tolong lah ajari aku bagaimana caranya ikhlas dan sabar dalam menerima ketetapan Allah...aku takut Allah marah karena aku dinilai nggak ikhlas dan sabar dalam menerima keputusannya...dan hanya bisa mengeluh... walaupun tak ada niatku untuk mengeluh..nggak ikhlas dan tidak sabar... namun seringnya aku bingung harus bersikap bagaimana...
aku selalu berusaha melakukan apapun dengan baik...tapi hampir selalu aku hanya menerima kegagalan. begitu terus...sampai aku berfikir...apa aku emang diciptakan hanya untuk menikmati kegagalan demi kegagalan ?
hampir selalu apa yang aku mohon kan..apa yang aku inginkan tidak terwujud..tidak terkabulkan..meski yang ku pinta hanya hal sederhana yang mungkin bagi org lain tak perlu diminta..dia akan langsung dapatkan.apa iya emang begitulah seharusnya yang aku terima ?
sering aku introspeksi diri...dimana lagi salahku ini ? dan perubahan demi perubahan aku coba lakukan...tapi tetap saja hasilnya begitu begitu aja :(
batin ini selalu bertarung...suatu sisi batin ini selalu mengingatkanku untuk selalu bersabar...berusaha lagi... bersabar lagi...dan mengingatkanku akan janji2 Allah..ttg hidup..ttg rejeki..ttg segala hal..mengingatkan ku bagaimana sikap2 dan tindakan yang disukai Allah...berusaha selalu berbaik sangka pada Allah..
tapi realita yang kuhadapi...bikin sisi batin yang lain sering mengeluh..berputus asa...kecewa..sedih..dan sebagainya...
tolonglah aku...aku nggak tahan lagi mengalami semua keresahan ini...aku hanya ingin menjalani hidup ini sesuai aturan Allah...dengan penuh kebahagiaan...karena Aku takut murka Allah..aku takut siksa Allah (mungkin keinginanku ini bagi sebagian org dianggap nggak ihklas dalam beribadah..tapi jujur emang ini yang aku rasa..aku nggak bisa boong..baru segitu aku bisa)..
tapi semakin aku ingin 'berjalan' sesuai aturan ...semakin sering deraan menerpaku sampai aku pikir..kenapa aku nggak diberi kesempatan dulu menikmati hasil usahaku dlam berusaha dekat pada Allah...minimal ijinkan dulu aku kuat untuk menghadapi 'deraan' yang baru... kalau seperti ini...aku ibarat org yang jatuh..baru mulai berdiri tapi harus jatuh lagi...kapan aku bisa berjalan ?
aku sendiri...aku butuh teman untuk mengajariku.. banyak hal yang tak aku mengerti... :(
Membaca curhatnya Tata<http://baiturrahmah.blogsome.com/go.php?http://groups-beta.google.com...>jadi inget fatchur jaman dulu. Sudah biasa, semua hal yang bila orang lain membutuhkan dengan mudah mereka dapatkan, beda dengan fatchur. Walau sudah mati-matian meminta dan usaha, belum tentu didapat.
Setelah lulus SMEA, tibalah titik puncaknya, orang tua sudah tidak mampu lagi membiayai, mereka hanya bilang, "hanya segini kemampuan kami, sekarang jika kamu ingin sesuatu, berusahalah sendiri". Bahkan hanya untuk secangkir teh, aku harus rela membantu mencuci piring dirumah tetangga!
Dear Tata, waktu itu aku cuma mau dua hal, kerja atau kuliah. Tiap shalat, ada bagian doaku yang kupanjatkan, "Ya Allah berikanlah aku kemampuan menafkahi diriku sendiri" dan bagian doa yang lain, "Ya Allah luluskanlah aku diujian masuk STAN nanti."
Berbulan-bulan kunantikan do'aku dikabulkan Allah, entah berapa lamaran pekerjaan kukirim, tak satupun yang membuatku mendapat pekerjaan. Melihat pengumuman masuk STAN, pupus sudah harapan untuk bisa menjadi mahasiswa yang beruntung dengan kuliah gratis. Entah salah dimana, kurasa aku bisa mengerjakan semua soal. Tapi tak kuhentikan doaku, semoga Allah meluluskan aku diujian masuk STAN tahun depan.
Enam bulan pertama, aku bekerja sebagai penjaga kavling di Tingal Garden Centre, di Desa Sawah Baru Ciputat. Alhamdulillah, tapi gajiku cuma 40ribu. Saat kuterima gaji, benakku berkata, "Ya Allah segini rejekiku, sesungguhnya aku meragukan apakah aku cukup dengan uang segini? apa aku bisa menikah?". Tapi tak kuhentikan doaku, semoga Allah melapangkan rejekiku di bulan depan.
Terus bekerja semampu yang ku bisa. Semua doa terus terucap. Aku tidak menyadari kalau sebenarnya Allah telah merubahku sedikit-demi sedikit. Tak kusadari gajiku merambah naik, jabatanpun naik jauh berbeda saat aku masuk. Bukan lagi fatchur penjaga kavling yang bersihin kavling, buang sampah, siram pupuk dan insectisida. Tapi tak kuhentikan doaku, semoga Allah terus melapangkan rejekiku dan Semoga Allah memberikan kelulusan di ujian masuk STAN.
Setelah satu setengah tahun bekerja, ku coba ikut ujian masuk STAN, ini ujian terakhirku, setelah ujian ini sudah habis kesempatanku untuk bisa ikut ujian masuk STAN. Sungguh-sungguh ku meminta, kutumpahkan seluruh keluh kesahku, sampai mataku kering tak mampu lagi mengeluarkan air, "Ya Allah kabulkanlah".
Tibalah hari pengumuman, sudah pesimis, aku ga mau pergi ke jurangmangu untuk melihat pengumuman. Ibuku memaksa, "Kamu harus lihat!", sampai-sampai ia mengantarku ke jurangmangu untuk melihat hasil tes.
Kucari namaku dari daftar nama yang paling bawah, karena ku yakin aku pasti tidak lulus karena memang tidak mampu, lihat para pesainku mereka fresh graduate, aku? dah dua tahun ga sekolah… Terus ku telusiri lembar-lembar pengumuman tinggal satu lembar dan namaku ga ada. Sudah lemas sendi-sendi, yakin sudah aku ga lulus.
Sampai pada nama terakhir di paling atas daftar, ternyata namaku…. "Ya Allah setelah hampir tiga tahun aku berdoa, sekarang do'aku terkabul", sujud syukur kupanjatkan, kusampaikan berita gembira ini untuk ibuku.
Dear Tata, ga ada yang ga mungkin buat Allah. Jangan pernah putus harapan dari kasih sayang Allah. Teruslah berusaha dan jangan kendor doanya. Kisah si fatchur itu cuma salah satu contoh dari jutaan contoh lain.
Sabar, mungkin ini juga ujian buatmu.
Semoga Allah memudahkan urusanmu. Jangan patah semangat ya.
> tolong lah ajari aku bagaimana caranya ikhlas dan sabar dalam menerima > ketetapan Allah...aku takut Allah marah karena aku dinilai nggak ikhlas > dan sabar dalam menerima keputusannya...dan hanya bisa mengeluh... > walaupun tak ada niatku untuk mengeluh..nggak ikhlas dan tidak sabar... > namun seringnya aku bingung harus bersikap bagaimana...
> aku selalu berusaha melakukan apapun dengan baik...tapi hampir selalu > aku hanya menerima kegagalan. begitu terus...sampai aku berfikir...apa > aku emang diciptakan hanya untuk menikmati kegagalan demi kegagalan ?
> hampir selalu apa yang aku mohon kan..apa yang aku inginkan tidak > terwujud..tidak terkabulkan..meski yang ku pinta hanya hal sederhana > yang mungkin bagi org lain tak perlu diminta..dia akan langsung > dapatkan.apa iya emang begitulah seharusnya yang aku terima ?
> sering aku introspeksi diri...dimana lagi salahku ini ? dan perubahan > demi perubahan aku coba lakukan...tapi tetap saja hasilnya begitu > begitu aja :(
> batin ini selalu bertarung...suatu sisi batin ini selalu mengingatkanku > untuk selalu bersabar...berusaha lagi... bersabar lagi...dan > mengingatkanku akan janji2 Allah..ttg hidup..ttg rejeki..ttg segala > hal..mengingatkan ku bagaimana sikap2 dan tindakan yang disukai > Allah...berusaha selalu berbaik sangka pada Allah..
> tapi realita yang kuhadapi...bikin sisi batin yang lain sering > mengeluh..berputus asa...kecewa..sedih..dan sebagainya...
> tolonglah aku...aku nggak tahan lagi mengalami semua keresahan > ini...aku hanya ingin menjalani hidup ini sesuai aturan Allah...dengan > penuh kebahagiaan...karena Aku takut murka Allah..aku takut siksa Allah > (mungkin keinginanku ini bagi sebagian org dianggap nggak ihklas dalam > beribadah..tapi jujur emang ini yang aku rasa..aku nggak bisa > boong..baru segitu aku bisa)..
> tapi semakin aku ingin 'berjalan' sesuai aturan ...semakin sering > deraan menerpaku sampai aku pikir..kenapa aku nggak diberi kesempatan > dulu menikmati hasil usahaku dlam berusaha dekat pada Allah...minimal > ijinkan dulu aku kuat untuk menghadapi 'deraan' yang baru... > kalau seperti ini...aku ibarat org yang jatuh..baru mulai berdiri tapi > harus jatuh lagi...kapan aku bisa berjalan ?
> aku sendiri...aku butuh teman untuk mengajariku.. > banyak hal yang tak aku mengerti... :(
> pleasee...
-- Ilmu yang kamu miliki tidaklah cukup; kamu harus mengamalkannya. Niat tidaklah cukup; kamu harus melaksanakannya. http://baiturrahmah.blogsome.com/
memang sabar dan Ikhlas memang mudah untuk di ucapkan tapi untuk melakukannya mungkin lebih berat dari sholat tahajut tiap malam, wiridan 100 x , bahkan sampai ribuan kali.
ketika kita menerima sesuatu musibah atau apa yang tidak sesuai dengan apa yang sahabat harapkan, Yakinlah bahwa Allah menyayangi Anda, Allah tidak pernah memberi apa yang kita minta tetapi Allah memberikan Apa yang kita butuhkan. - kita meminta mobil, tapi Allah Tau kita tidak butuh Mobil dan mempunyai mobil akan brdampak negatif dengan kita. - kita mencintai seseorang, tetapi pada akhirnya orang itu bukan jodoh Kita, - yakinlah bahwa Allah kelak akan memberikan yang terbaik bagi kita, Allah lebih tau tentang kita dari pada kita. Allah mengetahu segala sesuatu yang tersembunyi sedangkan kita.
salah satu yang kan buat kita bisa belajar sabar dan ikhlas adalah Selalu berprasangka Baik pada Allah and yakin bahwa Allah selalu berikan yang terbaik pada kita.
> tolong lah ajari aku bagaimana caranya ikhlas dan sabar dalam menerima > ketetapan Allah...aku takut Allah marah karena aku dinilai nggak ikhlas > dan sabar dalam menerima keputusannya...dan hanya bisa mengeluh... > walaupun tak ada niatku untuk mengeluh..nggak ikhlas dan tidak sabar... > namun seringnya aku bingung harus bersikap bagaimana...
> aku selalu berusaha melakukan apapun dengan baik...tapi hampir selalu > aku hanya menerima kegagalan. begitu terus...sampai aku berfikir...apa > aku emang diciptakan hanya untuk menikmati kegagalan demi kegagalan ?
> hampir selalu apa yang aku mohon kan..apa yang aku inginkan tidak > terwujud..tidak terkabulkan..meski yang ku pinta hanya hal sederhana > yang mungkin bagi org lain tak perlu diminta..dia akan langsung > dapatkan.apa iya emang begitulah seharusnya yang aku terima ?
> sering aku introspeksi diri...dimana lagi salahku ini ? dan perubahan > demi perubahan aku coba lakukan...tapi tetap saja hasilnya begitu > begitu aja :(
> batin ini selalu bertarung...suatu sisi batin ini selalu mengingatkanku > untuk selalu bersabar...berusaha lagi... bersabar lagi...dan > mengingatkanku akan janji2 Allah..ttg hidup..ttg rejeki..ttg segala > hal..mengingatkan ku bagaimana sikap2 dan tindakan yang disukai > Allah...berusaha selalu berbaik sangka pada Allah..
> tapi realita yang kuhadapi...bikin sisi batin yang lain sering > mengeluh..berputus asa...kecewa..sedih..dan sebagainya...
> tolonglah aku...aku nggak tahan lagi mengalami semua keresahan > ini...aku hanya ingin menjalani hidup ini sesuai aturan Allah...dengan > penuh kebahagiaan...karena Aku takut murka Allah..aku takut siksa Allah > (mungkin keinginanku ini bagi sebagian org dianggap nggak ihklas dalam > beribadah..tapi jujur emang ini yang aku rasa..aku nggak bisa > boong..baru segitu aku bisa)..
> tapi semakin aku ingin 'berjalan' sesuai aturan ...semakin sering > deraan menerpaku sampai aku pikir..kenapa aku nggak diberi kesempatan > dulu menikmati hasil usahaku dlam berusaha dekat pada Allah...minimal > ijinkan dulu aku kuat untuk menghadapi 'deraan' yang baru... > kalau seperti ini...aku ibarat org yang jatuh..baru mulai berdiri tapi > harus jatuh lagi...kapan aku bisa berjalan ?
> aku sendiri...aku butuh teman untuk mengajariku.. > banyak hal yang tak aku mengerti... :(
Wah.. curhat mu seakan2 memceritakan perjalanan hidup ku.. jatuh bangun dan jatuh lagi tp some day saya yakin insyaallah... kamu aku dan orang2 yang seperti kita akan bisa berjalan kembali krn Allah senantiasa dekat dengan kita... Amien..
tolong lah ajari aku bagaimana caranya ikhlas dan sabar dalam menerima ketetapan Allah...aku takut Allah marah karena aku dinilai nggak ikhlas dan sabar dalam menerima keputusannya...dan hanya bisa mengeluh... walaupun tak ada niatku untuk mengeluh..nggak ikhlas dan tidak sabar... namun seringnya aku bingung harus bersikap bagaimana...
aku selalu berusaha melakukan apapun dengan baik...tapi hampir selalu aku hanya menerima kegagalan. begitu terus...sampai aku berfikir...apa aku emang diciptakan hanya untuk menikmati kegagalan demi kegagalan ?
hampir selalu apa yang aku mohon kan..apa yang aku inginkan tidak terwujud..tidak terkabulkan..meski yang ku pinta hanya hal sederhana yang mungkin bagi org lain tak perlu diminta..dia akan langsung dapatkan.apa iya emang begitulah seharusnya yang aku terima ?
sering aku introspeksi diri...dimana lagi salahku ini ? dan perubahan demi perubahan aku coba lakukan...tapi tetap saja hasilnya begitu begitu aja :(
batin ini selalu bertarung...suatu sisi batin ini selalu mengingatkanku untuk selalu bersabar...berusaha lagi... bersabar lagi...dan mengingatkanku akan janji2 Allah..ttg hidup..ttg rejeki..ttg segala hal..mengingatkan ku bagaimana sikap2 dan tindakan yang disukai Allah...berusaha selalu berbaik sangka pada Allah..
tapi realita yang kuhadapi...bikin sisi batin yang lain sering mengeluh..berputus asa...kecewa..sedih..dan sebagainya...
tolonglah aku...aku nggak tahan lagi mengalami semua keresahan ini...aku hanya ingin menjalani hidup ini sesuai aturan Allah...dengan penuh kebahagiaan...karena Aku takut murka Allah..aku takut siksa Allah (mungkin keinginanku ini bagi sebagian org dianggap nggak ihklas dalam beribadah..tapi jujur emang ini yang aku rasa..aku nggak bisa boong..baru segitu aku bisa)..
tapi semakin aku ingin 'berjalan' sesuai aturan ...semakin sering deraan menerpaku sampai aku pikir..kenapa aku nggak diberi kesempatan dulu menikmati hasil usahaku dlam berusaha dekat pada Allah...minimal ijinkan dulu aku kuat untuk menghadapi 'deraan' yang baru... kalau seperti ini...aku ibarat org yang jatuh..baru mulai berdiri tapi harus jatuh lagi...kapan aku bisa berjalan ?
aku sendiri...aku butuh teman untuk mengajariku.. banyak hal yang tak aku mengerti... :(
Artinya kalau beribadah ya jangan minta balasan apa-apa ? ibadah itu banyak bentuknya ? artinya kalau nolongin org jangn minta balasan ? atau mengharap surga ? atau takut karena neraka allah
-----Original Message----- From: myquran@googlegroups.com [mailto:myquran@googlegroups.com] On Behalf
Of tata Sent: Tuesday, December 12, 2006 1:03 PM To: myQuran - Komunitas Muslim Indonesia Subject: [myQers] coer-heart-ku
tolong lah ajari aku bagaimana caranya ikhlas dan sabar dalam menerima ketetapan Allah...aku takut Allah marah karena aku dinilai nggak ikhlas dan sabar dalam menerima keputusannya...dan hanya bisa mengeluh... walaupun tak ada niatku untuk mengeluh..nggak ikhlas dan tidak sabar... namun seringnya aku bingung harus bersikap bagaimana...
aku selalu berusaha melakukan apapun dengan baik...tapi hampir selalu aku hanya menerima kegagalan. begitu terus...sampai aku berfikir...apa aku emang diciptakan hanya untuk menikmati kegagalan demi kegagalan ?
hampir selalu apa yang aku mohon kan..apa yang aku inginkan tidak terwujud..tidak terkabulkan..meski yang ku pinta hanya hal sederhana yang mungkin bagi org lain tak perlu diminta..dia akan langsung dapatkan.apa iya emang begitulah seharusnya yang aku terima ?
sering aku introspeksi diri...dimana lagi salahku ini ? dan perubahan demi perubahan aku coba lakukan...tapi tetap saja hasilnya begitu begitu aja :(
batin ini selalu bertarung...suatu sisi batin ini selalu mengingatkanku untuk selalu bersabar...berusaha lagi... bersabar lagi...dan mengingatkanku akan janji2 Allah..ttg hidup..ttg rejeki..ttg segala hal..mengingatkan ku bagaimana sikap2 dan tindakan yang disukai Allah...berusaha selalu berbaik sangka pada Allah..
tapi realita yang kuhadapi...bikin sisi batin yang lain sering mengeluh..berputus asa...kecewa..sedih..dan sebagainya...
tolonglah aku...aku nggak tahan lagi mengalami semua keresahan ini...aku hanya ingin menjalani hidup ini sesuai aturan Allah...dengan penuh kebahagiaan...karena Aku takut murka Allah..aku takut siksa Allah (mungkin keinginanku ini bagi sebagian org dianggap nggak ihklas dalam beribadah..tapi jujur emang ini yang aku rasa..aku nggak bisa boong..baru segitu aku bisa)..
tapi semakin aku ingin 'berjalan' sesuai aturan ...semakin sering deraan menerpaku sampai aku pikir..kenapa aku nggak diberi kesempatan dulu menikmati hasil usahaku dlam berusaha dekat pada Allah...minimal ijinkan dulu aku kuat untuk menghadapi 'deraan' yang baru... kalau seperti ini...aku ibarat org yang jatuh..baru mulai berdiri tapi harus jatuh lagi...kapan aku bisa berjalan ?
aku sendiri...aku butuh teman untuk mengajariku.. banyak hal yang tak aku mengerti... :(
pleasee...
-- No virus found in this incoming message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.1.409 / Virus Database: 268.15.16/582 - Release Date: 12/11/2006
-- No virus found in this outgoing message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.1.409 / Virus Database: 268.15.16/582 - Release Date: 12/11/2006
Mbak Tata., hidup memang penuh ujian dan lika-likunya. Tidak semua kita bahkan bisa mengerti dan mengikuti alur proses kehidupan secara alamiah, banyaknya rintangan dan kendala terkadang membuat kita tersedak dan berhenti melangkah atau berbalik arah memutar tujuan.
Ketetapan Allah itu selalu selaras dengan batasan-batasan insaniah yang ada, Dia tidak akan memikulkan beban yang Dia anggap tidak akan mampu bagi kita menanggungnya.
Sedikit berbagi advice : jalani saja hidup dengan penuh senyuman, terimalah kenyataan dengan lapang dada, berusahalah memaafkan apa-apa yang tidak sesuai dengan rencana awal kita, ibarat orang minum jamu, ya telan saja pahit-pahitnya, InsyaAllah sesudah itu manfaatnya baru terasa, kalau perlu menangis ya menangislah jika itu dianggap mampu membuat kita menerima kenyataan yang berlaku. Untuk bisa menjadi pedang yang bagus, sebuah besi harus ditempa diatas bara api dan dipalu berkali-kali.
Yakinlah bahwa Allah selalu ada didekat kita jika saja kita mau berbaik sangka dengan semua ketetapan-Nya. Ikhlas ya Mbak Tata ... InsyaAllah keikhlasan mampu membuat Mbak menjadi wanita yang tegar, tabah dan penuh semangat dalam menapaki terjalnya hidup.
----- Original Message ----- From: "tata" <casiao...@yahoo.com> To: "myQuran - Komunitas Muslim Indonesia" <myquran@googlegroups.com> Sent: Tuesday, December 12, 2006 1:02 PM Subject: [myQers] coer-heart-ku
> tolong lah ajari aku bagaimana caranya ikhlas dan sabar dalam menerima > ketetapan Allah...aku takut Allah marah karena aku dinilai nggak ikhlas > dan sabar dalam menerima keputusannya...dan hanya bisa mengeluh... > walaupun tak ada niatku untuk mengeluh..nggak ikhlas dan tidak sabar... > namun seringnya aku bingung harus bersikap bagaimana...
> aku selalu berusaha melakukan apapun dengan baik...tapi hampir selalu > aku hanya menerima kegagalan. begitu terus...sampai aku berfikir...apa > aku emang diciptakan hanya untuk menikmati kegagalan demi kegagalan ?
> hampir selalu apa yang aku mohon kan..apa yang aku inginkan tidak > terwujud..tidak terkabulkan..meski yang ku pinta hanya hal sederhana > yang mungkin bagi org lain tak perlu diminta..dia akan langsung > dapatkan.apa iya emang begitulah seharusnya yang aku terima ?
> sering aku introspeksi diri...dimana lagi salahku ini ? dan perubahan > demi perubahan aku coba lakukan...tapi tetap saja hasilnya begitu > begitu aja :(
> batin ini selalu bertarung...suatu sisi batin ini selalu mengingatkanku > untuk selalu bersabar...berusaha lagi... bersabar lagi...dan > mengingatkanku akan janji2 Allah..ttg hidup..ttg rejeki..ttg segala > hal..mengingatkan ku bagaimana sikap2 dan tindakan yang disukai > Allah...berusaha selalu berbaik sangka pada Allah..
> tapi realita yang kuhadapi...bikin sisi batin yang lain sering > mengeluh..berputus asa...kecewa..sedih..dan sebagainya...
> tolonglah aku...aku nggak tahan lagi mengalami semua keresahan > ini...aku hanya ingin menjalani hidup ini sesuai aturan Allah...dengan > penuh kebahagiaan...karena Aku takut murka Allah..aku takut siksa Allah > (mungkin keinginanku ini bagi sebagian org dianggap nggak ihklas dalam > beribadah..tapi jujur emang ini yang aku rasa..aku nggak bisa > boong..baru segitu aku bisa)..
> tapi semakin aku ingin 'berjalan' sesuai aturan ...semakin sering > deraan menerpaku sampai aku pikir..kenapa aku nggak diberi kesempatan > dulu menikmati hasil usahaku dlam berusaha dekat pada Allah...minimal > ijinkan dulu aku kuat untuk menghadapi 'deraan' yang baru... > kalau seperti ini...aku ibarat org yang jatuh..baru mulai berdiri tapi > harus jatuh lagi...kapan aku bisa berjalan ?
> aku sendiri...aku butuh teman untuk mengajariku.. > banyak hal yang tak aku mengerti... :(
Cobaan Allah bisa berupa kenikmatan ataupun kesengsaraan, semuanya ujian .... Pada saat posisi kita di 'kenikmatan'jangan terlalu bergembira, demikian pula saat di 'kesengsaraan'jangan terlalu merasa nestapa.
Saya pernah berdampingan di bus dengan seorang pak tua, pakaiannya sederhana, namun wajahnya jernih dan dari bibirnya selalu terdengar bacaan hamdallah. Apa maknanya ? Dimanapun posisi kita, bersyukurlah... alhamdulillah ... alhamdulillah ... masih banyak yang lebih menderita dari kita dan Allah tidak akan membebani umatnya melebihi kapasitasnya (tidak mungkin overloaded) So..artinya : kita perlu berjuang lebih keras lagi dan berharap HANYA pada ALLAH SWT jangan pernah sekalipun berharap pada manusia, karena hanya akan menuai kekecewaan.
Kadang kita terlalu mengasihani diri sendiri yang sebenarnya itu hanya memarginalkan potensi diri karena sesungguhnya kemampuan yang kita tunjukkan masih jauuuuh di bawah kapasitas yg kita miliki !!! So...kita perlu menggali potensi diri lebih dalam agar lebih dapat menangkap makna kebesaranNya di dalam setiap ujian-ujianNya.
> tolong lah ajari aku bagaimana caranya ikhlas dan > sabar dalam menerima > ketetapan Allah...aku takut Allah marah karena aku > dinilai nggak ikhlas > dan sabar dalam menerima keputusannya...dan hanya > bisa mengeluh... > walaupun tak ada niatku untuk mengeluh..nggak ikhlas > dan tidak sabar... > namun seringnya aku bingung harus bersikap > bagaimana...
> aku selalu berusaha melakukan apapun dengan > baik...tapi hampir selalu > aku hanya menerima kegagalan. begitu terus...sampai > aku berfikir...apa > aku emang diciptakan hanya untuk menikmati kegagalan > demi kegagalan ?
> hampir selalu apa yang aku mohon kan..apa yang aku > inginkan tidak > terwujud..tidak terkabulkan..meski yang ku pinta > hanya hal sederhana > yang mungkin bagi org lain tak perlu diminta..dia > akan langsung > dapatkan.apa iya emang begitulah seharusnya yang aku > terima ?
> sering aku introspeksi diri...dimana lagi salahku > ini ? dan perubahan > demi perubahan aku coba lakukan...tapi tetap saja > hasilnya begitu > begitu aja :(
> batin ini selalu bertarung...suatu sisi batin ini > selalu mengingatkanku > untuk selalu bersabar...berusaha lagi... bersabar > lagi...dan > mengingatkanku akan janji2 Allah..ttg hidup..ttg > rejeki..ttg segala > hal..mengingatkan ku bagaimana sikap2 dan tindakan > yang disukai > Allah...berusaha selalu berbaik sangka pada Allah..
> tapi realita yang kuhadapi...bikin sisi batin yang > lain sering > mengeluh..berputus asa...kecewa..sedih..dan > sebagainya...
> tolonglah aku...aku nggak tahan lagi mengalami semua > keresahan > ini...aku hanya ingin menjalani hidup ini sesuai > aturan Allah...dengan > penuh kebahagiaan...karena Aku takut murka > Allah..aku takut siksa Allah > (mungkin keinginanku ini bagi sebagian org dianggap > nggak ihklas dalam > beribadah..tapi jujur emang ini yang aku rasa..aku > nggak bisa > boong..baru segitu aku bisa)..
> tapi semakin aku ingin 'berjalan' sesuai aturan > ...semakin sering > deraan menerpaku sampai aku pikir..kenapa aku nggak > diberi kesempatan > dulu menikmati hasil usahaku dlam berusaha dekat > pada Allah...minimal > ijinkan dulu aku kuat untuk menghadapi 'deraan' yang > baru... > kalau seperti ini...aku ibarat org yang jatuh..baru > mulai berdiri tapi > harus jatuh lagi...kapan aku bisa berjalan ?
> aku sendiri...aku butuh teman untuk mengajariku.. > banyak hal yang tak aku mengerti... :(
> pleasee...
___________________________________________________________________________ _________ Do you Yahoo!? Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta. http://new.mail.yahoo.com
Alhamdulillah.......Mas Tata .......menurut saya itulah hidup .....penuh perjuangan, karena kita masih di dunia.
Dan itulah pelajaran dari Allah SWT untuk kita.... Pernah saya mengalami hal yang rumit, kesana mentok, kesini buntu, kekanan tertutup, kekiri terhalang....tapi ternyata Allah sedang mengajarkan saya sifat tawakal (hikmah yang saya ambil). Karena tawakal salah satu syaratnya adalah tidak bergantung / berharap kepada makhluk. Untuk menghadapi masalah tersebut (keadaan Mas Tata) Saya sarankan untuk terus belajar dan menuntu ilmu serta tak kalah penting melatihnya, supaya terampil dalam menyikapi permasalah hidup..... Belajar dari buku, kaset, vcd dan majelis hikmah..........
Buku-buku yang bisa jadi rujukan : Buku karangan Ibnu Atho'illah : tutur penerang hati, kuliah ma'rifat (kita Al-hikam) dan lain-lain Buku karangan Imam Ghozali : Asmaul husna, keajaiban hati dan lain-lain Dan buku-buku mengenai penyakit hati dan yang membahas mengenai Allah.
Kaset : Kaset ceramah Aa Gym
Vcd : Harun yahnya
Majelis Hikmah : Setiap malam selasa Di masjid Darut Tauhid, Cipaku I No. 43, telp. 7235255
Saya juga sedang dalam proses belajar ...entah sampai kapan...
Demikian dari saya..lebih kurangnya saya mohon maaf..
----- Original Message ----- From: "tata" <casiao...@yahoo.com> To: "myQuran - Komunitas Muslim Indonesia" <myquran@googlegroups.com> Sent: Tuesday, December 12, 2006 1:02 PM Subject: [myQers] coer-heart-ku
> tolong lah ajari aku bagaimana caranya ikhlas dan sabar dalam menerima > ketetapan Allah...aku takut Allah marah karena aku dinilai nggak ikhlas > dan sabar dalam menerima keputusannya...dan hanya bisa mengeluh... > walaupun tak ada niatku untuk mengeluh..nggak ikhlas dan tidak sabar... > namun seringnya aku bingung harus bersikap bagaimana...
> aku selalu berusaha melakukan apapun dengan baik...tapi hampir selalu > aku hanya menerima kegagalan. begitu terus...sampai aku berfikir...apa > aku emang diciptakan hanya untuk menikmati kegagalan demi kegagalan ?
> hampir selalu apa yang aku mohon kan..apa yang aku inginkan tidak > terwujud..tidak terkabulkan..meski yang ku pinta hanya hal sederhana > yang mungkin bagi org lain tak perlu diminta..dia akan langsung > dapatkan.apa iya emang begitulah seharusnya yang aku terima ?
> sering aku introspeksi diri...dimana lagi salahku ini ? dan perubahan > demi perubahan aku coba lakukan...tapi tetap saja hasilnya begitu > begitu aja :(
> batin ini selalu bertarung...suatu sisi batin ini selalu mengingatkanku > untuk selalu bersabar...berusaha lagi... bersabar lagi...dan > mengingatkanku akan janji2 Allah..ttg hidup..ttg rejeki..ttg segala > hal..mengingatkan ku bagaimana sikap2 dan tindakan yang disukai > Allah...berusaha selalu berbaik sangka pada Allah..
> tapi realita yang kuhadapi...bikin sisi batin yang lain sering > mengeluh..berputus asa...kecewa..sedih..dan sebagainya...
> tolonglah aku...aku nggak tahan lagi mengalami semua keresahan > ini...aku hanya ingin menjalani hidup ini sesuai aturan Allah...dengan > penuh kebahagiaan...karena Aku takut murka Allah..aku takut siksa Allah > (mungkin keinginanku ini bagi sebagian org dianggap nggak ihklas dalam > beribadah..tapi jujur emang ini yang aku rasa..aku nggak bisa > boong..baru segitu aku bisa)..
> tapi semakin aku ingin 'berjalan' sesuai aturan ...semakin sering > deraan menerpaku sampai aku pikir..kenapa aku nggak diberi kesempatan > dulu menikmati hasil usahaku dlam berusaha dekat pada Allah...minimal > ijinkan dulu aku kuat untuk menghadapi 'deraan' yang baru... > kalau seperti ini...aku ibarat org yang jatuh..baru mulai berdiri tapi > harus jatuh lagi...kapan aku bisa berjalan ?
> aku sendiri...aku butuh teman untuk mengajariku.. > banyak hal yang tak aku mengerti... :(
Bersikap sabarlah atas ujian Allah... Jika Allah memberikan ujian kepada kita.. itu artinya Allah sayang sama kita... bukankah begitu myQers?
* "Apakah Tuhan memberikan apa yang engkau harap dengan mengantarkannya dalam bungkusan yang indah?" * Neno Warisman pernah bertanya demikian pada sebuah acara di televisi, mengutip pernyataan seorang pakar yang aku lupa namanya. "Tidak!" lanjut Neno. "Tuhan tidak mengantarkan apa yang engkau minta dalam sebuah bungkusan yang menarik lagi indah. Bahkan Ia mengantarkannya dalam bungkusan yang jelek, ruwet, carut-marut, dan kelihatannya sukar untuk dibuka.Pertanyaannya adalah: *mengapa?" *"Itu tidak lain karena *Ia ingin melihat bagaimana engkau membuka bungkusan itu dengan penuh kesabaran, telaten, bersusah-payah* lapis demi lapis, sedikit demi sedikit, terus, terus, dan terus. Tak pernah berhenti apalagi berpaling. Hingga pada akhirnya bungkus terakhir terbuka dan engkau mendapatkan sesuatu yang engkau harapkan ada di dalamnya."Bukankah Allah pasti akan mengabulkan apa yang hamba-Nya pinta? Kuncinya adalah: jangan pernah berhenti memuja. *Jangan pernah berhenti berharap. *Allah tidak tidur. Allah mahamengetahui.
Allah mahamendengar. Dia maharahman dan rahim.
Sungguh *tak ada yang sepatutnya kita lakukan kecuali selalu *** *berprasangka baik pada setiap pemberian-Nya.* Entah nikmat, entah
musibah. Karena musibah pun mungkin hanyalah bungkus belaka; yang
selayaknya kita yakini bahwa itu semua hanya karena Ia ingin melihat kita membukanya dengan sepenuh cinta.
> Cobaan Allah bisa berupa kenikmatan ataupun > kesengsaraan, > semuanya ujian .... > Pada saat posisi kita di 'kenikmatan'jangan terlalu > bergembira, demikian pula saat di 'kesengsaraan'jangan > terlalu merasa nestapa.
> Saya pernah berdampingan di bus dengan seorang pak > tua, pakaiannya sederhana, namun wajahnya jernih dan > dari bibirnya selalu terdengar bacaan hamdallah. > Apa maknanya ? Dimanapun posisi kita, bersyukurlah... > alhamdulillah ... > alhamdulillah ... > masih banyak yang lebih menderita dari kita > dan Allah tidak akan membebani umatnya melebihi > kapasitasnya (tidak mungkin overloaded) > So..artinya : kita perlu berjuang lebih keras lagi dan > berharap HANYA pada ALLAH SWT > jangan pernah sekalipun berharap pada manusia, > karena hanya akan menuai kekecewaan.
> Kadang kita terlalu mengasihani diri sendiri > yang sebenarnya itu hanya memarginalkan potensi diri > karena sesungguhnya kemampuan yang kita tunjukkan > masih jauuuuh di bawah kapasitas yg kita miliki !!! > So...kita perlu menggali potensi diri > lebih dalam agar lebih dapat menangkap makna > kebesaranNya di dalam setiap ujian-ujianNya.
> > tolong lah ajari aku bagaimana caranya ikhlas dan > > sabar dalam menerima > > ketetapan Allah...aku takut Allah marah karena aku > > dinilai nggak ikhlas > > dan sabar dalam menerima keputusannya...dan hanya > > bisa mengeluh... > > walaupun tak ada niatku untuk mengeluh..nggak ikhlas > > dan tidak sabar... > > namun seringnya aku bingung harus bersikap > > bagaimana...
> > aku selalu berusaha melakukan apapun dengan > > baik...tapi hampir selalu > > aku hanya menerima kegagalan. begitu terus...sampai > > aku berfikir...apa > > aku emang diciptakan hanya untuk menikmati kegagalan > > demi kegagalan ?
> > hampir selalu apa yang aku mohon kan..apa yang aku > > inginkan tidak > > terwujud..tidak terkabulkan..meski yang ku pinta > > hanya hal sederhana > > yang mungkin bagi org lain tak perlu diminta..dia > > akan langsung > > dapatkan.apa iya emang begitulah seharusnya yang aku > > terima ?
> > sering aku introspeksi diri...dimana lagi salahku > > ini ? dan perubahan > > demi perubahan aku coba lakukan...tapi tetap saja > > hasilnya begitu > > begitu aja :(
> > batin ini selalu bertarung...suatu sisi batin ini > > selalu mengingatkanku > > untuk selalu bersabar...berusaha lagi... bersabar > > lagi...dan > > mengingatkanku akan janji2 Allah..ttg hidup..ttg > > rejeki..ttg segala > > hal..mengingatkan ku bagaimana sikap2 dan tindakan > > yang disukai > > Allah...berusaha selalu berbaik sangka pada Allah..
> > tapi realita yang kuhadapi...bikin sisi batin yang > > lain sering > > mengeluh..berputus asa...kecewa..sedih..dan > > sebagainya...
> > tolonglah aku...aku nggak tahan lagi mengalami semua > > keresahan > > ini...aku hanya ingin menjalani hidup ini sesuai > > aturan Allah...dengan > > penuh kebahagiaan...karena Aku takut murka > > Allah..aku takut siksa Allah > > (mungkin keinginanku ini bagi sebagian org dianggap > > nggak ihklas dalam > > beribadah..tapi jujur emang ini yang aku rasa..aku > > nggak bisa > > boong..baru segitu aku bisa)..
> > tapi semakin aku ingin 'berjalan' sesuai aturan > > ...semakin sering > > deraan menerpaku sampai aku pikir..kenapa aku nggak > > diberi kesempatan > > dulu menikmati hasil usahaku dlam berusaha dekat > > pada Allah...minimal > > ijinkan dulu aku kuat untuk menghadapi 'deraan' yang > > baru... > > kalau seperti ini...aku ibarat org yang jatuh..baru > > mulai berdiri tapi > > harus jatuh lagi...kapan aku bisa berjalan ?
> > aku sendiri...aku butuh teman untuk mengajariku.. > > banyak hal yang tak aku mengerti... :(
> > pleasee...
> ___________________________________________________________________________ _________ > Do you Yahoo!? > Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta. > http://new.mail.yahoo.com
Pertanyaanmu adalah pertanyaanku juga selama bertahun-tahun dalam perjalanan hidupku. Suatu saat aku berpikir bahwa keikhlasan dalam setiap amalku hanya Allah SWT dan aku sendiri yang tahu. Tapi belakangan aku berpendapat bahwa hanya Allah SWT yang tahu keikhlasan seseorang. Aku (atau mungkin juga berlaku untuk semua orang) tidak pernah tahu persis akan keikhlasannya. Mengapa? Karena kita, manusia, cenderung untuk memaklumi semua tindakannya ... akhirnya ... rasa keikhlasannya jadi bias.
Semakin aku memikirkan amal-amalku ... semakin terasa bahwa kadar keikhlasanku semakin hilang. Jadi akhirnya aku punya kesimpulan ... beramallah sebanyak-banyak ... sesudah itu serahkan kepada Allah ... lalu lupakan.
> tolong lah ajari aku bagaimana caranya ikhlas dan sabar dalam menerima > ketetapan Allah...aku takut Allah marah karena aku dinilai nggak ikhlas > dan sabar dalam menerima keputusannya...dan hanya bisa mengeluh... > walaupun tak ada niatku untuk mengeluh..nggak ikhlas dan tidak sabar... > namun seringnya aku bingung harus bersikap bagaimana...
mudah-mudahan ana belum terlambat memberikan beberapa masukan. untuk menjadi iklhas menerima ketetapan Allah SWT adalah merupakan hal yang sangat berat, dan memang disini lah kita di uji. Jika kita berhasil melewati masa ujian itu, maka kita akan semakin pandai dalam mengarungi kehidupan, sehingga kita akan hidup bahagia dunia dan akhirat. Berdasarkan pengalaman saya sendiri, untuk dapat ikhlas dalam menerima ketetapan Allah SWT adalah dengan banyaknya kita bersyukur kepada Allah SWT, semakin banyak kita bersyukur kepada Allah maka kita akan semakin ikhlas. Marilah kita mengingat kembali, bukankan kita tidak punya rencana untuk lahir ke bumi ini ? bukankah kita tidak puna rencana siapa Bapak kita? atau siapa Ibu kita, atao dimana kita dilahirkan? tidak, kita tidak merecnanakannya sama sekali. atau perlu kita membandingkan antara keputusan yang kita terima dengan keputusan yang di terima oleh orang lain, sehingga kita semakin bersyukur. misalnya kita diberi nikmat ISLAM, bandingkanlah dengan mereka yang tidak diberi nikmat Islam, bandingkanlah. Bagaimana lagi kita bersyukur kepada Allah dengan nikmat Islam yang ada dalam dada kita ? yang akan membuat kita bahagia dunia dan akhirat.
demikian (yang memberi nasehat tidak lebih baik dari yang dinasehati, akan tetapi mari kita terus saling nasehat menasehati)
> Pertanyaanmu adalah pertanyaanku juga selama bertahun-tahun dalam > perjalanan hidupku. > Suatu saat aku berpikir bahwa keikhlasan dalam setiap amalku hanya Allah > SWT dan aku sendiri yang tahu. > Tapi belakangan aku berpendapat bahwa hanya Allah SWT yang tahu keikhlasan > seseorang. > Aku (atau mungkin juga berlaku untuk semua orang) tidak pernah tahu persis > akan keikhlasannya. > Mengapa? Karena kita, manusia, cenderung untuk memaklumi semua tindakannya > ... akhirnya ... rasa keikhlasannya jadi bias.
> Semakin aku memikirkan amal-amalku ... semakin terasa bahwa kadar > keikhlasanku semakin hilang. > Jadi akhirnya aku punya kesimpulan ... beramallah sebanyak-banyak ... > sesudah itu serahkan kepada Allah ... lalu lupakan.
> > tolong lah ajari aku bagaimana caranya ikhlas dan sabar dalam menerima > > ketetapan Allah...aku takut Allah marah karena aku dinilai nggak ikhlas > > dan sabar dalam menerima keputusannya...dan hanya bisa mengeluh... > > walaupun tak ada niatku untuk mengeluh..nggak ikhlas dan tidak sabar... > > namun seringnya aku bingung harus bersikap bagaimana...