[greenlifestyle] habis menanam lalu ngapain?

13 views
Skip to first unread message

nik.e

unread,
Apr 23, 2010, 6:53:33 AM4/23/10
to GreenLifestyle
Beberapa tahun terakhir ini, sering banget diadakan acara penanaman
pohon. Apalagi kalo acaranya dibuat oleh institusi/perusahaan besar,
biasanya selain mengundang petinggi, juga mengundang public figures
seperti selebriti.
Hanya saja, nggak jarang yah acara-acara seperti itu kesannya sekadar
seremonial. Salah satu cara sebuah institusi untuk mendapat publisitas
positif. selanjutnya? tindak lanjut kegiatan penanaman pohon tersebut
masih dipertanyakan. Siapa yang merawat? bagaimana perawatannya?
Bukannya melihat kegiatan penanaman pohon ini sebelah mata, tapi
selain urusan 'menanam pohon'. ada juga ga sih gerakan 'memelihara
pohon'? karena dikhawatirkan program penanaman pohon akan percuma
kalau ngga disertai pemeliharaan..:)

--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "GreenLifestyle" group - Share this email!
To post to this group, send email to greenli...@googlegroups.com
To unsubscribe from this group, send email to greenlifestyl...@googlegroups.com
For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/greenlifestyle?hl=id

rully wijayakusuma

unread,
Apr 23, 2010, 7:50:53 AM4/23/10
to greenli...@googlegroups.com
Iya emang seperti seremonial atau show aja. Di Jabar, zaman Gubernur Nuriana, pernah ada gerakan seperti itu. Biayanya 25 miliar. Tahun depannya dievaluasi, kesimpulannya gagal total karena yg tumbuh tinggal 10%-an itu pun gak karu2an...

Salam,
RULLY WIJAYAKUSUMA

0815 710 8524


--- On Fri, 4/23/10, nik.e <nik...@gmail.com> wrote:

Zen Muhammad Alfaruq

unread,
Apr 23, 2010, 7:51:49 AM4/23/10
to greenli...@googlegroups.com
mungkin mbak nike bisa memberikan contoh konkrit, follow up apa yang
bisa dilakukan pasca penanaman?

Pada tanggal 23/04/10, nik.e <nik...@gmail.com> menulis:

Zen Muhammad Alfaruq

unread,
Apr 23, 2010, 7:55:55 AM4/23/10
to greenli...@googlegroups.com
kita tak boleh hanya mengeluh atau mengritik saja. tapi sebisa mungkin
memberikan sumbang saran berupa pemikiran yang diwujudkan ke dalam
program riil yang benar-benar mungkin atau realistis untuk dijalankan.
terus terang saya belum bisa memberikan usulan konkrit yang realistis
(bukan idealis semata) untuk memfollow up-i penanaman. Mungkin teman2
ada yang punya ide? Talk less do more... Think more do more..

Pada tanggal 23/04/10, Zen Muhammad Alfaruq <zen.mu...@gmail.com> menulis:

meutia....@gmail.com

unread,
Apr 23, 2010, 8:49:28 AM4/23/10
to greenli...@googlegroups.com
Kalau boleh ikutan mencoba kasi saran..
Yang sebenarnya sudah juga disampaikan oleh Mbak Nike..

Yaitu setelah menanam, adalah memelihara pohonnya..

Kongkritnya, bisa dilakukan program kunjungan rutin misalnya sebulan sekali ke area yg ditanami, untuk memberi pupuk, menggemburkan tanah, membasmi hama, menyiram..

Atau lebih bagus lagi jika dilakukan kerja sama dengan masyarakat sekitar, dengan imbalan tentunya, untuk secara rutin melakukan itu semua..

Mungkin demikian.. Gimana? Kira2 implementable kah?

Salam,
Meutia

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Muhammad Sendy

unread,
Apr 23, 2010, 9:57:07 AM4/23/10
to greenli...@googlegroups.com
ada yang gw bingung selama ini. yaitu ada aksi re-plant atau tanam pohon di banyak tempat. Di waktu yang sama di sumatera, kalimantan, papua banyak hutan kita yang berganti dengan kebun kelapa sawit, pertambangan. nah ini bagaimana? saya jadi bingung nih...
gw pikir ada yang aneh disini knp klo soal lingkungan hidup itu banyak yang berbicara nanem pohon mulu, plastik, dan masalah2 yang sejenis lainnya. masalah penebangan hutan yang marak dan mungkin makin meluas hingga sekarang jarang2 ada yang teriak2...

bagaimana ini...?

Suparman Nahar

unread,
Apr 23, 2010, 10:17:33 AM4/23/10
to greenli...@googlegroups.com
Paling tidak ada usaha, apaun yg dilakukan harus ada usaha, dari pada tdk sama sekali, lakukan yg bisa kamu lakukan, dari seribu kali menanam, mudah-mudahan 100 saja yg benar2 jadi khan sudah mencoba....

--- Pada Jum, 23/4/10, nik.e <nik...@gmail.com> menulis:

Alien W

unread,
Apr 23, 2010, 10:15:50 AM4/23/10
to greenli...@googlegroups.com
Ada yang tau di mana nyari daun kejibeling ?

Terima kasih
Alien

Zen Muhammad Alfaruq

unread,
Apr 23, 2010, 3:51:03 PM4/23/10
to greenli...@googlegroups.com
saya punya pohonnya di rumah, mas alien.. tapi cuma satu atau dua batang. hehe

2010/4/23, Alien W <ali...@telkom.net>:

hendra aquan

unread,
Apr 23, 2010, 3:03:57 PM4/23/10
to greenli...@googlegroups.com
Kawans milis, ijin sumbang pendapat...

Banyak aksì penanaman yg dilakukan kadang tidak dikonsep dengan jelas, seperti:
1. Apakah jenis yang ditanam sesuai dengan kondisi sekitar?
2. Apakah ada masa perawatan awal? Dan siapa yang merawat?
3. Apakah ada sistem pengawasan?

Penanaman yang dilakukan sebagian besar hanya tanam pohon, sembunyi
tangan. Cukup simbolis saja.

Alangkah lebih baik jika pelaku penanaman juga bertanggung jawab
perawatan pasca tanam, dengan menyiapkan bibit pengganti jika bibit
awal mati (teknik penyulaman). Dan pelibatan warga setempat dalam
upaya pemeliharaan juga penting untuk menjamin keberlangsungan pohon
yang ditanam.

Jika memang pelaku penanaman bisa bijak menerapkan perawatan dan
pengawasan pastinya harapan hidup pohon yang ditanam akan tinggi. Dan
rasa memiliki dari warga akan keberadaan pohon tersebut juga akan
tumbuh.

Semoga membantu :-)

Salam hangat
HD


Pada tanggal 23/04/10, Suparman Nahar <suparm...@yahoo.co.id> menulis:
--
| Mobile +62 8157988053 | http://hendraaquan.blogspot.com/ |

"I want to continue my education to Holland, because Holland will
prepare me better for the great task I have chosen" (Kartini's letter
to Mrs. Ovink Soer, 1900)

Brought to you by Aquansel StrawBerry®

Heru Setiawan

unread,
Apr 23, 2010, 11:44:08 PM4/23/10
to greenli...@googlegroups.com
kulo nuwun.

Mungkin, si penanam pohon punya kesibukan lain yang pastinya lebih
penting daripada memelihara pohon atau bisa juga karena ada motif
tertentu (entah positif atau negatif) saat acara penanaman pohon, itu
terserah orang lain.
Alangkah baiknya panitia penanam pohon berkoordinasi dengan LSM2
terkait agar lebih terkoordinasi dengan baik, dan diharapkan adanya
penemuan baru tentang bibit2 pohon yang tidak perlu dipelihara tapi
masih bisa tumbuh subur.

monggo...


2010/4/24 hendra aquan <hendra...@gmail.com>:

bintang...@yahoo.com

unread,
Apr 24, 2010, 7:20:15 AM4/24/10
to greenli...@googlegroups.com
Terimakasih atas pengamatan yang benar bahwa kegiatan penanaman itu seprti namanya ya cuma nanam, sesudah itu hidup atau mati walahualam, pokoknya sudah nanam aja. Kang Rully yg bilang bhw "survival rate" / yg bertahan hidup cuma 10% itu masuk akal sekali, bahkan menurut nalar saya mestinya max 5% saja. Mengapa ?
- milih lokasi, jenis tanaman , kualitas tanaman dan waktu tanam semuanya asal-asalan.(Hanya demi seremoni dan publisitas)
- teknik nanam berikut kelengkapan perlindungan tanaman muda sama sekali diabaikan.( Anggaran habis hanya untuk beli bibit tanaman)
- pemeliharaan pasca tanam tidak difikirkan. (Pemahaman bahwa tanaman adalah makhluk hidup sangat minim)

Maka hasilnya mengenaskan. Seremoni yg akhirnya "membunuh" 90-95% makhluk hidup ( dlm angka bisa ratusan juta pohon) bisa disebut Upacara Sadis Pembunuhan Masal, bukan ?

Bagaimana mencapai hasil penanaman yg terbaik ? Beberapa tips :
1. Mari mulai kritis bahwa gerakan pro lingkungan bukan sarana gagah2an, demi publisitas, atau alasan sekedar pencitraan belaka. Melainkan upaya setulus hati untuk mempertahankan kehidupan di planet ini agar layak diwariskan pada generasi berikut (paling kurang sebaik kita menerimanya dari generasi sebelum kita)
2. Menanam berarti membangun hidup tanaman di tempat baru. Maka harus diyakini bahwa habitat barunya itu bisa menghidupi, bukan justru mematikannya.
3. Kelayakan dan alokasi pembiayaan adalah :
-Siapkan anggaran untuk survei lokasi, tentukan jenis yg sesuai, beli bibit dan transport sd lubang tanam,
- Biaya penanaman : ongkos buat lubang tanam standar, perbaikan media tanam, penyangga batang dan pelindung dari binatang pemangsa tanaman muda setara Rp. 30.000 - 50.000 / tanaman bila dikerjakan oleh tukang. Ada yg mau kerjabakti ? Tinggal dikurangi proporsional.
- Biaya pemeliharaan : menyiram, memupuk, merawat postur, memberantas hama, setara Rp.15.000 / bln x min 12 bulan = Rp 180.000 / phn.
Cat : biaya ckp variatif trgantung banyak faktor: jumlah pohon, kondisi medan, ketepatan memilih jenis, ketersediaan material pendukung serta terpenting : ketersediaan tenaga pelaksananya.

Maka, diluar ongkos seremoni dan dianggap bibitnya beli secara komersial Rp 20.000 / phn, total dana yg harus disiapkan skitar Rp. 230.ooo - 250.ooo per pohon sd layak hidup mandiri. Sama sekali tidak murah !

Kalau punya dana 100jt, termasuk unt seremoni 20jt, maka max tan. Yg bisa ditanam hanya 80jt / 230.000 = lk 350 phn saja. Perlu dicukupkan beli bibit dan biaya tanam itu max 17 juta, maka selesai upacara, HARUS ada dana sekurangnya 350 ph X 180.000 = Rp 63.Juta unt pemeliharaan = 63% dr seluruh biaya !!!

Nah, tips saya mengenai pemanfaatan dana sebesar itu untuk pemeliharaan ;
1. Pilih SD terdekat. Hub Kepala Sekolah. Atur rencana 'kontrak' pemeliharaan dgn pembayaran bertahap. Kalau perlu bulanan. Dana unt : beli peralatan dan bahan pemeliharaan (teknis terincinya kalau disampaikan di sini akan panjang banget) buat sumur di sekolah, selebihnya unt sumbang perbaikan sarana sekolah, insentif unt guru2 pendamping dll.
2. Setiap POHON yang sdh diberi Nama ( misalnya Trisno)
saat penanaman akan punya ortu asuh : seorsng dari perusahaan yg bikin acara dan satu lagi si anak sekolah yang memelihara. Status pertumbuhan Trisno dicatat dalam satu buku Catatan Riwayat Pohon (CRP) yg diisi setiap kali ada tindakan kepada Trisno, juga kalau ada kejadian spt sakit, rusak, tumbuh daun baru dst.
3. CRP dibuat oleh Panitia Penanaman, diisi oleh siswa pengasuh, disimpan di Sekolah. Ortu yg dari perusahaan wajib kunjungi Trisno min per 3 bulan.
4. Pada akhir tahun pemeliharaan, pohon yg paling baik tumbuhnya dengan pengisian CRP paling rapi akan mendapat hadiah.

Ribet ? Memang iya. Tapi tdk perlu dirinci lagi bahwa akan banyak manfaat yg diperoleh pihak2 yang berdedikasi dalam program ini.

Teman2 GLS yang berminat dapat buat Workshop tentang program penghijauan ini. Untuk mendalami bahkan mengembangkan metoda terbaik dan ter praktis yg bisa dilakukan dlm implementasi program ini.

Sekarang sdh mulai dibutuhkan "konsultan" penanaman mengingat berbagai rencana nasional gerakan penanaman besar-besaran yg angkanya milayaran pohon.

Adalah sangat mungkin "konsultan" bersertifikat lulusan Workshop GLS dicari dan diperlukan jasanya di seantero negeri.

Salam Hijau Lestari,
Bintang


Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT


From: Suparman Nahar <suparm...@yahoo.co.id>
Date: Fri, 23 Apr 2010 22:17:33 +0800 (SGT)
Subject: Bls: [greenlifestyle] habis menanam lalu ngapain?

nik.e

unread,
Apr 25, 2010, 12:26:52 AM4/25/10
to GreenLifestyle
setuju setuju..lakukan apa yg bisa kita lakukan..dan dirawat :D

On Apr 23, 9:17 pm, Suparman Nahar <suparmanna...@yahoo.co.id> wrote:
> Paling tidak ada usaha, apaun yg dilakukan harus ada usaha, dari pada tdk sama sekali, lakukan yg bisa kamu lakukan, dari seribu kali menanam, mudah-mudahan 100 saja yg benar2 jadi khan sudah mencoba....
>
>

nik.e

unread,
Apr 25, 2010, 12:28:28 AM4/25/10
to GreenLifestyle
wah poin-poin yg dikasih mas hendra sepertinya sudah cukup mewakili
apa yg harus kita pikirkan sebelum menanam pohon ya..
ada tambahan lagi ga? :)

On Apr 24, 2:03 am, hendra aquan <hendra.aq...@gmail.com> wrote:
> Kawans milis, ijin sumbang pendapat...
>
> Banyak aksì penanaman yg dilakukan kadang tidak dikonsep dengan jelas, seperti:
> 1. Apakah jenis yang ditanam sesuai dengan kondisi sekitar?
> 2. Apakah ada masa perawatan awal? Dan siapa yang merawat?
> 3. Apakah ada sistem pengawasan?
>
> Penanaman yang dilakukan sebagian besar hanya tanam pohon, sembunyi
> tangan. Cukup simbolis saja.
>
> Alangkah lebih baik jika pelaku penanaman juga bertanggung jawab
> perawatan pasca tanam, dengan menyiapkan bibit pengganti jika bibit
> awal mati (teknik penyulaman). Dan pelibatan warga setempat dalam
> upaya pemeliharaan juga penting untuk menjamin keberlangsungan pohon
> yang ditanam.
>
> Jika memang pelaku penanaman bisa bijak menerapkan perawatan dan
> pengawasan pastinya harapan hidup pohon yang ditanam akan tinggi. Dan
> rasa memiliki dari warga akan keberadaan pohon tersebut juga akan
> tumbuh.
>
> Semoga membantu :-)
>
> Salam hangat
> HD
>
> Pada tanggal 23/04/10, Suparman Nahar <suparmanna...@yahoo.co.id> menulis:
>
>
>
>
>
> > Paling tidak ada usaha, apaun yg dilakukan harus ada usaha, dari pada tdk
> > sama sekali, lakukan yg bisa kamu lakukan, dari seribu kali menanam,
> > mudah-mudahan 100 saja yg benar2 jadi khan sudah mencoba....
>
> > --- Pada Jum, 23/4/10, nik.e <nike...@gmail.com> menulis:
> For more options, visit this group athttp://groups.google.com/group/greenlifestyle?hl=id

zubaidah nuraini

unread,
Apr 24, 2010, 10:17:05 PM4/24/10
to greenli...@googlegroups.com
di tempat2 yang jualan bibit tanaman (terutama tanaman obat) pasti ada, mengingat kejibeling termasuk tanaman jamu yang populer.

--- On Sat, 4/24/10, Zen Muhammad Alfaruq <zen.mu...@gmail.com> wrote:

> From: Zen Muhammad Alfaruq <zen.mu...@gmail.com>

Alien W

unread,
Apr 25, 2010, 11:51:28 PM4/25/10
to greenli...@googlegroups.com
terima kasih buat infonya... :-)

Alien

Yodi (;)

unread,
Apr 26, 2010, 11:43:34 PM4/26/10
to greenli...@googlegroups.com
Menurut dosen saya, pak Hasroel (IPB), sebenarnya yang paling penting adalah keberlanjutan dari penanaman sehingga tetap terjaga keberadaannya.Jangan terusik oleh tangan2 jahil manusia. Kalau kesesuaian penanaman juga harus disesuaikan dengan kondisi lokal. Secara alamiah sebenarnya tanaman dapat tumbuh dan ada dengan sendirinya. Lihat saja gunung krakatau yang 126 tahun yang lalu habis, sekarang tanpa sentuhan tangan manusia sudah menjadi hutan kembali. Contoh kecil juga lihat saja lahan-lahan kosong yang terbengkalai, didiamkan setahun udah jadi semak belukar, didiamkan 3 tahun udah ada 2-3 pohon dengan sendirinya. tentunya tanaman2 tersebut udah punya penyesuaian dengan ekosistem lokal.
 
Saya sependapat dengan mas Hendra. Terutama poin no.3.
 
 
Yodi Danusastro
Rating Analyst
Green Building Council Indonesia

--- Pada Sab, 24/4/10, nik.e <nik...@gmail.com> menulis:

nik.e

unread,
Apr 27, 2010, 2:41:27 AM4/27/10
to GreenLifestyle
wah terimakasih banyak infonya :)
jadi secara alamipun, tanaman bisa tumbuh dengan sendirinya..namun
kalo kita yang menanam n merawat, pasti manfaatnya bisa lebih maksimal
yah :)


On Apr 27, 10:43 am, "Yodi \(;\)" <buburayampakep...@yahoo.com> wrote:
> Menurut dosen saya, pak Hasroel (IPB), sebenarnya yang paling penting adalah keberlanjutan dari penanaman sehingga tetap terjaga keberadaannya.Jangan terusik oleh tangan2 jahil manusia. Kalau kesesuaian penanaman juga harus disesuaikan dengan kondisi lokal. Secara alamiah sebenarnya tanaman dapat tumbuh dan ada dengan sendirinya. Lihat saja gunung krakatau yang 126 tahun yang lalu habis, sekarang tanpa sentuhan tangan manusia sudah menjadi hutan kembali. Contoh kecil juga lihat saja lahan-lahan kosong yang terbengkalai, didiamkan setahun udah jadi semak belukar, didiamkan 3 tahun udah ada 2-3 pohon dengan sendirinya. tentunya tanaman2 tersebut udah punya penyesuaian dengan ekosistem lokal.
>  
> Saya sependapat dengan mas Hendra. Terutama poin no.3.
>  
>  
> Yodi Danusastro
> Rating Analyst
> Green Building Council Indonesia
>
> --- Pada Sab, 24/4/10, nik.e <nike...@gmail.com> menulis:

Roga Bara Hari

unread,
Apr 27, 2010, 2:49:46 AM4/27/10
to greenli...@googlegroups.com
Kegiatan-kegiatan menanam pohon yang banyak dilakukan oleh
perusahaan-perusahaan besar tidal lebih dari upaya GreenWashing
mereka, membangun image mereka seolah mereka perusahaan yang peduli
lingkungan.

Seperti Sinar Mas, perusahaan ini adalah salah satu yang berkampanye
penanaman pohon, padahal sudah jadi pengetahuan umum, Sinar Mas adalah
perusahaan perusak hutan terbesar di negeri ini. Ketika mereka
berkampanye menanam satu pohon, disaat bersamaan hutan-hutan kita yang
tersisa mereka rusak dan hancurkan demi kepentingan ekonomi mereka
sendiri.
Ironisnya kampanye menanam pohon ini hanya jadi bagian dari Tren,
semua orang latah ikut-ikutan menanam pohon, seolah-olah masalah
lingkungan akan selesai dengan menanam pohon.

Menurut saya yang paling penting adalah menjaga dan mlestarikan hutan
alam kita yang tersisa dari ancaman para mafia hutan.

Mari berkampanye menanam dan merawat pohon, tapi yang paling penting
adalah kampanye untuk menjaga dan melestarikan hutan alam kita yang
tersisa dari ancaman para penjahat hutan seperti Sinar Mas dan
kawan-kawan.

Pada tanggal 27/04/10, Yodi (;) <buburaya...@yahoo.com> menulis:

Muhammad Sendy

unread,
Apr 27, 2010, 3:29:01 AM4/27/10
to greenli...@googlegroups.com
Green washing ya!?? hmmm...menurut saya semua yang dilakukan orang2 untuk lingkungan hidup sama saja seperti green wash. artinya selama kita belum melakukan gerakan yang besar dan bukan sekedar seremonial belaka, maka selama itu kita sama dengan korporasi yang melakukan kegiatan CSR nya di bidang lingkungan. hemat saya, kerusakan lingkungan terutama hutan makin terus meluas dan tak mungkin diselesaikan hanya dengan menanam pohon, menggaungi gaya hidup hijau dan sejenisnya saja. Hal utama yang perlu dilakukan adalah menyadarkan masyarakat bahwa perusakan lingkungan terbesar menurut saya dilakukan oleh para korporasi.
perlu waktu yang sangat lama untuk menumbuhkan pohon. sementara hutan alami kita tiap hari dieksploitasi untuk produk kebutuhan kita sendiri.

cheers!

Titi Akmar

unread,
Apr 30, 2010, 11:20:41 AM4/30/10
to GreenLifestyle
Bener banget nih.. UDah seharusnya nanem pohon jangan cuma nanem tapi
juga dipelihara. Barusan browse dan nemu blog yang ngomongin ttg hal
ini, nama yang nulis tyo, biasa dipanggil paman tyo. Dia ngebahas ttg
pemeliharaan setelah menanam, mungkin temen2 bisa cek link blognya di
http://blogombal.org/2010/04/19/setelah-menanam-lantas-apa/

Semoga membantu!

Regards,
Titi Akmar
www.titiw.com

sudiro sj

unread,
May 18, 2010, 2:59:17 AM5/18/10
to greenli...@googlegroups.com
 Untuk semua anggota milis greenstyle

Numpang tanya

Ada yang tau di mana nyari daun murbai, menurut info, gunanya untuk mengurangi ( memperlambat pertumbuhan gondok )

Salam

Sudiro



2010/4/23 Alien W <ali...@telkom.net>

ning purnomohadi

unread,
May 18, 2010, 4:49:37 PM5/18/10
to greenli...@googlegroups.com
Dear pak Sudiro,  Terimakasih informasinya
Setau saya daun merbai itu makanan ulat sutera, mestinya banyak di perkebunan atau sentra-2 penghasil benang sutera yang terkenal massal ya di Sulsel.  Tapi di Jawa pohon ini banyak terdapat di pekarangan-2 rumah sebab buahnya enak dimakan, apalagi kalau sidah berwarna merah kehitam-hitaman, atau ungu tua?.
 
Kalau daun kejibeling, untuk bp. Alien (?) kebetulan saya ada informasi, sbb.
Sahabat kami ibu Endang Lasmadiwati *bersama suaminya Pak Putu Oka Sukanta, akupunftuiris dan penulis yang terkenal dan sangat produktid menulis buku) bersama-sama mengelola Taman Sringanis, alamatnya:
Desa Cimanengah No 29, RT 002/05 , Cipaku, Bogor 16720
No telpunnya: (0251) 8370 692; Fax: (0251) 8478 607 66 (semoga benar - sebab No telpun daerah Bogor sudah beberapa tahun lalu ditambah angka 8 di depannya).
 
Saya kutip buku bu Endang:  Panduan Percontohan Taaman Obat Taman Sringanis, di halaman 51, sbb:
Keji Beling (Strobilanthes crispus BL), nama asing: Fenugreek
Sifat/karakter:  Peluruh kencing (diuretica); penghancur batu (lithoclasia); pencahar (purdatica)
Manfaat (indication): 
1    Batu kandung kencing: Daun keji beling, rambut jangung dengan tongkolnya
2    Batu lkandung empedu : Daun keji beling, daun ungu,
3    Batu ginjal: Daun keji beling, meniran, daun ungu, kumis kucing.
 
Untuk lebih jelasnya siahkan menghubungi ibu Endah atau langusng berkunjung ke rumah mungil dengan pekarangan yang penuh tanaman obat (herbal) bahkan ada kios kecil menjual berbagai "jamu" yang diproduksi sendiri, kita tinggak menyedu dan meminumnya.
Semoga bermanfaat. Salam hijau lestari,
Ning Purnomohadi
----- -----
From: sudiro sj To: greenli...@googlegroups.com  Sent: Tuesday, May 18, 2010 1:59 PM
Daun kejibeling Untuk semua anggota milis greenstyle

Numpang tanya Ada yang tau di mana nyari daun murbai, menurut info, gunanya untuk mengurangi ( memperlambat pertumbuhan gondok )  Salam Sudiro
--------------------

2010/4/23 Alien W <ali...@telkom.net>
Ada yang tau di mana nyari daun kejibeling ? Terima kasih Alien

sudiro sj

unread,
May 19, 2010, 1:59:47 AM5/19/10
to greenli...@googlegroups.com
Terima kasih atas tanggapan sdri Ibu Ning, moga bisa bermanfaat bagi kita semua, khususnya seperti saya yang punya benjolan sedikit di leher ( sebesar kelereng - walau tidak menimbulkan sakit ), selamat untuk semua
 
Salam
 
Sudiro
 
2010/5/18, sudiro sj <snd...@gmail.com>:

husin yusuf

unread,
May 20, 2010, 10:25:47 AM5/20/10
to greenli...@googlegroups.com, snd...@gmail.com
Di Saung kami kebetulan ada 1 pohon,  welcome ambil di jl. Maritim no. 1, depan Wisma Subud-jl. Fatmawati, Jakarta Selatan atau hp ke 0811027105.
Salam hijau.



From: sudiro sj <snd...@gmail.com>
To: greenli...@googlegroups.com
Sent: Tue, May 18, 2010 1:59:17 AM

Subject: Re: [greenlifestyle] Daun kejibeling
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages