Garut Longsor, Seorang Tewas, Ratusan Orang
Minggu, 22 November 2009 | 12:55 WIB
GARUT, TRIBUN - Ade Rohman (60), warga Kampung Bebedahan RT 02/06, Desa Pasirlangu, Kecamatan Pakenjeng, ditemukan sudah terbujur tak bernyawa setelah diseret longsor lumpur dan batu yang menerjang Desa Pasirlangu, Jumat (20/11) sore. Mayat Ade baru ditemukan pada Sabtu (21/11) pukul 11.00. Evakuasi baru bisa dilakukan pada pukul 14.00.
Menurut beberapa warga Kampung Babakan, longsor terjadi pada Jumat (20/11) sore sekitar pukul 16.20. Saat itu, longsor terjadi secara tiba-tiba setelah pada siang harinya kawasan tersebut diguyur hujan lebat.
Camat Pakenjeng Drs Jajat Darajat MSi mengatakan, akibat longsor itu sebuah jembatan yang menghubungkan Desa Bebedahan dengan Desa Mulkapari terputus. Tidak hanya itu, longsor menerjang pesawahan. Ketika itu, Ade Rohman sedang membetulkan saluran air. "Saat sedang membetulkan saluran air itulah, longsor langsung menerjang Ade Rohman," ujar Jajat.
Tubuh Ade yang terseret lumpur dan batu longsoran tidak langsung bisa ditemukan hari itu. Baru kemarin siang jasad Ade dapat ditemukan warga di Kampung Mulkapari, yang berjarak dua kilometer dari Kampung Bebedahan. Jasad Ade yang dievakuasi warga dalam keadaan sudah tidak bernyawa langsung dimakamkan saat itu juga.
Selain jatuh korban jiwa, 60 kepala keluarga di Desa Pasirlangu dievakuasi ke tempat lebih aman karena terancam bencana longsor susulan. Bupati Garut Aceng HM Fikri langsung memberikan bantuan berupa santunan kepada keluarga Ade Rohman. Bantuan diberikan melalui Camat Pakenjeng yang didampingi Kabag Informatika Dik Dik Hendrajaya, berupa uang tunai Rp 2,5 juta.
Menurut Jajat, longsor di kawasan Pakenjeng terjadi di 19 titik. Selain di Pasirlangu, longsor juga terjadi di Kampung Cilampuyang RT 05/06, Desa Tanjungjaya. Longsoran tanah yang berasal dari tebing menutupi badan jalan kabupaten yang menghubungkan desa tersebut dengan tiga desa lainnya, yaitu Desa Sukamulya, Neglasari, dan Desa Karangsari.
Jalur tersebut kini tidak bisa dilalui, baik oleh kendaraan roda empat maupun roda dua. Semua kendaraan harus memutar ke jalan Desa Sukamulya.
Longsor juga mengakibatkan ratusan siswa di beberapa desa di Kecamatan Pakenjeng tak bisa berangkat sekolah. Menurut kepala Madrasah Ibtidayah Mulkapasi, Ain Saepudin, ratusan siswa yang terdiri atas siswa SD hingga SMP dan MI terpaksa diliburkan karena tidak bisa melintas menggunakan jalur jalan yang biasa dipakai mereka bersekolah.
Selain di Pakenjeng, longsor juga terjadi di sepanjang jalan antara Cisompet, Pameungpeuk, tepatnya di Desa Sukamukti dan Desa Sukanagara, Kecamatan Cisompet. "Ada beberapa rumah yang terancam longsor, yaitu di Desa Sukanagara sebanyak 5 KK, Desa Depok 5 KK, dan Desa Sindangasari 17 KK," ujar Dik Dik. (set)
|