Google Groups no longer supports new Usenet posts or subscriptions. Historical content remains viewable.
Dismiss

Virus pikiran berlanjut ..

1 view
Skip to first unread message

GOD BLESS AMERICA

unread,
Mar 9, 2008, 3:02:26 PM3/9/08
to
Virus pikiran berlanjut ..
Dan karena sudah terlalu banyak manusia-setan di bumi, maka kawanku menulis
kepada TUHAN agar surga dan neraka ditiadakan saja. Suratnya itu pun
kudukung dengan suratku: "SANG PEMILIK SEGALA YANG BERNAPAS, surat yang baru
saja ENGKAU terima adalah dari kawanku. Ia sama seperti diriku; kami adalah
orang-orang yang lebih percaya pada setan ketimbang pada
rohaniawan-rohaniawan itu. Tolong bantu kami agar tidak masuk neraka, juga
tak perlu dipromosikan masuk surga; jadi hapuslah keduanya. Kami hanya
meminta agar ENGKAU lenyapkan saja semua perbedaan agama-agama. Bersiullah
sekali saja agar hanya ada satu agama, satu nabi, satu kitab suci, satu
tempat ibadah, dan juga satu setan. Dengan begitu kami bisa hidup tenteram
di bumi dan tidak lagi saling bunuh atas nama agama."

Virus pikiran berhenti sejenak ..
Tulisan di atas tidak seluruhnya fakta, juga tidak seluruhnya opini;
sebagian malah cuma rekaan imajinasi.

Hal yang akan kutulis tanpa imajinasi kebinatanganku adalah ini: bahwa aku
merasa sedih dan berulang-ulang mengucap masyaALLAH, ya Tuhan, boasa gabe
songon on Oppung Mulajadi Nabolon, oh my God, kenapa ENGKAU biarkan
setan-setan itu membunuh umatmu, Duaa Khalil Aswad - gadis 17 tahun yang
dihakimi para manusia binatang berhati iblis pemuja agama hanya karena dia
jatuh cinta pada pria yang tidak seagama dengannya.

Virus pikiran dilanjutkan lagi ..
Ucapan berduka-cita yang mendalam karena agama "telah mati". Agama memang
sudah mati, sudah lama mati; yang ada cuma simbol-simbolnya,
ritual-ritualnya yang dijalankan oleh setan bertubuh manusia. Satu-satunya
yang tinggal sebagai penghibur bagi keputus-asaanku adalah TUHAN - bukan
agama.

Selamat tinggal agama. Selamat datang [kembali] TUHAN. [www.blogberita.com]

Adapun maksudku menulis artikel tersebut adalah:
1. Mari - itu pun kalau engkau mau - sebarluaskan berita pembunuhan Duaa
Khalil Aswad sesuai kemampuan kita masing-masing; bercerita kepada pacar
atau tetangga, mengulasnya di koran, atau cukup dengan bergumam sendiri
sambil mengutuk pembunuhnya.

2. Mari jadikan kasus Duaa sebagai cermin bahwa sikap "fanatik" pada agama
bisa membuat manusia salah menafsirkan TUHAN, dan akhirnya bisa menyakiti
sesama manusia dengan dalih membela agama.

3. Mari mengutamakan perbuatan nyata saling mencintai manusia daripada cuma
sekadar basa-basi di mulut, apalagi kalau hanya tahu berkata, "I love you,
honey."

4. Mari "memamerkan" seberapa tinggi ilmu agama kita dengan BERBUAT; bukan
dengan menghafal seluruh isi kitab suci di luar kepala.

5. Bila engkau mengiyakan ajakanku, syukurlah, dan lakukanlah. Kalau pun
tidak suka, tak usah sibuk berpolemik. Diam sajalah, lalu matikan
komputermu.

Artikel ini kutulis saat sanubariku tengah bermuram-durja membaca berita
Duaa. Terima kasih kawan, engkau telah berbaik hati membaca omong-kosongku
ini sejak alinea pertama.

Begitulah akhir dari tulisan ini. Memang bukan tulisan yang bagus, melainkan
hanya sebuah virus . virus pikiran. Semoga engkau tertular. []

Update: Karena penuh kemarahan pada kasus pembunuhan Duaa, aku betul-betul
menahan kantuk sejak tadi malam sampai siang hari ini. Aku lama termenung.

Kucari-cari fotonya di internet, tapi tak bisa kutemukan. Yang banyak
beredar adalah rekaman videonya dari tayangan di CNN. Sudah banyak situs
media dan blog luar yang membicarakan kasus ini. Semuanya mengutuk.

Di sebuah blog tertulis komentar, "May Allah bless Duaa's soul and may Allah
give us all Hedaya." Sebagian bloger tak tega memasang tautan videonya.
Sejak semalam, begitu mengetahui kabar ini, aku juga tak berani menonton
video itu. Aku cuma membaca beritanya. Dan baru saja, beberapa menit lalu,
kupaksakan diriku melihat video tersebut.

Inilah yang kusaksikan pada rekamannya. Tapi sebelumnya, mungkin anda yang
fasih berbahasa Inggris bisa menambahkan penjelasan ini nanti. Karena aku
cuma mampu melihat rekaman gambarnya; sedangkan laporan suara oleh reporter
CNN tak bisa kutangkap, karena kemampuan bahasa Inggrisku yang terbatas.

Video berdurasi 2 menit 31 detik itu tidak terlalu tajam; tampaknya diambil
dengan handphone atau kamera-video beresolusi rendah. Meskipun gambarnya
sering goyang, tapi peristiwa yang direkam cukup jelas. CNN memulai dengan
menampilkan foto Duaa Khalil Aswad. Gadis ini terlihat sangat cantik,
seperti bule. Hidungnya mancung, rambutnya berombak dan diikat, tatapan
matanya teduh, wajahnya mengingatkanku pada penyanyi pop Gloria Estefan.

Lalu kamera bergerak menuju sebuah pintu besar yang terbuka; sepertinya
pintu gerbang sebuah kompleks. Dekat pintu itu terlihat empat atau lima pria
tegap berseragam kemeja biru plus rompi biru tua; kuduga mereka polisi atau
tentara. Sementara di dalam kompleks itu orang-orang berkumpul dan ribut.
Tiba-tiba seorang pria menarik paksa seorang perempuan berbaju merah dengan
cara mencekik lehernya sambil berjalan keluar dari kompleks tadi.

Hanya beberapa detik dari pintu itu, si perempuan, yang tak lain adalah
Duaa, dihempaskan ke tanah. Langsung saja belasan pria secara keroyokan
menendangnya. Aku tak tahu apakah di bagian belakang - yang tidak terekam
kamera - ada ratusan orang lagi. Tak lama, kepala dan bagian wajah Duaa
sudah berlumuran darah. Jelas ada yang melemparinya dengan batu walau tidak
tertangkap kamera; sebab kemudian di dekat tubuhnya terlihat beberapa batu
dan sebuah balok cukup besar. Ketika pria-pria binatang itu menendanginya,
rok hitam Duaa sempat tersingkap - dan ini ditutupi CNN dengan lingkaran
hitam.

Duaa membalikkan tubuhnya menghadap ke atas. Dia sempat membetulkan roknya
itu. Tapi massa tetap saja menyiksanya sambil berteriak-teriak. Beberapa
belas detik kemudian Duaa terlihat dalam posisi tertidur menyamping di
tanah, dengan kaki ditekuk. Darah di kepalanya semakin banyak. Badannya
tampak semakin lemah. Gerakannya nyaris tak ada lagi. Tapi pria-pria iblis
itu terus menendanginya. Dasar anjing! Dan tak satu orang pun menolong atau
mencoba menahan perbuatan para "setan beragama" itu. Dasar manusia babi!

Akhir adegan film binatang-binatang lapar ini adalah ketika Duaa
diperlihatkan dalam posisi telungkup di tanah ., dengan beberapa batu di
sebelahnya ., dengan darah segar yang "membasuh bumi" . sebagai saksi bisu
cintanya pada sang kekasih.

Duaa pun, pada akhirnya, mati di tangan para lelaki binatang berhati iblis
yang membunuhnya dengan alasan menjaga kesetiaan pada agama.

Batin kami menangis untukmu, Duaa. Semoga TUHAN menyiapkan "ranjang
pengantin" yang indah untukmu di sana. Engkau akan abadi di hati kami.
Engkau telah menjadi martir bagi dunia, bagi orang-orang beragama, bahwa
CINTA [bisa] lebih mulia daripada agama. [www.jararsiahaan.com]


--------------------------------------------------------------------------------


0 new messages