[greenlifestyle] jawab pemanasan global dengan Trembesi

19 views
Skip to first unread message

nik.e

unread,
Apr 28, 2010, 1:39:47 AM4/28/10
to GreenLifestyle
Isu pemanasan global dan perubahan iklim telah menjadi perhatian kita
selama ini. Dampak negatif pemanasan global dan perubahan iklim bisa
kita lihat dengan semakin seringnya frekuensi bencana alam di berbagai
pelosok tanah air, mulai dari longsor, banjir hingga angin puting
beliung..
Gerakan menanam pohon merupakan salah satu upaya nyata untuk menjawab
isu ini. salah satu yang aktif mengadakan program penanaman pohon tuh
KOWANI (kongres wanita Indonesia) yang sudah menaman 17 juta pohon
http://female.kompas.com/read/xml/2010/04/01/13234820/Gerakan.Tanam.Pohon.oleh.Perempuan.Indonesia
salut salut :D

Namun ada baiknya kita perhatikan dulu apa saja unsur yang harus
dipikirkan sebelum menanam..
beberapa unsur penting adalah pemilihan pohon sesuai dengan kondisi
lingkungan dan manfaatnya.
sesuai dgn kondisi lingkungan, misalnya besar pohon harus proporsional
dengan lahannya dan kondisi sekitar.
kalo manfaatnya, carilah pohon yang bisa menyerap karbon cukup besar.
salah satu jenis pohon yang dikenal bisa menyerap karbon dalam volume
besar adalah pohon Trembesi. Daun-daunnya lebar, jadi memaksimalkan
pohon ini untuk menghisap CO2.katanya sih, bahkan 1 batang trembesi
dewasa bisa menyerap 28 juta ton CO2 setiap tahunnya. info lebih dalam
lagi tentang Trembesi bisa dilihat di sini
http://alamendah.wordpress.com/2009/12/26/pohon-trembesi-ki-hujan-serap-28-ton-co2/

kalo teman-teman di sini, akan memilih menanam pohon apa?

--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "GreenLifestyle" group - Share this email!
To post to this group, send email to greenli...@googlegroups.com
To unsubscribe from this group, send email to greenlifestyl...@googlegroups.com
For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/greenlifestyle?hl=id

Titi Akmar

unread,
Apr 30, 2010, 11:09:19 AM4/30/10
to GreenLifestyle
Dear nik.e,

Trembesi bagus juga untuk menyerap panas karena daunnya yang lebar.
Selain itu juga kalo liat dari link yang kamu berikan, Trembesi juga
menyerap CO2 yang relatif banyak dibandingkan pohon lain.
Ini aku nemu link juga.. mungkin bisa jadi bahan bacaan.
http://blogombal.org/2010/04/19/setelah-menanam-lantas-apa/
Sila kalo ada feedbacknya.. :)
Thank you..

PS: Eh aku baru masuk milis ini nih.. hehe.. tolong dibantu ya.. ;)

Regards,
Titi Akmar
www.titiw.com

hendra aquan

unread,
May 1, 2010, 3:36:22 AM5/1/10
to greenli...@googlegroups.com
Kawan Nike trims infonya.

Ternyata penting juga memperhatikan lebar daun untuk jenis tanaman yang dipilih ya. Kalau pohon pisang bisa tidak ya? Kalau pohon trembesi sepertinya sudah banyak yang melakukan, bahkan SBY menjadikannya sebagai pohon yang diinstruksikan untuk ditanam.

Apakah ada yang punya daftar jenis tanaman dan kemampuan serap karbonnya? Karena memang tidak banyak informasi yang beredar untuk masyarakat tentang ini. Mohon petunjuk dari rekans milis.

HD

| Mobile +62 8157988053 | http://hendraaquan.blogspot.com/ |
"I want to continue my education to Holland, because Holland will prepare me better for the great task I have chosen" (Kartini's letter to Mrs. Ovink Soer, 1900)

Brought to you by Aquansel StrawBerry®

nik.e

unread,
May 2, 2010, 10:47:25 AM5/2/10
to GreenLifestyle
wah kalo pohon pisang (selain buahnya), menurut saya manfaat sbg
peneduhnya kurang alias kurang efek rindang.tp jadi penasaran juga,
dari segi tekstur kan beda tuh pohon pisang dan pohon2 trembesi atau
flamboyan misalnya. daya serapnya gimana ya? saya juga belum tau
tuh..ada yg tau infonya ga ya?

nik.e

unread,
May 2, 2010, 10:45:24 AM5/2/10
to GreenLifestyle
wah makasih banget info link-nya..:)
gimanah2? temen2 yg lain ada info juga tentang si trembesi ini ga?
atau pohon lain yg efektif juga buat nyerap CO2

On Apr 30, 10:09 pm, Titi Akmar <titi.ak...@gmail.com> wrote:
> Dear nik.e,
>
> Trembesi bagus juga untuk menyerap panas karena daunnya yang lebar.
> Selain itu juga kalo liat dari link yang kamu berikan, Trembesi juga
> menyerap CO2 yang relatif banyak dibandingkan pohon lain.
> Ini aku nemu link juga.. mungkin bisa jadi bahan bacaan.http://blogombal.org/2010/04/19/setelah-menanam-lantas-apa/

DIDUT

unread,
May 2, 2010, 12:00:50 PM5/2/10
to greenli...@googlegroups.com
2010/5/2 nik.e <nik...@gmail.com>
wah makasih banget info link-nya..:)
gimanah2? temen2 yg lain ada info juga tentang si trembesi ini ga?

cukup komprehensif 

--
Kehebatan Pohon Trembesi | http://didut.wordpress.com/2010/05/02/kehebatan-pohon-trembesi/
http://rotifresh.net | berbagi tak pernah rugi

Titi Akmar

unread,
May 2, 2010, 2:59:47 PM5/2/10
to GreenLifestyle
Dear Didut,

Saya sudah liat blog kamu.. Dan yang jadi pertanyaan adalah apa yang
membedakan trembesi dengan pohon lain sehingga JAUH SEKALI jumah CO2
yang bisa ia serap dibandingkan pohon lain..? Misalnya pohon biasa
hanya 1 ton CO2 dalam 20 th yg diserap, kenapa Trembesi bisa sampe
28,5 juta ton HANYA DALAM SETAHUN? Hemm.. ukuran gak beda jauh dari
beringin, ataupun pohon perindang lain.. tapi bedanya itu lho..
hihihi... apa jampi2nya kenceng..? :)

Thanks before,
Titi Akmar

rully wijayakusuma

unread,
May 3, 2010, 9:00:04 AM5/3/10
to greenli...@googlegroups.com
Pisang sebetulnya bukan pohon tapi herbaceous, tanaman yang batangnya banyak berair. Pisang juga tumbuhan annual yg  hidupnya tamat dalam satu siklus. Yang disebut pohon itu berkayu keras, berbatang pokok, dan berumur tahunan (perennial). Untuk pohon kota tentu harus yang terakhir ini.
 
Dua tahun mendata dan meneliti pohon kota di Jakarta Pusat (tahun 2007 dan 2008, lebih kurang 10 ribu pohon diamati satu per satu), saya menyimpulkan yang sangat penting diperhatikan adalah tempat tumbuh pohon itu. Teoritis, pohon memerlukan lahan 18 kali diameter batangnya, ini sulit dipenuhi di kota2 besar. Akibatnya akar menjadi dangkal dan berputar2, mudah terserang penyakit (terutama yang menyerang akar), dan akar cenderung naik karena perlu oksigen sementara tanahnya padat.
 
Tempat tumbuh yang diperkeras juga menyebabkan pohon merana karena tidak ada resapan air dan tidak ada oksigen. Tingkat kerusakan pohon yang ditanam di trotoar tertutup dibandingkan terbuka adalah 2 : 1.
 
Di Singapur, Malaysia, dan Brunei, trembesi banyak ditanam dengan memperhatikan luasan tempat tanamnya dan jarak tanam antarpohon (rata-rata ditanam pada jarak 20 meter). Dengan begitu pertumbuhannya "normal" mendekati kondisi naturalnya.
Ada juga cara lain yaitu menggunakan geotextile pada dinding lubang tanam. Geotextile ini akan mengarahkan pertumbuhan akar ke bawah (geotropisme positif) seperti halnya pohon-pohon normal sehingga akar tidak menjadi padat di dalam lubang  tanam.
 
Kita belum mengembangkan pepohonan yang secara spesifik tahan tumbuh di kota besar dengan segala macam aspek ekologis dan sosial budayanya. Sehingga pohon apa pun yang ditanam akan mengalami masalah yang sama selama penanganannya tetap sama.
 
Salam,
RULLY WIJAYAKUSUMA

0815 710 8524


--- On Sun, 5/2/10, nik.e <nik...@gmail.com> wrote:

edy sutrisno

unread,
May 3, 2010, 10:46:02 AM5/3/10
to greenli...@googlegroups.com
mungkin lebih tepatnya yang disebut pohon adalah tanaman atau tumbuhan berkayu dan berkambium.  pohon juga dipergunakan untuk sebutan salah satu tingkatan dari tumbuhan berkambium, selain tingkatan anakan, pancang dan tiang.


edy


2010/5/3 rully wijayakusuma <rullyb...@yahoo.com>

Muhammad Sendy

unread,
May 3, 2010, 10:05:10 AM5/3/10
to greenli...@googlegroups.com
saya jadi bingung nih. persoalan pemanasan global penyebab yg paling
besar apa sih?
apakah dengan menanam pohon maka persoalan itu selesai?
bagaimana dengan industri, kendaraan bermotor, gedung2 tinggi dengan
konsumsi listrik luar biasa yang secara jelas membuang CO2 setiap hari
secara besar2an? apakah kemudian seimbang dengan memelihara pohon
trembesi yang entah pada umur berapa pohon tsb dpt (secara efektif)
menyerap karbon sebanyak 28,5 juta ton...sementara pemanasan global
trs berjalan setiap detik...



Pada tanggal 03/05/10, rully wijayakusuma <rullyb...@yahoo.com> menulis:

hendra aquan

unread,
May 3, 2010, 2:00:15 PM5/3/10
to greenli...@googlegroups.com
klo dari gosip yang beredar, salah satu cara untuk mengurangi dampak pemanasan global adalah dengan "menangkap lagi" CO2 yang dihasilkan, yaitu dengan menanam penangkap CO2 (pohon). Tapi seberapa besar efektifitasnya, itu yang saya tidak tahu. mungkin ada temans yang mendalami tentang isu ini?

Beberapa postingan menyarankan trembesi sebagai pohon yang mampu menyerap karbon dalam jumlah tinggi. bisa jadi petimbangan untuk progam pengelolaan kawasan udara tercemar berat seperti jakarta.

Tapi klo dari tanam menanam yang paling jelas adalah kemampuan mengikat tanah. Yang berperan untuk menjaga tanah agar tidak erosi. Dan tentunya membantu penyediaan air tanah. Erosi dan krisis air tanah adalah salah satu berita yang sedang naik daun belakangan ini. Begitu bukan teman2? (CMIIW).

HD

| Mobile +62 8157988053 | http://hendraaquan.blogspot.com/ |
"I want to continue my education to Holland, because Holland will prepare me better for the great task I have chosen" (Kartini's letter to Mrs. Ovink Soer, 1900)

Brought to you by Aquansel StrawBerry®


2010/5/3 Muhammad Sendy <muhamm...@gmail.com>

Titi Akmar

unread,
May 3, 2010, 11:01:35 AM5/3/10
to GreenLifestyle
Oh ya, barusan saya juga jawab di tret sebelah, kalo Trembesi ini bisa
juga dijadikan Tempe. Biji Pohon Trembesi kan banyak yang jatuh tuh,
dicampur kedelai, diolah, jadi deh Tempe Trembesi! :)
Memanfaatkan semua yang ada, tanpa harus menciptakan sesuatu yang baru
dengan biaya tinggi. Lagipula kalo orang udah tau keuntungan trembesi
selain pohon perindang dan penyerap karbon, apsti orang akan
menanamnya dan memelihara dengan baik.

Regards,
Titi Akmar

nik.e

unread,
May 3, 2010, 11:17:34 PM5/3/10
to GreenLifestyle
oooh jadi pisang bukan termasuk pohon yah..terimakasih infonya mas
Rully :)
saya juga baru tau ada geotextile..tentunya itu akan membantu banget
supaya akar2 trembesi ga merusak jalan atau mengganggu tanaman
sekitarnya karena setau saya selain daya serap CO2nya yg besar, daya
hisap airnya juga tinggi jadi tumbuhan2 sekitarnya bisa kekurangan air
krn habis diserap trembesi..


On May 3, 8:00 pm, rully wijayakusuma <rullyband...@yahoo.com> wrote:
> Pisang sebetulnya bukan pohon tapi herbaceous, tanaman yang batangnya banyak berair. Pisang juga tumbuhan annual yg  hidupnya tamat dalam satu siklus. Yang disebut pohon itu berkayu keras, berbatang pokok, dan berumur tahunan (perennial). Untuk pohon kota tentu harus yang terakhir ini.
>  
> Dua tahun mendata dan meneliti pohon kota di Jakarta Pusat (tahun 2007 dan 2008, lebih kurang 10 ribu pohon diamati satu per satu), saya menyimpulkan yang sangat penting diperhatikan adalah tempat tumbuh pohon itu. Teoritis, pohon memerlukan lahan 18 kali diameter batangnya, ini sulit dipenuhi di kota2 besar. Akibatnya akar menjadi dangkal dan berputar2, mudah terserang penyakit (terutama yang menyerang akar), dan akar cenderung naik karena perlu oksigen sementara tanahnya padat.
>  
> Tempat tumbuh yang diperkeras juga menyebabkan pohon merana karena tidak ada resapan air dan tidak ada oksigen. Tingkat kerusakan pohon yang ditanam di trotoar tertutup dibandingkan terbuka adalah 2 : 1.
>  
> Di Singapur, Malaysia, dan Brunei, trembesi banyak ditanam dengan memperhatikan luasan tempat tanamnya dan jarak tanam antarpohon (rata-rata ditanam pada jarak 20 meter). Dengan begitu pertumbuhannya "normal" mendekati kondisi naturalnya.
> Ada juga cara lain yaitu menggunakan geotextile pada dinding lubang tanam. Geotextile ini akan mengarahkan pertumbuhan akar ke bawah (geotropisme positif) seperti halnya pohon-pohon normal sehingga akar tidak menjadi padat di dalam lubang  tanam.
>  
> Kita belum mengembangkan pepohonan yang secara spesifik tahan tumbuh di kota besar dengan segala macam aspek ekologis dan sosial budayanya. Sehingga pohon apa pun yang ditanam akan mengalami masalah yang sama selama penanganannya tetap sama.
>  
> Salam,
> RULLY WIJAYAKUSUMA
> 0815 710 8524
>
> --- On Sun, 5/2/10, nik.e <nike...@gmail.com> wrote:

Santalum Album

unread,
May 19, 2010, 8:41:35 PM5/19/10
to greenli...@googlegroups.com
Dear All Greeners,

Menarik membicarakan Pohon peneduh agar tidak merusak struktur jalanan terutama ttg idee penggunaan Geotextile.
Saya agak surprise mendengarnya, setahu saya Geotextile adalah lembaran yang dibuat dengan serat sintetis, apakah HDPE, Nylon, atau bahan lainnya, dikenal luas dikalangan teknik sipil sebagai "Soil Stabilizer". Geotextile secara garis besar dikenal ada 2 jenis : Woven (mudah dikenali karena umumnya berpola mirip karung plastik, hanya lebih tebal) dan Non-Woven (mirip tapas cuci piring hanya lebih tipis dan lembut), masing-masing dengan keunggulan tersendiri, sering kali dijumpai penggunaan dengan mengkombinasikan keduanya.

Geotextile awalnya dibuat untuk tujuan sebagai separator (pemisah agar butiran tanah yg halus tidak bercampur dengan butiran batu dan pasir, namun air tetap bisa leluasa mengalir menembus), yaitu pada penimbunan rawa-rawa atau tanah yg berlumpur, maka dengan menggelar Geotextile sebelum pengurukan, maka akan dihemat bahan batuan urugan karena tidak hilang tertelan lumpur. Karena fungsi separator ini pula, geotextile sangat baik dipakai sebagai bahan reinforcing (penguat) dari struktur penahan longsoran tebing (Turap), dimana air tanah dapat bebas meresap melewati bahan Geotextile tanpa membawa butiran halus tanah.
Keuntungan lain yang diperoleh adalah meratakan distribusi beban ketanah asli dibawahnya, sehingga pada tanah yg lunak, penggunaan Geotextile sangat disarankan bagi penguatan pondasi jalanan, dan jalan akan tidak mudah bergelombang karena beban kebawah akan disalurkan secara lebih merata.

Lain dari pada kegunaan tsb, Geotextile sangat bermanfaat untuk membuat Drainase murah di pedesaan, yaitu dengan menggali tanah dan mengatur kemiringan drainase tsb, lalu menggelar Geotextile, lalu diisi dengan batuan atau sisa-sisa puing bangunan, dan ditutup (dibungkus dengan Geotextile, mirip lontong yg panjang) lalu ditimbun tanah. Keuntungan drainase macam ini, bukan hanya murah, cepat dilaksanakan, namun juga anti mampet (kotoran seperti daun-daunan tetap tinggal dipermukaan, dan butiran tanah halus tetap tidak akan mengisi celah-celah batuan isi drainase, karena tersaring oleh Geotextile tsn), juga sepanjang drainase (yang sebaiknya untuk air hujan saja, bukan limbah rumah tangga), maka akan terbentuk resapan kedalam tanah.

Geotextile juga baik untuk digunakan sebagai dinding sumur resapan, dan biopori, karena mencegah butiran halus tanah masuk kelubang Sumur resapan atau Biopori dan berakibat mampet.

Tetapi Geotextile untuk mencegah melebar tumbuhnya akar tanaman peneduh????? Baru saya dengar !! (maklum rada Gap-Tek ) Memang biasanya varian Geotextile model terbaru memungkinkan untuk disela-sela Geotextile ditanami rumput juga pohon-pohon besar, namun tujuannya agar akar pohon tersebut membantu Geotextile sebagai penahan longsor, karena akar pohon akan sangat mudah menembus Geotextile. Untuk kasus di Singapura, agar Pohon peneduh tidak merusak jalan, maka lebar trotoir yang diperlebar, atau jika tidak memungkinkan, dipilih tanaman yang lebih sesuai dengan lebar trotoir yg ada.
Pada kesempatan ini jika ada info lanjutan tentang Geotextile sebagai pembatas tumbuh-melebarnya tanaman, mohon saya diberi info tersebut, sebelumnya saya ucapkan banyak terima-kasih!,

Salam hijau selalu,
Gunawan Wibisono
 



From: nik.e <nik...@gmail.com>
To: GreenLifestyle <greenli...@googlegroups.com>
Sent: Tue, May 4, 2010 10:17:34 AM
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages