mengenai puasa rajab dan hadits palsu

5 views
Skip to first unread message

Dee Na

unread,
Jun 25, 2009, 1:45:42 AM6/25/09
to myq...@googlegroups.com, mediamu...@googlegroups.com, it...@yahoogroups.com
mhn maaf atas email sebelumnya... karena saya sebenarnya juga ragu tidak ada perawinya.. setelah bicara dan bertanya-tanya.. maka jawaban yg ada spt di bwh ini, dan kalo mau puasa disarankan.. lillahita'ala ajah...
Puasa di Bulan Rajab

Pada dasarnya berpuasa di seluruh bulan dalam setahun disyari’atkan kecuali ramadhan atau pada waktu-waktu yang dilarang untuk berpuasa, seperti : dua hari raya, hari-hari tasyriq, hari jum’at. Sedangkan berpuasa di bulan ramadhan adalah diwajibkan.

Seseorang diperbolehkan berpuasa senin kamis, tiga hari dalam sebulan, atau puasa Daud pada bulan manapun dalam setahun termasuk didalamnya bulan rajab. Hal demikian berdasarkan keumuman dalil-dalil yang menerangkan tentang puasa-puasa sunnah, diantaranya :

1. Diriwayatkan dari Abu Hurairoh bahwa Nabi saw sering berpuasa pada hari senin dan kamis.” (HR. Ahmad dengan sanad shahih)

2. Dari Abu Dzar al Ghifari berkata bahwa Rasulullah saw pernah memerintahkan kami agar berpuasa sebanyak tiga hari pada setiap bulan, yaitu apa yang dinamakan dengan hari putih; tanggal ketiga belas, keempat belas dan kelima belas.’ Nabi saw bersabda,”Itu semua seperti berpuasa sepanjang waktu.” (HR. An Nasai dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban)

3. Diriwayatkan dari Abdullah bin Amar bahwa Rasulullah saw telah bersabda,”Puasa yang paling disukai Allah adalah puasa Daud dan shalat yang paling disukai Allah adalah shalat Daud. Dia tidur sepanjang malam, bangun sepertiganya, lalu tidur seperenamnya dan ia berpuasa satu hari lalu berbuka satu hari.” (HR. Ahmad)

Hal ini seperti yang dikatakan oleh Imam Nawawi bahwa tidak ada pelarangan tentang berpuasa di bulan rajab dan juga tidak ada penganjurannya karena bulan rajabnya itu sendiri akan tetapi berpuasa pada dasarnya disunnahkan. Didalam sunnan Abu Daud bahwa Rasulullah saw menganjurkan berpuasa di bulan-bulan haram dan rajab adalah salah satunya. (Shahih Muslim bi Syarhin Nawawi juz VIII hal 56)

Dan tidak ddiapat riwayat shahih yang menjelaskan tentang berpuasa rajab dikarenakan keutamaan yang ada didalam bulan itu. Diantara hadits-hadits itu adalah :

1. Diriwayatkan dari Abu Sa’id al Khudriy bahwa Rasulullah saw bersabda,”Rajab adalah bulan Allah, sya’ban adalah bulanku dan ramadhan adalah bulan umatku. Barangsiapa yang berpuasa rajab dengan keimanan dan penuh harap maka wajib baginya keredhoan Allah yang besar, akan ditempatkan di firdaus yang tertinggi. Barangsiapa yang berpuasa dua hari dari bulan rajab maka baginya pahala yang berlipat dan setiap takarannya sama dengan berat gunung-gunung di dunia dan barangsiapa berpuasa tiga hari dari bulan rajab maka Allah akan menjadikan puasa itu sebuah parit yang lebarnya satu tahun perjalanan diantara dirinya dengan neraka…” Ibnul Jauzi mengatakan bahwa hadits ini maudhu’ (palsu).

2. Diriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa yang berpuasa tiga hari dari bulan rajab maka Allah tetapkan baginya puasa sebulan. Barangsiapa berpuasa tujuh hari dari bulan rajab maka Allah tutupkan baginya tujuh pintu-pintu neraka. Barangsiapa yang berpuasa delapan hari dari bulan rajab maka Allah bukakan baginya delapan pintu-pintu surga dan barangsiapa yang berpuasa setengah bulan rajab maka Allah tetapkan baginya keredhoan-Nya dan barangsiapa yang ditetapkan baginya keredhoan-Nya maka Dia tidak akan mengadzabnya. Dan barangsiapa yang berpuasa selama bulan rajab maka Allah akan menghisabnya dengan hisab yang mudah.” Ibnul Jauzi mengatakan bahwa hadits ini tidak benar karena diantara para perawinya terdapat Aban. Syu’bah mengatakan bahwa berzina lebih aku sukai daripada aku meriwayatkan hadits dari Aban. Ahmad, Nasai dan Dauquthni mengatakan bahwa hadits ini tidaklah diambil karena didalamnya terdapat Amar bin al Azhar. Ahmad mengatakan bahwa hadits ini maudhu’u (palsu). (Al Maudhu’at juz II hal 205 – 206)

Tentang permasalahan ini, Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan didalam kitabnya “Tabyiinul ‘Ajb” hal 23 bahwa tidak terdapat riwayat tentang keutamaan dari bulan rajab, tidak puasa di bulan itu, tidak berpuasa sedikit saja dari bulan itu dan tidak pula mengerjakan qiyamullail yang dikhususkan di bulan itu.

Imam Ibnul Qayyim mengatakan didalam kitab “al Muniful Manar” hal 151 bahwa seluruh hadits yang menyebutkan bulan rajab, melakukan shalat disebagian malam-malam di bulan itu maka ia adalah pendusta dan pembohong.” (Silsilatul Ahaditsil Wahiyah juz II hal 222)

Puasa di Bulan Sya’ban

Jumhur fuqaha, yaitu para ulama Hanafi, Maliki dan Syafi’i berpendapat akan dianjurkannya berpuasa di bulan sya’ban berdasarkan riwayat dari Aisyah yang berkata,”Aku tidak melihat Rasulullah saw lebih banyak berpuasa daripada bulan sya’ban.” Aisyah juga berkata, ”Bulan yang paling disukai Rasulullah saw untuk berpuasa didalamnya adalah sya’ban bahkan sampai bulan ramadhan..”

Syarbini al Khatib mengatakan bahwa terdapat riwayat didalam shahih Muslim bahwa Rasulullah saw berpuasa di bulan sya’ban seluruhnya kecuali sedikit sekali (dari hari-hari itu).”

Para ulama berkata bahwa lafazh dalam hadits kedua adalah penjelasan dari hadits yang pertama, bahwa yang dimaksud dengan seluruhnya adalah sebagian besarnya.

Dari Aisyah berkata bahwa aku tidak melihat Rasulullah saw menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali bulan ramadhan.” Para ulama berkata bahwa beliau saw tidak menyempurnakan puasanya satu bulan penuh supaya tidak dianggap bahwa hal itu adalah kewajiban.

Sedangkan para ulama Hambali berpendapat bahwa tidak dianjurkan berpuasa di bulan sya’ban, ini adalah pendapat kebanyakan dari mereka namun pemilik kita “Al Irsyad” menganjurkannya. (al Mausu’ah al Fiqhiyah juz II hal 9993)

Wallahu A’lam

http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/puasa-di-bulan-rajab.htm

yoedha pamungkas

unread,
Jun 25, 2009, 5:49:55 AM6/25/09
to mediamu...@googlegroups.com
yang mau puasa siilahkan yang gak mau jangan nyalahin orang...ocreee peace...

Teguh Prihattanto

unread,
Jul 20, 2009, 9:14:57 PM7/20/09
to mediamu...@googlegroups.com
Betul mas .. :)

cuman ingatlah .. Innama 'akmal binniyat ... :)

jadi setiap ibadah juga dilihat niatnya ..?? betul niatnya ikhlash karena ALLAH , tetapi apakah yang mendorongnya melakukan puasa ..?? apakah karena mengkhususkan puasa bulan Rajab ..?? atau sekedar puasa ..sunnah (tidak mengkhususkan) .. jika mengkhususkan puasa di bulan rajab maka ini butuh dalil .. :)

2009/6/25 yoedha pamungkas <yoe...@gmail.com>



--
-----Teguh Prihattanto -----
------------------------------------
-----------Situs Islam------------------
- http://www.almanhaj.or.id -
- http://www.assunnah.or.id -
- http://www.assunnah.mine.nu -
- http://www.vbaitullah.or.id -
- http://www.muslim.or.id -
- http://www.muslimah.or.id -
- http://www.muslim.or.id -
- http://www.perpustakaan-islam.com -
- http://www.media-ilmu.com -
- http://www.fatwa-ulam.com -
- http://www.hakekat.com -
- http://www.jilbab.or.id -
- http://www.akhwat.web.id -
- http://menikahsunnah.wordpress.com -
- http://buku-islam.blogspot.com -
- http://www.majalah-nikah.com -
- http://abusalma.wordpress.com -
- http://ummusalma.wordpress.com -
- http://safuan.wordpress.com -
---------------------------------------------------------

Eko Pujianto

unread,
Jul 21, 2009, 10:07:02 PM7/21/09
to mediamu...@googlegroups.com
Sebenarnya tidak usah diributkan soal ibadah ini.  yang penting berniat ibadah, bukan persoalan bulan ini utama atau tidak utama. Sebab semua waktu pada hakikinya adalah utama. Tidak ada yang tidak utama.
Kenapa begitu? bukankah Allah SWT sudah berfirman : Wal Ashri " Demi Waktu".....dst
yang intinya betapa penting(utamanya) nya waktu itu. Sehingga Allah pun bersumpah demi waktu (gak pelu panjang lebar dijelaskan)...silahkan di cermati secara mendalam dan dihayati maksud ayat ini.
Soal khusus atau tidak, sebenarnya semua waktu adalah khusus, soal keutamaan semua waktu adalah utama. Sebab 'beribadah' = mengingat Allah, menyembah Allah adalah utama. Siang, sore, malam pagi semuanya utama. Bulan Rajab, Sya'ban dll....semuanya juga utama. jadi gak usah meributkan soal ini waktu utama dan itu waktu tidak utama, sebab dalam hal ibadah, asalkan yang menjadi tujuan adalah untuk 'memuji ALLAH SWT" semuanya waktu menjadi utama.
Jangan terlalu kaku memaknai, karena rasul tidak mencontohkan hal itu. Islam itu indah karenanya islam itu rahmatal lil aalaamiin.
Jadi kalo bagi yang mau beribadah bulan rajab ini, silahkan saja, 'khusus'kan  hati dan niat buat ALLAH SWT.,bukan lain-lainnya...sebab  ibadah kita adalah "Lillahi Taala" = IKHLAS hanya untuk ALLAH semata.
Jadi yang khusus adalah semua ibadah kita baik yang tersurat maupun tersirat adalah 'demi' Allah dan kepada ALLAH SWT.



yoedha pamungkas

unread,
Jul 22, 2009, 8:07:19 PM7/22/09
to mediamu...@googlegroups.com
nah....ini yang saya sangat setuju...sejuk di hati.....semoga Allah merahmati mas eko

2009/7/22 Eko Pujianto <eko...@gmail.com>



--
lebih baik nekat ke surga dari pada terencana masuk neraka

mardee

unread,
Jul 23, 2009, 10:21:56 PM7/23/09
to mediamu...@googlegroups.com
2009/7/22 Eko Pujianto <eko...@gmail.com>

Sebenarnya tidak usah diributkan soal ibadah ini.  yang penting berniat ibadah, bukan persoalan bulan ini utama atau tidak utama. Sebab semua waktu pada hakikinya adalah utama. Tidak ada yang tidak utama.
jika semua waktu adalah utama, mengapa kita tidak boleh mengkhususkan puasa pada hari jum'at saja?

Kenapa begitu? bukankah Allah SWT sudah berfirman : Wal Ashri " Demi Waktu".....dst
yang intinya betapa penting(utamanya) nya waktu itu. Sehingga Allah pun bersumpah demi waktu (gak pelu panjang lebar dijelaskan)...silahkan di cermati secara mendalam dan dihayati maksud ayat ini.
Soal khusus atau tidak, sebenarnya semua waktu adalah khusus, soal keutamaan semua waktu adalah utama.
jika semua waktu adalah utama, mengapa ada waktu2 yang mustajab?
 
Sebab 'beribadah' = mengingat Allah, menyembah Allah adalah utama. Siang, sore, malam pagi semuanya utama. Bulan Rajab, Sya'ban dll....semuanya juga utama. jadi gak usah meributkan soal ini waktu utama dan itu waktu tidak utama, sebab dalam hal ibadah, asalkan yang menjadi tujuan adalah untuk 'memuji ALLAH SWT" semuanya waktu menjadi utama.
Jangan terlalu kaku memaknai, karena rasul tidak mencontohkan hal itu. Islam itu indah karenanya islam itu rahmatal lil aalaamiin.
Jadi kalo bagi yang mau beribadah bulan rajab ini, silahkan saja, 'khusus'kan  hati dan niat buat ALLAH SWT.,bukan lain-lainnya...sebab  ibadah kita adalah "Lillahi Taala" = IKHLAS hanya untuk ALLAH semata.
dan tentunya mencontoh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasalam

Jadi yang khusus adalah semua ibadah kita baik yang tersurat maupun tersirat adalah 'demi' Allah dan kepada ALLAH SWT.

wallahu a'lam..

--
____________________________________________________________
"Sesungguhnya kejujuran itu akan mengantarkan kepada jalan kebaikan"

http://19bee.blogspot.com/
http://pijatterapizona.blogspot.com/
YM: mardee_ok

zainul "gmail"

unread,
Jul 24, 2009, 6:55:15 AM7/24/09
to mediamu...@googlegroups.com
Syarat diterima amal adalah Niat ikhlas karena Allah & mengikuti rasul ( tdk membuat cara sendiri).
semua itu harus dilandasi Tauhid..(mengesakan peribadahan hanay kepada Allah)..bukan syirik...
berjalan di atas Sunnah (cara/jalan rasul)..bukan cara lain (bid'ah..)
 
itu prinsip dasar...ibadah...
terima kasih
 


 
Pada tanggal 22/07/09, Eko Pujianto <eko...@gmail.com> menulis:

Eko Pujianto

unread,
Jul 26, 2009, 8:44:48 AM7/26/09
to mediamu...@googlegroups.com
Anda tidak memahami maksud saya....Yang namanya  beribadah kepada Allah tidak memandang waktu
pagi siang sore malam sama saja.
Karenanya ibadah yang fardhu itu mengelilingi waktu manusia, 24 jam, mulai pagi hingga malam.
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages