Google Groups no longer supports new Usenet posts or subscriptions. Historical content remains viewable.
Dismiss

Killfile & Manfaat NG /Menulis

0 views
Skip to first unread message

David G.

unread,
Nov 21, 2009, 3:49:56 PM11/21/09
to
Kalau buka google groups langsung dari website google jelas nggak ada
fasilitas killfile.

Kalau di newsreader (thunderbird), crosspostings dan posting jualan/spam
memang perlu di-kill.

Lain-lainnya tidak perlu di-kill. Sebab setiap kali buka NG, toh cuma
sempat baca sebagian kecil posting saja. Kalau ada yang merasa
posting-nya di-kill itu cuma GR saja ...:)

Lebih baik memanfaatkan waktu untuk menulis sesuatu daripada membaca
semua posting. Sebab menulis jelas bermanfaat bagi diri sendiri (kalau
bermanfaat bagi orang lain, ya syukur, kalau tidak ya tidak apa-apa).

Creative Writing:
Menulis adalah proses kreatif. Seringkali menulis menghasilkan ide baru
yang belum ada ketika memulai menulis. Kalau ada orang yang terus
mengulang-ulang posting yang sama, maka itu bukan "creative writing"
tapi sebenarnya sama saja dengan copy-paste tulisan sendiri.

Kertas di meja, BLOG, usenet, NG, Facebook, dll itu semua adalah RUANGAN
tempat untuk menulis. Sekali lagi, proses creative writing minimal
bermanfaat bagi si penulis itu sendiri, dan mudah-mudahan bermanfaat
bagi orang lain.

Si penulis tidak selalu dapat meramalkan apakah tulisannya menarik atau
tidak menarik bagi pembaca (terlalu ringan, terlalu berat, terlalu
guyonan, terlalu serius), tetapi kalau proses creative writing itu
sendiri sudah membantu pertumbuhan batin si penulis, maka tujuan minimal
menulis sudah tercapai.

--
dg
diposting dari news.x-privat.org
:)

Kopral Johnny

unread,
Nov 21, 2009, 6:20:27 PM11/21/09
to
"David G." <dvd...@gmail.com> wrote in news:4b085281$1...@news.x-privat.org:

> Si penulis tidak selalu dapat meramalkan apakah tulisannya menarik atau
> tidak menarik bagi pembaca (terlalu ringan, terlalu berat, terlalu
> guyonan, terlalu serius), tetapi kalau proses creative writing itu
> sendiri sudah membantu pertumbuhan batin si penulis, maka tujuan minimal
> menulis sudah tercapai.

loh meramalkan mah bisa2 ajah (apalagi kita kan di sini
bukan baru sehari dua hari, setidaknya tahu on-screen karakter
seng maseng)

tapi apakah ramalannya bisa menjadi kenyataan , itu soal laen

paling tidak kalok dia sadar apa "selera pasar" temptunya
dia akan mengarahkan tulisan2nya sesuai selera tadi, ini
kalok kepengen tulisannya disukain loh , laen halnya menulis demi
kesenangan kendiri, sakbodoteuing apakah "pasar" menyukai, gak perdole
contohnya : kang Hangtuah Library , heheheheeh

kalo mau sedikit repot adakan survey dan riset kecil2an,
maunya "pasar" apaan sik ?

apa cumming dagelan2 konyol atau tulisan2 berat fisika nya Apid

David G.

unread,
Nov 21, 2009, 7:17:50 PM11/21/09
to
On Nov 21, 6:20 pm, Kopral Johnny <kopral_joh...@ggmail.com> wrote:
> "David G." <dvdg...@gmail.com> wrote innews:4b085281$1...@news.x-privat.org:

Pertanyaan pertama: Apakah si penulis mempunyai kemampuan untuk
menghasilkan tulisan yang cocok dengan selera pasar?
Barangkali banyak orang ingin menghasilkan tulisan yang disukai
pembacanya (dari segmen pasar yang manapun),
tapi tidak semua orang mampu. Iya, ndak?

Nah, katakanlah si penulis mempunyai kemampuan untuk menulis. Apakah
ia MAU menulis sesuai dengan selera pasar?

Bayangkan bahwa NG ini dihuni oleh ADW, QW, Darion, JokoTingkir, dan
rekan-rekan yang sealiran. Apakah si Apid akan mau menulis tulisan-
tulisan yang akan disukai mereka? (Andaikan saja bahwa si Apid mampu
menulis yang disukai mereka).

Mungkin si Apid mampu menghasilkan tulisan-tulisan semacam itu.
Tetapi apakah si Apid akan merasa enjoy ketika melakukannya?

Stephen King menulis cerita horor. Isaac Asimov menulis sci-fi.
Mampukah Stephen King menulis sci-fi dan Isaac Asimov menulis horor?
Kemungkinan mereka mampu. Tapi jelas tidak mau! Sebab tentu saja
tidak akan enjoy melakukannya.

J.K Rowling (penulis Harry Potter), mengatakan bahwa pekerjaan yang
paling baik di dunia adalah pekerjaan yang paling kita enjoy
melakukannya, dan kita dibayar untuk itu.

Memang banyak juga penulis yang tidak enjoy dengan pekerjaannya,
tetapi toh tetap melakukannya demi mengikuti selera pasar (dan demi
sesuap nasi). Itu adalah pilihan mereka.

Tentu saja si Apid bukan penulis yang hebat, apalagi terkenal. Lagi
pula, ia tidak dibayar untuk tulisan-tulisannya ....:)
Namun bagi Si Apid, perasaan enjoy ketika menulis adalah NOMOR SATU.
Apakah khalayak ramai di SCI akan menyukai tulisan-tulisannya, itu
adalah soal nomor sekian.

Proses menulis, menemukan ide baru di dalam proses, mengekspresikan
diri, dst. Itulah yang dinikmatinya. Kalau ada tanggapan positip dari
rekan-rekan di sini, itu tentu saja akan menyenangkan. Tapi jika tidak
ada, ya nggak apa-apa. Toh Si Apid mempublikasikannya di banyak
tempat. Kalau tidak disukai di satu tempat, siapa tahu akan disukai di
tempat lain .... he he he ...

dg

Kopral Johnny

unread,
Nov 21, 2009, 7:30:28 PM11/21/09
to
"David G." <dvd...@gmail.com> wrote in news:8b6cdd2b-cc1f-489e-937d-
bbc49d...@m38g2000yqd.googlegroups.com:

> Pertanyaan pertama: Apakah si penulis mempunyai kemampuan untuk
> menghasilkan tulisan yang cocok dengan selera pasar?
> Barangkali banyak orang ingin menghasilkan tulisan yang disukai
> pembacanya (dari segmen pasar yang manapun),
> tapi tidak semua orang mampu. Iya, ndak?

gak perlu jenius2 amat, semua yg otak rata2 bisa kok
kalo dia orang lama pasti bisa , jelas bisa, kita kan bukan orang2 idiot

kalo orang baru, ya tinggal amati saja postingan2 terdahulu, kira2 mana yg
disukain, mana yg gak ditanggapi, doesnt take a genius kok, anak SD kelas
5-6 juga mampu jawab lah Pid

mosok analitycal skill secetek ini aja anak SD kelas 6 gak bisa, "anak2
bisa gak bilang posting2 mana aja yg dicuekkin, yg gak ditanggapain ? lalu
bisa gak bilang sama bapak/ibu trid2 mana yg dijadikan guyonan, bal2-an?"

gini loh, kalo dia tahu si mbil sukanya guyonan (pasti dong tahu, lha
wong sudah bergaul lama di NG, dan si mbiLL juga sudah ngasih tahu)

kalo memang dia gak mampu/gak suka guyonan, ya jelaslah dia sudah bisa
meramal si A siB bakalan gak suka

conto nyata, Medang Kemulan bilang dia suka tulisan2 Apid , dan si mbiLL
gak suka yg tinggi2 gitu, .... ya jelas tokh sapa yg bakal suka , sapa yg
gak bakal suka

sekali lagi ini kalo mau posting tujuannya biar disukain pembaca

masalah simple , gak perlu dibikin complicated :))

David G.

unread,
Nov 21, 2009, 8:02:20 PM11/21/09
to
Kopral Johnny wrote:
>
> gini loh, kalo dia tahu si mbil sukanya guyonan (pasti dong tahu, lha
> wong sudah bergaul lama di NG, dan si mbiLL juga sudah ngasih tahu)
>
> kalo memang dia gak mampu/gak suka guyonan, ya jelaslah dia sudah bisa
> meramal si A siB bakalan gak suka
>
> conto nyata, Medang Kemulan bilang dia suka tulisan2 Apid , dan si mbiLL
> gak suka yg tinggi2 gitu, .... ya jelas tokh sapa yg bakal suka , sapa yg
> gak bakal suka
>
> sekali lagi ini kalo mau posting tujuannya biar disukain pembaca
>
> masalah simple , gak perlu dibikin complicated :))

Saya ngerti, kok. Apa maksud si Mbill.
Dan dari awal saya tidak membantah, malah bisa dikatakan mendukung.

Saya cuma ingin menambah satu point.

Point saya adalah:
"Enjoyment ketika menulis"

Kalau si Mbill bilang "menikmati tulisan-tulisan yang ringan-ringan"
kira-kira tulisan siapakah itu yang dimaksud? ADW? Atau Mayor Hasan?

Kalau saya boleh berkata sejujurnya, terus terang saja saya tidak dapat
menikmati tulisan-tulisan yang ada di forum ini. (Oleh karena itu cukup
fair juga kalau saya tidak menuntut orang untuk menikmati tulisan saya).

Seperti saya sudah katakan di atas, saya enjoy proses menulis, dan
menggunakan ruang-ruang yang tersedia (SCI, maillist, dll).

Cukup lama saya absent dari forum ini, justru karena tiba-tiba saya
sadar bahwa saya ketika itu ternyata tidak menikmati tulisan-tulisan
yang ada di sini, sehingga forum ini kehilangan raison d'etre-nya.

Lalu saya kembali, dan ternyata masih tetap tidak enjoy tulisan-tulisan
di sini.

Tapi saya suka menulis, dan itu adalah kegiatan yang saya sukai. Sekali
lagi, cukup fair kalau saya tidak menuntut orang untuk menikmati tulisan
saya, toh saya juga tidak menikmati sebagian besar tulisan-tulisan di sini.

Kopral Johnny

unread,
Nov 21, 2009, 9:45:58 PM11/21/09
to
"David G." <dvd...@gmail.com> wrote in
news:4b088da8$1...@news.x-privat.org:

> Tapi saya suka menulis, dan itu adalah kegiatan yang saya sukai.
> Sekali lagi, cukup fair kalau saya tidak menuntut orang untuk
> menikmati tulisan saya, toh saya juga tidak menikmati sebagian besar
> tulisan-tulisan di sini.


loh yah bagus kalo gitu,

biar bijihmanah pasti ada yg bisa menikmati (dan mengambil
manfaat) tulisan Apid di sini, kang Wedang kemulan misalnya

kalo ane bisa menikmati sebagian besar tolesan di sini
soalnya sebagian besar memang isinya yg rendahan dan murahan
sesuai isi uthek ane

kalo Apid pan nyariknya yg tinggi2, ya makanya sussah menikmati
nya di sini, sebab sussa dapetnya kalo carik di sini

herannya Apid kok malah masih betah bergaul dng kami2 ini, padahal
tolesan2 kami cuma kwalitas pedagang gudeg lesehan loh :)) ....
yg katanya gak bisa Apid nikmati :))

Mayor Hasan

unread,
Nov 29, 2009, 4:32:25 PM11/29/09
to

Oh begitu? Seperti boleh punya bini 5 asal ada surat kawin supaya
disukain pembaca, begitu?

Post apa yg benar, bukannya apa yg disukain pembaca...

0 new messages