Rencana mau buat server data, karena budget terbatas hardware rencana
rakit sendiri dengan spec +- : intel core2duo, hardisk 250 gb 2 pcs,
memory 4 gb, OS karena sesuatu hal, mengunakan ubuntu 10.04 ver. desktop
/ bukan ver.server.
Hardisk 2 pcs , dimaksudkan untuk : 1. sda, system dan data. 2. sdb,
untuk backup data.
Untuk backup data akan menggunakan rsync yang diset cronjob dan
diarahkan ke sdb tsb.
dari gambaran seperti diatas, apa ada setingan khusus di mainboard
terutama untuk masalah backup yang di arahkan ke hardisk kedua.
Dalam hal partisi hardisk kedua, apa harus ngikutin/samain dengan
partisi hardisk pertama, atau semua space bisa digunakan untuk data
backup ?.
Apalagi yang harus diperhatikan ya ?
ditunggu masukannya ya, thanks sebelumnya
regards
ridwan
Pembagian untuk system dan data di /sda bagaimana? saran saya selain
menggunakan rsync .. dibuat juga backupan perhari / perminggu /
perbulan.. karena jika data tersebut corrupt atau ada masalah .. kita
bisa restore perhari / perminggu tergantung kebutuhan... sedangkan
jika menggunakan rsync data yang dibackup kan sama dengan masternya ..
jadi ya percuma ..ga bisa nyari history datanya...
itu saja sarannya
Regards,
Andy Utomo
--
Andy Utomo
YM : chimeramania
KakaoTalk : andyut
--
---------------------------------------------------------
Cara bertanya yang baik: http://wiki.linux.or.id/Cara_bertanya_yang_baik
Etika Milis: http://wiki.ubuntu-id.org/EtikaMilis
Milis: http://groups.google.com/group/id-ubuntu
> Pembagian untuk system dan data di /sda bagaimana?
sda, dipartisi biasa diisi sysem dan data / , boot, home
sdb, kepikiran untuk di samakan dengan sda, tidak semua space dijadikan
data, dengan pertimbangan jika hdisk pertama rusak tingal cabut di
pindah ke hardisk ke dua. bisa tidak ya ?
> saran saya selain
> menggunakan rsync .. dibuat juga backupan perhari / perminggu /
> perbulan.. karena jika data tersebut corrupt atau ada masalah .. kita
> bisa restore perhari / perminggu tergantung kebutuhan... sedangkan
> jika menggunakan rsync data yang dibackup kan sama dengan masternya ..
> jadi ya percuma ..ga bisa nyari history datanya...
memang tujuannya membuat data backup sama persis dengan masternya,
karena ini hanya data2 file sharing kebanyakan file *.dwg.
lebih safety ya, jika backup dbikin perhari / perminggu karena ada
historynya, tapi kepikir ukurannya, yang pasti hardisk cepet penuh tuh.
> memang tujuannya membuat data backup sama persis dengan masternya, karena ini hanya data2 file sharing kebanyakan file *.dwg.
kalau begini lebih mudah pakai RAID-1 karena cuma pakai 2 hdd. jadi
hdd yang paling besar dibuat 2 partisi, 1 partisi untuk boot, sisa
partisinya untuk dibuat RAID-1 dengan hdd kedua, menggunakan mdadm.
jika hdd pertama rusak, memang tidak bisa boot jadinya, tapi data
masih aman di hdd kedua, tinggal anda buat sistem baru dan mdadm akan
otomatis mendeteksi skema RAID-1 di hdd kedua.
> lebih safety ya, jika backup dbikin perhari / perminggu karena ada historynya, tapi kepikir ukurannya, yang pasti hardisk cepet penuh tuh.
yang namanya backup dengan efisiensi storage memang harus kompromi
antara keduanya. saya pernah mengalami kehilangan berkas sebesar 1
tera, dan sekarang saya lebih memilih untuk beli 2 hdd dijadikan
RAID-1 ketimbang bertaruh dengan 1 hdd.
kalau mau lebih irit, bisa pakai skema RAID-5, namun berarti harus
punya hdd minimal 3. saya sendiri pakai RAID-5 untuk fileserver di
rumah dengan 5 buah hdd.
dengan RAID-1 atau RAID-5, jika ada hdd yang fail, sistem masih akan
terus bisa jalan, tinggal secepatnya dicari pengganti hdd yang faulty.
--
http://ryosaeba.wordpress.com ~ things left unsaid
> pilihan sekarang lebih condong menggunakan system raid-1,
> sepengetahuan saya tidak semua mainboard mendukung system raid, ya ? adakah
> tips untuk mengetahui mobo apa aja yang mendukung system raid .
gunakan softraid/mdadm, maka anda tidak akan tergantung pada jenis
motherboard. dengan mdadm anda tinggal bikin partisi khusus di tiap
hdd untuk dijadikan raid. saya dulu pernah setup hdd 1 TB & 600 GB;
yang 1 TB saya buat 2 partisi, satu untuk sistem 400 GB, sisanya 600
GB untuk raid-1, lalu hdd kedua keseluruhannya saya partisi untuk jadi
bagian raid-1 tadi, tidak ada masalah.
enaknya pakai mdadm ini, kalau anda pindah sistem ke komputer yang
berbeda, skema raid tadi bisa otomatis dikenali dan dijalankan, jadi
tidak ada setup ulang, paling menentukan mount point saja.
baca-baca buku manualnya pak... :-)
Sorry OneLine
--
~Taufiq Luthfi~
kalo pake external hardisk kan manual pa...
pas bapak sakit ga masuk kantor 3 hari, trus kejadian tuh server crash...
bapak masuk di suruh restore, pasti yang ada trakhir yang bapak simpen kan?
kalo pake rsyn kan otomatis bisa di setting 1 jam sekali ge bisa aja pa..
jadi datanya update gitu lah ceritanya..
ridwan
--
---------------------------------------------------------
Cara bertanya yang baik: http://wiki.linux.or.id/Cara_bertanya_yang_baik
Etika Milis: http://wiki.ubuntu-id.org/EtikaMilis
Milis: http://groups.google.com/group/id-ubuntu