*“Semuanya Engkau nyatakan kepada orang kecil”*
(Yes 10:5-7.13-16; Mat 11:25-27)
*“Pada waktu itu berkatalah Yesus: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan
langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak
dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa,
itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh
Bapa-Ku dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang
pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan
menyatakannya*” (Mat 11:25-27), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.
Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan
sederhana sebagai berikut:
· Di dalam hidup dan kerja bersama pada umumnya yang melakukan
pekerjaan-pekerjaan atau tugas-tugas kecil dan sederhana adalah orang-orang
kecil, yaitu para pembantu atau pelayan, yang juga memperoleh imbal jasa
atau gaji kecil. Mereka ini biasanya bertugas membersihkan kamar kecil atau
toilet, lantai, kamar kerja atau kamar tidur, merawat tanaman dst.. Ketika
semuanya dalam keadaan bersih, karena telah diusahakan dan dikerjakan oleh
pelayan atau pembantu, pada umumnya tidak ada pujian atau komentar
sedikitpun terhadap pelayan atau pembantu, sebaliknya jika ada bagian kamar
yang tidak bersih pada umumnya pelayan atau pembantu ditegor keras alias
ada kemungkinan dimarahi. Yang juga sering terjadi di hari-hari libur
sekitar Lebaran atau Idul Fitri para pembantu atau pelayan minta cuti,
sehingga apa yang biasanya mereka kerjakan tak ada yang mengerjakan lagi
dan kamar-kamar dapat berantakan dan kotor. Pada saat itulah orang
menyadari betapa pentingnya peran pelayan atau pembantu. Memang dalam
keadaan biasa atau normal mereka yang kecil dan sederhana kurang memperoleh
perhatian, sebaliknya dalam keadaan genting atau darurat mereka yang kecil
sungguh berperan dan berjasa. Maka benarlah atau dapat difahami apa yang
disabdakan oleh Yesus bahwa *"**Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit
dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang
pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil”. *Kami berharap kepada
anda sekalian untuk memperhatikan hal-hal atau perkara-perkara kecil dalam
hidup dan kerja kita setiap hari. Ingat dan sadari bahwa sarana-sarana
tekonologi yang penting pada masa kini juga kecil-kecil namun menentukan.
Bukankah anak kecil di dalam keluarga juga penting, yang nampak ketika anak
kecil pergi tak jelas arahnya semuanya bingung, sedangkan jika orang dewasa
pergi kemana saja dibiarkan? Marilah kita ‘turun ke bawah’, membumi atau
merakyat, agar kita peka terhadap hal-hal atau perkara-perkara kecil yang
penting dalam hidup dan kerja kita sehari-hari.
· "*Dengan kekuatan tanganku aku telah melakukannya dan dengan
kebijaksanaanku, sebab aku berakal budi; aku telah meniadakan batas-batas
antara bangsa, dan telah merampok persediaan-persediaan mereka, dengan
perkasa aku telah menurunkan orang-orang yang duduk di atas takhta. Seperti
kepada sarang burung, demikianlah tanganku telah menjangkau kepada kekayaan
bangsa-bangsa, dan seperti orang meraup telur-telur yang ditinggalkan
induknya, demikianlah aku telah meraup seluruh bumi, dan tidak seekor pun
yang menggerakkan sayap, yang mengangakan paruh atau yang menciap-ciap*."
(Yes 10:13-14). Dari kutipan di atas ini kiranya yang baik menjadi
permenungan atau refleksi kita adalah ‘tangan’, salah satu anggota tubuh
kita, yang cukup penting peran dan fungsinya. Memang tangan dapat berfungsi
untuk melakukan yang baik maupun yang jahat, namun kiranya kita dipanggil
untuk memfungsikan tangan kita guna melakukan apa yang baik. Kita juga
diingatkan untuk sungguh memfungsikan tangan kita alias tidak malu dan
tidak malas ‘bekerja dengan tangan’, antara lain menulis hendaknya tidak
selalu memakai mesin ketik maupun komputer. Bukankah surat-surat penting
seperti surat wasiat misalnya senantiasa diusahakan untuk ditulis tangan,
bukan diketik? Kami berharap kita semua juga rajin menggunakan tangan kita
untuk bekerja, misalnya menyapu, mengepel, mencangkul dst.., karena dengan
demikian sebenarnya kita juga sekaligus berolahraga. Selain tangan kami
juga mengingatkan anggota tubuh yang lain, yaitu kaki. Hendaknya kaki juga
tidak dimanja, melainkan hendaknya sering melakukan jalan kaki. Ingatlah
dan sahari bahwa di telapak dan ujung jari kaki maupun tangan kita terdapat
jaringan-jaringan syarat yang erat kaitannya dengan otak kita.
Mengaktifkan otak kita secara optimal antara lain dapat dilaksanakan dengan
memfungsikan kaki dan tangan sesuai dengan kehendak Tuhan, kaki untuk
berjalan dan tangan untuk ‘bekerja’
*“Umat-Mu, ya TUHAN, mereka remukkan, dan milik-Mu sendiri mereka tindas;
janda dan orang asing mereka sembelih, dan anak-anak yatim mereka bunuh;
dan mereka berkata: "TUHAN tidak melihatnya, dan Allah Yakub tidak
mengindahkannya." Perhatikanlah, hai orang-orang bodoh di antara rakyat!
Hai orang-orang bebal, bilakah kamu memakai akal budimu*” (Mzm 94:5-8)
Ign 18 Juli 2012