> Lengkapnya baca di :
> http://swaramuslim.net/ebook/more.php?id=5753_0_11_0_M
> Kepalsuan ajaran Gereja terbongkar bersama ayat-ayat palsu yang
> dinisbahkan kepada Daud, Yohanes, Yesus, dan sebagainya. Misteri nabi
> Muhammad dalam Bible (alkitab) akhirnya berhasil dibongkar melalui
> penelitian yang dilakukan oleh seorang mantan pastur, Prof.David
> Benjamin Keldani, berjudul Menguak Misteri Muhammad.
> Prof. David Benjamin Keldani adalah seorang mantan pastur Katholik
> Roma sekte Uniate-Chaldean. Ujarnya: "Kepindahan saya ke Islam tak
> lain karena hidayah Allah. Tanpa bimbingan-Nya, semua pengetahuan,
> penelitian untuk menemukan kebenaran ini mungkin hanya akan membawa
> kepada kesesatan. Begitu saya mengakui keesaan mutlak Tuhan, maka nabi
> Muhammad SAW pun menjadi pola sikap dan perilaku saya
> David Benjamin Keldani
> David Benjamin Keldani lahir pada tahun 1867 di Urmia, Persia. Setelah
> masuk Islam, David Benjamin Keldani mengganti namanya menjadi Abdul
> Ahad Dawud. Ia adalah seorang mantan pendeta katolik Roma dari sekte
> Uniate-Khaldean. Ia mengenyam pendidikan sejak kecil dikota itu. Dari
> 1886-1889 (3 tahun) ia menjadi staf pengajar Arbischop of Canterbury's
> Mission untuk Assyrian (Nestorian) Christians di Urmia.
> Penobatan sebagai pendeta dan perjalanannya
> Pada tahun 1892, ia diutus oleh Kardinal Vaughan ke Roma. Disana ia
> mempelajari filsafat dan teologi pada Propaganda Fide College, dan
> pada tahun 1895 dinobatkan sebagai pendeta. Pada tahun 1892 ia menulis
> serangkaian artikel di The Tablet tentang "Assyria, Romawi, dan
> Canterbury"; dan juga pada Irish Record tentang "keotentikan
> Pentateuch". Pentateuch adalah lima kitab perjanjian lama yang terdiri
> atas Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, dan Ulangan. Ia mempunyai
> beberapa terjemahan Ave Maria dalam bahasa berbeda-beda yang
> diterbitkan di Illustrated Catholic Missions.
> Ketika berada di Istanbul, dalam perjalanannya ke Persia pada tahun
> 1895, ia menulis serangkaian artikel panjang tentang "Gereja-Gereja
> Timur" dalam bahasa Inggris dan Perancis di surat kabar harian yang
> terbit disana dengan nama The Levant Herald. Pada tahun 1895, ia
> bergabung dengan French Lazarist Mission di Urmia, dan terbit untuk
> pertama kali dalam sejarah misi itu sebuah majalah berkala dalam
> bahasa Syria yang bernama Qala-la-Syara (Suara Kebenaran).
> Pada tahun 1867, ia diutus oleh dua uskup besar Uniate-Khaldean dari
> Urmia dan Salmas untuk mewakili Katolik Timur pada Kongres Ekaristi
> yang diselenggarakan di Paray-le-monial, Perancis, dibawah pimpinan
> Kardinal Perraud. Tentu saja, ini adalah undangan yang resmi. Makalah
> yang dibacakan di kongres oleh Benjamin disiarkan dalan Tawarikh
> Kongres Ekaristik dan disebut disebut "Le Pellerin". Dalam makalah
> ini, Khaldean Arch-Priest (begitu gelar resminya) menyesalkan sistem
> pendidikan Katholik dikalangan Nestorian, dan meramalkan kemunculan
> yang sudah dekat dari pendeta Rusia di Urmia.
> Pada tahun 1888, Benjamin kembali lagi ke Persia. Di kampung
> halamannya, Digala, sekitar 1 mil dari kota, ia membuka sekolah
> gratis.
> Tahun berikutnya ia dikirim oleh otoritas Gereja untuk memimpin
> Keuskupan Salmas, dimana konflik yang tajam dan berbau skandal antara
> Uskup Besar Uniate, Khudabash, dan para Bapa Lazarist yang sudah
> berlangsung lama telah mengancam terjadinya perpecahan.
> Khotbah terakhir
> Pada tahun 1900, Bapak Benjamin menyampaikan khotbah terakhirnya dan
> patut dikenang dihadapan banyak sekali jemaat, termasuk orang Armenia
> yang non-Katholik dan lain-lainnya, didalam Katedral Khorovabad St.
> George, Salmas. Pokok bahasan sang pengkhotbah adalah "Abad Baru dan
> Manusia Baru". Ia mengingatkan kepada fakta bahwa misionaris
> Nestorian, sebelum munculnya Islam, telah mengabarkan ajaran-ajaran
> Yesus (injil) diseluruh Asia; Bahwa mereka memiliki banyak lembaga di
> India (khususnya pantai Malabar), di Tartar, Tiongkok, dan Mongolia;
> dan bahwa mereka menerjemahkan kitab Injil kedalam bahasa Turki,
> Uighur, dan bahasa-bahasa lainnya; Bahwa misi-misi Katholik, Amerika,
> dan Anglikan, meskipun mereka telah melakukan sedikit kebaikan untuk
> bangsa Assyro-Khaldean melalui pendidikan dasar, telah memecah bangsa
> itu di Persia, Kurdistan, dan Mesopotamia menjadi banyak sekali sekte
> yang bermusuhan; dan bahwa upaya-upaya mereka ditakdirkan untuk
> menyebabkan keruntuhan yang terakhir. Konsekuensinya, ia menganjurkan
> kepada orang-orang pribumi untuk melakukan pengorbanan agar dapat
> berdiri diatas kaki sendiri sebagai manusia sejati, dan tidak
> tergantung pada misi-misi asing, dan sebagainya.
> Ucapan-ucapannya menyinggung para misionaris. Khotbah ini segera
> mendatangkan Delegasi Apostolik, Mgr. Lesne dari Urmia ke Salmas. Ia
> tetap menjadi teman yang terakhir bagi Benjamin. Mereka berdua kembali
> ke Urmia. Sebuah misi Rusia baru sudah diadakan di Urmia sejak tahun
> 1899. Kaum Nestorian dengan antusias memeluk agama Tsar untuk seluruh
> Rusia.
> Lima misi yang besar dan angkuh (Amerika, Anglikan, Perancis, Jerman,
> dan Rusia) disertai universitas-universitas mereka, pers yang didukung
> oleh kalangan agamawan yang kaya, para konsul dan duta besar, berusaha
> keras mengajak sekitar 100.000 orang Assyro-Khaldean untuk pindah dari
> Bid'ah Nestorian ke salah satu dari lima bid'ah itu. Tetapi misi Rusia
> segera melampui misi-misi lainnya, dan misi inilah pada tahun 1915
> mendorong bangsa Assyria dari Persia dan juga suku-suku pegunungan
> Kurdistan, yang kemudian pindah ke Salmas dan Urmia, untuk angkat
> senjata melawan pemerintah mereka masing-masing. Hasilnya adalah
> separuh pengikutnya lenyap dan sisanya terusir dari kampung halaman
> mereka.
> Berpindah agama
> Pertanyaan besar yang sudah lama berkecamuk dalam benak pendeta ini
> sekarang mendekati klimaksnya: "Apakah agama Kristen, dengan banyak
> sekali bentuk dan warnanya, dan dengan naskah-naskah sucinya yang
> tidak otentik, palsu, dan menyimpang, adalah agama Tuhan yang sejati?"
> Pada musim panas tahun 1900, ia pensiun dan tinggal di villa mungilnya
> ditengah-tengah kebun anggur dekat air mancur Challi Boulaghi yang
> terkenal di Digala, dan disana selama sebulan ia habiskan waktunya
> untuk sembahyang dan meditasi, membaca berulang-ulang naskah-naskah
> suci dalam teks-teks aslinya. Krisis pun berakhir dengan pengunduran
> resmi yang dikirimkan ke Uskup Agung Uniate, Urmia, dimana ia secara
> terbuka menjelaskan kepada Mar (Mgr.) Touma Audu mengenai alasan-
> alasan dia melepaskan fungsi kependetaannya. Segala upaya yang
> dilakukan oleh otoritas kependetaan untuk membatalkan keputusannya sia-
> sia belaka. Tidak ada perselisihan atau permusuhan pribadi antara
> Benjamin dan para atasannya.
> Selama beberapa bulan Mr. Dawud - begitulah panggilannya sekarang -
> dipekerjakan di Tibriz sebagai inspektur di Kantor Pos dan Bea Cukai
> Persia dibawah para ahli Belgia. Kemudian ia ditugaskan sebagai guru
> dan penerjemah Putera Mahkota Muhammad Ali Mirza.
> Pada tahun 1903, sekali lagi ia mengunjungi Inggris dan disana ia
> bergabung dengan komunitas Unitarian. Pada tahun 1904 ia dikirim oleh
> British and Foreign Unitarian Association untuk menangani masalah
> pendidikan dan penerangan ditengah masyarakat desanya. Dalam
> perjalanan menuju Persia ia mengunjungi Istanbul; dan setelah
> mengadakan beberapa wawancara dengan syeikh Islam yang bernama
> Jamaluddin Effendi dan beberapa ulama lainnya, ia memeluk agama Islam.
> (dari wikipedia)
> KATA PENGANTAR
> Ucapan Ilahi terhadap Arabia (Yesaya 21:13)
> Periode kesarjanaan klasik yang mandul saat ini, disertai kurangnya
> pengetahuan kita tentang bahasa-bahasa kuno, telah melumpuhkan cita
> rasa modern dalam mengapresiasi setiap upaya seperti yang hendak saya
> lakukan. Halaman-halaman berikut ini telah menghasilkan serangkaian
> artikel yang sangat cerdas dari pena Rev. Profesor David Benjamin
> Keldani (Abdul Ahad Dawud), tetapi saya ragu apakah terdapat banyak
> orang, dikalangan hierarki gereja kristen sekalipun, yang dapat
> mengikuti penjelasan terperinci dari seorang Profesor yang
> berpengetahuan tinggi ini. Malah saya benar-benar ragu ketika ia
> berusaha membawa para pembacanya kedalam sebuah labirin ilmu
> pengetahuan dari ratusan tahun silam.
> Bagaimana dengan bahasa Arami, ketika sangat sedikit dikalangan
> pendeta sekalipun yang mampu memahami versi Perjanjian Baru dalam
> bahasa latin (Vulgate) dan versi bahasa Yunani? Khususnya lagi ketika
> riset-riset kami didasarkan hanya pada etimologi bahasa Yunani dan
> Latin!
> Bagaimanapun nilai disertasi-disertasi seperti itu di mata musuh kami,
> pada saat sekarang, sama sekali tidak mampu mengapresiasinya dari
> sudut ilmu pengetahuan; karena ambiguitas makna yang melekat pada
> ungkapan-ungkapan nubuat yang saya singgung membuat ungkapan-ungkapan
> itu cukup elastis untuk mencakup setiap kasus.
> Yang dikatakan "paling kurang" dalam nubuat Johanes Pembaptis tidak
> mungkin adalah anak Maria, meskipun ia dipandang hina oleh masyarakat
> bangsanya sendiri. Asal tukang kayu suci itu dari kalangan sederhana.
> Ia dicemooh, diperolok, dan didiskreditkan, ia diremehkan dan dibuat
> keliatan "paling kurang" dalam penilaian kalangan Scribe (ahli
> menulis) dan Pharisee (anggota sekte Yahudi yang menafsirkan hukum
> Musa secara keras).
> Ekses dari semangat yang ditunjukkan oleh para pengikutnya pada abad
> kedua dan ketiga masehi, yang selalu cenderung loncat pada apa saja
> dalam bentuk nubuat dalam Alkitab, sudah pasti akan menyebabkan mereka
> meyakini ahwa Tuhan mereka adalah orang yang disinggung oleh Yohanes
> Pembaptis.
> Namun, ada kesulitan lain yang menghadang, bagaimana seseorang dapat
> mempercayai kesaksian dari sebuah kitab yang tak dapat disangkal penuh
> dengan dongeng? Keaslian Alkitab telah dipertanyakan oleh seluruh
> dunia. Tanpa menindaklanjuti pertanyaan tentang keasliannya, paling
> tidak kita bisa mengatakan bahwa kita tidak bisa bergantung pada
> pernyataan-pernyataan Alkitab mengenai Yesus dan mukjizat-mukjizatnya.
> Sebagian orang malah lebih jauh lagi menegaskan bahwa eksistensi dia
> sebagai makhluk bersejarah dipertanyakan, dan menurut kitab Injil akan
> berbahaya kalau sampai pada sesuatu kesimpulan yang keliatannya aman
> mengenai masalah ini.
> ...
> read more »