2014, 7:18:10 AM3/20/14
to musl...@googlegroups.com

Pergantian antar waktu...alias recall pak....

--

Sigit

unread,
Mar 20, 2014, 7:54:16 AM3/20/14
to musl...@googlegroups.com

Maaf Pak Agus..

Mau konfirmasi, yg statement berikut, statement-nya Dewan Syuro atau Ketua atau Pak Agus dengar sendiri ya? Karena ini menyangkut janji..

 

"Dan komitmen Pks...sekira nya yg bersangkutan terpilih dan dan sikap, pemikiran ada kecenderungan Syiah maka yg bersangkutan akan di PAW"

 

Salam,

RS

 


From: musl...@googlegroups.com <musl...@googlegroups.com> on behalf of ganis supriadi <ganis.s...@gmail.com>
Sent: Thursday, March 20, 2014 7:18 PM
To: musl...@googlegroups.com

Nalom

unread,
Mar 20, 2014, 8:28:35 AM3/20/14
to musl...@googlegroups.com, musl...@googlegroups.com
Memang nya angleg bisa di PAW karena pindah agama ya ?

Sent from my mobile device

Budi Abdul Muiz

unread,
Mar 20, 2014, 9:09:15 AM3/20/14
to Muslim-KL

Tentu terlalu jauh kalau mau coba membandingkan PKS dengan malaikat... lho wong "kumpulan orang2 islam*" saja juga bukan kok...

*) maksudnya tdk semuanya islam


PKS memang partai Islam, sekarang sudah menyatakan diri sebagai partai terbuka, non muslim pun boleh gabung. 

namun di dalamnya juga ada penjenjangan Ring 1, 2, 3 dst ....

untuk Ring 1 sampai 6, bisa dipastikan muslim, karena ada syarat sebagai syahadatnya ...

kalau ring 6-10, non muslim juga bisa masuk ring tersebut. 


Sila pak DIri mau masuk ring yang mana ....



Salam




Machmud Hanafi

unread,
Mar 20, 2014, 9:10:30 AM3/20/14
to musl...@googlegroups.com
teori bisa tapi banyak kenyataan yg berbeda. Kalau anggota DPR tsb mbalelo mk partai tdk berdaya krn anngota DPR bisa dikatakan bukan lagi milik partai tpi milik rakyat. Sebagai contoh anggota DPR demokrat Gede Pasek meskipun sdh dipecat dai partai Demokrat dia msh tetap anggota DPR dan DPR ndk bisa memecat dia slm dia tdk berbuat kriminal

Machmud Hanafi's iPhone

bapake_...@yahoo.com

unread,
Mar 20, 2014, 10:06:13 AM3/20/14
to musl...@googlegroups.com

Jika ada statement resmi dari partai-partai berbasis massa muslim berupa sikap tegas menentang kelompok/pemahaman menyimpang tentu lebih bagus. Atau setidaknya ada pernyataan tegas dari tokoh2 nya.
Sependek yang saya tahu, belum ada stetement tegas dari para tokoh yg menjadi caleg di dapil Jakarta 2 yg mencakup pimilih luar negeri, yang berani secara tegas menentang ahmadiyyah dan syiah. Mohon koreksi kalau saya salah.

Kekhawatiran terhadap syiah bukanlah perkara berlebihan jika kita berkaca pada musibah yg terjadi di Suriah dimana syiahnya minoritas menindas sunni yg mayoritas.
Syiah berusaha "invest" dan infiltrasi di beberapa organisasi / kelompok / parpol. Kita perlu waspada.

Ada seorang alumni ITB, pernah berkontribusi di ICBN beberpa tahun lalu, akhirnya diketahui termasuk salah seorang pendiri IJABI, dan join di sebuah milis muslim yg mayoritasnya orang2 IT yg kerja di M'sia, dimana beliau sering mengirim dalam satu emailnya beberpa topik sekaligus. Dan diselipin topik2 seputar Iran.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala memberikan hidayah pemahaman Islam yang benar kepada beliau. Aamiiin.

Semoga Indonesia diberikan pemimpin muslim yang sholih dan istiqomah. Aamiiin.
Bukan yang "esuk dele, sore tempe", malem-malem malah berubah jadi "tahu", lembek terhadap kelompok/pemahaman menyimpang.

Note: tulisan di atas tidak mengarah ke satu partai tertentu, tp saya tulis "partai-partai".

Nyuwun ngapunten kalau ada yg kurang berkenan.
/haryadi

M.Diri

unread,
Mar 20, 2014, 10:09:02 AM3/20/14
to musl...@googlegroups.com


"PKS memang partai Islam, sekarang sudah menyatakan diri sebagai partai terbuka, non muslim pun boleh gabung."


Maksudnya bukan Partai Islam kali yach, atau PKS memang masih berdasarkan syaria'at Islam?

Apakah seorang Caleg atau AngLeg belum tentu masuk dalam Ring 1-5? Mengingat Caleg dari PKS ada beberapa yang Non Muslim bahkan menurut berita ada yang Pendeta.

Ana mau masuk di Ring yg mana ya?  Susah juga karena nggak tahu defenisi dan kriteria Ring 1,2,3 nya. Dulu (udah lama sekali)  pernah mencoba mendekat ke PKs tanpa es, ketika para Ustadz saya kenal dan seorang Ustadz yang  sedaerah  dgn ana masih active di PK (Ustadz Dr. Daud Rasyid Sitorus). Tapi sekarang belia nggak di PKS lagi kan ya...Antum tahu kenapa beliau keluar dari PKS?

Semoga Allah senantiasa memberi hidayah kepada kita semua, aamiin.

Wassalam,
Diri

Sent from my iPad

Mezlul Arfie

unread,
Mar 20, 2014, 5:57:18 PM3/20/14
to musl...@googlegroups.com
Beberapa malam lalu ada diskusi lintas partai. PKB diwakili seorang pendeta

👤
Regards,
Mezlul Arfie
🌏🌎🌍🌏

Budi A Muiz

unread,
Mar 21, 2014, 2:42:34 PM3/21/14
to musl...@googlegroups.com
Pak Diri, 
Apa kah di dlm islam tidak diatur hubungan dgn non muslim?
Apa kah di dalam negara islam tidak boleh ada non muslim?
Apa kah non Muslim harus diperangi dalam sebuah negara islam?

Untuk caleg dari PKS, yg berasal dari daerah majority muslim, masuk dlm ring 1-5. untuk daerah majority non muslim, ada ke mungkin an di ambil dari ring 5, 6, atau 7 asal syaratnya di penuhi. 

Ust Daud Rasyid memang sudah tidak bergabung lg dgn PKS, saya kurang begitu tau alas an nya apa. Tp secara tidak lgsg beliau masih mndukung. Berikutnya summary kultwit nya.

Kumpulan Twitter Ust DR.Daud Rasyid, MA

RT @daudrasyid: Hentikan membicarakan aib partai Islam sekarang. Tak ada maslahatnya. Kalo krg puas hadiri kajian selasa magrib tebet mas.alittihad.

RT @daudrasyid: Partai2 Islam! Kuatkan semangat juang dan ukhuwah. Rebut kekuasaan utk menjalankan Islam!

RT @daudrasyid: Umat Islam harus mendukung perjuangan sdr2 mereka di jalur politik. Bukan sebaliknya

RT @daudrasyid: Kita sdh hafal kelemahan partai Islam saat ini.tp apakah kita harus meninggalkan mereka.Lalu Siapa yg diuntungkan?

RT @daudrasyid: @hariloka2 @hattasyamsuddin Kritikan itu bagus disampaikan kalo partai islam sdh berkuasa

RT @daudrasyid: Di DKI mereka menang.Di jabar dan sumut mereka gigit jari. 2014 milik umat Islam.

RT @daudrasyid: Biadab,pembantaian umat Islam di Rep.Afrika Tengah. Ayo rebut kekuasaan!

RT @daudrasyid: Dlm bedah buku Prof Rasyidi di UI,sy katakan.pemikiran tanpa gerakan,akan lenyap.cepat hilang.Gerakan tanpa pemikiran akan liar.

RT @daudrasyid: Yg dilakukan oleh Rasulullah membangun gerakan di atas ideologi Tawhid. Hasilnya sampai sekarang dan hingga akhir zmn.

M.Diri

unread,
Mar 21, 2014, 10:18:53 PM3/21/14
to Muslim KL
Bismillah,
Pak Budi yang dirahmati Allah, semoga antum dalam keadaan sehat dan bahagia bersama keluarga... Ana jadi terngat waktu kita sama2 ngaji di Masjid Ushuluddin Duri dulu... (smile...)
Jawaban saya untuk ketiga pertanyaan antum:

1. Diatur;  salah satunya adalah tidak boleh mengucapkan selamat kepada perayaan agama lain. Apa komentar antum tentang ucapan tokoh PKS berikut ini:

http://sosbud.kompasiana.com/2013/12/27/fahri-hamzah-pks-selamat-hari-raya-natal-2013-622105.html

2. Boleh.. (smile...)
3. Tidak harus,  bahkan tidak boleh selagi mereka tidak memerangi dan memusuhi kita...(smile...)

Hal sebelumnya saya tanyakan sebab biasanya sebuah partai menyebut dirinya Partai Islam, karena semua kadernya beragama Islam ATAU karena Partainya berdasarkan syari'at Islam. Hal ini membedakan mereka dengan partai2 lain yang mayoritas kader2nya juga beragama islam (tapi lebih  berwarna warni) dan mengusung suatu ideologi seperti nasionalis misalnya.

KALAU dalam dua hal tersbut diatas tidak ada perbedaan antara PKS dengan Partai2 lainnya (seperti Golkar atau Demokrat misalnya), lalu apa perlunya  mengkotak2 partai  dengan, Partai Islam, Partai Islam Terbuka, Partai Nasionalis? Toh sama2 Partai yang "mengusung" perbaikan yang bersifat general,, dan  majority kader dan simpatisannya juga sama2 beragama Islam.

Harapan saya, semoga partai partai yang menyebut dirinya "partai Islam", baik Partai Islam yang "tertutup apalagi yang terbuka" jangan sampai  membuka "auratnya" (melakukan hal2 yg dilarang, red.).

