Kepala Dinas
Pendidikan (Kadisdik) Propinsi Bali, TIA Kusumawardani dalam paparan RKPD untuk SKPD Pendidikan pemuda dan Olahraga 2015
menyampaikan tantangan utama Bali dalam menngkatkan IPM Bali adalah masih
tingginya angka buta aksara masyarakat berusia 18 - 45 tahun yakni sebanyak
8,61% atau 335.165 orang dari total perkiraan penduduk Bali tahun 2013 sebesar
4.139.690. Tahun 2012 BPS melaporkan bahwa IPM Bali, 73, 49 untuk Indonesia
Bali berada di peringkat ke 14.
Menurut Ibu Kadis, angka ini tidak bergeming sejak 6 tahun
terakhir. Tim Ahli Pembangunan Propinsi Bali, Prof. dr. Nyoman Wirawan
menanyakan apa intervensi yang sudah dilakukan untuk menurunkan jumlah orang
dengan buta aksara. Dalam diskusi intensif bersama kelompok kecil saat break
kopi, disepakati untuk mengupayakan pilot project di di desa-desa Gerbang Sadu dalam menurunkan angka buta aksara melalui program Peningkatan
Kecakapan Hidup bagi Masyarakat Miskin. Program ini akan melibatkan Karang
Taruna desa dan PKK desa untuk menjadi fasilitator. Anggaran yang ditetapkan
untuk program ini sebesar Rp. 130.000.000
Hal lain yang menjadi program prioritas adalah mengupayakan pemerataan PAUD - Pendidikan Anak Usia Dini di desa-desa di Bali. Saat ini sebaran PAUD di Bali baru 54,69, di bawah target nasional 70,42%.
Tantangan lain adalah mewujudkan tuntas wajib belajar 12 tahun. Saat ini lama anak sekolah di Bali baru tercapai 8,9 tahun.
salam,
debby