kalo yang banyak bandwidth, bantuin ngisi portalnya dong.
...
Seingat saya tiga kali KLuB ikut meluncurkan Ubuntu, acaranya lumayan
menarik minat dan memancing hadirin berpartisipasi. Artinya: sudah ada
modal untuk itu.
--
"What you are will show in what you do." - Thomas Edison
Mas Yudha, berhubung acara yang digelar adalah Linux road to school.
Berarti 'pasar' kita adalah pelajar. Namun - berdasarkan pengalaman saya
di SMAN 24 - jika kita presentasi di depan guru, maka kurang dapat
perhatian. Justru perhatian terbesar adalah dari siswa baru (momen yang
pas karena saat ini adalah masa-masa penerimaan siswa baru). Saat saya
mempresentasikan hal-hala yang tidak ada di OS yang lazim mereka pakai,
itu adalah daya tarik sendiri. Waktu saya tunjukan compiz, mereka sudah
terkagum-kagum. Namun, saya pikir, inti dari RoadShow ini adalah lebih
ke pengenalan Linux untuk pemula. Dulu waktu saya mengenalkan Fedora 7,
banyak yang bingung tentang penggunaannya. Malah pernah ada yang
bingung, bagai mana cara shutdown (karena di linux pake istilah Turn
Off.. Hehehehe)
Karena dalam acara pendidikan, kenalkan hal-hal yang berbau pendidikan
(biasanya KDE punya banyak tuh... ) Kayak tabel unsur kimia, kalkulator
scientifik, etc.
Yudha P Sunandar wrote:
> Dear All,
> butuh ide2 ni buat roadshow linux di bandung. yang jadi pertanyaan.
>
> 1. format acara supaya nggak garing dan membuat orang tertarik buat
> pake linux dan foss untuk pendidikan
> 2. yang biasa buat desain, bantuin dong bikin banner dan logo kegiatan.
> 3. kalo yang banyak bandwidth, bantuin ngisi portalnya dong.
> 4. link terkait, silahkan baca di sini :
> http://coretankelambu.wordpress.com/2008/07/06/ide-untuk-roadshow-linux-di-bandung/
> 5. terima kasih...
>
> Yudha P Sunandar
> Sn
>
> >
Rendy Maulana wrote:
> dik dichi ini memang sudah banyak pengalaman dibidang beginian,....
> terlebih dulu mendirikan forum informatika bandung
>
> yang isinya murid2 smu yang aktif di olimpiade informatika
>
>
> nak yudha bisa belajar banyak sama dik dichi...
>
>
>
>
>
> hihihihihihi
>
> 2008/7/7 Dichi Al Faridi <di...@alfaridi.info
> <mailto:di...@alfaridi.info>>:
> www.rendymaulana.com <http://www.rendymaulana.com>
Rendy Maulana wrote:
> dik dichi ini memang sudah banyak pengalaman dibidang beginian,....
> terlebih dulu mendirikan forum informatika bandung
>
> yang isinya murid2 smu yang aktif di olimpiade informatika
>
>
> nak yudha bisa belajar banyak sama dik dichi...
>
>
>
>
>
> hihihihihihi
>
> 2008/7/7 Dichi Al Faridi <di...@alfaridi.info
> <mailto:di...@alfaridi.info>>:
> www.rendymaulana.com <http://www.rendymaulana.com>
cing cai
--
Sent from Gmail for mobile | mobile.google.com
Rendy Maulana
mengenalkan penggunaan software yang free daripada yang bajakan...
membandingkan penggunaaan software yang free dan yang tidak...
masih banyak pertanyaan "Linux bisa ini?? Linux bisa itu?" Pertanyaan
macam itu yang perlu kita siapkan jawabannya...
Bagaimana jika penjelasan sisi konseptual/teori dipisahkan dengan
pemakaian praktis? Kira-kira seperti di acara peluncuran Ubuntu, jadi
ada bagian yang bercerita sisi motivasi dan biasanya melebar ke
mana-mana, plus sisi lain yang lebih teknis. Keduanya penting agar
lebih banyak yang dapat dibidik untuk jangka pendek atau jangka lebih
panjang.
Karena acara singkat dan bersifat pertunjukan keliling ("roadshow"),
materi perlu direm agar secukupnya, praktis, dan mudah dikenang.
Tujuan acara lebih baik diarahkan agar mereka senantiasa terus
penasaran tentang kemungkinan eksplorasi Linux, bukan menguasai Linux,
karena ini bukan mata kuliah. :)
--
"Idleness is not doing nothing. Idleness is being free to do
anything." - Floyd Dell
Karena acara singkat dan bersifat pertunjukan keliling ("roadshow"),
materi perlu direm agar secukupnya, praktis, dan mudah dikenang.
Tujuan acara lebih baik diarahkan agar mereka senantiasa terus
penasaran tentang kemungkinan eksplorasi Linux, bukan menguasai Linux,
karena ini bukan mata kuliah. :)
[suka] akan ada bagi-bagi cindera mata lagi... (s_dance)
*upps, maaf, bukan Plurk, ya? :)
--
"Love all, trust a few." - Shakespeare
Eh kok saya tidak tahu ya? Apa ini artinya Mas Amal? Saya sudah coba
Plurk, tapi belum tahu.
--
Zaki Akhmad
Terlalu lama di Twitter? ;-)
http://www.plurk.com/user/ikhlasulamal
Tempat main yang lain lagi. Internet kan tempat bersenang-senang... :)
Mas Amal.... Mas Amal....
Titik dua tutup kurung
--
Zaki Akhmad
yang susah-susah disembunyikan saja dulu,
yang mudah-mudah dan menyenangkan diutamakan dahulu.
dipancing dulu buat menggunakan,
persoalan pendalaman lebih lanjut biar mereka yg tergerak hatinya yg
melakukannya...
jadi persoalannya bagaimana menggerakkan hati mereka...
> 2008/7/9 LiQuid Kermit <liquid...@gmail.com>:
>>
>> simple aja, perkenalkan aplikasi2 sehari2.
>> Misalnya openoffice untuk office
>> evolution, thunderbird, gaim/kopete, firefox, xchat dll untuk internet
>> gimp, gqview, inkscape dll untuk graphic
>> mplayer, kaffeine, xine, dll untuk video
>> amarok, rhytmbox, xmms untuk audio
>> begitu2 aja, wong kebanyakan orang2 cuman make untuk kebutuhan itu koq...
>>
>> 2008/7/9 riyandi himawan <bang...@gmail.com>:
>>>
>>> Memang sangat susah kalo kita tiba2 ngomong soal partisi, filesystem,
>>> command-command, apalagi konfigurasi. Yang paling mudah ya mengenalkan
>>> aplikasi-aplikasi yang ada di linux. Kalo bidang astronomi aplikasi yang
>>> digunakan adalah stellarium, kalzium, openoffice.org, dan kalkulator.
Setuju, fokuskan diaplikasi.
Dan untuk roadshow sekarang, karena ini roadshow ke dunia pendidikan,
penjelasan atas keberadaan aplikasi open source untuk menunjang setiap
mata pelajaran, seperti:
- untuk matematika: Kig, KMPlot, Dr Genius, Maxima (maxima.sf.net),
Octave (www.octave.org),
- untuk kimia: Kalzium, Atomix, PyMol,
- untuk biologi: virtual life lab, ...
- untuk fisika: EduKator,
- untuk geografi: KGeography, KStars, Celestia, Stellarium, ..
- untuk akuntansi: GnuCash, OpenERP, ...
- untuk statistik: PSPP, ...
(lihat en.wikipedia.org/wiki/KDE_Education_Project)
Juga aplikasi open source untuk menunjang administrasi pendidikan, seperti:
- untuk perpustakaan: BiblioteQ, Evergreen, Koha, PMB, NewGenLib, ...
(lihat en.wikipedia.org/wiki/Integrated_library_system)
- administrasi pendidikan: SchoolTool (schooltool.org), Kuali (www.kuali.org)
- untuk e-learning: ATutor, Moodle, Dokeos, Sakai, Claroline, eFront,
Fle3, ILIAS, OLAT, ClaSS...(lihat
en.wikipedia.org/wiki/Learning_Management_System dan
en.wikipedia.org/wiki/Virtual_learning_environment)
Ini bukan karena aplikasi yang lain tidak penting, hanya agar lebih
tepat sasaran ke dunia pendidikan.
--
Syafrudin Abi Dawira
saya malah kebayang memberikan mereka kesempatan untuk membiasakan
hidup menggunakan linux..
yg dasar2 dan general saja, tp konsisten menggunakannya...
kebanyakan aplikasi di atas malah belum pernah saya sentuh... (baik yg
open seperti di atas maupun yg propietary nya)
task yg ringan2 aja dl kali ya..
brosing, office, administrasi sistem dasar, customizing desktop biar
lebih keren...
mengingat sumber daya waktu, dana dan orang yg terbatas...
Kalau kebetulan kita memang profesinya IT Admin, ya wajar kita tidak
membutuhkannya. Namun ibarat kita penjual, kan kita perlu lebih tahu
kebutuhan pembeli, tidak berasumsi bahwa kebutuhan pembeli pasti sama
dengan kebutuhan kita.
Mirip dengan adik saya yang anak seni rupa, dia nggak kenal "mainan"
IT Admin, tapi dia menguasai sekali Blender3D dan tahu persis ketika
saya nanya tentang film Elephant Dream, Big Buck Bunny, atau proyek
Apricot.
> task yg ringan2 aja dl kali ya..
> brosing, office, administrasi sistem dasar, customizing desktop biar
> lebih keren...
> mengingat sumber daya waktu, dana dan orang yg terbatas...
>
Saya takut kalau kita "hanya" memperkenalkan Linux "sampai di sini",
seolah - olah kesan bahwa Linux (dan lebih luas lagi open soource)
memang hanya untuk IT Admin dan hobbyist saja makin melekat.
Seperti orang elektro, mereka menganggap bahwa mereka tidak bisa
menggunakan open source karena software mereka membutuhkan software
untuk disain PCB dan sejauh ini mereka hanya kenal Protel untuk itu.
Tidak ada yang memperkenalkan kepada mereka bahwa ada KiCad atau
FreePCB sebagai pengganti Protel.
--
Syafrudin Abi Dawira
--
Syafrudin Abi Dawira
suruh baca http://www.osalt.com/ aja kali ya
mungkin kita cuma memperkenalkan linux "sampai di sini",
tp yg penting ada efek mereka mau mengeksplor lebih lanjut...
usul dari kang udin soal spesialisasi bagus kok,
cuma takutnya kurang sumber daya manusia (di klub)
yg pernah pakai aplikasi2 yg telah disebut di atas...
Hehehe... ingat, ingat: anak SMA *pada umumnya*, bukan anak SMA
peserta Olimpiade Fisika, bukan anak SMA yang kreatif membuat pentas
sendiri dan berhasil. Yang dihadapai oleh tontonan keliling Linux
adalah hadirin umum ("mass audience"), semacam tabligh akbar yang
tidak semua mengerti metodologi fiqh dan -- lebih penting lagi --
hampir semua tidak merasa perlu beribadah haji sekarang.
Iya, adik-adik kita pada umumnya, tetangga SMA sebelah rumah yang
barangkali masih labil: mau kuliah atau kerja agar segera menikah saja
(pacar sudah ajak-ajak dan sentimentil).
Idealnya, kita yang bertanya kepada mereka: apa sih yang kalian
perlukan? Namun jika acara berlangsung baru ditanya kan garing habis,
belum lagi SDM penyajinya kemungkinan belum siap. Nah, pakai
pendekatan statistik sebagai salah satu cara: temui perwakilan mereka
(OSIS misalnya), terus ditanya: apa sih yang sebenarnya ada di pikiran
kalian dan teman-teman kalian tentang komputer dan teknologi
informasi?
Jangan-jangan Friendster dan YM cukup, karena mereka lebih suka main
band dan lebih prospektif dijual ke mancanegara dibanding jadi ahli
TI! Atau mereka menyadari bahwa Linux saja tak cukup, karena bekerja
di Microsoft Indonesia kelihatannya menarik.
Boleh semua, jangan dibatasi – termasuk jika ternyata sebagian dari
mereka merasa Linux sudah menjadi santapan harian. Mereka yang akan
menggunakan TI untuk efisiensi kehidupan mereka, dan kita memberi
gambar lain, mengantarkan pada dunia tertentu yang asik.
> Idealnya, kita yang bertanya kepada mereka: apa sih yang kalian
> perlukan?
>
Setuju. Inti "marketing" kan di sini.
> Atau mereka menyadari bahwa Linux saja tak cukup, karena bekerja
> di Microsoft Indonesia kelihatannya menarik.
>
Ini topik menarik, bagaimana kalau jawaban dari pertanyaan di atas
adalah: "yang kami perlukan adalah diterima bekerja dengan gaji yang
cukup" :-). Apa peran Linux dalam hal ini ?
--
Syafrudin Abi Dawira
> suruh baca http://www.osalt.com/ aja kali ya
>
Perlu kita ingat bahwa masih cukup pengguna komputer tidak punya akses
internet di rumah, tidak punya email address, tidak rutin baca blog,
dan tidak ikut milis. Acara seperti ini merupakan kesempatan informasi
yang "ekslusif" menjadi lebih memasyarakat.
Karenanya saya kira lebih bagus kalau ada versi cetaknya, sehingga ada
kemungkinan bisa dicetak dan dibagikan.
Bisa juga pakai yang di:
romisatriawahono.net/2007/01/15/padanan-aplikasi-windows-linux meski
lebih bagus dilengkapi data dari
www.linuxrsp.ru/win-lin-soft/table-eng.html dan www.osalt.com.
> cuma takutnya kurang sumber daya manusia (di klub)
> yg pernah pakai aplikasi2 yg telah disebut di atas...
>
Jangan - jangan karena isi KLuB hanya dari kalangan IT (IT Admin, IT
Manager, Sw / Web Dev, Hobbyist) saja ?
--
Syafrudin Abi Dawira
saya setuju sekali dengan adanya versi cetak yg bisa dibawa pulang
(pertinggal) bagi peserta
2008/7/16 Syafrudin Abi Dawira <abid...@gmail.com>:
>> cuma takutnya kurang sumber daya manusia (di klub)
>> yg pernah pakai aplikasi2 yg telah disebut di atas...
>>
> Jangan - jangan karena isi KLuB hanya dari kalangan IT (IT Admin, IT
> Manager, Sw / Web Dev, Hobbyist) saja ?
>
kalo memang demikian kenyataannya saat ini apa harus dinafikkan...
jika memang ingin membuka jembatan kepada kalangan baru pengguna linux
(bukan hanya sysadmin, developer, hobbyist)
menurut saya graphic design merupakan awal yang baik..
kenapa?
sebab graphic design langsung kelihatan hasil karyanya...
layaknya developer yang langsung mendemokan software yang dibangunnya,
graphic designer akan memamerkan karyanya langsung kepada khalayak..
kalau bagus orang pasti nanya..
software-nya dikembangin pake apa sih?
posternya didesain pake apa sih?
di dalamnya pasti ada unsur buat nyoba,
entah karena kagum, penasaran, tertantang, dsb....
kalo software-software astronomi dsb memang bagus,
tp ga langsung kelihatan hasil karyanya..
menurut saya daya sebar relatif lebih kecil untuk mempopulerkan linux
dan foss...
>>> cuma takutnya kurang sumber daya manusia (di klub)
>>> yg pernah pakai aplikasi2 yg telah disebut di atas...
>>>
>> Jangan - jangan karena isi KLuB hanya dari kalangan IT (IT Admin, IT
>> Manager, Sw / Web Dev, Hobbyist) saja ?
>
> kalo memang demikian kenyataannya saat ini apa harus dinafikkan...
>
Bukan bermaksud menafikan, justru ingin tahu benar demikian atau
sebetulnya ada dari kalangan lain tapi belum muncul.
> menurut saya graphic design merupakan awal yang baik..
>
Setuju.
Di luar RoadShow dengan hadirin yang umum, perlu dirancang semacam
Workshop bertema "Open Source Graphics Design", yang membahas GIMP dan
kawan - kawan (Inkscape, Synfig, Pencil, Blender, ...), mirip Linux
Install Fest.
Kalau tidak ada yang mengisi sesi Blender, saya Insya Allah bisa
menghubungi adik ipar saya yang cukup menguasai Blender.
> kenapa?
> sebab graphic design langsung kelihatan hasil karyanya...
> layaknya developer yang langsung mendemokan software yang dibangunnya,
> graphic designer akan memamerkan karyanya langsung kepada khalayak..
>
Soal demo, apakah ada yang belum menonton film Elephant Dream dan Big
Buck Bunny ?
> kalo software-software astronomi dsb memang bagus,
> tp ga langsung kelihatan hasil karyanya..
> menurut saya daya sebar relatif lebih kecil untuk mempopulerkan linux
> dan foss...
>
Kalau yang dimaksud adalah untuk di rumah, benar.
Tapi kalau software tersebut digunakan dalam KBM (Kegiatan Belajar
Mengajar) di sekolah, lain lagi cerita :-). Kalau misalnya muncul tren
menggunakan Kalzium untuk pelajaran Kimia di sekolah misalnya, ini
berarti mau tidak mau setiap siswa jadi menggunakan Linux meski tidak
punya komputer di rumah.
Di sisi lain, kita tahu Microsoft cukup agresif dalam usahanya
mempertahankan dominasi Windows di mana - mana termasuk di sekolah.
Saya tidak heran kalau kemudian ada sekolah yang sudah pakai Linux dan
OpenOffice untuk pelajaran TIK karena alasan legalitas, lalu ganti
jadi Windows dan MS Office karena Microsoft memberikannya gratis. Buat
mereka, alasan harus pakai Linux lagi jadi kurang bermakna.
Beda kondisinya kalau Linux sudah dipakai untuk KBM tidak hanya pelajaran TIK.
--
Syafrudin Abi Dawira
Vote +1 buat konsep david soal pendekatan lewat FOSS design & graphics ^_^
Sehubungan dengan hal tersebut, diskusi panitia sabtu kemarin kalau
tidak salah muncul ide selain acara besarnya (talkshow/seminar?),
nanti bisa juga ada booth2/stand sederhana yg ngebahas perspesifik
topik aplikasi+demo (perkantoran, grafis dsb.)
Nb.:
Btw. bole minta kontak kenalan kang Abi yg bisa blender?
--
Syafrudin Abi Dawira