YOGYAKARTA -- Sekitar 50 relawan memetakan sampah di
Yogyakarta melalui program Let's Do It Yogya. Pemetaan sampah selama dua
hari, Sabtu dan Minggu lalu, ini dilakukan dengan menandai
sampah-sampah yang tak terurus di Yogyakarta untuk disampaikan ke situs www.letsdoitworld.org atau melalui pesan pendek.
Pemetaan sampah ini merupakan langkah awal gerakan turun ke jalan
untuk menyingkirkan sampah global bernama World Clean Up 2012. Ini
merupakan inisiatif menyingkirkan sampah yang digagas di Estonia, pada 3
Mei 2008. Kini kegiatan tersebut hendak dijadikan kampanye global
setiap Mei. "Nah, untuk Indonesia, pada Mei tahun depan, dipilih Kota
Yogyakarta," kata Direktur Wahana Lingkungan Hidup Yogyakarta Suparlan
kemarin. Let's Do It Yogyakarta merupakan kerja sama Walhi, Forum
Keluarga dan Anak Cinta Lingkungan Yogyakarta, serta Lembaga
Indonesia-Prancis.
Pada hari H-nya nanti, diharapkan relawan turun ke jalan dan
puluhan ribu warga Yogyakarta, baik penggerak lingkungan, professional,
anak sekolah, karyawan, maupun mahasiswa, turun ke jalan untuk memunguti
sampah yang telah ditandai itu.
Koordinator Volunteer Lets Do It Yogyakarta, Edwin Daru Anggara,
mengatakan hingga kemarin mereka baru selesai menandai sampah di satu
lokasi, yakni ring road. "Sisanya sedang dalam proses," ujarnya.
Masyarakat bisa menginformasikan letak sampah melalui telepon
seluler atau koneksi Internet. "Dengan telepon seluler, fasilitas
kamera, serta memiliki kendaraan, saat kamu melihat sampah, kamu dapat
menandai titik yang ada pada peta di halaman web kami," kata Xenia
Tomasouw, staf Divisi Komunikasi dan Media Let's Do It Yogya.
Marie Le Ferrand, Direktur Lembaga Indonesia-Prancis,
menambahkan, pesan pendek bisa dikirim ke nomor telepon 081936077415,
dengan format: Letsdoit nama pekerjaan. Peta sampahnya ada di situs www.letsdoitworld.org/mapping.BERNADA RURIT
YOGYAKARTA -- Sekitar 50 relawan memetakan sampah di
Yogyakarta melalui program Let's Do It Yogya. Pemetaan sampah selama dua
hari, Sabtu dan Minggu lalu, ini dilakukan dengan menandai
sampah-sampah yang tak terurus di Yogyakarta untuk disampaikan ke situs www.letsdoitworld.org atau melalui pesan pendek.
Pemetaan sampah ini merupakan langkah awal gerakan turun ke jalan
untuk menyingkirkan sampah global bernama World Clean Up 2012. Ini
merupakan inisiatif menyingkirkan sampah yang digagas di Estonia, pada 3
Mei 2008. Kini kegiatan tersebut hendak dijadikan kampanye global
setiap Mei. "Nah, untuk Indonesia, pada Mei tahun depan, dipilih Kota
Yogyakarta," kata Direktur Wahana Lingkungan Hidup Yogyakarta Suparlan
kemarin. Let's Do It Yogyakarta merupakan kerja sama Walhi, Forum
Keluarga dan Anak Cinta Lingkungan Yogyakarta, serta Lembaga
Indonesia-Prancis.
Pada hari H-nya nanti, diharapkan relawan turun ke jalan dan
puluhan ribu warga Yogyakarta, baik penggerak lingkungan, professional,
anak sekolah, karyawan, maupun mahasiswa, turun ke jalan untuk memunguti
sampah yang telah ditandai itu.
Koordinator Volunteer Lets Do It Yogyakarta, Edwin Daru Anggara,
mengatakan hingga kemarin mereka baru selesai menandai sampah di satu
lokasi, yakni ring road. "Sisanya sedang dalam proses," ujarnya.
Masyarakat bisa menginformasikan letak sampah melalui telepon
seluler atau koneksi Internet. "Dengan telepon seluler, fasilitas
kamera, serta memiliki kendaraan, saat kamu melihat sampah, kamu dapat
menandai titik yang ada pada peta di halaman web kami," kata Xenia
Tomasouw, staf Divisi Komunikasi dan Media Let's Do It Yogya.
Marie Le Ferrand, Direktur Lembaga Indonesia-Prancis,
menambahkan, pesan pendek bisa dikirim ke nomor telepon 081936077415,
dengan format: Letsdoit nama pekerjaan. Peta sampahnya ada di situs www.letsdoitworld.org/mapping.BERNADA RURIT