--
==============================================================
Pilih foto favorit Anda dan menangkan hadiahnya: http://tentangqatar.com/content/pilih
==============================================================
Website : http://www.tentangqatar.com
Kirim email : tentan...@googlegroups.com
Unsubscribe : tentangqatar...@googlegroups.com
Wassalam,
WiD
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tulisan ini aku buat sehubungan dengan artikel ini :
http://sosbud.kompasiana.com/2010/06/06/surat-dari-wni-di-luar-negeri-bagi-presiden-ri/
Ini bukan jawaban presiden tapi sapaan saya saja buat rekan-rekan
pekerja expat di Luar Negeri mapun rekan sekerja di Dalam Negeri.
Setelah meninggalkan negeri ini selama hampir 10 tahun dan kembali ke
Jakarta sini awal than ini. Saya berpikiran lain ttg Indonesia
terutama soal ketenaga kerjaan. Memang selama di LN saya berpikir
bahwa Indonesia "membutuhkan" saya, ternyata saya selama ini GR saja
bahwa saya diperlukan dan saya orang penting utk negeri ini. Ternyata
... tidaks (tidak yg jamak pakai s :).
Banyak yang mengatakan bahwa pengalaman tehnis di LN khususnya
perminyakan akan membantu negeri Indonesia. Tetapi bisa jadi malah
terbalik. Pengalaman dan penguasaan serta penerapan tehnologi di
Indonesia justru yang LAKU dipasaran di luar. Artinya pengalaman di
Indonesia ini yang meningkatkan "harga jual" tenaga kerja Indonesia.
Bukan berarti saya mutung dengan Indonesia, juga bkan berarti
Indonesia kebanyakan pekerja. Tetapi saya mulai terbuka bahwa sayalah
yang memerlukan Indonesia. Kepedulian berbangsa itu milik saya sebagai
warga negara ini, kepedulian itu bukan permintaan atau tuntutan rakyat
negeri ini.
Saya tdak menyalahkan siapapun atas situasi dan fenomena ini. Sebagai
pribadi, apapun yg kita lakukan baik didalam maupn di LN keduanya bisa
bedampak positip dan bisa juga negatip pada bangsa ini.
Kalau kita berpkir positip dan betindak positip di LN sekalipun,
dampaknya juga positip pada bangsa ini. Tidak hanya memasukkan devisa
tapi juga memasukkan "mental positip" pada rekan-rekan di dalam
negeri.
Speed of the train is depend on the slowest of the wagon.
Mengapa saya tidak bisa megatakan bahwa saya ini penting dan lebih
diperlukan di negeri ini ?
Ya, di Indonesia ini semua warga negara memiliki posisi dasar yang
sama, sederajat, egaliter. "One man one vote". Dan di Indonesia
demokrasinya jauh lebih baik dari negara maju sekalipun. Indonesia
sudah demokratis, Bung !!! Dan perubahan ini memang berbiaya besar dan
dibayar mahal pada masa reformasi kemarin. Thailand masih berkutet
dengan berdarah-darah bulan lalu. Malaysia sedang waswas menunggu
gelombang perubahan ini.
Saya tidak sedang mengatakan bahwa Indonesia sudah sempurna. Banyak yg
bisa dibenahi, banyak yg dapat diperbaiki dan masih saja ada yg belum
tertangani. Dan iu tugas bangsa ini, tugas warga negara ini.
Dan yang pasti, tulisan ini bukan jawaban presiden. Kalau anda
menyampaikan dengan 'kemarahan' tapi saya menyampaikan salam
"keramahan" buat anda warga expat di LN dan rekan sebangsa lainnya
yang di DN.
Dimanapun dampak positip selalu dapat kita ciptakan !
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
2010/9/4 madi hakim <madi....@gmail.com>: