On Dec 29, 10:29 am, "iwan ♫ mr" <
iwa...@gmail.com> wrote:
> On Dec 29, 2007 9:34 AM, mr x 7694 <
rfm7...@gmail.com> wrote:
> > Gw mau nanya bittorent tuh apaan sih.
> > Trus kalo pake bittorent katanya downloadnya lebih cepet ya
> > Biar bisa download repo
>
> sila lihat disini sebentar biar jelas.
http://id.wikipedia.org/wiki/BitTorrent
>
Di wiki Indo isinya dikit, di wiki Inggris saja kalau mau lebih
lengkap. Cuman di wiki Inggris bahasannya sering sukar dimengerti.
Bagi orang awam (non teknik) mungkin agak enggan.
Orang awam pada umumnya mengenal internet sebagai web/http. Jadi kalau
bicara internet yang terbayang adalah
google.com,
yahoo.com,
detik.com
dsb. Padahal itu hanyalah sebagian dari protokol yang digunakan di
internet. Dari hasil pencatatan yang dilakukan oleh CacheLogic,
terlihat bahwa pada tahun 2006, trafik internet terbesar ditempati
oleh peer-to-peer (p2p) sebesar sekitar 65%, lalu disusul oleh web/
http sekitar setengahnya, dan urutan ketiga dan keempat dengan
proporsi yang jauh lebih kecil ditempati oleh ftp dan email.
Salah satu kegiatan yang dilakukan orang di internet adalah sharing
file. Kalau menggunakan http/ftp, sharing file dilakukan dengan
perantaraan server. Misal youtube. Jika anda akan berbagi film, maka
anda harus menuplotnya ke youtube, baru kemudian orang lain dapat
mendonlotnya dari youtube. Model ini disebut client-server, yang mana
salah satu pihak berfungsi sebagai client (pengaplot dan pendonlot),
dan pihak lain berfungsi sebagai server (youtube).
Bittorrent adalah protokol untuk sharing file dengan model yang
berbeda. Dengan bittorrent, maka orang lain dapat langsung mendonlot
file dari komputer anda, andapun dapat mendonlot file dari komputer
orang tersebut. Karena tidak adanya server dalam hal ini dan masing2
komputer dapat bertindak sebagai pengaplot maupun pendonlot, maka
model ini disebut peer-to-peer.
Mendonlot menggunakan bittorrent bisa lebih cepat, itu betul, pada
beberapa kondisi. Begini ilustrasinya.
Katakanlah anda akan mendonlot iso debian sebesar 700 mega. Dengan
menggunakan web/http atau ftp, maka server dengan keterbatasan
bandwidth aplotnya, hanya mampu memberi anda potongan 1 mega per
menitnya. Jadi butuh kira2 700 menit untuk menyelesaikannya. Dengan
p2p, anda dapat mendonlot dengan kecepatan 1 mega per menit dari
seeder (mirip server). Jika pada saat bersamaan, ada orang lain yang
mendonlot file yang sama, maka anda juga dapat mendonlot potongan file
dari orang tersebut, katakanlah sebesar 1 mega per menit juga. Kenapa
ini bisa terjadi, karena oleh seeder, potongan file yang diberikan ke
anda dan orang tersebut beda. Jadi saat anda mendonlot file 1 mega
pertama, dia mungkin sedang mendonlot 1 mega ke-700. Dengan demikian,
saat anda mendonlot 1 mega ke-2, anda dapat mendonlot 1 mega ke-700
dari orang tersebut, dan orang tersebut mendonlot 1 mega ke-1 dari
anda. Jika ada 9 orang yang mendonlot file yang sama, maka anda dapat
bertukar potongan file dengan 9 orang tersebut untuk saling
melengkapi. Dengan asumsi kecepatan dipukul rata sama, maka dengan
model p2p, kecepatan donlot anda bisa 10 kali lebih besar jika
menggunakan client-server.
Di linux, anda dapat menggunakan Azureus (GUI) atau rtorrent (command
line). Untuk eksperimen, coba buka
http://www.debian.org/CD/torrent-cd/
lalu donlot salah satu CD.
Sebagaimana internet diasosiasikan dengan web/http, maka p2p mungkin
diasosiasikan dengan bittorrent, Sebenarnya banyak protokol p2p selain
bittorrent. Menurut CacheLogic, protokol mana yang digunakan
bervariasi di berbagai negara. di Korea Selatan dengan bandwidth
internet yang besar, sekitar 90% trafik p2p adalah eDonkey. Selain
bittorrent dan edonkey yang proporsinya besar, protokol lain yang
cukup banyak adalah FastTrack dan Gnutella. Untuk daftar lengkap
protokol p2p dan informasi lebih lanjut, silakan kunjungi halaman
berikut:
http://en.wikipedia.org/wiki/Peer-to-peer
http://en.wikipedia.org/wiki/File_sharing
http://torrentfreak.com/bittorrent-the-one-third-of-all-internet-traffic-myth/
http://torrentfreak.com/peer-to-peer-traffic-statistics/