Tgl berapa Ied Fitri di Qatar utk tahun ini?

4 views
Skip to first unread message

Widodo Nugroho

unread,
Sep 4, 2010, 2:03:09 AM9/4/10
to tentan...@googlegroups.com
Apakah sudah ada perkiraan pasti kira-kira tanggal berapa Ied Fitri di
Qatar? apakah tgl 9 atau 10 Sep? Setahu saya akan terjadi perbedaan di
beberapa negara GCC karena pelaksanaan Ramadhan tahun ini ada yang
berbeda, seperti Oman tahun ini tidak barengan dengan awal Ramadhan di
Qatar.

Wassalam,
WiD

Mustafa Kamalullah

unread,
Sep 4, 2010, 2:36:42 AM9/4/10
to tentan...@googlegroups.com
Kalo malamnya nggak tarawih lagi, berarti besoknya lebaran. Qatar yg sudah-2 ikut Saudi. Oman nggak tau, mungkin punya authority sendiri. Kalaupun ntar beda, wajar aja kan ?
Salam.

mk
--
==============================================================
Pilih foto favorit Anda dan menangkan hadiahnya: http://tentangqatar.com/content/pilih
==============================================================
Website : http://www.tentangqatar.com
Kirim email : tentan...@googlegroups.com
Unsubscribe : tentangqatar...@googlegroups.com
-----------------------------------------
Disclaimer: The information in this message is confidential and may
be
legally privileged. It is intended solely for the addressee. Access
to this
message by another person is not permitted. If you are not the
intended
recipient, any disclosure, copying, distribution or any action
taken or
omitted to be taken in reliance on it, is prohibited and may be
unlawful. If
you have received this e-mail by mistake, please e-mail the sender
by
replying to this message, and deleting the original and any
printout
thereof.
Legal Department

Widodo Nugroho

unread,
Sep 4, 2010, 2:40:19 AM9/4/10
to tentan...@googlegroups.com
Betul wajar saja, dan saya tidak mempermasalahkan perbedaannya.
Pengen tau saja kapan di Qatar krn buat ngatur jadwal mudik :).

salam,
WiD

2010/9/4 Mustafa Kamalullah <MKama...@qatargas.com.qa>:

Oki

unread,
Sep 4, 2010, 4:04:47 AM9/4/10
to tentangqatar
Denger-denger sih idul fitri tahunini jatuh pada tanggal 1 Syawal.....
he he

Mustafa Kamalullah

unread,
Sep 4, 2010, 4:51:32 AM9/4/10
to tentan...@googlegroups.com
Seperti tahun lalu, puasa kali ini juga jatuh pada bulan Ramadhan :D

Diday Tea

unread,
Sep 4, 2010, 4:58:50 AM9/4/10
to tentan...@googlegroups.com
Semoga diampuni...

Oki

unread,
Sep 4, 2010, 5:59:49 AM9/4/10
to tentangqatar
Amiiin
> > Unsubscribe : tentangqatar...@googlegroups.com<tentangqatar%2Bunsubscribe@google groups.com>
> > -----------------------------------------
> > Disclaimer: The information in this message is confidential and may
> > be
> > legally privileged. It is intended solely for the addressee. Access
> > to this
> > message by another person is not permitted. If you are not the
> > intended
> > recipient, any disclosure, copying, distribution or any action
> > taken or
> > omitted to be taken in reliance on it, is prohibited and may be
> > unlawful. If
> > you have received this e-mail by mistake, please e-mail the sender
> > by
> > replying to this message, and deleting the original and any
> > printout
> > thereof.
> > Legal Department
>
> > --
> > ==============================================================
> > Pilih foto favorit Anda dan menangkan hadiahnya:
> >http://tentangqatar.com/content/pilih
> > ==============================================================
> > Website :http://www.tentangqatar.com
> > Kirim email : tentan...@googlegroups.com
> > Unsubscribe : tentangqatar...@googlegroups.com<tentangqatar%2Bunsubscribe@google groups.com>

Oki

unread,
Sep 4, 2010, 6:21:20 AM9/4/10
to tentangqatar
No, sebenarnya posting saya itu rada-rada 'tounge in cheek', becanda
tapi ada seriusnya.

Penentuan Iedul fitri (atau ramadhan atau Iedul adha) sedikit banyak
mencerminkan kondisi Ummat islam secara global.

Sering kita dengar omongan 'Sementara umat lain sudah bosan mendarat
di bulan, kita masih belum bosan-bosan juga menentukan bulan'.

Kapan kita mau mewujudkan mimpi kalender hijriah jadi tarikh dunia
atau Mekkah time jadi standard time kalau sampai sekarang masih belum
satu kata apakah 1 Syawal itu hari kamis atau jumat. Meskipun kita
selalu bilang 'perbedaan itu rahmat'

Dari segi praktis, bayangkan seorang pekerja muslim di Eropa, Amerika
atau Australia.

Dia bilang ke bossnya "Boss, ane minta libur sehari buat merayakan
hari besar ane,ye"
Boss nya yang meskipun non muslim tapi punya toleransi agama bilang "
Oke lah itu hak ente, asal ente atur aja handover sama temen yang
lain, ente juga tahu kan operasi perusahaan kudu jalan terus. BTW,
liburnya mau hari apa"
Kata si pekerja " Ya belon tau boss, mungkin kemis mungkin jumat
tergantung si bulan nongolnya kapan"
Si boss langsung ngomel " Yaaah itu mah sama aja minta libur dua
hari.....ente bikin susah ane aje..."

Atau sering terjadi komunitas islam yang ingin mengadakan sholat Eid
seperti Permiqa yang sedang mengusahakan untuk bisa pakai Al Araby
club, terpaksa harus mengeluarkan dana dua kali lipat karena harus
booking gedung dua hari akibat ketidak pastian kapan 1 syawal .....

Salam
O'


On Sep 4, 11:58 am, Diday Tea <diday...@gmail.com> wrote:
> > Unsubscribe : tentangqatar...@googlegroups.com<tentangqatar%2Bunsubscribe@google groups.com>
> > -----------------------------------------
> > Disclaimer: The information in this message is confidential and may
> > be
> > legally privileged. It is intended solely for the addressee. Access
> > to this
> > message by another person is not permitted. If you are not the
> > intended
> > recipient, any disclosure, copying, distribution or any action
> > taken or
> > omitted to be taken in reliance on it, is prohibited and may be
> > unlawful. If
> > you have received this e-mail by mistake, please e-mail the sender
> > by
> > replying to this message, and deleting the original and any
> > printout
> > thereof.
> > Legal Department
>
> > --
> > ==============================================================
> > Pilih foto favorit Anda dan menangkan hadiahnya:
> >http://tentangqatar.com/content/pilih
> > ==============================================================
> > Website :http://www.tentangqatar.com
> > Kirim email : tentan...@googlegroups.com
> > Unsubscribe : tentangqatar...@googlegroups.com<tentangqatar%2Bunsubscribe@google groups.com>

Diday Tea

unread,
Sep 4, 2010, 6:27:49 AM9/4/10
to tentan...@googlegroups.com
Tapi yang aneh..Idul Adha mah ga pernah ada masalah perbedaan tanggal ya...?

2010/9/4 Oki <o_mu...@yahoo.com.au>

bas...@gmail.com

unread,
Sep 4, 2010, 6:33:49 AM9/4/10
to tentan...@googlegroups.com
Karena idul adha mah tanggal 10 dzulhizah..10 hari sblmnya udah ketauan ;)

Sent from my BlackBerry® smartphone from Qtel


From: Diday Tea <dida...@gmail.com>
Date: Sat, 4 Sep 2010 13:27:49 +0300
Subject: Re: [tentangqatar] Re: Tgl berapa Ied Fitri di Qatar utk tahun ini?

Edi Siswanto

unread,
Sep 4, 2010, 7:23:55 AM9/4/10
to tentan...@googlegroups.com
idhul adha pernah beda juga di Indonesia, lho.
 
Betul Pak Oki, ini menjadi kerisauan banyak umat.
 
ada 2 hal:
1. perbedaan hari antar kelompok umat
2. penentuan hari yg mendadak, yg menimbulkan ketidakpastian.
 
bagaimana memberi solusi : tidak terjadi perbedaan antar kelompok umat dan bisa diketahui jauh2 sebelumnya?
 
Ahli astronomi Indonesia sebenarnya sudah memberi solusi, tapi pemimpin organisasi agama (bukan umatnya) belum mau memakai. Seingat sy, kurang lebihnya demikian:
*Muhammadiyah: pakai hisab mutlak, garis edar bulan 0 derajat pun dianggap bulan baru. Padahal bulan baru bisa dilihat kalau sudah mencapai 3 derajat. Sering terjadi perbedaan dgn NU kalau garis edar masih kurang dari 3 derajat.
*NU: melihat bulan langsung, ruqyah.
Jalan tengahnya: memakai sistem hisab, dgn menganggap bulan baru kalau sudah mencapai 3 derajat, krn itu sudah bisa dilihat dgn mata telanjang.
 


From: "bas...@gmail.com" <bas...@gmail.com>
To: tentan...@googlegroups.com
Sent: Sat, September 4, 2010 1:33:49 PM

Tubagus Reggie Rachman

unread,
Sep 4, 2010, 7:35:36 AM9/4/10
to tentan...@googlegroups.com
 

Berhari Raya Dengan Siapa?

Kategori Fiqh dan Muamalah, Ramadhan | 29-09-2008 | 32 Komentar

Sudah beberapa tahun ini, sering kali kaum muslimin di Indonesia tidak merasakan berhari raya bersama-sama. Mungkin dalam berpuasa boleh berbarengan, namun untuk berhari raya kadang kaum muslimin berbeda pendapat. Ada yang manut saja dengan keputusan Departemen Agama RI (pemerintah). Ada pula yang manut pada organisasi atau kelompok tertentu. Ada juga yang mengikuti hari raya di Saudi Arabia karena di sana sudah melihat hilal. Ada pula yang berpegang pada hasil hisab dari ilmu perbintangan. Ada pula yang semaunya sendiri kapan berpuasa dan berhari raya, mana yang berhari rayanya paling cepat itulah yang diikuti. Lalu manakah yang seharusnya diikuti oleh seorang muslim? Berikut kami bawakan beberapa fatwa Komisi Tetap Urusan Riset dan Fatwa Kerajaan Arab Saudi (Al Lajnah Ad Da’imah Lil Buhuts Al ‘Ilmiyah wal Ifta’).

[Fatwa Pertama - Sekelompok Orang Berhari Raya Sendiri]

Fatawa no. 10973

Soal: Di negeri kami ada sekelompok saudara kami yang berpegang teguh dengan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berupa memelihara jenggot. Akan tetapi, mereka ini menyelisihi kami dalam beberapa perkara. Di antaranya adalah dalam berpuasa Ramadhan. Mereka enggan untuk berpuasa sampai mereka sendiri dengan mata kepala melihat hilal (bulan sabit tanggal satu kalender Hijriah -pent). Pernah suatu waktu, kami memulai puasa Ramadhan satu atau dua hari sebelum mereka. Terkadang pula mereka berhari raya satu atau dua hari setelah kami merayakan Idul Fitri. Ketika kami bertanya pada mereka tentang puasa pada hari raya, mereka malah menjawab, “Kami tidak mau berhari raya dan tidak mau berpuasa sampai kami melihat sendiri hilal dengan mata kepala kami.” Mereka beralasan dengan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Berpuasalah karena melihat hilal dan berhari rayalah karena melihatnya“. Akan tetapi, mereka tidaklah menentukan ru’yah dengan alat tertentu sebagaimana yang kalian ketahui. Mereka juga menyelisihi kami dalam shalat ‘ied, mereka tidak shalat kecuali satu hari setelah ‘ied sesuai dengan ru’yah yang mereka lakukan. Semacam ini pula terjadi ketika Idul Adha, mereka menyelisihi kami dalam memulai menyembelih hewan kurban dan wukuf di Arofah. Mereka baru merayakan Idul Adha setelah dua hari kami merayakannya. Mereka tidaklah menyembelih hewan kurban kecuali setelah seluruh kaum muslimin menyembelih. Mereka juga shalat di masjid yang ada kuburan lalu mereka mengatakan bahwa tidaklah diharamkan shalat di masjid yang ada kuburan. Semoga Allah membalas amal kebaikan kalian.

Jawab: Wajib bagi mereka untuk berpuasa dan berhari raya sebagaimana manusia pada umumnya. Hendaklah pula mereka melaksanakan shalat ‘ied bersama dengan kaum muslimin yang lainnya yang berada di negeri mereka. Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

الصَّوْمُ يَوْمَ تَصُومُونَ والإِفْطَارُ يَوْمَ تُفْطِرُونَ وَالأَضْحَى يَوْمَ تُضَحُّونَ

Awal puasa adalah hari yang kamu semua memulai puasa. Idul fitri adalah hari yang kamu semua merayakan idul fitri. Idul Adha adalah hari yang kamu semua merayakan idul adha.” (HR. Abu Daud, At Tirmidzi, Ibnu Majah. Dishohihkan oleh Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shohihah no. 224)

Semoga Allah memberi kita taufik. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Al Lajnah Ad Da’imah Lil Buhuts Al ‘Ilmiyah wal Ifta’

Anggota: Abdullah bin Ghodyan
Wakil Ketua: Abdur Rozaq ‘Afifi
Ketua: ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz

[Fatwa Kedua - Menentukan Hari Raya dengan Ilmu Hisab]

Pertanyaan Kedua, Fatawa no. 2036

Soal: Terdapat perselisihan yang cukup sengit di antara ulama kaum muslimin mengenai penentuan awal puasa Ramadhan dan Idul Fitri. Sebagian dari mereka beramal dengan hadits, “Berpuasalah karena melihat hilal, begitu pula berhari rayalah karena melihatnya“. Namun, ulama lainnya berpegang teguh dengan pendapat ahli falak (ahli ilmu perbintangan). Para ulama ini mengatakan, “Sesungguhnya ahli falak adalah pakar dalam ilmu perbintangan yang memungkinkan mereka untuk mengetahui awal bulan qomariyah (tanggal 1 bulan hijriyah).” Oleh karena itu, para ulama tadi mengikuti kalender (sesuai dengan ilmu perbintangan).

Jawab: Pertama, pendapat yang kuat yang wajib diamalkan adalah yang sesuai dengan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ ، وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ ، فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا العِدَّةَ

Berpuasalah karena melihat hilal, begitu pula berhari rayalah karena melihatnya. Apabila kalian tertutup mendung, genapkanlah bulan tersebut” (HR. Bukhari dengan berbagai lafazh). Hadits ini menunjukkan bahwa awal dan akhir bulan Ramadhan ditentukan dengan melihat hilal. Dan syariat Islam yang dibawa oleh Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah umum tetap kekal dan berlaku hingga hari kiamat.

Kedua, Allah ta’ala tentu mengetahui apa yang telah dan akan terjadi, ini berarti Allah juga mengetahui nanti akan muncul ilmu falak dan ilmu-ilmu yang lainnya. Namun, Allah ta’ala berfirman,

فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

Karena itu, barangsiapa di antara kamu menyaksikan bulan (di negeri tempat tinggalnya), maka hendaklah ia berpuasa pada bulan tersebut.” (QS. Al Baqarah [2]: 185)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan maksud ayat ini kepada kita,

صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ ، وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ

Berpuasalah karena melihat hilal, begitu pula berhari rayalah karena melihatnya.” (HR. Bukhari)

Dari penjelasan ini menunjukkan bahwa awal dan akhir puasa Ramadhan ditentukan dengan melihat hilal dan tidaklah dikaitkan dengan ilmu hisab/ilmu perbintangan,  padahal Allah telah mengetahui nanti ada ilmu perbintangan semacam ini.

Oleh karena itu, wajib bagi setiap muslim kembali dan percaya pada syariat Allah yang disampaikan melalui lisan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu menentukan awal dan akhir puasa dengan melihat hilal. Pendapat inilah sebagaimana ijma’ (kesepakatan) dari para ulama. Barangsiapa yang menyelisihi dalam hal ini dan beralih kepada ilmu hisab, maka perkataannya syadz (pendapat yang nyleneh) dan pendapat ini tidaklah perlu diperhatikan.

Semoga Allah memberi kita taufik. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Al Lajnah Ad Da’imah Lil Buhuts Al ‘Ilmiyah wal Ifta’

Anggota: Abdullah bin Ghodyan
Wakil Ketua: Abdur Rozaq ‘Afifi
Ketua: ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz

[Fatwa Ketiga - Perbedaan Penentuan Hari Raya Hendaknya Dikembalikan pada Keputusan Pemerintah]

Fatawa no. 388

Soal: Bagaimana menurut Islam mengenai perbedaan kaum muslimin dalam berhari raya Idul Fitri dan Idul Adha? Mengingat jika salah dalam menentukan hal ini, kita akan berpuasa pada hari yang terlarang (yaitu hari ‘ied) atau akan berhari raya pada hari yang sebenarnya wajib untuk berpuasa. Kami mengharapkan jawaban yang memuaskan mengenai masalah yang krusial ini sehingga bisa jadi hujah (argumen) bagi kami di hadapan Allah. Apabila dalam penentuan hari raya atau puasa ini terdapat perselisihan, ini bisa terjadi ada perbedaan dua sampai tiga hari. Jika agama Islam ini ingin menyelesaikan perselisihan ini, apa jalan keluar yang tepat untuk menyatukan hari raya kaum muslimin?

Jawab: Para ulama telah sepakat bahwa terbitnya hilal di setiap tempat itu bisa berbeda-beda dan hal ini dapat diketahui dengan pasti secara inderawi dan logika. Akan tetapi, para ulama berselisih pendapat mengenai teranggapnya atau tidak hilal di tempat lain dalam menentukan awal dan akhir Ramadhan. Dalam masalah ini ada dua pendapat. Pendapat pertama adalah yang menyatakan teranggapnya hilal di tempat lain dalam penentuan awal dan akhir Ramadhan walaupun berbeda matholi’ (wilayah terbitnya hilal). Pendapat kedua adalah yang menyatakan tidak teranggapnya hilal di tempat lain. Masing-masing dari dua kubu ini memiliki dalil dari Al Kitab, As Sunnah dan Qiyas. Dan terkadang dalil yang digunakan oleh kedua kubu adalah dalil yang sama. Sebagaimana mereka sama-sama berdalil dengan firman Allah,

فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

Karena itu, barangsiapa di antara kamu menyaksikan bulan (di negeri tempat tinggalnya), maka hendaklah ia berpuasa pada bulan tersebut.” (QS. Al Baqarah [2]: 185)

Begitu juga firman Allah,

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْأَهِلَّةِ قُلْ هِيَ مَوَاقِيتُ لِلنَّاسِ

Mereka bertanya kepadamu tentang hilal (bulan sabit). Katakanlah: “Hilal (bulan sabit) itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji.” (QS. Al Baqarah [2]: 189)

Mereka juga sama-sama berdalil dengan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ ، وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ

Berpuasalah karena melihat hilal, begitu pula berhari rayalah karena melihatnya.” (HR. Bukhari)

Perbedaan pendapat menjadi dua kubu semacam ini sebenarnya terjadi karena adanya perbedaan dalam memahami dalil. Kesimpulannya bahwa dalam masalah ini masih ada kelapangan untuk berijtihad. Oleh karena itu, para pakar fikih terus berselisih pendapat dalam masalah ini dari dahulu hingga saat ini.

Tidak mengapa jika penduduk suatu negeri yang tidak melihat hilal pada malam ke-30, mereka mengambil ru’yah negeri yang berbeda matholi’ (beda wilayah terbitnya hilal). Namun, jika di negeri tersebut terjadi perselisihan pendapat, maka hendaklah dikembalikan pada keputusan penguasa muslim di negeri tersebut. Jika penguasa tersebut memilih suatu pendapat, hilanglah perselisihan yang ada dan setiap muslim di negeri tersebut wajib mengikuti pendapatnya. Namun, jika penguasa di negeri tersebut bukanlah muslim, hendaklah dia mengambil pendapat majelis ulama di negeri tersebut. Hal ini semua dilakukan dalam rangka menyatukan kaum muslimin dalam berpuasa Ramadhan dan melaksanakan shalat ‘ied.

Semoga Allah memberi kita taufik. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Al Lajnah Ad Da’imah Lil Buhuts Al ‘Ilmiyah wal Ifta’

Anggota: Abdullah bin Mani’
Wakil Ketua: Abdullah bin Ghodyan
Ketua: Abdur Rozaq ‘Afifi

Itulah beberapa fatwa mengenai bagaimana sebaiknya kita berhari raya. Kesimpulan dari penjelasan di atas:

  1. Penentuan hari raya bukanlah urusan pribadi atau kelompok, sehingga keputusan mengenai hal ini dikembalikan kepada pemerintah dan jamaah kaum muslimin.
  2. Kita diperintahkan untuk melaksanakan puasa dan hari raya bersama dengan pemerintah dan jamaah kaum muslimin sehingga syi’ar Islam ini tampak dan tidak tampak perpecahan di tengah-tengah umat.
  3. Penentuan hari raya tidaklah tepat menggunakan ilmu hisab karena kita diperintahkan untuk menentukan awal bulan qomariyah dengan ru’yah.
  4. Hendaklah semua orang memahami bahwa masalah penentuan hari raya adalah masalah yang sudah terdapat perselisihan sejak dahulu di kalangan ulama, maka hendaklah perselisihan ini tidak memecah belah kaum muslimin. Hendaklah semuanya memahami bahwa penyatuan kalimat dan barisan adalah prinsip penting dalam agama ini.

15 Ramadhan 1429 H

Muhammad Abduh Tuasikal
Yang menginginkan umat ini bersatu di atas kebenaran

***

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Muroja’ah: Ustadz Aris Munandar
Artikel www.muslim.or.id

2010/9/4 Edi Siswanto <edis...@yahoo.com>

Diday Tea

unread,
Sep 4, 2010, 7:48:04 AM9/4/10
to tentan...@googlegroups.com
JAdi solusinya sangat mudah atuh...


Pemerintah yang tegas... :)

2010/9/4 Tubagus Reggie Rachman <tre...@googlemail.com>

yuni anto

unread,
Sep 4, 2010, 7:52:32 AM9/4/10
to tentan...@googlegroups.com
Pantura macet enggak ya...?


Dari: Diday Tea <dida...@gmail.com>
Kepada: tentan...@googlegroups.com
Terkirim: Sab, 4 September, 2010 11:58:50
Judul: Re: [tentangqatar] Re: Tgl berapa Ied Fitri di Qatar utk tahun ini?

Widodo Nugroho

unread,
Sep 4, 2010, 8:16:10 AM9/4/10
to tentan...@googlegroups.com
pantau disini Mas..www.mivotv.com, tinggal milih chanel-nya, siaran
arus balik n mudik :)

2010/9/4 yuni anto <yunia...@yahoo.co.id>:
> Pantura macet enggak ya...?
>

Doni Bharata

unread,
Sep 4, 2010, 8:39:20 AM9/4/10
to tentan...@googlegroups.com
Menurut hisab astronomi, tanggal 8 September 2010 sore di Qatar, bulan tenggelam lebih awal dari pada matahari.
Jadi setelah matahari tenggelam tak mungkin terlihat ada hilal.
So, menurut hisab tersebut Idul Fitri akan jatuh pada 10 September 2010.

Wallahu'alam.


2010/9/4 Widodo Nugroho <widodo....@gmail.com>

--

Oki

unread,
Sep 4, 2010, 9:18:03 AM9/4/10
to tentangqatar
Tergantung, apakah ada 'saksi yang dapat dipercaya' yang bersumpah
melihat hilal pada sore hari tanggal 8 September.
Kalau ternyata, somehow or other, ada dan kesaksiannya diterima maka
tanpa harus peduli soal ilmu falaq Ied'ul Fitri akan ditetapkan jatuh
pada tanggal 9 September 2010.

CMIIW konon hal serupa terjadi pada saat penetapan awal ramadhan tahun
ini di Indonesia. Sidang isbath menerima kesaksian seseorang (atau
beberapa orang?) yang melihat hilal bulan ramadhan pada hari selasa
sore 10 Agustus hingga pemerintah menetapkan puasa pada hari Rabu sama
seperti di Qatar. Padahal banyak kalangan yang meragukan pengamatan
tersebut karena sesuai dengan kaidah ilmu astronomi mustahil hilal
bisa terlihat.
Silahkan di google subject terkait, dan CMIIW.

On Sep 4, 3:39 pm, Doni Bharata <doniwi...@gmail.com> wrote:
> Menurut hisab astronomi, tanggal 8 September 2010 sore di Qatar, bulan
> tenggelam lebih awal dari pada matahari.
> Jadi setelah matahari tenggelam tak mungkin terlihat ada hilal.
> So, menurut hisab tersebut Idul Fitri akan jatuh pada 10 September 2010.
>
> Wallahu'alam.
>
> 2010/9/4 Widodo Nugroho <widodo.nugr...@gmail.com>
>
>
>
> > pantau disini Mas..www.mivotv.com, tinggal milih chanel-nya, siaran
> > arus balik n mudik :)
>
> > 2010/9/4 yuni anto <yunianto...@yahoo.co.id>:
> > > Pantura macet enggak ya...?
>
> > --
> > ==============================================================
> > Pilih foto favorit Anda dan menangkan hadiahnya:
> >http://tentangqatar.com/content/pilih
> > ==============================================================
> > Website :http://www.tentangqatar.com
> > Kirim email : tentan...@googlegroups.com
> > Unsubscribe : tentangqatar...@googlegroups.com<tentangqatar%2Bunsubscribe@google groups.com>

Oki

unread,
Sep 4, 2010, 9:53:14 AM9/4/10
to tentangqatar
> صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ ، وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ ، فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ
> فَأَكْمِلُوا العِدَّةَ
>
> “*Berpuasalah karena melihat hilal, begitu pula berhari rayalah karena
> melihatnya. Apabila kalian tertutup mendung, genapkanlah bulan tersebut*”
> (HR. Bukhari dengan berbagai lafazh).

Saya tidak tahu apakah yang disebut sebagai 'melihat' dalam hadist
tersebut spesifik menunjuk pada melihat dengan mata telanjang, tanpa
ruang untuk interpretasi lain ?

Kemudian muncul pertanyaan yang sudah lama mengganjal dihati.
Pertanyaan ini terdiri dari dua jalur:

Jalur satu:
1A). Apakah sah apabila 'melihat' hilal dengan menggunakan kacamata,
binokular, teleskop dan alat bantu optik lain? Kelihatannya mayoritas
ulama membolehkannya, karena faktanya para 'pemburu hilal' sudah lama
menggunakan alat-alat tersebut.

1B) . Apabila alat bantu optik diperbolehkan, bagaimana dengan alat
bantu elektronik semacam kamera (digital) atau lebih canggih lagi
seperti menggunakan radar, LIDAR, Sonar dan lainnya terutama yang
dilengkapi dengan piranti untuk bisa menembus formasi awan apabila
menutupi pandangan? Saya yakin teknologinya sudah tersedia .
Apakah pengamatan dengan piranti seperti ini sah hukumnya ?

1C) Apakah pengamatan tersebut harus dilihat langsung (instanteous)
oleh manusia ? Maksud saya apabila tidak ada pengamat yang melihat
langsung pada saatnya (mungkin karena terjadi cepat) tapi ternyata
hilal terekam oleh sebuah kamera TV, bolehkah para pengamat tersebut
melihat rekamannya dan memutuskan bahwa hilal sudah terlihat ?

Jalur dua :
2A) Apakah sah pengamatan yang dilakukan di tempat yang tinggi seperti
sebuah menara ? Yang saya tahu di Indonesia menara masjid sering
dipakai untuk mengamati. Apakah ada batas tinggi menara (setahu saya
sih tidak)? Bagaimana kalau kita memakai Monas atau Burj Khalifa
hingga berada di atas awan penutup pandangan.

2B) Extension dari 2A., bolehkah menggunakan baloon udara atau pesawat
terbang untuk mengamati hilal ? Apabila pengamatannya dianggap sah,
kenapa tidak memanfaatkan jaringan dari pilot-pilot muslim yang setiap
hari pating sliwer mengelilingi bumi di atas awan.

3B) Extension dari 2B dan juga 1C: Bolehkah kita menggunakan piranti
yang bersifat 'remote' untuk mengamati hilal ? Kenapa tidak pinjam
Hubble atau satelitnya LAPAN untuk membantu pengamatan ? Jelas mereka
akan dapat 'line of sight' langsung dengan sang rembulan tanpa
terganggu kondisi atmosfir (awan dll).


Kalau keenam poin tersebut ternyata di ijtihadkan sebagai 'sah untuk
melihat', saya rasa mayoritas masalah menyangkut hal ini sudah bisa
dipecahkan.

Akan terjadi pertemuan antara perhitungan (Hisab) dengan Pengamatan
(ru'yat).

Wallahu a'lam

On Sep 4, 2:35 pm, Tubagus Reggie Rachman <treg...@googlemail.com>
wrote:
> fyi, ada pembahasan menarik dari:http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/berhari-raya-dengan-siapa.html
>
>  Berhari Raya Dengan
> Siapa?<http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/berhari-raya-dengan-siapa.html>
> Kategori Fiqh dan Muamalah <http://muslim.or.id/category/fiqh-dan-muamalah>,
> Ramadhan <http://muslim.or.id/category/ramadhan> | 29-09-2008 | 32
> Komentar<http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/berhari-raya-dengan-siapa.html#...>
>
> Sudah beberapa tahun ini, sering kali kaum muslimin di Indonesia tidak
> merasakan berhari raya bersama-sama. Mungkin dalam berpuasa boleh
> berbarengan, namun untuk berhari raya kadang kaum muslimin berbeda pendapat.
> Ada yang *manut* saja dengan keputusan Departemen Agama RI (pemerintah). Ada
> pula yang *manut* pada organisasi atau kelompok tertentu. Ada juga yang
> mengikuti hari raya di Saudi Arabia karena di sana sudah melihat hilal. Ada
> pula yang berpegang pada hasil hisab dari ilmu perbintangan. Ada pula yang
> semaunya sendiri kapan berpuasa dan berhari raya, mana yang berhari rayanya
> paling cepat itulah yang diikuti. Lalu manakah yang seharusnya diikuti oleh
> seorang muslim? Berikut kami bawakan beberapa fatwa Komisi Tetap Urusan
> Riset dan Fatwa Kerajaan Arab Saudi (*Al Lajnah Ad Da’imah Lil Buhuts Al
> ‘Ilmiyah wal Ifta’*).
>
> *[Fatwa Pertama - Sekelompok Orang Berhari Raya Sendiri] *
>
> *Fatawa no. 10973*
>
> *Soal*: Di negeri kami ada sekelompok saudara kami yang berpegang teguh
> dengan ajaran Nabi *shallallahu ‘alaihi wa sallam* berupa memelihara
> jenggot. Akan tetapi, mereka ini menyelisihi kami dalam beberapa perkara. Di
> antaranya adalah dalam berpuasa Ramadhan. Mereka enggan untuk berpuasa
> sampai mereka sendiri dengan mata kepala melihat hilal (bulan sabit tanggal
> satu kalender Hijriah -pent). Pernah suatu waktu, kami memulai puasa
> Ramadhan satu atau dua hari sebelum mereka. Terkadang pula mereka berhari
> raya satu atau dua hari setelah kami merayakan Idul Fitri. Ketika kami
> bertanya pada mereka tentang puasa pada hari raya, mereka malah menjawab,
> “Kami tidak mau berhari raya dan tidak mau berpuasa sampai kami melihat
> sendiri hilal dengan mata kepala kami.” Mereka beralasan dengan hadits Nabi
> *shallallahu ‘alaihi wa sallam*, “*Berpuasalah karena melihat hilal dan
> berhari rayalah karena melihatnya*“. Akan tetapi, mereka tidaklah menentukan
> ru’yah dengan alat tertentu sebagaimana yang kalian ketahui. Mereka juga
> menyelisihi kami dalam shalat ‘ied, mereka tidak shalat kecuali satu hari
> setelah ‘ied sesuai dengan ru’yah yang mereka lakukan. Semacam ini pula
> terjadi ketika Idul Adha, mereka menyelisihi kami dalam memulai menyembelih
> hewan kurban dan wukuf di Arofah. Mereka baru merayakan Idul Adha setelah
> dua hari kami merayakannya. Mereka tidaklah menyembelih hewan kurban kecuali
> setelah seluruh kaum muslimin menyembelih. Mereka juga shalat di masjid yang
> ada kuburan lalu mereka mengatakan bahwa tidaklah diharamkan shalat di
> masjid yang ada kuburan. *Semoga Allah membalas amal kebaikan kalian.*
>
> *Jawab*: Wajib bagi mereka untuk berpuasa dan berhari
> raya<http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/berhari-raya-dengan-siapa.html>sebagaimana
> manusia pada umumnya. Hendaklah pula mereka melaksanakan shalat
> ‘ied bersama dengan kaum muslimin yang lainnya yang berada di negeri mereka.
> Hal ini berdasarkan sabda Nabi *shallallahu ‘alaihi wa sallam*,
>
> الصَّوْمُ يَوْمَ تَصُومُونَ والإِفْطَارُ يَوْمَ تُفْطِرُونَ وَالأَضْحَى
> يَوْمَ تُضَحُّونَ
>
> “*Awal puasa adalah hari yang kamu semua memulai puasa. Idul fitri adalah
> hari yang kamu semua merayakan idul fitri. Idul Adha adalah hari yang kamu
> semua merayakan idul adha.”* (HR. Abu Daud, At Tirmidzi, Ibnu Majah.
> Dishohihkan oleh Syaikh Al Albani dalam *As Silsilah Ash Shohihah *no. 224)
>
> Semoga Allah memberi kita taufik. Shalawat dan salam kepada Nabi kita
> Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
>
> *Al Lajnah Ad Da’imah Lil Buhuts Al ‘Ilmiyah wal Ifta’*
>
> Anggota: Abdullah bin Ghodyan
> Wakil Ketua: Abdur Rozaq ‘Afifi
> Ketua: ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz
>
> *[Fatwa Kedua - Menentukan Hari Raya dengan Ilmu Hisab] *
>
> *Pertanyaan Kedua, Fatawa no. 2036*
>
> *Soal*: Terdapat perselisihan yang cukup sengit di antara ulama kaum
> muslimin mengenai penentuan awal puasa Ramadhan dan Idul Fitri. Sebagian
> dari mereka beramal dengan hadits, “*Berpuasalah karena melihat hilal,
> begitu pula berhari rayalah karena melihatnya*“. Namun, ulama lainnya
> berpegang teguh dengan pendapat ahli falak (ahli ilmu perbintangan). Para
> ulama ini mengatakan, “Sesungguhnya ahli falak adalah pakar dalam ilmu
> perbintangan yang memungkinkan mereka untuk mengetahui awal bulan qomariyah
> (tanggal 1 bulan hijriyah).” Oleh karena itu, para ulama tadi mengikuti
> kalender (sesuai dengan ilmu perbintangan).
>
> *Jawab*: *Pertama*, pendapat yang kuat yang wajib diamalkan adalah yang
> sesuai dengan sabda Nabi *shallallahu ‘alaihi wa sallam*,
>
> صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ ، وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ ، فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ
> فَأَكْمِلُوا العِدَّةَ
>
> “*Berpuasalah karena melihat hilal, begitu pula berhari rayalah karena
> melihatnya. Apabila kalian tertutup mendung, genapkanlah bulan tersebut*”
> (HR. Bukhari dengan berbagai lafazh). Hadits ini menunjukkan bahwa awal dan
> akhir bulan Ramadhan ditentukan dengan melihat hilal. Dan syariat Islam yang
> dibawa oleh Nabi kita Muhammad *shallallahu ‘alaihi wa sallam* adalah umum
> tetap kekal dan berlaku hingga hari kiamat.
>
> *Kedua*, Allah *ta’ala *tentu mengetahui apa yang telah dan akan terjadi,
> ini berarti Allah juga mengetahui nanti akan muncul ilmu falak dan ilmu-ilmu
> yang lainnya. Namun, Allah *ta’ala *berfirman,
>
> فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ
>
> “*Karena itu, barangsiapa di antara kamu menyaksikan bulan (di negeri tempat
> tinggalnya), maka hendaklah ia berpuasa pada bulan tersebut*.” (QS. Al
> Baqarah [2]: 185)
>
> Rasulullah *shallallahu ‘alaihi wa sallam *menjelaskan maksud ayat ini
> kepada kita,
>
> صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ ، وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ
>
> “*Berpuasalah karena melihat hilal, begitu pula berhari rayalah karena
> melihatnya.”* (HR. Bukhari)
>
> Dari penjelasan ini menunjukkan bahwa awal dan akhir puasa Ramadhan
> ditentukan dengan melihat hilal dan tidaklah dikaitkan dengan ilmu
> hisab/ilmu perbintangan,  padahal Allah telah mengetahui nanti ada ilmu
> perbintangan semacam ini.
>
> Oleh karena itu, wajib bagi setiap muslim kembali dan percaya pada syariat
> Allah yang disampaikan melalui lisan Rasulullah *shallallahu ‘alaihi wa
> sallam* yaitu menentukan awal dan akhir puasa dengan melihat hilal. Pendapat
> inilah sebagaimana *ijma’* (kesepakatan) dari para ulama. Barangsiapa yang
> menyelisihi dalam hal ini dan beralih kepada ilmu hisab, maka perkataannya *
> syadz* (pendapat yang *nyleneh*) dan pendapat ini tidaklah perlu
> diperhatikan.
>
> Semoga Allah memberi kita taufik. Shalawat dan salam kepada Nabi kita
> Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
>
> *Al Lajnah Ad Da’imah Lil Buhuts Al ‘Ilmiyah wal Ifta’*
>
> Anggota: Abdullah bin Ghodyan
> Wakil Ketua: Abdur Rozaq ‘Afifi
> Ketua: ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz
>
> *[Fatwa Ketiga - Perbedaan Penentuan Hari Raya Hendaknya Dikembalikan pada
> Keputusan Pemerintah] *
>
> *Fatawa no. 388*
>
> *Soal*: Bagaimana menurut Islam mengenai perbedaan kaum muslimin dalam
> berhari raya Idul Fitri dan Idul Adha? Mengingat jika salah dalam menentukan
> hal ini, kita akan berpuasa pada hari yang terlarang (yaitu hari ‘ied) atau
> akan berhari raya pada hari yang sebenarnya wajib untuk berpuasa. Kami
> mengharapkan jawaban yang memuaskan mengenai masalah yang krusial ini
> sehingga bisa jadi hujah (argumen) bagi kami di hadapan Allah. Apabila dalam
> penentuan hari raya atau puasa ini terdapat perselisihan, ini bisa terjadi
> ada perbedaan dua sampai tiga hari. Jika agama Islam ini ingin menyelesaikan
> perselisihan ini, apa jalan keluar yang tepat untuk menyatukan hari raya
> kaum muslimin?
>
> *Jawab:* Para ulama telah sepakat bahwa terbitnya hilal di setiap tempat itu
> bisa berbeda-beda dan hal ini dapat diketahui dengan pasti secara inderawi
> dan logika. Akan tetapi, para ulama berselisih pendapat mengenai
> teranggapnya atau tidak hilal di tempat lain dalam menentukan awal dan akhir
> Ramadhan. Dalam masalah ini ada dua pendapat. Pendapat pertama adalah yang
> menyatakan teranggapnya hilal di tempat lain dalam penentuan awal dan akhir
> Ramadhan walaupun berbeda *matholi’ *(wilayah terbitnya hilal). Pendapat
> kedua adalah yang menyatakan tidak teranggapnya hilal di tempat lain.
> Masing-masing dari dua kubu ini memiliki dalil dari Al Kitab, As Sunnah dan
> Qiyas. Dan terkadang dalil yang digunakan oleh kedua kubu adalah dalil yang
> sama. Sebagaimana mereka sama-sama berdalil dengan firman Allah,
>
> فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ
>
> “*Karena itu, barangsiapa di antara kamu menyaksikan bulan (di negeri tempat
> tinggalnya), maka hendaklah ia berpuasa pada bulan tersebut*.” (QS. Al
> Baqarah [2]: 185)
>
> Begitu juga firman Allah,
>
> يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْأَهِلَّةِ قُلْ هِيَ مَوَاقِيتُ لِلنَّاسِ
>
> “*Mereka bertanya kepadamu tentang hilal (bulan sabit). Katakanlah: “Hilal
> (bulan sabit) itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat)
> haji*.” (QS. Al Baqarah [2]: 189)
>
> Mereka juga sama-sama berdalil dengan hadits Nabi *shallallahu ‘alaihi wa
> sallam*,
>
> صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ ، وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ
>
> “*Berpuasalah karena melihat hilal, begitu pula berhari rayalah karena
> melihatnya.” *(HR. Bukhari)
>
> Perbedaan pendapat menjadi dua kubu semacam ini sebenarnya terjadi karena
> adanya perbedaan dalam memahami dalil. Kesimpulannya bahwa dalam masalah ini
> masih ada kelapangan untuk berijtihad. Oleh karena itu, para pakar fikih ...
>
> read more »