Pak Budi, yang semoga kasih sayang Allah senantiasa tercurah kepada antum,
Berikut ini sebuah artikel ttg Ustadz Daud Rosyid, ada baiknya dibaca ulang sekiranya sudah pernah dibaca:

DR Daud Rosyid berkata: "Sebenarnya ikhwah fillah, ana mencium perubahan ini sudah sejak awal, pada waktu adanya mukernas di Depok, di mana diundang berorasi bekas musuh kita — yang sudah meninggal — tokoh sekuler di Indonesia. Antum masih ingat? Disuruh, diminta, dihormati, diagungkan untuk berorasi. Saya tidak perlu sebut nama, karena antum semua sudah tahu, betul ndak?

Pada waktu itu hari Jum’at. Ana gak habis pikir, pusing kepala. Apa dasarnya ini orang diundang? Yang dulu kita ludahi, yang dulu kita hujat sebagai tokoh sekuler, tiba-tiba disambut, dihormati, diagungkan seperti guru. Laa hawla wala quwwata illa billaah. Pada saat itu betul-betul ana, secara pribadi, hati ini tersayat-sayat. Seperti meludah, dijilat kembali ludahnya.

Oleh karena itu, pada saat itu, ana ingat kembali ini ceritanya. Begitu dia naik, ana langsung keluar. Ditahanlah ana oleh tiga orang. “Ustadz, ustadz, tunggu dulu, sebentar saja ustadz!”

 “Oh tidak ada. Tidak pantas bagiku untuk menghormati, menghadapi muka orang yang dulu memusuhi Islam. “

Waktu itu dia diagungkan, dijadikan rujukan sebagai bapak intelektual Indonesia. Dan seperti orang yang mengilhami gerakannya yang disebut dengan partai da’wah.

Dari situ saja, waktu itu, saya sudah mulai membayangkan, ini bagaimanapun ke depannya akan menjadi kelompok sekuler. Sudah mulai hilang rambu-rambu yang dipelajari, al walaa-u lillaah. Maka hari demi hari makin menunjukkan. Betul kata salah seorang ikhwah kita di dalam forum SMS itu, hari-hari ini belakangan terus akan memberitahukan kepada engkau, apa yang dulunya engkau tak tahu. Apa yang dulunya masih tertutup rahasia, hari ke depan akan makin lama makin tersingkap rahasia tabir-tabir yang dulu tersembunyi…."

Beliau juga berkata ; "Sekarang kita itu sudah mulai menyerempet-nyerempet ke syirik, betul tidak? Mengakui nasionalisme yang dibuat oleh orang-orang nasionalis yang tidak mengenal Allah, yang tidak bertauhid kepada Allah Ta’ala. Jadi kita sudah mulai nyerempet ke situ. Yang tadinya faham tentang tauhid, yang tadinya memusuhi syirik tapi sekarang sudah berubah. Bagaimana kita mau mendapatkan kekuasaan dari Allah Ta’ala? Yakin ana gak bakalan. Tidak bakal dikasih Allaah Ta’ala itu. Karena sudah dikatakan demikian, “ya’buduunani la yusyrikuna bi syai-an”. Mereka menyembah Aku dan tidak mensekutukan Aku dengan segala sesuatu apapun.

Oleh karena itu, apapun namanya kita ini, mau jam’iyah mau jama’ah mau hizbiyyah, tugas kita adalah mengajak orang untuk ‘ibadatillaahi wahdah. Sekarang sesudah jadi partai, berani gak mengajak orang ke tauhid? Berani gak mengajak orang supaya menyembah Allah? Tidak berani. Sesudah jadi partai akan berbicara dengan bahasa-bahasa politik.

Dipikir mereka, mereka akan bisa diberikan Allah kekuasaan. Oh tidak. Jadi selama kita tidak menempuh jalur, manhaj, cara, thariiqah yang dilakukan oleh para pendahulu kita dari ummat ini, maka Allah tidak akan kasih. Kalaupun dikasihNya nanti, ya kekuasaan yang akhirnya menghancurkan kita. Ada yang mau? Saya yakin semua kita tidak akan mau. Gara-gara kekuasaan iman kita tergadai. Gara-gara kekuasaan aqidah kita larut. Gara-gara kekuasaan yang haram menjadi halal. Tidak, lebih bagus kita tidak punya kekuasaan…"

Beliau juga berkata : "Jadi oleh karenanya ikhwah fillah rahimakumullah, biarpun sebagian saudara kita menuduh ini sebuah upaya untuk menggembosi, kita katakan kepada mereka, tidak ada penggembosan. Yang ada adalah penyadaran. Ana, antum semua, mari kita sama-sama menyadarkan saudara-saudara kita yang sedang larut dengan dunia. Kembalilah wahai ikhwah ke jalan yang benar, dan kami semuanya saudaramu. Tidak ada keinginan diantara kami untuk memecah-belah dan untuk menimbulkan permusuhan. Apabila kembali jama’ah ini kepada khithah yang aslinya, insyaAllah, Allah akan memberikan kemenangan itu di luar yang kita perhitungkan" (Silahkan lihat selengkapnya di http://blognyaanjrah.blogspot.com/2013/02/nasehat-dr-daud-rasyid-ma-untuk-pks.html?m=1)


Pak Budi, trima kasih atas penjelasan  Ring dari Caleg tsb. Jadi antum sudah di Ring berapa nih? Biar ana dapat sedikit gambaran tentang orang2 yg di Ring tsb, he-he---

Salam Ukhuwah, 

Diri

Sent from my iPad

Budi Abdul Muiz

unread,
Mar 22, 2014, 10:01:46 AM3/22/14
to Muslim-KL
Amin, Terimakasih atas do'anya Pak Diri. 

kawan kawan di PKS sering bilang kalau kita berpartai itu sambil pembelajaran dalam pengelolaan suatu negara, atau dengan kata lain berpartai itu ibarat mengelola miniatur suatu negara. tentunya didalam negara tersebut juga terdapat berbagai suku, ras, non muslim juga ada dengan berbagai permasalahannya yang kompleks. kalau dalam berpartai bisa solid, tidak menutup kemungkinan ketika menerima amanah yang lebih besar misalnya untuk memimpin Indonesia, partai ini sudh siap. 

begitu juga dengan keberadaan non muslim di partai ini, mereka mendukung PKS karena kesantunan partai tsb dalam berpolitik.  seperti yang pak Diri jawab di pertanyaan no 2 boleh  (smile...) di negara islam ada non muslim,  dan juga pertanyaan no 3,  Tidak harus,  bahkan tidak boleh selagi mereka tidak memerangi dan memusuhi kita...(smile...) untuk jawaban Apa kah non Muslim harus diperangi dalam sebuah negara islam. dan sudah barang tentu di PKS juga mempunyai aturan tersendiri dalam hal tersebut, ada AD ART nya. klop banget dengan jawaban Pak Diri no 1 Diatur.  (yang ini nggak pake smile ya ...  :-) ). sehingga nggak perlu lah PKS mengubah asasnya dari partai ISLAM menjadi partai NASIONALIS atau SEKULER. 

Masalah perayaan agama lain, itu merupakan hak pemeluk agama ybs untuk merayakannya, di dalam Islam dikatakan lakum diinukum waliyadin. dalam hal ini saya kurang sependapat dengan apa yang dikatakan oleh Fahri Hamzah.

Memang permasalahan di dalam berpartai atau lebih jauh lagi bernegara ....tidaklah sedikit, ada perbedaan pendapat merupakan hal yang sangat wajar karena masing masing indifidu mempunyai pemikiran tersendiri. dan tidak sedikit juga keputusan yang diambil partai munkgin berseberangan dengan keinginan kita, sampai sampai sekaliber Ust Daud Rasyid pun memilih untuk tidak bersama partai Dakwah ini lagi. Itulah dinamika partai Dakwah. tentunya partai Dakwah tersebut jauh dari sempurna. kalau satu rumah ada kebocoran atapnya, ya tinggal di betulin, kalo dindingnya bolong , tinggal di repair, sehingga kebocoran tersebut tidak terjadi lagi, bolong bolongnya sudah ditutup, kalo perlu di cat biar lebih indah. nggak perlu sampai harus menghancurkan rumah tersebut sehingga penghuninya tidak ada lagi tempat untuk berteduh. 

Keberadaan saya di Ring berapa, itu bukanlah perkara yang penting. keberadaan seseorang di Ring 1, 2 ataupun 3, tidak menjamin yang bersangkutan masuk syurga. akan tetapi amalan amalan kebaikannya lah yang akan memperberat timbangan kebaikan seseorang sehingga dia bisa meraih Syurga-Nya. 

Salam dari Kuwait

Budi A Muiz




 




arwan

unread,
Mar 22, 2014, 7:38:20 PM3/22/14
to musl...@googlegroups.com
Assalamu alaikum ww

Membaca tulisan pak Budi tentang

 : " Memang permasalahan di dalam berpartai atau lebih jauh lagi bernegara ....tidaklah sedikit, ada perbedaan pendapat"

saya teringat waktu membangun masjid di komplek.  Waktu membangun semua muslim sekomplek sangat bersemangat hingga lah masjid selesai as per plan. Dan minggu2 pertama orang2 rajin ke masjid dan lepas solat pun masih disambung ngobrol macem macem.

Tapi ya itu, sejalan dgn berkumpulnya banyak orang, mulailah muncul juga masalah masalah, dari hal menulis kaligrafi di dinding masjid, masalah membaca ayat solawat sebelum azan, sampailah soal berdirinya khatib antara dua khutbah pada solat jumat, dll.
Dan akibat dari ini, yg tak sepaham, langsung tak merasa masjid milik mereka lagi, hingga jarang sekali, kalopun tak pernah nginjak masjid lagi.

Ini sangat disayangkan, karena secara individu maupun jamaah, sangat merugikan.

salam,

Arwan

M.Diri

unread,
Mar 23, 2014, 12:29:28 AM3/23/14
to musl...@googlegroups.com
Untuk point no.1 ....
Di bawah ini salah satu alasannya (kenapa di email sebelumnya tidak smile, he-he---).
Sebelumnya perlu ana sampaikan bahwa ana mengomentari, menchallenge, meneruskan nasehat kepada PKS bukan karena ana "penggemar" PKS. Tapi terlebih karena email yg sering masuk ke inbox  dari partai yang menyebut dirinya "partai islam" adalah yang terkait PKS. 
Apa dimilist ini memang nggak ada simpatisan PPP atau yang lainnya ya? atau  memang mereka lebih memilih untuk tidak menggunakan milist ini untuk "kampanye".
Sejujurnya, ana pribadi lebih suka kalau milist ini (kalau boleh memilih) untuk diskusi/sharing ilmu ketimbang politik praktis. Tapi ya gak masalah juga kalau memang ada yang meminati, he-he--
Ibaratnya, kalau antum presentasi, boleh dong ana bertanya, menchallenge dan memberi masukan... 

Nasihat Kepada Presiden PKS (Bag. 1)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

PKS

Dulu, ketika kader PKS Sulawesi Utara mendukung seorang non muslim sebagai calon gubernur, kemudian tidak berapa lama disusul dengan dukungan resmi PKS Manado juga terhadap seorang non muslim sebagai calon walikota, maka saya mengira, ini hanya kebijakan partai di daerah yang tidak didukung oleh pusat. Maklum saja, saya mengenal tokoh-tokoh PKS di daerah ini, tidak ada satu pun yang memiliki kapasitas ilmu syar’i yang standar, kecuali akhir-akhir ini, ada seorang da’i Wahdah Islamiyah lulusan LIPIA yang beberapa kali mengisi kajian-kajian PKS Manado.

Dan semua orang tahu,  di DPP PKS, ada sejumlah Doktor, Master dan Sarjana dari fakultas aqidah, syari’ah, hadits, dan lain-lain dari berbagai macam universitas Islam ternama di dunia, walaupun itu semua bukan jaminan seseorang berada di atas jalan yang lurus atau tidak. Akan tetapi, khususnya yang pernah mengenyam pendidikan di Madinah, Riyadh dan LIPIA Jakarta, setidaknya mengetahui aqidah yang benar itu seperti apa, dan bisa membedakannya dengan aqidah yang batil. Mereka mengerti tauhid dan tahu apa saja yang bisa membatalkannya dan mengurangi kesempurnaannya.

Maka sangat disayangkan kalau ternyata, kebijakan mendukung calon pemimpin non muslim berasal dari DPP PKS, atau tidak mempermasalahkannya, atau malah memberikan isyarat kebolehannya, seperti dalam transkrip pidato presiden PKS baru-baru ini di Manado:

“Apa masa depan yang ingin kita ciptakan di Sulawesi Utara. Saya ingin kalian menyadari bahwa misi kita di tempat ini adalah menjadikan daerah ini sebagai etalase keterbukaan. Kalau PKS menang di sini, kita tidak perlu lagi bicara tentang hubungan antara Islam dengan agama- agama yang lain. Kalau PKS menang di sini, kita tidak perlu lagi bicara tentang Islam dan Nasionalisme. Kalau kita menang di sini, kita tidak perlu lagi bicara tentang pluralitas.” [Selesai Nukilan]

Mungkin ini hanya sebuah isyarat keterbukaan yang bisa ditafsirkan macam-macam, walaupun kenyataannya para kader telah menafsirkannya terlebih dahulu dengan mendukung calon pemimpin non muslim. Adapun hukumnya jelas haram, disepakati seluruh ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah, tidak ada yang berbeda pendapat. Ibnu Hazmrahimahullah berkata,

وأن يكون مسلما لأن الله تعالى يقول ولن يجعل الله للكافرين على المؤمنين سبيلا والخلافة أعظم السبيل ولأمره تعالى بإصغار أهل الكتاب وأخذهم بأداء الجزية وقتل من لم يكن من أهل الكتاب حتى يسلموا

“Syarat pemimpin haruslah seorang muslim, karena Allah ta’ala berfirman,

وَلَن يَجْعَلَ اللَّهُ لِلْكَافِرِينَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ سَبِيلا

“Dan Allah sekali-kali tidak memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk menguasai orang-orang yang beriman.” [An-Nisa: 141]

Dan kepemimpinan adalah sebesar-besarnya jalan untuk menguasai kaum muslimin. Dan karena Allah ta’ala memerintahkan untuk menghinakan Ahlul Kitab, memerintahkan mereka membayar jizyah dan memerangi orang kafir selain Ahlul Kitab sampai mereka masuk Islam.” [Al-Fishol fil Milal wal Ahwa’ wan Nihal, 4/128]

An-Nawawi rahimahullah berkata,

قال القاضي عياض أجمع العلماء على أن الإمامة لا تنعقد لكافر وعلى أنه لو طرأ عليه الكفر انعزل

“Berkata Al-Qodhi ‘IyadhUlama telah SEPAKAT (ijma’) bahwa kepemimpinan tidak sah bagi seorang kafir, dan jika seorang pemimpin muslim menjadi kafir maka harus dilengserkan.” [Al-Minhaj Syarah Shahih Muslim bin Al-Hajjaj, 12/229]

Hal ini masih diperparah dengan ucapan-ucapan selamat terhadap hari raya kekufuran non muslim yang dilontarkan oleh sebagian tokoh PKS. Padahal Allah ta’ala telah menghinakan mereka, tapi kenapa para tokoh partai “dakwah” memuliakan mereka dengan ucapan-ucapan selamat?! Di mana kalian letakkan aqidah al-wala’ wal baro’kalian?! Apakah hanya untuk meraih simpati mereka hingga aqidah digadaikan?!

Allah ta’ala telah menegaskan betapa besar kemurkaannya terhadap non muslim,

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ

“Sesungguhnya orang-orang kafir dari ahli kitab (Yahudi dan Nashrani) dan orang-orang musyrik (Hindu, Budha, dll) AKAN MASUK NERAKA JAHANNAM, mereka kekal di dalamnya. Mereka adalah SEBURUK-BURUK MAKHLUQ.” [Al-Bayyinah: 6]

Apakah pantas setelah itu, orang yang mengaku beriman kepada Allah ta’ala mengucapkan selamat kepada non muslim?! Bahkan para ulama telah sepakat akan keharamannya.Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata,

وأما التهنئة بشعائر الكفر المختصة به فحرام بالاتفاق

“Adapun mengucapkan selamat terhadap syiar-syiar kekufuran yang merupakan ciri khusus kekufuran tersebut maka hukumnya haram berdasarkan kesepakatan.” [Ahkaam Ahli Zimmah, 1/441]

Belum lagi fenomena tasyabbuh dengan non muslim terkait perayaan valentine day, konser musik dalam kampanye, hingga tarian-tarian non muslim. Padahal Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam telah mengingatkan,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka ia bagian dari mereka.” [HR. Abu Daud dari Ibnu Umar radhiyaLlaahu 'anhumaAl-Irwa': 1269]

Dan yang lebih membuat saya tidak habis pikir, adalah munculnya kalimat-kalimat yang lebih berbahaya dari itu, yang bisa jadi merupakan penafsiran kalimat di atas, muncul dari seorang yang pernah belajar tauhid di universitas Al-Imam Muhammad bin Su’ud(nama pendiri negeri tauhid Saudi Arabia) rahimahullah cabang Jakarta, Presiden PKS berkata:

“Kita semuanya mempunyai takdir yang sama sebagai orang Indonesia. Dan kita terima takdir ini dengan baik. Tapi kita semuanya mempunyai kemerdekaan individu untuk memilih agama apapun yang ingin kita peluk. Dan Negara tidak pernah menanyakan kepada kita, mengapa anda memilih agama itu. Itulah falsafah kami, falsafah yang membuat bangsa ini tegak.” [Selesai Nukilan]

Tanggapan:

Ucapan Presiden PKS, ”Tapi kita semuanya mempunyai kemerdekaan individu untuk memilih agama apapun yang ingin kita peluk.” Ini adalah ucapan kekufuran, karena Allah ta’ala telah menetapkan hanya satu agama yang boleh kita pilih, tidak ada kemerdekaan bagi kita dalam memilih agama yang kita ingin peluk.

Apakah Pak Presiden PKS lupa dengan firman Allah ta’ala,

إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللَّهِ الإِسْلاَم

“Sesungguhnya agama yang diterima di sisi Allah hanya Islam.” [Ali Imron: 19]

Ibnu Katsir rahimahullah berkata,

وقوله: { إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الإسْلام } إخبار من الله تعالى بأنه لا دين عنده يقبله من أحد سوى الإسلام، وهو اتباع الرسل فيما بعثهم الله به في كل حين، حتى ختموا بمحمد صلى الله عليه وسلم، الذي سد جميع الطرق إليه إلا من جهة محمد صلى الله عليه وسلم، فمن لقي الله بعد بعثته محمدًا صلى الله عليه وسلم بدِين على غير شريعته، فليس بمتقبل. كما قال تعالى: وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الإسْلامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Dan firman Allah ta’ala “Sesungguhnya agama yang diterima di sisi Allah hanya Islam”adalah pengabaran dari Allah ta’ala bahwa tidak ada agama yang diterima di sisi-Nya dari siapapun selain Islam, yaitu mengikuti agama para Rasul yang Allah ta’ala utus pada setiap masa, sampai diakhiri dengan Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam, dimana Allah ta’ala telah menutup semua jalan untuk sampai kepada-Nya kecuali melalui jalan Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam. Oleh karena itu, barangsiapa yang berjumpa dengan Allah ta’ala setelah pengutusan Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam dalam keadaan tidak mengikuti agama beliau, maka tidak akan diterima agamanya, sebagaimana firman Allah ta’ala,

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الإسْلامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Dan barangsiapa yang mencari selain Islam sebagai agama, maka tidak akan diterima dari padanya, dan ia di akhirat kelak termasuk orang-orang yang merugi.” [Ali Imron: 85][Tafsir Ibnu Katsir, 2/52]

Maka apakah ayat dan penjelasan ulama di atas bermakna “Pembebasan” bagi manusia untuk memilih agama apa saja yang mereka ingin peluk, ataukah “Pengharusan” untuk memilih Islam disertai ancaman keras bagi siapa yang tidak mau memilihnya?!

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pun menegaskan,

وَالَّذِى نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لاَ يَسْمَعُ بِى أَحَد مِنْ هَذِهِ الأُمَّةِ يَهُودِىٌّ وَلاَ نَصْرَانِىٌّ ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِى أُرْسِلْتُ بِهِ إِلاَّ كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ

“Demi Yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya, tidaklah ada seorang pun dari umat ini yang pernah mendengarkan tentang aku, apakah ia seorang Yahudi atau Nasrani, kemudian ia mati sebelum beriman dengan ajaran yang aku bawa, kecuali termasuk penghuni neraka.” [HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyaLlaahu’anhu]

Asy-Syaikh Prof. DR. Shalih Al-Fauzan hafizhahullah berkata,

“Tentang firman Allah ta’ala “Tidak ada paksaan dalam agama” bukanlah bermakna bahwa orang-orang kafir dibiarkan tanpa diperangi dan tanpa diajak masuk Islam, sebagaimana yang dikatakan oleh orang-orang yang bermaksud jahat terhadap Islam dan orang-orang kafir serta kaum muslimin yang bodoh. Alasan mereka adalah kebebasan beragama dan kebebasan aqidah, ini adalah kedustaan atas Allah ‘azza wa jalla, bukan itu maksud Allah jalla wa ‘ala. Karena Allah jalla wa ‘ala menciptakan makhluk untuk beribadah kepada-Nya, bukan kepada selain-Nya, sebagaimana firman-Nya,

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ مَا أُرِيدُ مِنْهُمْ مِنْ رِزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَنْ يُطْعِمُونِ

“Dan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah kepada-Ku saja, Aku tidak menginginkan rezeki dari mereka, dan tidak pula agar mereka memberi makan.” [Adz-Dzariyat: 56-57]

Andaikan manusia itu boleh dibiarkan saja menjadi orang-orang kafir yang beribadah semau mereka, maka firman Allah ta’ala “Dan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah kepada-Ku saja” kalau begitu tidak lagi bermakna, demikian pula jihad di jalan Allah tidak ada manfaatnya, dan tidak ada gunanya berdakwah, sebab untuk apalagi engkau mendakwahi manusia padahal mereka bebas menentukan aqidah yang akan mereka peluk dan ibadah yang akan mereka lakukan?! Kalau begitu biarkan saja manusia –menurut ucapan batil ini-, tidak perlu didakwahi, biarkan mereka beribadah sesuai pilihan mereka.” [Syarh Ma’na Thagut, dicetak bersama Silsilah Syarhir Rosaail, hal. 283-284]

Tidak, saya tidak mengkafirkan Anda, atau menuduh Anda memiliki keyakinan kufur ini di dalam hati Anda, hanya saja, sebagai tanda cinta saya kepada Anda, maka saya mengkhawatirkan Anda terjerumus dalam kekufuran, sebab ucapan Anda telah menandakan hal itu, maka di sini yang kami bicarakan adalah ucapan Anda, lepas dari vonis memvonis terhadap diri Anda, apakah masih layak disebut sebagai muslim atau non muslim.

Dan lebih dari itu, kami menyayangi Anda dan umat ini, karena sebagian mereka ada di belakang Anda, maka jangan sampai Anda menanggung dosa-dosa umat tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun, jika mereka memiliki keyakinan kufur ini disebabkan ucapan Anda. Dan kami tidak tahu bukti cinta apa yang lebih besar dari kami untuk kalian dan untuk seluruh umat selain nasihat. Walaupun terkadang nasihat itu bagaikan obat yang pahit, namun hasilnya adalah kesembuhan insya Allah ta’ala.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray

http://abuabdurrohmanmanado.wordpress.com/2013/05/03/nasihat-kepada-presiden-pks-bag-1/

Wassalam,
Diri

Sent from my iPad


نوفان عارِفْ هدايات

unread,
Mar 23, 2014, 12:34:53 PM3/23/14
to musl...@googlegroups.com
Pak Diri,
Kalau saya ingat kembali beberapa email yg telah lalu, ada yg membuat statement mau pilih PPP, yakni cak ALS... :-))

Saya juga pernah menulis pertanyaan, ttg siapa saja anggota milis ini yg menjadi pengurus partai. Tapi belum ada yang berani terus terang menyatakan dirinya sebagai pengurus partai. Padahal kalau ada, kan bisa menjawab kalau ada keraguan dari anggota milis ini, khususnya bila ada yang meragukan konsistensi dan komitment partai islami dalam ketegasannya mengusung ideologi Islam ke Negara Indonesia dan bukan ketegasan misi Kebangsaan yang dikedepankan.

Demikian pula, yang menjadi pertanyaan apakah ada Partai Islami se-Indonesia yang tidak malu-malu untuk lantang menawarkan program hukum berbasis syariah untuk mengganti KUHAP/KUHP.. dll... Iran saja yang mayoritas Syiah, mendeclare dirinya Islamic Republic kok. 

Kalaupun beberapa waktu lalu ada yang menunjuk sebuah nama dalam daftar Caleg DAPIL 2 DKI (dan LN) yang dinyatakan InsyaAllah amanah, juga tidak dapat diketahui programnya bagaimana. Sekali-kali barangkali boleh menshare tawaran programnya, konstituen ibu-ibu sudah banyak kayaknya. :-)   

Salam,
Novan Arif Hidayat  

Catatan:
........................ demikianlah kehidupan ber-Negara di Indonesia dan juga mungkin di Negara yang menganut Demokrasi Voting dalam memilih wakilnya. Belum saya dapati Negara yang berDemokrasi itu melakukan Musyawarah secara berjenjang untuk memutuskan wakil-wakilnya dan pemimpinnya. Apa ada ??

On Sunday, March 23, 2014 12:29:28 PM UTC+8, M.Diri wrote:
Untuk point no.1 ....
Di bawah ini salah satu alasannya (kenapa di email sebelumnya tidak smile, he-he---).
Sebelumnya perlu ana sampaikan bahwa ana mengomentari, menchallenge, meneruskan nasehat kepada PKS bukan karena ana "penggemar" PKS. Tapi terlebih karena email yg sering masuk ke inbox  dari partai yang menyebut dirinya "partai islam" adalah yang terkait PKS. 
Apa dimilist ini memang nggak ada simpatisan PPP atau yang lainnya ya? atau  memang mereka lebih memilih untuk tidak menggunakan milist ini untuk "kampanye".
Sejujurnya, ana pribadi lebih suka kalau milist ini (kalau boleh memilih) untuk diskusi/sharing ilmu ketimbang politik praktis. Tapi ya gak masalah juga kalau memang ada yang meminati, he-he--
Ibaratnya, kalau antum presentasi, boleh dong ana bertanya, menchallenge dan memberi masukan... 
...

als...@yahoo.com

unread,
Mar 24, 2014, 2:31:01 AM3/24/14
to musl...@googlegroups.com
Cak Novan, saya asal nyebut saja kok, biar mailing list tidak monoton isinya.

Mohon maaf kalau tiap email yang isinya kampanye selalu saya tanggapi dengan guyonan.. Jadi jangan diambil hati. Skali lagi mohon maaf... Saya cuma terkesan saja dengan poro jurkam di mailing list, makanya harus diberi stimulus. Dan saya slalu membela (sukur2 memilih) parti Islam yg paling sedikit konstituennya.

Hahahahah


Wass
ALS

Sent by Maxis from my BlackBerry® smartphone

From: نوفان عارِفْ هدايات <novan.ari...@gmail.com>
Date: Sun, 23 Mar 2014 09:34:53 -0700 (PDT)
Subject: Re: [Muslim-KL] Pertempuran MUI dan Syiah

--

نوفان عارِفْ هدايات

unread,
Mar 24, 2014, 5:41:17 AM3/24/14
to musl...@googlegroups.com
Ra po po.. He he
Pilihan memang bebas, dan kalau sudah bebas, maka tidak rahasia, sebab kalau rahasia maka tidak bebas.. He he he

KL sudah musim duren lagi nih.. Tertarik ora? Kecuali kalau dolar di Talavera lebih penak dari Mou San King, lain juga ceritanya.. Hehehe..

bapake_...@yahoo.com

unread,
Mar 24, 2014, 7:46:58 PM3/24/14
to musl...@googlegroups.com

Aya-aya wae Cak Novan.
Mou San King itu bosnya De` Pat Likur yo ? hehehe...

Oh ya, ini ada forward-an bagus.
==========
Fwd: Bismillah
Ini adl nasehat Ust Syafiq Basalamah

Menjelang Pemilu 2014 Hendaknya kita banyak brdo'a & jgn pernah menganggap remeh sebuah Do'a

Berdo'alah seperti Do'a Abu Huroiroh dg ucapan
[ ALLOHUMMA INNI A'UDZUBIKA MIN IMAAROTISH SHIBYAAN WAS SUFAHAA' ]

Ya Alloh, Sesungguhnya Aku Berlindung kpd-Mu agar tdk dipimpin oleh orang2 yg Kekanak-Kanakkan & orang2 Bodoh"

Saudaraku, sebarkan seluas2nya kpd saudara2 Kita lainnya



From: نوفان عارِفْ هدايات <novan.ari...@gmail.com>;
To: <musl...@googlegroups.com>;
Subject: Re: [Muslim-KL] Pertempuran MUI dan Syiah
Sent: Mon, Mar 24, 2014 9:41:17 AM

Ra po po.. He he
Pilihan memang bebas, dan kalau sudah bebas, maka tidak rahasia, sebab kalau rahasia maka tidak bebas.. He he he

KL sudah musim duren lagi nih.. Tertarik ora? Kecuali kalau dolar di Talavera lebih penak dari Mou San King, lain juga ceritanya.. Hehehe..

--
--
Mohon menggunakan mailist sesuai dengan peruntukannya.
IATMI-KL : IATM...@googlegroups.com
Cerita santai : Guyon...@googlegroups.com
Keagamaan : Musl...@googlegroups.com
---
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Muslim-KL" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to muslim-kl+unsub...@googlegroups.com.
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages