lola amelia
unread,Dec 7, 2011, 1:48:26 AM12/7/11Sign in to reply to author
Sign in to forward
You do not have permission to delete messages in this group
Either email addresses are anonymous for this group or you need the view member email addresses permission to view the original message
to sska...@yahoo.com, ganjar...@yahoo.com, habibi.ku...@gmail.com, krisdan...@yahoo.com, m_ad...@yahoo.com, okel...@yahoo.com, din...@gmail.com, arif....@gmail.com, wandi...@gmail.com, usman_...@yahoo.com, aloe...@chemonics.com, cayuni...@ndi.org, spurna...@ndi.org, yuda_...@yahoo.co.id, Venn...@gmail.com, off...@wri.or.id, ika_pr...@yahoo.com, mell...@yahoo.com, firman...@yahoo.com, pa...@ndi.org, yuil_i...@yahoo.com, indr...@yahoo.com, la.mon...@gmail.com, mar...@gmail.com, jacob....@yahoo.com, Awan Poesoro, Tatak PraptiUjiyati, Tata Mustasya, Ari Margiono, Aly Yusuf TII, azzam paramadina, Ahmad Bafagih Paramadina DIP 2011, Rani Handayani Parmadina, Luthfi Assyaukanie, sugianto tandra, Lina ALexandra, Sandra Sahelangi Media, Ika Barikatul Hikmah, Popon Anarita, Saeno AND, Dodi Ambardi, Syir Asih Amanati paramadina, andy agung, A. Sjahnanto STIE Muh Tangerang, Jimmy Harlin Aline Paramadina, ADS Alumni Moderator, APEKSI, APKASI, Abdul Muis Sekneg, Agus Loekman Chemonics, benang_k...@yahoo.com, Endah Bayu HIers, Feta, Pak Morang Setara, Bang Ali, Bang Rully Chairul Azwar Golkar, Bayu Paramadina, Beno, Billy Bismarak Parmad Alumni, Bima Arya, Bu Asri UPM HI, Mbak Icha Paramadina HI, Budiman Sudjatmiko, Bu Erita Nurhalim, CSIS, Andrinof Chaniago, Cecep Galas, Chairuddin Ambong, Dewi Coriyati PAN, Eka CETRO, Femi CETRO, Imam Cahyono, Riah Al Azhar Uni, Medelina CSIS, ceceph...@yahoo.com, con...@sinquilcorp.com, mas_h...@yahoo.com, mamanga...@yahoo.com, muq...@gmail.com, abab...@yahoo.com, ickez...@yahoo.com, syaefud...@gmail.com, wenaspu...@yahoo.com, robypariw...@yahoo.com, ver...@yahoo.com, va_...@yahoo.com, tahy...@yahoo.com, fabia...@hotmail.com, b...@ahok.org, murni_a...@yahoo.com, myh...@yahoo.com, jitrok...@yahoo.com, iwanset...@ymail.com, siti...@yahoo.co.id, desas...@yahoo.co.id, sia...@gmt.de, fio_21...@yahoo.com, zakir....@gmail.com, wah...@ymail.com, yudha...@yahoo.co.id, pasti....@gmail.com, miqba...@yahoo.com, susanna...@yahoo.com, rangg...@yahoo.co.id, ducumk...@yahoo.com, but...@gmail.com, banta...@yahoo.com, cunde...@gmail.com, inun...@gmail.com, pd.an...@inssin.org, ezi_l...@yahoo.com, sal...@yahoo.com, salm...@jamsosindonesia.com, monoar...@yahoo.com, b_hi...@hotmail.com, nurusm...@gmail.com, eri_wi...@yahoo.com, m.husni...@fns.org, Roni_fe...@yahoo.com, jah...@yahoo.com, Siliton...@gmail.com, propion...@yahoo.com, inayah_...@yahoo.com, andr...@gmail.com, jayadis...@yahoo.com, gan...@rad.net.id, riekep...@yahoo.com, savitr...@gmail.com, an...@migrantcare.net, nin...@migrantcare.net, andri_...@yahoo.com, mhusni...@fns.com, ikhsan_...@yahoo.com, sylviana...@yahoo.com, q_4...@yahoo.com, vyann...@yahoo.com, sma...@yahoo.com, romipe...@yahoo.co.id, ma...@kompas.co.id, mari...@cbn.net.id, hanih...@hotmail.com, dino_...@yahoo.com, anisa_...@yahoo.co.uk, cikdi...@yahoo.com, desy...@gmail.com, wa...@infid.org, tuti_m...@yahoo.com, sarwon...@yahoo.com, boni....@gmail.com, ismira...@yahoo.com, im...@thejakartapost.com, hasbullah...@yahoo.com, suryachand...@gmail.com, tamrin...@gmail.com, Nuning Akhmadi, Tedy J. Sitepu, pringg...@yahoo.com, impa...@gmail.com, aal...@yahoo.com, al...@ylbhi.or.id, ar...@imparsial.org, pat...@lpem-feui.org, sury...@smeru.or.id, da...@hotmail.co.id, dana...@parliamentarycenter.or.id, dian rosita, dy...@smeru.or.id, ite...@gmail.com, ite...@yahoo.com, in...@ylbhi.or.id, ery nugroho, i...@antikorupsi.org, frans...@yahoo.com, i...@yappika.or.id, yap...@indosat.net.id, henris...@yahoo.com, isap...@isai.or.id, elizabeth kristi, yt...@yahoo.com, rbm apik, ridaya lon, rsef...@kinerja.or.id, ronald rofiandri, form...@cbn.net.id, sebast...@yahoo.com, setio soemeri, su...@ymail.com, bi...@bdg.centrin.net.id, yuna farhan, yuris...@yahoo.co.id, agung wasono, pat...@yahoo.com, WIRATMO PROBO, Yohanes Masenus, Yohanes Circle, het...@gmail.com, Sabastian Saragih, sebsa...@hotmail.com, Farini Pane, Alvin Lie, Trias Utomo, Agus.wi...@kemitraan.or.id, ant...@cbn.net.id, zias...@yahoo.co.id, lilis...@yahoo.com, lkpe...@cbn.net.id, mas...@yahoo.cpm, pak...@gmail.com, am...@ladangmedia.org, bejo_...@yahoo.com, e...@ajiindonesia.org, abdo...@yahoo.com, korps...@gmail.com, mix.m...@gmail.com, dwi.myp...@gmail.com, prikoso...@gmail.com, efd...@gmail.com, im...@the.jakartapost.com, gema...@gmail.com, nova...@yahoo.co.id, mhasbi...@yahoo.com, djoke_...@yahoo.co.id, sac...@gmail.com, bobyl...@yahoo.com, gabe_...@yahoo.co.id, awa...@yahoo.com, erikpurn...@yahoo.co.id, rega...@yahoo.co.id, jurnalp...@yahoogroups.com, yan kolibau, greenlifestyle, great...@yahoo.com, wimpy_...@yahoo.com, sut...@yahoo.com, sidik pramono, hanta yuda, yaya...@yahoo.com, ray2ra...@yahoo.com, debra...@gmail.com, mediacare Moderator, Adinda Muchtar, endang srihadi, Benni Inayatullah, pi_liang
Bersama ini kami mengundang Bapak/Ibu/Sdr/Sdri dalam
Diskusi “The INDONESIAN FORUM Seri 11”
Hari,
tanggal : 8
Desember 2011
Waktu
: Pk.
14.00-16.00 wib
Tema
: Mendorong Dialog
Jakarta-Papua
Tempat :
Gd The Indonesian Institute Jl Wahid Hasyim 194 Jakarta Pusat
Fokus
Diskusi :
Masalah
konflik sosial dan politik di Papua tidak lagi sekedar menjadi isu nasional
namun telah menjadi isu Internasional. Hal ini terjadi karena terus berulangnya
kejadian kekerasan yang terindikasi merupakan pelanggaran HAM.
Munculnya
perhatian internasional juga di pengaruhi oleh banyaknya terjadi demonstrasi
yang dilakukan sejumlah aktivis Papua seperti yang dilakukan Komite Nasional
Papua Barat (KNPB) yang menuntut referendum. Berbagai demonstrasi sejenis juga
terjadi di Australia bahkan di Inggris telah terbentuk International lawyer for
West Papua (ILWP) yang beranggotakan pengacara hingga anggota parlemen dengan
tujuan membawa penyelesaian masalah Papua Barat kebawah hukum internasional.
Berbagai tuntutan aktivis tersebut tak urung mengundang komentar Sekjen PBB Ban
Ki Moon yang menyarankan masalah Papua Barat sebaiknya dibawa ke Komite
Dekolonisasi PBB. Hal ini tentu saja memberikan pengertian negatif bagi
kredibilitas pemerintah RI.
Sementara
itu kebuntuan politik juga terus terjadi antara pemerintah RI dan Papua.
Pemerintah RI terkesan bingung sendiri dengan kebijakan yang diambilnya
sehingga muncul inkonsistensi dalam pelaksanaan Otonomi Khusus (Otsus).
Pembentukan UP4B melalui Perpres 65-66/2011 juga tidak mendapatkan sambutan
dari Stake Holder Papua seperti Dewan Adat Papua, Majelis Rakyat Papua,
Presidium Adat Papua dan tokoh agama karena dirasa bukan merupakan solusi bagi
tuntutan mereka yaitu aspirasi Papua merdeka. Lebih jauh lagi, ketidakpercayaan
mereka terhadap pemerintah semakin mendalam karena pendekatan keamanan
(sekuritisasi) yang dilakukan pemerintah telah menyebabkan terjadinya
pelanggaran HAM yang melukai harga diri dan martabat orang Papua.
Dengan
begitu, tampaknya dialog adalah salah satu jalan damai yang bisa diupayakan
dalam menyelesaikan konflik Papua.
Pertanyaan Diskusi:
1.
Benarkah dialog dapat menjadi solusi dalam
mempertemukan aspirasi rakyat Papua dengan kebijakan pemerintah RI
mempertahankan pilar NKRI ?
2.
Prasyarat seperti apakah yang diperlukan menjelang
dialog ?
3.
Apakah diperlukan pihak ketiga sebagai fasilitator
dialog seperti yang diminta elemen masyarakat Papua ?
Pengantar diskusi oleh:
1. Ikrar Nusa Bhakti, Profesor Riset LIPI
2. Farid Husain, Utusan Khusus Presiden RI untuk Dialog Papua
3.
Amiruddin Al-Rahab, Direktur Eksekutif
The Ridep Institute
Moderator: Indra J
Piliang, Dewan Penasehat The Indonesian Institute
Sampai
jumpa di Diskusi TIF. Pada akhir acara, akan dibagikan rangkuman hasil
diskusi.
Salam, Adinda
Tenriangke Muchtar.
Direktur Program The Indonesian Institute
Konfirmasi dan
Informasi: Lola 081320255817 – amelia...@gmail.com
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
THE INDONESIAN FORUM
Diskusi Bulanan
The Indonesian Institute
Center for Public Policy Research
The Indonesian Institute (TII) adalah lembaga penelitian kebijakan
publik yang independen, nonpartisan, dan nirlaba yang didirikan sejak Oktober
2004. Kegiatan TII antara lain kajian masalah-masalah di bidang politik,
ekonomi, dan sosial. Selain kajian, TII
juga melakukan fasilitasi kelompok kerja serta pelatihan.
Di bidang pendidikan publik, TII juga aktif di kegiatan advokasi publik,
penulisan opini dan editorial (Wacana TII), kajian
bulanan (Update Indonesia) dan tahunan (Indonesia Report)
serta forum diskusi (The Indonesian Forum). TII berkomitmen
memberikan sumbangan pada debat-debat kebijakan publik dan memperbaiki kualitas
pembuatan dan hasil kebijakan publik dalam situasi demokrasi baru di Indonesia.
The Indonesian Forum adalah kegiatan diskusi tentang masalah-masalah
aktual di bidang politik, ekonomi, sosial, hukum, budaya, pertahanan keamanan
dan lingkungan. TII mengadakan diskusi ini sebagai media bertemunya para
narasumber yang kompeten di bidangnya, dan para pemangku kepentingan dan
pembuat kebijakan, serta penggiat civil society, akademisi, dan
media.
Diskusi ini
dilakukan rutin pada minggu I setiap bulannya, bertempat di Ruang Baca &
Diskusi,
Gedung The
Indonesian Institute, Lantai 1.
Jl. K.H. Wahid
Hasyim 194 Kampung Bali,
Tanah Abang, Jakarta Pusat
Telp. 3905558