sebetulnya ada issu yang lebih "berat" yaitu Hok-Ben" menggunakan zat aditif pada polystyrenenya (styrofoam) dan mengklaim kemasan mereka ramah lingkungan hanya karena bisa terurai di TPA dalam waktu 4 tahun.
Padahal ngga semua sampah terangkut ke TPA,Makanan panas Hok-Ben tercemari styrene dari styrofoam.Styrofoam ngga bisa di daur ulang menjadi styrofoam lagi, artinya nasibnya akan menjadi sampah seumur hidup, membuat banjir dan selokan mampet.
Harus ada komunitas yg peduli dan bicara pada Hok-Ben karena paket hematnya diburu anak2 kitahttp://green.kompasiana.com/polusi/2011/04/05/betulkah-hok-ben-akan-menjadi-pelopor-kemasan-ramah-lingkungan/
2011/4/6 ning purnomohadi <pras...@centrin.net.id>Mbak Melly, jadinya HARI INI RABU, atau BESOK Kamis tgl 7 April? Tks.Salam HL,Ning P----- -----From: maria hardayanto To: greenli...@googlegroups.comSent: Tuesday, April 05, 2011 8:42 PMSubject: Re: [greenlifestyle] Obrolan langsat (Obsat): "Berbelanja tanpa kantongkresek, NGIMPI???" HARI INIhttp://permatadibaliklimbah.blogspot.com/2011/02/tas-pakai-ulang-reusable-bag-tas-trendy_16.html
2011/4/6 armely meiviana <amei...@gmail.com>iya, mksh mba ningsih. sdh sy kirim ulang. maklum...jam2 ngantuk :-) akan dtg ke obsat mba? :-)
------------------2011/4/5 <shni...@yahoo.com>Rabu itu tgl 6 April lho...shn From: GreenLifestyle <greenli...@gmail.com>Date: Wed, 6 Apr 2011 00:10:05 +0800Siapa yang tidak suka atau tidak pernah berbelanja? Tidak hanya ibu rumah tangga, tapi juga anak-anak, remaja, mahasiswa, dan ayah di rumah.Tapi mungkinkah hari gini berbelanja tanpa menggunakan kantong kresek?Untuk tahu jawabanya, ikuti obrolan langsung (obsat) "Berbelanja tanpa kantong kresek, NGIMPI???" dengan Twitter (#obsat #dietkresek), atau datang langsung di: Rumah Obsat Jl Langsat 1 No 3A Kramat Pela Kebayoran BaruKapan? Hari rabu 6 April Jam 19.00-20.30Dalam obrolan ini berbagai narasumber, termasuk Greeneration Indonesia (Pengalaman kampanye DietKantongPlastik), mahasiswi, ibu rumah tangga dan pria bekerja akan duduk bareng untuk membahas dan bertukar pengalaman praktis yang mungkin diterapkan untuk mengurangi penggunaan kresek.Selain konsumen, perwakilan toko/produsen yang sudah mencoba ikut mengurangi pemberian kresek, yaitu CircleK Indonesia, pemilik Toko Kainara dan Pemilik Kantin Hang Lekirdan akan menggali kendala yang dihadapi pihak toko dalam menghentikan/mengurangi pembagian kresek gratis pada konsumen.Ditunggu di #obsat #dietkresek atau di Rumah Obsat!----
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "GreenLifestyle" group - Share this email!
To post to this group, send email to greenli...@googlegroups.com
To unsubscribe from this group, send email to greenlifestyl...@googlegroups.com
For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/greenlifestyle?hl=id--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "GreenLifestyle" group - Share this email!
To post to this group, send email to greenli...@googlegroups.com
To unsubscribe from this group, send email to greenlifestyl...@googlegroups.com
For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/greenlifestyle?hl=id
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Saya masih menolak makan di Hokben dengan segala kemasan sekali
pakainya itu, bikin pusing. Sekarang masalah jadi bertambah lagi
dengan adanya greenwashing ini; orang berpikir bahwa kemasan-kemasan
itu bukan lagi styrofoam, bisa terurai, jadi (seolah-olah) aman buat
lingkungan.
Masalahnya, meski bisa terurai, dia terurai (baru setelah 4 tahun,
pula) hanya secara fisik, secara kimiawi sih barangnya masih di
situ-situ aja, terus numpuk. Belum lagi pembuatan kemasan itu makan
energi banyak sekali--"dosa"-nya sudah besar saat dalam proses
produksi.
Jadi, saya masih gak mau makan di Hoka-hoka Bento. Dosa lingkungannya
terlalu banyak; dan sekarang ditambah dengan usaha mengelabui
konsumen. huuuu...
:-)
r.
"There are a tremendous number of papers about degradable polyethylene but no one has really shown a high degradation," says Ann-Christine Albertsson, a polymer researcher at the Swedish Royal Institute of Technology (KTH) in Stockholm and lead author on the critical review. "Of course they degrade in one way – they are losing part of their properties. But if you mean it as a positive for nature, that has not been proved."
The Defra report suggests that oxo-degradable fragments left outside in the United Kingdom would become small fragments over two to five years. The biodegradation of these small fragments then proceeds "very slowly", it notes.
These plastics should not be composted, as their breakdown fragments will ruin the resulting compost.
"Our conclusion was there is no benefit to the environment of oxo-degradable plastics," Thomas told Nature.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Susah juga pak, sebenarnya kita sendiri juga butuh plastik. Yang diperlukan adalah material pengganti plastik yang memiliki kekuatan ikatan unsur yang setara dengan plastik namun ramah lingkungan. Styrofoam dan Plastik sama2 mengkhawatirkan. Salah satu sampah yang jadi masalah juga sampah pampers dan pembalut yang justru berbahaya karena kandungan biologisnya. Apakah pemecahannya yang ideal?
|
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT