Apa salahnya kalau tidak perlu mempermasalahkan "TOP" dan
"Bottom" posting. Saya menyadari, bahwa norma yang
digunakan oleh para "Dewa" dan "Dewi" ialah Bottom Posting.
Namun trend posting abad 21 ini ialah top posting, man!
Jika ingin sekedar "sedikit mengutip"; memang lebih baik
bottom posting. Namun, sering sekali kita nimbrung sebuah
thread dari tengah! Keuntungan top posting ialah kita
dengan mudah mengejar ketinggalan yang kita belum baca
(dan sudah hapus).
PS: ngomong-ngomong OT, sejak kapan toko jin lepis
"Tops'n Bottom" bubar?
--
Raja Ali M.I. Ilias, Bengkalis, https://wiki.ubuntu.com/AliMilis
Counted GNU/Linux Engineer # 405138 - http://counter.li.org/
Ubuntu User # 14458 - http://ubuntucounter.geekosophical.net/
Emang *penting* gitu ngikutin tren? :p
>
> Jika ingin sekedar "sedikit mengutip"; memang lebih baik
> bottom posting. Namun, sering sekali kita nimbrung sebuah
> thread dari tengah! Keuntungan top posting ialah kita
> dengan mudah mengejar ketinggalan yang kita belum baca
> (dan sudah hapus).
<flame>
Keuntungan utama top posting adalah terakomodasinya para pemalas:
malas scroll, malas baca, malas mencari konteks, malas menghapus
</flame>
saya berpikir sederhana saja.
dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung, begitu pepatahnya bukan?
lha kalau milisnya sudah bilang kita harus bottom reply ya ikut saja
(etikanya kan begitu). kalau tidak setuju.... "sapa suru datang
jakarta?" kelaut aja... kata mandra.
--
Best regards,
Hazil mailto:hazil...@yahoo.com.sg
Klo menurut saya sih moderator mengeluarkan kebijakan seperti itu
karena sebelumnya sudah banyak pengalaman ikut milis, makanya sudah
dipertimbangkan baik buruknya suatu peraturan dalam bermilis. Btw,
walaupun saya baru kali ini menemui milis yg menerapkan bottom
posting, tp saya langsung bisa ¨menikmati¨ manfaat peraturan bottom
posting ini.
> <flame>
> Keuntungan utama top posting adalah terakomodasinya para pemalas:
> malas scroll, malas baca, malas mencari konteks, malas menghapus
> </flame>
Yup, sependapat. Namun setidaknya saya memahami, mengapa
pakar/dewa IT #1, pak Onno, menggunakan top posting. Bayangkan,
kalau setiap hari harus membaca/skim ribuan email, akan sangat praktis
jika mengadaptasi metoda "pemalas". Kalo saya sih pengangguran yang
banyak waktu luang; dan kebetulan memang terbiasa bottom posting...
BTW, mashi ada berapa yang setia menggunakan elm, pine, mutt;
sehingga sulit membaca e-mail dengan format HTML,?
sip. setujuuuu. yah kayak kalau kita mau menyeberanglah.... lihat kiri
kanan dulu, baca situasi. di milis tetangga, ada juga tuh, yang sudah
diingatkan berkali-kali (tidak hanya oleh satu orang lho) .... tapi
"ngeyel", sehingga kesannya jadi menyepelekan milis (glek!!)
--
Best regards,
Hazil mailto:hazil...@yahoo.com.sg
kebetulan baru saja saya meneliti kembali imil-imil kang onno ke saya
atau pun ke beberapa milis yg saya ikuti. dan ternyata semua bottom
reply kok :)
> Hazil mailto:hazilzu...@yahoo.com.sg
<kalem>
sekadar menambahkan, klo misalnya ga suka bottom posting ya berarti
harus melobi moderator supaya peraturan mengenai bottom posting ini
diubah jd top posting.Toh peraturan ini buatan manusia juga.Klo
moderator tetap mendukung bottom posting ya kita semua harus
menghormati keputusannya. Sing penting keseragaman. Klo bottom
posting, bottom posting semua. Klo top posting,top posting semua.
Gimana om Moderator? Mau diubah gak peraturannya?
</kalem>
Dan kalaupun beliau pake top posting, jangan kamu jadikan alasan untuk
mengikutinya.
> Bayangkan,
> kalau setiap hari harus membaca/skim ribuan email, akan sangat praktis
> jika mengadaptasi metoda "pemalas". Kalo saya sih pengangguran yang
> banyak waktu luang; dan kebetulan memang terbiasa bottom posting...
>
>
Eh kamu kan pake gmail, gak ngaruh pake top posting maupun bottom posting.
> BTW, mashi ada berapa yang setia menggunakan elm, pine, mutt;
> sehingga sulit membaca e-mail dengan format HTML,?
>
>
Saya pake mozilla mail yang pasti bisa membaca email format html,
tapi di mail server, sudah dipangkas kalau ada html nya.
--
balasan kang onno:
> Kang onno pake bottom posting.
Hm menarik... dulu sekali, pak Onno bottom poster; lalu
beralih menjadi top poster. Kelihatannya, sekarang balik
menjadi bottom poster kembali...
> Dan kalaupun beliau pake top posting, jangan kamu jadikan
> alasan untuk mengikutinya.
Dan dari mana/bagaimana kamu berkesimpulan, bahwa saya
akan menjadi top poster? Saya hanya mengatakan bahwa
saya memahami mengapa mayoritas pengguna email
menggunakan top posting.
--
saya sendiri sih gak masalah mau top ato bottom, dan gak ngerti bener
keuntung2 annya - soalnya masih ucup
tapi berhubung saya ikut milis ubuntu id pake bottom posting, yah saya
ikut aja.
lagian dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung (he3 bener gak yah??)
salam,
Wah klo pak Onno posting ke milis ini pasti dengan senang hati saya untuk
mengingat beliau untuk menggunakan bottom posting :) karena penggunaan bottom
posting adalah bagian dari guidelines [1] untuk milis yang telah disepakati
bersama. Milis ini adalah ruang publik dan untuk menjaga agar tetap kondusif dan
tidak chaos diperlukan suatu guidelines bukan?
Dan apabila rekans disini ada yang tidak berkenan dengan isi dan penerapan
guidelines untuk milis, dipersilakan:
- Tanya dan ajukan ke komunitas untuk mengubah/meperbaiki guidelines
- Mengabaikan guidelines dengan konsekwensi akan ada himbauan dari penghuni
milis untuk mengikuti guidelines, dsb.
- Unsubscribe dari milis
Yuk ah mari & salam!
[1] http://wiki.ubuntu-id.org/EtikaMilis
--
[ Andy Apdhani ]
-
I cannot draw a cart, nor eat dried oats;
If it be man's work I will do it.
Ali Milis wrote:
>
> Yup, sependapat. Namun setidaknya saya memahami, mengapa
> pakar/dewa IT #1, pak Onno, menggunakan top posting. Bayangkan,
om ali mils, sehubungan dengan keinginan om ali dan kesamaan dengan nama saya, bagaimana kalau kita membentuk milis baru *ubuntu-ali at googlegroups dot com*, nanti om ali buat peraturan yang isinya kira2 setiap member harus menggunakan top posting ? gimana tertarik ?
Wah klo pak Onno posting ke milis ini pasti dengan senang hati saya untuk
mengingat beliau untuk menggunakan bottom posting :) karena penggunaan bottom
posting adalah bagian dari guidelines [1] untuk milis yang telah disepakati
bersama. Milis ini adalah ruang publik dan untuk menjaga agar tetap kondusif dan
tidak chaos diperlukan suatu guidelines bukan?