Sudarmanto Muadji

unread,
Sep 4, 2010, 10:29:21 AM9/4/10
to tentan...@googlegroups.com
assalamualaikum,
    saya pikir dalam hal ini kita sebagai orang "awam" boleh berkomentar, tapi bagaimana melihat sebuah hukum syariat sebaiknya ditanyakan kepada mereka yang mempunyai ilmu
yang memadai. terima kasih
 
 
cakmanto


Dari: Oki <o_mu...@yahoo.com.au>
Kepada: tentangqatar <tentan...@googlegroups.com>
Terkirim: Sab, 4 September, 2010 16:53:14
Judul: [tentangqatar] Re: Tgl berapa Ied Fitri di Qatar utk tahun ini?
--
==============================================================
Pilih foto favorit Anda dan menangkan hadiahnya: http://tentangqatar.com/content/pilih
==============================================================
Website : http://www.tentangqatar.com
Kirim email : tentan...@googlegroups.com
Unsubscribe : tentangqatar+unsub...@googlegroups.com

Oki

unread,
Sep 4, 2010, 10:36:15 AM9/4/10
to tentangqatar
Kalau bertanya, masih boleh kan pak ?

On Sep 4, 5:29 pm, Sudarmanto Muadji <cakma...@yahoo.co.id> wrote:
> assalamualaikum,
>     saya pikir dalam hal ini kita sebagai orang "awam" boleh berkomentar, tapi
> bagaimana melihat sebuah hukum syariat sebaiknya ditanyakan kepada mereka yang
> mempunyai ilmu
>
> yang memadai. terima kasih
>
> cakmanto
>
> ________________________________
> Dari: Oki <o_musa...@yahoo.com.au>
> >a
> ...
>
> read more »

Doni Bharata

unread,
Sep 4, 2010, 12:34:56 PM9/4/10
to tentan...@googlegroups.com

Semua perbedaan pendapat itu bersumber pada penafsiran yang berbeda atas hadits yang sama.
Penafsiran bisa banyak ragamnya.
Bahkan penafsiran yang sama pun bisa beda hasilnya.
Sekadar contoh ekstrim, Misalnya di Saudi ufuk barat tertutup mendung  sehingga hilal gak keliatan, karenanya Ramadhan digenapkan 30 hari.
Sementara sore yang sama di Qatar cuaca cerah, sehingga hilal jelas kelihatan, maka besoknya dipastikan Idul Fitri. Negerinya jejer tapi Idul Fitrinya beda jadwal. Ini misalnya loo..  Kenyataannya sih GCC selalu mengikuti keputusan Saudi.
Masih banyak lagi yang bisa menghasilkan perbedaan keputusan.

Jadi memang kuncinya, menurut pandangan saya, adalah keseragaman penafsiran hadits tersebut dan penjelasannya segamblang-gamblangnya.
Hanya dengan keseragaman tersebut perbedaan penetapan bulan baru bisa diminimalkan.
CMIIW.


2010/9/4 Oki <o_mu...@yahoo.com.au>
> ...
>
> read more »

--
==============================================================
Pilih foto favorit Anda dan menangkan hadiahnya: http://tentangqatar.com/content/pilih
==============================================================
Website : http://www.tentangqatar.com
Kirim email : tentan...@googlegroups.com

Hari Suprayitno

unread,
Sep 6, 2010, 11:11:02 PM9/6/10
to tentan...@googlegroups.com
Hal seperti ini selalu diributkan setiap tahun kenapa ya? Kalau saya
sih sederhana saja ...

1. Untuk urusan tanggal 1 bulan Hijriyah (Ramadan, Ied) saya akan
mengikuti pengumuman pemerintah di manapun saya berada saat itu,
dengan catatan pemerintah mengikuti hadits tentang hilal (metode
ru'yah). Percaya saja dengan para ahli yang terlibat di dalamnya ...

2. Tidak akan mempermasalahkan perbedaan yang terjadi antara dua
negeri yang berbeda. Alasannya: kalender hijriyah juga punya garis
batas penanggalan sebagaimana kalender miladiyah (yang ini kita semua
tahu berada di 180 derajat bujur timur sekaligus bujur barat) tetapi
tempat keduanya saya hampir yakin tidak berimpitan dan berpindah
pindah setiap tahun. Artinya ekuivalensi antara kalender hijriyah dan
miladiyah tidak selalu sama untuk setiap negeri tergantung posisi
longitude-nya. Sebagai misal Saudi & Qatar seringnya 'lebih dulu'
dalam penetapan Ramadan atau Ied. Dalam keadaan ini, batas penanggalan
hijriyah terletak antara Indonesia dan Qatar entah di mana
(perhitungan astronomi tentu bisa menentukannya). Secara kalender
miladiyah selisih waktu antara Indonesia dan Qatar adalah 4 jam tapi
bisa jadi secara hijriyah selisih waktunya adalah 20 jam (ingat satu
hari adalah 24 jam) jadi kalau selisih kurang dari 24 jam adalah masih
tanggal yang sama (jadi jangan diributkan).

Wassalam,
Hari

Oki

unread,
Sep 8, 2010, 3:35:12 AM9/8/10
to tentangqatar
Gak ribut ah Pak....

Khan pemicu thread ini adalah pertanyaan kapan Eid (1 Syawal) tahun
ini.

Tidak bisa dipungkiri banyak ummat Islam yang perlu bikin plan
menyangkut waktu Eid. Saya beri ilustrasi para pekerja yang perlu
mengatur cuti dan handover, manager yang perlu mengatur shift anak
buahnya, panitia yang perlu booking tempat untuk sholat Eid sampai mas
Widodo yang butuh atur waktu dan jalur mudik.

Given the chance, semua umat Islam tentu ingin bisa merayakan Eid
bersama keluarga dan sholat Eid bersama jamaah. Tapi tidak bisa
dibantah bahwa cukup banyak terutama di negara non-muslim yang
kehilangan kesempatan tersebut karena apabila otoritas setempat
mengikuti metoda rukyat secara 'saklek' kita tidak akan bisa tahu
persis kapan Eid'l Fitri sampai setelah sholat maghrib (bahkan sering
melampaui isha karena butuh waktu sidang dan komunikasi ke umat)
tanggal 29 Ramadhan.

Belum lagi kenyataan bahwa tida 'elok' apabila di satu negeri, satu
kota, satu kelurahan sampai diadakan shalat Eid di hari yang berbeda.
Terlepas bahwa kita berkata 'Perbedaan itu rahmat'.

Dus (bukan wedhus) keluar pertanyaan bodo-bodo-an saya :
- Kenapa para ulama, cerdik pandai, pemimpin dan otoritas Islam tidak
juga berhasil (upaya saya yakin sudah dilakukan) menyatukan kriteria
hilal bisa terlihat. Apakah dengan minimum ketinggian, illuminasi
sekian, danjon ratio sekian dll.
Apabila ada pengakuan pengamatan yang tidak sesuai dengan kriteria
diatas otomatis ditolak karena in a way melanggar Sunatullah dalam hal
hukum peredaran benda-benda angkasa.

- Apabila menggunakan rukyat, apakah mungkin bila dipakai alat bantu
mulai dari teleskop sampai radar. Apakah mungkin memanfaatkan balon
udara, pesawat atau satelit untuk menghindari halangan awan dan
gangguan atmosfer lain.

Dengan kombinasi dari kriteria dan tool di atas. Saya yakin
perhitungan astronomi (hisab) dan pengamatan (ru'yat) bakal ketemu.
Lha wong Gusti Allah sudah memberi kita ummat manusia kemampuan untuk
menghitung garis edar benda-benda langit tersebut koq.....

Oh ya, ada pertanyaan lagi:
Kalau pada abad yad ada ummat Islam yang menjadi bagian dari proyek
kolonisasi dan penambangan di bulan, dia akan berpuasa dan berbuka
pakai metode hisab atau ru'yat ?

Taqoballahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum
Allahu akbar Allahu akbar walillahi'lhamd


On Sep 7, 6:11 am, Hari Suprayitno <hari...@gmail.com> wrote:
> Hal seperti ini selalu diributkan setiap tahun kenapa ya? Kalau saya
> sih sederhana saja ...
>
> 1. Untuk urusan tanggal 1 bulan Hijriyah (Ramadan, Ied) saya akan
> mengikuti pengumuman pemerintah di manapun saya berada saat itu,
> dengan catatan pemerintah mengikuti hadits tentang hilal (metode
> ru'yah). Percaya saja dengan para ahli yang terlibat di dalamnya ...
>
> 2. Tidak akan mempermasalahkan perbedaan yang terjadi antara dua
> negeri yang berbeda. Alasannya: kalender hijriyah juga punya garis
> batas penanggalan sebagaimana kalender miladiyah (yang ini kita semua
> tahu berada di 180 derajat bujur timur sekaligus bujur barat) tetapi
> tempat keduanya saya hampir yakin tidak berimpitan dan berpindah
> pindah setiap tahun. Artinya ekuivalensi antara kalender hijriyah dan
> miladiyah tidak selalu sama untuk setiap negeri tergantung posisi
> longitude-nya. Sebagai misal Saudi & Qatar seringnya 'lebih dulu'
> dalam penetapan Ramadan atau Ied. Dalam keadaan ini, batas penanggalan
> hijriyah terletak antara Indonesia dan Qatar entah di mana
> (perhitungan astronomi tentu bisa menentukannya). Secara kalender
> miladiyah selisih waktu antara Indonesia dan Qatar adalah 4 jam tapi
> bisa jadi secara hijriyah selisih waktunya adalah 20 jam (ingat satu
> hari adalah 24 jam) jadi kalau selisih kurang dari 24 jam adalah masih
> tanggal yang sama (jadi jangan diributkan).
>
> Wassalam,
> Hari
>
> > Unsubscribe : tentangqatar...@googlegroups.com- Hide quoted text -
>
> - Show quoted text -

Zaldi

unread,
Sep 8, 2010, 3:51:31 AM9/8/10
to tentan...@googlegroups.com
Menjawab tidak semudah bertanya, apa lg dimilis ini. Ber-ribu2 tahun
sudah metode rukyat di laksana kan oleh alim ulama.. Apakah anda
termasuk didalamnya? sumbangkanlah knowledge anda jika dirasa lebih
baik bagi ummat. Islam adalah Damai..... Mohon maaf lahir & bathin
(yg ngikut tanggal merah di Indonesia buat Ied Fitri)


--
Regards
Zaldi - Doha

Oki

unread,
Sep 8, 2010, 4:23:25 AM9/8/10
to tentangqatar
Ya jelas gak lah.... usia saya baru puluhan tahun koq, gimana bisa
ikut dalam proses yang sudah 'Beribu-ribu tahun'.

'Pengalaman' juga baru beberapa kali ikut rombongan berburu hilal
bulan baru di pantai barat Australia.
Peran saya cuma nonton saja plus berpartisipasi dalam acara makan-
makan setelahnya.
Sedap tenan makan ba'da maghrib lesehan di pinggir samudra hindia.

Mungkin Permiqa atau panitia Idul Adha perlu juga mengadakan acara
serupa tanggal 29 Dzulhijjah
Bukit Dukhan atau pantai disana kelihatannya cocok buat acara ini.
Ba'da maghrib kita barbeque-an bareng.
Gimana pak Risman cs di Dukhan ? siap menampung... ? he he he....

(Kalau acara ini pernah dilaksanakan ya punten, maklum orang baru....)


On Sep 8, 10:51 am, Zaldi <zaldi2...@gmail.com> wrote:
> Menjawab tidak semudah bertanya, apa lg dimilis ini. Ber-ribu2 tahun
> sudah metode rukyat di laksana kan oleh alim ulama.. Apakah anda
> termasuk didalamnya? sumbangkanlah knowledge anda jika dirasa lebih
> baik bagi ummat. Islam adalah Damai.....  Mohon maaf lahir & bathin
> (yg ngikut tanggal merah di Indonesia buat Ied Fitri)
>
> On 9/8/10, Oki <o_musa...@yahoo.com.au> wrote:
>
>
>

Oki

unread,
Sep 8, 2010, 4:30:09 AM9/8/10
to tentangqatar
Kapasitas saya baru bisa bertanya.
Belum bisa memberikan jawaban.
Justru dengan bertanya, berharap ada yang berbaik hati menjawab.
Semoga pertanyaan tersebut digolongkan sebagai pertanyaan yang ingin
mencari jawaban.
Bukan sebagaimana pertanyaan kaum Nabi Musa a.s soal sapi betina.

Salam untuk segenap keluarga dan handai tolan di tanah air....

On Sep 8, 10:51 am, Zaldi <zaldi2...@gmail.com> wrote:
> Menjawab tidak semudah bertanya, apa lg dimilis ini. Ber-ribu2 tahun
> sudah metode rukyat di laksana kan oleh alim ulama.. Apakah anda
> termasuk didalamnya? sumbangkanlah knowledge anda jika dirasa lebih
> baik bagi ummat. Islam adalah Damai.....  Mohon maaf lahir & bathin
> (yg ngikut tanggal merah di Indonesia buat Ied Fitri)
>
> >> > Unsubscribe : tentangqatar+unsubscr...@googlegroups.com- Hide quoted
> >> > text -
>
> >> - Show quoted text -
>
> > --
> > ==============================================================
> > Pilih foto favorit Anda dan menangkan hadiahnya:
> >http://tentangqatar.com/content/pilih
> > ==============================================================
> > Website :http://www.tentangqatar.com
> > Kirim email : tentan...@googlegroups.com
> > Unsubscribe : tentangqatar...@googlegroups.com
>
> --
> Regards
> Zaldi - Doha- Hide quoted text -

widodo....@gmail.com

unread,
Sep 8, 2010, 4:49:11 AM9/8/10
to tentan...@googlegroups.com
Hehe..yg nanya pertama kali malah sudah nyampe Jogja. Selamat berlebaran buat semuanya.

Wassalam,
WiD92

Isham

unread,
Sep 8, 2010, 4:56:15 AM9/8/10
to tentan...@googlegroups.com
Pak Oki, terus terang tulisan Bapak dibawah ini mempresentasikan
perasaan dan pertanyaan saya selama ini. Saya haqqul yaqin, kalau
seandainya Rasulullah masih ada ketika ilmu hisab canggih sudah
ditemukan, beliau tidak Akan mempermasalahkan penentuan awal bulan
dengan cara ini.

Tapi kembali ke masalah keseragaman, Allah sendiri sudah menuampaikan

Sent from my iPhone

Isham

unread,
Sep 8, 2010, 5:05:23 AM9/8/10
to tentan...@googlegroups.com
Sori, belum selesai sudah terkirim.
Ya intinya sih kita nggak bisa mengharap semua umat / golongan menjadi
umat yang satu. Perlu menghargai perbedaan pendapat/penafsiran orang
lain.

Salam, Isham
Sent from my iPhone

Oki

unread,
Sep 8, 2010, 5:36:03 AM9/8/10
to tentangqatar
Untung kelihatannya tahun ini baik baik methode ru'yat maupun hisab
sama-sama bakal menggenapkan Ramadhan menjadi 30 hari.
Kalau nggak bisa-bisa mas Widodo kudu milih ikut pengumuman MenAg atau
ikut di jamaah Muhammadiyah... he he he....

Risman Arab-D

unread,
Sep 8, 2010, 5:50:12 AM9/8/10
to tentan...@googlegroups.com
Pak Oki,

Welcome aza, kalau memang ada niat acara di Dukhan. Tinggal nanti kontak pengurus IFF-Dukhan biar di urus ijin tempat-nya. Usul yg bagus. Menikmati sunset Dukhan Beach

Selamat mudik pak Oki, Jangan lupa madu yaman-nya dibawa buat oleh-oleh...

Melalui mailist ini, kepada semua anggota mailist yg akan mudik lebaran ke kampung halaman saya ucapkan Selamat berlebaran dan bagi yg mudik arah Cilegon-Serang bila perlu butuh jemputan travel dari bandara, silahkan reservasi ke saya langsung baik via email maupun sms. Atau perlu madu yaman buat oleh-oleh, silahkan kontak saya juga.

Taqaballohu Minna  Wa Minkum Kullu Aam Wa Antum Bi Khoir..
Mohon di maafkan apabila ada hal-hal yg kurang berkenan baik disengaja maupun tak sengaja.

Semoga Alloh SWT menerima amal ibadah shaum kita sehingga gelar Taqwa bisa kita raih. Amiin...


Regards,

Risman Dukhan 55402506
penjual madu yaman

 

 


From: Oki <o_mu...@yahoo.com.au>
To: tentangqatar <tentan...@googlegroups.com>
Sent: Wed, September 8, 2010 11:23:25 AM

Subject: [tentangqatar] Re: Tgl berapa Ied Fitri di Qatar utk tahun ini?
--
==============================================================
Pilih foto favorit Anda dan menangkan hadiahnya: http://tentangqatar.com/content/pilih
==============================================================
Website : http://www.tentangqatar.com
Kirim email : tentan...@googlegroups.com
Unsubscribe : tentangqatar+unsub...@googlegroups.com

Zaldi

unread,
Sep 8, 2010, 6:29:34 AM9/8/10
to tentan...@googlegroups.com
Tidak bagi sebagian umat muslim di Goa & Padang, mereka merayakannya
today, kemungkinan Oman tidak 30 hr krn mereka mulai puasa 1 hr
setelah Qatar, Pak Oki, pertanyaaan anda jua sama spt saya apa tidak
ada metode yg lebih baik & pasti? Tetapi Alloh maha mengetahui..
Urusan duniawi tidak lah sama (planning atas kehidupan sehari2) dgn
Alloh rencanakan... Salam buat semua teman di Qatar, happy Eid
Mubarok, taqabballahuminkum.

On 9/8/10, Oki <o_mu...@yahoo.com.au> wrote:

> --
> ==============================================================
> Pilih foto favorit Anda dan menangkan hadiahnya:
> http://tentangqatar.com/content/pilih
> ==============================================================
> Website : http://www.tentangqatar.com
> Kirim email : tentan...@googlegroups.com

Syarif

unread,
Sep 8, 2010, 6:30:33 AM9/8/10
to tentan...@googlegroups.com
Yup. saya rasa diskusi ini bisa kita tutup di sini. Diskusi ttg hisab
dan rukyat bisa dilanjutkan di forum lain yg lebih banyak org yg
berkompeten di dalamnya.

Selamat Idul Fitri. Semoga ibadah kita diterima Allah. Amin.
*yg lg nunggu santap buka gurame bakar*

--
Sent from my mobile device

Wassalam
Syarif
Enjoying Qatar @ http://www.tentangqatar.com/

Oki

unread,
Sep 8, 2010, 6:33:23 AM9/8/10
to tentangqatar
Diskusinya kita ganti barbeque di Dukhan gimana pak ?

On Sep 8, 1:30 pm, Syarif <mysya...@gmail.com> wrote:
> Yup. saya rasa diskusi ini bisa kita tutup di sini. Diskusi ttg hisab
> dan rukyat bisa dilanjutkan di forum lain yg lebih banyak org yg
> berkompeten di dalamnya.
>
> Selamat Idul Fitri. Semoga ibadah kita diterima Allah. Amin.
> *yg lg nunggu santap buka gurame bakar*
>
> On 9/8/10, Isham <isham.sudard...@gmail.com> wrote:
>
>
>
>
>
> > Sori, belum selesai sudah terkirim.
> > Ya intinya sih kita nggak bisa mengharap semua umat / golongan menjadi
> > umat yang satu. Perlu menghargai perbedaan pendapat/penafsiran orang
> > lain.
>
> > Salam, Isham
> > Sent from my iPhone
>
> > On Sep 8, 2010, at 3:56 PM, Isham <isham.sudard...@gmail.com> wrote:
>
> >> Pak Oki, terus terang tulisan Bapak dibawah ini mempresentasikan
> >> perasaan dan pertanyaan saya selama ini. Saya haqqul yaqin, kalau
> >> seandainya Rasulullah masih ada ketika ilmu hisab canggih sudah
> >> ditemukan, beliau tidak Akan mempermasalahkan penentuan awal bulan
> >> dengan cara ini.
>
> >> Tapi kembali ke masalah keseragaman, Allah sendiri sudah menuampaikan
>
> >> Sent from my iPhone
>
> >>>>> Unsubscribe : tentangqatar+unsubscr...@googlegroups.com- Hide
> >>>>> quoted text -
>
> >>>> - Show quoted text -
>
> >>> --
> >>> ==============================================================
> >>> Pilih foto favorit Anda dan menangkan hadiahnya:
> >>>http://tentangqatar.com/content/pilih
> >>> ==============================================================
> >>> Website :http://www.tentangqatar.com
> >>> Kirim email : tentan...@googlegroups.com
> >>> Unsubscribe : tentangqatar...@googlegroups.com
>
> > --
> > ==============================================================
> > Pilih foto favorit Anda dan menangkan hadiahnya:
> >http://tentangqatar.com/content/pilih
> > ==============================================================
> > Website :http://www.tentangqatar.com
> > Kirim email : tentan...@googlegroups.com
> > Unsubscribe : tentangqatar...@googlegroups.com
>
> --
> Sent from my mobile device
>
> Wassalam
> Syarif
> Enjoying Qatar @http://www.tentangqatar.com/- Hide quoted text -

Sudarmanto Muadji

unread,
Sep 8, 2010, 6:44:50 AM9/8/10
to tentan...@googlegroups.com
hayuuuuuukkkkkk, kapan pak ?


Dari: Oki <o_mu...@yahoo.com.au>
Kepada: tentangqatar <tentan...@googlegroups.com>
Terkirim: Rab, 8 September, 2010 13:33:23
Judul: [tentangqatar] Re: Tgl berapa Ied Fitri di Qatar utk tahun ini?
> >>>>>>> tentangqatar+unsub...@googlegroups.com<tentangqatar

> >>>>>>> %2Bunsubscribe@google
> >>>>>>> groups.com>
>
> >>>>> --
> >>>>> ==============================================================
> >>>>> Pilih foto favorit Anda dan menangkan hadiahnya:
> >>>>>http://tentangqatar.com/content/pilih
> >>>>> ==============================================================
> >>>>> Website :http://www.tentangqatar.com
> >>>>> Kirim email : tentan...@googlegroups.com
> >>>>> Unsubscribe : tentangqatar+unsubscr...@googlegroups.com- Hide
> >>>>> quoted text -
>
> >>>> - Show quoted text -
>
> >>> --
> >>> ==============================================================
> >>> Pilih foto favorit Anda dan menangkan hadiahnya:
> >>>http://tentangqatar.com/content/pilih
> >>> ==============================================================
> >>> Website :http://www.tentangqatar.com
> >>> Kirim email : tentan...@googlegroups.com
> >>> Unsubscribe : tentangqatar+unsub...@googlegroups.com

>
> > --
> > ==============================================================
> > Pilih foto favorit Anda dan menangkan hadiahnya:
> >http://tentangqatar.com/content/pilih
> > ==============================================================
> > Website :http://www.tentangqatar.com
> > Kirim email : tentan...@googlegroups.com
> > Unsubscribe : tentangqatar+unsub...@googlegroups.com

>
> --
> Sent from my mobile device
>
> Wassalam
> Syarif
> Enjoying Qatar @http://www.tentangqatar.com/- Hide quoted text -
>
> - Show quoted text -

--
==============================================================
Pilih foto favorit Anda dan menangkan hadiahnya: http://tentangqatar.com/content/pilih
==============================================================
Website : http://www.tentangqatar.com
Kirim email : tentan...@googlegroups.com
Unsubscribe : tentangqatar+unsub...@googlegroups.com

Zaldi

unread,
Sep 8, 2010, 8:35:30 AM9/8/10
to tentan...@googlegroups.com
Tp judulnya diganti, kalo barbequenya bulan oktober, saya ikutan...:)

>> >>>>>>> tentangqatar...@googlegroups.com<tentangqatar


>> >>>>>>> %2Bunsubscribe@google
>> >>>>>>> groups.com>
>>
>> >>>>> --
>> >>>>> ==============================================================
>> >>>>> Pilih foto favorit Anda dan menangkan hadiahnya:
>> >>>>>http://tentangqatar.com/content/pilih
>> >>>>> ==============================================================
>> >>>>> Website :http://www.tentangqatar.com
>> >>>>> Kirim email : tentan...@googlegroups.com
>> >>>>> Unsubscribe : tentangqatar+unsubscr...@googlegroups.com- Hide
>> >>>>> quoted text -
>>
>> >>>> - Show quoted text -
>>
>> >>> --
>> >>> ==============================================================
>> >>> Pilih foto favorit Anda dan menangkan hadiahnya:
>> >>>http://tentangqatar.com/content/pilih
>> >>> ==============================================================
>> >>> Website :http://www.tentangqatar.com
>> >>> Kirim email : tentan...@googlegroups.com

>> >>> Unsubscribe : tentangqatar...@googlegroups.com


>>
>> > --
>> > ==============================================================
>> > Pilih foto favorit Anda dan menangkan hadiahnya:
>> >http://tentangqatar.com/content/pilih
>> > ==============================================================
>> > Website :http://www.tentangqatar.com
>> > Kirim email : tentan...@googlegroups.com

>> > Unsubscribe : tentangqatar...@googlegroups.com


>>
>> --
>> Sent from my mobile device
>>
>> Wassalam
>> Syarif
>> Enjoying Qatar @http://www.tentangqatar.com/- Hide quoted text -
>>
>> - Show quoted text -
>
> --
> ==============================================================
> Pilih foto favorit Anda dan menangkan hadiahnya:
> http://tentangqatar.com/content/pilih
> ==============================================================
> Website : http://www.tentangqatar.com
> Kirim email : tentan...@googlegroups.com

> Unsubscribe : tentangqatar...@googlegroups.com


>
>
> --
> ==============================================================
> Pilih foto favorit Anda dan menangkan hadiahnya:
> http://tentangqatar.com/content/pilih
> ==============================================================
> Website : http://www.tentangqatar.com
> Kirim email : tentan...@googlegroups.com

Diday Tea

unread,
Sep 8, 2010, 8:39:12 AM9/8/10
to tentan...@googlegroups.com
Iya..tunggu bang momod dulu aja...

2010/9/8 Zaldi <zald...@gmail.com>

Mustafa Kamalullah

unread,
Sep 8, 2010, 9:10:42 AM9/8/10
to tentan...@googlegroups.com
Pas lebaran, ada yang buat kerak telor nggak ya ?

Maap, jaka sembung ... iseng aja, pas Raya kerja pula, hiks !

Hari Suprayitno

unread,
Sep 8, 2010, 9:50:33 AM9/8/10
to tentan...@googlegroups.com
Saya setuju dengan pak Oki, hanya masalahnya sampai saat ini umat Islam baru dalam taraf berbeda itu, belum bisa bersama. Harapan saya ada yang sepaham dengan saya yaitu secara jangka pendek adalah yang nomer 1, sedangkan pemahaman ilmiah untuk point no.2 semoga dalam jangka panjang (semoga tidak terlalu panjang) ada ahli yang bisa mencerahkan dan mempersatukan umat Islam kalau mungkin seluruh dunia tentang perbedaan dan persamaan dalam hal ini. Dan saya juga merasa aneh kalau dalam satu daerah atau negeri ada beberapa hari Ied atau mulainya berpuasa (seharusnya tidak terjadi dengan kemajuan ilmu astronomi dan peralatan yang ada sekarang ini). Makanya seharusnya refer ke satu saja yaitu ulil amri (pemimpin).

Salam,

2010/9/8 Oki <o_mu...@yahoo.com.au>

Oki

unread,
Sep 8, 2010, 10:29:22 AM9/8/10
to tentangqatar
Kalau di kalendernya IslamicFinder.org, tanggal 29 Dzulqaidah/Malam 1
Dzulhidjah itu hari SABTU tanggal 6 November (Eid ul adha diperkirakan
16 Nov)

Kaya'nya waktu timing yang passs buat Baqar-Baqar Qatar (BBQ) de'
Dukhan.



On Sep 8, 1:44 pm, Sudarmanto Muadji <cakma...@yahoo.co.id> wrote:
> hayuuuuuukkkkkk, kapan pak ?
>
> ________________________________
> Dari: Oki <o_musa...@yahoo.com.au>
> > >>>>>>> tentangqatar...@googlegroups.com<tentangqatar
> > >>>>>>> %2Bunsubscribe@google
> > >>>>>>> groups.com>
>
> > >>>>> --
> > >>>>> ==============================================================
> > >>>>> Pilih foto favorit Anda dan menangkan hadiahnya:
> > >>>>>http://tentangqatar.com/content/pilih
> > >>>>> ==============================================================
> > >>>>> Website :http://www.tentangqatar.com
> > >>>>> Kirim email : tentan...@googlegroups.com
> > >>>>> Unsubscribe : tentangqatar+unsubscr...@googlegroups.com- Hide
> > >>>>> quoted text -
>
> > >>>> - Show quoted text -
>
> > >>> --
> > >>> ==============================================================
> > >>> Pilih foto favorit Anda dan menangkan hadiahnya:
> > >>>http://tentangqatar.com/content/pilih
> > >>> ==============================================================
> > >>> Website :http://www.tentangqatar.com
> > >>> Kirim email : tentan...@googlegroups.com
> > >>> Unsubscribe : tentangqatar...@googlegroups.com
>
> > > --
> > > ==============================================================
> > > Pilih foto favorit Anda dan menangkan hadiahnya:
> > >http://tentangqatar.com/content/pilih
> > > ==============================================================
> > > Website :http://www.tentangqatar.com
> > > Kirim email : tentan...@googlegroups.com
> > > Unsubscribe : tentangqatar...@googlegroups.com
>
> > --
> > Sent from my mobile device
>
> > Wassalam
> > Syarif
> > Enjoying Qatar @http://www.tentangqatar.com/-Hide quoted text -
>
> > - Show quoted text -
>
> --
> ==============================================================
> Pilih foto favorit Anda dan menangkan hadiahnya:http://tentangqatar.com/content/pilih
> ==============================================================
> Website :http://www.tentangqatar.com
> Kirim email : tentan...@googlegroups.com
> Unsubscribe : tentangqatar...@googlegroups.com

Jazuly Ramdhan

unread,
Sep 8, 2010, 12:28:45 PM9/8/10
to tentan...@googlegroups.com, WNI-DI...@yahoogroups.com

ada artikel terkait diskusi ini dr link http://www.yanabi.com/forum/Topic391959.aspx
biar nambah wawasan


salam
JR
-------------
 
The last 10 days of ramadan are only a handful of days left. As the month of Shawal (Eid ul Fitr) is just around the corner questions that go through our heads when is eid? Now you will be pleased to know when it is so hold tight:

Moonsighting for Shawal 1431 Extract from moonsighting.com

The Astronomical New Moon is on September 8, 2010 (Wednesday) at 10:30 UT. This moon may not be visible anywhere on September 8 except some Polynesian Islands. On September 9, it will still not be visible in Northern Asia, Europe and Canada. It can easily be seen in New Zealand, Australia, South-East Asia, Africa and Americas on Sep 9. See the visibility map below:
 
Moonsighting for Shawal 1431 Extract from crescetmoonwatch.org
In September 2010, New Moon will occur on September 8th. The sighting of the new crescent Moon marks the end of Ramadan, the Islamic holy month of fasting, and the beginning of Eid ul-Fitr.

There is a remote possibility of a telescopic sighting of the new crescent Moon from the southernmost part of South America on September 8th. However, the first sighting of the crescent Moon is most likely to be made with the naked eye from Australasia on September 9th. Indeed, most of the southern hemisphere, north Africa and the United States should see the crescent moon later that same day. For observers in southern Asia, the Arabian peninsula and the Middle East, good conditions and/or some form of optical aid may be necessary to see the crescent Moon on September 9th. Observers in the rest of Asia (excluding the northern parts), Europe and Canada will have their first opportunity to make a sighting on September 10th. Observers in northern Asia will have to wait until September 11th to make their first sighting. Like the August new crescent Moon, UK observers will find that the Moon sets at around sunset for the first few days after New Moon. This will be an interesting test of our predictions and provide the opportunity of making a daylight sighting of the new crescent Moon. If you do attempt a daylight sighting, do not look at the Sun with the naked eye or with optical aid. Consequently, we would like to encourage as many observers as possible to try and observe the new crescent Moon from September 8th to September 11th in particular. 

Moonsighting for Shawal 1431 Extract from islamicmoon.com
Since the Ummul Qura date of 29 Ramadan 1431 is Wednesday 8 September 2010, Saudi Justice Ministry has asked the official Hilal Committees to look for the moon on Wednesday, even though the moon sets before the sunset on Makkah horizon and everywhere in the world.Only Saudi eyes can see a moon that has already before the sunset (based on previous alleged declerations)


Eid Moon Alert

Sept. 8, 2010

Shawwal Hilal is NOT visible anywhere in the world ( Argentina (Alt. 6.6 degrees), Chile (Alt. 7.7 degrees), Hawaii (3.5 degrees). The moon is below the horizon in most of the populated earth. Its age, lag etc. are too low for human eyes to see its crescent moon.


Sep. 9, 2010 (should be eid night)

Shawwal Hilal is most likely seen in: Australia,Brunei, Indonesia, Malaysia, Sri Lanka, South Africa, Nigeria, most of S. America including Brazil,Argentina, Panama and Hawaii.


It will not be seen in Makkah Mukarramah or Cairo. Japan, northern China, central Asia, ME,Turkey and most of Europe including England, USA and Canada are outside the visibility curve though some slight chance exists in Miami, Fl, and southern areas of Texas, Arizona,and California.

Sep. 10, 2010 or later:
Shawwal Moon may be visible in Japan, India Pakistan, Saudi Arabia/ME, Turkey/Northern Europe, England and Ireland, most of USA except northern Canada and Alaska

Please try to sight the Hilal of Shawwal on September 8, 9 and report positive sightings to oa...@cornell.edu or 1-607-277-6706 along with your Name, Age, Home or Cell phone number, and as well a many details like location, time, duration, shape etc. and other witnesses with you.

 
Conclusion

Based on the ruling of sighting from the East of Uk (Wifaqul Ulema*) and taking in to account the above predictions as there is very limited possibility at the most by optical aid of sighting the moon on the 8th September hence,the first day of Shawal would be on Friday 10th September. Eid Mubarak.  

Please find attached the Fatwa from the European Council for Fatwa and Research which state otherwisehttp://www.leedsgrandmosque.com/ramadan/eid-fatwa-1431.pdf?utm_medium=email&utm_campaign=Leeds+Grand+Mosque+-+Last+10+days+...&utm_source=YMLP&utm_term=fatwa.Please note there reports are based on astronomical calculations and not physical sighting as it is too early to even sight the moon!! Also The moon crescent in Saudi on September 8th will only be 5-6 hours old at sunset! 
 
YET AGAIN WE WILL BE HAVNG EID ON SEPERATE DAYS!!
 

  Sighting Reports

The earliest sighting of the new crescent was on xxxxxxx.


Wednesday, 8 Septmber 2010:

Awaiting sighting reports


Thursday, 9 Septmber 2010:

Awaiting sighting reports


OFFICIAL 1st Day of Shawwal in Different Countries

September 9, 2010 (Thursday):

  1. European Council for Fatwa and Research (ECFR) - Calculations
  2. Leeds, UK

September 10, 2010 (Friday):

  1. USA (Calculations) [FCNA, ISNA]


> > >>>>>>> tentangqatar+unsub...@googlegroups.com<tentangqatar

> > >>>>>>> %2Bunsubscribe@google
> > >>>>>>> groups.com>
>
> > >>>>> --
> > >>>>> ==============================================================
> > >>>>> Pilih foto favorit Anda dan menangkan hadiahnya:
> > >>>>>http://tentangqatar.com/content/pilih
> > >>>>> ==============================================================
> > >>>>> Website :http://www.tentangqatar.com
> > >>>>> Kirim email : tentan...@googlegroups.com
> > >>>>> Unsubscribe : tentangqatar+unsubscr...@googlegroups.com- Hide
> > >>>>> quoted text -
>
> > >>>> - Show quoted text -
>
> > >>> --
> > >>> ==============================================================
> > >>> Pilih foto favorit Anda dan menangkan hadiahnya:
> > >>>http://tentangqatar.com/content/pilih
> > >>> ==============================================================
> > >>> Website :http://www.tentangqatar.com
> > >>> Kirim email : tentan...@googlegroups.com
> > >>> Unsubscribe : tentangqatar+unsub...@googlegroups.com

>
> > > --
> > > ==============================================================
> > > Pilih foto favorit Anda dan menangkan hadiahnya:
> > >http://tentangqatar.com/content/pilih
> > > ==============================================================
> > > Website :http://www.tentangqatar.com
> > > Kirim email : tentan...@googlegroups.com
> > > Unsubscribe : tentangqatar+unsub...@googlegroups.com

>
> > --
> > Sent from my mobile device
>
> > Wassalam
> > Syarif
> > Enjoying Qatar @http://www.tentangqatar.com/-Hide quoted text -
>
> > - Show quoted text -
>
> --
> ==============================================================
> Pilih foto favorit Anda dan menangkan hadiahnya:http://tentangqatar.com/content/pilih
> ==============================================================
> Website :http://www.tentangqatar.com
> Kirim email : tentan...@googlegroups.com
> Unsubscribe : tentangqatar+unsub...@googlegroups.com


--
==============================================================
Pilih foto favorit Anda dan menangkan hadiahnya: http://tentangqatar.com/content/pilih
==============================================================
Website : http://www.tentangqatar.com
Kirim email : tentan...@googlegroups.com
Unsubscribe : tentangqatar+unsub...@googlegroups.com

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages