Kisah yang selalu akan ada dalam pencarian al-HAQ Bag.1

50 views
Skip to first unread message

postmaster

unread,
May 21, 2013, 11:11:26 PM5/21/13
to ISNAD.Net
Berikut ini email dari seorang al-Akh yang pagi ini baru kami terima
12 Rajab 1434H
--dan ini bukanlah cerita KALI PERTAMA dari persaksian yang kami
terima melalui surat-
selamat membaca...

<!--- isi email -->

SEPENGGAL KISAH MENUAI HIDAYAH

Bismillaah...

Sebelum aku berkisah, izin aku untuk mengenalkan diri. Aku adalah
seorang yang bernama Fredi dengan kunyah abu arkaan dan aku sematkan
nama hijrohku Al-murtadho dibelakang kunyahku. Abu Arkaan Al-Murtadho
itulah lengkapnya namaku. Umurku 38 tahun. Aku berasal dari propinsi
Lampung, dan aku lahir di Menggala Lampung Utara. Saat ini aku
bertempat tinggal di desa Tekad, Kecamatan Pulau Panggung, Kabupaten
Tanggamus bersama istri dan empat anakku. (yang sebelumnya kamitinggal
di Bandar Lampung)

Kepindahanku ke kabupaten Tanggamus sebetulnya karena keinginan keras
kami untuk tinggal di sebuah ma’had – yang bernama ma’had ibnu abbas
dengan yayasannya nurussunnah – untuk menimba ilmu syar’I baik bagi
ku dan istri serta anak-anakku. Ma’had ini dibangun oleh satu
keluarga yang mereka meminta beberapa ustadz untuk mengelolanya. Mahad
ini dikelola oleh tiga ustadz muda yaitu ustadz harits berkunyah abu
abdirrahman, ustadz Muhammad azzam, dan ustadz Muhammad hidayat medan.
Ketiganya adalah dari darus hadits dammaj yaman. Ustadz harits
sekarang sedang menimba ilmu di jami’ah islamiyyah, sedangkan ustadz
azzam – yang pernah juga menimba ilmu di arab Saudi, rihlah berjalan
kaki menelusuri padang pasir menuju kesana – sekarang berada di jogya
karena sedang menunggu kelahiran anaknya yang pertama. Tinggalah satu
ustdaz di ma’had tersebut yaitu ustadz Muhammad Hidayat medan (asal
dari medan tapi sukunya jawa).

Namun karena ketiga ustadz ini akan datang dan mengelola ma’had
tersebut akhirnya kami sekeluarga harus keluar dari ma’had karena
rumah yang kami sedang bangun belum selesai , dan kami tinggal di
rumah yang memang akan diperuntukkan untuk tempat tinggal salah satu
ustadz. Akhirnya kami sekeluarga mengontrak rumah yang jaraknya
sekitar 15 kilo dari ma’had, perjalan sekitar 20 menit. Karena jarak
tersebut dan beberapa kondisi yang tidak memungkin untuk aku dan
keluarga ke sana untuk mengikuti ta’lim setiap malam, sehingga aku
memutuskan untuk sering membuka internet guna mendengarkan ta’lim
melalui radio streaming dari jawa. Radio yang sering aku dengarkan
adalah Radio salafy cileungsi, Radio Al Madinah Solo, Radio
Darusssalaf Solo, Radio Ibnu Qoyyim Balik papan.

Suatu hari aku main ke Ma’had tersebut dan ziaroh ke rumah salah satu
pengajar di sana. Yang aku dapati bahwa ia membela orang-orang sururi,
member toleransi yang banyak terhadapa mereka dengan mangajurkan
menonton TV Rodja dan mendengarkan radio Rodja milik mereka.

Berselang beberapa minggu dari pertemuan ku dengan pengajar tersebut,
aku mendapati sebuah pembahasan di Radio Darussalaf Solo atau Radio
Cileungsi tentnag pembahasan yang bertemakan “KUPAS TUNTAS FITNAH
SURURIYYAH – HAJURIYYAH”. Aku download lalu aku dengarkan. Terkejut
alang kepalang bahwa fitnah hajuriyyah yang dimaksud adalah fitnah
darul hadtis yaman yang dipimpin oleh Syaikh Yahya Al-Hajuri,
hafizhahulloh. Yang sebelumnya aku hanya mengenal pengganti syaikh
muqbil rahimahulloh adalah Syaikh Yahya tanpa embel-embel Al hajuri
dibelakang nama beliau, karena ketidak tahuanku. Aku sempat mendukung
dan atau membenarkan apa yang dikatakan oleh luqman ba’abduh. Setelah
aku mendengarkan rekaman tersebut aku copikan ke memory card dan aku
berikan kepada seorang pengajar yang aku jumpai yang membela
orang-orang sururi. Dengan maksud agar dia bisa mengambil hikmah dari
rekaman tersebut dan tidak membela lagi orang-orang sururi dan tidak
membolehkan orang untuk menonton TV Rodja dan Radionya. Setelah ia
mendengarkan rekaman tersebut, ia berkata, coba antum cari di internet
fatwa syaikh Muhammad al imam yang dibacakan oleh ustadz luqman.
Bermula dari inilah aku browsing lagi sehingga menemui website
I***D.NET

Alhamdulillah aku dan keluarga ku dapat menerima apa yang disampaikan
us*** abu turob, abu fairuz, dll, dalam tulisan mereka dalam membantah
subuhat-subuhat yang ada sehingga tanpaklah mana yang batil dan mana
yang haq. Hampir semua tulisan yang ada pada I***D net aku
copi paste dan download (afwan aku belum minta izin) tapi aku yakin
kalian mengizinkan apa yang kau lakukan. Aku print dan aku jilid
dengan tangan ku sendiri dan aku baca semuanya. Tulisan Bantahan
terhadap kedustaan luqman dan muhammmad al imam aku berikan kepada
pengajar tersebut sebagai penebus dosaku karena aku sempat membela
luqman.

Kedua anak ku aku tarik dari ma’had karena aku yakin aku menaruh
mereka di tempat yang salah, karena ada jenjang kelas dan raport,
ma’had tersebut ada yayasan, dll.

Yang menjadi masalahnya sekarang adalah aku dan keluarga ku tidak bisa
dan tidak mau lagi mendengarkan radio-radio cileungsi, darussalaf solo
dan lainnya. Karena aku yakin al haq ada di atas kalian. Yang ingin
kupertanyakan adalah apa nasehat atau masukan dari antum semua untuk
aku dan keluarga ku agar kami tetap dapat menimba ilmu, yang itu aku
inginkan adalah ilmu itu datangnya dari kalian semua atau yang semisal
dengan kalian yang berada di Indonesia. Aku telah menyimpan nomor HP
salah satu ikhwan kuningan ma’had umar bin Khottob, yang aku dapati
dari I***D.NET juga.

Nasehat dan saran antum sangat kami tunggu dan bila mungkin kalian
tahu siapa sebenarnya tiga ustadz yang ana sebutkan di atas, yang
mengelola ma’had ibnu abbas di daerah ana tinggal. bagaiamanakah
mereka di damaj?

Jazakallohukhoiron katsiro wa barakallohufiikum

yang mencintai al haq

postmaster

unread,
Jul 21, 2013, 9:40:49 AM7/21/13
to audio...@googlegroups.com

SEBUAH KABAR GEMBIRA DAN KAROMAH

YANG TERJADI PADA PARA SYUHADA [¹]

DI DARUL HADITS DAMMAJ

Ditulis oleh :
Abu ‘Ali Abdulloh bin ‘Ali al Liibiy

Alih bahasa dan catatan kaki :
Abu Mas’ud Samsul Arifin bin Tohir al Jawiy

-semoga Alloh mengampuni mereka-

بسم الله الرحمن الرحيم

إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهد الله فهو المهتد ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله.

﴿ أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ ﴾[آل عمران/102]

﴿يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا﴾ [النساء/1]

﴿ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا﴾ [الأحزاب/70، 71]

أما بعد: فإن خير الحديث كتاب الله وخير الهدي هدي محمد صَلَّى الله عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ وشر الأمور محدثاتُها وكل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة وكل ضلالة في النار.

Alloh subhanahu wa ta’ala berfirman di dalam Al Qur’an :

وَمَا جَعَلَهُ اللّهُ إِلاَّ بُشْرَى لَكُمْ وَلِتَطْمَئِنَّ قُلُوبُكُم بِهِ وَمَا النَّصْرُ إِلاَّ مِنْ عِندِ اللّهِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ

“Dan Alloh tidak menjadikannya (pemberian bala bantuan) melainkan sebagai khabar gembira bagi kalian dan agar tenteram hatimu karenanya. dan kemenangan itu hanyalah dari Alloh yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Ali ‘Imron;126)

وَلاَ تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُواْ فِي سَبِيلِ اللّهِ أَمْوَاتاً بَلْ أَحْيَاء عِندَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ

“Janganlah kalian mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Alloh itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Robbnya dengan mendapat rizki.” (Ali ‘Imron;169)

وَلاَ تَقُولُواْ لِمَنْ يُقْتَلُ فِي سَبيلِ اللّهِ أَمْوَاتٌ بَلْ أَحْيَاء وَلَكِن لاَّ تَشْعُرُونَ

“Dan janganlah kalian mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Alloh, (bahwa mereka itu ) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kalian tidak menyadarinya.”(Al-Baqarah: 154)

Dan dari kabar gembira ini, adalah apa yang terjadi pada saudara-saudara kami yang telah terbunuh di jalan Alloh subhanahu wa ta’ala di tangan orang-orang zindiq Rofidhoh dimasa pemboikotan yang keji (yang dilakukan Rofidhoh) terhadap Daarul Hadits di Dammaj. Yang padanya (pemboikotan itu)  mereka menyajikannya dengan cara mensniper (tembakan jarak jauh) dan ledakan yang dasyat dengan meriam juga dari semua jenis senjata berat, menengah dan yang ringan, (semuanya) diarahkan kepada para penuntut ilmu (Daarul Hadist Dammaj). Dan korban yang meninggal sekitar lebih dari 70 orang, yang mereka itu dari (kalangan) para da’i dan para penghafal Al Qur’an dan sunnah. Dan kami, demi Alloh, sebagaimana persangkaan kami bahwa mereka mati dijalan Alloh. Dan kami tidak merasa ragu dalam hal ini. Bahkan kami menganggap mereka sebagai syuhada’ –  في ما نحسبهم والله حسبهم – [2].

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو t، قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ r  يَقُولُ: «مَنْ قُتِلَ دُونَ مَالِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ». متفق عليه.

Dan dari Abdulloh bin ‘Amr t dia berkata : Aku mendengar Nabi  r berkata : “Barang siapa yang dibunuh karena (mempertahankan) hartanya maka dia syahid”. [hadits riwayat Bukhori-Muslim]

Selengkapnya: http://isnad.net/kisah-yang-akan-selalu-ada-dalam-menempuh-jalan-kebenaran-bag-1

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages