Kliping : Banjir di Kab. Bandung Makin Parah

2 views
Skip to first unread message

dadang sudardja

unread,
Feb 7, 2010, 11:16:38 AM2/7/10
to Jabar Peduli, yanti kerlip
Satu Rumah Ambruk, Empat Rusak Berat
Banjir di Kab. Bandung Makin Parah

UTE.JOB
PASAR malam yang sudah sebulan beroperasi sepi pengunjung akibat terendam banjir yang melanda wilayah Kp. Cieunteung, Kel./Kec. Baleendah, Kab. Bandung, Sabtu (6/2).

BALEENDAH,(GM)-
Akibat hujan deras yang mengguyur kawasan hulu Sungai Citarum sejak Jumat (5/2) sore, banjir di Kab. Bandung semakin meluas. Dua kelurahan dan dua desa di Kec. Baleendah dan empat desa di Kec. Dayeuhkolot, Kab. Bandung, Sabtu (6/2), terendam banjir dengan ketinggian 30 cm hingga 3,5 meter.

Di Kec. Baleendah, banjir terjadi di Kel. Baleendah dan Kel. Andir, sedangkan di Kec. Dayeuhkolot, banjir melanda Desa Dayeuhkolot, Citeureup, Bojongasih, dan Desa Cangkuang.

Banjir yang terus meluas dan ketinggian air yang terus bertambah, menyebabkan jumlah pengungsi yang ditempatkan di lima titik di Kec. Baleendah terus bertambah. Karena itu, proses evakuasi yang dilakukan jajaran muspika dibantu sejumlah tim relawan yang berasal dari Taruna Siaga Bencana (Tagana), Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat), karang taruna, Kosgoro, Palang Merah Indonesia, dan relawan lainnya terus dilakukan.

Akibat bencana banjir itu, satu rumah ambruk dan empat rumah lainnya di Kp. Cieunteung mengalami rusak berat dengan nilai kerugian yang belum bisa diketahui pasti. Rumah yang ambruk milik Bebet, sedangkan empat rumah lainya milik Mori, Udi, Dede, dan Iip.

Camat Baleendah, Drs. Usman Sayogi J.B., M.Si. mengatakan, di Kec. Baleendah, hingga kemarin, 8.321 rumah terendam banjir dengan ketinggian berkisar antara 30 cm hingga 3,5 meter. Ke-8.321 rumah itu milik 2.370 kepala keluarga (KK) di Kel. Baleendah, sisanya di Kel.. Andir.

"Di dua kelurahan itu, sekitar 20.000 jiwa menjadi korban banjir. Demikian pula di Desa Rancamanyar dan Desa Bojongmalaka, puluhan rumah dan sawah terendam banjir," kata Usman didampingi Kepala Desa Rancamanyar, Dadang Gamaludin dan Kepala Desa Bojongmalaka, Jajang Junaedi kepada "GM" di sela-sela melayani warga korban banjir di Baleendah, kemarin.

Karena banjir terus meluas dan para pengungsi terus bertambah, imbuh Usman yang diiyakan Kasi Ketenteraman dan Ketertiban Umum, Japra, pihaknya tetap menyiagakan dapur umum untuk para pengungsi.

Sementara itu, Camat Dayeuhkolot, Numan mengatakan, bencana banjir terparah juga terjadi di Kec. Dayeuhkolot. Di Kec. Dayeuhkolot sebanyak 2.148 rumah (5.276 KK/17.410 jiwa) menjadi korban banjir.

Camat Bojongsoang, Drs. Yudi Abdurahman mengatakan, di Desa Bojongsoang banjir melanda 416 rumah (447 KK/1.492 jiwa), BojongsDesa ari 28 rumah (35 KK/127 jiwa), Desa Tegaluar 426 rumah (574 KK/2.901 jiwa). "Sementara jumlah pengungsi sebanyak 75 KK atau mencapai 274 jiwa," kata Yudi.

Bencana banjir kembali terjadi di lima desa di Kec. Rancaekek, yaitu Desa Bojongloa sehingga 700 rumah atau sekitar 800 KK (3.200 jiwa) terendam banjir. Di Desa Rancaekek Wetan 300 rumah, Rancaekek Kulon 400 rumah, Desa Sukamulya 37 rumah, dan Desa Linggar puluhan rumah terendam banjir dengan ketinggian 30-60 cm.

Endapan lumpur

Sementara itu, banjir yang terjadi di Desa Tanggulun, Kec. Ibun dan 4 desa di Kec. Majalaya, Kab. Bandung, Sabtu dini hari mulai surut. Namun akibat banjir dari luapan Sungai Citarum itu, sejumlah ruas jalan dan rumah warga di dua kecamatan itu tertutup endapan lumpur setinggi 25-30 cm.

Untuk menormalkan arus kendaraan yang melaju di Jalan Raya Laswi Majalaya, sejumlah jajaran muspika berusaha membersihkan endapan lumpur dengan menggunakan alat berat backhoe. Sebelumnya di Desa Tanggulun lebih dari 200 rumah terendam, sedangkan di Desa Majalaya, Sukamaju, Majakerta, dan Desa Majasetra Kec. Majalaya, sebanyak 1.480 rumah terendam banjir dengan ketinggian 30-170 cm. Di Desa Rancakasumba, Kec. Solokanjeruk, lebih dari 200 rumah terendam banjir dengan ketinggian 50 cm.

Harus tanggung jawab

Bupati Bandung, H. Obar Sobarna didampingi jajaran Muspida Bandung lainnya, saat bertemu dengan para kepala dinas, camat, kepala desa, RW, RT, dan para korban banjir lainnya, mengatakan, masing-masing kepala dinas dan pihak terkait harus sama-sama bertanggung jawab dan turun ke lokasi banjir.

"Di antaranya Dinas Pendidikan, harus memperhatikan anak-anak korban banjir supaya tetap sekolah. Dinas Kesehatan memperhatiakan kesehatan warga, Perusahaan Daerah Air Minum memperhatikan kebutuhan air minum warga korban banjir," tutur Obar di Gedung Juang Baleendah, kemarin.

Dikatakan, untuk menanggulangi banjir, solusi lainnya harus dibangun rumah singgah di Kel. Andir, Kel. Baleendah dan di tempat lainnya. "Termasuk di Kp. Cieunteung, harus ada gedung SD yang ditinggikan supaya anak-anak bisa tetap sekolah," tuturnya.

Pihaknya juga akan berusaha membantu menyelesaikan bendungan di Kp. Cieunteung yang hingga kini belum selesai pembangunannya. "Kita akan tetap responsif dalam masalah banjir ini. Kami juga akan terus memperhatikan kebutuhan sembako bagi warga korban banjir," katanya.

Banjir Sumedang

Bencana banjir juga terjadi di sejumlah desa di Kec. Jatinangor, Kab. Sumedang, Sabtu (6/2) sekitar pukul 16.00 WIB. Di Kec. Jatinangor, 4 desa diterjang banjir bandang, yaitu Desa Cikeruh, Jatinangor, Mekargalih, dan Desa Sayang. "Ketinggian air ada yang mencapai 2 meter," kata Engkos, warga setempat.

Menurutnya, banjir terjadi di empat desa itu setelah ada kunjungan Menko Kesra, Agung Laksono. "Sampai malam ini, belum ada bantuan relawan maupun sembako ke lokasi banjir," katanya.

Dikatakannya, di empat desa itu diperkirakan ratusan rumah terendam banjir dengan ketinggian antara 50 cm hingga 2 meter dari luapan Sungai Cikeruh. "Sebenarnya hujan tidak terlalu deras, tapi air Sungai Cikeruh langsung meluap dan menggenangi rumah warga. Hujan mulai turun dari sekitar pukul 15.00-16.30 WIB," katanya.

Sementara itu, anggota DPRD Provinsi Jabar, Dadang M. Naser berusaha memberikan bantuan untuk korban banjir di Kec. Baleendah. "Bantuan terus mengalir. Kami juga mohon kepada warga lainnya untuk membantu korban banjir. Apalagi banjir di Kec. Baleendah selama 2009 sudah terjadi 261 kali," katanya.

Dadang berharap pemerintah pusat segera menganggarkan dana untuk penanganan Sungai Citarum. (B.105)**




Nikmati chatting lebih sering di blog dan situs web
Gunakan Wizard Pembuat Pingbox Online
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages