wah makasih banget info link-nya..:)
gimanah2? temen2 yg lain ada info juga tentang si trembesi ini ga?
Pisang sebetulnya bukan pohon tapi herbaceous, tanaman yang batangnya banyak berair. Pisang juga tumbuhan annual yg hidupnya tamat dalam satu siklus. Yang disebut pohon itu berkayu keras, berbatang pokok, dan berumur tahunan (perennial). Untuk pohon kota tentu harus yang terakhir ini.
Dua tahun mendata dan meneliti pohon kota di Jakarta Pusat (tahun 2007 dan 2008, lebih kurang 10 ribu pohon diamati satu per satu), saya menyimpulkan yang sangat penting diperhatikan adalah tempat tumbuh pohon itu. Teoritis, pohon memerlukan lahan 18 kali diameter batangnya, ini sulit dipenuhi di kota2 besar. Akibatnya akar menjadi dangkal dan berputar2, mudah terserang penyakit (terutama yang menyerang akar), dan akar cenderung naik karena perlu oksigen sementara tanahnya padat.
Tempat tumbuh yang diperkeras juga menyebabkan pohon merana karena tidak ada resapan air dan tidak ada oksigen. Tingkat kerusakan pohon yang ditanam di trotoar tertutup dibandingkan terbuka adalah 2 : 1.
Di Singapur, Malaysia, dan Brunei, trembesi banyak ditanam dengan memperhatikan luasan tempat tanamnya dan jarak tanam antarpohon (rata-rata ditanam pada jarak 20 meter). Dengan begitu pertumbuhannya "normal" mendekati kondisi naturalnya.
Ada juga cara lain yaitu menggunakan geotextile pada dinding lubang tanam. Geotextile ini akan mengarahkan pertumbuhan akar ke bawah (geotropisme positif) seperti halnya pohon-pohon normal sehingga akar tidak menjadi padat di dalam lubang tanam.
Kita belum mengembangkan pepohonan yang secara spesifik tahan tumbuh di kota besar dengan segala macam aspek ekologis dan sosial budayanya. Sehingga pohon apa pun yang ditanam akan mengalami masalah yang sama selama penanganannya tetap sama.
|
) Memang biasanya varian Geotextile model terbaru memungkinkan untuk disela-sela Geotextile ditanami rumput juga pohon-pohon besar, namun tujuannya agar akar pohon tersebut membantu Geotextile sebagai penahan longsor, karena akar pohon akan sangat mudah menembus Geotextile. Untuk kasus di Singapura, agar Pohon peneduh tidak merusak jalan, maka lebar trotoir yang diperlebar, atau jika tidak memungkinkan, dipilih tanaman yang lebih sesuai dengan lebar trotoir yg ada. 