Apa itu Cloud Computing?

193 views
Skip to first unread message

Alex Budiyanto

unread,
Apr 23, 2012, 10:42:16 PM4/23/12
to cloud-i...@googlegroups.com
Rekan,
Untuk memulai diskusi dan menyamakan persepsi mengenai Cloud Computing, mungkin kita bisa mulai diskusi disini mengenai apa itu Cloud Computing menurut persepsi kita masing-masing. Dari diskusi yang ada, diharapkan kita bisa saling mengisi untuk mendapatkan persepsi yang sama mengenai Cloud Computing ini.

Untuk memulai, berikut ini persepsi saya mengenai Cloud Computing, yang pernah saya tuliskan di blog saya. (saya copy + paste disini)


Cloud Computing? pasti banyak dari para pembaca yang sudah sering dengar kata tersebut, atau jika belum pernah dengar, mungkin pernah dengar istilah dalam bahasa Indonesia-nya, yaitu “Komputasi Awan”. Ada banyak sudut pandang untuk menjelaskan apa itu Cloud Computing, Wikipedia sendiri menjelaskan Cloud Computing seperti DISINI. Mungkin bagi orang awam, ketika baca penjelasan tersebut masih belum jelas. Untuk itu, saya akan coba menjelaskan-nya dengan bahasa yang lebih mudah dengan analogi dibawah ini.

Tentu kita semua adalah para pemakai listrik dalam kehidupan sehari-hari. Untuk bisa menikmati listrik, kita tidak perlu mendirikan infrastruktur pembangkit listrik sendiri kan? yang perlu kita lakukan adalah mendaftar ke PLN, dan kita tinggal bayar biaya listrik berdasarkan jumlah penggunaan kita tiap bulan. Saat kita butuh daya tambahan karena suatu tujuan khusus (misal-nya kita ada acara nikahan), kita tinggal bilang ke PLN untuk tambah daya, dan suatu saat nanti ketika ingin turun daya lagi, kita tinggal bilang juga ke PLN. Bisa dikatakan penambahan daya listrik ini sifat-nya ELASTIS dan (harus-nya) bisa dilakukan segera.

Ketika memakai layanan listrik dari PLN, kita tidak perlu pusing untuk memikirkan bagaimana PLN memenuhi kebutuhan listrik kita, bagaimana ketika mereka ada kerusakan alat, bagaimana proses perawatan alat-alat tersebut, dsb. Inti-nya kita cukup tahu bahwa kita bisa menikmati listrik dan berkewajiban membayar biaya tersebut tiap bulan, sedangkan PLN sendiri berkewajiban untuk memenuhi kebutuhan kita berdasarkan level layanan mereka. (walaupun level layanan mereka masih kurang kalau tidak bisa dikatakan buruk Smile with tongue out )

Nah, analogi PLN diatas, adalah sedikit gambaran Cloud Computing, dimana Cloud Computing ini bertugas untuk memberikan layanan dan kita adalah user/pemakai dari layanan tersebut. Kita tidak perlu pusing memikirkan bagaimana mereka (penyedia layananan Cloud Computing) menyedikan layanan tersebut, yang penting mereka bisa memberikan standar layanan sesuai dengan apa yang kita butuhkan. Untuk biaya layanan kita tinggal bayar berdasarkan pemakaian, walaupun ada juga penyedia layananan yang menggratiskan layanan-nya. Saat kita butuh tambahan layanan, kita bisa meminta segera penambahan layanan tersebut, dan juga sebalik-nya (ELASTIS).

Berdasarkan jenis layanan-nya, Cloud Computing dibagi menjadi berikut ini:

  1. Software as a Service (SaaS)
  2. Platform as a Service (PaaS)
  3. Infrastructure as a Service (IaaS)


http://alexbudiyanto.web.id/cloud-computing-sebagai-layanan-it.html

Lalu apa saja sih layanan yang disediakan oleh Cloud Computing? Nah, dibawah ini kita bahas, masing-masing jenis layanan-nya:

  • Software as a Service (SaaS) adalah layanan dari Cloud Computing dimana kita tinggal memakaisoftware (perangkat lunak) yang telah disediakan. Kita cukup tahu bahwa perangkat lunak bisa berjalan dan bisa digunakan dengan baik. Contoh: Office 365Microsoft DynamicsSalesForce, layanan email publik (Gmail, YahooMail, Hotmail, dsb), social network (Facebook, Twitter, dsb) instant messaging (YahooMessenger, Skype, GTalk, dsb) dan masih banyak lagi yang lain. 
    Dalam perkembangan-nya, banyak perangkat lunak yang dulu hanya kita bisa nikmati dengan menginstall aplikasi tersebut di komputer kita (on-premise) mulai bisa kita nikmati lewat Cloud Computing. Keuntungan-nya, kita tidak perlu membeli lisensi dan tinggal terkoneksi ke internet untuk memakai-nya. Contoh: Microsoft Office yang sekarang kita bisa nikmati lewat Office 365.
  • Platform as a Service (PaaS) adalah layanan dari Cloud Computing dimana kita menyewa “rumah" berikut lingkungan-nya (sistem operasi, network, database engine, framework aplikasi, dll), untuk menjalankan aplikasi yang kita buat. Kita tidak perlu pusing untuk menyiapkan “rumah” dan memelihara “rumah” tersebut. Yang penting aplikasi yang kita buat bisa berjalan dengan baik di “rumah” tersebut. Untuk pemeliharaan “rumah” ini menjadi tanggung jawab dari penyedia layanan. 
    Sebagai analogi, misal-nya kita sewa kamar hotel, kita tinggal tidur di kamar yang sudah kita sewa, tanpa peduli bagaimana “perawatan” dari kamar dan lingkungan-nya. Yang penting, kita bisa nyaman tinggal di kamar itu, jika suatu saat kita dibuat tidak nyaman, tinggal cabut dan pindah ke hotel lain yang lebih bagus layanan-nya. 
    Contoh penyedia layanan PaaS ini adalah: Windows AzureAmazon Web Service, bahkan tradisional hosting-pun merupakan contoh dari PaaS
    Keuntungan dari PaaS adalah kita sebagai pengembang bisa fokus pada aplikasi yang kita buat, tidak perlu memikirkan operasional dari “rumah” untuk aplikasi yang kita buat.
  • Infrastructure as a Service (IaaS) adalah layanan dari Cloud Computing dimana kita bisa “menyewa” infrastruktur IT (komputasi, storage, memory, network dsb). Kita bisa definisikan berapa besar-nya unit komputasi (CPU), penyimpanan data (storage) , memory (RAM), bandwith, dan konfigurasi lain-nya yang akan kita sewa. Mudah-nya, IaaS ini adalah menyewa komputer virtual yang masih kosong, dimana setelah komputer ini disewa kita bisa menggunakan-nya terserah dari kebutuhan kita. Kita bisa install sistem operasi dan aplikasi apapun diatas-nya. 
    Contoh penyedia layanan IaaS ini adalah: Amazon EC2, Windows Azure (soon), Private Cloud (apa itu Private Cloud akan kita bahas lain kali). 
    Keuntungan dari IaaS ini adalah kita tidak perlu membeli komputer fisik dan konfigurasi komputer virtual tersebut bisa kita rubah dengan mudah. Sebagai contoh, saat komputer virtual tersebut sudah kelebihan beban, kita bisa tambahkan CPU, RAM, Storage dsb dengan segera.

Silahkan jika ada yang ingin ditambahkan/dikoreksi dari persepsi saya mengenai Cloud Computing diatas :)


Dondy Bappedyanto

unread,
Apr 23, 2012, 11:29:46 PM4/23/12
to cloud-i...@googlegroups.com
kebanyakan baca artikel luar negeri...
gak menyalahkan sih orang lu dapat infonya cuma dari tempat lu kerja ...

coba gali lebih dalam lagi ...

2012/4/24 Alex Budiyanto <alex.bu...@gmail.com>
--
The Power of Community

Alex Budiyanto

unread,
Apr 23, 2012, 11:31:30 PM4/23/12
to cloud-i...@googlegroups.com
Maka-nya Pak Dondy share disini dong, biar bisa saling ngisi kekurangan satu sama lain :)

Dondy Bappedyanto

unread,
Apr 23, 2012, 11:33:02 PM4/23/12
to cloud-i...@googlegroups.com
artikel pertama aja udah vendor oriented... ngapain ? 
Coba lebih neutral lagi ...

Alex Budiyanto

unread,
Apr 23, 2012, 11:37:03 PM4/23/12
to cloud-i...@googlegroups.com
Loh itu kan persepsi Cloud Computing menurut saya, silahkan Pak Dondy share persepsi Cloud Computing menurut Bapak, jadi nggak hanya "menyalahkan" tapi juga memberi masukan dan perbaikan :)

Dondy Bappedyanto

unread,
Apr 23, 2012, 11:50:45 PM4/23/12
to cloud-i...@googlegroups.com
menurut elu atau menurut company elu ? :D

daripada gw ngomong persepsi yang belum tentu betul... silahkan baca disini aja


Dondy

2012/4/24 Alex Budiyanto <alex.bu...@gmail.com>

Dondy Bappedyanto

unread,
Apr 23, 2012, 11:52:56 PM4/23/12
to cloud-i...@googlegroups.com
oh iya .. di awal lu bilang persamaan persepsi.. persamaan atau pemaksaan persepsi ??? :D
Kebanyakan vendor sih lebih banyak pemaksaan persepsi ...

Mungkin kalau mau netral coba dibaca wikipedia .. which is udah ada dari dulu-dulu... 

2012/4/24 Dondy Bappedyanto <bappe...@gmail.com>

Dedy Efendi

unread,
Apr 23, 2012, 11:54:40 PM4/23/12
to cloud-i...@googlegroups.com
Kok jadi rame nih :P, awal yang baik

2012/4/24 Dondy Bappedyanto <bappe...@gmail.com>



--

Regards,

Dedy Efendi


Alex Budiyanto

unread,
Apr 24, 2012, 12:07:53 AM4/24/12
to cloud-i...@googlegroups.com
Pak Dondy,
Dibaca dengan baik dong, di paragraf pertama saya sudah tulis:

Cloud Computing? pasti banyak dari para pembaca yang sudah sering dengar kata tersebut, atau jika belum pernah dengar, mungkin pernah dengar istilah dalam bahasa Indonesia-nya, yaitu “Komputasi Awan”. Ada banyak sudut pandang untuk menjelaskan apa itu Cloud Computing, Wikipedia sendiri menjelaskan Cloud Computing seperti DISINI. Mungkin bagi orang awam, ketika baca penjelasan tersebut masih belum jelas. Untuk itu, saya akan coba menjelaskan-nya dengan bahasa yang lebih mudah dengan analogi dibawah ini. 

Itu persepsi saya pribadi, dan saya sudah tunjukan referensi ke WIKIPEDIA dalam paragraf tersebut.

Sekarang bagaimana pemahaman Cloud Computing menurut Pak Dondy? Kalau cuman nunjukin referensi ke Wikipedia sih, sepertinya kurang konstruktif untuk diskusi ;-)

Luki

unread,
Apr 24, 2012, 12:11:59 AM4/24/12
to cloud-i...@googlegroups.com
Vendor oriented itu karena ada AWS dan Azure?
./root
i'm just Lucky ;)
+628997130000
@luish77
koki spesialis telur dadar

From: Alex Budiyanto <alex.bu...@gmail.com>
Date: Tue, 24 Apr 2012 11:07:53 +0700
Subject: Re: [Cloud-Indonesia] Apa itu Cloud Computing?

Alex Budiyanto

unread,
Apr 24, 2012, 12:13:00 AM4/24/12
to cloud-i...@googlegroups.com
Pak Dondy,
Coba deh dibaca email pertama dalam diskusi ini, kita ingin diskusi yang membangun disini, setiap orang punya persepsi cloud masing-masing dan kita bisa saling mengisi dari pemahaman setiap member disini.

Jadi, silahkan share persepsi-nya Bapak Dondy, nggak hanya menyalahkan persepsi orang lain tapi juga bisa berdiskusi dengan baik :)

Thanks

Dondy Bappedyanto

unread,
Apr 24, 2012, 12:13:15 AM4/24/12
to cloud-i...@googlegroups.com
gw udah males kalau yang ngomong cloud dari vendor :D pasti ujung2nya ya jualan barang vendor... :D 

2012/4/24 Luki <s...@y.fvck.eu>

Alex Budiyanto

unread,
Apr 24, 2012, 12:13:49 AM4/24/12
to cloud-i...@googlegroups.com
Padahal itu kan cuman contoh saja :)

Dondy Bappedyanto

unread,
Apr 24, 2012, 12:14:25 AM4/24/12
to cloud-i...@googlegroups.com
gw sih ga pernah menyalahkan persepsi orang... gw menyalahkan persepsi vendor...
Come on admit lah... you're from Vendor... kalau gw invite orang VMWare atau Citrix pasti mereka punya persepsi sendiri...


2012/4/24 Alex Budiyanto <alex.bu...@gmail.com>

Luki

unread,
Apr 24, 2012, 12:14:26 AM4/24/12
to cloud-i...@googlegroups.com
Namanya juga usaha :)

Btw adrian godong employee amazon ada di group ini juga?

./root
i'm just Lucky ;)
+628997130000
@luish77
koki spesialis telur dadar

From: Dondy Bappedyanto <bappe...@gmail.com>
Date: Tue, 24 Apr 2012 11:13:15 +0700

Dondy Bappedyanto

unread,
Apr 24, 2012, 12:15:41 AM4/24/12
to cloud-i...@googlegroups.com
kenapa lu ga ngasih contoh heroku atau appfog ? :D
atau cloudfoundry ... :D


2012/4/24 Alex Budiyanto <alex.bu...@gmail.com>

Jusuf Heni

unread,
Apr 24, 2012, 12:16:17 AM4/24/12
to cloud-i...@googlegroups.com
di awali dengan niat bagus kok jadi gini???


Dari: Alex Budiyanto <alex.bu...@gmail.com>
Kepada: cloud-i...@googlegroups.com
Dikirim: Selasa, 24 April 2012 11:07
Judul: Re: [Cloud-Indonesia] Apa itu Cloud Computing?

Luki

unread,
Apr 24, 2012, 12:17:04 AM4/24/12
to cloud-i...@googlegroups.com
Gpp lah om don..

Kalau perlu kita tarik orang vmware atau citrix ke group ini, biar keluar semua persepsi masing masing :)

Dari situ kan kelihatan benang merahnya..


*masih nunggu persepsinya orang amazon :)*

./root
i'm just Lucky ;)
+628997130000
@luish77
koki spesialis telur dadar

From: Dondy Bappedyanto <bappe...@gmail.com>
Date: Tue, 24 Apr 2012 11:14:25 +0700
Subject: Re: [Cloud-Indonesia] Apa itu Cloud Computing?

Luki

unread,
Apr 24, 2012, 12:17:42 AM4/24/12
to cloud-i...@googlegroups.com
Santai aja mas jusuf heni :)
Diskusi gini biasa kok hehehe..

./root
i'm just Lucky ;)
+628997130000
@luish77
koki spesialis telur dadar

From: Jusuf Heni <heni...@yahoo.com>
Date: Tue, 24 Apr 2012 12:16:17 +0800 (SGT)
Subject: Bls: [Cloud-Indonesia] Apa itu Cloud Computing?

Alex Budiyanto

unread,
Apr 24, 2012, 12:20:09 AM4/24/12
to cloud-i...@googlegroups.com
Nah, silahkan invite orang2 tersebut, semakin banyak orang2 dari vendor2 yg berbeda diskusi akan semakin menarik.
Awal-nya saya undang rekan-rekan disini memang untuk bisa diskusi tentang cloud computing baik dari vendor apa-pun, atau dari kalangan apapun.

Iya saat ini saya (sementara) kerja di Microsoft tapi ini komunitas BUKAN komunitas-nya Microsoft, ini inisiatif untuk diskusi soal cloud computing, yang terbebas dari kepentingan vendor, tapi silahkan juga jika ada orang2 vendor yang ingin memperkenalkan teknologi-nya, untuk menambah referensi dan pengetahun rekan-rekan disini :)

Terima Kasih :)

Alex Budiyanto

unread,
Apr 24, 2012, 12:21:47 AM4/24/12
to cloud-i...@googlegroups.com
Nah, persepsi saya kan terbatas, kenapa Bapak Dondy nggak coba untuk menambahkan persepsi ke rekan2 mengenai hal tersebut?
Semakin banyak diskusi dan persepsi yang ada, akan semakin baik untuk para member disini :)

Mico Wendy

unread,
Apr 24, 2012, 12:16:13 AM4/24/12
to cloud-i...@googlegroups.com
Kalau nanya boleh?
Sent from my BlackBerry® smartphone

From: Alex Budiyanto <alex.bu...@gmail.com>
Date: Tue, 24 Apr 2012 11:21:47 +0700

Alex Budiyanto

unread,
Apr 24, 2012, 12:25:31 AM4/24/12
to cloud-i...@googlegroups.com
Tentu Boleh Pak Mico :)

Mulkan Fadhli

unread,
Apr 24, 2012, 12:53:07 AM4/24/12
to cloud-i...@googlegroups.com
Kalau saya melihat istilah cloud computing itu sebenarnya hanya istilah dari mereka2 orang marketing saja dari "vendor-vendor". padahal "teknologi" tersebut kita sudah lama menggunakannya dengan istilah High Performance Computing, hanya saja tidak menjual untuk orang "awam" sehingga para marketers menggantinya dengan cloud computing. coba resapi makna High Performance dengan makna yang terserit jangan arti kata.

sekian dulu
CMIIW :D

jabat erat
Mulkan 
----
Saleum
Mulkan Fahli

Digit Oktavianto

unread,
Apr 24, 2012, 1:11:58 AM4/24/12
to cloud-i...@googlegroups.com
Kurang lebih setuju dengan pendapat Mas Mulkan.. mungkin nilai tambah dari sisi service juga kali yah :D


--
Digit Oktavianto
www.digitoktavianto.web.id

Dondy Bappedyanto

unread,
Apr 24, 2012, 1:19:37 AM4/24/12
to cloud-i...@googlegroups.com
sama setuju juga ...
Cloud itu cuma term marketing.. barangnya ya itu2 aja :D

2012/4/24 Digit Oktavianto <digit.ok...@gmail.com>:

Mulkan Fadhli

unread,
Apr 24, 2012, 1:33:30 AM4/24/12
to cloud-i...@googlegroups.com
Dah lupain mau itu istilah marketing atau bukan, nah sekarang mari kita diskusikan teknologi dari kesemua vendor penyedia jasa tersebut. lebih bagus kalau kita mau usulin ke KOMINFO untuk bangun teknologi tersebut di IIX :D.

2012/4/24 Dondy Bappedyanto <bappe...@gmail.com>

Luki

unread,
Apr 24, 2012, 1:34:37 AM4/24/12
to cloud-i...@googlegroups.com
Di iix udah ada kan beberapa?

./root
i'm just Lucky ;)
+628997130000
@luish77
koki spesialis telur dadar

From: Mulkan Fadhli <mulkan...@gmail.com>
Date: Tue, 24 Apr 2012 12:33:30 +0700
Subject: Re: [Cloud-Indonesia] Apa itu Cloud Computing?

Agung Ridwan SN

unread,
Apr 24, 2012, 1:44:51 AM4/24/12
to cloud-i...@googlegroups.com
IMHO. Mungkin persepsi yang lebih tepat diambil dari referensi keilmiahan (dunia pendidikan), atau mungkin referensi dari badan yang independen. Saya googling nemunya ginian dari NIST.
csrc.nist.gov/publications/nistpubs/800-145/SP800-145.pdf

CMIIW

2012/4/24 Dondy Bappedyanto <bappe...@gmail.com>



--
Regards,

Agung Ridwan SN
Telecommunication Engineering
School of Electrical Engineering and Informatics

Alex Budiyanto

unread,
Apr 24, 2012, 2:09:03 AM4/24/12
to cloud-i...@googlegroups.com
Yup, kalau kita review Cloud Computing dari jenis layanan-nya, memang ini kan sebenar-nya teknologi lama yang sudah ada.
Software as a Service (SaaS) = Aplikasi Web yang sudah kita sering pakai (aplikasi web yg ktia buat, social networking, webmail, dsb)
Platform as a Service (PaaS) = Hosting yang menyediakan lingkungan untuk "menanam" aplikasi kita. contoh: Linux Hosting (apache, mysql+php, dsb), Windows Hosting (.NET, SQL Database, IIS, dsb)
Infrastructure as a Service (IaaS) = VPS, dimana kita bisa sewa server dgn konfigurasi yg kita kehendaki dan install OS dsb dalam VPS tersebut

Cuman kemudian ada term2 baru seperti: "Pay as You Go", Elastic, dsb untuk membedakan layanan "tradisional" dengan layanan Cloud. 

CMIIW 

2012/4/24 Digit Oktavianto <digit.ok...@gmail.com>

--
The Power of Community

chameleon

unread,
Apr 24, 2012, 2:36:24 AM4/24/12
to Indonesia Cloud Computing
Hello, aku cuma newbie biasa aja.
Hmm ini group menarik..

aku dengar dengar sudah ada software cloud integrator spt zapier dan
onesaas. Ok, adakah vendor yang lain yang menyediakan layanan seperti
itu?
dimana saya bisa menemukan list vendor yang menyediakan layanan cloud
integrator seperti zapier dan onesaas?

o, iya..
mohon bimbingannya dan petunjuknya.

salam dan hormat.

Mandahadi Kusuma

unread,
Apr 24, 2012, 8:59:30 AM4/24/12
to cloud-i...@googlegroups.com
menurut saya kalo cuma sekedar virtualisasi doang mah gak cloud itu namanya. toh kalo server fisik ngadat, server virtual bakal ikutan ngadat. freebsd punya jail, solaris punya zone..itu semua virtual server, apakah itu cloud? blm tentu

saya rasa cloud itu malah cocoknya semacam high availability (ha)+storage redundant..banyak server dibanyak tempat digabungkan resourcenya utk menjalan sebuah sistem (bisa app service, vm machine, dsb)..jadi ketika 1 mesin mati, tidak akan terasa disisi client, karena layanan selalu hidup..meskipun akan ada penurunan performa

jd virtual machine bisa jadi bagian dari cloud, tapi tanpa virtualmachine pun kalo arsitekturnya sudah cloud ya tetep cloud namanya. cmiiw (cendol me if im wrong)

2012/4/24 chameleon <chameleo...@gmail.com>
--
The Power of Community



--
salam,
Mandahadi Kusuma, S.Kom

Trias Adijaya

unread,
Apr 24, 2012, 11:08:03 AM4/24/12
to cloud-i...@googlegroups.com
Cloud computing menurut saya adalah bentuk layanan komputasi yang diberikan oleh provider baik itu internal perusahaan (private cloud) atau antar perusahaan (public) atau campuran keduanya (hybrid) sehingga tenant atau pelanggan tidak perlu menanggung resiko utk power outage, operasional datacenter  atau investasi perangkat komputasi yng mahal tetapi tetap mendapatkan manfaat utk menunajng bisnisnya ,cukup dengan cara menyewa layanan komputasi,storage atau network (infra as a service) atau berupa aplikasi (saas) dan platform (paas).
Inti dari usaha cloud ini adalah menyediakan layanan tersebut dengan cepat krn cara tradisonal akan memakan waktu yg lama (pembeli barang fisik perlu proses pengadaan), serta menghidari customer untuk menyediakan dana investasi tetapi mengubah menjadi dana operasional yang lebih sesuai dengan kebutuhan, meskipun blm tentu menjadi murah.
Kunci dari cloud adalah sharing resources, karena seperti kita ketahui perkembangan teknologi lebih pesat dibanding kebutuhan terhadap it sehingga penggunaan virtualisasi menjadi marak , dengn satu/dua server kita dpat melayanin lebih dari 1 / multiple aplikasi yang dapat diakses oleh multiple user / tenant.


Regards,

Trias Adijaya

ifika...@inixindo.co.id

unread,
Apr 24, 2012, 12:08:55 PM4/24/12
to cloud-i...@googlegroups.com
Keliatannya ada 2 aspek yang dibicarakan, aspek teknis dan aspek bisnis.

Cloud harusnya merupakan virtual data center, artinya benar tentang high
availbility, dijamin (maksimum 99% dari 365 hari). Teknologi pendukungnya
virtualisasi, termasuk DRC, high speed computing, big data , dst dst.Dan
lebih ideal lagi kalau object di satu cloud bisa pindah ke cloud lain
tanpa masalah. Siapa tau cloud provider nya bangkrut?

Aspek bisnis juga perlu didiskusikan, dimana cloud computing ini
diperlukan secara tepat.

Sebagai contoh pemerintah daerah itu diwajibkan punya aplikasi eGov, tapi
bayangkan untuk kabupaten terpencil, mereka tidak mempunyai SDM memadai,
apalagi infrasturktur, dan akhir nya tidak akan pernah bisa melaksanakan
eGov tersebut. Solusinya bisa jadi Cloud, karena FO telkom sudah masuk ke
daerah terpencil juga. Siapa owner dari Cloud nya? bisa jadi pemerintah
propinsi, bekerja sama dengan cloud provider.

Andai saja cloud ini bisa diimplementasikan secara sempurna, maka
kebutuhan akan tenaga akhli IT akan berkurang :)

salam
ifik arifin

Alex Budiyanto

unread,
Apr 26, 2012, 12:34:43 AM4/26/12
to Indonesia Cloud Computing
*sundul*
Kalau dari Indonesia sepengetahuan saya kok belum ada yah, Mungkin ada
rekan-rekan disini yang lebih tahu?

Alex Budiyanto

unread,
Apr 26, 2012, 12:39:02 AM4/26/12
to Indonesia Cloud Computing
Setuju dengan pendapat rekan Manda dibawah ini.
Beberapa "term" tambahan di cloud yg saya ketahu: self service,
elastis, pay as you go :)

On Apr 24, 7:59 pm, Mandahadi Kusuma <maso...@gmail.com> wrote:
> menurut saya kalo cuma sekedar virtualisasi doang mah gak cloud itu
> namanya. toh kalo server fisik ngadat, server virtual bakal ikutan ngadat.
> freebsd punya jail, solaris punya zone..itu semua virtual server, apakah
> itu cloud? blm tentu
>
> saya rasa cloud itu malah cocoknya semacam high availability (ha)+storage
> redundant..banyak server dibanyak tempat digabungkan resourcenya utk
> menjalan sebuah sistem (bisa app service, vm machine, dsb)..jadi ketika 1
> mesin mati, tidak akan terasa disisi client, karena layanan selalu
> hidup..meskipun akan ada penurunan performa
>
> jd virtual machine bisa jadi bagian dari cloud, tapi tanpa virtualmachine
> pun kalo arsitekturnya sudah cloud ya tetep cloud namanya. cmiiw (cendol me
> if im wrong)
>
> 2012/4/24 chameleon <chameleon.ris...@gmail.com>

Alex Budiyanto

unread,
Apr 26, 2012, 12:50:16 AM4/26/12
to Indonesia Cloud Computing
tambahan untuk aspek bisnis, yang sering jadi bahan perdebatan: CAPEX
dan OPEX ref: http://www.cio.com/article/700432/How_to_Break_Down_the_OpEx_vs._CapEx_Cloud_Computing_Debate
> > On Tuesday, April 24, 2012, Mandahadi Kusuma <maso...@gmail.com> wrote:
> >> menurut saya kalo cuma sekedar virtualisasi doang mah gak cloud itu
> > namanya. toh kalo server fisik ngadat, server virtual bakal ikutan ngadat.
> > freebsd punya jail, solaris punya zone..itu semua virtual server, apakah
> > itu cloud? blm tentu
> >> saya rasa cloud itu malah cocoknya semacam high availability
> >> (ha)+storage
> > redundant..banyak server dibanyak tempat digabungkan resourcenya utk
> > menjalan sebuah sistem (bisa app service, vm machine, dsb)..jadi ketika 1
> > mesin mati, tidak akan terasa disisi client, karena layanan selalu
> > hidup..meskipun akan ada penurunan performa
> >> jd virtual machine bisa jadi bagian dari cloud, tapi tanpa
> >> virtualmachine
> > pun kalo arsitekturnya sudah cloud ya tetep cloud namanya. cmiiw (cendol
> > me
> > if im wrong)
>
> >> 2012/4/24 chameleon <chameleon.ris...@gmail.com>

Yahoo Nana Supriatna

unread,
Apr 26, 2012, 12:52:19 AM4/26/12
to cloud-i...@googlegroups.com
Kira-kira kalau mau menggunakan dan memilih layanan cloud computing dari
suatu vendor faktor apa saja yang mesti diperhatikan?
Atau mungkin ada yang pernah membandingkan performansi dan layanan antar
vendor cloud computing berdasarkan pengalaman real pemakaian.

Alex Budiyanto

unread,
Apr 26, 2012, 11:39:58 PM4/26/12
to Indonesia Cloud Computing
Rekan,
IMHO, mungkin ini yang perlu diperhatikan:
- Letak datacenter
- SLA (Service Level Agreement)
- Cost

Letak datacenter akan mempengaruhi kecepatan akses ke penyedia
layanan, bandwith ke IIX biasa-nya akan lebih besar daripada bandwith
ke Internasional.
SLA harus diperhatikan dan dibaca baik2, ketika layanan mereka tidak
sesuai dengan SLA yg diberikan, apa penalti buat mereka?
Cost penting, untuk menghitung seberapa efektif biaya yang bisa anda
"save"

Mungkin itu dari saya, silahkan jika ada tambahan dari rekan-rekan
lain-nya.
CMIIW


On Apr 26, 11:52 am, "Yahoo Nana Supriatna"

chameleon

unread,
Apr 27, 2012, 7:31:04 AM4/27/12
to Indonesia Cloud Computing


On 26 Apr, 11:34, Alex Budiyanto <alex.budiya...@gmail.com> wrote:
> *sundul*
> Kalau dari Indonesia sepengetahuan saya kok belum ada yah, Mungkin ada
> rekan-rekan disini yang lebih tahu?

oh, gitu ya. bagaimana dengan google, yahoo dan vendor yang besar yang
biasanya menyediakan layanan gratis? apakah google, yahoo dsb sudah
merambah ke Cloud Integrator?

Youppie

unread,
Apr 27, 2012, 12:14:38 PM4/27/12
to cloud-i...@googlegroups.com
Gagasan yang menarik, Pak Ifik... mengenai cloud di pemerintahan. Kebetulan saya sekarang bekerja di pemerintah kabupaten dan memang kendala di daerah adalah minimnya SDM sementara boleh dikatakan peraturan pemerintah untuk pengelolaan keuangan, kepegawaian dan perencanaan sudah mengarah pada penggunaan IT. Sebagai contoh, kita bisa lihat lampiran Permendagri nomor 13 tahun 2006 tentang pengelolaan keuangan daerah. Yang saya maksud adalah lampiran peraturan tersebut, yang sepertinya sangat tidak asing bagi mahasiswa IT.

Mudah-mudahan kita bisa berdiskusi untuk kemajuan negeri kita ini. :)

dedy setiawan

unread,
Apr 27, 2012, 11:07:24 PM4/27/12
to cloud-i...@googlegroups.com
saya tertarik dengan undangan cloud computing yang lagi rame dibahas.
karena kedepan aplikasi itu dianggap sebagai service , sama halnya dengan pulsa voucher atau layanan email dari google
kebetulan sekarang lagi menyiapkan aplikasi keuangan untuk cloud computing , bisa diakses di www.mysai.co.id
sekarang dalam taraf persiapan go live, tetapi kalo berminat bisa di custom sesuai kondisi laporan keuangan masing-masing.

dedy setiawan


fuady prabowo

unread,
Apr 28, 2012, 4:26:00 AM4/28/12
to cloud-i...@googlegroups.com

Setahu saya saat ini bbrp perusahaan di indonesia sudah mulai implementasi private cloud. Memang blm cloud spenuhny, tp sudah start dgn server virtualization.
Sebenarny saat ini msh ada ke khawatiran kemampuan server virtualization trutama di banking untuk.

Regards,,
Fuady

On Apr 26, 2012 11:34 AM, "Alex Budiyanto" <

Alex Budiyanto

unread,
Apr 29, 2012, 8:36:04 AM4/29/12
to Indonesia Cloud Computing
Rekan,
Bagi rekan-rekan yang belum tahu apa itu Public, Private dan Hybrid
Cloud, berikut ini ada referensi informasi:
http://www.cloudindonesia.org/apa-itu-public-cloud-private-cloud-dan-hybrid-cloud.html

BTW, menyangkut virtualisasi, saya rasa nggak semua-nya harus di
virtualize, jika memang beban operasional sehari2 sudah memakan
resources maksimal dari server fisik yang ada mendingan biarkan tetap
di server fisik.

Tujuan virtualisasi yang paling utama sebenar-nya kan untuk
memaksimalkan resouces, daripada CPU atau Memory banyak "tidur" nya,
maka-nya dimaksimalkan dengan virtualisasi.

CMIIW

fuady prabowo

unread,
Apr 29, 2012, 7:23:06 PM4/29/12
to cloud-i...@googlegroups.com

Mas alex, menurut saya virtualisasi saat ini tetap harus dpertimbangkan untuk digunakan mskipun load server sudah cukup maksimal, hal ini dikarenakan fitur2 virtualisasi yg sudah mumpuni dn sangat mmbntu dlm pengelolaan IT infrastruktur. Contohny fitur vmotion dn load balancing di vmware. Apakah nntiny IT infrastruktur modern masih harus mnghadapi masalah down aplication dikarenakan masalah hardware ??
FYI setahu saya server enterprise sekelas IBM Pseries sebenarny sudah mnggunakn virtualisasi dgn mmbagi resources mnjadi LPAR.
CMIIW

Regards,,
Fuady

fuady prabowo

unread,
Apr 29, 2012, 7:31:10 PM4/29/12
to cloud-i...@googlegroups.com

Mas alex, menurut saya virtualisasi saat ini tetap harus dpertimbangkan untuk digunakan mskipun load server sudah cukup maksimal, hal ini dikarenakan fitur2 virtualisasi yg sudah mumpuni dn sangat mmbntu dlm pengelolaan IT infrastruktur. Contohny fitur vmotion dn load balancing di vmware. Apakah IT infrastruktur modern masih akan brhadapan dgn permasalahan down server -> down aplication , saya tidak.
Fyi setahu saya server enterprise sekelas IBM Pseries mnggunakan teknologi virtulisasi dgn mmbagi resource server mnjadi bbrp LPAR.
CMIIW

Regards,,
Fuady

On Apr 29, 2012 7:36 PM, "Alex Budiyanto" <alex.bu...@gmail.com> wrote:

Hira Sirojudin

unread,
Apr 30, 2012, 3:50:12 AM4/30/12
to cloud-i...@googlegroups.com

Hmmm... 
sebentar saya juga coba tarik anak kuliahan i*b, dan kebetulan masih hangat-hangatnya ngadain event berskala internasional tentang cloud computing biar lebih netral dan rame.



2012/4/30 fuady prabowo <maxstee...@gmail.com>



--
Hira Sirojudin


Alex Budiyanto

unread,
Apr 30, 2012, 3:55:01 AM4/30/12
to Indonesia Cloud Computing
Rekan,
IMHO, jika load server fisik sudah terpakai cukup maksimal (70 - 90%
CPU+Memory Usage), ketika ditambahkan "beban" lagi untuk yang lain-nya
malah akan berpotensi menggangu kinerja sistem. Sebaik-nya biarkan
saja server fisik ini tetap bekerja.
Jika yg menjadi concern adalah load balancing atau backup nanti bisa
dikonfigurasikan dari fisik ke virtual (di mesin fisik lain-nya)
CMIIW
Terima Kasih

On Apr 30, 6:31 am, fuady prabowo <maxsteel.fu...@gmail.com> wrote:
> Mas alex, menurut saya virtualisasi saat ini tetap harus dpertimbangkan
> untuk digunakan mskipun load server sudah cukup maksimal, hal ini
> dikarenakan fitur2 virtualisasi yg sudah mumpuni dn sangat mmbntu dlm
> pengelolaan IT infrastruktur. Contohny fitur vmotion dn load balancing di
> vmware. Apakah IT infrastruktur modern masih akan brhadapan dgn
> permasalahan down server -> down aplication , saya tidak.
> Fyi setahu saya server enterprise sekelas IBM Pseries mnggunakan teknologi
> virtulisasi dgn mmbagi resource server mnjadi bbrp LPAR.
> CMIIW
>
> Regards,,
> Fuady
> On Apr 29, 2012 7:36 PM, "Alex Budiyanto" <alex.budiya...@gmail.com> wrote:
>
>
>
>
>
>
>
> > Rekan,
> > Bagi rekan-rekan yang belum tahu apa itu Public, Private dan Hybrid
> > Cloud, berikut ini ada referensi informasi:
>
> >http://www.cloudindonesia.org/apa-itu-public-cloud-private-cloud-dan-...

Alex Budiyanto

unread,
Apr 30, 2012, 3:56:13 AM4/30/12
to cloud-i...@googlegroups.com
Wah, terima kasih banyak, sangat senang sekali jika bisa semakin banyak member dan semakin banyak diskusi konstruktif di milis ini :)

Hira Sirojudin

unread,
Apr 30, 2012, 3:58:53 AM4/30/12
to cloud-i...@googlegroups.com



Keliatannya ada 2 aspek yang dibicarakan, aspek teknis dan aspek bisnis.

Cloud harusnya merupakan virtual data center, artinya benar tentang high
availbility, dijamin (maksimum 99% dari 365 hari). Teknologi pendukungnya
virtualisasi, termasuk DRC, high speed computing, big data , dst dst.Dan
lebih ideal lagi kalau object di satu cloud bisa pindah ke cloud lain
tanpa masalah. Siapa tau cloud provider nya bangkrut?

Aspek bisnis juga perlu didiskusikan, dimana cloud computing ini
diperlukan secara tepat.

Sebagai contoh pemerintah daerah itu diwajibkan punya aplikasi eGov, tapi
bayangkan untuk kabupaten terpencil, mereka tidak mempunyai SDM memadai,
apalagi infrasturktur, dan akhir nya tidak akan pernah bisa melaksanakan
eGov tersebut. Solusinya bisa jadi Cloud, karena FO telkom sudah masuk ke
daerah terpencil juga. Siapa owner dari Cloud nya? bisa jadi pemerintah
propinsi, bekerja sama dengan cloud provider.
mengenai ini sebetulnya pemerintah, setau saya CMIIW, digawangi oleh BPPT sudah punya blueprint untuk roadmap implementasi cloud computing khususnya untuk ranah pemerintahan, mulai dibidang medis, pendidikan, dll. Namun kendalanya implementor dari konsep2 mereka dan investor yang sepertinya "takut" masuk ke ranah tsb. padahal duitnya ada lho dan pastinya besar juga lah. Jadi apa kita mau masuk bersama-sama ke ranah tsb dengan buat implementasi dengan model kita sendiri. 



--
Hira Sirojudin


Naufal Assagaf

unread,
Apr 30, 2012, 4:23:24 AM4/30/12
to cloud-i...@googlegroups.com
Pembahasan menarik, bisa jadi trigger untuk membahas P2V nih :D


-----Original Message-----
From: cloud-i...@googlegroups.com
[mailto:cloud-i...@googlegroups.com] On Behalf Of Alex Budiyanto
Sent: 30 April 2012 14:55
To: Indonesia Cloud Computing
Subject: [Cloud-Indonesia] Re: Apa itu Cloud Computing?

Mulkan Fadhli

unread,
Apr 30, 2012, 10:40:17 AM4/30/12
to cloud-i...@googlegroups.com
Teringat waktu lagi Buat skripsi tentang Hadoop, pernah baca bukunya John W. Rittinghouse tentang Cloud Computing akhirnya dibuka lagi nemu yang menjadi subject dari email ini, aku kopi paste aja ya :D

What Is the Cloud?

The term cloud has been used historically as a metaphor for the Internet. This usage was originally derived from its common depiction in network diagrams as an outline of a cloud, used to represent the transport of data across carrier backbones (which owned the cloud) to an endpoint location on the other side of the cloud. This concept dates back as early as 1961, when Professor John McCarthy suggested that computer time-sharing technology might lead to a future where computing power and even specific applications might be sold through a utility-type business model. This idea became very popular in the late 1960s, but by the mid-1970s the idea faded away when it became clear that the IT-related technologies of the day were unable to sustain such a futuristic computing model. However, since the turn of the millennium, the concept has been revitalized. It was during this time of revitalization that the term cloud computing began to emerge in technology circles.

Mulkan Fadhli

unread,
Apr 30, 2012, 10:42:19 AM4/30/12
to cloud-i...@googlegroups.com
ntr dicoba buat versi lengkapnya ya :D

Alex Budiyanto

unread,
Apr 30, 2012, 11:01:50 AM4/30/12
to Indonesia Cloud Computing
Rekan,
Ditunggu tulisan-nya ya ;-)

On Apr 30, 9:42 pm, Mulkan Fadhli <mulkan.fad...@gmail.com> wrote:
> ntr dicoba buat versi lengkapnya ya :D
>

Ibrahim Arief

unread,
May 3, 2012, 4:58:32 PM5/3/12
to cloud-i...@googlegroups.com
Halo Semua,


Saya mau nimbrung tengah jalan, hehe, mungkin bisa ngasih perspektif yang agak berbeda. Kalo dilihat dari tiga jenis layanan yang ditawarkan cloud computing provider: IaaS, PaaS, dan SaaS, saya pribadi sebagai developer cuma tertarik sama PaaS.

Kenapa gitu? Menurut opini saya pribadi, cloud provider IaaS is nothing more than glorified data center or server farm, cuma pake nama keren IaaS biar lebih menjual. Kalo saya bikin start up company dan develop produk di atas IaaS, saya tetep harus hire sysadmin dan DBA yang bisa mantau, kelola, dan optimasi resource yang saya sewa dari provider IaaS tersebut. Hardware failure mungkin bakal ditangani sysadmin-nya si provider IaaS, tapi hal yang lebih kompleks kaya integrasi dan optimasi server cluster yang baru disewa supaya bisa jalan baik bersama cluster yang udah dimiliki, tetep harus punya dedicated sysadmin dari pihak saya sendiri.

Yang lebih mahal (dan arguably, lebih krusial) dari sysadmin tentunya DBA, tanpa beliau skalabilitas dan performansi sistem bisa mentok gara-gara kena bottleneck di database. Tuning, desain struktur data, pemilihan jenis database, pengelolaan indeks, semua butuh resource (dari segi waktu dan biaya) yang ngga sedikit, dan bisa harus dilakukan berkali-kali seiring tumbuhnya sistem yang kita develop.

Terdengar ribet bukan? Kalau produknya sederhana, mungkin ngga perlu investasi banyak ke dua jenis human resource di atas, tapi produk skala menengah ke atas yang nanganin minimal belasan juta rekues per hari jelas butuh bantuan sysadmin dan DBA berkualitas kalau mau sukses.

Lain halnya kalau saya develop produk di atas PaaS. Saya bisa percayakan urusan skalabilitas dan performansi ke pihak provider PaaS. Database yang disediakan distributed dan fully managed, misalnya, sehingga mau sebesar atau sebanyak apapun data yang saya simpan, akses data tetap dijamin cepat. (Seberapa cepat? CRUD ops <150 ms menurut saya udah cukup cepat buat aplikasi yang punya skalabilitas ngga terbatas) Load balancing rekues yang masuk ke hardware yang saya miliki juga udah diurus sama PaaS, meski yang satu ini banyak juga IaaS yang provide.

Dengan terbebasnya saya dari kepusingan soal database dan hardware, dan jaminan latensi konstan dengan skalabilitas yang ngga terbatas (asal saya berani bayar tentunya, hehe), resource yang saya keluarkan bisa terfokus ke developer dan desainer, bikin saya bisa fokus ke develop produk instead of maintaining hardware.

Sebelum muncul 'tuduhan' saya punya agenda terselubung mengusung cloud provider tertentu, saya ngga terafiliasi sama sekali dengan Microsoft kok. ;) Cloud provider PaaS yang menurut saya bisa provide layanan sesuai kriteria di atas masih bisa dihitung dengan jari, menurut saya baru Google App Engine, Amazon Web Services, Microsoft Azure, dan Heroku yang kualitasnya bagus. Saya pribadi prefer Google App Engine di antara empat tadi, tapi itu cerita buat thread lain. ;) 

So, there it is, dua rupiah dari saya tentang apa itu cloud computing dari perspektif developer yang juga berorientasi bisnis. In summary, menurut saya IaaS is good, tapi yang benar-benar menggiurkan ya cloud provider yang PaaS. SaaS ngga saya masukin hitungan menarik atau engga ya, hehe, soalnya ngga bisa dipake buat develop yang ngehasilin uang, cuma jadi komponen yang nyerap uang. :D

Cheers,
Ibrahim Arief

Naufal Assagaf

unread,
May 4, 2012, 12:57:09 AM5/4/12
to cloud-i...@googlegroups.com

Halo Mas Ibam, selamat bergabung di CI J

 

opini yang menarik mas, itu  alasan yg sangat logis bagi developer sperti mas ibam utk memilih layanan PaaS. Sedangkan alasan bagi yang memilih IaaS mungkin krn tujuannya hanya mengurangi effort dari sisi infrastrukur aja, adapun untuk urusan administrasi systemnya mereka ingin punya kebebabasan dan ‘power’ sendiri, apalagi kalo produknya sederhana atau utk private cloud dgn skala kecil J


No virus found in this message.
Checked by AVG - www.avg.com
Version: 2012.0.1913 / Virus Database: 2425/4975 - Release Date: 05/03/12

Ronald Widha

unread,
May 4, 2012, 12:57:47 AM5/4/12
to cloud-i...@googlegroups.com
Alex - mumpung lagi di topik ini, pengen sumbang materi donk. mungkin bisa di peer review dulu sama teman2 di sini.

Apakah kebutuhan sysadmin, dba dan infrastructure architect akan tetap ada di era Cloud?

PaaS dan SaaS memungkinkan kita untuk lebih produktif dengan meng-outsource beberapa aspek operational yang dibutuhkan. Apakah kita tidak membutuhkan sysadmin, dba dan Infrastructure architect lagi?

Apa bedanya IaaS dan Colocated Datacenter Service 
Salah satu perbedaan mendasar antara IaaS dan arrangement Colocated Datacenter Service adalah pergeseran dari model pengeluaran kapital yang besar di muka ke model pengeluaran operasional yang teramortisasi sesuai jangka waktu pemakaian. Perubahan ini memungkinkan perusahaan berskala startup untuk mengakses kapasitas komputasi yang sebelumnya tidak memungkinkan. Kita sekarang sudah tidak bermain dengan hanya 1-2 server lagi, tapi puluhan atau ratusan walau mungkin dalam waktu yang singkat (sesuai kebutuhan).

Automasi
Untuk memiliki agilitas yang dibutuhkan untuk menambah server secara cepat dari 2 ke 20, tidak dimunkginkan lagi untuk seorang sysadmin mengandalkan aktivitas manual. SysAdmin lebih dituntut lagi untuk memiliki development skills yang kuat untuk bisa meng-automasi kegiatan-kegiatan yang sering dilakukan.

Design for failure
Begitu pula sebaliknya. Dengan skala yang besar, probabilitas untuk sebuah komponen akan jatuh juga lebih besar. Developer dituntut untuk memiliki operational knowledge yang kuat untuk menciptakan system yang tahan banting. Things will break. Sebaiknya juga seorang software arsitek perlu menguasai kemampuan infrastruktur untuk menciptakan sistem yang bisa dengan mudah dimonitor, provision dan decommission. 

Developer oriented Database
aplikasi "berskala internet" membutuhkan kapasitas, kecepatan dan kemampuan yang lebih besar. Kebutuhan ini diiringi oleh pergesaran penggunaan relational database ke alternative database lainnya seperti document, distributed, schemaless databases dsb (NoSQL). Yang kita temukan di database engine seperti ini adalah berkurangnya penggunaan SQL. SQL script tergeser oleh Javascript, Pig, Hive, Lua dan script lainnya yang cenderung dipakai oleh developers. Namun pada saat yang bersaamaan, kebutuhan untuk mengetahui good database practices seperti indexing, partitioning, backup strategy dsb tidak punah. 

Sys Admin, DBA, Infrastructure Architect dan DevOps
Kebutuhan untuk seorang Subject Matter Expert tidak akan menghilang. Untuk menciptakan solusi yang optimal, kita tidak akan pernah bisa menghindari untuk memikirkan soal detail-detailnya. Pada saat yang bersamaan peran-peran tradisional yang kita sudah sangat familiar akan layaknya berubah dengan tuntutan teknologi. SysAdmin tidak lagi bisa mengandalkan cara manual untuk provisioning dan decomissioning servers dan policies. DBA tidak lagi bisa berlindung dibalik infrastruktur big iron dan harus memikirkan horizontal scalability. Dev harus assume bahwa things will fail. Dan yang paling penting Software Architect harus bisa mendayagunakan platform di bawahnya semaksimal mungkin. Hal-hal ini membawa kita pada konsep DevOps dimana kita harus mengakui peran-peran di atas akan semakin bertindihan. Setidaknya setiap peran tersebut tidak akan lagi sama seperti apa yang kita kenal sekarang.


R

2012/5/4 Ibrahim Arief <ibam....@gmail.com>



--
Ronald Widha
follow me on http://twitter.com/ronaldwidha
podcast tentang programming dan informatika http://www.temanmacet.com

Ronald Widha

unread,
May 4, 2012, 1:11:35 AM5/4/12
to cloud-i...@googlegroups.com
Satu Pros lagi yang mungkin bisa ditambahkan di sisi IaaS (atau lower level PaaS relative to Google App Engine) adalah Vendor lock-in. Semakin tinggi abstraksinya, akan semakin sulit untuk kita beralih dari satu vendor ke vendor lain. 

R

2012/5/4 Naufal Assagaf <nau...@assagaf.com>

Ibrahim Arief

unread,
May 4, 2012, 7:29:22 AM5/4/12
to cloud-i...@googlegroups.com
Hi Ronald, Naufal,


Pertama-tama, seru juga diskusi di sini, semoga bisa saling sharing dan diskusi ilmu yang kita miliki soal cloud computing. :D

Betul sekali Ronald, PaaS seperti Google App Engine atau Microsoft Azure menyediakan belasan high-level service yang memudahkan development cloud app kita, tapi juga sekaligus menjadikan developer makin terikat dengan service yang mereka miliki. On the other hand, developer juga harus mempertimbangkan kualitas service yang diberikan PaaS yang hendak mereka coba, karena bisa jadi kalau kita develop sendiri service serupa untuk app kita bisa makan waktu berbulan-bulan dan dengan kualitas yang lebih rendah dari yang PaaS tersebut tawarkan.

Case in point, PaaS Azure dan App Engine sama-sama menyediakan service Memcache yang mereka host dan manage untuk kita. Untuk memcache service dari App Engine, misalnya, fetch data 500kb cuma butuh ~6ms. Kita bisa saja develop memcache service serupa kalau cloud provider yang kita pilih menyediakan IaaS, tinggal sewa beberapa server, pasang memcached, langsung bisa punya service serupa. 

Tapi performansi, keandalan, dan skalabilitas service yang kita punya sendiri masih harus diotak atik lebih mendalam lagi kalau kita mau punya kualitas yang serupa dengan yang PaaS tawarkan. (e.g. harus tuning konfigurasi memcached, harus making sure ada bandwidth memadai antara server-server kita, harus develop arsitektur dan implementasi failover yang baik kalau salah satu node di memcache cluster kita rusak) Semua ini sudah ditangani oleh provider PaaS yang baik.

Jadi, kembali ke pihak developer dan architect sendiri buat mempertimbangkan resiko terikat dengan salah satu vendor PaaS setara atau tidak dengan effort yang harus dikeluarkan untuk bikin service sendiri. Rancangan arsitektur yang menaruh abstraksi yang baik antara platform dengan app juga bisa mengurangi resiko lock in, karena developer tinggal mengganti implementasi di bawah abstraksi tersebut jika berpindah PaaS provider. Beberapa PaaS sadar dan berusaha mengurangi resiko lock in ini. Google App Engine, misalnya, menyediakan API Python dan Java standar yang membungkus service-service low level yang mereka miliki, memudahkan developer untuk migrasi keluar dari app engine jika suatu saat dibutuhkan.

Cheers,
Ibrahim


2012/5/4 Ronald Widha <rea...@ronaldwidha.net>

Alex Budiyanto

unread,
May 4, 2012, 8:47:34 AM5/4/12
to cloud-i...@googlegroups.com
Rekan,
Jadi kalau saya summary-kan mungkin kayak gini ya kesimpulan-nya:
  • End User -->  SaaS, asal aplikasi yg dibutuhkan jalan saja. Skill yg dibutuhkan lebih ke bagaimana paham menggunakan aplikasi tersebut.
  • Developer --> PaaS, asal dia bisa "merumahkan" aplikasi yg dia buat, nggak perlu pusing soal bagaimana manage dari rumah tersebut, yang penting aplikasi jalan. Skill yang dibutuhkan adalah paham framework, bahasa pemrograman, API layanan platform dsb
  • IT Pro --> IaaS, bagaimana manage infrastruktur IT dengan baik dari infrastruktur yang dia sewa, atau kalau dari perspektif penyedia layanan, adalah bagaimana bisa memanage semua layanan cloud (infrastruktur, platform, software). Skill yg dibutuhkan: manage infrastruktur / platform (sistem operasi, db, platform, dsb)
Please CMIIW yah :)
Thanks


Alex Budiyanto

unread,
May 4, 2012, 8:55:52 AM5/4/12
to cloud-i...@googlegroups.com
Rekan,
Kalau mau sumbang materi, sudah saya buatkan akun di portal cloudindonesia yah. Silahkan nanti kalau sudah selesai di review bareng-bareng, bisa dituliskan disana :)
Thanks

Preman Terminal

unread,
May 6, 2012, 11:24:46 PM5/6/12
to cloud-i...@googlegroups.com
2012/5/4 Ronald Widha <rea...@ronaldwidha.net>:
>
> Apakah kebutuhan sysadmin, dba dan infrastructure architect akan tetap ada
> di era Cloud?
>
Kemarin sempat juga diskusi tentang hal ini di forum FB sama Alex. Kayaknya ga
akan hilang tapi akan ada pengurangan kuantitas yg signifikan. Terutama kalau
perusahaan-perusahaan sudah rela menyerahkan semua datanya ke penyedia
awan.


--
Bravo free software!!
/*
 * http://rotyyu.wordpress.com
 * YM: barca_43ver
 * Gtalk: rotua.hd
*/

Naufal Assagaf

unread,
May 7, 2012, 12:06:17 AM5/7/12
to cloud-i...@googlegroups.com
berarti bisa disimpulkan bahwa dominasi penerapan komputasi awan membuat
kebutuhan thd posisi tsb jadi berpindah dari perusahaan pengguna-akhir ke
perusahaan penyedia-awan?


-----Original Message-----
From: cloud-i...@googlegroups.com
[mailto:cloud-i...@googlegroups.com] On Behalf Of Preman Terminal
Sent: 07 Mei 2012 10:25
To: cloud-i...@googlegroups.com
Subject: Re: [Cloud-Indonesia] Apa itu Cloud Computing?

-----
No virus found in this message.
Checked by AVG - www.avg.com
Version: 2012.0.1913 / Virus Database: 2425/4982 - Release Date: 05/06/12

ifika...@inixindo.co.id

unread,
Apr 15, 2013, 12:28:57 AM4/15/13
to cloud-i...@googlegroups.com

Agenda adalah penggunaan open source, keynote oleh Mentri Ristek RI di
hari pertama dan Menteri Pertahanan (mengenai cyber defense) di hari
kedua.
Seminar tersebut tidak berbayar, namun harus registrasi di
http://icross.web.id

Jam 13-16 (24 April) adalah acara pertemuan komunitas open source, dan
kalau pak Alex bersedia, welcome untuk menjadi Panelis disitu bersama
dengan Gary Dean (FUI) dan Teddy Sukardi (IKTI).

Kebetulan pada acara tersebut akan ada speaker dari Red Hat Asia
Pacific yang akan bicara tentang Implementasi OPENSTACK di Red Hat
Enterprise Linux 6 (RHEL6), dan juga akan ada workshop berbayar di hari
yang sama (24 April 2013). Agenda bisa dilihat pada
icross.web.id/icr/agenda.html .

Terima kasih atas perhatiannya.
Wassalam
Ifik Arifin

ifika...@inixindo.co.id

unread,
Apr 15, 2013, 12:32:21 AM4/15/13
to cloud-i...@googlegroups.com
Maaf ada yg tertinggal text nya.

Yth Pak Alex dan teman2,
atas nama AOSI (Asosiasi Open Source Indonesia) kami ingin mengundang
komunitas Cloud Indonesia untuk hadir
pada tgl 24-25 April, di balai Kartini Jakarta, jam 9-16 dalam acara
Indonesia Creative open source software.
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages