Bersatulah Kaum Demonstran!

9 views
Skip to first unread message

Indra J Piliang

unread,
Nov 21, 2009, 4:27:10 AM11/21/09
to RantauNet
Bersatulah Kaum Demonstran!
Oleh
Indra J Piliang

Seruling waktu telah ditiup.
Malaekat sejarah bangun.
Tan Malaka tidak lagi berteriak di dalam kuburnya.

Massa actie! Massa actie! Massa actie!

Kamu kemanakan Rendra?
Masihkah kamu simpan rambut gimbal mbak Surip?
"Kebyar! Kebyar!" Gombloh apakah sudah kau petik pada dawai gitar?

Ada kelewang patah di sana, Karawang-Bekasi. Asap rokok Chairil Anwar mengepul melindapkannya.
Buku-buku Ahmad Wahib yg dimakan rayap.
Abu jenazah Soe Hok Gie di puncak Mandala Wangi.

Kemana, kemana, kemana kamu simpan sajak2 perjuangan itu?
Kemana, kemana, kemana kau tumpuk ikat2 kepala itu?

Bongkar gudangmu!
Keluarkan spanduk2 dan poster2 itu!
Hiasi kota ini dengan grafiti!
Kepalkan tangan kirimu, serentak menghentak zaman!

Bersatulah kalian para demonstran!
Bersatulah!
Hadang panser2 manipulasi itu yang bergerak melindas masa depanmu!
Hentikan upacara kebohongan yang dibiayai oleh pajak2mu yg dikorup!

Berpestalah, dengan daun-daun teh dari Boston.
Linting lagi sebatang lisong dari daun2 jagung.
Prapatan 10, Menteng 31, bawa ia dalam darah mudamu.
Rengas Denglok, culik Ia bersama nyalimu!

Nyalakan lampu teplok di Pulau Buru.
Bangunkan buaya2 di sungai2 Tanah Merah Boven Digul!
Buat jeruji baja di Nusa Kambangan!

Perkuat barisanmu!
Perkuat ideologimu!
Cari pemimpinmu!

Bersatulah, kaum demonstran.
Gelandang Persatuan Koruptor Negara itu ke penjara2!

Bersatulah, kaum demonstran.
Hidupkan operasi pagar betis!
Hidupkan serangan fajar dengan simbol janur kuning!
Jangan lupakan merah-putih.
Terbangkan garuda2 itu di dalam dadamu!

Kita atau mereka yg masuk pintu besi itu.
Kita atau mereka yg menulis sejarah negeri ini.
Mereka berhasil memiuh mimpi kita menjadi kusta2 yg diludahi bangsa2 lain.
Mereka semai benih2 kematian dengan menjadi benalu2 di dlm ruang2 kekuasaan.

Kalau bukan kalian yg adalah kita, siapa lagi?
Negara ini telah dipertukarkan mereka dengan uang segobang.
40 Juta anak bangsa hanya punya 2 dollar utk menu harian.
Jerangkong2 hidup ada di ufuk fajar! Anak2mu, cucu2mu, dan masa depanmu!

Bersatulah, kaum demonstran!
Siapapun kamu, berapapun umurmu, apapun keyakinanmu!

Mereka, di sana, telah lama bersatu! Mereka, disana, telah lama bersarang. Predator2 kemanusiaan yg berwajah senyum, bertopeng santun!

Bersatulah! Bergeraklah! Dan yakinilah, nasi2 bungkus kaum ibu dengan menu ikan2 asin akan berderet2 masuk ke tenda2 yg kalian bikin!

Jakarta, 21 November 2009
"Tiada Kata Jera dalam Perjuangan..."

Zulkarnain Kahar

unread,
Nov 21, 2009, 2:33:05 PM11/21/09
to rant...@googlegroups.com
and then what..?
 
setelah kami bersatu
setelah menyinsing lengan baju
setelah otak kami beku
setelah badan kami kaku
 
setelah lahir yatim baru
setelah lahir janda baru
setelah orde berganti baru
setelah tangis berubah haru
 
setelah sejarah berlalu
setelah sukarno ber neo neo baru
setelah suharto ber orde baru
setelah habibie tak laku
setelah amin tak berani maju
 
Setelah gusdur tak bersepatu
Setelah mega ber itu itu
setelah akbar bergolkar baru
setelah kala tak berkuku
 
what do you expect us to do
 
berbaris menghadang peluru
berkorban untuk pemimpin baru
bermimpi ada perubahan baru
 
katakan siapa pemimpin baru itu
 
tolong sampaikan  pesan ku
kita sudah berbaju baru
pelajari  dan rangkul rajkyatmu
ajari mereka dengan ilmu
bukan dengan janji janji palsu
Siapkan dirimu untuk menang diajang pemilu
 
Kalau berdoa masih laku inilah doaku..
 
Hidup negeri ku
Ya Allah naikanlah harkat dan martabat bangsaku
Jauhkanlah para pemimpin dan calon pemimpin kami dari hal hal yang salah
Amin
 
Zulkarnain Kahar
Si Indonesia dari Minangkabau

Eri Bagindo Rajo

unread,
Nov 21, 2009, 6:42:37 PM11/21/09
to rant...@googlegroups.com
Assalamu'alaikum WW Sanak Zul dan sidang Palanta Lapau RN yang Mulia

Tarimo kasih Sanak Zul, iko tulisan terbaik nan pernah ambo baca salamo dua tahun aktif mambaco RN tiok hari.
Iko hadiah pagi hari nan ambo tarimo barupo  Sajak gubahan sanak Zulkarnain Kahar.

Sabana Mantap, pertanyaan dan tantangan dari pelaku kehidupan ekonomi pada sanak IJP politikus mudo nan mantan peneliti CSIS, lulusan S2 dari FISIP UI.
Ka baa lah jawab dari IJP ambo tunggu pulo.

Tahun 78 s/d awal 80an alah ambo cubo jadi demonstran di JKT, hasilnyo cuma kuliah jadi lamo salasainyo, nilai dibawah standard dan dikaja kaja intel.


Wassalamu'alaikum WW
Erinos Muslim Tanjung
mantan kutu balai  pasa ateh bkt.

Dari: Zulkarnain Kahar <kahar_zu...@yahoo.com>
Kepada: rant...@googlegroups.com
Terkirim: Ming, 22 November, 2009 02:33:05
Judul: [R@ntau-Net] Re: Bersatulah Kaum Demonstran!


Bersenang-senang di Yahoo! Messenger dengan semua teman
Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang!

Indra J Piliang

unread,
Nov 21, 2009, 7:09:10 PM11/21/09
to Eri Bagindo Rajo, RantauNet
Wah, sy tdk berminat mendiskusikan ini. Ini negara bebas merdeka. Dan tdk perlu juga menulis bhw saya mantan CSIS, S2 UI, dllnya itu. Taufik Ismail pas nulis puisi juga nggak ditulis: dokter hewan, dllnya.

Nggak perlulah. Dan sy nggak minat berbalas2an puisi.

Tadi mlm sy mau kirim puisi juga, tp males jadinya. Kira2 yg sy tulis: ah, tdk ada revolusi di Jkt mlm ini, bla bla bla. Pas sy cari tiket 2012 habis bersama istri, jlnan macet, cafe2 penuh.

Masak nanti pas sy tulis soal itu, tdk ada revolusi mslnya, lalu ada mhs bales, sy harus jwb lagi? Puisi ya puisi. Personal sekali sifatnya.

"Tiada Kata Jera dalam Perjuangan..."


From: Eri Bagindo Rajo <sian...@yahoo.com>
Date: Sat, 21 Nov 2009 15:42:37 -0800 (PST)
Subject: Bls: [R@ntau-Net] Re: Bersatulah Kaum Demonstran!

Indra J Piliang

unread,
Nov 21, 2009, 7:18:31 PM11/21/09
to RantauNet
Biasanya ada demo tandingan, spt skrg di jalan2. Tapi baru kali ini sy tahu ada puisi tandingan.

Maaf, sy tdk berminat. Aneh saja.

Ijp

"Tiada Kata Jera dalam Perjuangan..."


From: Zulkarnain Kahar <kahar_zu...@yahoo.com>
Date: Sat, 21 Nov 2009 11:33:05 -0800 (PST)
Subject: [R@ntau-Net] Re: Bersatulah Kaum Demonstran!

Eri Bagindo Rajo

unread,
Nov 21, 2009, 7:21:09 PM11/21/09
to pi_l...@yahoo.com, Rant...@googlegroups.com
Assalamua'alaikum WW IJP dan Sidang Palanta Lapau RN yang Mulia

Tulisan kalau sudah dimuat di mimbar bebas tidak personal lagi sifatnya. kata katanya , kalimat kalimatnya bisa multi tafsir tergantung dari referensi yang membacanya. Dan bisa mengajak orang jadi reaktif, mengobarkan rasa semangat .

Saya termasuk yang "menjaga" agar anak  anak muda MINANG jangan jadi korban , menjadi demonstran lagi seperti saya dulu, betul betul ngaak ada gunanya.

Informasi tentang IJP saya tulis untuk menegaskan informasi bagi yang membaca, toh itu juga informasi publik.

Wassalamu'alaikum WW
Erinos Muslim Tanjung ((52)
Asli urang Lambah Ngarai Sianok

"Basuluah mato ari bagalanggang mato rang banyak, pai tampak punggung pulang tampak muko"




Dari: Indra J Piliang <pi_l...@yahoo.com>
Kepada: Eri Bagindo Rajo <sian...@yahoo.com>; RantauNet <Rant...@googlegroups.com>
Terkirim: Ming, 22 November, 2009 07:09:10
Judul: Re: Bls: [R@ntau-Net] Re: Bersatulah Kaum Demonstran!


Coba Yahoo! Mail baru yang LEBIH CEPAT. Rasakan bedanya sekarang!

Indra J Piliang

unread,
Nov 21, 2009, 7:34:57 PM11/21/09
to Eri Bagindo Rajo, RantauNet
Rendra pernah menulis puisi: "Bersatulah Pelacur2 Jakarta". Sy terinspirasi oleh itu nulis puisi ini.

Biarlah yg ahli puisi yg menelaah. Selama ini sy hidup, baru skrg tahu puisi2 itu harus saling berjawab.

Sitor Situmorang dulu nulis: Bulan di Atas Kuburan. Bertahun2 kemudian org baru paham intinya, setelah Sitor tua dan bercerita. Knp? Krn judul puisi itu "Malam Lebaran".

Dlm byk teori linguistik yg sy baca, pengarang mati setelah menulis. Sy kebetulan penganut prinsip itu, spt ditulis Roland Barthes dll.

Puisi adalah puisi. Hari ini dan besok, puisi yg sy tulis mungkin lain lagi. Bbrp sudah sy pikirkan kata2nya, mengingat demo dulu beda dgn demo skrg. Knp harus di bundaran HI yg memacetkan jalan? Knp harus pakai toa besar2?

Biar kalau udah selesai sy kirim ke sini.

IJP

"Tiada Kata Jera dalam Perjuangan..."


From: Eri Bagindo Rajo <sian...@yahoo.com>
Date: Sat, 21 Nov 2009 16:21:09 -0800 (PST)
Subject: Bls: Bls: [R@ntau-Net] Re: Bersatulah Kaum Demonstran!

Muzirman --

unread,
Nov 21, 2009, 8:35:53 PM11/21/09
to rant...@googlegroups.com
Wah  namanya saja global lapau, semua yg masuk lapau boleh komentar, boleh saja baca, apa lagi tidak setuju, sdh jelas di lapau ini sdh 
tersirat " sepakat utk tidak sepakat" ,..yg ingin sato manyolo juo buliah, asbun hati2 nanti di colek sanak awak, one liner tidak di anjurkan.
Tp kalau demontrans ambo masih berminat, krn kurang percaya nya terhadap wakil rakyat,(system bernegara kita belum berimbang dgn hak2 rakyat).. demontrasi juga sbg wadah utk membuka mata rakyat banyak, memberi/membina kesadaran sanak2 nan lain, demontrasi bawa batu jauh sekali, Krn sedikit punya spirit demontrasi itu berhenti /mogok jadi PNS, dan ...tak pernah menyesal dan apalagi korban demontrasi, krn sdh dewasa semua tindakan saya akan jadi tanggung jawab saya sbg demontrans....Wass.Muzirman Tanjung,  

2009/11/21 Eri Bagindo Rajo <sian...@yahoo.com>

Zulkarnain Kahar

unread,
Nov 21, 2009, 9:02:25 PM11/21/09
to rant...@googlegroups.com

Saya tak pernah berdemo. karena menurut saya demo adalah milik orang orang pintar yang kehabisan akal; titik

 

Kayaknya lebih baik jadi orang bodoh yang tak pernah kehilangan akal

 

Setelah membaca puisi indah anda saya ingin bertanya...karena ini millis dan anda menulis puisi indah anda disini apa boleh terpaksa saya mencoret coret (bukan puisi) sambil bertanya

 

Kalaulah anda bukan orang partai politik tak perlu saya bertanya. Saya akan mengangguk saja sambil minum kopi serta menikmati sebatang rokok Perlu anda sadari pada saat kaki anda menginjak karpet merah partai politik anda bukan lagi millik semua orang seperti waktu anda masih peneliti. suara anda adalah suara partai atau suara golongan anda. Orang yang tak suka pada partai anda akan sulit untuk beriya iya dengan anda.

Saya tidak berbalas puisi.. dengan anda saya tak punya ilmu puisi.. Saya hanya menghimbau bawalah partai anda turun kejalan serta para simpatisan partai anda.  dan silahkan  bersatu ....

 
Zulkarnain Kahar
for good and grazy guy sky is the limit



From: Indra J Piliang <pi_l...@yahoo.com>
To: RantauNet <Rant...@googlegroups.com>
Sent: Sat, November 21, 2009 6:18:31 PM
cg21.c1.mail.mud.yahoo.com compressed/chunked Sat Nov 21 08:14:34 PST 2009 -->

jupar...@yahoo.com

unread,
Nov 21, 2009, 9:14:46 PM11/21/09
to rant...@googlegroups.com
Saya sangat setuju sekali bagi saya puisi itu bukan diperdebatkan atau saling sahut menyahut

Kalau pantun melayu bolah lah saling berbalas

Tapi kalau puisi lebih kepada bahasa hati dan jiwa yang berbicara dari penulisnya atau kata2 atau setiap baris kalimat puisi itu "melebihi dari makna yang tertulis"

Kita terkadang terlalu sulit mencerna sebuah puisi yang ditulis seseorang, tapi ketika coba membaca berulang-ulang dan menghayati dengan dalam baru kita bisa menemukan maknanya walau belum tentu sama apa makna yang akan disampaikan oleh penulis puisi

Puisi yang diciptakan dengan kedalam hati dan perasaan. Dengan pemilihan kata2 yang halus dan indah kata orang yang ahli sastra

Itu hanya setingkat di bawah wahyu illahi saja, seperti penyair terkenal dari lebanon Kahlil Gibran, kata2 dalam puisinya mengilhami para pengkotbah dalam menyampaikan wahyu2 dalam kitab suci

saya penikmat puisi siapapun penulisnya tentunya dengan kadar dan pemahaman yang berbeda anatara suatu puisi dengan puisi dengan berbeda penulisnya tapi yang jelas pasti saya harus bisa dan mencoba memahaminya bukan untuk di debat atau berbalas puisi seperti pantun

Saya jadi ingat di jaman PKI sastrawan terbelah dua yaitu golongan manifeso kebudayaan dengan sastrawan berafiliasi ke PKI seperi Lekra

Dan merek memang tidak berdebat dengan hasil2 puisi mereka saling balas membalas tapi lebih kepada saling ejek ideologi. Mereka saya pikir sadar puisi yang diciptakan Lekra itu bahasa puitis dan halus2 juga begitu juga puisi ciptaan sastrawan manifes kebudayaan bagus2 juga dari isinya

Paling2 sastrawan Lekra berbedebat dalam masalah ideologi bukan terjebak berdebat pada hasil karya mereka masing2

Seperti Lekra mengejek Manifesto Kebudayaan yang mereka singkat dan plesetan Mani Kebo (kerbau) bukan berdebat pada isi puisi sastrawannya

Nikmatilah puisi jangan di perdebatkan atau dibalas dengan sebuah puisi pertentangan atau tandingan yang dihasilkan atau idenya timbul membuat puisi tsb karena membaca puisi seseorang

Menikmati puisi dengan kata2 dan kalimat yang "lebih" itu hampir sama sajamenurut saya menikmati sebuah lukisan abstrak potret diri seorang affandi dengan cangklongnya, jika anda melihat lukisan tersebut tidak ada gunanya anda perdebatkan kenapa lukisan itu begini begitu bla bla bla

Pandangan pertama anda akan nanar melihat lukisan itu, tapi pandangan selanjutnya terus menerus anda bawakan kepada jiwa dan hati anda lalu anda olah dengan pikiran anda maka mudah2an anda akan mendapatkan makna dan keindahan lukisan abstrak Affandi tersebut dan ujungnya2 anda tidak akan mendebat dan membuat tandingan

Begitu sedikit pendapat saya dalam menikmati sebuah puisi

Pertanyaan saya sama bung IJP bukan berdebat lo bung

Tapi

Kalaulah boleh tahu anda melihat, menikmati,merasakan dan mebuat puisi itu bagaimana, apa arti sebuah puisi bagi anda,

Wass-Jepe

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!


From: "Indra J Piliang" <pi_l...@yahoo.com>
Date: Sun, 22 Nov 2009 00:09:10 +0000
To: Eri Bagindo Rajo<sian...@yahoo.com>; RantauNet<Rant...@googlegroups.com>
Subject: Re: Bls: [R@ntau-Net] Re: Bersatulah Kaum Demonstran!

Zulkarnain Kahar

unread,
Nov 21, 2009, 9:19:10 PM11/21/09
to rant...@googlegroups.com
Waalaikumsalam pak Eri,
 
Sekedar tambahan dari ambo, kalau pusi atau prosa atau tulisan apalah namanya dan tak mau dikomentari  lebih baik dipanjang kamar sendiri jangan dilepas ke dalam milis.karena di milis ada ribuan orang yang datang berbagai latar belakang dan komentar bisa indah bisa pahit. Mungkin lebih baik dibaca sendiri di kamar mandi.
 
Ado dua paja sadang kuliah di JKT nan jauh dari pegawasan. jangan sampai untuk kepetingan politik suatu golongan jadi korban lo pareman tu.  membakar tak perlu tenaga ahli  memadamkan kta perlu tenaga terdidik//
 
Zulkarnain Kahar
for good and grazy guy sky is the limit


From: Eri Bagindo Rajo <sian...@yahoo.com>
To: pi_l...@yahoo.com; Rant...@googlegroups.com
Sent: Sat, November 21, 2009 6:21:09 PM
Subject: Bls: Bls: [R@ntau-Net] Re: Bersatulah Kaum Demonstran!

Indra J Piliang

unread,
Nov 21, 2009, 10:05:38 PM11/21/09
to RantauNet
Makin ngaco aja. Apa hubungannya puisi dgn partai politik. Dan apa hubungannya dgn turun ke jalan. Apa ada sy tulis turun ke jalan di puisi yg sy tulis?

Makanya, hati2lah membaca. Jangan pakai pikiran sendiri ketika membaca. ketika sy tulis "hadang panser2 manipulasi", jgn2 yg anda bayangkan panser2 tentara merah di lapangan Tiananmen.

Sejak awal sy tdk mau perdebatkan ini.

IJP

"Tiada Kata Jera dalam Perjuangan..."


From: Zulkarnain Kahar <kahar_zu...@yahoo.com>
Date: Sat, 21 Nov 2009 18:02:25 -0800 (PST)

Indra J Piliang

unread,
Nov 21, 2009, 10:14:13 PM11/21/09
to RantauNet
Siapa bilang dilarang komentar? Yg sy katakan adalah sy tdk ingin balas-membalas yg tdk jelas. Lain yg saya tulis, lain yg dikomentari.

Siapa yg suruh bakar2an? Makin tdk jelas.

Mana ada demo bakar2an di JKT skrg. Demo bayaran saja org2 tahu koq, sampai ke individu2nya.

Milis ini tdk melarang kan ada puisi, artikel, dllnya? Dan nggal melarang juga nggak nanggapin pertanyaan yg tendensius utk puisi?

Hebat skali gara2 sy tulis puisi di sini dan milis2 lain, lalu terjadi apa2. Lalu ntar sy ditangkap sama polisi, dan dihukum sekian tahun: hei, anda nulis puisi, kami tangkap anda.

IJP

"Tiada Kata Jera dalam Perjuangan..."


From: Zulkarnain Kahar <kahar_zu...@yahoo.com>
Date: Sat, 21 Nov 2009 18:19:10 -0800 (PST)
Subject: Re: Bls: Bls: [R@ntau-Net] Re: Bersatulah Kaum Demonstran!

Zulkarnain Kahar

unread,
Nov 21, 2009, 10:34:46 PM11/21/09
to rant...@googlegroups.com
We are not speaking in the same language.. I guess that's the over riding message. Different folks can get different messages from the same source.
have a nice day
 
Zulkarnain Kahar
for good and grazy guy sky is the limit

From: Indra J Piliang <pi_l...@yahoo.com>
To: RantauNet <Rant...@googlegroups.com>
Sent: Sat, November 21, 2009 9:14:13 PM

Indra J Piliang

unread,
Nov 21, 2009, 10:36:45 PM11/21/09
to jupar...@yahoo.com, RantauNet
Jepe, puisi bagi sy adalah: menyimpan segala macam hal yg sy pikirkan dan lihat, krn tdk sempat menulisnya panjang2. Jadi, semacam bank pikiran, bank data.

Selembar puisi bisa menjadi sebuah buku.

Sebait puisi bisa menjadi sebuah artikel.

Krn belajar linguistik, semiotika, dllnya, puisi mengandung unsur2 simbolik. Penanda dan petanda. Masak garuda bisa terbang di dlm dada? Kan itu yg sy tulis. Juga soal merah-putih (krn byk org demo pakai warna partai, etnis, agama, dll).

Kalau diminta menjelaskan puisi sy, sy bisa jelaskan. Tapi kalau bersahut2an, sindir2an, apalagi menuduh sy mengajak demo di jalanan, keliru sekali. Sy ajak demo di tenda2 pakai nasi bungkus dan ikan asin, koq.

Dan satu hal yg jelas: puisi sy bukanlah sy. Ini yg terpenting. Mengatakan puisi IJP adalah IJP sama saja dgn mengatakan sy tdk waras. Apa waras kalau sy bilang garuda bisa terbang di dalam dada?

Ini penjelasan singkatnya. Adie Massardi menulis puisi dgn judul "Negeri Para Bedebah" kalau nggak salah. Sy tdk setuju negeri ini dihuni para bedebah, tetapi puisi itu disebarkan dimana2. Toh sy tdk protes puisi itu dan tdk juga menuduh Adie itu termasuk para bedebah juga, krn dia tinggal di negeri para bedebah yg dia tulis itu.

Begitulah.

IJP

"Tiada Kata Jera dalam Perjuangan..."


Date: Sun, 22 Nov 2009 02:14:46 +0000

Indra J Piliang

unread,
Nov 22, 2009, 1:01:19 AM11/22/09
to RantauNet
Krn, katanya, "pergi tampak punggung, pulang tampak muka", sy mau memberi sedikit penjelasan.

1. Demonstrasi adalah hak warga negara dan dilindungi oleh UU. Setiap aksi demonstrasi wajib melapor kpd polisi dan polisi wajib memberikan pengamanan. Aksi demonstrasi dilaporkan jumlahnya, tempatnya, jamnya, dll.

2. Korupsi adalah benalu bangsa ini. VOC tumbang krn korupsi. Begitu juga dengan beragam rezim, sejak Soekarno, Soeharto sampai Gus Dur. Inti gerakan mhs 1998 adalah hapuskan korupsi, kolusi dan nepotisme. Korupsi juga sudah dimasukkan sebagai kejahatan luar biasa selain kejahatan perang. Korupsi melanggar hak asasi manusia. Banyak kasus2 busung lapar terjadi krn korupsi. Dgn Indeks Persepsi Korupsi yg rendah, Indonesia masuk negara darurat korupsi. Maka, aksi demo menantang para koruptor bukan hanya sah dan tdk dilarang UU, melainkan juga panggilan nurani utk masa dpn Indonesia yg lbh baik. Siapapun yg merasa memikirkan Indonesia yg lbh baik, tetapi tdk mengutuk para koruptor, patut dipertanyakan motifnya.

3. Sejarah mencatat bhw aksi2 demonstrasi bukanlah penyebab dari beragam hal2 buruk, seperti kematian dll, melainkan akibat dari hal2 buruk itu. Demonstrasi selalu menjadi pilihan terakhir, bukan pilihan pertama. Thn 1908, terjadi aksi demo di Sumbar utk menentang pajak belasting. Demo juga dilakukan utk menentang ordonansi sekolah liar, dimana pesantren2 dilarang berdiri oleh negara kolonial. Sejarah Minang moderen dihiasi oleh aksi2 demonstrasi, juga dihiasi oleh penyair2 yg kemudian juga membentuk Indonesia moderen dan Indonesia merdeka. Chairil Anwar dan genknya, Taufik Ismail dan genknya, adalah contoh dari para penyair spt itu.

4. Bhw afiliasi politik para penyair itu sah2 saja. Chairil Anwar dekat dgn kelompok anak2 muda revolusioner yg menjadi binaan Tan Malaka, selain tentu juga dekat dgn kelompok Sutan Syahrir. Taufik Ismail jelas dekat dengan Partai Masyumi dan belakangan dekat dgn Partai Gerindra. Puisi atau syair, demonstrasi dan pandangan politik adalah senyawa yg bisa saling dipisah2kan, tetapi juga tdk bisa dicampuradukkan, tergantung dari pisau analisis yg dipakai.

5. Menurut sy, terlalu naif meminta para demonstran itu memilih pemimpinnya sendiri -- krn skrg terlihat mrk tdk punya pemimpin, hanya bergerak kesana dan kesini -- sbg sikap mengganti pemimpin sekelas SBY (yg tersirat dlm tulisan di bwh). Terlalu dihubung2kan.

Pikiran2 di bawah terlalu paranoid. SBY sendiri juga punya kumpulan puisi dlm bentuk CD dan buku. Satu puisinya dibacakan dlm acara dialog kebudayaan dgn para ahli waktu pilpres lalu. JK juga menulis puisi dan dibacakan juga, tentang Ambon. Ulasan media tdk menyebut keduanya dgn sikap sinis, malah menghargai usaha mrk memaknai kebudayaan scr luas.

Pendidikan sy di Fakultas Sastra UI dan FISIP UI lbh dari cukup utk melihat puisi scr lbh berjarak. Ada byk semester yg sudah sy lewati. Bhw sy skrg jadi politikus -- lbh dari setahun --, itu tdk mutlak memberi hak org lain bhw setiap hal yg menjadi concern sy adalah politik. Siapapun yg menolak demonstrasi semestinya paham bhw dunia demo itu juga yg melahirkan byk pemimpin dan negarawan hebat di negeri ini. Almarhum Syahrir adalah demonstran. Soedjatmoko juga demonstran. Rizal Ramli, Fahmi Idris, Budiman Sudjatmiko, Fadli Zon, dan ribuan pemimpin lainnya di dunianya dulu adalah demonstran. Taufik Ismail adalah demonstran. Rendra adalah demonstran.

Kaum demonstran yg bermodal puisi jelas lbh bermartabat dari yg bermodal pentungan dan batu2.

IJP

"Tiada Kata Jera dalam Perjuangan..."


From: Zulkarnain Kahar <kahar_zu...@yahoo.com>
Date: Sat, 21 Nov 2009 11:33:05 -0800 (PST)
Subject: [R@ntau-Net] Re: Bersatulah Kaum Demonstran!

andikoGmail

unread,
Nov 22, 2009, 3:09:36 AM11/22/09
to rant...@googlegroups.com
Pak IJP jo sanak palanta sato menanggapi. Dilua persetujuan ambo jo
penjelasan Pak IJP, ambo ingin tambahkan

1. Demonstrasi biasonyo dipiliah katiko jalur formal untuak menyampaikan
pendapat indak bisa dipakai karena alasan-alasan tertentu.
2. Memang indak semua urang setuju dgn caro iko dengan berbagai alasan
pulo. Pengalaman ambo bahkan pernah dituduah PKI katiko basamo urang
kampuang rami-rami hearing mengenai kasus-kasus tanah yang indak juo di
salasaikan, sambia mambao spanduk dulu ka DPRD di Padang dengan sedikit
orasi. Kalau indak jo caro itu, sulik bisa batamu jo wakil-wakil mereka
di Dewan mintak difasilitasi penyelesaian kasus-kasus ko. Pengalaman
lain, beberapa tahun lalu wakatu singgah di KL, wakatu kasus Anwar
Ibrahim lagi hangeknyo, di bandara di KL ambo mancaliak baliho gadang
yang menggambarkan sebuah demo, terus ado gambar urang kapalonyo
badarah, dibawahnyo tatulih kiro-kiro aratinyo, jangan berdemonstrasi
karena akan menimbulkan keributan. Ambo tagalak sengeang se
mancaliaknyo. Raso baliak ka penghujung tahun 1990an di Indonesia katiko
pamarentah ribuik soal OTB (Organisasi Tampa Bentuk).

Salam

Andiko Sutan Mancayo
> ------------------------------------------------------------------------
> *From: * Zulkarnain Kahar <kahar_zu...@yahoo.com>
> *Date: *Sat, 21 Nov 2009 11:33:05 -0800 (PST)
> *To: *<rant...@googlegroups.com>
> *Subject: *[R@ntau-Net] Re: Bersatulah Kaum Demonstran!
> *From:* Indra J Piliang <pi_l...@yahoo.com>
> *To:* RantauNet <Rant...@googlegroups.com>
> *Sent:* Sat, November 21, 2009 3:27:10 AM
> *Subject:* [R@ntau-Net] Bersatulah Kaum Demonstran!

hanifah daman

unread,
Nov 22, 2009, 3:39:13 AM11/22/09
to pi_l...@yahoo.com, Rant...@googlegroups.com
Assalammualaikum WR WB bung IJP. Izinkan uni berkomentar. Uni ada di Jakarta di kampus Salemba ketika Jakarta membara. Uni ikut saksikan orasi si jaket kuning di halaman FKDOK. wkt itu ada yg di perban . Uni jg saksikan hely terbang rendah menghalau demonstran. Suatu hari JKT lumpuh, kebakaran di mana2. Tak ada kendaraan lewat, terkurunglah mhs yg terlanjur ke kampus. Mrk terpaksa menginap di kossan teman2. Wkt itu kami pulang bareng melalu RSCM. uni sengaja membelot sendiri, menyaksikam hero dekat megaria di jarah. Biskota dan cikini terbakar. Massa sangat bringas. Keesokkan harinya di surat2 kabar di beritakan sekian orang warga keturunan di perkosa dan di bakar... Maaf bung IJP, membaca puisi bung IJP telah mdmbuka kembali kemangan tsb... Harap maklum kalau muncul puisi jiwa pak ZUL. Hanya itu, maaf kalau tdk berkenan. Toh sudah di tutup pak ZUL. Wass. Hanifah

Indra J Piliang wrote:
> Siapa bilang dilarang komentar? Yg sy katakan adalah sy tdk ingin balas-membalas yg tdk jelas. Lain yg saya tulis, lain yg dikomentari. Siapa yg suruh bakar2an? Makin tdk jelas. Mana ada demo bakar2an di JKT skrg. Demo bayaran saja org2 tahu koq, sampai ke individu2nya. Milis ini tdk melarang kan ada puisi, artikel, dllnya? Dan nggal melarang juga nggak nanggapin pertanyaan yg tendensius utk puisi? Hebat skali gara2 sy tulis puisi di sini dan milis2 lain, lalu terjadi apa2. Lalu ntar sy ditangkap sama polisi, dan dihukum sekian tahun: hei, anda nulis puisi, kami tangkap anda. IJP "Tiada Kata Jera dalam Perjuangan..." From: Zulkarnain Kahar <kahar_zu...@yahoo.com>
> Date: Sat, 21 Nov 2009 18:19:10 -0800 (PST) To: <rant...@googlegroups.com> Subject: Re: Bls: Bls: [R@ntau-Net] Re: Bersatulah Kaum Demonstran!
> Waalaikumsalam pak Eri,
>  
> Sekedar tambahan dari ambo, kalau pusi atau prosa atau tulisan apalah namanya dan tak mau dikomentari  lebih baik dipanjang kamar sendiri jangan dilepas ke dalam milis.karena di milis ada ribuan orang yang datang berbagai latar belakang dan komentar bisa indah bisa pahit. Mungkin lebih baik dibaca sendiri di kamar mandi.
>  
> Ado dua paja sadang kuliah di JKT nan jauh dari pegawasan. jangan sampai untuk kepetingan politik suatu golongan jadi korban lo pareman tu.  membakar tak perlu tenaga ahli  memadamkan kta perlu tenaga terdidik//  
> Zulkarnain Kahar
> for good and grazy guy sky is the limit

great...@yahoo.com

unread,
Nov 21, 2009, 10:50:56 PM11/21/09
to rant...@googlegroups.com
Ya wis toh Mas. Dunia anda berdua berlainan. Masing2 susag berempat. Stop sajolah.
HH

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT


From: Zulkarnain Kahar <kahar_zu...@yahoo.com>
Date: Sat, 21 Nov 2009 19:34:46 -0800 (PST)
Subject: Case Close --Re: Bls: Bls: [R@ntau-Net] Re: Bersatulah Kaum Demonstran!

Eri Bagindo Rajo

unread,
Nov 22, 2009, 6:37:04 AM11/22/09
to Rant...@googlegroups.com, indra jaya piliang, jupardi andi, Zulkarnain Kahar
Assalamu'alaikum WW  Sidang Palanta Lapau RN yang Mulia

Indra ;

Terus terang saya bingung me reply tulisan anda dibawah ini, apalagi kalau dikaitkan dengan puisi anda, lalu dilihat bantahan bahwa anda tidak mengajak demo, lalu  kemudian tulisan anda  yang mengakui  bahwa puisi itu mengajak demo, lalu tulisan anda berikutnya yang  ada kaitannya dengan nama2 , peristiwa2 dan unek unek anda.

Saya lihat dan saya NILAI reply anda sudah terlalu melebar dan keluar jauh dari pokok DISKUSI kita.

Intinya tulisan  saya sudah anda setujui, bahwa anda menulis puisi mengajak demo, TERIMAKASIH. 
Jawaban anda atas puisi Zulkarnain Kahar masih kita tunggu.  Hal lain lain saya no comment.

Saudara Jepe,
Saya hanya menghimbau anda lewat Japri AGAR jangan meng"quote" dari non Muslim.

Komentar anda berikutnya saya nilai juga terlalu melebar sehingga berkesan anda "MEMBELA" diri, dan sudah sangat  keluar dari pokok permasalahan/diskusi.

Saya menulis dalam RN bukan untuk "menang menang an" atau gagah gagah an. Tapi untuk menyumbangkan pemikiran untuk
 kemaslahatan UMMAT.
Kalau ada tulisan/pendapat di RN yang melenceng saya akan memberikan komentar yang SANTUN dan TO THE POINT,
sesuai informasi dan referensi yang saya miliki.
Kalau ada yang salah dalam tulisan saya dan anda bisa membuktikannya, saya akan perbaiki tulisan saya.

Saya hanya ingin meng"quote" pak Sumitro sekali lagi " berpikir konsisten dalam pola/kerangka pikir yang sistematis"

Wassalamu'alaikum WW
Erinos Muslim Tanjung SE(52)
asli urang lambah ngarai sianok

<<Katakan yang benar itu benar, yang salah itu salah, walaupun anda akan dikucilkan>>

Dari: Indra J Piliang <pi_l...@yahoo.com>
Kepada: RantauNet <Rant...@googlegroups.com>
Terkirim: Ming, 22 November, 2009 13:01:19
Judul: [R@ntau-Net] Re: Bersatulah Kaum Demonstran!

Krn, katanya, "pergi tampak punggung, pulang tampak muka", sy mau memberi sedikit penjelasan.

1. Demonstrasi adalah hak warga negara dan dilindungi oleh UU. Setiap aksi demonstrasi wajib melapor kpd polisi dan polisi wajib memberikan pengamanan. Aksi demonstrasi dilaporkan jumlahnya, tempatnya, jamnya, dll.

2. Korupsi adalah benalu bangsa ini. VOC tumbang krn korupsi. Begitu juga dengan beragam rezim, sejak Soekarno, Soeharto sampai Gus Dur. Inti gerakan mhs 1998 adalah hapuskan korupsi, kolusi dan nepotisme. Korupsi juga sudah dimasukkan sebagai kejahatan luar biasa selain kejahatan perang. Korupsi melanggar hak asasi manusia. Banyak kasus2 busung lapar terjadi krn korupsi. Dgn Indeks Persepsi Korupsi yg rendah, Indonesia masuk negara darurat korupsi. Maka, aksi demo menantang para koruptor bukan hanya sah dan tdk dilarang UU, melainkan juga panggilan nurani utk masa dpn Indonesia yg lbh baik. Siapapun yg merasa memikirkan Indonesia yg lbh baik, tetapi tdk mengutuk para koruptor, patut dipertanyakan motifnya.

3. Sejarah mencatat bhw aksi2 demonstrasi bukanlah penyebab dari beragam hal2 buruk, seperti kematian dll, melainkan akibat dari hal2 buruk itu. Demonstrasi selalu menjadi pilihan terakhir, bukan pilihan pertama. Thn 1908, terjadi aksi demo di Sumbar utk menentang pajak belasting. Demo juga dilakukan utk menentang ordonansi sekolah liar, dimana pesantren2 dilarang berdiri oleh negara kolonial. Sejarah Minang moderen dihiasi oleh aksi2 demonstrasi, juga dihiasi oleh penyair2 yg kemudian juga membentuk Indonesia moderen dan Indonesia merdeka. Chairil Anwar dan genknya, Taufik Ismail dan genknya, adalah contoh dari para penyair spt itu.

4. Bhw afiliasi politik para penyair itu sah2 saja. Chairil Anwar dekat dgn kelompok anak2 muda revolusioner yg menjadi binaan Tan Malaka, selain tentu juga dekat dgn kelompok Sutan Syahrir. Taufik Ismail jelas dekat dengan Partai Masyumi dan belakangan dekat dgn Partai Gerindra. Puisi atau syair, demonstrasi dan pandangan politik adalah senyawa yg bisa saling dipisah2kan, tetapi juga tdk bisa dicampuradukkan, tergantung dari pisau analisis yg dipakai.

5. Menurut sy, terlalu naif meminta para demonstran itu memilih pemimpinnya sendiri -- krn skrg terlihat mrk tdk punya pemimpin, hanya bergerak kesana dan kesini -- sbg sikap mengganti pemimpin sekelas SBY (yg tersirat dlm tulisan di bwh). Terlalu dihubung2kan.

Pikiran2 di bawah terlalu paranoid. SBY sendiri juga punya kumpulan puisi dlm bentuk CD dan buku. Satu puisinya dibacakan dlm acara dialog kebudayaan dgn para ahli waktu pilpres lalu. JK juga menulis puisi dan dibacakan juga, tentang Ambon. Ulasan media tdk menyebut keduanya dgn sikap sinis, malah menghargai usaha mrk memaknai kebudayaan scr luas.

Pendidikan sy di Fakultas Sastra UI dan FISIP UI lbh dari cukup utk melihat puisi scr lbh berjarak. Ada byk semester yg sudah sy lewati. Bhw sy skrg jadi politikus -- lbh dari setahun --, itu tdk mutlak memberi hak org lain bhw setiap hal yg menjadi concern sy adalah politik. Siapapun yg menolak demonstrasi semestinya paham bhw dunia demo itu juga yg melahirkan byk pemimpin dan negarawan hebat di negeri ini. Almarhum Syahrir adalah demonstran. Soedjatmoko juga demonstran. Rizal Ramli, Fahmi Idris, Budiman Sudjatmiko, Fadli Zon, dan ribuan pemimpin lainnya di dunianya dulu adalah demonstran. Taufik Ismail adalah demonstran. Rendra adalah demonstran.

Kaum demonstran yg bermodal puisi jelas lbh bermartabat dari yg bermodal pentungan dan batu2.

IJP

"Tiada Kata Jera dalam Perjuangan..."


From: Zulkarnain Kahar <kahar_zu...@yahoo.com>
Date: Sat, 21 Nov 2009 11:33:05 -0800 (PST)
Subject: [R@ntau-Net] Re: Bersatulah Kaum Demonstran!

and then what..?
 
setelah kami bersatu



Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!

Indra J Piliang

unread,
Nov 22, 2009, 6:48:34 AM11/22/09
to RantauNet
Saya kira pak Eri ini yg memanaskan situasi. Masak Uda Kahar dianggap mengajukan tantangan ke saya? Nggak ada tantangan apa2, koq. Case close. Dan saya setuju.

Sy juga bisa baca dgn baik apa saja yg ditulis di sini. Ada yg setuju, ada yg tdk setuju, ada yg setuju sekali, ada yg sangat setuju sekali.

Yg melebarkan masalah siapa? Yg mengajukan topik diskusi siapa? Tidak ada masalah apa2 di sini, koq. Sejelas itu sy jelaskan point per point, masak belum jelas juga?

Ijp

IJP

"Tiada Kata Jera dalam Perjuangan..."


From: Eri Bagindo Rajo <sian...@yahoo.com>
Date: Sun, 22 Nov 2009 03:37:04 -0800 (PST)
To: <Rant...@googlegroups.com>; indra jaya piliang<pi_l...@yahoo.com>; jupardi andi<jupar...@yahoo.com>; Zulkarnain Kahar<kahar_zu...@yahoo.com>
Subject: Bls: [R@ntau-Net] Re: Bersatulah Kaum Demonstran!

Indra J Piliang

unread,
Nov 22, 2009, 6:52:33 AM11/22/09
to RantauNet
Wass. Uni Iffah, itu bukan demo, tapi kerusuhan, mob, chaos, dllnya. Tersangkanya sudah byk yg disidang. Pak Wiranto malah byk dituduh sbg penggeraknya. Begitu juga Prabowo, Sjaffrie Sjamsuddin, Prabowo Subianto, SBY, dan penanggungjwb keamanan kala itu.

Nggak ada penyair atau demonstran yg dikaitkan dgn kerusuhan2 itu, sampai sekarang.

IJP

"Tiada Kata Jera dalam Perjuangan..."

Eri Bagindo Rajo

unread,
Nov 22, 2009, 6:59:38 AM11/22/09
to rant...@googlegroups.com
Indra
Kompor kali yang memanaskan,

Jangan mengalihkan tuduhan pada diri orang lain.

Saya hanya ingin mengajarkan  ANDA cara konsistensi dalam menulis dan berdiskusi serta dalam mengungkapkan kebenaran,
dengan kepala dingin dan hati yang tenang. Adat pemimpin ba alam laweh ba padang data, indak mati aka.

Wassalamu'alaikum WW
Erinos Muslim Tanjung (52)
asli urang lambah ngarai sianok.
Basuluah mato ari ba galanggang mato rang banyak, bukak kulik nampak isi,
duduak indak basiliah lapiak, tagak indak bakisa batu. luruih niaik putiah hati
indak basanda , indak maraok, indak malaua

Dari: Indra J Piliang <pi_l...@yahoo.com>
Kepada: RantauNet <Rant...@googlegroups.com>
Terkirim: Ming, 22 November, 2009 18:48:34
Judul: Re: Bls: [R@ntau-Net] Re: Bersatulah Kaum Demonstran!


Berselancar lebih cepat.
Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser.Dapatkan IE8 di sini! (Gratis)

Indra J Piliang

unread,
Nov 22, 2009, 7:09:41 AM11/22/09
to Eri Bagindo Rajo, RantauNet
Kalimat ini jelas, kog, terang sekali bahasanya:
"Sabana Mantap, pertanyaan dan tantangan dari pelaku kehidupan ekonomi pada sanak IJP politikus mudo nan mantan peneliti CSIS, lulusan S2 dari FISIP UI.Ka baa lah jawab dari IJP ambo tunggu pulo."

Sy yakin, uda Kahar ketika menulis puisinya, sambil senyum atau menyeduh kopi. Sy sejak awal keberatan dgn seabrek sebutan CSIS, UI, politikus mudo, dllnya itu. Tdk ada kaitannya dgn puisi yg sy tulis. SBY saja menulis puisi dan lagu, beberapa ditampilkan dlm acara2 kenegaraan dgn dana negara. Sy nggak pakai dana negara utk nulis ini.

IJP

"Tiada Kata Jera dalam Perjuangan..."


From: Eri Bagindo Rajo <sian...@yahoo.com>
Date: Sun, 22 Nov 2009 03:59:38 -0800 (PST)
Subject: Bls: Bls: [R@ntau-Net] Re: Bersatulah Kaum Demonstran!

Firdaus HB

unread,
Nov 22, 2009, 7:12:03 AM11/22/09
to Eri Bagindo Rajo, rant...@googlegroups.com
Ass. Bagus semua diskusi di palanta ini utk menambah wawasan memahami perbedaan pendapat.

Utk mendinginkan suasana mari sejenak sama2 kita simak MENJADI BINTANG BAGI NEGERIKU by Mario Teguh....saat ini di METRO TV.

Wassalam
Firdaus HB
Firdaus

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

From: Eri Bagindo Rajo <sian...@yahoo.com>
Date: Sun, 22 Nov 2009 03:59:38 -0800 (PST)
Subject: Bls: Bls: [R@ntau-Net] Re: Bersatulah Kaum Demonstran!

hanifah daman

unread,
Nov 22, 2009, 8:14:18 AM11/22/09
to pi_l...@yahoo.com, Rant...@googlegroups.com
Maaf bung IJP, tadi uni menangkap kasusnya adalah bung IJP marah puisi bung IJP di balas dg puisi oleh pak Zul. Kebetulan uni suka puisi tsb. Tp uni jd bingung sendiri kok jadi pada ... ??? Oh ya memang puisi tdk boleh di balas puisi ? Uni perlu tau krn uni kadang dapat ide justru dari tulisan2 orang. Berarti uni salah dong ?? Oh ya apapun mananya yg terjadi saat itu menurut uni itu adalah di picu oleh demo. Kenyataannya juga demo sering menelan korban. Apa ada demo tanpa korban? Kalau ada, ya udah uni dukung yg tanpa korban itu. Wass. Hanifah

asfari...@yahoo.com

unread,
Nov 21, 2009, 8:16:50 PM11/21/09
to rant...@googlegroups.com
Demo masak tampa korban...he..he...itulah serunyo rantau net.
Katua wak adokan baliak lah di kubang saharjo lai


Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

hanifah daman

unread,
Nov 22, 2009, 8:19:29 AM11/22/09
to pi_l...@yahoo.com, Rant...@googlegroups.com
Maaf bung IJP, tadi uni menangkap kasusnya adalah bung IJP marah puisi bung IJP di balas dg puisi oleh pak Zul. Kebetulan uni suka puisi tsb. Tp uni jd bingung sendiri kok jadi pada ... ??? Oh ya memang puisi tdk boleh di balas puisi ? Uni perlu tau krn uni kadang dapat ide justru dari tulisan2 orang. Berarti uni salah dong ?? Oh ya apapun mananya yg terjadi saat itu menurut uni itu adalah di picu oleh demo. Kenyataannya juga demo sering menelan korban. Apa ada demo tanpa korban? Kalau ada, ya udah uni dukung yg tanpa korban itu. Wass. Hanifah

Nochfrie Emir

unread,
Nov 22, 2009, 9:32:12 AM11/22/09
to rant...@googlegroups.com
he he he....
bicara tentang demonstran...
Ambo teringat dengan spanduk besar di gerbang jalan masuk kampus UI 3
tahun silam... tertulis besar besar "DEMONSTRAN = BANCI TAMPIL"...
entah masih ada atau tidak spanduk itu sekarang, yang jelas terkadang
tulisan itu ada benarnya juga ketika para demonstran itu terbentuk
dari gerombolan orang yang tidak dapat tempat, tidak mampu berfikir
tentang cara yang lebih bijak atau tidak sabar untuk bisa menampilkan
wajahnya didepan umum berharap terlihat hebat....

Saat saya menyaksikan demonstan dibeberapa jalan protokol Jakarta
Selatan hingga gedung DPR yang Pagarnyapun ditumbangkan sekitar
setahun silam, "SAYA PIKIR YANG SAYA LIHAT BUKANLAH PAHLAWAN, TAPI
KEBODOHAN..."

Best Regards;
NFA - 29thn
___________________________________________________________________________________________

2009/11/21 Eri Bagindo Rajo <sian...@yahoo.com>:
> Assalamu'alaikum WW Sanak Zul dan sidang Palanta Lapau RN yang Mulia
>
> Tarimo kasih Sanak Zul, iko tulisan terbaik nan pernah ambo baca salamo dua
> tahun aktif mambaco RN tiok hari.
> Iko hadiah pagi hari nan ambo tarimo barupo  Sajak gubahan sanak Zulkarnain
> Kahar.
>
> Sabana Mantap, pertanyaan dan tantangan dari pelaku kehidupan ekonomi pada
> sanak IJP politikus mudo nan mantan peneliti CSIS, lulusan S2 dari FISIP UI.
> Ka baa lah jawab dari IJP ambo tunggu pulo.
>
> Tahun 78 s/d awal 80an alah ambo cubo jadi demonstran di JKT, hasilnyo cuma
> kuliah jadi lamo salasainyo, nilai dibawah standard dan dikaja kaja intel.
>
>
> Wassalamu'alaikum WW
> Erinos Muslim Tanjung
> mantan kutu balai  pasa ateh bkt.
> ________________________________
> Dari: Zulkarnain Kahar <kahar_zu...@yahoo.com>
> Kepada: rant...@googlegroups.com
> Terkirim: Ming, 22 November, 2009 02:33:05
> Judul: [R@ntau-Net] Re: Bersatulah Kaum Demonstran!
>
> and then what..?
>
> setelah kami bersatu
> From: Indra J Piliang <pi_l...@yahoo.com>
> To: RantauNet <Rant...@googlegroups.com>
> Sent: Sat, November 21, 2009 3:27:10 AM
> Subject: [R@ntau-Net] Bersatulah Kaum Demonstran!
>
> Bersatulah Kaum Demonstran!
> Oleh
> Indra J Piliang
>
> Seruling waktu telah ditiup.
> Malaekat sejarah bangun.
> Tan Malaka tidak lagi berteriak di dalam kuburnya.
>
> Massa actie! Massa actie! Massa actie!
>
>
>
>

Zulkarnain Kahar

unread,
Nov 22, 2009, 10:08:24 AM11/22/09
to rant...@googlegroups.com
Assalamulaikum,
Setelah bangun dari tidur, dengan fikiran yang jernih, saya mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi  dilapau.. Mungkin karena emosi yang tak stabill karena keletihan .. Sekali lagi tanpa megurangi rasa hormat saya pada adi dunsanak lapau.. Pak Eri, IJP dan semuanya ..  saya mohn maaf...
 
Hari ini saya belajar lagi ...  terima kasih besar  sebelumnya
Wassalam
Zulkarnain Kahar
for good and grazy guy sky is the limit

From: Indra J Piliang <pi_l...@yahoo.com>
To: Eri Bagindo Rajo <sian...@yahoo.com>; RantauNet <Rant...@googlegroups.com>
Sent: Sun, November 22, 2009 6:09:41 AM
Subject: Re: Bls: Bls: [R@ntau-Net] Re: Bersatulah Kaum Demonstran!

Indra J Piliang

unread,
Nov 22, 2009, 11:00:59 AM11/22/09
to RantauNet
Tulisan yg terlalu mendramatisir dan jumawa. Sy membaca byk sekali buku soal aksi2 demonstrasi. Ketika rezim menjadi despot, demonstran justru terdiri dari org2 yg berani bersuara. Skripsi yg sy tulis juga soal pergerakan mhs yg isinya sebagian besar soal aksi2 demonstrasi.

Buku harian Soe Hok Gie malah melegenda. Bill Clinton juga pernah jadi demonstran anti perang Vietnam. Aksi demonstrasi mhs Eropa thn 1969 juga melegenda dan melahikan byk pemimpin besar di Jerman, Perancis, Italia, dllnya. Schroeder, misalnya.

Bisa dicek di internet, kalau malas membaca. Sampai hari ini, org2 Jepang msh demo soal pangkalan militer AS di Okinawa.

Tapi byk org yg menyebut org lain pengecut dan banci, padahal sedang menunjukkan dirinya sendiri.

IJP
"Tiada Kata Jera dalam Perjuangan..."

-----Original Message-----
From: Nochfrie Emir <nochfr...@gmail.com>
Date: Sun, 22 Nov 2009 07:32:12
To: <rant...@googlegroups.com>

Indra J Piliang

unread,
Nov 22, 2009, 11:07:52 AM11/22/09
to RantauNet
Pagar DPR yg dirobohkan itu seharga Rp 35 Milyar. Siapa yg bodoh dgn uang sebanyak itu, ketika byk anak2 menderita busung lapar? Tmsk di Sumbar waktu itu, terutama di daerah pantai yg nelayan2nya tdk bisa melaut dan membeli solar.

Harga kandang Gorilla yg dibangun oleh Datuk Sutiyoso sebesar Rp 3,5 Milyar. Setiap tahun ada dana Rp 37 Milyar utk Ragunan, tetapi juga dikorupsi, sehingga binatang2 di sana menjadi kurus kering dan berpenyakitan.
IJP
"Tiada Kata Jera dalam Perjuangan..."

-----Original Message-----
From: Nochfrie Emir <nochfr...@gmail.com>
Date: Sun, 22 Nov 2009 07:32:12
To: <rant...@googlegroups.com>

Bakhtiar Muin

unread,
Nov 22, 2009, 11:52:38 AM11/22/09
to rant...@googlegroups.com, bms...@gmail.com
Ass.wr.wb.

Sanak Saudara di rantau-net:

Banyak cara dalam proses perubahan menuju keadaan negara menjadi lebih baik.

1. Cara demonstrasi, mengexpressikan pendapat, kemudian mengajak orang yg
lewat untuk berdialog.
2. Mengadakan diskusi, dialog, proses pendidikan, menyadarkan masyarakat
kepada kehidupan yg lebih baik.
3. Mempengaruhi pemerintah dan legislator melalui lobby politik.
4. Bertarung memperebutkan kekuasaan demi cita2 yg luhur.

Cara manapun yg kita tempuh, asal mengikuti kaedah2 yg benar dan aturan2 yg
jelas, tentunya akan memberi sumbangan yg besar untuk kehidupan yg lebih
baik. Masing2 orang dengan cara2nya sendiri dalam mengusung perubahan.

Masalahnya timbul, kalau setiap orang merasa caranya lebih superior dari
cara orang lain yg menempuh jalan yg berbeda.Bagi yg meyakini demonstrasi
cara yg terbalik, silahkan, asal jangan menganggu ketentraman orang lain,
memacetkan lalu lintas, apalagi memaksa-maksa orang lain ikut. Kalau tidak
ikut dianggap pengecut, tidak berjiwa pejuang. Sebaliknya yg meyakini, bahwa
perbaikan bisa dilakukan melalui proses dialog, proses pendidikan, jangan
memandang rendah demonstran se-olah2 berjuang tidak memakai kecerdasan
berpikir.

Yang ingin melakukan proses lobby dengan yg sedang berkuasa, dan lobby ke
legislator, asal punya tujuan mulia tentu akan didengarkan dan
dipertimbangkan usul2annya.

Mereka yg ingin bertarung memperebutkan kekuasaan demi cita2 yg luhur, perlu
kita hormati, dan amati, apa betul kata dan perbuatan sama, sehingga perlu
kita dukung.

Kalau kita tujuan ikhlas, mencari keredhoan Illahi, Insha Allah Yang Maha
Kuasa akan mengabulkan usaha kita.

Marilah kita coba dengan cara kita masing2 untuk membangun Ranah Minang
untuk kehidupan yg lebih baik dan lebih adil, kesejahteraan bagi kita semua.

Semoga bermanfaat,

Wass.wr.wb.
Bakhtiar Muin

muzi...@yahoo.com

unread,
Nov 22, 2009, 1:59:30 PM11/22/09
to rant...@googlegroups.com
Waalikum salam, pak Bactiar,.. sdh lama pula ambo mancaliak, bgmn cara2 perobahan tsb yg efektiv, yg Bp kemukakan adalah benar, tp bgmn dgn
keefektifan (cost effectiveneness) cara2 tsb,..cara2/teory  tsb telah di uji, dan hanya saluang sajo nan mayampaikan nyo.
Krn pihak yg akan di robah itu juga mengadakan perobahan dgn memperkuat diri nya dgn rambu2 yg di bikinnya sendiri. Apalagi lawannya;
ada pepatah " crush your enemy totally" (dalam buku "Rule of Power").Apa wakil rakyat akan memikirkan rakyat nya, sebagian memang ada,
tp kecendrungan banyak yg diam /cuek saja atau cendrung utk memikirkan dirinya dan kelompok nya saja.Pepatah awak  "Iyo lai, yo bana indak", angguak anggak geleng maU'.. Ya silahkan sampaikan petisi, nanti akan
kami bicarakan di dewan," ya sabar saja  menunggu.
 
Nah untung muncul istilah "kriminalisasai" para demontrans harus hati2 utk di kriminalisasi kan.
 
Wass. Muzirman Tanjung.


From: Bakhtiar Muin <bms...@gmail.com>
To: rant...@googlegroups.com
Cc: bms...@gmail.com
Sent: Sun, November 22, 2009 11:52:38 AM
Subject: [R@ntau-Net] Re: Bersatulah Kaum Demonstran! & Perubahan

yumetra fidel amir

unread,
Nov 22, 2009, 8:35:28 PM11/22/09
to rant...@googlegroups.com
Alhamdulillaaaah...
Sanak IJP, Pak Zul, pak Eri, pak Fir.

Nikmat menikmati suasana " Demonstran" di milis awakko.
Berakhir jo suasana elok dan teduh...

Y.Fidel Amir.
(Pernah demo th 79 dan 80 ukatu kuliah S.1, di Banduang)


--- Pada Ming, 22/11/09, Zulkarnain Kahar <kahar_zu...@yahoo.com> menulis:

> Dari: Zulkarnain Kahar <kahar_zu...@yahoo.com>
> Judul: [R@ntau-Net] Mohon maaf
> Kepada: rant...@googlegroups.com
> Tanggal: Minggu, 22 November, 2009, 10:08 PM
>
> Assalamulaikum,
> Setelah bangun dari tidur, dengan fikiran yang
> jernih, saya mohon maaf atas ketidaknyamanan yang
> terjadi  dilapau.. Mungkin karena emosi yang tak
> stabill karena keletihan .. Sekali lagi tanpa megurangi rasa
> hormat saya pada adi dunsanak lapau.. Pak Eri, IJP dan
> semuanya ..  saya mohn maaf...
>  
> Hari ini saya belajar lagi ...  terima kasih
> besar  sebelumnya
> Wassalam
> Zulkarnain Kahar
> for good and grazy
> guy sky is the limit
>
>
>
>
>
>

> From: Indra J
> Piliang <pi_l...@yahoo.com>
> To: Eri
> Bagindo Rajo <sian...@yahoo.com>; RantauNet
> <Rant...@googlegroups.com>
> Sent: Sun,
> November 22, 2009 6:09:41 AM
> Subject: Re:
> Bls: Bls: [R@ntau-Net] Re: Bersatulah Kaum Demonstran!
>
> Kalimat ini jelas, kog, terang sekali bahasanya:
> "Sabana Mantap, pertanyaan dan tantangan dari pelaku
> kehidupan ekonomi pada sanak IJP politikus mudo nan mantan
> peneliti CSIS, lulusan S2 dari FISIP UI.Ka baa lah jawab
> dari IJP ambo tunggu pulo."
>
> Sy yakin, uda Kahar ketika menulis puisinya, sambil senyum
> atau menyeduh kopi. Sy sejak awal keberatan dgn seabrek
> sebutan CSIS, UI, politikus mudo, dllnya itu. Tdk ada
> kaitannya dgn puisi yg sy tulis. SBY saja menulis puisi dan
> lagu, beberapa
> ditampilkan dlm acara2 kenegaraan dgn dana negara. Sy
> nggak pakai dana negara utk nulis ini.
>
> IJP
> "Tiada Kata Jera dalam Perjuangan..."
>


Lebih aman saat online. Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. Dapatkan IE8 di sini!
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer/

Firdaus HB

unread,
Nov 22, 2009, 9:01:45 PM11/22/09
to rant...@googlegroups.com
Siap Mak Datuak Yumetra Fidel "Castro".
Mari kito dinginkan kapalo sambia manunggu keputusan RI 1 nanti siang/sore manyalasikan carut marut yg bisa menjadi anti klimaks sehingga masyarakat tenang atau meledak sehingga tak terkendali lagi semuanya.

Apakah carut marut masih mau di-LANJUTKAN atau diselelesaikan secara LEBIH CEPAT dan LEBIH BAIK. Wallahu'alam.

Wassalam
Firdaus. HB
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: yumetra fidel amir <yumetr...@yahoo.co.id>
Date: Mon, 23 Nov 2009 09:35:28
To: <rant...@googlegroups.com>

Z Chaniago

unread,
Nov 22, 2009, 9:18:03 PM11/22/09
to rant...@googlegroups.com
Assalamu'alaikum Ww
 
Mungkin lho.... ini cuma mungkin....tanpa referensi yang jelas....
..."demonstran" ini terjadi sekali lagi mungkin karena terlalu jauh dari Minangkabau sebagai tema utama dari RN......
 
Jadi ingek mendiang Mak Ban yang selalu nyinyia dengan masalah iko...
 
Wassalam

Z Chaniago - Palai Rinuak

Pada 23 November 2009 08:35, yumetra fidel amir <yumetr...@yahoo.co.id> menulis:

Alhamdulillaaaah...
Sanak IJP, Pak Zul, pak Eri, pak Fir.

Nikmat menikmati suasana " Demonstran" di milis awakko.
Berakhir jo suasana elok dan teduh...

Y.Fidel Amir.
(Pernah demo th 79 dan 80 ukatu kuliah S.1, di Banduang)

-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---




--
Z Chaniago - Palai Rinuak

Alam Minangkabau semakin memukau oleh kemilau Danau Maninjau - Menjadikan Adat menjadi rasional .

Minangkabau !!! We must build again !!!!!!!


Eri Bagindo Rajo

unread,
Nov 22, 2009, 11:17:37 PM11/22/09
to rant...@googlegroups.com
Assalamulaikum WW Sidang Palanta Lapau RN yang Mulia.


Iyo tu, lah abih main, alah baserak serak langkah, kito sudahi galanggang DISKUSI ko.
Kilek Camin alah kamuko, kilek baliung alah kakaki, siang lah bak ari, tarang lah bak Bulan .

Palajaran nan baik kito tiru , nan buruak kito tinggakan.

Kito jago anak kamanakan kito, jan tabuang se umua nyo di kampus.
Niaik mang kuliah kan anak kamanakan supayo nak jadi urang, mari kito fokus disiko.

Kito jago nagari kito, jan sampai tajua ka DAGANG lalu.
kito jago MARWAH Minangkabau, dengan konsisten pado konsep nenek moyang kito nan LUHUR , yaitu ;
  CADIAK INDAK MANJUA, Gadang indak malendo.

Wassalamu'alaikum WW
Erinos Muslim Tanjung (52)
Bakeh Demonstran


Dari: Zulkarnain Kahar <kahar_zu...@yahoo.com>
Kepada: rant...@googlegroups.com
Terkirim: Ming, 22 November, 2009 22:08:24
Judul: [R@ntau-Net] Mohon maaf


Lebih Bersih, Lebih Baik, Lebih Cepat - Rasakan Yahoo! Mail baru yang Lebih Cepat hari ini!

Eri Bagindo Rajo

unread,
Nov 22, 2009, 11:44:15 PM11/22/09
to rant...@googlegroups.com, hanifah damhuri
Assalamu'alaikum WW bu Hanifah

Ambo kagum pado kesederhanaan logika berpikir Bu Hanifah nan persis sarupo ambo bapikia.

Tapi tanyato memang rambut samo hitam, tapi tujuan dan pandapek urang balain lain.

Ambo konsisten sajo, iyo jan lai anak kamanakan  awak jadi demonstran.

Kok ado bana nan sukses dulu itu , antaro lain adolah kARANO diagiah pilihan dek pak Harto (alm);
ka kuliah  diagiah beasiswa, ka ba politik  jadi kader Partai, ka jadi Saudagar diagiah kesempatan & fasilitas,
ka tatap jadi demonstran indak namuah patuah, tunggu akibat.

Dari 1000 orang demonstran hanyo indak sampai 10 orang nan sukses dek jadi demonstran itu.

Sakian Bu, kok ado Mahasiswa  ibu nan ka jadi demonstran, kok bisa di tagah, rancak di tagah, Bu.

Wassalamu'alaikum WW
Erinos Muslim Tanjung (52)
Serius Mamikiakan Generasi Penerus Urang Minangkabau


Dari: hanifah daman <iff...@yahoo.com>
Kepada: "pi_l...@yahoo.com" <pi_l...@yahoo.com>
Cc: "Rant...@googlegroups.com" <Rant...@googlegroups.com>
Terkirim: Ming, 22 November, 2009 20:19:29
Judul: Re: Bls: Bls: [R@ntau-Net] Re: Bersatulah Kaum Demonstran!

jupar...@yahoo.com

unread,
Nov 23, 2009, 12:27:31 AM11/23/09
to rant...@googlegroups.com
Samo2 Pak Eri, Uda Zul, IJP dan sanak palanta, ambo ikuik pulo maramikan galanggang nan cukuik angek dipalanta satantang Puisi IJP


Maaf lahir dan bathin

Wass-Jepe

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

From: Eri Bagindo Rajo <sian...@yahoo.com>
Date: Sun, 22 Nov 2009 20:17:37 -0800 (PST)
Subject: Bls: [R@ntau-Net] Mohon maaf

mulya...@yahoo.com

unread,
Nov 23, 2009, 12:44:15 AM11/23/09
to rant...@googlegroups.com
Alhamdulillah.... Palanta alah mulai kondusip baliak dek pernyataan maaf nan terkait, ambo sangajo indak masuak ka Palanta dek karano sadang babelok, mudiak ka kampuang halaman dari Palembang via Bengkulu (maaf untuak Iffah, dek Makdatuak indak bisa singgah dan basuo). Semoga Palanta RN labiah indah lagi untuak tampek kito bersilaturahmi.
Dalam kesempatan iko ambopun maminta maaf ka sidang palanta nan dek karano kesalahan teknis di email ambo beberapo hari nan lalu sahinggo pernah takirim duo kali postingan nan mambuek flame. Sakali lai itu bukan ambo sangajo. Wassalam,
HMDTMB (52+)
Sadang kalua dari kota Bengkulu menuju Sulit Air
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: "Firdaus HB" <dau...@yahoo.com>
Date: Mon, 23 Nov 2009 02:01:45
To: <rant...@googlegroups.com>

hanifah daman

unread,
Nov 23, 2009, 7:44:55 AM11/23/09
to rant...@googlegroups.com
Waalaikum Salam WR WB pak Eri

Mungkin karena hanifah menyaksikan langsung
Para mahasiswa Jakarta berdemo di Salemba dan tempat lain...
Terngiang ngiang kembali nyanyian mahasiswa
" Aku punya adik kecil
Ku beri nama ABRI
Dia senang bermain-main
Sambil berlari lari
ABRI dor dor dor
Kemari dor dor dor
Jangan tembak kami ... "

Trus kata-kata yang ditulis besar-nesar
Maupun yang diteriakan di jalanan diantaranya
GANTUNG SUHARTO
ADILI Suharto
...
Sangat menakutkan bagi kami perempuan

Lalu kemudioan Jakarta jadi membara
Massa sangat bringas
Menjarah apa saja ditoko siapa saja
IHanifah melihat kantong-kantong assoii
Yang jumlahnya cukup banyak
Yang berisi serpihan tubuh manusia yg terbakar
Di kamar mayat RSCM

Sementara ketegangan juga terjadi diIstana
Gulungan kawat sudah dibentang
Muncullah Amin Rais yang menenangkan massa
Sehingga tak jadi perang saudara
Suharto pun akhirnya lengser

Ya sih demonstran berthasil menurunkan rezim Suharto
Tapi apa kita sudah menjadi lebih baik ???
Haruskan dengan demo lagi diselesaikan ?
Solusi pak Zul rasanya jitu
Lebih baik rakyat dibuat cerdas ...
Dari pada bringas-bringas

Rezim SBY jilid dua langsung di uji sejak dilantik
Berilah dulu kesempatan
Bukankah sebagian dari mentri SBY
Adalah mamak-mamak kita ???
SBY pun sedang berusaha mencarai solusi terbaik
Lebih baik kita bersabar dulu

Mohon maaf kalau ada yang tidak sependapat



Wass

Hanifah

Indra J Piliang

unread,
Nov 23, 2009, 7:57:53 AM11/23/09
to RantauNet
Sayang sekali Uni Iffah ndak ikut demo membela induak2 awak yg jadi korban kebakaran di pasar Tanah Abang. Akibat pasar ini terbakar, hilanglah wesel2 pos ka ranah Minang. Ekonomi Sumbar jadi ikut turun.

Sejak kebakaran itu, induak2 awak itu acok bana demo ka DPRD DKI Jakarta, ktr Gubernur DKI Jakarta.

Demo itu sabana byk jenisnyo.
Pak Saafruddin Bahar tahu bana carito soal 1998 tu. Wakatu tu Pak Saaf jadi tukang pariso para jenderal tu. Uni Iffah kan dosen, kadang pengalaman pribadi itu terlalu subjektif dijadikan referensi.

Ambo mambaleh uni, krn judulnyo masih puisi ambo, lho:)


IJP

"Tiada Kata Jera dalam Perjuangan..."


From: hanifah daman <iff...@yahoo.com>
Date: Mon, 23 Nov 2009 04:44:55 -0800 (PST)
Subject: Re: Bls: Bls: Bls: [R@ntau-Net] Re: Bersatulah Kaum Demonstran!

Indra J Piliang

unread,
Nov 23, 2009, 8:02:35 AM11/23/09
to RantauNet
Maksud ambo, wakatu pak Saaf jadi komisioner Komnas HAM.

IJP

"Tiada Kata Jera dalam Perjuangan..."


From: "Indra J Piliang" <pi_l...@yahoo.com>
Date: Mon, 23 Nov 2009 12:57:53 +0000

Bakhtiar Muin

unread,
Nov 26, 2009, 11:22:30 AM11/26/09
to rant...@googlegroups.com, bms...@gmail.com

Ass.wr.wb.

 

Muzirman Tanjung

 

Waalikum salam, pak Bactiar,.. sdh lama pula ambo mancaliak, bgmn cara2 perobahan tsb yg efektiv, yg Bp kemukakan adalah benar, tp bgmn dgn

keefektifan (cost effectiveneness) cara2 tsb,..cara2/teory  tsb telah di uji, dan hanya saluang sajo nan mayampaikan nyo.

Krn pihak yg akan di robah itu juga mengadakan perobahan dgn memperkuat diri nya dgn rambu2 yg di bikinnya sendiri. Apalagi lawannya;

ada pepatah " crush your enemy totally" (dalam buku "Rule of Power").Apa wakil rakyat akan memikirkan rakyat nya, sebagian memang ada,

tp kecendrungan banyak yg diam /cuek saja atau cendrung utk memikirkan dirinya dan kelompok nya saja.Pepatah awak  "Iyo lai, yo bana indak", angguak anggak geleng maU'.. Ya silahkan sampaikan petisi, nanti akan

kami bicarakan di dewan," ya sabar saja  menunggu.

 

Nah untung muncul istilah "kriminalisasai" para demontrans harus hati2 utk di kriminalisasi kan.

 

BakhtiarM:

 

Sesungguh nya Allah tidak merubah Nasib suatu kaum, sebelum mereka merubah sendiri.

 

Empat methode, menuju perubahan dalam tulisan sebelumnya, harus disinergykan, bukan dipilih salah satu mana yg lebih efektif, karena pelakunya berbeda, caranya tentu berbeda.

 

Pertama, demonstasi sangat efektif dilakukan mahasiswa, kaum buruh, kelompok2 yg militan, yg ingin perubahan segera terujud.

 

 Kedua, diskusi, dialog, tentunya efektif, kalau di cover oleh media dan dikemukakan oleh orang2 yg berbobot. Dengan analisa yg tepat dan tajam.Misalnya saja Jeffery Winters, pengamat Indonesia mengatakan dalam suatu duskusi: Kalau PD terlibat dalam kasus Century, maka pemerintahan yg sekarang illegal, perlu pemilu ulang. Nasib SBY ditentukan dalam  tujuh bulan ini, kalau SBY bisa bertahan sampai Juni, SBY bisa bertahan seterusnya. Saya tidak mengikuti benar diskusi tsb, hanya membaca di media. Tapi pernyataan JW ini, cukup mengejutkan  dan pengaruhnya cukup besar.

 

Perubahan ketiga melalui lobby: Ini yg kurang dimengerti oleh kebanyakan kita yg berdemokrasi di Indonesia. Jawaban anggota dewan, petisi akan kami bicarakan, sabar menunggu”, kemudian yg membuat petisi menunggu dengan sabar, apakah diterima atau tidak, bukan begitu, proses demokrasi.

 

Misalnya, kita memajukan petisi ke DPRD, mengenai peraturan tata kota mengenai zoning misalnya. Kalau petisi kita tidak diterima, dan yakin benar, tindakan selanjutnya adalah mengadakan ballot, atau kalau  masalah UU dalam skala negara, diadakan referendum. Ballot dan referendum, karena merupakan pendapat rakyat, mempunyai ligitimasi yg tinggi dari keputusan wakil rakyat.

 

Perubahan ke empat adalah bertarung merebut kekuasaan, dengan program yg jelas, visi kedepan yg jelas, dan yg bisa diujudkan.

 

Kalau keempat methode itu dikerjakan  dan disinergykan, karena masing2 cara mempunyai pelaku yg berbeda, maka perubahan menuju kebaikan akan segera terujud.

 

Reformasi 1998, tidak mempunyai konsep yg jelas, lebih banyak faktor melengserkan Soeharto. Bak pepatah minang :” Batuka baruak jo jigak” Baruak ado ikuanya panjang, cigak ndak ba ikua, tapi kaduo2nya samo2: Kera. Bedanya mungkin Cigak lebih ganas  dan lebih besar dari baruak.

 

Kalau baruak batuka jo Cigak, terjadi di tanah Minang, sadiahlah kito sado nyo.

 

 

Wass.wr.wb.

BakhtiarM:

Ahmad Ridha

unread,
Nov 26, 2009, 12:10:50 PM11/26/09
to rant...@googlegroups.com
2009/11/26 Bakhtiar Muin <bms...@gmail.com>:

>
> Sesungguh nya Allah tidak merubah Nasib suatu kaum, sebelum mereka merubah
> sendiri.
>

Alah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنفُسِهِمْ

"Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga
mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." (QS.
ar-Ra'd 13:11)

Ayat itu secara eksplisit menyatakan bahwa yang harus diubah adalah
"maa bianfusihim" (apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri). Suatu
kaum yang bertaqwa akan diberkahi kebaikan, tetapi ketika ketaqwaan
itu berubah menjadi kemaksiatan maka kebaikan itu pun akan diangkat
dari mereka. Jika mereka ingin keadaan menjadi baik, maka mereka harus
mengubah keadaan diri mereka menjadi bertaqwa.

Allahu Ta'ala a'lam.

--
Abu 'Abdirrahman, Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim
(l. 1400 H/1980 M)

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages