Bbrp foto2 liputan mengikuti Survey KAYAK di Solok
Selatan... Hanya bisa ngeliput di bbrp titik tertentu saja. Jeram-jeram
dahsyat, hanya mereka yang mengarungi dengan Kayak yang bisa lihat. Kita tunggu
foto-fotonya...
Bermula dari memotret bbrp Jeram/Rapids, Air Terjun dan Sungai2 di Solok
Selatan 5 tahun lalu untuk situs West-Sumatra.com bersama Guntur Primagotama.
Walaupun gak ngerti Kayak, Rafting, Canoe, dll, tetapi yang pasti gradien dan
debitnya keliatannya cukup bagus, sehingga kita promosiin terus ke berbagai
pihak... Termasuk dengan mencantumkan simbol Arung Jeram di Peta Pariwisata
Sumbar. Bagi yang pernah men-download peta tsb 3 tahun lalu, coba perhatikan
lagi. Di peta asli yang dibuat Disbudpar Prov. Sumbar, itu belum ada krn memang
belum ada aktifitas ini di Sol-Sel...:)
Bbrp tahun stlh itu, ternyata Komunitas Kayak Tirtaseta yang cukup serius
menghubungi West-Sumatra.com sampai kita ketemu. Lalu dikenalkan dg
Kadisbudparpora Kab. Solok Selatan, DR. Yul Amri. Berkebetulan sekali, Pemda
Sol-Sel katanya juga sudah ada niat untuk kesitu tapi belum menemukan partner
yang cocok untuk pengembangannya. Skrg sudah cukup jauh, anggaran penunjang
fasilitas olah raga ini sudah disetujui DPRD dan masuk ke 2010.
Tirtaseta juga gak tanggung-tanggung dengan mengundang "bule-bule
gila" yang maniac sungai dari Afrika Selatan... Para eksekutif ini, baru
pertama kali masuk ke Asia, apalagi ke Indonesia...!
Katanya sudah banyak sungai-sungai untuk Kayak di Indonesia, tetapi kenapa
mereka kok tertarik jauh-jauh datang ke Solok Selatan yang jauh dipedalaman
sana...? Mereka memasuki sungai-sungai yang hampir tidak pernah dilalui bahkan
oleh penduduk lokal sekalipun...! Kalau tidak ada jalan keluar yang bisa dicpai
mobil untuk jemput di rute yang mereka lalui, mereka tidur dipinggir sungai dan
meneruskan di hari berikutnya...! Jadi mereka yang punya peta dan pengetahuan
tentang sungai-sungai di Solok Selatan saat ini... Dan mereka akan bawa banyak
orang dari manca negara ke Solok Selatan, krn sungai-sungai di Solok Selatan
termasuk WORLD CLASS RIVERS for Kayaking...!
Selama 2 hari ketemu dan jalan dengan mereka, berkali-kali mereka menyatakan
akan kembali dan membawa lebih banyak orang untuk mengarungi sungai-sungai
Sol-Sel. Krn banyak sekali pilihannya di satu lokasi yang cukup kecil. Dan yang
paling mereka sukai adalah tinggal di Rumah Gadang sehingga bisa langsung
berinteraksi dengan penduduk lokal. Termasuk makan makanan lokal, juga
"goreng jengkol balado"...
Melihat perkembangan awal yang sangat menarik ini, Pak Yul Amri a/n Pemda Kab.
Solok Selatan sudah mulai mencanangkan untuk Nov.2010: INTERNATIONAL KAYAKING
FIESTA yang akan digabungkan dengan berbagai atraksi budaya lokal. Beliau minta
dukungan berbagai pihak untuk ini, termasuk dukungan kawan-kawan media...
Semoga inisiatif ini bisa mengangkat Pariwisata Sumbar, khususnya Nagari SERIBU
RUMAH GADANG & SERIBU SUNGAI ini. Walaupun akan ada pergantian Bupati
tengah tahun depan, semoga beliau masih tetap dipercaya meneruskan misi ini.
Insya allah...
Lokasi: Solok Selatan
** Foto2 bisa dilihat di http://www.facebook.com/album.php?aid=159775&id=666199046&l=3036e9f433
Tanpa harus login, silahkan langsung klik link tersebut diatas.
Salam
Nofend/33M-ckrs
| Salut untuk da Nofrin dan kawan-kawan. Mudah2an Pemda Solsel tidakikut2an latah membabat hutan solsel dan mengganti dengan kebun sawit atau karet. Aatau buka tambang galian C yang dampak lingkungannya bisa bertahun2... Andaikan jalan Solsel - Kambang terwujud, tentu lengkap pesona Selatan Minangkabau ya.. Amiennn Bot Sosani Piliang Just an Ordinary Man with Extra Ordinary Dream www.botsosani.wordpress.com Hp. 08123885300 --- On Sun, 11/22/09, Nofend St. Mudo <nof...@rantaunet.org> wrote: |
Powered by Telkomsel BlackBerry®
--- In Rant...@yahoogroups.com, "sjamsir_sjarif" <hambociek@...> wrote:
>
>
> Sakadar gambaran aktivitas Kayak mangayak ko caliaklah contoh di Rantau MakNgah, Santa Cruz, California. Santa Cruz nan indah pun dijuluk Sruf City juo. Namo-namo tampek saroman Mentawai indak asiang lai bagi para surfers di Santa CXruz.
>
> http://www.kayaksantacruz.com/
>
> Salam,
> --MakNgah
>
Sanak Muzirman & Bots,
Terima kasih juga. Sampai saat ini, Pemda masih cukup serius utk mendukung wisata dan olah raga arus deras ini. Spiritnya sudah ada dan terlihat. Tetapi tetap perlu masukkan dan dukungan dari luar.
Hasil survey selama 2 minggu ini akan dibuat tertulis oleh Tirteseta dan akan dilaporkan ke Pemda untuk direview bersama nantinya. Terutama untuk klasifikasi dan kelas-kelas karakter sungainya.
Disamping itu, memang Pemda harus kerja keras untuk membuat fasilitas dan sarana pendukung lainnya. Sampai saat ini Pemda SS cukup terbuka untuk itu dan mereka juga sangat terpacu dengan tanggapan-tanggapan positif yang ada di Facebook. Jadi kita keluarkan aja semua masukkan yang kira-kira bakal bagus untuk itu.
Saya secara pribadi juga sudah sampaikan ke bule-bule tsb agar mereka juga kasih saran-saran terbaik agar startup yg sudah bagus ini bisa berkelanjutan. Mereka setuju krn keliatannya mereka juga sangat berharap thd SS yg dimata mereka sangat luar biasa untuk dijadikan arena dan target pemasaran mereka. Apapun disini sudah bisa dijadikan isu untuk membawa orang berwisata kesini katanya...
Salam,
|
|
Terima kasih Da Emi atas sanjungannya. Gadang lo lubang iduang awak ko...:) Krn foto2 kito baru bersifat dokumentasi sajo, cuman terlihat manang "ngecring" nya aja he..he...
Foto2 silahkan didownload, baik untuk disimpan ataupun disebarkan sebanyaknya untuk membantu promosi wisata kita...
Wass,
Nofrins
|
Sanak Zul,
Tarimo kasih. Kalau bisa tantu na elok itu kito contoh. Justru sangat bisa kita adakan juo. Setelah survey dan eksibisi ini, akan muncul peta karakter sungai-sungai. Untuk yg berwisata kayak sekedar hiburan ringan tanpa perlu ilmu dan otot yg terlatih, bisa ditentukan tempatnya. Krn mayoritas sungai di SS ternyata kelas berat semua. Kalau ditampek lain arung jeram, ya sungainyo ciek itu sajo. Di SS, banyak sekali sungai-sungainya dan ganas semua. Itu juga diakui oleh Ketua Tirtaseta yg punya sertifikat dari New Zealand dan Canada: "Saya stress juga. Mulai dari turun sampai finish, sungainya menantang habis. Gak ada peluang arusnya yang tenang. Krn gradien sungainya miring terus berkilometer...". Dan itu yg membuat bule-bule itu akhirnya datang jauh-jauh sampai kepedalaman Sumbar tsb. Walaupun itu kunjungan mereka pertama ke Asia Tenggara. Padahal sudah banyak lokasi-lokasi arus deras yang punya nama sebelumnya, tapi mereka tak tertarik untuk
datang... Dan mereka sudah PASTI akan publikasikan ke seluruh dunia. Krn itu tujuan dan lahan bisnis mereka...
Harago "codang" Fluid itu, ketiko ambo tanyokan, sktr US$ 1000 ciek. Buatan lokal atau Cino tantu jauah labiah murah kalau hanya untuk wisata ringan-ringan sajo.
Tentan rumah gadang dan home stay yang selalu disampaikan Pak Saaf, itu juga jadi ketertarikan mereka jg thd SS. Sebelumnya ambo tawarkan di Hotel di Muara Labuh yg cukup bagus dan bersih. Tapi mereka langsung menolak habis... Mereka memilih tinggal di rumah gadang yang membuat mereka SANGAT EXCITING...! Sehingga saya dg sedikit "memaksa" agar rumah gadang keluarga Alm. Bapak saya, digunakan untuk tinggal mereka di Muara Labuh. Untung Tante saya bisa memahami dan mereka "pindah" ke rumah semen disebelah. Krn ini akan jadi contoh buat yang lain nantinya. Kata boss pembuat kayak, Celliers: "Kalau kami tinggal di Hotel, kami kurang bisa berinteraksi langsung dg masyarakat lokal dan ngobrol-ngobrol seperti ini. Kami tidak bisa belajar banyak tentang budaya lokal. Apalagi rumah ini sangat unik untuk kami. Kami sangat senang sekali disini...". Yang lain, Hugh, Direktur Kayak Training, Safety & Rescue bilang: "Kalau mau makan Mac Donald, kami
tidak datang kesini. Kita makan apa yang dimakan orang lokal...". Kira-kira seperti itu karakter pecinta olah raga ini...
Di Muara Labuh saya sudah ingatkan ke semua orang yang ketemu agar rumah gadang yang memungkinkan dipersiapkan dan dibersihkan dari sekarang. Terutama Kamar Mandi dan Toiletnya... Agar dipikirkan juga cindera mata apa yg bisa dihasilkan, dan hal2 yg biasa kita diskusikan di milis2 ini. Pak Yul Amri juga sudah menyadari itu dan segera akan melalukan edukasi masyarakat setelah ini. Tetapi beliau tetap minta dukungan masukkan dari perantau...
Iko ambo bcc juo ka Pak Yul Amri supayo beliau bisa baco dan maraso ado dukungan kuta dari kito para perantau. Beliau berjuang keras didalam untuk meyakinkan banyak pihak dan meng gol kan ke DPRD. Krn iko kan bidang yang tidak umum dan jarang Pemda punya contohnya... Thanks.
Salam,
|
|
Tarimo kasih Mak Ngah infonya. Kita taruihkan info iko.
Wass,
|
|