Google Groups Home
Help | Sign in
Message from discussion Inih Faktahnya .... kalau Dongeng ..??? Kelaut AZA.......... ( Kompor Mode : ON )
The group you are posting to is a Usenet group. Messages posted to this group will make your email address visible to anyone on the Internet.
Your reply message has not been sent.
Your post was successful
 
From:
To:
Cc:
Followup To:
Add Cc | Add Followup-to | Edit Subject
Subject:
Validation:
For verification purposes please type the characters you see in the picture below or the numbers you hear by clicking the accessibility icon. Listen and type the numbers you hear
 
donie  
View profile   Translate to Translated (View Original)
 More options Nov 2 2007, 8:11 am
Newsgroups: soc.culture.indonesia
From: donie <donien...@yahoo.com>
Date: Fri, 02 Nov 2007 05:11:24 -0700
Local: Fri, Nov 2 2007 8:11 am
Subject: Re: Inih Faktahnya .... kalau Dongeng ..??? Kelaut AZA.......... ( Kompor Mode : ON )
On Nov 2, 5:10 pm, MerahJingga <jocko.thin...@gmail.com> wrote:

> Lengkapnya baca di :

> http://swaramuslim.net/ebook/more.php?id=5753_0_11_0_M

> Kepalsuan ajaran Gereja terbongkar bersama ayat-ayat palsu yang
> dinisbahkan kepada Daud, Yohanes, Yesus, dan sebagainya. Misteri nabi
> Muhammad dalam Bible (alkitab) akhirnya berhasil dibongkar melalui
> penelitian yang dilakukan oleh seorang mantan pastur, Prof.David
> Benjamin Keldani, berjudul Menguak Misteri Muhammad.

> Prof. David Benjamin Keldani adalah seorang mantan pastur Katholik
> Roma sekte Uniate-Chaldean. Ujarnya: "Kepindahan saya ke Islam tak
> lain karena hidayah Allah. Tanpa bimbingan-Nya, semua pengetahuan,
> penelitian untuk menemukan kebenaran ini mungkin hanya akan membawa
> kepada kesesatan. Begitu saya mengakui keesaan mutlak Tuhan, maka nabi
> Muhammad SAW pun menjadi pola sikap dan perilaku saya

> David Benjamin Keldani
> David Benjamin Keldani lahir pada tahun 1867 di Urmia, Persia. Setelah
> masuk Islam, David Benjamin Keldani mengganti namanya menjadi Abdul
> Ahad Dawud. Ia adalah seorang mantan pendeta katolik Roma dari sekte
> Uniate-Khaldean. Ia mengenyam pendidikan sejak kecil dikota itu. Dari
> 1886-1889 (3 tahun) ia menjadi staf pengajar Arbischop of Canterbury's
> Mission untuk Assyrian (Nestorian) Christians di Urmia.

> Penobatan sebagai pendeta dan perjalanannya
> Pada tahun 1892, ia diutus oleh Kardinal Vaughan ke Roma. Disana ia
> mempelajari filsafat dan teologi pada Propaganda Fide College, dan
> pada tahun 1895 dinobatkan sebagai pendeta. Pada tahun 1892 ia menulis
> serangkaian artikel di The Tablet tentang "Assyria, Romawi, dan
> Canterbury"; dan juga pada Irish Record tentang "keotentikan
> Pentateuch". Pentateuch adalah lima kitab perjanjian lama yang terdiri
> atas Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, dan Ulangan. Ia mempunyai
> beberapa terjemahan Ave Maria dalam bahasa berbeda-beda yang
> diterbitkan di Illustrated Catholic Missions.

> Ketika berada di Istanbul, dalam perjalanannya ke Persia pada tahun
> 1895, ia menulis serangkaian artikel panjang tentang "Gereja-Gereja
> Timur" dalam bahasa Inggris dan Perancis di surat kabar harian yang
> terbit disana dengan nama The Levant Herald. Pada tahun 1895, ia
> bergabung dengan French Lazarist Mission di Urmia, dan terbit untuk
> pertama kali dalam sejarah misi itu sebuah majalah berkala dalam
> bahasa Syria yang bernama Qala-la-Syara (Suara Kebenaran).

> Pada tahun 1867, ia diutus oleh dua uskup besar Uniate-Khaldean dari
> Urmia dan Salmas untuk mewakili Katolik Timur pada Kongres Ekaristi
> yang diselenggarakan di Paray-le-monial, Perancis, dibawah pimpinan
> Kardinal Perraud. Tentu saja, ini adalah undangan yang resmi. Makalah
> yang dibacakan di kongres oleh Benjamin disiarkan dalan Tawarikh
> Kongres Ekaristik dan disebut disebut "Le Pellerin". Dalam makalah
> ini, Khaldean Arch-Priest (begitu gelar resminya) menyesalkan sistem
> pendidikan Katholik dikalangan Nestorian, dan meramalkan kemunculan
> yang sudah dekat dari pendeta Rusia di Urmia.

> Pada tahun 1888, Benjamin kembali lagi ke Persia. Di kampung
> halamannya, Digala, sekitar 1 mil dari kota, ia membuka sekolah
> gratis.

> Tahun berikutnya ia dikirim oleh otoritas Gereja untuk memimpin
> Keuskupan Salmas, dimana konflik yang tajam dan berbau skandal antara
> Uskup Besar Uniate, Khudabash, dan para Bapa Lazarist yang sudah
> berlangsung lama telah mengancam terjadinya perpecahan.

> Khotbah terakhir
> Pada tahun 1900, Bapak Benjamin menyampaikan khotbah terakhirnya dan
> patut dikenang dihadapan banyak sekali jemaat, termasuk orang Armenia
> yang non-Katholik dan lain-lainnya, didalam Katedral Khorovabad St.
> George, Salmas. Pokok bahasan sang pengkhotbah adalah "Abad Baru dan
> Manusia Baru". Ia mengingatkan kepada fakta bahwa misionaris
> Nestorian, sebelum munculnya Islam, telah mengabarkan ajaran-ajaran
> Yesus (injil) diseluruh Asia; Bahwa mereka memiliki banyak lembaga di
> India (khususnya pantai Malabar), di Tartar, Tiongkok, dan Mongolia;
> dan bahwa mereka menerjemahkan kitab Injil kedalam bahasa Turki,
> Uighur, dan bahasa-bahasa lainnya; Bahwa misi-misi Katholik, Amerika,
> dan Anglikan, meskipun mereka telah melakukan sedikit kebaikan untuk
> bangsa Assyro-Khaldean melalui pendidikan dasar, telah memecah bangsa
> itu di Persia, Kurdistan, dan Mesopotamia menjadi banyak sekali sekte
> yang bermusuhan; dan bahwa upaya-upaya mereka ditakdirkan untuk
> menyebabkan keruntuhan yang terakhir. Konsekuensinya, ia menganjurkan
> kepada orang-orang pribumi untuk melakukan pengorbanan agar dapat
> berdiri diatas kaki sendiri sebagai manusia sejati, dan tidak
> tergantung pada misi-misi asing, dan sebagainya.

> Ucapan-ucapannya menyinggung para misionaris. Khotbah ini segera
> mendatangkan Delegasi Apostolik, Mgr. Lesne dari Urmia ke Salmas. Ia
> tetap menjadi teman yang terakhir bagi Benjamin. Mereka berdua kembali
> ke Urmia. Sebuah misi Rusia baru sudah diadakan di Urmia sejak tahun
> 1899. Kaum Nestorian dengan antusias memeluk agama Tsar untuk seluruh
> Rusia.

> Lima misi yang besar dan angkuh (Amerika, Anglikan, Perancis, Jerman,
> dan Rusia) disertai universitas-universitas mereka, pers yang didukung
> oleh kalangan agamawan yang kaya, para konsul dan duta besar, berusaha
> keras mengajak sekitar 100.000 orang Assyro-Khaldean untuk pindah dari
> Bid'ah Nestorian ke salah satu dari lima bid'ah itu. Tetapi misi Rusia
> segera melampui misi-misi lainnya, dan misi inilah pada tahun 1915
> mendorong bangsa Assyria dari Persia dan juga suku-suku pegunungan
> Kurdistan, yang kemudian pindah ke Salmas dan Urmia, untuk angkat
> senjata melawan pemerintah mereka masing-masing. Hasilnya adalah
> separuh pengikutnya lenyap dan sisanya terusir dari kampung halaman
> mereka.

> Berpindah agama
> Pertanyaan besar yang sudah lama berkecamuk dalam benak pendeta ini
> sekarang mendekati klimaksnya: "Apakah agama Kristen, dengan banyak
> sekali bentuk dan warnanya, dan dengan naskah-naskah sucinya yang
> tidak otentik, palsu, dan menyimpang, adalah agama Tuhan yang sejati?"

> Pada musim panas tahun 1900, ia pensiun dan tinggal di villa mungilnya
> ditengah-tengah kebun anggur dekat air mancur Challi Boulaghi yang
> terkenal di Digala, dan disana selama sebulan ia habiskan waktunya
> untuk sembahyang dan meditasi, membaca berulang-ulang naskah-naskah
> suci dalam teks-teks aslinya. Krisis pun berakhir dengan pengunduran
> resmi yang dikirimkan ke Uskup Agung Uniate, Urmia, dimana ia secara
> terbuka menjelaskan kepada Mar (Mgr.) Touma Audu mengenai alasan-
> alasan dia melepaskan fungsi kependetaannya. Segala upaya yang
> dilakukan oleh otoritas kependetaan untuk membatalkan keputusannya sia-
> sia belaka. Tidak ada perselisihan atau permusuhan pribadi antara
> Benjamin dan para atasannya.

> Selama beberapa bulan Mr. Dawud - begitulah panggilannya sekarang -
> dipekerjakan di Tibriz sebagai inspektur di Kantor Pos dan Bea Cukai
> Persia dibawah para ahli Belgia. Kemudian ia ditugaskan sebagai guru
> dan penerjemah Putera Mahkota Muhammad Ali Mirza.

> Pada tahun 1903, sekali lagi ia mengunjungi Inggris dan disana ia
> bergabung dengan komunitas Unitarian. Pada tahun 1904 ia dikirim oleh
> British and Foreign Unitarian Association untuk menangani masalah
> pendidikan dan penerangan ditengah masyarakat desanya. Dalam
> perjalanan menuju Persia ia mengunjungi Istanbul; dan setelah
> mengadakan beberapa wawancara dengan syeikh Islam yang bernama
> Jamaluddin Effendi dan beberapa ulama lainnya, ia memeluk agama Islam.
> (dari wikipedia)

>  KATA PENGANTAR

> Ucapan Ilahi terhadap Arabia (Yesaya 21:13)

> Periode kesarjanaan klasik yang mandul saat ini, disertai kurangnya
> pengetahuan kita tentang bahasa-bahasa kuno, telah melumpuhkan cita
> rasa modern dalam mengapresiasi setiap upaya seperti yang hendak saya
> lakukan. Halaman-halaman berikut ini telah menghasilkan serangkaian
> artikel yang sangat cerdas dari pena Rev. Profesor David Benjamin
> Keldani (Abdul Ahad Dawud), tetapi saya ragu apakah terdapat banyak
> orang, dikalangan hierarki gereja kristen sekalipun, yang dapat
> mengikuti penjelasan terperinci dari seorang Profesor yang
> berpengetahuan tinggi ini. Malah saya benar-benar ragu ketika ia
> berusaha membawa para pembacanya kedalam sebuah labirin ilmu
> pengetahuan dari ratusan tahun silam.

> Bagaimana dengan bahasa Arami, ketika sangat sedikit dikalangan
> pendeta sekalipun yang mampu memahami versi Perjanjian Baru dalam
> bahasa latin (Vulgate) dan versi bahasa Yunani? Khususnya lagi ketika
> riset-riset kami didasarkan hanya pada etimologi bahasa Yunani dan
> Latin!

> Bagaimanapun nilai disertasi-disertasi seperti itu di mata musuh kami,
> pada saat sekarang, sama sekali tidak mampu mengapresiasinya dari
> sudut ilmu pengetahuan; karena ambiguitas makna yang melekat pada
> ungkapan-ungkapan nubuat yang saya singgung membuat ungkapan-ungkapan
> itu cukup elastis untuk mencakup setiap kasus.

> Yang dikatakan "paling kurang" dalam nubuat Johanes Pembaptis tidak
> mungkin adalah anak Maria, meskipun ia dipandang hina oleh masyarakat
> bangsanya sendiri. Asal tukang kayu suci itu dari kalangan sederhana.
> Ia dicemooh, diperolok, dan didiskreditkan, ia diremehkan dan dibuat
> keliatan "paling kurang" dalam penilaian kalangan Scribe (ahli
> menulis) dan Pharisee (anggota sekte Yahudi yang menafsirkan hukum
> Musa secara keras).

> Ekses dari semangat yang ditunjukkan oleh para pengikutnya pada abad
> kedua dan ketiga masehi, yang selalu cenderung loncat pada apa saja
> dalam bentuk nubuat dalam Alkitab, sudah pasti akan menyebabkan mereka
> meyakini ahwa Tuhan mereka adalah orang yang disinggung oleh Yohanes
> Pembaptis.

> Namun, ada kesulitan lain yang menghadang, bagaimana seseorang dapat
> mempercayai kesaksian dari sebuah kitab yang tak dapat disangkal penuh
> dengan dongeng? Keaslian Alkitab telah dipertanyakan oleh seluruh
> dunia. Tanpa menindaklanjuti pertanyaan tentang keasliannya, paling
> tidak kita bisa mengatakan bahwa kita tidak bisa bergantung pada
> pernyataan-pernyataan Alkitab mengenai Yesus dan mukjizat-mukjizatnya.

> Sebagian orang malah lebih jauh lagi menegaskan bahwa eksistensi dia
> sebagai makhluk bersejarah dipertanyakan, dan menurut kitab Injil akan
> berbahaya kalau sampai pada sesuatu kesimpulan yang keliatannya aman
> mengenai masalah ini.
> ...

> read more »

Bung DokCin siap ga diskose, ngana akan bongkar kebongoongan "info
kalangan kendiri" anda???

    Reply to author    Forward  
You must Sign in before you can post messages.
To post a message you must first join this group.
Please update your nickname on the subscription settings page before posting.
You do not have the permission required to post.

Create a group - Google Groups - Google Home - Terms of Service - Privacy Policy
©2009 Google