Introspeksi Dokumentasi Project

116 views
Skip to first unread message

Endy Muhardin

unread,
Apr 27, 2013, 12:25:36 PM4/27/13
to it-project...@googlegroups.com
Salah satu pertanyaan yang sering ditanyakan di milis ini adalah:

- dokumen apa saja yang harus kita buat selama mengerjakan project?
- apa kegunaan masing-masing dokumen?

Pada artikel ini, Steve McConnell membahas tentang 
bagaimana menilai apakah dokumentasi yang kita lakukan dalam project
sudah efektif atau belum. 


Dia membahas beberapa pertanyaan yang harusnya kita ajukan terhadap diri sendiri 
dengan melihat dokumen yang ada / tidak ada dalam project. 
Dari jawaban terhadap pertanyaan tersebut, kita bisa menilai 
- apakah kita sudah membuat jenis dokumen yang benar?
- apakah kita sudah membuat dokumen dengan benar?
- dsb


Daud Mukadar

unread,
May 3, 2013, 6:22:35 PM5/3/13
to it-project...@googlegroups.com
goodreads, thx for sharing,
semakin mengukuhkan kalo bikin software itu lebih dekat ke seni daripada engineering :D

.daudmukadar


2013/4/27 Endy Muhardin <endy.m...@gmail.com>

--
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "Manajemen Proyek IT" dari Grup Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke it-project-indonesia+berhenti berlan...@googlegroups.com .
Untuk mengeposkan pesan ke grup ini, kirim email ke it-project...@googlegroups.com.
Kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/it-project-indonesia?hl=id.
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
 
 

T. Budiman

unread,
May 4, 2013, 1:47:12 AM5/4/13
to it-project...@googlegroups.com

2013/5/4 Daud Mukadar <daudm...@gmail.com>

goodreads, thx for sharing,
semakin mengukuhkan kalo bikin software itu lebih dekat ke seni daripada engineering :D


Apa yang menyebabkan munculnya kesimpulan demikian? Apakah karena dokumentasi proyek dianggap bersifat opsional? Atau tidak standar? Atau dianggap tidak berpengaruh pada hasil pekerjaan? 
 

Ivan Darmawan

unread,
May 7, 2013, 5:28:31 AM5/7/13
to it-project...@googlegroups.com
Lebih dekat ke seni karena hasilnya tidak harus sesuai dengan yang direncanakan. Namun dalam proses development-nya diharapkan mendekati best practice (engineering) yang disukai.


2013/5/4 T. Budiman <tbud...@gmail.com>

--

Martinus Johan Wahyudi

unread,
May 7, 2013, 5:35:07 AM5/7/13
to IT Project Indonesia
udah ah, kejauhan mengkaitkan seni ke IT. Engineering is not art :) unless you feel an emotion for that..


2013/5/7 Ivan Darmawan <ivan.d...@gmail.com>



--
Sincerely,
Martinus J Wahyudi
Software Engineer

Endy Muhardin

unread,
May 7, 2013, 6:26:42 AM5/7/13
to it-project...@googlegroups.com
Nah, software development is art ini menurut pengalaman saya adalah alasan untuk tidak memiliki dan melakukan proses yang baku. 
Jadi ya bisa ditebak, hasilnya tidak repeatable. 
Sekarang on time on budget, next project belum tentu. 

Kalo yang saya pahami dari artikel di atas : 
- kita harus punya seperangkat proses dan dokumen yang baku
- proses/dokumen tersebut harus jelas : 
  - apa manfaatnya
  - siapa yang membuat/melakukan dan kapan dibuat/dilakukan
  - siapa yang mengupdate dan kapan diupdate
  - siapa yang membaca dan kapan dibaca
- ada verifikasi/evaluasi apakah proses/dokumen tersebut benar2 bermanfaat

Nah, yang namanya engineering itu, ciri khasnya ada metodologi, ada analisa, dan ada evaluasi/improvement.

Engineering seperti ini :
Step 1 : mari kita lakukan X
Step 2 : coba kita cek apakah kita sudah benar2 melakukan X
Step 3 : coba kita lihat, apa hasil dari kita melakukan X
Step 4 : oh, ternyata X kurang efektif, coba kita ganti Y (back to step 1)
Selama belum ada evidence bahwa X efektif/tidak efektif maka jangan diubah dulu.


Art seperti ini : 
Step 1 : bangun pagi, coba dilihat apakah kita lagi mood melakukan X
Step 2 : gak mood, lakukan Y saja
Step 3 : hari ini selesai, kita lanjutkan besok (back to step 1, besok mungkin mood beda sehingga kita melakukan X)




2013/5/4 Daud Mukadar <daudm...@gmail.com>
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages