Intinya adalah: 1 - Start with something big 2 - Blind design 3 - Smoke without fire 4 - Lack of passion 5 - Too many mock-ups (will kill you) 6 - Follow the fashion 7 - Reinvent the wheels 8 - Underestimate the maintenance
> > Intinya adalah: > > 8 - Underestimate the maintenance > > Ada ide lain? Atau mau menambahkan?
> 9 - Kebanyakan berantem, apalagi di Indonesia hehehehe
Jadi pengen tanya nih :D. 1. Kebanyakan berantem ini kira-kira karena adanya (pemaksaan) penerapan demokrasi dalam opensource, atau tidak adanya sosok diktator (eg: Linus Torvalds dalam konteks Linux kernel project)? Lalu, apakah demokrasi sebenar bisa eksis (dan tepat untuk dipakai) dalam suatu proyek opensource? 2. Struktur organisasi yang seperti apa yang cocok diterapkan dalam proyek opensource? 2.a. Faktor apakah yang menentukan tepat atau tidaknya suatu struktur organisasi dalam proyek opensource? 2.b. apakah hanya dependen ke jumlah developer/user base? 3.Validkah alasan "saya blm punya waktu" dipakai sebagai suatu alasan macetnya suatu proyek opensource? Ataukah manajemen proyek yang harus ditinjau ulang?
Ayo-ayo, saya ingin tahu bagaimana pendapat teman-teman di sini. Terutama dari para penggiat opensource seperti Pak Ariya dan Pak MDAMT ;)
Monday, March 17, 2008, 1:18:28 PM, Mohammad DAMT wrote:
> 9 - Kebanyakan berantem, apalagi di Indonesia hehehehe
Banyak berantem gak mesti bikin project-nya gagal, project-project lain seperti Python, FirebirdSQL juga termasuk lumayan banyak berantemnya. Tapi tetap jalan dan terus membesar sampe saat ini.
Kayaknya sih untuk kita lebih banyak no. #1 yang jadi penyebab gagalnya project, kegedean dalam memulai sebuah project opensource. Tapi orang kita emang begitu, memulai dari yang kecil? gengsi coooy... jadi kelihatan gak hebat. :)
Pada hari Senin, tanggal 17/03/2008 pukul 14:14 +0700, Akhmad Fathonih menulis:
> 9 - Kebanyakan berantem, apalagi di Indonesia hehehehe
Eh maksudnya ini di komunitas ya (itu kalau komunitas dihitung sebagai proyek :-D)
> Jadi pengen tanya nih :D. > 1. Kebanyakan berantem ini kira-kira karena adanya (pemaksaan) 2. > 2.a. Faktor apakah yang menentukan tepat atau tidaknya suatu struktur > 2.b. apakah hanya dependen ke jumlah developer/user base?
Ini pertanyaan sulit dan sepertinya jawabannya saya tidak tahu :-D
> 3.Validkah alasan "saya blm punya waktu" dipakai sebagai suatu alasan > macetnya suatu proyek opensource? Ataukah manajemen proyek yang harus > ditinjau ulang?
Dua-duanya. Misalnya BlankOn sekarang sedang tenang seperti laut, karena kebanyakan pengembangnya diculik UFO, mmh maksud saya tidak memiliki waktu lagi untuk proyek.
Namun demikian manajemen proyek sedang ditinjau ulang, pimpinan proyek dikudeta dan diganti oleh orang lain, dsb.