Syekh Ahmad Yasin merupakan tokoh spiritual gerakan Hamas, Qiyadah/
pemimpin bagi pejuang dan rakyat Palestina melawan penjajah Zionis
Israel.
Walaupun usianya uzur, kondisi tubuhnya lumpuh dari leher hingga ujung
kaki, setiap hari harus menggunakan kursi roda, tidak menghalangi
beliau untuk berdakwah, memimpin dan membina umat, rakyat Palestina
khususnya di Gaza.
Beliau memiliki 'izzah/ kemuliaan sehingga disegani dan dicintai
kawan, ditakuti lawan dalam hal ini penjajah Zionis Israel.
Sebagai tokoh spiritual dan qiyadah dalam perjuangan, Syekh Ahmad
Yasin banyak memberikan keteladanan bagi pengikutnya dan rakyat
Palestina, juga bagi umat Islam yang rindu syahid di jalan Allah.
Dalam suatu khutbahnya, Syekh Ahmad Yasin pernah berkata: Umat ini
tidak akan pernah memiliki kemuliaan dan meraih kemenangan kecuali
dengan Islam. Tanpa Islam tidak pernah ada kemenangan. Kita selamanya
akan selalu berada dalam kemunduran sampai ada sekelompok orang dari
umat ini yang siap menerima panji kepemmpinan yang berpegang teguh
kepada Islam, baik sebagai aturan, prilaku, pergerakan, pengetahuan,
maupun jihad. Inilah satu-satunya jalan. Pilih Allah atau binasa!
Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala-bantuan itu melainkan
sebagai kabar gembira bagi (kemenangan) mu, dan agar tenteram hatimu
karenanya. Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa
lagi Maha Bijaksana.(QS: Al-Imran/3: 126).
Suatu ketika ada seorang penganut Kristen di kota Ramallah, Tepi
Barat, Bassam Hana Rabbah namanya. Dia datang menemui Syekh Ahmad
Yasin untuk mengadukan permasalahannya karena ada seseorang di Gaza
melakukan penipuan terhadap dirinya. Syekh Ahmad Yasin yang juga
pimpinan Dewan Islah (perdamaian) dengan bijaksana mampu mendamaikan
antara Bassam Hana Rabbah seorang Kristen dengan seseorang yang telah
melakukan penipuan.
Syekh meresponnya dengan serius, bahkan mampu bersikap adil
terhadapku. Hak-hak saya pun bsa kembali saya nikmati. Sebagai tanda
terima kasih, sebagian hartaku diberikan kepada Dewan Islah, tutur
Hana Rabbah.
Sebagai seorang Qiyadah/pemimpin, Syekh Ahmad Yasin tidak cinta dunia,
tidak gila harta, bahkan kehidupannya sangat sederhana.
Mariyam Ahmad Yasin menceritakan tentang sikap hidup ayahnya:
Rumah ayah terdiri dari 3 kamar dengan jendela yang sudah rapuh. Rumah
ini sangat sederhana sekali. Ini fakta bahwa ayahku tak cinta dunia,
namun cinta akhirat. Banyak yang menawari beliau untuk memiliki rumah
seperti pejabat tinggi negara, namun ditolaknya. Bahkan pernah suatu
ketika, Pemerintah Otoritas Palestina memberi sebuah rumah besar di
suatu kampung mewah di Gaza, . Namun Tawaran itupun di tolak, ia tidak
peduli dengan berbagai ragam bentuk kesenangan duniawi.
Rumah ini sangat sempit. Tidak ada lantai, dapurpun ala kadarnya. Jika
musim dingin, kami kedinginan. Namun jika musim panas tiba, kami pun
kepanasan. Ayah sama sekali tidak memikirkan untuk merenovasi
rumahnya. Ia justru sibuk mempersiapkan rumah di akhiratnya. Adapun
kondisi psikis, Alhamdulillah, kami cukup sabar, karena kami percaya.
Insya Allah, kami akan melihatnya lagi di surgaNYa nanti. Untuk itulah
kami juga sangat berharap bisa mati syahid seperti beliau.
Jika Syekh Ahmad Yasin ingin kaya, harta menumpuk, rumah mewah
bertingkat, mobil mengkilat lebih dari empat, makanannya serba lezat,
semuanya bisa saja beliau dapatkan, bukankah beliau mempunyai pengikut
yang taat, kedukukan yang memikat, akan tetapi semuanya itu tidak
beliau lakukan untuk memperkaya diri di tengah pengikut dan rakyatnya
yang sedang sengsara dan menderita, akibat penjajah, sekali lagi
tidak!
Syekh Ahmad Yasin memiliki iman dan perasaan yang tinggi, beliau
sangat cinta dan peduli kepada umat yang pada hakekatnya adalah umat
Nabi Muhammad saw.
Dan barang siapa yang menaati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan
bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah,
yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan
orang-orang shaleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.
(QS:An Nisaa/4: 69).
Apakah kita semua telah meneladani beliau yang hidup sebagaimana
kehidupan Rasul SAW dan para shahabatnya? Yang lebih mencintai akherat
ketimbang kehidupan dunia yang murah dan menipu? Yang lebih menyukai
debu-debu jihad daripada mobil-mobil mewah mengkilat? DI manakah kita
sekarang?
Halooooooo Dok, piyeeek kabar'e :)
kemaren maulidan kemana aja ?
syoping nang singgapur ?
Dokter_Cinta <dokkter...@yahoo.co.id> wrote in news:1d7d709d-
e532-465b-8fc...@s8g2000prg.googlegroups.com:
Plesir nang kampuang bae lahhh .... silir adem.. anyessss .... gak
banjir ....
adw melamar pekerjaan sejak tahun 1992
hingga tahun 2004
berarti sudah lebih dari 12 tahun lebih adw melamar pekerjaan
modal yang 'mematikan' dari adw adalah:
1. adw adalah MBA/S2
2. pengalaman di level managerial belasan tahun
3. adw adalah anak Jendral, bahkan kini anak pensiunan Ketua Muda
Bidang Pidana Khusus pada Mahkamah Agung RI.
4. belum lagi prestasi level dunia yang terserak di seluruh dunia
yang memang hingga kini tidak diakui bahwa itu adalah prestasi adw.
yang mana, bila orang memiliki salah satu dari modal yang 'mematikan'
tersebut yang adw miliki, maka orang tersebut tidak perlu bersusah
payah untuk mencari pekerjaan dengan gaji hingga Rp 200.000.000,-/
bulan net dengan sedemikian banyak fringe benefit.
tetapi kenyataannya???
12 (dua belas) tahun adwmelamarpekerjaan...
tidak ada yang mau menerima adw bekerja...
semuanya menolak menerima adw bekerja di tempatnya!!!
Inikah yang dinamakan dengan gereja mencitai adw sedemikian
mendalamnya???
belum lagi lebih dari 100 kali usaha pembunuhan setiap hari selama
adw masih berada di perjalanan, dll. perlakuan yang adw terima!!!
padahil dengan kemampuan ADW nyang bisa mengutuk orang jadi arang, ADW
bisa sukses jadi pengusaha arang loh, nggak perlok carik2 kerjaan lagi
hehehehehhe .....
Lho, nglamar kerjaannya ke gereja dunia?