Baru 2 minggu lalu saya belajar ke kebun karinda mengenai keranjang
takakura, kemudian saya menemukan info mengenai lubang biopori
( hehehe, baru tau ni mengenai keduanya, maklum newbie)..ada hal yang
ingin saya tanyakan, mudah2an para senior sudi membagikan ilmunya..
1. Apakah Penggunaan keranjang takakura dan lubang biopori fungsinya
tidak bertabrakan? mengingat keduanya sama2 sebagai pembuat kompos dan
bila sudah membuat lubang biopori apakah keranjang takakuranya ga
mubazir?
2. Pada waktu pelatihan keranjang takakura, seingat saya Bapak
Djamaluddin memberitahukan agar sampah dapur yang mudah busuk seperti
tulang ikan, ayam, nasi basi dll tidak dimasukkan ke dalam keranjang
agar tidak mengundang lalat dan tikus, apakah hal ini berlaku juga
untuk lubang biopori...
Demikian pertanyaan saya, mohon pencerahannya...
| Takakura dipakai untuk sampah2 organik dari dapur, biopori untuk sampah organik dari halaman. Yang susah hancur masukkan ke biopori aja. Lubang biopori tidak harus langsung penuh, boleh diisi bertahap sesuai jumlah sampah yang ada... Salam, RULLY WIJAYAKUSUMA 0815 710 8524 --- On Tue, 4/6/10, ogi <yog...@gmail.com> wrote: |
|
Kalau biopori, selain untuk komposting juga berguna menjaga porositas tanah untuk penyerapan air. Kalau takakura, hanya untuk produksi kompos. Kalau tujuannya kompos, sama-sama aja sih. Untuk komposting, saya lebih suka caranya pak Djamaludin. Lebih mudah dikontrol.
Yodi
|
|
Untuk di Jkarta biopori sebagai komposter tidak sangat disarankan kecuali dilakukan oleh orang2 yang rajin, karena lubang biopori yang di"sumpel" sampah organik tetap harus di o;ah setiap beberapa hari atau perminggu tetap harus di balik, karena orang jakarta maunya cuman nyumpel tanpa maintance lebih baik lubang bioporinya difungsikan hanya sebagai alat untuk memperbaiki struktur/kondisi tanah, itupun tidak bisa dilakukan di Jakarta yang dekat pesisir,atau yang terkena intruisi air laut.
Salam Aulia[Aulija] Esti Widjiasih Reksoatmodjo Systainability and Environmental Education Trainer KPAi - Komunikasi, Peduli Alam Indonesia Yayasan Skygers Indonesia co. Skygers SpanSet Office Jl. Raya Warung Buncit No. 2B Jakarta Selatan 12470 Telepon Kantor: 021-7975468 HP: 081213130153 Email: aulia...@yahoo.com --- On Tue, 4/6/10, Yodi (;) <buburaya...@yahoo.com> wrote: |
Pertanyaan no.2 blm ada yang jawab ni (hehehe), karena kepinginnya
sih, sampah yang dihasilkan di rumah seperti organik sisa makanan bisa
dimasukkan ke takakura atau lubang biopori jadi ga ada sisa..sampah
anorganik yang masih bisa dimanfaatkan dipisahkan, sisanya dibuang
(atau bisa semua dimanfaatkan?) dan sampah organik dijadikan kompos di
keranjang takakura atau dimasukkan ke lubang biopori, sisa makanan
berarti dibuang ( atau dikasih kucing hehehe )...
Mohon pencerahannya..
| ada dibawah mbak, send email to greenlifestyl...@googlegroups.com |
Salam, RULLY WIJAYAKUSUMA 0815 710 8524 |
| --- On Wed, 4/7/10, lisa ellora <lisae...@yahoo.com> wrote: |
2. Biopori seperti yang disampaikan Mas Yogi, berguna menjaga
porositas tanah untuk penyerapan air.adapun organik yg dimasukkan ke
dalam lobang biopori adalah pemanfaatan tambahan dari lobang yg
dihasilkan untuk biopori sehingga pengomposan seperti yang dilakukan
dg biopori ini masuk kategori pengomposan pasif.
Demikian sumbang saran dari saya, terimakasih.
Maryanto
Program Officer
Dana Mitra Lingkungan
0811873227
On Apr 6, 7:39 pm, aulia reksoatmodjo <aulia_k...@yahoo.com> wrote:
> Untuk di Jkarta biopori sebagai komposter tidak sangat disarankan kecuali dilakukan oleh orang2 yang rajin, karena lubang biopori yang di"sumpel" sampah organik tetap harus di o;ah setiap beberapa hari atau perminggu tetap harus di balik, karena orang jakarta maunya cuman nyumpel tanpa maintance lebih baik lubang bioporinya difungsikan hanya sebagai alat untuk memperbaiki struktur/kondisi tanah, itupun tidak bisa dilakukan di Jakarta yang dekat pesisir,atau yang terkena intruisi air laut.
>
> Salam
>
> Aulia[Aulija] Esti Widjiasih Reksoatmodjo
> Systainability and Environmental Education Trainer
> KPAi - Komunikasi, Peduli Alam Indonesia
> Yayasan Skygers Indonesia co. Skygers SpanSet Office
> Jl. Raya Warung Buncit No. 2B Jakarta Selatan 12470
> Telepon Kantor: 021-7975468
> HP: 081213130153
> Email: aulia_k...@yahoo.com
>
> --- On Tue, 4/6/10, Yodi (;) <buburayampakep...@yahoo.com> wrote:
>
> From: Yodi (;) <buburayampakep...@yahoo.com>
> Subject: Bls: [greenlifestyle] Keranjang Takakura VS Lubang Biopori
> To: greenli...@googlegroups.com
> Date: Tuesday, April 6, 2010, 9:03 AM
>
> Kalau biopori, selain untuk komposting juga berguna menjaga porositas tanah untuk penyerapan air. Kalau takakura, hanya untuk produksi kompos. Kalau tujuannya kompos, sama-sama aja sih. Untuk komposting, saya lebih suka caranya pak Djamaludin. Lebih mudah dikontrol.
>
> Yodi
>
> --- Pada Sen, 5/4/10, ogi <yogi...@gmail.com> menulis:
>
> Dari: ogi <yogi...@gmail.com>
> Judul: [greenlifestyle] Keranjang Takakura VS Lubang Biopori
> Kepada: "GreenLifestyle" <greenli...@googlegroups.com>
> Tanggal: Senin, 5 April, 2010, 5:39 PM
>
> Dear All,
>
> Baru 2 minggu lalu saya belajar ke kebun karinda mengenai keranjang
> takakura, kemudian saya menemukan info mengenai lubang biopori
> ( hehehe, baru tau ni mengenai keduanya, maklum newbie)..ada hal yang
> ingin saya tanyakan, mudah2an para senior sudi membagikan ilmunya..
>
> 1. Apakah Penggunaan keranjang takakura dan lubang biopori fungsinya
> tidak bertabrakan? mengingat keduanya sama2 sebagai pembuat kompos dan
> bila sudah membuat lubang biopori apakah keranjang takakuranya ga
> mubazir?
>
> 2. Pada waktu pelatihan keranjang takakura, seingat saya Bapak
> Djamaluddin memberitahukan agar sampah dapur yang mudah busuk seperti
> tulang ikan, ayam, nasi basi dll tidak dimasukkan ke dalam keranjang
> agar tidak mengundang lalat dan tikus, apakah hal ini berlaku juga
> untuk lubang biopori...
>
> Demikian pertanyaan saya, mohon pencerahannya...
>
> --
> You received this message because you are subscribed to the Google Groups "GreenLifestyle" group - Share this email!
> To post to this group, send email to greenli...@googlegroups.com
> To unsubscribe from this group, send email to greenlifestyl...@googlegroups.com
> For more options, visit this group athttp://groups.google.com/group/greenlifestyle?hl=id
>
> To unsubscribe, reply using "remove me" as the subject.
>
Semoga membantu
Endah
Untuk komposter saya berkesimpulan sebagai pemula, saya akan coba
menggunakan keranjang takakura, karena ukurannya lebih kecil, gampang
dikontrol dan lebih enak memasukkan sampah organiknya kalau dari
dapur, yah paling harus motong kecil2 dulu yg agak repot (hari ini
beli ahhh, masih ada stock ga yah pak djamal hehehe)
Untuk sampah organik yang tidak dapat di tackle keranjang takakura,
masih bingung ni mo pake lubang biopori atau komposter anaerob, kalau
biopori infonya banyak, kalau komposter anaerob, ada yg bilang bau,
ada ga yang pernah nyoba??? atau pak sobirin anggota milis ini jadi
bisa jelasin ( hehehe, ngarep)..
Mohon pencerahannya..