Mas FS,
Yang ribet adalah non-teknis. Jika migrasi ini dilingkungan kantor,
maka sebaiknya ada dukungan penuh dari owner (pemilik / pimpinan).
Dukungan tersebut dalam bentuk surat serta aktif memonitor perkembangan
migrasi. Ikut memberikan motivasi kepada para staf, hal ini sangat
memudahkan tim teknis.
Secara berkala buat pertemuan untuk memantau sejauh mana proses
migrasi. Dalam pertemuan tersebut anda bisa memaparkan status migrasi
dan kendalanya. Dengan harapan ada tindak lanjut dari pihak manajer
yang bisa memudahkan proses migrasi.
Kalau tahapan teknis sebaiknya disurvei terlebih dahulu. Spesifikasi
hardware, kebutuhan software dan data. Kalau ada data, sebaiknya
dibackup. Dibuat aturan dan konfigurasi setiap PC/Notebook (user,
samba, hak akses, sourcelist, dll).
Proses instalasi bisa bertahap dengan mempertimbangkan bagian di
kantor (administrasi, operasional, produksi, hrd, keuangan, dll). Kalau
installnya bisa pakai usb, sedia stok usb installer yang banyak atau
cd/dvd installer yang banyak.
roim
Proses instalasi bisa bertahap dengan mempertimbangkan bagian di
kantor (administrasi, operasional, produksi, hrd, keuangan, dll). Kalau
installnya bisa pakai usb, sedia stok usb installer yang banyak atau
cd/dvd installer yang banyak.
roim
6. Buat SK dari pimpinan tentang penggunaan linux, jadi tidak ada
alasan menghindar lagi bagi user.