Dan apabila rekans disini ada yang tidak berkenan dengan isi dan penerapan
guidelines untuk milis, dipersilakan:
- Tanya dan ajukan ke komunitas untuk mengubah/meperbaiki guidelines
- Mengabaikan guidelines dengan konsekwensi akan ada himbauan dari penghuni
milis untuk mengikuti guidelines, dsb.
- Unsubscribe dari milis
Yuk ah mari & salam!
[1] http://wiki.ubuntu-id.org/EtikaMilis
setuju deh om andy, semoga tetap konsisten, :D
*merenung mode on*
saya bukan pendukung top posting maupun bottom posting. saya cuma
mengajak kawan2 merenung apa sih arti dan kegunaan dari PERATURAN ?
*merenung mode off*
--
Panji
http://sumodirjo.blogspot.com
> *merenung mode on*
> saya bukan pendukung top posting maupun bottom posting. saya cuma
> mengajak kawan2 merenung apa sih arti dan kegunaan dari PERATURAN ?
> *merenung mode off*
<ikutan_merenung>
Mengapa mempertahankan peraturan yang tidak jelas manfaatnya?
</ikutan_merenung>
isu ini udah pernah dibahas tahun kemaren..
kesepakatan anggota milis waktu itu adalah botom posting.
kalo gak setuju silakan komplain ke moderator.
atau unsubscribe aja.
*lebih baik kita bahas yang lain aja*
</netral>
waks! sadis amat!? jgn gitu lah. Kan dia cuma ga setuju sama peraturan
posting. Klo emg ga setuju sama peraturan dalam ber-posting ria, ya
jangan posting, cukup jd pendengar aja.
</netral>
<!--bagi saya sih top posting atau bottom posting ga pengaruh
-->
Oh: jika pernah dibahas, tidak boleh dibahas lagi, ya?
> kalo gak setuju silakan komplain ke moderator.
> atau unsubscribe aja.
Ah, lebih baik difilter saja yang tidak sependapat;
lebih cepat dan efektif.
> *lebih baik kita bahas yang lain aja*
Umpamanya?
________________________________
From: id-u...@googlegroups.com on behalf of punix.en...@gmail.com
Sent: Sen 04/06/2007 9:33
To: id-ubuntu
Subject: [id-ubuntu] Re: Tops'n Bottom Posting?! --- CLOSED !!!!
-->
udaah......udaaah....pusiiing....mumeet.........wis...wis.......jemurane di angkat tho.....meh udaan......
lebih baik ngajari saya bagaimana berbahasa yang baik dan benar........
trim's...
Kalau menurut Tuan, guidelines seperti apakah yang dapat memberikan manfaat bagi
kita semua?
Yuk ah mari & salam!
--
[ Andy Apdhani ]
-
Do you mind if I smoke? ... I wouldn't mind if you'd burn, madam.
-- Oscar Wilde
buatin wiki bagus kali yah trouble shooting top n bottom posting?
* {display: none;}
salam,
top atau bottom posting sebetulnya esensinya sama, yaitu memudahkan
untuk mengikuti pembahasan mulai dari awal digulirkan. Terutama untuk
thread yang panjang, seperti milis ubuntu-id. asal diterapkan dan
konsisten.
kalau ada yang top dan ada yang bottom posting, mungkin akan
kesulitan untuk mengikuti pembahasan. kadang harus menarik scroll
ke bawah, dan kerap kali melihat di atas, kebayang repotnya.
sehingga perlu disepakati sedikit aturan posting, nah kalau gak salah
tahun kemarin sudah disepakati bahwa untuk posting di milis
ubuntu ini menggunakan bottom posting.
Begitu buka email, langsung bisa mengikuti alurnya sambil menarik
scrol kebawah. Atau langsung diarahkan ke bagian postingan paling
bawah, karena itu yang terbaru. Dan bisa langsung memberikan tanggapan
di bawahnya tentunya.
untuk kemudahan saja
salam ceria,
imron
Berhenti langganan: id-ubuntu-...@googlegroups.com
Guidelines: http://ubuntu.com/community/lists/etiquette
<OtakGw merenung="ogah" komentar="untuk apa MEMPERDEBATKAN ULANG hal
yg telah DIPERTIMBANGKAN, DIMUSYAWARAHKAN, DISEPAKATI dan DIRASAKAN
MANFAATNYA oleh anggota milis?"/>
SOL
pm
----
Sorry, maxudnya difilter gimana neh? di-ban gitu? apakah ini bisa
dikatakan bentuk pengunduran diri dari milis ubuntu-id?
>
> > *lebih baik kita bahas yang lain aja*
> Umpamanya?
>
Apa kek? yg penting bukan hal2 yg udah pernah dibahas sebelumnya dan
telah ketemu solusinya.
Salam
pm
----
Ga ada manfaatnya??? *bingung, asli bingung, koq bisa dibilang ga ada
manfaatnya???* padahal, dengan *minimal* bottom posting apalagi
dibarengi dengan membuang isi mail yang ga diperlukan, bukankah akan
mempermudah dalam membaca suatu diskusi... mau contoh yang top-posting
dari salah satu milis komunitas motor di indonesia? coba silahkan baca
dan *rasakan manfaatnya*
Regards,
--
waduh, saya sih ga punya signature. Tapi kalo ini bisa di anggap
signature, ya,,, berarti ini.....SIGNATURE dong????
--
Dedy Hariyadi
http://milisdad.blogspot.com
> [SNIP -- PLEASE DO NOT JOROK POSTING]
> 4. Hidup emang perlu aturan kalau kita mau maju.
> cuma pendapat saja....
Pendapat saya sih berbeda (walau saya bottom poster):
(1) Saya tidak lihat kelebihan dari bottom dan top posting.
Suka atau tidak suka, mayoritas email yang saya terima
adalah TOP POSTING. Trendnya memang demikian, mau
apa lagi?!
(2) Ada hal yang lebih serius, namun dibiarkan saja, yaitu
"jorok posting" (a.k.a. Proper quoting). Lazimnya, para
TOP POSTER merupakan jorok poster, namun di milis ini,
para BOTTOM POSTER pun banyak yang jorok.
Berdasarkan etiket: "Do not quote the whole of the
previous email - remove any unnecessary text."
(3) Yang menggembirakan ialah komunitas ubuntu (dan milis
ini) telah mengabaikan salah satu tradisi puritan perihal
"REPLY-TO" milis. Para "Old Boys" lazimnya tidak suka
dengan ketentuan "REPLY-TO" ke milis.
(4) Bagaimana dengan HTML TAG?
efendy <nadi...@gmail.com> wrote:
> [SNIP -- PLEASE DO NOT JOROK POSTING]
> 4. Hidup emang perlu aturan kalau kita mau maju.
> cuma pendapat saja....
Pendapat saya sih berbeda (walau saya bottom poster):
(1) Saya tidak lihat kelebihan dari bottom dan top posting.
Suka atau tidak suka, mayoritas email yang saya terima
adalah TOP POSTING. Trendnya memang demikian, mau
apa lagi?!
(2) Ada hal yang lebih serius, namun dibiarkan saja, yaitu
"jorok posting" (a.k.a. Proper quoting). Lazimnya, para
TOP POSTER merupakan jorok poster, namun di milis ini,
para BOTTOM POSTER pun banyak yang jorok.
Berdasarkan etiket: "Do not quote the whole of the
previous email - remove any unnecessary text."
(3) Yang menggembirakan ialah komunitas ubuntu (dan milis
ini) telah mengabaikan salah satu tradisi puritan perihal
"REPLY-TO" milis. Para "Old Boys" lazimnya tidak suka
dengan ketentuan "REPLY-TO" ke milis.
(4) Bagaimana dengan HTML TAG?